- Advertisement -
Beranda blog Halaman 69

Transparansi Pahpahan DTW Jatiluwih Jadi Sorotan, Sekda Tabanan Angkat Bicara

Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila,
Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila,

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Berbagai isu bermunculan di media sosial pasca penertiban sejumlah bangunan pendukung pariwisata oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih.

Salah satu yang ramai diperbincangkan ialah terkait dugaan tidak adanya transparansi pembagian hasil pengelolaan atau pahpahan kepada pihak-pihak terkait, seperti subak, desa adat, desa dinas, hingga Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, angkat bicara. Ia menegaskan, pembagian hasil pengelolaan DTW Jatiluwih selama ini berjalan sesuai mekanisme dan telah disalurkan setiap tahun kepada para pihak sebagaimana diatur dalam kesepakatan resmi melalui Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani bersama.

“Ketentuan pembagian hasil atau pahpahan ini bukan hal baru. Ini sudah disepakati secara sah oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan pengelolaan DTW Jatiluwih. Setiap tahunnya, alokasi tersebut dijalankan dan diterima oleh pihak-pihak yang berhak,” ujar Susila, Rabu (10/12/2025).

Berdasarkan kesepakatan bersama, pendapatan bersih DTW Jatiluwih dialokasikan sebesar 45 persen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan, dan 55 persen lainnya disalurkan kepada para pihak di Desa Jatiluwih.

Penerima alokasi 55 persen tersebut meliputi Desa Dinas Jatiluwih, Desa Adat Jatiluwih, Desa Adat Gunungsari, Subak Jatiluwih, Subak Abian Gunungsari, dan Subak Abian Jatiluwih.

Selain itu, sebagian pendapatan juga digunakan untuk kebutuhan pengembangan dan promosi destinasi, biaya badan pengelola, serta operasional manajemen.

Susila menyebut, berdasarkan data dari Badan Pengelola DTW Jatiluwih, total pembagian pahpahan yang didistribusikan selama 2021–2024 mencapai lebih dari Rp16,4 miliar. Rinciannya adalah PAD Kabupaten Tabanan sebesar Rp7,3 miliar, Desa Dinas Jatiluwih: Rp1,3 miliar, Desa Adat Jatiluwih: Rp2,9 miliar, Desa Adat Gunungsari: Rp1,9 miliar, Subak Jatiluwih: Rp2,3 miliar, Subak Abian Gunungsari lebih dari Rp180 juta dan Subak Abian Jatiluwih lebih dari Rp180 juta.

“Untuk PAD, seluruhnya sudah masuk ke Rekening Kas Daerah. Sedangkan alokasi kepada desa dinas, desa adat, dan subak telah diterima masing-masing pihak sesuai ketentuan,” jelasnya.

Di samping itu, Badan Pengelola DTW Jatiluwih juga menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Subak, Pura, Perbaikan Fasilitas Umum milik Desa Jatiluwih, Untuk Dana Kesehatan, Kegiatan Kepemudaan di Wilayah setempat serta kebutuhan sosial budaya lainnya dimana sejak tahun 2018 hingga 2023 Total CSR tersebut sebesar Rp1,4 miliar lebih.

Setelah pahpahan diterima masing-masing pihak, pengelolaannya sepenuhnya menjadi kewenangan desa, desa adat, dan subak sesuai perencanaan internal mereka.

 

“Aturannya sudah jelas dan pembagiannya berjalan sesuai aturan. Namun setelah dana itu diterima, penggunaannya menjadi kewenangan masing-masing pihak sesuai perencanaan, prioritas kebutuhan, dan mekanisme yang berlaku. Yang penting adalah transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan,” tegas Susila.

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan bahwa persawahan di WBD Catur Angga, yang didalamnya termasuk Subak Jatiluwih, melalui Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Kawasan Jalur Hijau telah ditetapkan sebagai Kawasan Jalur Hijau atau kini dikenal dengan Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Terhadap kondisi lahan tersebut Pemerintah Kabupaten Tabanan telah memberikan subsidi tarif 50 persen dari tarif umum yang sebesar 0,1 persen menjadi 0,05 persen untuk NJOP sampai dengan Rp 1 miliar sejak tahun 2012 melalui Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan hingga sekarang melalui Perda Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

“DTW Jatiluwih adalah warisan dunia yang harus kita kelola bersama dengan baik. Karena itu, informasi yang benar sangat penting agar semua pihak dapat tetap fokus menjaga dan memajukan kawasan ini,” tutupnya. (rls)

Penlok Tol Gilimanuk-Mengwi Berakhir Maret 2026, Masyarakat Minta Kepastian

Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk–Mengwi bersama masyarakat menggelar pertemuan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi, di Kantor Perbekel Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.
Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk–Mengwi bersama masyarakat menggelar pertemuan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi, di Kantor Perbekel Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Proyek jalan tol Gilimanuk–Mengwi hingga kini belum ada kejelasan. Padahal, penetapan lokasi (penlok) proyek tersebut akan berakhir pada Maret 2026 mendatang.

Masyarakat terdampak pun semakin resah dan meminta kepastian terkait keberlanjutan proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

Pada Rabu (10/11/2025), Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk–Mengwi bersama masyarakat menggelar pertemuan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi. Pertemuan berlangsung di Kantor Perbekel Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Hadir perbekel dari Desa Antosari, Lumbung, Lalanggigah, Bengkel Sari, Wanasari, dan Denbantas.

 

Ketua Forum Perbekel Terdampak Tol, I Nyoman Arnawa, mengatakan masyarakat telah hidup dalam ketidakpastian selama hampir empat tahun akibat status penlok yang terus diperpanjang tanpa kejelasan.

“Penlok dipasang sejak 2022 dan harusnya berakhir Maret 2025. Kemudian diperpanjang hingga Maret 2026. Sekarang batas akhirnya sudah dekat, tetapi tidak ada kepastian,” ujarnya.

Arnawa menjelaskan, selama ini masyarakat terdampak hidup dalam gejolak psikologis yang sangat berat. Sebab adanya penlok, masyarakat tidak berani memanfaatkan lahan. Mereka ragu menggarap kebun, bahkan memperbaiki rumah, karena khawatir nantinya terdampak pembebasan lahan.

“Dengan sisa waktu penlok ini, kami ingin kepastian. Jika sampai Maret 2026 proyek belum berjalan, apakah penlok akan diperpanjang? Jika diperbarui, prosesnya seperti apa?” tegasnya.

 

Salah satu warga terdampak dari Banjar Pengereregan, Desa Lumbung, Ni Wayan Mulya, mengaku sudah empat tahun menunggu kejelasan namun tidak juga ada keputusan.

“Kami bingung harus bagaimana. Semua persyaratan sudah kami jalani. Kalau proyek ini jadi, bilang. Kalau tidak jadi, bilang juga. Kami capek menunggu,” keluhnya.

Mulya mengatakan lahan dan rumahnya masuk dalam rencana trase tol. Ia bahkan sudah mengikuti proses pengukuran dan pendataan saat awal proyek direncanakan.

“Kalau nanti ada pembaruan penlok, berarti kami harus mulai dari nol lagi. Kesabaran kami empat tahun ini sudah luar biasa. Kami hanya minta kepastian, jadi atau tidak. Jangan menggantung. Kami punya keluarga dan harus memikirkan perbaikan rumah serta menggarap lahan,” tegasnya.

Semantara itu, Kaur TU PPK Tol Gilimanuk–Mengwi, I Ketut Kariasa, mengakui pihaknya memahami keresahan masyarakat. Ia menjelaskan, pihaknya hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat.

“Sampai sekarang kami juga belum menerima kejelasan. Pimpinan kami sedang bertemu dengan pemerintah pusat untuk membahas kelanjutan proyek tol ini. Mudah-mudahan paling lambat besok sudah ada kepastian,” ujarnya.

Menurut Kariasa, pengadaan tanah saat ini berhenti sementara karena tidak ada anggaran. Informasi terbaru yang ia dapatkan babwa saat ini sedang dilakukan review studi kelayakan di Direktorat Pembiayaan Infrastruktur.

Terlepas dari itu, ia menegaskan akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat terdampak kepada pemerintah pusat. “Kami akan kami teruskan, dan hasilnya akan kami sampaikan kembali kepada forum,” tambahnya.

Untuk diketahui, Tol Gilimanuk–Mengwi dibangun untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Bali dengan menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk (gerbang masuk barat) ke wilayah metropolitan Denpasar, mempercepat distribusi logistik, memangkas waktu tempuh Gilimanuk- Denpasar dari 3-5 jam menjadi lebih singkat, serta mendukung pengembangan pariwisata dan pemerataan ekonomi di Bali.

Panjang jalan mencapai 96,84 km dan melintasi tiga Kabupaten yakni Jembrana, Tabanan, serta Badung.

Proyek ini sempat melakukan groundbreaking pada September 2022. Namun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali akhirnya mengundurkan diri karena kebutuhan dukungan konstruksi (Dukon) dari APBN yang sangat besar. (ana)

Satpol PP dan Pansus TRAP Nyatakan Perizinan Nuanu Lengkap

I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Gede Wahyu Hariyanto, Senior Legal Officer Nuanu Creative City.
I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Gede Wahyu Hariyanto, Senior Legal Officer Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah melalui proses pemeriksaan oleh Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali bersama Satpol PP Provinsi Bali, Nuanu Creative City kini memperoleh kejelasan penuh terkait status perizinannya.

Satpol PP Bali mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen perizinan yang diserahkan oleh Nuanu sudah lengkap dan sesuai dengan regulasi. Hal ini menegaskan bahwa Nuanu selama ini beroperasi sesuai izin dan aturan yang berlaku, termasuk kelengkapan administratif serta izin operasional Luna Beach Club.

Sebelumnya, tim Pansus TRAP bersama Satpol PP meminta Nuanu menunjukkan seluruh dokumen perizinan sebagai bagian dari proses verifikasi resmi. Setelah sidak, Satpol PP Bali melakukan pemeriksaan lanjutan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Dalam rangkaian proses tersebut, Nuanu memenuhi seluruh persyaratan dan menyerahkan dokumen lengkap sesuai ketentuan.

Kasatpol PP Bali, Dewa Rai Darmadi, menyatakan bahwa Nuanu Creative City beroperasi sesuai regulasi hukum dan tata ruang yang berlaku.

“Setelah melakukan pemeriksaan bersama dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk OPD Tabanan, kami dapat memastikan bahwa Nuanu Creative City sepenuhnya mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujar Dewa Darmadi melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (9/12/2025).

Ia juga menegaskan, Nuanu telah menunjukkan seluruh perizinan yang diperlukan. “Lebih dari itu, Nuanu menjadi contoh bagaimana investasi di Bali dapat bersifat legal sekaligus visioner—melindungi budaya, menjaga alam, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat. Inilah bentuk pembangunan yang kami harapkan akan semakin berkembang ke depan,” sambungnya.

Dewa Darmadi memastikan hasil pemeriksaan tersebut telah diserahkan kepada Pansus TRAP DPRD Bali.

“Hasil pemeriksaan yang kami serahkan ke Nuanu juga sudah kami sampaikan ke pihak Pansus. Ketua Pansus telah membaca, menelaah, dan menerima hasil pemeriksaan yang menyatakan kelengkapan izin pihak Nuanu,” jelasnya.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Suparta, yang didampingi oleh Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai dan Wakil Sekretaris Dr. Somvir, juga mengonfirmasi hal tersebut. “Kami telah menerima hasil pemeriksaannya, dan seluruh perizinan memang lengkap,” ujarnya.

Pihak Nuanu menyampaikan apresiasi atas profesionalisme dan kerja sama seluruh pihak dalam proses ini. “Kami berterima kasih atas kejelasan dan kolaborasi dari DPRD Bali, Pansus TRAP, dan Satpol PP Bali,” ujar Senior Legal Officer Nuanu Creative City, Gede Wahyu Hariyanto.

Terpisah, Director of Communications Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, menegaskan komitmen Nuanu untuk terus melengkapi seluruh izin sesuai peraturan dan proses yang berlaku di Bali. “Kepatuhan hukum bukan hanya syarat, tetapi bentuk tanggung jawab kami bagi komunitas, pengunjung, dan investor,” ujarnya.

Ia menambahkan, konfirmasi ini semakin menguatkan komitmen Nuanu untuk mengembangkan destinasi wisata kreatif dan berkelanjutan.

“Yang paling penting bagi kami adalah menciptakan pengalaman yang berarti dan berkualitas tinggi bagi pengunjung, sambil tetap menghormati tanah yang kami tempati. Prinsip inilah yang menjadikan sinergi kami dengan pemerintah semakin efektif dan konstruktif,” jelasnya.

Surat resmi dari DPRD Bali dan Satpol PP akan diterbitkan sebagai dokumentasi dan referensi otoritatif bagi para pemangku kepentingan. (ana)

Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Ungasan Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat Nodya Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Selasa (9/12).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat Nodya Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Selasa (9/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG -Bertepatan dengan Anggara Kliwon Wuku Medangsia, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Nodya Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Selasa (9/12). Upacara dipuput oleh Tri Sadaka yaitu Ida Rsi Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Ida Budha Sikara dan Ida Pedanda Kusamba.

Usai melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon pura, Bupati Adi Arnawa menyerahkan punia sebesar Rp 50 juta yang diterima Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa, Bupati juga menandatangani prasasti sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya

Turut hadir anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Perbekel Ungasan, Bendesa Adat Ungasan, Prajuru Dinas dan Adat se-Desa Adat Ungasan, serta Krama Agung Desa Adat Ungasan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Krama Agung Desa Adat Ungasan yang telah berhasil melaksanakan karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan yang kebetulan juga berlokasi di Destinasi Wisata Pantai Melasti yang dikenal memiliki panorama alam yang sangat indah.

“Saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Destinasi Wisata Pantai Melasti dan apa yang selama ini saya dengar memang benar adanya. Pantai Melasti memiliki panorama alam yang indah dan menawan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami akan selalu mendukung perencanaan dan program-program Desa Adat Ungasan,” ujar Adi Arnawa.

Bupati berharap melalui pelaksanaan karya suci ini, Krama Agung Desa Adat Ungasan senantiasa mendapatkan anugerah keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan, serta Pemerintah Kabupaten Badung diberikan tuntunan dalam menjalankan roda pemerintahan demi kemajuan daerah dan Masyarakat. (rls)

Bupati Badung Hadiri Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu Doakan Keselamatan dan Kemajuan Pariwisata Bali

Bupati Wayan Adi Arnawa sembahyang bersama dan mulang pekelem saat Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (9/12).
Bupati Wayan Adi Arnawa sembahyang bersama dan mulang pekelem saat Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (9/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda IB. Surya Suamba dan sejumlah pimpinan perangkat daerah di Kabupaten Badung melaksanakan persembahyangan Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (9/12). Turut hadir dalam Pujawali tersebut diantaranya Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, serta jajaran perangkat daerah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Penglingsir Puri Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Pengemong dari Desa Adat Pecatu dan ratusan krama pemedek.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan kehadirannya bersama jajaran perangkat daerah, bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara yang melinggih di Pura Luhur Uluwatu agar diberikan anugerah keselamatan, kesejahteraan, serta kekuatan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Badung. “Kami hadir bersama Sekda Badung dan seluruh perangkat daerah untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar memberikan kesejahteraan dan kekuatan kepada kita semua khususnya masyarakat Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya, serta agar kita terhindar dari bencana alam yang sekarang ini banyak menimpa wilayah di Nusantara ini,” ujarnya.

Bupati juga berharap pihaknya diberikan kekuatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Badung. Selain itu, Dia juga mendoakan agar pariwisata Bali semakin meningkat. Ia juga memohon kekuatan dan tuntunan agar jajaran pemerintah daerah dapat terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Badung. Doa dan restu dari para leluhur serta Ida Bhatara menjadi kekuatan spiritual bagi jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kami berharap diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga mampu melaksanakan tugas pengabdian dengan baik demi kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Badung dan yang paling penting, bencana alam dijauhkan di bumi Nusantara ini,” harap Adi Arnawa.

Sementara itu, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko didampingi Patengen Desa Adat Pecatu selaku pengemong Nyoman Sujendra menjelaskan bahwa Pujawali di Pura Luhur Uluwatu digelar secara rutin setiap enam bulan sekali. Pada Pujawali kali ini, rangkaian upacara dikemas dalam bentuk Padudusan Alit, sementara Padudusan Agung direncanakan akan dilaksanakan pada Juli 2026 mendatang. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung beserta jajaran dalam rangkaian Pujawali Pedudusan Alit. Kehadiran pimpinan daerah dinilai menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dengan lembaga adat dan pengempon pura dalam menjaga serta melestarikan keberadaan Pura Sad Kahyangan Uluwatu sebagai pusat spiritual umat Hindu di Bali.

Ia menyampaikan bahwa pujawali yang dilaksanakan di Pura Luhur Uluwatu pada Rabu (9/12) bertepatan dengan rahina Anggara Kasih Medangsia. Prosesi diawali dengan pratima Ida Bhatara memargi (berjalan) lebih awal 1 jam dari sebelumnya, yaitu dari jam 9 pagi menjadi jam 8 pagi. Prosesi mesuci ke Pura Beji baru pertama kalinya dilaksanakan setelah Pura Beji yang baru telah di dilaksanakan Upacara Melaspas 6 bulan lalu. Pura beji yang baru merupakan bantuan dan Pemkab Badung yang telah rampung tahun ini. “Pura Beji ini berada di sebelah barat Pura Beji sebelumnya yang berada di Pura Swagina milik masyarakat. Upacara mesuci kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Pura Beji yang baru, setelah sebelumnya melakukan prosesi melaspas enam bulan lalu. Ini dilakukan karena Pura Beji yang baru ada di sebelah barat dari pada Pura Beji yang sudah ada atau lama,” ujarnya.

Selanjutnya, Ida Bhatara menuju Pura Luhur Uluwatu sekitar pukul 11.00 Wita untuk melanjutkan rangkaian upacara pujawali.

Pujawali ini juga dirangkaikan dengan upacara Mulang Pekelem yang dilaksanakan langsung ke tengahing segara (tengah laut) tepatnya di akses Seawall yang dibangun Pemerintah Kabupaten Badung. Turah Joko menambahkan, pihaknya bersama Desa Adat pecatu juga kembali memberlakukan sistem kartu bagi umat guna menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berlangsungnya Pujawali.

“Antusias umat pasti, mulai hari ini Pujawali dilaksanakan hingga nyineb tanggal 12 Desember. Apa yang sudah kami lakukan bersama dengan Desa Adat Pecatu tetap mengutamakan ketertiban umat. Untuk itu kiranya para umat mengatur waktu sehingga tidak terjadi berdesak-desakan di Pura Luhur Uluwatu. Kami tetap memakai sistem kartu sehingga ketertiban dan kenyaman umat bisa terus dijaga,” terangnya. (rls)

Konsulat Australia Dukung Perempuan Indonesia Tetap Aman di Ruang Digital

Pelatihan dalam rangkaian 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender 2025, Selasa (9/12/2025).
Pelatihan dalam rangkaian 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender 2025, Selasa (9/12/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Konsulat Jenderal Australia di Bali mendorong penguatan keamanan digital bagi perempuan Indonesia melalui sesi pelatihan yang digelar pada Selasa (9/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender 2025, kampanye global yang mengajak masyarakat dunia untuk bersatu dalam mencegah dan mengakhiri kekerasan berbasis gender.

Tahun ini, kampanye mengusung tema “Bersatu untuk Mengakhiri Kekerasan Digital terhadap Semua Perempuan dan Anak Perempuan.”

Sebanyak 22 perempuan muda mengikuti sesi interaktif yang membahas cara mengidentifikasi kekerasan digital dan menjaga keamanan di ruang daring.

Seluruh peserta merupakan bagian dari program Bali WISE binaan Yayasan R.O.L.E., sebuah program pemberdayaan perempuan melalui pendidikan keterampilan demi menciptakan komunitas berkelanjutan di Indonesia.

Pelatihan dipandu oleh Nyoman Ayu Sukma Pramestisari, sosiolog dan akademisi Universitas Udayana yang dikenal sebagai pakar pemberdayaan dan perlindungan perempuan di dunia digital.

Dalam sambutannya, Konsul-Jenderal Australia untuk Bali, Jo Stevens, menegaskan komitmen Pemerintah Australia dalam memerangi kekerasan berbasis gender.

“Pemerintah Australia berkomitmen untuk memajukan kesetaraan gender, baik di Australia maupun secara internasional. Ketika perempuan dan anak perempuan tidak memperoleh hak, kekuasaan, dan kesempatan yang sama, tercipta lingkungan di mana kekerasan dapat ditoleransi atau dianggap normal,” ujar Stevens.

Ia berharap diskusi ini dapat membantu peserta memahami ancaman digital, mengetahui cara melindungi diri, serta mendukung para penyintas kekerasan berbasis gender.

“Bersama, kita berupaya mengakhiri kekerasan berbasis gender dalam segala bentuknya,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Konsulat Jenderal Australia memperkuat edukasi keamanan digital dan meningkatkan kapasitas perempuan muda dalam menghadapi bentuk-bentuk kekerasan baru di era teknologi. (rls)

Ratusan Uang Kepeng di Pura Desa Kaba-Kaba Dicuri, Polisi Selidiki Pelaku

Ratusan uang kepeng di Pura Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan hilang diduga dicuri.
Ratusan uang kepeng di Pura Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan hilang diduga dicuri.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pencurian uang kepeng kuno kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Kali ini, ratusan uang kepeng di Pura Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan hilang diduga dicuri.

Pencurian ini dilaporkan pada Selasa (9/12/2025) pagi setelah pengempon pura mendapati sejumlah ceniga berisi uang kepeng hilang dari lemari penyimpanan.

Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan disampaikan oleh saksi sekaligus pelapor, I Made Gunastra (64), warga Banjar Dualang, Desa Kaba-Kaba.

Peristiwa diketahui saat saksi datang ke Pura Desa Kaba-Kaba untuk menghaturkan banten. Saat hendak menyimpan ceniga dari ental ke lemari di belakang piasan pura, saksi melihat bahwa ceniga berisi uang kepeng yang sebelumnya disimpan di lemari piasan tersebut telah raib.

“Kondisi lemari piasan dalam keadaan tidak terkunci, karena kunci dari lemari tersebut rusak,” kata Kompol Sukadana.

Adapun barang-barang yang dilaporkan hilang diantaranya, 8 buah ceniga berisi 728 kepeng uang, 16 anak ceniga berisi 512 kepeng, 4 tamiang berisi 216 kepeng, dan 16 gerentengan berisi 384 kepeng.

Seluruh uang kepeng tersebut terakhir diketahui masih lengkap pada 29 November 2025, usai perayaan Hari Raya Kuningan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke pihak berwajib. Selanjutnya, anggota Polsek Kediri mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan awal dengan memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Tabanan, serta mencari jejak sidik jari pelaku.

“Dari penyelidikan awal, pelaku diduga mengambil barang dengan mudah karena lemari penyimpanan dalam keadaan tidak terkunci. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan,” pungkas Kompol Sukadana. (ana)

Kasus DBD di Tabanan Didominasi Usia Produktif 

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sepanjang tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, sebanyak 619 kasus ditemukan dari Januari hingga November 2025. Kelompok usia produktif 15–44 tahun menjadi yang paling dominan dengan 319 kasus.

Kasus pada kelompok usia di atas 44 tahun tercatat sebanyak 147 kasus, disusul kelompok usia 5–14 tahun dengan 38 kasus. Sementara kasus pada bayi dan balita relatif rendah, yakni 4 kasus.

Sementara itu, data kematian akibat DBD pada 2024 mencatat tiga kasus, seluruhnya terjadi pada kelompok usia di atas 44 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan pada kelompok rentan, terutama lansia dengan penyakit penyerta.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, seizin Kepala Dinas Kesehatan, menyebut tingginya kasus pada usia produktif menunjukkan pola penularan yang kuat di lingkungan permukiman dan area aktivitas masyarakat.

“Usia produktif paling banyak berinteraksi dan berpindah tempat, sehingga paparan terhadap nyamuk Aedes aegypti lebih tinggi. Faktor kebersihan lingkungan dan keberadaan jentik di rumah tangga masih menjadi tantangan,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Ia menuturkan, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran kasus, termasuk 90 kali fogging sepanjang 2025, masing-masing dua kali penyemprotan berdasarkan laporan kasus dan hasil survei jentik.

Selain itu, edukasi masyarakat diperkuat melalui Gerakan PSN 3M Plus, pemeriksaan jentik berkala, serta koordinasi dengan desa dan banjar untuk memastikan pengendalian dilakukan secara berkelanjutan.

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi lebih dari dua hari.

“Kunci pencegahan ada pada perilaku. Bila lingkungan bersih dan bebas jentik, rantai penularan bisa diputus,” tegasnya.

Menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan bersama agar lonjakan kasus dapat ditekan. (ana)

Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Kondisi truk tronton terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Nasional jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12/2025) sore.
Kondisi truk tronton terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Nasional jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Nasional jalur Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Senin (8/12/2025) sekitar pukul 17.40 Wita.

Insiden ini melibatkan lima kendaraan terdiri dari dua truk tronton, satu boks Isuzu, satu pikap, dan satu sepeda motor Yamaha Nmax.

Akibat kecelakaan itu, dua warga negara asing (WNA) Prancis mengami luka-luka dan harus mendapat perawatan di Puskesmas terdekat.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Wayan Suastika menjelaskan, kecelakaan dipicu oleh truk tronton dengan nomor polisi B 9120 UEL yang mengalami rem blong saat melintas di turunan landai. Truk dikemudikan oleh Slamet (46), asal Batang, Jawa Tengah, datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

“Saat situasi depan macet, pengemudi berusaha mengerem namun rem tidak berfungsi. Untuk menghindari kecelakaan lebih fatal, kendaraan membanting setir ke kanan, namun justru menyerempet sepeda motor dan menabrak truk lain di depannya,” ujar Kompol Suastika dikonfirmasi Selasa (9/12/2025).

Setelah menyerempet Yamaha Nmax DK 3785 GAZ yang dikendarai oleh WNA Prancis, truk tersebut menghantam bagian belakang truk tronton B 9802 BEH yang dikemudikan Rohmat (42). Benturan beruntun kemudian mendorong kendaraan di depan hingga menabrak Isuzu Box B 9376 KEU dari arah berlawanan dan pikap L300 DK 8126 BM yang berada paling depan.

Akibat, WNA Prancis bernama Yves Rocand Chatelet (63) yang mengendarai motor mengalami dislokasi bahu kanan dan luka lecet pada mata kaki kanan. Sedangkan yang diboncengnya, Fiorence Chatelet (57), mengalami dislokasi bahu dan luka lecet pada punggung. Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas Selemadeg. Sementara pengemudi kendaraan lain dilaporkan selamat.

Petugas kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, mengumpulkan keterangan saksi, hingga mengamankan barang bukti kendaraan.

“Situasi arus lalu lintas sudah kembali normal setelah penanganan di lokasi,” kata Suastika. (ana)

Diduga Sakit, Pria Asal Banyuwangi Meninggal Mendadak di Depan Warung Madura

Ilustrasi meninggal.
Ilustrasi meninggal. (Foto:pixabay)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ditemukan meninggal dunia secara mendadak di depan sebuah warung madura di Banjar Badung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (9/12/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Suhaimi (61), warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Ia sehari-hari bekerja sebagai tukang pande besi.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana membernarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 07.30 Wita dan pertama kali diketahui oleh saksi bernama Desy Arisandy yang sedang menyapu di halaman warungnya. Saat itu, saksi melihat korban membeli bensin di warung madura yang berada tepat di seberang jalan.

“Setelah membeli bensin, korban hendak menstarter motornya. Namun tiba-tiba korban terjatuh dan saat didekati, dari mulut korban sudah keluar busa. Cek nadi pun menunjukkan korban sudah tidak bernyawa,” ujar Sukadana.

Saksi kemudian memanggil rekannya, Sujari, dan langsung menghubungi istri korban untuk memberitahukan kejadian tersebut. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kediri.

Anggota Polsek Kediri yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta menghubungi keluarga korban dan Tim Inafis Polres Tabanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat sakit. “Korban memiliki riwayat stroke dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit. Dugaan sementara, kematian korban disebabkan penyakit yang dideritanya,” jelas Kapolsek Kediri.

Kini, jenazahnya telah dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum, yang sudah dinyatakan dalam surat pernyataan,” kata Kompol Sukadana. (ana)