- Advertisement -
Beranda blog Halaman 650

Kebakaran Empat Ruko di Marga Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp150 Juta

Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.
Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Marga menyebut kerugian kebakaran empat unit ruko di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, pada Senin (5/6/2023) malam mencapai Rp150 juta.

Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan beserta barang dan perlengkapan berjualan keempat ruko ludes terbakar. Selain itu, surat-surat penting berupa ijazah juga ikut dilalap api.

“Total kerugian mencapai Rp150 juta,” kata Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana, Rabu (7/6/2023).

Ia menyebut, api diduga berasal dari korsleting arus listrik pada freon mesin pendingin di ruko milik I Made Sudiartama (40).

Sebelumnya diberitakan, empat unit ruko di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, terbakar pada Senin (5/6/2023) sekitar pukul 22.30 WITA.

Keempat korban pemilik ruko merupakan warga setempat yakni I Made Sudiartama (40), I Gede Made Udayana Dwika Putra (24), I Gede Made Kana (52) dan I Gede Putu Mustika (35). Dengan usaha bengkel, jasa pemotongan ayam, sarana upacara dan toko kelontong.

AKP Wayan Suta Arcana mengungkap, saat kejadian saksi I Gede Made Kana (52) bersama istrinya Ni Made Sudiningsih (50) yang masih berjualan nasi di rukonya mendengar suara ledakan yang sangat keras dari ruko Sudiartama.

“Terdengar suara ledakan sekali. Setelah dicek keluar, mereka melihat api sudah membesar dan asap mengepul di atas toko,” jelasnya, Selasa (6/6/2023).

Suta menerangkan, saksi sempat membuka pintu ruko Sudiartama. Namun tidak bisa dibuka karena dalam keadaan terkunci. Sekitar pukul 23.00 WITA empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Kemudian, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WITA. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik serta mengecek kembali saluran arus listrik.

“Mengingat sekarang sedang musim kemarau agar mencabut saluran listrik pada alat-alat elektronik jika tidak digunakan,” imbuh Suta.

Pohon Kelapa Berumur Ratusan Tahun Tumbang Timpa Rumah di Penebel

Kondisi rumah yang tertimpa pohon.
Kondisi rumah yang tertimpa pohon.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah semi permanen milik I Gusti Putu Nadi (76) di Banjar Dinas Tajen Pande, Desa Tajen, Penebel, tertimpa pohon kelapa pada Rabu (7/6/2023) sekitar 01.00 WITA.

Diduga pohon kelapa tersebut tumbang akibat sempat diguyur hujan dan lapuk karena telah berumur sekitar 100 tahun.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, korban mengalami kerugian material mencapai Rp20 juta,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan AKP I Nyoman Subagia, Rabu (7/6/2023).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian Putu Nadi bersama istrinya sempat menonton televisi di kamar sekira pukul 19.00 Wita.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WITA saat hendak tidur di kamar, korban mempunyai firasat tidak enak sehingga memutuskan untuk pindah tidur di dapur yang letaknya sekitar 20 meter dari selatan rumah yang tertimpa pohon.

Sekitar pukul 01.00 Wita korban mendengar suara ambruk. Setelah dicek keluar, korban melihat rumahnya sudah roboh ditimpa pohon kelapa yang diperkirakan berumur ratusan tahun tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, korban langsung meminta pertolongan ke tetangga.

“Saat ini, pohon sudah dibersihkan oleh keluarga beserta BPBD Tabanan,” jelas Subagia. (ana)

Aniaya Pacarnya di Hotel, WN Australia Ditangkap

WNA asal Australia yang menjadi pelaku penganiayaan pecarnya dan kini diamankan Polsek Kuta.
WNA asal Australia yang menjadi pelaku penganiayaan pecarnya dan kini diamankan Polsek Kuta.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia Drew Donald Ireland (29) ditangkap aparat Polresta Denpasar karena menganiaya pacarnya, AP (33), asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Penganiayaan itu terjadi saat keduanya hendak berkencan di sebuah kamar hotel, Jalan Popies, pada Minggu (4/6/2023) sore.

Drew ditangkap di hari yang sama atau beberapa jam setelah AP melapor ke Polisi. AP mengalami luka di bagian kepala dan bahunya.

“Jadi tersangka dan korban berhubungan sebagai pacar,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (7/6/2023).

Ia mengungkapkan, tersangka dan korban berkenalan melalui aplikasi Tinder. Keduanya sepakat bertemu pada Minggu sore. “Korban dijemput di kawasan Seminyak, Kuta, untuk pergi ke hotel,” imbuhnya.

Saat di hotel, tersangka dan korban cekcok. AP meminta uangnya yang dipinjam Drew sebesar Rp 1,5 juta dikembalikan. Namun Drew merasa tidak ada meminjam uang tersebut.

“Terjadilah keributan yang mengakibatkan korban beberapa kali kena pukulan di kepala dan tubuh serta Drew sempat mengancam akan memutilasi korban,” ungkapnya.

Selain menangkap Drew, Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa airsoft gun laras panjang. Barang bukti ini dipesan di Bali Permai, Jalan Raya Kuta.

Tidak hanya itu, Drew juga ketahuan sempat mencuri pakaian dan senter listrik di Beach Walk dan beberapa toko lainnya sekitar Legian dan Denpasar. Aksi ini dilakukan dengan cara membeli satu barang dan mengambil barang lainnya untuk dicuri.

“Tersangka juga mengaku kepada korban sebagai anggota Australia Special Force (Pasukan Khusus Tentara Australia) yang sedang melakukan pelatihan di Military Base Renon untuk Tim Sniper Indonesia sehingga memiliki berbagai senapan,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, pihaknya kini tengah mendalami asal senjata-senjata itu, serta alasannya mengaku sebagai anggota pasukan khusus tersebut.

“Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun delapan bulan penjara dan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara paling lama lima tahun,” jelasnya.(ann)

Polisi Tangkap Sepuluh ABG Pelaku Pengeroyokan Tukang Parkir di Jalan Madri

Dua dari sepuluh pelaku pengeroyokan tukang parkir di Jalan Dewi Madri yang ditahan di Polresta Denpasar.
Dua dari sepuluh pelaku pengeroyokan tukang parkir di Jalan Dewi Madri yang ditahan di Polresta Denpasar.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polisi menangkap sepuluh orang anak baru gede (ABG) yang menjadi pelaku pengeroyokan tukang parkir Yohanes Naikoi (33) di Jalan Dewi Madri, Denpasar Timur.

Kesepuluh tersangka tersebut antara lain Muhamad Ivan alias Ipan (19), Gede Kurniawan Kresna Budiantara (19), HAP (18), U (17), D (17), A (17), M (15), Z (15), C (14), dan R (14).

“Terdapat delapan orang masing berstatus pelajar kelas 3 SMP di Kota Denpasar dan dua pelaku berumur 19 Tahun kelas 3 SMA,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (6/6/2023).

Selain itu, motif sementara penganiayaan berujung maut itu karena kesepuluh tersangka dalam keadaan mabuk. “Motifnya mabuk,” imbuhnya.

Bambang menyebut sebelum kejadian, kesepuluh ABG tersebut sempat minum alkohol di Malibu Bar, Denpasar, pada Minggu (4/6/2023) hingga pukul 03.00 WITA.

Usai minum alkohol, kesepuluh orang ABG ini melintas di Jalan Cok Agung Tresna. Mereka mengendarai empat motor dengan posisi sejajar menuju timur  atau ke arah Jalan Moh Yamin.

Saat berada di depan kantor TVRI, salah seorang dari sepuluh pelaku yakni M menendang korban yang saat itu sedang berjalan kaki. M saat itu berboncengan di motor yang yang dikendarai K.

Peristiwa itu sempat memicu terjadinya cekcok. Korban dan M kemudian dilerai. Tidak lama kemudian korban melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.

Namun peristiwa di lokasi pertama itu rupanya belum usai. Para pelaku rupanya masih mengejar korban. “Kemudian mengeroyok korban yang jaraknya hanya satu kilometer dari lokasi penyerangan sebelumnya,” terang Bambang.

Dalam peristiwa di lokasi kedua, K yang membonceng M menusuk korban dengan menggunakan pisau yang disimpan pada ikat pinggangnya.

Saat ini kesepuluh tersangka ditahan di Polresta Denpasar. Mereka terancam ketentuan pidana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (ann)

Serangkaian Bulan Bung Karno, Bupati Sanjaya Bersih-Bersih di Pantai Yeh Gangga

Bupati Sanjaya melepas tukik di Pantai Yeh Gangga dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.
Bupati Sanjaya melepas tukik di Pantai Yeh Gangga dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tumpah ruah Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Selasa, (6/6/2023), me-merah dipadati ribuan orang yang turut serta dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.

Membludaknya peserta dari unsur ASN dan Non ASN, TNI, Polri, Instansi Vertikal, BUMD, bahkan perangkat desa, para komunitas, yayasan serta forum peduli lingkungan, pun masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan.

Aksi pagi itu yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti ; bersih-bersih pantai, pelepasan tukik, penanaman pohon penghijauan, lomba mancing, pelayanan kesehatan gratis, hingga penyerahan Bantuan. Turut hadir, Wabup Edi, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, para Asisten dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta undangan terkait lainnya.

“Pagi hari ini, astungkara kita tumpah ruah menyelenggarakan kegiatan di Pantai Yeh Gangga karena ada hubungannya dengan laut kita, kemaritiman kita. Jadi, pada kesempatan ini saya apresiasi panitia karena dari pagi telah melaksanakan lomba mancing, bersih-bersih, ada pelepasan tukik, ada penghijauan, pemberian sembako, pemberian kursi roda pada disabilitas yang kita kolaborasikan dengan beberapa unsur terkait,” ujar Sanjaya.

Dengan mengambil tema “Mahajnana Segara Kerthi” yaitu Pemuliaan Laut yang merupakan pendalaman ajaran Bung Karno, lanjutan dari peringatan tahun sebelumnya “Adicita Danu Kerthi”, dimana konsep harmoni ini sarat dan kaya akan pesan-pesan moral tentang ajegnya konsepsi nyegara gunung. Dalam perayaan kali ini, Sanjaya berharap pantai ataupun kemaritiman di Kabupaten Tabanan bersih dan berdaulat bagi masyarakat, khususnya bagi para nelayan di Tabanan.

Untuk itu, Orang nomor satu di Tabanan juga menghimbau kepada seluruh hadirin dan juga masyarakat agar selalu bersyukur karena diberikan alam yang luar biasa, khususnya pantai yang membentang dari Tanah Lot hingga Selabih sepanjang kurang lebih 40 Km.

Selain itu, ditegaskannya jangan pernah lupa dengan sejarah serta rasa terimakasih juga patut dihaturkan kepada para pendahulu, yakni Bung Karno dan Bung Hatta yang telah memproklamirkan hari kemerdekaan.

“Patut kita bersyukur, patut kita berbangga memiliki Bapak Bangsa, sehingga hari ini kita bisa melakukan sebuah kegiatan berkat jasa-jasa para leluhur kita, para pejuang kita. Maka tidak salah kita menyebut dengan sebutan Jas Merah, Jangan Pernah Lupa dengan Sejarah, karena tanpa beliau kita tidak ada pada pagi hari ini. Tepuk tanganlah buat Bapak Bangsa kita Bung Karno,” kata Sanjaya disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.

Selain itu, dijelaskannya bahwa Bulan Juni ini adalah momentum yang sangat sakral, dimana 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila yang merupakan perekat bangsa. Kemudian 6 Juni merupakan hari lahir Bung Karno dan tanggal 21 Juni merupakan hari wafatnya Bung Karno.

Oleh sebab itu, Negara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memperingati jasa-jasa beliau dengan perayaan Bulan Bung Karno melalui kegiatan-kegiatan positif sebagai ucapan terimakasih kepada Bapak Bangsa.

Dimana pada kesempatan itu, bersih-bersih pantai dimulai dari pukul 07.00 wita, Lomba Mancing, kemudian pelepasan tukik dan penanaman pohon penghijauan, dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada nelayan dan penyandang disabilitas. Bantuan kursi roda diberikan Sanjaya kepada Kadek Agus Ananta Pramana asal Banjar Jelai, begitupun dengan Lansia dan Disabilitas dari Desa Gubug dan Pangkung Tibah diberikan bantuan sembako serta kepada 70 Nelayan pesisir pantai.

“Terimakasih atas kekompakan yang ditunjukkan dalam kegiatan hari ini. Dan apapun kegiatan yang kita lakukan, mari kita selalu kompak bersatu. Tidak ada sesuatu yang kita lakukan berhasil, tanpa gerakan gotong-royong, tanpa saling bersatu, bersama-sama diantara kita. Maka dari itu, ayo kita selalu bekerjasama mewujudkan visi misi kita, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya.

Di sela-sela kegiatan, salah satu peserta lomba mancing, yakni I Gusti Kade Bagus Dwija Putra menghaturkan terimakasihnya kepada Pemkab khususnya Bupati Tabanan yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba macing serangkaian perayaan Bulan Bung Karno kali ini. “Melalui kegiatan ini, kami para anglers mendapat hiburan dan semoga kedepannya Tabanan lebih maju dan lebih baik lagi,” harapnya. (rls)

Cekcok dan Lukai Warga Lokal di Sibang, WNA Amerika Ditangkap

WNA yang lukai warga lokal di Jalan Raya Sibang, Kecamatan Abiansemal, saat ditangkap pada Senin (5/6/2023).
WNA yang lukai warga lokal di Jalan Raya Sibang, Kecamatan Abiansemal, saat ditangkap pada Senin (5/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kepolisian Sektor (Polsek) Abiansemal menangkap seorang warga negara asing (WNA) Montesinos Etienne Siro pada Senin (5/6/2023).

WNA asal Amerika itu ditangkap usai melukai seorang warga lokal I Gusti Agung Lanang Widia (27) dengan senjata tajam (sajam) di Jalan Raya Sibang, Abiansemal, Badung, di hari yang sama.

Saat ini, Montesinas masih menjalani pemeriksaan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung. Ia juga ditahan di Polsek Abiansemal.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Aris Setiyanto menyebut peristiwa itu berawal dari cekcok yang dipicu akibat kecelakaan lalu lintas. Mobil korban sebelumnya ditabrak dari belakang.

“Iya keduanya cekcok karena WNA hendak melarikan diri dan korban mengejar pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban atas mobil yang ditabrak terutama pada saat lampu merah,” terang Aris Setiyanto, Selasa (6/6/2023).

Aris menerangkan, pelaku justru melarikan diri ke arah Denpasar namun korban tetap mengejar pelaku dan berhasil memberhentikan di jembatan Jalan Sibang, Badung.

“Pada saat diberhentikan terjadi cekcok dan tindak kekerasan dengan Montesuono mengeluarkan pisau dan mencoba melukai korban sehingga korban luka di bagian lengan kanan dan jari manis sebelah kanan,” bebernya

Korban saat ini telah dirawat di RSUD Mangapura dan kondisinya dalam pemulihan karena tidak ada luka terbuka. (ann)

Masuk Tahap Pengadaan, Penataan Lapangan Dangin Carik Dimulai Juli 2023

Desain penataan RTH Lapangan Alit Saputra di Desa Dajan Peken, Tabanan.
Desain penataan RTH Lapangan Alit Saputra di Desa Dajan Peken, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Alit Saputra atau Dangin Carik di Desa Dajan Peken, Tabanan akan kembali dipercantik. Rencananya penataan akan dimulai pada Juli 2023 mendatang.

Sebelumnya, penataan telah dilakukan pada tahun 2022 lalu dengan dana sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan I Made Dedi Darmasaputra mengatakan, proses pengerjaan akan dilakukan pada bulan Juli nanti dan saat ini masih dalam proses pengadaan (lelang) yang dijadwalkan berlangsung selama 42 hari.

“Sekarang sudah masuk proses lelang, setelah sebelumnya dilakukan proses finalisasi RAB,” jelasnya.

Ia menyebut, meski pengerjaannya baru dimulai Juli mendatang, tetapi proyek penataan ini dipastikan selesai pada waktu yang telah ditentukan, yakni pada bulan Desember 2023.

“Waktu pengerjaannya enam bulan cukup sebab jenis proyeknya flat. Nanti kami atur di time skedulnya, sehingga proses pengerjaan tidak melebihi tenggat waktu,” ujarnya.

Adapun anggaran yang digunakan untuk melakukan penataan ini sebesar Rp7 miliar. Penataan akan difokuskan pada peningkatan kualitas khususnya pada RTH dan jogging track.

“Anggarannya bersumber dari BKK Kabupaten Badung,” sebut Dedi.

Pada penataan di tahun 2023 ini, Lapangan Dangin Carik akan dilengkapi dengan RTH atau Taman Bunda PAUD, pojok UMKM, memperlebar jogging track,penataan drainase sehingga ketika musim hujan RTH Alit Saputra tidak akan tergenang air.

Selain penataan RTH Dangin Carik, sambung Dedi, pada bulan Juli nanti proses penataan taman Bung Karno juga akan dilakukan.

“Tapi untuk taman Bung Karno ini, hanya fokus pada pembangunan kantor UPT saja, karena taman Bung Karno belum punya kantor,” ungkapnya. (ana)

Soal Larangan Mendaki Gunung di Bali, Bupati Akan Bahas Khusus

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya akan membahas larangan pendakian gunung bersama kepala desa dan bendesa adat khususnya yang ada di wilayah kaki gunung.

Sanjaya mengatakan, usai mengikuti rapat Gubernur beberapa waktu lalu, larangan pendakian ditujukan untuk mereka yang mendaki sembarangan. Sebab bagi orang Hindu di Bali gunung merupakan tempat yang sangat disucikan.

“Jika mendaki gunung untuk kegiatan ritual keagamaan dipersilakan. Tetapi, pendakian ini dilarang untuk orang yang melakukan hal-hal yang negatif padahal gunung selalu kita puja setiap hari,” ujarnya, Selasa (6/6/2023).

Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Bali tidak ingin pendaki itu liar dengan berperilaku tidak sopan saat berada di gunung.

“Dilarang mendaki itu jangan sampai (pendaki) melakukan hal negatif. Apalagi dulu beredar di media sosial foto WNA yang telanjang di gunung serta beberapa aksi melanggar aturan,” sebut Sanjaya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila menyebut, terkait larangan mendaki gunung untuk kegiatan wisata akan disampaikan juga melalui para camat yang wilayahnya berada di kaki Gunung Batukaru. Yakni Camat Selemadeg, Pupuan dan Penebel.

“Kami akan kumpulkan camat yang membawahi wilayah jalur pendakian tersebut,” sambungnya.

Terkait nasib para guide atau pemandu pendakian yang akan kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan ini. Susila menyebut Gubernur Bali telah menyampaikan yang menjadi guide adalah mereka yang memiliki izin atau berlisensi.

“Guide haru memiliki ijin atau lisensi. Jika tidak ada maka itu pemandu liar dan bukan mata pencaharian mereka,” paparnya. (ana)

Empat Ruko di Marga Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.
Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat unit ruko di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, terbakar pada Senin (5/6/2023) sekitar pukul 22.30 WITA.

Keempat korban pemilik ruko merupakan warga setempat yakni I Made Sudiartama (40), I Gede Made Udayana Dwika Putra (24), I Gede Made Kana (52) dan I Gede Putu Mustika (35).

Api berasal dari salah satu ruko milik I Made Sudiartama (40). Namun, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana mengungkap, saat kejadian saksi I Gede Made Kana (52) bersama istrinya Ni Made Sudiningsih (50) yang masih berjualan nasi di rukonya mendengar suara ledakan yang sangat keras dari ruko Sudiartama.

“Terdengar suara ledakan sekali. Setelah dicek keluar, mereka melihat api sudah membesar dan asap mengepul di atas toko,” jelas AKP Wayan Suta Arcana, Selasa (6/6/2023).

Ia menerangkan, saksi sempat membuka pintu ruko Sudiartama. Namun tidak bisa dibuka karena dalam keadaan terkunci.

Kemudian, sekitar pukul 23.00 WITA empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Suta belum bisa memastikan berapa kerugian materi akibat peristiwa kebakaran ini.

“Sampai saat ini kami masih menyelidiki penyebab kebakaran dan beruntungnya tidak ada korban jiwa,” katanya. (ana)

DP2KBP3A Badung Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Perempuan

DP2KBP3A Badung menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan, Senin (5/6/2023).
DP2KBP3A Badung menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan, Senin (5/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan di bidang politik, Senin (5/6/2023).

Dalam workshop yang digelar di ruang Rapat Dinas P2KBP3A Kabupaten Badung, dibuka oleh Kadis P2KBP3A yang diwakili Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender I Nyoman Subratha.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung Nyoman Suendi, Komisioner KPU Badung I Wayan Artana Dana, dan dihadiri Ketua Gatriwara Badung Ny. Ayu Suartini Parwata nersama jajaran.

Kadis P2KBP3A Badung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Pengarus Utamaan Gender I Nyoman Subratha mengatakan, dalam konstitusi sudah diatur bahwa kesetaraan perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan di mata hukum dan pemerintahan.

Namun secara realita politik bagi perempuan masih sulit memenuhi 30 persen kuota perempuan. Bahkan saat ini jumlah perempuan dalam kursi legislatif Kabupaten Badung hanya 22,5 persen.

“Kita berharap di Kabupaten Badung yang kita cintai ini, tepat pada waktunya nanti akan memenuhi keterwakilan tersebut. Maka Pemkab Badung melalui DP2KBP3A mengajak para perempuan untuk percaya diri dalam memasuki ranah politik dan sekaligus memberikan motivasi dan penyadaran tentang potensi diri yang dimiliki oleh para perempuan,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap, melalui workshop ini, masyarakat khususnya kaum perempuan memiliki kecerdasan politik, dan tidak hanya menjadi obyek dalam pesta demokrasi. Namun menjadi subyek yang kritis dalam menentukan pilihan politik.

“Sekaligus mendorong pendewasaan politik, untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan kepentingan perorangan atau kelompok,” ucapnya.

Sementara Ketua Gatriwara Badung Ny. Ayu Suartini Parwata menerangkan, dalam program kerja Gatriwara mendorong kaum perempuan untuk terus berkarya dalam memberdayakan dirinya.

Untuk mampu mandiri secara ekonomi dan berperan lebih luas untuk turut serta bersinergi program pembangunan di Kabupaten Badung.

Pihaknya juga menyebutkan, Gatriwara juga terus meningkatkan kualitas anggota, sehingga mampu bersaing secara terbuka. Bahkan mampu berperan aktif dalam memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan pandangan terhadap program kerja.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota Gatriwara di Badung untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas kita sebagai perempuan di bidang politik. Sehingga mampu bekerja secara profesional dalam menjalankan program kerja yang terintegrasi,” paparnya.