- Advertisement -
Beranda blog Halaman 647

Bupati Tabanan Laksanakan Persembahyang Sradha Bhakti Penganyar di Pura Besakih

Sradha Bhakti Penganyar Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya Di Pura Besakih

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM, -Serangkaian ritual Karya Ida Bathara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Bali, Pemkab Tabanan melaksanakan Sradha Bhakti Penganyar di Pura setempat. Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memimpin langsung rombongan bhakti Penganyar Pemkab Tabanan, pada Kamis, (13/4) pagi.

Meski di tengah guyuran hujan yang cukup deras, Bupati Sanjaya beserta Istri dan rombongan dengan khidmat melaksanakan persembahyangan. Turut serta saat itu, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE, beserta Istri, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, para Asisten dan Kepala OPD dan para Camat serta ratusan staf di masing-masing OPD yang juga sangat antusias dalam guyuran hujan.

Rombongan bhakti Penganyar Pemkab Tabanan

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa puncak Karya Ida Bathara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih ini digelar pada Rabu 5 April 2023 lalu, bertepatan dengan rahina Purnama Kedasa. Karya ini dilaksanakan Nyejer selama 21 hari hingga bulan Mei 2023 mendatang, dimana pada kesempatan pagi ini Pemkab Tabanan mendapat giliran melaksanakan Bhakti Penganyar.

Disamping merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Besakih, Bhakti Nganyarin ini juga sebagai salah satu upaya untuk memohon kerahayuan jagad serta meningkatkan spiritualitas diri sebagai umat beragama yang diharapkan mampu memberikan energi-energi yang positif serta memancarkan segala kebaikan kepada umat.

Nampak juga saat itu ada pementasan Tari Topeng usai persembahyangan Bupati Sanjaya beserta Istri dan rombongan, dimana persembahyangan saat itu dipuput oleh Ida Pandita Mpu dari Griya Pangkung Prabu, Tabanan. Rasa syukurpun terucap dari Bupati Sanjaya karena bisa berkumpul dalam keadaan sehat bersama jajaran guna melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Besakih.

Sanjaya menyampaikan terimakasih sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas kebersamaan yang ditunjukkan. Sanjaya berharap kedepannya dalam kegiatan apapun, baik itu program pembangunan Pemkab dan lainnya yang bersifat positif serta yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar selalu dilaksanakan atas dasar kebersamaan dan kekompakan, sehingga terwujud Tabanan Era Baru yang AUM. @prokopimtabanan

Hujan Deras, Jalan Gatot Subroto Tabanan Tertutup Longsor

Petugas membersihkan jalan dari material sisa longsor.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda beberapa wilayah Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan mengakibatkan longsor dan pohon tumbang di Jalan Gatot Subroto, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Kamis (13/4/2023).

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalan itu sempat terhambat sekitar 45 menit.

Kasat Samapta Polres Tabanan AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa menjelaskan, kejadian pohon tumbang akibat akar sudah mengalami pelapukan dan tumbuhnya di tebing pinggir jalan yang tanahnya tergerus air hujan. Batang pohon tersebut kurang lebih berdiameter 60 cm.

“Beruntungnya dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian material,” jelas AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.

Ia menyebut, evakuasi pembersihan pohon tumbang ini menggunakan gergaji senso Samapta Polres Tabanan bersama dengan BPBD Kabupaten Tabanan.

“Arus lalu lintas yang sebelumnya mengalami macet dalam tempo 45 menit sudah kembali normal,” ujarnya

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan cuaca ekstrim, terlebih saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, hendaknya agar mencari tempat berteduh yang aman.(ana)

Viral Bule Foto Telanjang di Wisata Kayu Putih, Pengelola Perketat Pengawasan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi bule perempuan berfoto telanjang di sela-sela akar Pohon Kayu Putih, Pura Pemakasan Babakan, Desa Adat Bayan, Desa Tua, Marga, Tabanan kembali beredar di media sosial.

Penyarikan atau Sekretaris pengurus Pura Babakan, I Made Kurna Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis (13/4/2023) mengaku belum bisa memastikan kapan foto tersebut diambil.

“Kami belum tahu itu foto lama atau baru. Yang jelas bukan foto baru karena saat ini pengunjung selalu ramai bahkan setiap menit ada saja yang datang,” jelas Made Kurna Wijaya.

Ia menyebut, prajuru pura dan pengelola telah memperketat pengawasan wisatawan yang berkunjung di areal Pura Babakan dan Pohon Kayu Putih sejak kejadian serupa pada 2021.

“Kami sudah maksimalkan penjagaan dengan memasang papan peringatan serta aturan-aturan berbahasa Inggris dan Rusia,” kata Kurna Wijaya.

Selain itu, pintu masuk menuju Pohon Kayu Putih hanya ada satu di depan pos pada sisi utara Pura dan harus melalui pos penjagaan. Sekeliling pura juga telah dilengkapi pagar besi. Bahkan titik pengawasan juga ditambah menjadi dua titik yaitu pos penjagaan lama dan satu lagi di areal Pohon Kayu Putih.

Pihak pengelola juga telah memberlakukan ketentuan baru bagi pengunjung yang datang membawa peralatan kamera terutama yang membuat konten.

“Penjaga akan tanya tujuannya apa terutama untuk membuat konten. Kalau membuat konten mistis harus ada upacara dulu,” ungkap Kurna Wijaya.

Ia menambahkan, objek wisata Kayu Putih baru dibuka pada pukul 08.00 Wita dan tutup sekitar pukul 17.00 Wita. Bahkan pihaknya saat ini sedang melakukan penataan bangunan pura yang sempat rusak akibat tertimpa dahan Pohon Kayu Putih beberapa bulan lalu.

“Kalau kejadian itu sebelum jam 8 rasanya tidak mungkin karena hanya ada satu pintu masuk dan sekelilingnya juga sudah ada pagar,” imbuh Kurna. (ana)

 Wagub Bali Hadiri Silaturahmi dan Berkah Ramadhan Bersama BI

Wagub Bali Cok Ace menghadiri silaturahmi dan berkah Ramadhan bersama Bank Indonesia.
Wagub Bali Cok Ace menghadiri silaturahmi dan berkah Ramadhan bersama Bank Indonesia.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri silaturahmi dan berkah Ramadhan bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Selasa (11/4/2023) petang.

 

Mengawali sambutannya, Wagub Bali menyampaikan  kondisi Bali saat ini berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi memang masih dalam periode pemulihan. Namun mulai menyusul ketertinggalan dari Provinsi lain dimana saat triwulan IV -2022, Bali berada pada tingkat ke 4 dan tingkat kemiskinan Bali terus terjaga tidak mengalami peningkatan dimana pada September 2022 sebesar 4,57%.

 

Wagub Cok Ace juga menyampaikan rendahnya inflasi pada Maret 2023 tidak terlepas dari sinergi pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional melalui tim pengendalian inflasi pusat dan daerah. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi langkah langkah yang telah dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) seperti kegiatan operasi pasar dan pemberian subsidi ongkos angkut agar harga pangan tetap terjangkau . Tidak hanya itu, dari sisi pemerintah daerah, kami juga terus mendorong realisasi anggaran pengendalian inflasi tahun 2023 yang berasal dari dana APBN dan APBD.

 

Wagub Cok Ace berharap baik jajaran pemerintah, pelaku usaha, perbankan dan seluruh stakeholder untuk mewujudkan prospek 2023 yang lebih baik. Optimisme ini harus terus dijaga. Segala pemikiran dan masukan terkait ekonomi Bali kedepannya sangat kami apresiasi. Hal ini akan menjadi masukan bagi kami dalam perencanaan ekonomi Bali yang semakin matang dan komprehensif.

 

Turut hadir dalam kesempatan kali ini Anggota DPD RI Bapak Haji Bambang Santoso, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Ibu Kristrianti Puji Rahayu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Ibu Ni Nyoman Sri Widhiyanti serta pimpinan perbankan. (agn)

BRIDA Diharapkan Mampu Ciptakan Ekosistem dan Fasilitas Riset di Bali

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra .
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra .

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra berharap ke depannya Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali bisa menciptakan ekosistem untuk menciptakan berbagai riset untuk menunjang berbagai kebijakan pemerintah daerah.

 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka rapat koordinasi Sinergitas Kebijakan Pusat dan Daerah dalam Penguatan Peran BRIDA untuk Mewujudkan Evidence Based Policy yang merupakan Rakor pertama kalinya diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali bertempat di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (12/4/2023).

 

Sekda Dewa Indra menekankan bahwa kehadiran BRIDA bukanlah memaksakan Kepala BRIDA beserta stafnya untuk menjadi periset, karena itu memang bukan ranah personal mereka. Akan tetapi, birokrat asal Pemaron, Buleleng tersebut mendorong BRIDA untuk bekerjasama dengan tenaga-tenaga ahli hingga Lembaga di bidang riset dalam menciptakan inovasi. “Sehingga ke depan tercipta ekosistem tentang riset di Pemerintah Daerah, maka dari itu kita perlu dorong dari sekarang,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, ia pun mengatakan perlunya inovasi yang dilakukan oleh BRIDA untuk menstimulasi percepatan pembangunan daerah. Sehingga ke depan, outcome dari riset tersebut dipandangnya harus berbasis riset dan bukti nyata. Kebijakan yang timbul dari Pemerintah Daerah harus berdasarkan penelitian, bukan berasaskan kemauan Kepala Daerah atau pejabat yang menanganinya. “Maka disinilah pentingnya identifikasi, sehingga tugas Kepala BRIDA harus terus bangun ekosistem dan inovasi riset, tentang landasan kebijakan, Lembaga, personalia, tata kelola hingga insentif dan disinsentif,” imbuhnya.

 

Selain itu, Sekda Dewa Indra pun mengatakan agar Kepala BRIDA Provinsi Bali bisa menjadi role model Badan Riset di Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Mengingat hingga saat ini belum semua Pemerintah Kabupaten/Kota mempunya BRIDA, terhitung di Bali yang lembaganya sudah terbentuk hanya di Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Namun di semua Kabupaten/Kota Perda tentang pembentukan BRIDA sudah ada, hanya secara organisasi lembaganya belum terbentuk dan masih dalam proses pembentukan yang akan selesai sebentar lagi. Jika secara fungsi tentu semua Kabupaten/Kota sudah melaksanakan, misalnya masih tergabung dalam Badan Litbang,” jelas Sekda Dewa Indra.

 

Selanjutnya, dia menegaskan hasil riset ke depan harus mempunyai outcome yang mampu diimplementasikan serta sesuai dengan tema riset yang dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah. “Jangan hanya jadikan bahan laporan yang kemudian tersimpan untuk diperiksa oleh inspektorat. Tema riset harus sesuai dengan kebutuhan Pemda, mau bikin kebijakan apa? Harus berbasis riset,” tegasnya. Setelah itu, BRIDA Provinsi Bali diharapkan bisa mengkolaborasikan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan BRIDA Kabupaten/Kota.

 

Sementara Ketua Panitia Rakor sekaligus Kepala BRIDA Provinsi Bali I Made Gunaja mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Rakor kali ini adalah untuk mengetahui arah kebijakan dan strategi Pemerintah Pusat (BRIN dan BSKDN) dalam melaksanakan riset dan inovasi serta penguatan BRIDA, untuk menyatukan Langkah pengembangan riset dan inovasi dalam pemecahan masalah di daerah, menjalin sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengimplementasikan konsep science based policy atau evidence based policy (kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, kebijakan berbasis bukti).

 

Dalam Rakor yang dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari Sekda Kabupaten/Kota, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Bali, Kanwil KUM Ham Prov Bali, Kepala BRIDA/Litbang atau sebutan lain di Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd (Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI), Dr. Yopi (Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional), Dr. Sri Nuryanti (Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional), dan Drs. Aferi Syamsidar,M.Si (Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI). (agn)

Bulog Bali Salurkan Beras ke 24.699 KPM di Tabanan

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali M Sony Supriyadi menyerahkan bantuan beras ke seorang warga di Pasar Kediri, Rabu (12/4/2023).
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali M Sony Supriyadi menyerahkan bantuan beras ke seorang warga di Pasar Kediri, Rabu (12/4/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Bali menyalurkan beras kepada 24.699 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tabanan. Masing-masing mendapat 10 kg beras.

 

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali M. Sony Supriyadi menjelaskan, penyaluran bantuan sosial berupa beras ini berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dilaksanakan selama tiga bulan.

 

“Rencana awalnya pada Maret, April dan Mei, tetapi diundur karena ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan dengan Dinas Sosial di tingkat kabupaten terkait kepastian KPM sehingga baru bisa terlaksana hari ini,” jelas Sony Supriyadi seusai menyerahkan bantuan secara simbolis di Pasar Kediri, Tabanan, Rabu (12/4/2023).

 

Ia menyebut, penyaluran bantuan ini akan dilakukan di seluruh Kabupaten di Bali untuk mencegah terjadinya inflasi akibat harga beras yang melambung tinggi.

 

“Penyaluran sudah kami laksanakan sejak minggu lalu. Pertama di Kabupaten Badung selanjutnya di kabupaten lainya di seluruh Bali dengan total 194.418 KPM,” ujar Sony.

 

Ia juga berharap dengan adanya bantuan ini bisa mengendalikan harga beras khususnya di Kabupaten Tabanan. Bahkan, kedepannya kelompok tani bisa ikut berkontribusi memasok kebutuhan beras ke Gudang Bulog. (ana)

Warga Tabanan Serbu Pasar Murah Bersubsidi di Kediri

Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Murah Kediri, Tabanan, Rabu (12/4/2023).
Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Murah Kediri, Tabanan, Rabu (12/4/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan menggelar pasar murah di Pasar Kediri, Rabu (12/11/2023). Warga terlihat antusias membeli kebutuhan pokok.

 

Kepala Disperindag Tabanan Ni Made Murjani mengatakan, sasaran pasar murah ini adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan memberikan subsidi harga barang kebutuhan pokok. Disamping itu,  sebagai upaya untuk menekan terjadinya inflasi.

 

“Di pasar murah ini kami siapkan 10 bahan pokok subsidi dari pemerintah. Harga barangnya juga jauh di bawah harga pasar,” ujar Made Murjani.

 

Komoditi yang dijual seperti minyak goreng, beras, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabe keriting, cabe rawit, cabe besar, beras merah dan daging ayam

 

“Setiap komoditas mendapat subsidi Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Seperti daging ayam yang per hari ini di pasar harganya Rp38 ribu, tetapi di pasar murah hanya Rp26 ribu,” sebut Murjani.

 

Demi kelancaran pasar murah, mekanisme pembelian menggunakan kupon. Setiap pembeli akan menukarkan kupon untuk mengambil barang kebutuhannya.

 

Salah seorang warga, Elda mengatakan, adanya pasar murah ini sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dari pasaran.

 

“Kalau saya beli beras di pasar biasanya Rp60 ribu per lima kilo, tetapi disini cuma Rp48 ribu. Telur juga biasanya saya beli 10 butir harganya Rp20 ribu tetapi disini Rp15 ribu,” terangnya.

 

Sementara itu, pasar murah ini akan diadakan dalam dua tahap, yaitu triwulan pertama menjelang Idul Fitri dan menjelang Hari Raya Galungan.

 

Pasar murah akan diadakan pada tiga tempat, yaitu di Pasar Kediri Rabu (12/4/2023), di Kecamatan Tabanan pada Jumat (14/4/2023) dan di Pasar Bajera, Senin (17/4/2023). (ana)

Workshop Nasional Program TEKAD, Wagub Cok Ace Perkenalkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali

Peserta workshop nasional program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang berlangsung di Ballroom Hotel Trans Resort Bali.

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memperkenalkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di hadapan peserta workshop nasional program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang berlangsung di Ballroom Hotel Trans Resort Bali, Rabu (12/4/2023).

Wagub Cok Ace menerangkan, konsep Ekonomi Kerthi Bali ini diluncurkan untuk memperkuat struktur fundamental perekonomian Bali.

Ia menerangkan, konsep ini lahir dari proses evaluasi terhadap perekonomian Pulau Dewata yang terpuruk saat menghadapi pandemi Covid-19. Ia menyebut, dua tahun dunia dilanda pandemi, Bali mengalami dampak paling parah hingga jatuh pada posisi terendah. “Itu karena perekonomian kami didominasi oleh sektor tersier yaitu pariwisata yang sangat rentan terhadap isu lokal, regional dan internasional,” ucapnya. Belajar dari pengalaman itu, Pemprov Bali meluncurkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali. Lebih jauh Guru Besar ISI Denpasar ini menjelaskan, konsep Ekonomi Kerthi Bali bertujuan mewujudkan kemandirian Bali di bidang ekonomi. “Dengan konsep ini, kita ingin mewujudkan Bali yang berdikari di sektor ekonomi dan mampu mendorong percepatan pembangunan sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

Masih dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa dengan konsep ini, desa-desa di Bali telah memiliki payung hukum dalam pengelolaan potensi dan sumber daya yang dimiliki melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, desa dapat menciptakan sumber pendapatan baru untuk mewujudkan ekonomi Bali yang harmoni dengan alam, hijau, ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah dan berdaya saing, tangguh serta berkelanjutan. Mencermati dari tujuan tersebut, ia menilai Konsep Ekonomi Kerthi Bali sangat sejalan dengan program TEKAD yang diluncurkan pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace juga menyampaikan terima kasih karena Bali dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap, pertemuan ini mampu menghasilkan hal-hal positif untuk mendorong optimalisasi program TEKAD. Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya berharap program ini berhasil maksimal, khususnya bagi masyarakat di daerah sasaran. Mendes PDTT menambahkan, TEKAD merupakan program luncuran pemerintah yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas SDM.

Bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Indonesia, program ini dirancang khusus untuk percepatan pencapaian tujuan-tujuan SDGs Desa khususnya di desa-desa sasaran program TEKAD. Tahun ini, program TEKAD menyasar desa-desa di 5 provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masih dalam rangkaian pembukaan workshop, Country Director IFAD Hani Elsadani Salem menyinggung posisi strategis program TEKAD. “Ini program penting, bukan hanya bagi Indonesia namun juga untuk IFAD,” cetusnya. Oleh karena itu, ia mendukung penuh pola kemitraan dalam menyukseskan program yang bertujuan memberdayakan masyarakat di wilayah sasaran. Menurutnya, salah satu yang menjadi penekanan pada program ini adalah upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Pembukaan workshop ditandai dengan pemukulan jimbe oleh Mendes PDTT, Wagub Cok Ace serta perwakilan dari daerah sasaran program TEKAD.

Polisi Nyamar Jadi Kernet, Ungkap Pungli Sopir Truk ODOL di UPPKB Cekik  

Rilis pengungkapan pungli libatkan oknum ASN dan pegawai kontrak di UPPKB Cekik, Gilimanuk.
Rilis pengungkapan pungli libatkan oknum ASN dan pegawai kontrak di UPPKB Cekik, Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penyamaran Satgas Saber Pungli Provinsi Bali berhasil mengungkap pungutan liar terhadap sopir truk di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, Gilimanuk, Selasa (11/4/2023).

 

Pungli dilakukan oknum ASN, I Gusti Putu Nurbawa (44) dan pegawai kontrak, Ida Bagus Ratu Suputra (47) yang bertugas di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik. Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda Bali.

 

Irwasda Polda Bali Kombes Arief Prapto Santoso selaku Ketua Satgas Saber Pungli Provinsi Bali mengungkapkan,  pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi masyarakat adanya oknum petugas UPPKB Cekik melakukan pungutan liar terhadap sopir yang dinilai melanggar.

 

“Kedua pelaku memungut uang dari para sopir truk yang memuat barang melebihi kapasitas atau Over Dimensi Over Load (ODOL) agar diloloskan tanpa ditilang,” ujar Kombes Arief Prapto Santoso didampingi Kabid Humas Kombes Satake Bayu Setianto di lobby gedung Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (12/4/2023).

 

Informasi itu ditindaklanjuti Subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Bali dengan melakukan pengamatan di TKP.

 

Polisi yang melakukan penyamaran melihat beberapa sopir truk membawa muatan melebihi kapasitas diarahkan melintasi landasan timbang.

 

Saat masuk, pelaku mengambil Kartu Uji Berkala Kendaraan (KIR) kemudian pengemudi diarahkan memarkir kendaraan di areal UPPKB.

 

Sopir maupun kernet diminta mengambil sendiri KIR kendaraannya di ruang penindakan UPPKB. Di situlah pelaku melancarkan aksinya meminta sejumlah uang.

 

Setelah melakukan pengamatan, polisi menyamar jadi kernet menumpang truk Hino Fuso. Setelah memasuki dan melintasi landasan timbang, KIR kendaraan diambil oleh oknum petugas UPPKB tanpa pemeriksaan yang berarti.

 

Saat mengambil surat KIR kendaraan di ruang penindakan,  polisi yang sedang menyamar ditanyai nopol kendaraan, perusahaan, serta  muatan yang dibawa.

 

“Saat itu yang bertugas jaga di ruang penindakan adalah Nurbawa selaku Staf Pembantu Pemeriksa Kendaraan Bermotor dan Ratu Suputra selaku staf lalu lintas,”bebernya.

 

Setelah diberikan penjelasan, pelaku meminta uang. Polisi yang menyamar jadi kernet memberinya Rp20 ribu, tapi ditolak dan meminta Rp30 ribu.

 

“Setelah uang diberikan, oknum petugas UPPKB memasukannya ke  laci meja. Satu pelaku adalah PNS dan satunya pegawai kontrak di bawah Kementerian Perhubungan perwakilan UPPKB Cekik,” tegasnya.

 

Kedua pelaku tak menyangka setelah menerima uang langsung diamankan. Mereka tak berkutik lantaran ditemukan barang bukti tas kresek berisi uang Rp4,5 juta di laci, satu tas pinggang berisi uang Rp 450 ribu milik Ratu Suputra, serta satu tas berisi uang diikat karet gelang Rp2,2 juta yang ditemukan dalam kotak dashboard  Honda Jazz DK 1748 CV milik Nurbawa.

 

Polisi juga mengamankan beberapa dokumen seperti sebuah buku kartu uji berkala kendaraan bermotor, tujuh lembar kartu uji berkala kendaraan bermotor, tiga lembar bukti pelanggaran lalu lintas jalan tertentu, satu lembar boarding Pass ASDP untuk penumpang, satu lembar surat keterangan tanda lapor kehilangan barang /surat surat, satu lembar laporan serah terima barang, satu lembar fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan satu laci meja kabinet warna putih.

 

Dalam pemeriksaan, pelaku memungut Rp20 ribu- Rp50 ribu bagi kendaraan bermuatan melebihi kapasitas. Bahkan, beberapa juga bisa mencapai Rp100 ribu- Rp200 ribu bagi setiap kendaraan yang tidak membawa buku KIR, sesuai yang mereka tentukan.

 

Adapun aliran uang pungli ini awalnya diterima oleh kedua pelaku, lalu ditaruh di meja ruang penindakan. Berikutnya dihitung dan dikumpulkan untuk diserahkan kepada komandan regu. Setelah aplusan shift akhir penugasan, anggota jaga diberikan atau dibagikan uang hasil pungutan tersebut oleh Komandan regu dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung dari kebijakan Komandan regu.

 

“Para pelaku bekerja di UPPKB sudah hampir satu tahun. Kami masih dalami dipakai untuk apa uang hasil pungli dan sebanyak apa mereka dapat memungut dalam sehari,” tandasnya.

 

Kombes Arief Prapto Santoso belum bisa memastikan total kerugian yang dialami negara dalam pengungkapan kasus ini.  Menurutnya, tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dan saat ini masih terus didalami.

 

Kini, kedua oknum petugas asal Jembrana itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 sebagaimana perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak Pidana Korupsi, dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 jut dan paling banyak Rp 1 miliar, dan Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Dipidana sebagai pelaku tindak pidana, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan.  (kom)

Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Sekda Adi Arnawa melaksanakan persembahyangan bersama saat Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Kintamani.
Arsip - Sekda Adi Arnawa melaksanakan persembahyangan bersama saat Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Kintamani.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Serangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani Badung, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bersama istri melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka menghaturkan Bhakti Penganyaran di Pura Ulun Danu Batur Kintamani, Bangli, Selasa (11/4/2023).

 

Bhakti Penganyaran dipuput Ida Peranda Giri Arimbawa Simpangan dari Griya Simpangan Pelaga. Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Badung I Made Sunarta, TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Kepala Perangkat Daerah di Lingkup Pemkab Badung beserta ASN Kabupaten Badung.

 

Sekda Adi Arnawa seusai sembahyang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah bersama-sama dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur sehingga karya berjalan dengan lancar dan sukses. “Semoga dengan terlaksananya upacara Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur seisi alam ini mendapatkan anugrah dari tuhan Yang Maha Esa. Hal yang terpenting yakni perekonomian masyarakat mulai pulih dan meningkat,” ujarnya

 

Sementara itu, Manggala Karya menyampaikan terimakasih kepada Bupati Badung yang pada kesempatan ini diwakili oleh Bapak Sekda yang sudah hadir untuk menghaturkan Bhakti Penganyaran dengan harapan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan rahmatnya sehingga Jagat Badung Rahayu lan Rahajeng, dan Karya Ngusaba Kedasa ring Pura Ulun Danu Labda Karya Sida Sidaning Don.

 

Sebagai bentuk sujud bakti dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Sekda Adi Arnawa menghaturkan Punia sebesar Rp 25 juta yang diterima oleh Manggala Karya dan  disaksikan para pemedek. (agn)