- Advertisement -
Beranda blog Halaman 637

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sanggulan 

Pohon tumbang timpa sebuah mobil yang parkir di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (6/7/2023).
Pohon tumbang timpa sebuah mobil yang parkir di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (6/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa pohon tumbang terjadi di depan Sekolah Mapindo, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 19.15 WITA.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, pohon berjenis lamtoro tersebut tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pohon mengenai kap mobil Avanza yang sedang parkir di dekat lokasi,” ujarnya, Kamis (6/7/2023).

Sri Subakti menjelaskan, saat kejadian saksi atas nama Didik Arianto tengah duduk di warung bakso di area pasar Mapindo Sanggulan, mendengar bunyi ambruk.

Saksi mengira kamar mandi umum di pasar tersebut roboh. Setelah dilihat ternyata pohon tumbang yang berada di belakang kamar mandi dan mengenai mobil Avanza hitam dengan nomor polisi DK 1663 BRY milik Hengki Hutrisa yang merupakan warga sekitar.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh Kawil Sanggulan Anyar. Selanjutnya, petugas BPBD Kabupaten Tabanan melaksanakan pembersihan di sekitar pohon tumbang.

“Atas kejadian tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta,” kata Subakti. (ana)

Tapaki Jalan Panjang Dunia Seni, Ny. Putri Koster Peduli Keseimbangan Kelangsungan Seni Tradisional dan Seni Modern di Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bagi penikmat serial drama klasik era 80-an pasti tidak asing dengan Ni Putu Putri Suastini atau Ny. Putri Koster, seniman serba bisa tersebut dikenal masyarakat Bali melalui drama klasik yang disiarkan oleh TVRI Bali selama hampir satu dekade pada tahun 80an.

Sementara perjalanan panjang Putri Koster di dunia seni sudah dimulai sejak usia sangat dini. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Narasumber dalam NGOBRAS ‘Ngobrol Bareng Artis’ di Radio Gema Merdeka, Rabu(5/7). “ Tahun 70 umur 4 tahun ibu dilatih ada guru tari ibu, Anak Agung Suciati. Nah nike ibu dilatih dari kecil menari, jadi basicnya ibu tari Bali,” ungkap Bunda Putri.

Lalu setelah itu ia mulai mendalami seni pertunjukan dengan tergabung dalam teater mini saat dirinya masih di jenjang SMP. Akhirnya dari pentas ke pentas. Awal namanya itu teater mini karena pemainnya anak-anak dan mengangkat cerita tentang anak-anak, masih berkolaborasi dengan teater kukuruyuk Pak Taro. Nah disitulah Putri Suastini Koster mengenal dunia seni peran. Hingga akhirnya saat SMA di SMAN 1 Denpasar, ia pun semakin aktif dalam dunia seni peran. Tidak hanya melalui teater mini namun juga tergabung dalam teater angin yang lebih banyak menceritakan kisah drama remaja. “Sejak TVRI ada di Bali Tahun 1978, Ibu sudah mengisi disana dengan teater mininya, teater anginnya. Kalau teater angin ibu tampil dengan drama remaja dan teater mini dengan drama klasik,” jelasnya.

Sementara memasuki dunia tarik suara menurutnya bukan sesuatu yang disengaja. Walaupun saat ini telah melahirkan belasan lagu, ia menyampaikan bahwa hal tersebut hanya menyalurkan gairah seninya saja. “Lagu-lagu ibu tidak khusus. Ketika anak-anak sudah bisa diajak ke Bali, ibu ajak liburan ke Bali. Dua minggu misalnya lalu janjian dengan teman-teman lalu muncullah tembang tuntang, sinetron cupak gerantang,” ungkapnya. Awalnya lagu-lagu yang lahir pun hanya untuk mengisi sinetron tersebut namun akhirnya berlanjut hingga menjadi video klip.

Tidak berhenti disitu, ia pun aktif dalam seni sastra dengan aktif sebagai pembaca puisi. Awalnya menurutnya hanya iseng bermain ke taman Ismail Marzuki lalu berlatih vokal bersama seniman-seniman senior disana hingga mendalami seni puisi. Bahkan saking menjiwainya tidak jarang penonton menjadi merinding hingga kesurupan mendengar Putri Koster membacakan puisi dengan lantang dan penuh penghayatan. “Bagi ibu itu kebanggaan saja,” tuturnya.

Kecintaannya terhadap seni tradisional hingga seni modern menjadikannya sangat peduli terhadap kelangsungan seni di Bali. Bahkan saat ini walaupun tengah sibuk di dunia birokrasi sebagai Ketua PKK dan Dekranasda Provinsi Bali serta jabatan lainnya, ia masih sangat menaruh perhatian terhadap dunia seni di Bali. Hal ini pula yang membuatnya memperjuangkan dilaksanakannya Festival Seni Bali Jani sebagai wadah bagi pelaku seni modern dan kontemporer agar mendapat tempat untuk berkarya.

“Belakangan ini hingga 45 tahun Pesta Kesenian Bali, ibu melihat timpang perhatian pemerintah nike terhadap seni modern karena PKB akhirnya mengerucut pada pelestarian seni tradisi. Oke Ga apa-apa. Lalu ibu bilang berikan perhatian yang sama untuk seniman-seniman di ranah modern,” jelasnya. Lalu ia menyampaikannide tersebut kepada Bapak Gubernur Bali hingga akhirnya Provinsi Bali memiliki dua ajang berkesenian untuk masyarakatnya yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai wadah melestarikan seni tradisi dengan segala modifikasi dan kreatifitas seni tradisionalnya dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) yang memberikan ruang kepada seniman-seniman modern untuk berkarya namun masih tetap bercirikan budaya Bali.

Keracunan Miras di Marga, Korbannya Lima Pemuda

Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.
Polisi melakukan identifikasi di TKP keracunan miras, Banjar Tegal, Desa Kukuh.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa keracunan miras (minuman keras) terjadi di Kecamatan Marga. Korbannya lima orang pemuda Banjar Tegal, Desa Kukuh.

Kelima pemuda tersebut antara lain I Putu Astia Wardana (24), I Putu Agus Cahyana Putra (22), I Made Deni Purnawan (19), I Wayan Suta Andriana, dan I Putu Handika.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata membenarkan peristiwa tersebut.

“Korbannya ada lima orang dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit,” jelas I Gusti Made Berata, Kamis (6/7/2023).

Ia menjelaskan, keracunan miras ini berawal pada Senin (3/7/2023) sore hari sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu korban I Putu Astia Wardana sudah meminum miras di rumahnya, Banjar Tegal, Desa Kukuh. Ia ditemani korban lainnya yakni I Made Deni Purnawan.

Tidak lama kemudian tiga orang korban lainnya yakni I Putu Andika, I Wayan Suta Andriana, dan I Putu Agus Cahyana Putra ikut bergabung dengan minuman merek lain.

Minuman yang mereka konsumsi tersebut dibeli korban I Putu Astia Wardana di Tabanan.

“Minuman tersebut dibeli sebanyak 3 kali yakni pada Minggu (2/7/2023),” ungkapnya.

Selanjutnya pada Selasa (3/7/2023) mereka kembali minum-minum. Kali ini korban Astia Wardana kembali membeli miras sampai tiga kali. “Mereka minum sampai pukul 22.00 WITA,” imbuhnya.

Keesokan harinya, Rabu (4/7/2023), tanda-tanda keracunan mulai muncul. Meski tanda-tanda yang dialami masing-masing korban berbeda-beda.

“Ada keluhan seperti mual, muntah, pusing dan lemas. Keluhan masing-masing korban tidak sama,” jelas Gusti Made Berata.

Kelima korban saat ini sudah dirawat di BRSUD Tabanan dan satu orang korban yakni I Wayan Suta Andriana belum sadarkan diri. (tpb)

13 Kasus Positif Rabies di Tabanan, Distan Bali Sebut Masih Aman

Vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).
Vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian Provinsi Bali menyebut kasus rabies di wilayah Kabupaten Tabanan masih tergolong aman.

“Tabanan aman dan belum ada kasus kematian akibat rabies,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali I Wayan Sunada, saat meninjau vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).

Meskipun data terbaru menunjukkan sebanyak 13 kasus positif rabies telah terjadi. Bahkan kasus terbaru terjadi pada hewan penular rabies (HPR) jenis kera di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan pada 26 Juni lalu.

Diketahui, kera peliharaan yang menggigit pemiliknya itu tertular rabies dari salah satu anjing yang telah positif.

Sunada menyebut, kasus gigitan kera positif rabies ini pun menjadi kasus pertama di Bali. “Sebelumnya tidak ada. Tahun lalu juga,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian Tabanan I Gede Eka Parta Ariana menyebut, untuk mencegah penularan rabies pada kera khususnya kera liar yang ada di beberapa wilayah Tabanan. Vaksinasi difokuskan untuk hewan penular lain seperti anjing.

“Vaksinasi pada kera liar tidak bisa dilakukan karena kesulitan menghandle. Jadi kami fokus lakukan vaksinasi pada hewan penular yang sering kontak dengan mereka,” terangnya.

Eka menyebut, stok vaksin di Tabanan saat ini masih tersisa 600 dosis dari total yang diterima dari provinsi sekitar 35.000 dosis vaksin.

“Total alokasi vaksin itu sudah habis disebar ke masing-masing Puskeswan dan besok akan dibantu dari Provinsi lagi sebanyak tiga ribu vaksin,” katanya.

Sementara itu, estimasi populasi anjing di Tabanan pada tahun 2023 yakni mencapai 62.104 ekor. Namun, vaksinasi baru mencapai 54,90 persen atau hampir 35.000 ekor HPR dari target yang ditentukan yakni 80 persen.

Menurutnya, target tersebut seharusnya tercapai pada bulan lalu. Namun, penyaluran vaksin sempat mengalami kendala sehingga sampai saat ini target belum tercapai.

“Kami upayakan target vaksin 80 persen tercapai bulan depan atau Agustus,” sebutnya. (ana)

Truk Bermuatan 12 Ton Air Galon Terguling di Tanjakan Samsam

Truk bermuatan sekitar 12 ton air galon yang terguling di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan pada Rabu (5/7/2023)
Truk bermuatan sekitar 12 ton air galon yang terguling di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan pada Rabu (5/7/2023)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk bermuatan sekitar 12 ton air galon mengalami Out of Control (OC) di jalur Denpasar – Gilimanuk tepatnya di tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan pada Rabu (5/7/2023).

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata mengatakan, kecelakaan tunggal yang menimpa truk dengan nomor polisi DK8485 QE tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WITA.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp4 juta,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Berata mengatakan, truk yang dikemudikan Sapri (32) asal Sumbawa tersebut datang dari arah utara atau jurusan Gilimanuk menuju Denpasar.

Namun, setibanya di TKP saat memasuki jalan tanjakan dan tikungan landai ke kiri dari jurusan Gilimanuk, truk tidak kuat menanjak.

Saat itu, mesin truk juga mendadak mati dan rem tidak berfungsi sehingga mundur. Selanjutnya, truk keluar badan jalan dan terguling ke kanan.

“Saat kejadian situasi jalan sedang sepi dan lalu lintas di dua jalur lancar,” sebutnya.

Ditambahkannya, pantat truk juga menerobos pembatas proyek perbaikan tikungan Samsam yang sedang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali. (ana)

Jalin Silaturahmi, DWP Badung Terima Kunja DWP Kota Bitung

Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).
Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Ketua DWP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kota Bitung Ny. Nurjaya Theno Moenarwin beserta jajaran, bertempat di Sekretariat Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).

Dalam sambutannya Ketua DWP Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa mengucapkan terima kasih karena sudah memilih Kabupaten Badung sebagai lokus kunjungan.

Dijelaskannya Kabupaten Badung terdiri dari enam kecamatan, dimana diantaranya dari ujung utara terdapat Kecamatan Petang yang dikenal dengan Jembatan Bangkung yang merupakan salah satu jembatan terpanjang di asia.

Selanjutnya di tengah-tengah Kabupaten Badung ada Kecamatan Mengwi yang terkenal dengan Pura Taman Ayun dan Badung Selatan merupakan kawasan ada banyak pantai yang paling dikenal dengan Pantai Kuta.

Terkait dengan kegiatan DWP di Kabupaten Badung mungkin tidak jauh beda dari kegiatan DWP Kota Bitung.

“Kami di DWP Kabupaten Badung sudah melaksanakan berbagai kegiatan seperti kegiatan bakti sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan seni tata rias, ngayah menari dengan jumlah penari 2.500 orang dalam rangka kegiatan keagamaan di Pura Puspem Badung dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Kami berharap mudah-mudahan kunjungan ke Kabupaten Badung dapat menambah pengalaman dan saling tukar menukar pikiran sehingga apa yang didapat di Kabupaten Badung dapat diterapkan di Kota Bitung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Bitung Ny. Nurjaya Theno Moenarwin menyampaikan terimakasih karena sudah diterima dengan baik dan hangat di Kabupaten Badung bali.

“Tujuan kami kunjungan ke Kabupaten Badung adalah untuk melakukan study tiru terkait dengan program dan kegiatan-kegiatan DWP Kabupaten Badung. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan di kabupaten badung terkait kegiatan-kegiatan DWP bisa kami terapkan di kota bitung,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, untuk mempererat tali silaturahmi dilaksanakan saling tukar-menukar cinderamata dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (rls)

Praperadilan Kasus Reklamasi Pantai Melasti Ditolak

Sidang praperadilan kasus reklamasi Pantai Melasti, Rabu (5/7/2023).
Sidang praperadilan kasus reklamasi Pantai Melasti, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hakim praperadilan Yogi Rachmawan menolak permohonan praperadilan yang diajukan tersangka I Wayan Disel Astawa, dalam kasus reklamasi Pantai Melasti, Rabu (5/7/2023).

Dalam bacaan putusannya hakim menilai bahwa penetapan tersangka Disel Astawa selaku Bendesa Adat Ungasan sah sesuai hukum dan ketentuan atau SOP yang dilakukan penyidik Polda Bali.

Berdasarkan ketentuan hukum dalam menentukan seseorang sebagai tersangka, minimal dua alat bukti sudah dipenuhi oleh penyidik Polda Bali, yang diwakili oleh Imam Ismail, I Ketut Soma Adnyana dan I Putu Ekaadi Putra, Bagus M.S. Putera Dan Dw. Ngk. Gd Anom Uragada, dari Bidkum Polda Bali.

Sebelumnya Polda Bali juga menyampaikan bahwa penetapan I Wayan Disel Astawa sebagai tersangka adalah sah karena didukung oleh keterangan saksi, ahli dan bukti surat, (67 bukti surat).

Adapun pertimbangan hakim, bahwa pemohon selaku bendesa adat, putusan atas dasar paruman kolektif kolegial bersifat administrasi. Hal itu tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.

Disebutkan juga bahwa dalil pemohon yang diajukan sudah masuk pokok perkara. Di antaranya pemohon selaku bendesa adat dalam mengambil keputusan tidak dapat dipidana. Hal tersebut hakim memutuskan dalil pemohon sudah menyangkut perkara pokok. Pun terkait SPDP, disebut pemohon telah mengirim SPDP ke JPU dan tembusannya ke PN Denpasar.

Penolakan hakim juga dilakukan pada permohonan tersangka Gusti Made Kadiana. Hakim memutuskan menolak praperadilan yang diajukan Kadiana, dan penetapan tersangkanya sah sesuai hukum.

“Pemerintah memberikan apresiasi putusan Pengadilan, bahwa karena dalil-dalil pemohon tidak dapat dibuktikan, maka permohonan pemohon ditolak. Putusan hakim juga menolak permohonan pemohon seluruhnya dan penetapan pemohon sebagai tersangka adalah sah secara hukum,” ujar Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara, selaku pelapor kasus reklamasi pantai melasti. (rls)

Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Prajuru Banjar Ubud Getasan

Bupati Nyoman Giri Prasta saat menerima audiensi prajuru Banjar Adat Ubud Desa Getasan di Rumah Jabatan Bupati Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menerima audiensi prajuru Banjar Adat Ubud Desa Getasan di Rumah Jabatan Bupati Puspem Badung, Rabu (5/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menerima audiensi prajuru Banjar Adat Ubud, Desa Getasan terkait program pembangunan di wilayah banjar bersangkutan, Rabu (5/7/2023) bertempat di Rumah Jabatan Bupati Puspem Badung.

Giri Prasta menyatakan, banjar/desa adat sebagai suatu komunitas yang dinamis terus mengalami perubahan sosial budaya, maupun perubahan terencana, dengan mensinergikan aneka sumberdaya di lingkungannya, baik sumberdaya manusia, sumberdaya finansial, sumberdaya intelektual maupun sumber daya teknologi guna mewujudkan suatu kondisi yang lebih baik, lebih berdaya, atau lebih berkembang daripada sebelumnya.

“Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa saya selalu komitmen membuat kebijakan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa adat secara kontinyu dan konsisten agar desa adat tetap eksis di tengah-tengah terpaan arus globalisasi. Untuk itu saya pastikan mendukung penuh realisasi rencana pembangunan yang dirancang oleh masyarakat Banjar Ubud Desa Getasan,” kata Bupati Nyoman Giri Prasta.

Dalam konteks ini, menurut Bupati Giri Prasta pembangunan dan pemberdayaan banjar adat secara timbal balik bermakna sangat penting, mengingat bahwa hanya dengan cara itulah, banjar adat bisa mempertahankan eksistensinya di era globalisasi.

Dimana banjar/desa adat tidak saja berinteraksi dengan aneka komunitas lokal Bali dan komunitas nasional Indonesia semata, tetapi juga berinteraksi dengan komunitas internasional.

“Strategi pemberdayaan desa adat sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dalam pembangunan masyarakat. Hal ini tentu membutuhkan partisipasi masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan tersebut, masyarakat adat terbagi atas 3 pilar ada wimuda (anak-anak), winata (dewasa) dan wiwerda (lanjut usia). Kalau 3 pilar ini bisa bersatu dengan prajuru adat, ini akan menjadi indikator keberhasilan rancangan pembangunan dan pemberdayaan di wilayah banjar / desa adat setempat,” pungkasnya. (rls)

Gencarkan Vaksinasi, Pemerintah Target Tahun Depan Bali Bebas Rabies

Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus rabies di Indonesia saat ini tengah menjadi perhatian Pemerintah, khususnya di Provinsi Bali yang menjadi wilayah dengan sebaran kasus tertinggi.

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, saat ini pemerintah gencar mengatasi penyebaran rabies dengan penyediaan vaksin dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami Kementan bersama kemenkes bersinergi mengatasi kasus rabies ini secepat mungkin baik penyediaan vaksin maupun sosialisasinya,” ujar Harvick usai meninjau vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (5/7/2023).

Ia menyebut, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar distribusi vaksin bisa berjalan efektif. Jika terjadi kekurangan stok vaksin di tingkat Kabupaten/Kota maka bisa mengambil di Provinsi sesuai kebutuhan dan regulasi.

Sementara itu, pihaknya saat ini lebih memperhatikan efek penularan virus dari hewan penular rabies (HPR) kepada manusia.

“Kami lebih konsen paskanya atau yang masih terus terjangkit efeknya terhadap manusia,” jelasnya.

Harvick berharap, dengan vaksinasi yang dilakukan dapat menghentikan penyebaran kasus rabies di Indonesia. Khususnya Bali yang pada 2024 ditargetkan menjadi daerah yang bebas rabies.

“Di Bali ini mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus rabies bisa dikendalikan. Bahkan target bebas rabies di tahun 2028 bisa tercapai tahun 2024,”

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali I Wayan Sunada mengatakan, vaksinasi di Bali telah berjalan 51 persen dari total jumlah populasi anjing mencapai 6.000 ekor.

“Capaian terendah ada di Denpasar dan Gianyar sedangkan tertinggi di Badung,” katanya.

Sementara tahun 2023 ini, lanjut Sunada, tercatat ada empat kasus kematian akibat rabies di Bali. Dengan rincian dua kasus di Kabupaten Jembrana serta masing-masing satu kasus di Badung dan Buleleng.

“Jumlah ini terbilang masing jauh dari kasus tahun 2022 lalu yang mencapai 22 kasus,” sebutnya.

Sunada menyebut, saat ini stok vaksin anti rabies (VAR) di Bali masih aman yakni tersisa 120.000 dosis. Sebelumnya, sebanyak 100.000 dosis VAR datang dari Australia dan 30.000 dosis dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur.

Bahkan, sesuai aturan baru yang berlaku saat ini, jika digigit HPR akan langsung diberi VAR.

“Sekarang kami fokus untuk menekan kasus rabies sehingga target tahun 2024 kematian akibat gigitan anjing tidak ada dan target 2028 Bali bebas rabies,” sebutnya. (ana)

Pelaksanaan Tilang Elektronik di Tabanan Masih Tunggu Instruksi

Kamera ETLE yang terpasang di TL Kediri, Tabanan.
Kamera ETLE yang terpasang di TL Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemasangan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di sembilan titik di Kabupaten Tabanan telah rampung.

Meskipun demikian, penerapan tilang elektronik ini masih menunggu instruksi dari Korlantas Polri.

“Pemasangan perangkat sudah selesai tapi pelaksanaan masih menunggu instruksi Korlantas Polri,” kata Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Kanisius Franata, Selasa (4/7/2023).

Ia menjelaskan, dalam penerapan ETLE ada dua kamera yang berfungsi sebagai pemantau dan penindak. Kamera pemantau fungsinya adalah memantau kemacetan dan pengendara yang melanggar nantinya akan diteruskan ke penindak.

Sementara itu, kamera penindak berfungsi meng-capture pelanggar sebagai bukti pelanggaran yang nanti akan dikirim ke rumah pelanggar tersebut. “Jadi semuanya terintegrasi,” imbuhnya.

Kanisius menyebut, sembilan titik pemasangan kamera ETLE dan pemantau di Tabanan meliputi Pos Selabih (Selemadeg Barat) dan Pos Dadakan (Kediri) dipasang kamera pemantau jenis Video Detection System (VDS) untuk menghitung jumlah kendaraan yang keluar-masuk.

Kemudian, di Pos Adipura, Pos Gubug, dan Pos Dukuh di Kecamatan Tabanan dipasang kamera pemantau jenis Pan Tilt Zoom (PTZ). Di Simpang Sagung Wah (Tabanan) dan Simpang DPRD (Kediri) dipasang kamera Vessel Traffic Service ( VTS) atau kamera pemantau.

“Di Pos Pahlawan Tabanan dan TL Kediri dipasang kamera ETLE sebagai penindak,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya saat ini masih mempersiapkan petugas back office yang bertugas memverifikasi pelanggar. “Ada 4 orang yang akan menjadi operator,” sambung Kanisius. (ana)