- Advertisement -
Beranda blog Halaman 638

Aturan Baru Buat SIM Belum Berlaku di Tabanan 

Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Sumber: Tribun Jogja.
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Sumber: Tribun Jogja.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Beberapa waktu lalu Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerbitkan peraturan baru mengenai pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, salah satunya melampirkan sertifikat mengemudi dari lembaga terakreditasi.

Aturan tersebut tertulis dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang penerbitan dan Penandaan SIM.

Terkait peraturan tersebut, Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Kanisius Franata menyebut saat ini peraturan tersebut belum berlaku dan masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.

“Saat ini sudah dilakukan sosialisasi di media,” ujarnya, Selasa (4/7/2023).

Kanisius mengatakan, aturan baru tersebut nantinya tidak hanya berlaku bagi pengemudi kendaraan roda empat dan atau yang ingin mendapatkan SIM A.

“Berlaku bagi semua, baik SIM A, B, C bahkan D untuk orang difabel,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya peraturan serupa sudah ada sejak 2019. “Namun, tidak menjadi persyaratan utama,” sambungnya.

Adapun tujuan, Polri memberlakukan peraturan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengemudi sehingga tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diturunkan.

Mengenai waktu pemberlakuan aturan ini, Kanisius tidak bisa memastikan waktunya. Disamping itu, Polda Bali saat ini masih menyiapkan ketersediaan dan kesiapan lembaga pendidikan dan pelatihan mengemudi yang bisa memberikan sertifikat mengemudi.

“Nanti akan ada rapat dari Ditlantas Polda Bali dan pastinya dilaksanakan secara serentak,” jelasnya. (ana)

Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan Gelar Gebyar Sambungan Baru dan Sambung Kembali

Pendaftaran calon pelanggan dalam Program Gebyar Sambungan Baru dan Sambungan Kembali di Kantor Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan.
Pendaftaran calon pelanggan dalam Program Gebyar Sambungan Baru dan Sambungan Kembali di Kantor Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan menggelar Gebyar Pemasangan Sambungan Rumah Air Minum dan Sambung Kembali (pasang baru dan sambung kembali setelah pencabutan).

Program gebyar yang pertama kali digelar ini akan dilaksanakan selama 2 bulan yakni mulai 3 Juli 2023 hingga 31 Agustus 2023.

Kasubag Humas Perumda TAB I Wayan Agus Suanjaya menjelaskan, gebyar ini digelar dalam rangka HUT Republik Indonesia ke-78 pada Agustus dan HUT Perumda TAB ke-37 pada September mendatang.

“Pelaksanaan gebyar ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memperluas cakupan pelanggan,” ujarnya, Senin (3/7/2023).

Suanjaya menyebut, dalam gebyar ini, masyarakat yang ingin menjadi pelanggan Perumda TAB dapat menikmati harga spesial. Yakni mendapatkan diskon dari harga normal Rp2,7 juta menjadi Rp1,5 juta per sambungan.

“Pemasangan sambungan baru maupun sambung kembali akan mendapatkan harga diskon. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, atau tetap berdasarkan hasil survei,” imbuhnya.

Suanjaya menjelaskan, masyarakat yang ingin menjadi pelanggan Perumda TAB dapat melakukan pendaftaran di Kantor Pusat maupun di Kantor Unit Layanan Perumda TAB terdekat. Cukup membawa fotokopi KTP, denah lokasi dan biaya pendaftaran Rp4.999.

Setelah, melakukan pendaftaran, pihaknya akan melakukan survei lokasi pelanggan dan dibuatkan RAB.

“Waktu penyambungan akan dilakukan maksimal lima hari setelah calon pelanggan mendaftar. Selain itu, Tidak ada kuota atau batasan pelanggan dalam program ini,” jelasnya.

Ia menyebut, sampai saat ini sudah ada 85 orang pelanggan baru dan dua orang pelanggan sambung kembali yang mendaftar ke kantor pusat.

“Melalui gebyar ini kami berharap layanan Perumda TAB dapat semakin luas cakupannya dan dibarengi dengan peningkatan pelayanan sehingga distribusi air dapat berkelanjutan,” ujarnya.

Disinggung mengenai, gangguan sambungan yang terjadi selama cuaca buruk beberapa hari ini. Suanjaya menyebut sempat terjadi gangguan pada pompa di Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) Nyanyi dan Antap.

“Air disana sempat keruh akibat hujan deras yang mengguyur. Namun, masih bisa diatasi,” imbuhnya. (ana)

Cuaca Buruk, Pohon Tumbang Kembali Terjadi di 3 Titik

Pohon tumbang di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (3/7/2023).
Pohon tumbang di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (3/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejadian pohon tumbang akibat hujan deras kembali terjadi di wilayah Tabanan.

Pada Senin (3/7/2023) terjadi pohon tumbang jenis beringin di sebelah timur Pura Dalem Rangkan, Banjar Kuwum Ancak, Desa kuwum, Kecamatan Marga, sekitar pukul 06.45 WITA.

Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana mengatakan, saat kejadian salah seorang saksi, Jro Listia (35) berada di Pura Dalem Rangkan melihat pohon beringin yang berada di sebelah timur pura tersebut tumbang ke arah jalan dan menimpa satu Pelinggih Tunon yang ada di bawah pohon.

“Ranting pohon juga menimpa kabel listrik PLN dan menutupi sebagian jalan di Banjar Kuwum Ancak menuju sekolah dan perkampungan,” jelas Suta, Senin (3/7/2023).

Suta menyebut, aktivitas masyarakat dan lalu lintas sempat terganggu akibat pohon menutupi badan jalan.

Kemudian, sekitar pukul 09.30 WITA penanganan pohon tumbang selesai dilakukan dengan melibatkan BPBD Kabupaten Tabanan beserta pihak PLN.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta,” sebut Suta.

Terpisah, Plt Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyebut, peristiwa pohon tumbang juga terjadi pada Minggu (2/7/2023) sore di jalur utama Kecamatan Baturiti dan jalan menuju Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian material.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada mengingat potensi cuaca buruk masih akan terjadi,” imbuh Srinadha. (ana)

Tabanan Raih Juara Pertama Busana Malam dalam PKB XLV Bali  

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Torehkan prestasi dalam kreativitas seni dan budaya, Kabupaten Tabanan Raih Juara  Pertama kategori Busana Malam, dalam Lomba Busana dan Parade Busana PKB XLV tingkat provinsi Bali yang dihadiri dan mendapat apresiasi langsung dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, Minggu (2/7/2023).

Berlangsung di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, kompetisi diikuti oleh seluruh perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Nampak dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota Se-Bali beserta anggota, serta para kepala OPD terkait berikut para desainer dan peserta lomba.

Perlombaan busana dibagi menjadi tiga kategori, yakni Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana Kerja Adat Bali Berpasangan, Busana Wisuda Jenjang Pendidikan Tinggi (Toga) Berpasangan dan Busana Malam Berpasangan. Kabupaten Tabanan berhasil memenangkan juara pertama dalam Wimbakara (Lomba) Desain Dan Peragaan Busana Malam (Berpasangan) rancangan designer Andri dengan mengusung judul desain ‘Winih Nirmalaning Segara’.

Adapun pemilihan juara lomba telah melewati berbagai tahapan kategori penilaian, mulai dari mengumpulkan desainer, melihat kembali desain-desain yang logis untuk diwujudkan. Dilanjutkan dengan memanggil kembali desainer untuk mempresentasikan seluruh hasil konsep dari desainnya dan membawa serta rancangan busana yang telah mencapai 50 persen.

Berlangsung selama 3 bulan proses, setiap tahapan akan diberikan edukasi sebab tujuan kompetisi disampaikan oleh dewan juri bukan hanya untuk menentukan menang dan kalah namun berfokus untuk melestarikan tekstil tradisional Bali.

Tentunya dengan mempertimbangkan culture identity (identitas budaya), pencapaian harmonisasi termasuk etika dan estetika.

Di kesempatan itu, Ny. Putri Koster yang juga sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras Ketua Dekranasada Se-Kabupaten/Kota yang telah tampil dengan mengikuti ajang lomba seperti ini.

Pihaknya menyampaikan, dekranasda telah memberikan ruang kreativitas kepada para desainer dan top model Bali, serta para penenun kita untuk selalu membangkitkan kreativitas dan inovasi dalam balutan tenun tradisional.

“Saya sebagai Ketua Dekranasda, ingin sekali masyarakat Bali kembali menata busana, sesuai dengan adat dan karakter ketimuran kita, tidak lepas dari kearifan lokal dan sekaligus memberikan multiplayer effect, kepada kegiatan-kegiatan yang lainnya. Ketika busana adat kita meningkat dan mengarah pada kearifan lokal tradisonal kita, ekosistem akan terbangun dengan baik,” kata Bunda Koster

Sebagai peraih juara, tentunya Ny. Rai Wahyuni yang juga selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan merasa bangga dan memberikan apresiasi luar biasa terhadap kreativitas desainer muda yang mampu mengharumkan nama Tabanan di bidang pelestarian seni dan budaya.

“Astungkara untuk tahun ini, Tabanan memperoleh juara pertama untuk busana malam, jadi ini suatu pencapaian yang luar biasa, astungkara banget, ini merupakan kebanggaan kita,” ungkapnya penuh semangat.

Bunda Rai Sanjaya juga berharap, kompetisi ini tidak hanya mencari juara saja, tetapi bagaimana kita bersama-sama meningkatkan kreatifitas sekaligus melestarikan tenun kita, tenun ikat terutama endek yang merupakan hasil kerajinan kita di Bali.

“Kedepannya bukan sekedar mengejar juara, tetapi pelestarian yang paling penting dan nanti untuk pakaian malam ini juga semoga bisa dipakai untuk masyarakat secara luas, tentunya dengan konsep yang lebih sederhana,” pungkasnya. (rls)

WNA India Terjatuh di Tebing Pantai Diamond Beach 

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga negara asing yang mengalami dislokasi pada kaki kanan di Pantai Diamond Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (2/7/2023). Diperkirakan waktu kejadian berkisar pukul 13.45 Wita. Korban adalah
Tim SAR gabungan mengevakuasi warga negara asing yang mengalami dislokasi pada kaki kanan di Pantai Diamond Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (2/7/2023). Diperkirakan waktu kejadian berkisar pukul 13.45 Wita. Korban adalah

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial DS (29) terjatuh di tebing Pantai Diamond Beach, Nusa Penida, Klungkung pada Minggu (2/7/2023) sekitar pukul 13.45 WITA.

Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida Cakra Negara mengungkapkan, kaki korban terpeleset di tangga saat hendak turun.

“Jarak terjatuhnya korban kurang lebih dua meter, sehingga alami cedera tidak bisa berdiri,’ ujarnya, Minggu (2/7/2023).

Cakra mengatakan, sebanyak lima orang Tim SAR gabungan Basarnas Bali langsung melakukan evakuasi setelah mendapat laporan dari pemandu wisata daerah setempat sekitar pukul 14.30 WITA.

Evakuasi dilakukan secara manual dan tidak menggunakan RIB melalui jalur laut.

“Akses dari laut tidak memungkinkan karena cuaca lagi tidak bersahabat dan gelombang di Diamond Beach sangat ekstrim,” ungkapnya.

Cakra menyebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasinya dengan kondisi selamat sekitar pada pukul 16.25 WITA. Walaupun proses evakuasi sempat terkendala dengan kondisi akses jalan menuju korban terjal dan licin.

“Korban sudah dibawa ambulance menuju Klinik Nusa Medika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” terangnya. (ana)

Komisi I DPRD Tabanan akan Usut Sengketa Lahan di Bungan Kapal

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi bersama Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menemui warga Banjar Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan pada Sabtu (1/7/2023).
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi bersama Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menemui warga Banjar Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan pada Sabtu (1/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi bersama Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menemui warga Banjar Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan pada Sabtu (1/7/2023) kemarin.

Seperti ramai diberitakan, empat warga di Banjar Bungan Kapal, Desa Tunjuk, Tabanan terlibat kasus sengketa tanah. Keempat warga tersebut diantaranya I Nyoman Sumandi, I Ketut Muliastra, Ketut Dastra dan Ketut Wirta.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri no 328/Pdt.G/2022/PNTab per 30 Maret 2023, mereka harus mengosongkan lahan yang luasnya mencapai 1,85 hektare dan membongkar rumahnya serta membayar ganti rugi sebesar Rp1.040 miliar kepada pihak penggugat yakni Puri Beng Tabanan.

Kasus empat warga di Banjar Bungan Kapal Desa Tunjuk Kecamatan/Kabupaten Tabanan mendapat ini pun mendapat respon dari berbagai pihak.

Eka Nurcahyadi menjelaskan, dalam pertemuan yang telah berlangsung, empat KK yang dinyatakan kalah oleh PN Tabanan dalam gugatan perdata mengaku akan tetap bertahan di tanah yang sudah mereka tempati dan menjadi warisan secara turun-temurun.

“Secara undang-undang Agraria yang berlaku, para warga di Bungan Kapal ini pada dasarnya sudah boleh memiliki tanah tersebut. Terlepas dari apakah tanah tersebut berstatus sebagai pelaba pura atau milik puri,” jelasnya, Minggu (2/7/2023).

Ia menjelaskan, jika pihak Puri Beng ingin mensertifikatkan lahan tersebut, maka bisa dilakukan sesuai kesepakatan. Bahkan pihak Puri Beng tidak harus mengambil tempat tinggal warga Bungan Kapal.

Sebab, sambung Eka Nurcahyadi, pihak Puri sebenarnya juga tidak berhak untuk mensertifikatkan tanah tersebut secara penuh.

“Itu karena warga secara turun temurun telah menempati tanah tersebut dan tanah disengketakan juga merupakan tanah kelebihan dan tanah absentee atau tanah yang melewati batas kecamatan,” imbuhnya.

Eka menyebut, yang menjadi perhatian pihaknya saat ini adalah membela masyarakat yang terancam tidak memiliki tempat tinggal.

“Itu yang perlu kami bela, supaya mereka tidak kehilangan tempat tinggal dulu,” lanjutnya.

Untuk selanjutnya, pihaknya akan menyediakan kuasa hukum untuk membela masyarakat selama proses Banding di Pengadilan Tinggi Bali.

Selain itu, mengecek proses SPPT di Bakeuda Tabanan dan pensertifikatan tanah tersebut.

“Kami akan melakukan pemanggilan terhadap Bakeuda Tabanan untuk konfirmasi kenapa bisa diterbitkan SPPT tanah tersebut pada 2002,” sebutnya. (ana)

Tabanan Diguyur Hujan Deras, Pohon Tumbang Terjadi di Seltim dan Marga

Pohon tumbang menimpa garasi mobil di Griya Gede, Banjar Babakan, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.
Pohon tumbang menimpa garasi mobil di Griya Gede, Banjar Babakan, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan sejak kemarin, Sabtu (1/7/2023) hingga hari ini, Minggu (2/7/2023) mengakibatkan bencana alam berupa pohon tumbang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan ada dua kejadian pohon tumbang, yakni di Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Marga.

“Sejak pagi tadi tim kami melaksanakan pembersihan dua pohon tumbang,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, Minggu (2/7/2023)

Ia menyebut, kejadian pohon tumbang di Kecamatan Selemadeg Timur berlokasi di Desa Tegal Mengkeb pada Sabtu, (1/7/2023) sekitar pukul 23.00 WITA. Pohon tumbang yang berjenis Waru Tapel ini sempat menutupi setengah badan jalan.

Tim TRC BPBD regu 1 bersama masyarakat sudah membersihkan pohon tumbang tersebut dan akses jalan sudah dapat dilalui kembali sekitar pukul 07.30 WITA.

“Tidak ada korban jiwa dan kerugian material dalam kejadian tersebut,” kata Srinadha Giri.

Sementara itu, di Kecamatan Marga, pohon tumbang jenis Juwet dan Ceroring menimpa
garasi mobil di Griya Gede, Banjar Babakan, Desa Cau Belayu pada Minggu, (2/7/2023) sekitar pukul 06.00 WITA.

Setelah menerima laporan dari Kelian Dinas Babakan, Tim TRC regu yang berjumlah enam orang langsung menuju lokasi untuk melakukan pembersihan.

Proses pembersihan pohon tumbang berlangsung sejam dengan dibantu masyarakat serta kelian dinas Babakan dan Bhabinkamtibmas.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. “Kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta,” sambung Srinadha.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang terjadi. (ana)

Bupati Sanjaya Hadiri Pemlaspasan Gedong Madu dan Candi Kurung Pura Puseh Desa Adat Belayu

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dengan didampingi jajarannya menghadiri upacara Dewa Yadnya Pemlaspasan Gedong Madu dan Candi Kurung di Pura Puseh Desa Adat Belayu, Marga, Sabtu (1/7/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dengan didampingi jajarannya menghadiri upacara Dewa Yadnya Pemlaspasan Gedong Madu dan Candi Kurung di Pura Puseh Desa Adat Belayu, Marga, Sabtu (1/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah rampungnya serangkaian pembangunan Gedong Madu dan Candi Kurung di Pura Puseh Desa Adat Belayu, Marga, masyarakat setempat melaksanakan upacara Dewa Yadnya Pemlaspasan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dengan didampingi jajarannya, Sabtu (1/7/2023).

Dengan mengajak anggota DPRD Tabanan Putu Eka Putra Nurcahyadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan OPD terkait, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi dan dukungan kepada masyarakat. Nampak juga hadir saat itu, Camat dan unsur Forkopimcam Marga, Perbekel, Petajuh Adat, tokoh Puri dan Penglingsir Puri, serta tokoh masyarakat setempat.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada masyarakat, karena pembangunan ini merupakan bukti nyata kontribusi masyarakat dalam mewujudkan visi misi Pemkab Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), terutama dalam bidang pelestarian seni, tradisi, adat, agama dan budaya.

Selain itu, Bupati juga sangat mengapresiasi ketulusan warga dalam membangun karya, dimana pembangunan ini dilaksanakan secara bergotong-royong dari jauh hari sebelumnya. Untuk itu, Bupati Sanjaya sangat berharap kedepannya agar masyarakat selalu menjaga semangat ini, sehingga berimbas pada kelancaran pembangunan-pembangunan di masa mendatang.

Sebelumnya, IGM. Wisnu Mataram selaku Petajuh Adat Belayu, menyampaikan, bahwa proses pembangunan Gedong Madu dan Candi Kurung ini dilaksanakan dari 3 bulan sebelumnya yang menelan dana sebesar 200 juta rupiah termasuk upakara. Dikatakannya juga bahwa Pengempon Pura adalah Banjar Adat Jebaud dan Bajera dan diamong oleh 9 Banjar Adat se-Desa Adat Belayu.

Atas kehadiran Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif Tabanan, pihaknya menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan bantuan dari Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif. Pihaknya juga mengatakan, di Desa Adat Belayu masih banyak program pembangunan yang harus diwujudkan menyangkut Parahyangan. Terkait hal itu, pihaknya berharap agar pemerintah selalu hadir memberikan dukungan dan bantuan.

Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77

Bupati Tabanan menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023 yang bertemakan 'Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Indonesia Maju' di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (1/7/2023). 
Bupati Tabanan menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023 yang bertemakan 'Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Indonesia Maju' di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (1/7/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023 merupakan momen yang sangat tepat bagi Pemerintah Kabupaten dan Jajaran Polri Kabupaten Tabanan untuk selalu seiring seirama membangun daerah serta mengayomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tabanan saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023 yang bertemakan ‘Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Indonesia Maju’ yang dilaksanakan di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (1/7/2023).

Meskipun disambut hujan, upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Nampak hadir Cokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Kalapas Tabanan, Kepala BPN Tabanan, Asisten 2 Tabanan, Instansi Vertikal terkait serta Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan dan Camat Tabanan.

Upaara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023 ini dilaksanakan serentak di seluruh Tanah Air Indonesia, mulai dari Mabes Polri, Polda, maupun Polres dan Polresta jajaran di seluruh Indonesia.

Tema yang diambil selaras dengan agenda nasional yakni pemilu serentak Indonesia yang akan dimulai pada tahun 2024. Selain itu juga bertepatan dengan perayaan Hari Suci Idul Adha 1444H tahun 2023 yang mana dalam perayaan ini dijadikan momentum bagi insan Polri Indonesia khususnya di Tabanan untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh masyarakat.

Bupati Tabanan, Sanjaya di kesempatan itu, hadir dan mengikuti upacara sekaligus mengucapkan selamat Hari Bhayangkara kepada Polri Kabupaten Tabanan.

“Saya selaku Bupati Tabanan beserta jajaran, mengucapkan selamat Hari Bhayangkara, semoga sinergitas Pemerintah dan Polisi bisa selalu seirama, untuk membangun Tabanan juga mengayomi dan melayani masyarakat secara optimal. Terutama saat menyambut tahun pemilu di 2024 mendatang, semoga keamanan dan ketertiban di masyarakat dapat terpantau dengan baik,” Bupati Sanjaya menyampaikan saat itu.

Pihaknya juga mengapresiasi terbentuknya Polisi Banjar yang sebelumya telah diresmikan di Tabanan, yang bertujuan untuk mengamankan, menyerap dan menyampaikan informasi dari dan kepada masyarakat mulai dari lingkup terkecil. Sanjaya berharap, keberadaan polisi banjar ini dapat memberikan rasa aman dan menjaga ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

AKBP Leo Dedy de Fretes, Kapolres Tabanan yang saat itu juga sebagai inspektur upacara menyampaikan, harapan besar dari pimpinan Polri dan seluruh masyarakat diberikan kepada Polri khususnya Polres Tabanan, atas kepercayaan dan kewenangan yang begitu besar diberikan.

Megingat Polri bekerja bedasarkan undang-undang yang memiliki organisasi sampai ke tingkat bawah di masyarakat dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum demi terwujudnya rasa adil di tengah masyarakat.

“Harus kita mengerti dan pahami insan Polri kini sedang diamati oleh masyarakat luas, untuk itu, perilaku Polri harus sesuai dengan harapan masyarakat. Serta hadir di tengah-tengah masyarakat dalam mengamankan, menjaga dan memelihara kamtibmas dengan moto Polri Presisi. Sebab, sejauh mana Polri telah melangkah, sejauh itu pulalah tantangan yang akankita hadapi. Untuk itu, mari kita pertahankan sikap kewaspadaan kita,” ujar AKBP Dedy dalam arahannya.

Gong Kebyar Duta Tabanan Sukses Pukau Ribuan Penonton di PKB XLV 2023

Penampilan Gong Kebyar Duta Tabanan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Jumat (30/6/2023).
Penampilan Gong Kebyar Duta Tabanan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Jumat (30/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tampil spektakuler dan sukses memukau ribuan penonton  dalam Pentas Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV 2023, Sekaa Gong Kebyar Tabanan mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M yang saat itu didampingi Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M.

Pihaknya berkesempatan menonton secara langsung penampilan Gong Kebyar Duta Tabanan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Jumat (30/6/2023).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menteri PUPR beserta Nyonya, Gubernur Bali beserta Nyonya selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali, Wakil Bupati Tabanan beserta Nyonya, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Para Asisten Setda Kabupaten Tabanan beserta seluruh OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan.

Materi yang ditampilkan dalam pementasan Pesta Kesenian Bali XLV tahun 2023 ini yakni dalam kategori Gong Kebyar Dewasa dari Sekaa Gong Giri Kusuma, Banjar Dinas Senganan Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Duta Kabupaten Tabanan. Diantaranya Tabuh Kreasi Pepanggulan ‘Ombak Kapitu’ dan Tari Kreasi ‘Hyang Aji Segara’.

Sementara Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Manik Kencana Putri, Banjar Adat Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, menampilkan Tari Kreasi ‘Resik Segara’, Sandyagita ‘Segara Kidul Tanah Lot,”.

Dilanjutkan dengan  Gong Kebyar Anak-anak, Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja, Bersama Dengan SMPN 1 Selemadeg, Banjar Dinas Saraswati, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Duta Kabupaten Tabanan, yang menampilkan Tabuh Kreasi Kekebyaran ‘Njung Gejer’ serta Dramatari Dolanan ‘Keranjang Duren’

Pementasan dilakukan dalam 1 panggung secara bergiliran, di mana tak hanya tabuh yang ditampilkan namun juga tari tematik yang telah digarap sedemikian rupa. Dan sebagai penutup akhir, adalah kolaborasi grand final yang akan diambil dari ketiga sekaa ini dan dipentaskan menjadi sebuah garapan yang bernama ‘Ragana Bahari’.

Kehadiran Bupati Tabanan sore itu tak hanya sebagai bentuk apresiasi namun juga sebagai perwujudan dukungan serta rasa bangga, terhadap pementasan yang dilangsungkan Duta Tabanan yang tentunya telah melalui berbagai tahapan persiapan.

Ketiga Sekaa Gong Kebyar Duta Tabanan pada sore hari tersebut, sukses membawakan pementasan Gong yang luar biasa.

“Sore ini kita menyaksikan langsung penampilan gong kebyar dari Duta Tabanan, patutlah kita berbangga dengan kesenian ini, karena pertunjukkan yang ditampilkan sangat spektakuler dan punya nilai budaya tinggi. Saya selaku pemerintah Kabupaten Tabanan merasa bangga dan memberikan apresiasi yang sangat baik. Saya juga mengajak seluruh OPD dan jajaran untuk hadir menyaksikan, memberi dukungan, karena ini kesenian yang patut dilestarikan. Karya yang sangat bagus dari Tabanan, kita harus berbangga sebagai orang Tabanan, memiliki kesenian yang seperti ini,” pungkas Bupati Sanjaya.

Seiring dengan dukungan dan rasa bangga Bupati Tabanan, I Made Yudiana selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, menyatakan wujud syukur dan bangganya terhadap Duta Tabanan yang turut mengharumkan nama Tabanan di kancah seni dan budaya sore itu. Terutama perkenan Bupati Tabanan beserta jajaran yang hadir menunjukkan dukungan dan menjadi penyemangat tersendiri bagi para penampil.

Untuk diketahui, Garapan Kolaborasi berjudul ‘Ragana Bahari’ yang ditampilkan bersama dan sukses memikat decak kagum penonton sore itu merupakan penggabungan konsep dari keenam karya yang telah dipentaskan sebelumnya. Hal ini sebagai upaya untuk memaksimalkan makna kolaborasi.

Sebab kolaborasi dalam konteks ini, tidaklah semata-mata menggabungkan tiga barung gamelan saja, namun menggabungkan semua buah pikiran, konsepsi dan daya cipta karya-karya yang telah direpresentasikan sebelumnya.

Dengan teknik montase, terlahirlah sebuah karya seni pertunjukkan yang memaparkan situasi alam bahari yang krusial, akibat ulah manusia dan sebuah propaganda untuk menjaga ekosistem laut guna menghormati laut sebagai samudera cipta peradaban.

Tajuk Ragana Bahari dikonsepkan oleh Yan Priya Kumara Janardhana, yang memiliki arti Lihat! (Na) inilah anyaman dari potongan-potongan (Raga) keenam karya, hingga betul-betul (Na) membentuk sebuah kesatuan karya seni yang indah.

“Harapan kita, tentunya, dengan adanya Duta Kabupaten Tabanan yang pentas di PKB ini, akan dapat merangsang anak-anak dan remaja-remaja, juga yowana-yowana untuk semakin mencintai kesenian tradisional kita, khususnya gong kebyar. Sehingga nanti kedepannya di Kabupaten Tabanan akan memiliki penabuh-penabuh yang usianya muda dan keterampilan mereka untuk menabuh akan semakin bagus, sehingga dapat mengharumkan nama Tabanan di kancah seni,” terang Yudiana sore itu. (rls)