- Advertisement -
Beranda blog Halaman 639

Bupati Sanjaya Resmikan Gedung Sekolah Gratis dan Rumah Singgah Yayasan Angel Heart Bali 

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, meresmikan Gedung Sekolah Gratis yayasan Angel Bali Heart, Jumat (30/6/2023) di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, meresmikan Gedung Sekolah Gratis yayasan Angel Bali Heart, Jumat (30/6/2023) di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pendidikan merupakan salah satu program prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, karena dengan pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang maju.

Karenanya, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sangat menyambut baik didirikannya Gedung Sekolah Gratis dan Rumah Singgah Yayasan Angel Heart Bali di Kabupaten Tabanan yang akan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Hal ini disampaikan saat pihaknya berkesempatan menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Sekolah Gratis yayasan Angel Bali Heart, Jumat (30/6/2023) di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan.

Turut hadir mendampingi, Sekda Kabupaten Tabanan, Asisten Administrasi Umum, Para Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan dan Ketua Yayasan serta undangan lainnya.

Bupati Sanjaya mengatakan, pendidikan merupakan modal utama untuk meraih kesuksesan dan hal ini sangat sejalan dengan visi Kabupaten Tabanan yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Sebab itu, diharapkan Sekolah di Kabupaten Tabanan mampu memberikan standar pendidikan dan pelayanan yang maksimal, agar sisawa didik merasa aman dan nyaman. Hal ini tidak terkecuali bagi anak-anak yang kurang mampu.

“Sungguh merupakan kehormatan bagi kami di Kabupaten Tabanan, karena Yayasan Angel Bali Heart telah ikut peduli dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Ditambahkan, keberadaan Sekolah tentu sangat penting dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa dan dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang hebat, berkarakter, berwawasan dan berbudi pekerti yang luhur.

Tujuan dari didirikannya gedung sekolah gratis ini tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk bersama, dimana gedung sekolah ini nantinya diharapkan mampu membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Dengan didirikannya gedung sekolah gratis ini, diharapkan mampu membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas, karena mereka adalah generasi bangsa yang diharapkan mampu membangun daerah di kemudian hari,” imbuhnya.

Sementara, Founder Yayasan Angel Heart Bali Dr. Linda Yupita, S.Sos, MM, mengatakan, yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 2015, yang berkomitmen menaungi anak tidak mampu, rumah aman untuk bayi dan Ibu melahirkan serta anak-anak korban kekerasan. Pihaknya mengatakan, pembangunan Yayasan Angel Heart di Kabupaten Tabanan mendapat dukungan dan antusias yang sangat luar biasa dari warga Tabanan.

“Kami mendapat dukungan dari warga Tabanan, kami diberikan lahan untuk mendirikan yayasan ini dan diberikan dukungan secara moril. Ini adalah cita-cita saya, yakni melayani sesama, dan ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari Bapak Bupati Tabanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Sekolah gratis yang didirikan memang benar-benar gratis dan tidak ada pungutan apapun bagi siswa yang bersekolah, karena sesuai dengan niat awal, bahwa Yayasan dan Sekolah yang didirikan adalah untuk melayani sesama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan karena kami mendapat dukungan maksimal. Semoga cita-cita kami untuk melayani sesama mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tabanan, dan semoga segala kebaikan yang kita lakukan mendapat pahala berlimpah, dan mudah-mudahan di tahun ajaran ini kami sudah bisa beroperasi dengan optimal untuk ikut berkontribusi memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan,” tandasnya. (rls)

Jadi Titik Black Spot, Tanjakan Samsam di Jalur Denpasar-Gilimanuk Diperlebar

Proses perbaikan tanjakan Samsam di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
Proses perbaikan tanjakan Samsam di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.Proses perbaikan tanjakan Samsam di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tanjakan Samsam di jalur Denpasar-Gilimanuk yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan atau black spot sedang diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Perbaikan tanjakan yang terletak di di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan tersebut telah dimulai sejak 4 April 2023 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini atau Desember 2023 mendatang.

Pejabat Pembuat Komite (PPK) 1.2 Provinsi Bali, BPJN Jawa Timur-Bali Made Mardita mengatakan, tujuan utama perbaikan tersebut yakni untuk mengurangi masalah lalu lintas yakni black spot di titik tersebut.

“Karena sering terjadi kecelakaan sehingga titik itu (tanjakan Samsam) yang diprioritaskan,” ujarnya, Sabtu (1/7/2023).

Ia menjelaskan, pada tanjakan akan dilakukan pelebaran pada sisi kiri dan kanan jalan untuk akses lalu lintas sementara.

“Masing-masing di kiri dan kanan jalan dilebarkan rata-rata empat meter,” jelasnya.

Murdita menyebut, selain pelebaran jalan, ketinggian dan kemiringan tanjakan juga akan disesuaikan ulang. Sebab, biasanya truk yang datang dari arah Barat (Gilimanuk) tidak kuat menanjak karena terlalu tinggi.

“Itu nantinya turunan jalan yang terlalu tajam akan ditinggikan sehingga mengurangi tanjakan yang ada,” katanya.

Nantinya, sambung Murdita, lengkungan jalan akan diperbaiki dengan mortar busa atau timbunan ringan. Tebal timbunan jalan bervariasi sesuai kondisi jalan.

“Paling tinggi tiga meter,” sambungnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang melintas di jalan tersebut agar selalu berhati-hati. Selain itu, meminta permakluman dari adanya perbaikan jalan yang berakibat pada terganggunya lalu lintas. (ana)

Transaksi Selama Tanah Lot Art and Food Festival Capai Rp3,5 Miliar

Suasana selama berlangsungnya Tanah Lot Art and Food Festival 4 tahun 2023.
Suasana selama berlangsungnya Tanah Lot Art and Food Festival 4 tahun 2023.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gelaran Tanah Lot Art and Food Festival IV yang berlangsung selama empat hari dari Kamis (25/6/2023) hingga Minggu (25/6/2023) lalu mampu menghasilkan perputaran uang atau transaksi sekitar Rp3,5 miliar.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Tony Wirawan mengatakan, nilai transaksi tersebut dihasilkan dari total penjualan tiket masuk, transaksi pasar, penjualan UMKM hingga kuliner.

“Jumlah transaksi tersebut melebihi target yang telah ditentukan sebelumnya yakni Rp2 miliar,” ujarnya, Jumat (30/6/2023).

Menurut Toni, tingginya jumlah transaksi tersebut dipengaruhi juga oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan maupun masyarakat yang datang ke festival saat malam hari.

Berdasarkan data yang diberikan, jumlah kunjungan wisatawan saat hari pertama pergelaran festival pada Kamis (22/6/2022) tercatat 8.286 orang. Hari kedua pada Jumat (23/6/2023) jumlah kunjungan tercatat 7.644 orang. Kemudian, hari ketiga pada Sabtu (24/6/2023) tembus 10.588 orang dan hari terakhir Minggu (25/6/2023) hampir sama yakni 10.883 orang.

“Jumlah itu belum termasuk orang yang datang saat malam hari,” sebut Toni.

Pihaknya berharap, setelah festival ini DTW Tanah Lot tetap menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Bali. Bahkan tahun ini, pihaknya menaikkan target pendapatan tiket sebesar Rp45 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajer DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana hingga saat ini pendapatan sudah tercapai 50 persen.

“Kami optimis bisa melebihi target dengan dibantu pergelaran festival ini,” imbuhnya. (ana)

Selama Cuti Bersama Idul Adha Wisdom Ramaikan Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan

Kunjungan di DTW Tanah Lot.
Kunjungan di DTW Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selama cuti bersama Idul Adha 2023, objek wisata Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan padat pengunjung, khususnya wisatawan domestik.

Apalagi momen cuti bersama Idul Adha masih berbarengan dengan masa libur sekolah.

Sesuai data, sejak hari pertama cuti bersama pada Rabu (28/6/2023) jumah kunjungan di Tanah Lot, Kecamatan Kediri, mencapai 6.092 orang.

Rinciannya wisatawan mancanegara 2.437 orang wisatawan dan domestik sebanyak 3.655 orang.

Kemudian, pada Kamis (29/6/2023) kemarin, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2.554 orang dan domestik 5.596 orang. Sehingga total kunjungan pada hari kedua ini mencapai 8.150 orang.

Asisten Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan ada peningkatan jumlah kunjungan sekitar seribu orang dari pada sebelum cuti bersama.

“Peningkatan jumlah kunjungan ini karena ada hari raya yang juga bertepatan dengan libur sekolah,” jelasnya, Jumat (30/6/2023).

Toni menyebut, wisatawan domestik dari daerah pulau Jawa yang melaksanakan studi tur ke Bali lebih mendominasi kunjungan di Tanah Lot.

Pihaknya memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan domestik ini masih akan terus mengalami kenaikan saat libur sekolah ini.

“Karena libur sekolah masih panjang maka selama itu kunjungan bisa terus mengalami peningkatan,” sambutnya.

Hal serupa juga terjadi di DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, terhitung jumlah kunjungan wisatawan pada Kamis (29/6/2023) mencapai 2.800 orang. Pada hari sebelumnya tercatat 2.343 orang.

“Jumlah kunjungan mengalami kenaikan hampir 50 persen dibanding hari-hari biasa,” kata Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata.

Kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan juga tidak jauh berbeda dengan Tanah Lot. Wisatawan domestik turut mendominasi kunjungan di Kecamatan Baturiti tersebut.

Ia juga memprediksi peningkatan jumlah kunjungan ini masih akan terjadi hingga menjelang akhir pekan nanti.

“Domestik paling banyak dari Surabaya dan Jakarta. Kalau mancanegara didominasi oleh India, Eropa dan Asia seperti Taiwan,” jelas Sukarata.

Meskipun mengalami peningkatan hingga 50 persen, Sukarata menyebut tidak mengalami kendala untuk penyediaan parkir kendaraan, baik itu bus maupun mobil pribadi.

“Kami sudah lakukan antisipasi dengan menyediakan kantong parkir tambahan. Sampai saat ini belum ada kendala,” ungkapnya. (ana)

Jenazah Pemuda Terseret Arus di Kedongan Ditemukan

Proses evakuasi jenazah korban hanyut terseret arus di Kedonganan pada Kamis (29/6/2023).
Proses evakuasi jenazah korban hanyut terseret arus di Kedonganan pada Kamis (29/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemuda dari Taman Pancing, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan atas nama Mohamad Wahyudi (24) yang sempat dilaporkan hilang terseret arus di dermaga ikan Pantai Kedonganan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazahnya ditemukan terdampar di pinggir pantai sekitar satu setengah kilometer di selatan lokasi saat ia dilaporkan hilang pada Rabu (28/6/2023) dini hari.

Jenazah Mohamad Wahyudi ditemukan pada Kamis (29/6/2023) sekitar pukul 14.15 WITA pada hari kedua pencarian oleh SAR gabungan.

“Tim SAR gabungan mengevakuasi korban untuk dibawa ke ambulans ke Rumah Sakit Sanglah,” terang Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali I Wayan Suwena.

Ia menjelaskan, proses pencarian di hari kedua dilakukan dengan menggunakan rubber boat. Selain di tengah laut, proses pencarian juga dilakukan dengan menyisir kawasan sepanjang pantai.

Tim SAR yang melakukan pencarian di sepanjang pantai kemudian menerima informasi dari Babinsa Jimbaran terkait keberadaan jenazah korban. Tim kemudian segera mengarah ke lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi.

Selama berlangsungnya Operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Direktorat Pol Air Polda Bali, Pol Air Polres Badung Pos Kedonganan.

Selanjutnya, Polair Polresta Denpasar, TNI AL Pos Kedonganan, Balawista Pos Kedonganan, Relawan DSM, Kelompok Nelayan Kedonganan, pihak keluarga dan masyarakat.

Seperti diberitakan, Mohamad Wahyudi dilaporkan hilang pada Rabu (28/6/2023) dini hari. Selain Wahyudi, korban lainnya yang tersempat terseret arus adalah Delfi Arif Prasiswo (24). Arif merupakan teman dari Wahyudi.

Berdasarkan informasi, sebelum dilaporkan hilang, sejumlah warga sempat melihat Wahyudi dan Arif datang ke dermaga ikan dengan mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, kedua pemuda tersebut terlihat duduk-duduk di pinggir pantai. Namun, tidak lama kemudian, warga sekitar dikagetkan dengan teriakan minta tolong.

“Tiba-tiba Wahyudi berlari ke tengah laut kemudian terseret arus. Kawannya mencoba menolong justru juga terbawa arus laut,” jelas Suwena.

Warga berhasil menyelamatkan Arif dan segera membawanya ke RS Kasih Ibu Kedonganan. (tpb)

Hadiri Perayaan Ulang Tahun Sanggar Teater Mini, Ny. Putri Koster Dorong Generasi Muda Asah Kemampuan Dan Disiplin Melalui Teater

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sanggar Teater Mini menggelar perayaan Ulang Tahun yang ke 45. Acara yang digelar di halaman belakang gedung Jayasabha, Kamis (29/6), dihadiri Ny. Putri Suastini Koster yang juga anggota Sanggar Teater Mini.

Dalam sambutannya, seniman yang akrab disapa Bunda Putri Koster menyampaikan terimakasih kepada sanggar teater mini yang telah mendidik sejak tahun 1978 saat sanggar didirikan. Menurut istri Gubernur Bali Wayan Koster ini, banyak hal yang diperoleh dari teater. Salah satunya, adalah mengasah kemampuan diri dan disiplin diri dalam latihan sehingga apa yang diperoleh saat menjadi anggota aktif teater, dapat diterapkan dalam sehari-hari, terlebih jika berbicara dihadapan publik. Untuk itu, Bunda Putri Koster berharap dengan usia teater yang sudah mencapai 45 th ini dapat melatih generasi muda untuk menjadi penerus dalam dunia teater.

Sementara itu Ketua Sanggar Teater Mini Ida Bagus Purwasila mengatakan bahwa tema yang diambil dalam perayaan ke 45 tahun ini adalah dengan berteater, kita seakan-akan mencari intisari kehidupan ke dasar samudra, sebagai energi membangun peradaban. Untuk itu diharapkan sanggar teater mini tetap eksis dan menghasilkan karya-karya serta talenta-talenta yang berkualitas bagi kemajuan teater di Bali.

Hal itupun juga ditegaskan oleh pendiri teater Ida Bagus Anom Ranuara yang selalu memberikan semangat kepada ketua sanggar untuk terus meningkatkan kiprah sanggar sehingga tidak mati suri. Eksistensi sanggar Teater Mini hingga saat ini tak terlepas dari keberadaan media televisi nasional, penggarap naskah dan pemain teater. Hal tersebut juga membuat Anom Ranuara dan ketua sanggar bercita-cita kedepan untuk dapat membuat film-film layar lebar.

17 Hewan Kurban Dipotong di RPH Tabanan Selama Idul Adha 2023

Suasana pemotongan hewan kurban di RPH Tabanan, Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan.
Suasana pemotongan hewan kurban di RPH Tabanan, Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 17 hewan kurban dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tabanan selama hari Raya Idul Adha 2023 yang diperingati sejak kemarin hingga hari ini, Kamis (29/6/2023).

Kepala UPTD RPH Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan drh. Kristina mengatakan, hari pertama ada sepuluh ekor sapi yang dipotong. Kemudian, hari kedua ada tiga ekor sapi dan empat ekor kambing yang dipotong di RPH yang terletak di Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan ini.

“Kemarin yang melaksanakan Majelis Dakwah Muhammadiyah dan hari ini masyarakat muslim yang ada di sekitar RPH,” jelasnya, Kamis (29/6/2023).

Kristina menjelaskan, sekitar 10 petugas dikerahkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban. Disamping itu, ada dua orang dokter hewan yang juga disiagakan di RPH untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Pemeriksaan antemortem ini dilakukan sebelum hewan kurban disembelih, meliputi pemeriksaan mata, mulut, hidung hingga tapak kaki. Sebelum disembelih sapi juga harus diistirahatkan selama 12 jam di kandang penampungan.

“Tujuannya menghilangkan stres pada sapi yang bisa mempengaruhi tekstur daging,” ujarnya.

Kemudian, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah hewan kurban disembelih dengan mengecek konsistensi daging dan organ tubuh seperti hati, paru-paru, jantung.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Kristina, semua sapi dalam kondisi sehat, tidak ada terindikasi penyakit zoonosis atau penyakit menular dari hewan ke manusia dan PMK.

“Dipastikan kualitas daging sehat dan layak untuk dikonsumsi,” sebutnya.

Kristina menyebut, pihaknya juga juga dilakukan pengecekan yang sama pada hewan kurban yang dipotong luar RPH.

“Di titik-titik pemotongan hewan lainnya hampir sama yakni dengan pengecekan antemortem dan postmortem,” katanya.

Pada satu titik pemotongan hewan setidaknya ada dua orang atau lebih petugas Puskeswan yang melakukan pengecekan.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, kata Kristina ada tiga Puskeswan. Yakni Puskeswan 1 mewilayahi Baturiti, Penebel dan Marga; Puskeswan 2 mewilayahi Kediri, Kerambitan dan Tabanan; serta Puskeswan 3 mewilayahi Pupuan dan Selemadeg Raya.

“Petugas Puskeswan akan dibagi sesuai jumlah titik yang ada di kecamatan itu,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti

Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti, Kamis (29/6/2023).
Bupati Sanjaya Nyaksi Yadnya Krama Bantiran dan Tangguntiti, Kamis (29/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat ditunjukkan Bupati Tabanan dengan terjun langsung menghadiri dan nyaksi upacara yadnya yang digelar masyarakat, seperti rangkaian upacara yang dilaksanakan di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Timut, Kamis (29/6/2023).

Dengan mengajak Anggota DPR RI I Made Urip, Alit Kesuma Kelakan, anggota DPRD Bali I Ketut Purnaya, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait, Bupati Sanjaya Nyaksi Upacara Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Bantiran, Pupuan dan Ngaben Bersama Banjar Adat Kebon, Desa Tangguntiti, Seltim.

Di kesempatan itu, Sanjaya mengatakan, selain perwujudan sradha bhakti kepada masyarakat, kehadirannya beserta pihak legislatif dan jajaran juga untuk melihat secara langsung kondisi di masyarakat. Sehingga, apa yang menjadi persoalan di masyarakat bisa dibantu serta ditangani dengan baik, begitu juga melakukan pemantauan terhadap program-program yang ada di Desa agar berjalan dengan lancar.

“Tujuan yang utama tiang turun ke masyarakat bukan hanya untuk memberikan bantuan atau hibah dan lainnya, tetapi doa restu, itu yang paling utama. Doa restu agar Karya memargi antar labda karya sida sidaning don, ini tujuan utama tiang hadir. Nanti juga kita akan bersama-sama mendoakan arwah leluhur disini, agar mendapat kerahayuan sesuai kehendak seluruh masyarakat,” ucap Sanjaya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Selaku pemerintah, Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan semangat gotong-royong krama dalam membangun Yadnya yang dikatakannya turut berkontribusi dalam mewujudkan visi pemerintah dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya daerah.

“Tiang berharap, semoga semeton tiang disini tetap raket, tetap kompak, bersatu, dan juga sudah cerdas memanfaatkan azas manfaat sinergi dengan pemerintah. Bagaimana mengundang tokoh-tokoh di Pusat, Provinsi, Kabupaten, ajak bersatu mendukung setiap program yang ada di Desa Dinas maupun Desa Adat. Inilah luar biasanya persatuan dan kebersamaan masyarakat kita di Desa Adat maupun Desa Dinas di Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Sementara itu, masing-masing panitia karya Ngaben Bersama , mewakili masyarakat di dua wilayah tersebut, menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan dukungan dari Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif. Seperti yang dituturkan oleh I Nyoman Sutarya selaku panitia karya Desa Adat Bantiran, pihaknya selalu berharap Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif memberikan dukungan dan bantuan terhadap pembangunan yang dilakukan.

Dia juga menyampaikan, bahwa Ngaben bersama ini sudah tercantum dalam awig-awig atau peraturan adat setempat yang rutin dilakukan setiap 5 tahun sekali. Dimana Ngaben Bersama kali ini diikuti 178 Sawa, Ngerapuh 105 Sawa dan 18 Sawa Ngelungah yang dirangkaikan dengan kegiatan Metatah Bersama yang diikuti oleh 248 Orang. Yang mana tujuan kegiatan ini dikatakannya tiada lain adalah untuk meringankan beban masyarakat. (rls)

Bupati Tabanan Roadshow di Kecamatan Marga dan Pupuan

Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023).
Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., SE.,MM dalam mewujudkan pembangunan baik secara sekala maupun niskala terus dilakukan guna mempercepat terwujudnya Visi Misi Tabanan Era Baru.

Kali ini Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6/2023). Bupati Sanjaya nyaksi Karya Pitra Yadnya Atma Wedana terhadap 55 sawa secara massal dan berlangsung di Bale Desa Adat Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga.

Kemudian dilanjutkan dengan nyaksi di lokasi kedua, yakni uleman upacara Pitra Yadnya Sapta Pranawa, warga Pasek Bendesa Dadia Batur Kikik, Desa Pujungan yang digelar di Ashram Manik Gni (Griya Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda), Banjar Dinas Taman Sari, Desa Pujungan Kecamatan Pupuan.

Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Anggota DPRD Tabanan, Asisten I dan III, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, berikut Camat dan Perbekel setempat.

Pentingnya karya Pitra Yadnya Ngaben dalam perwujudan Visi dan Misi Provinsi dan Kabupaten Tabanan, menjadi salah satu tujuan utama kehadiran Bupati beserta jajaran siang itu. Tertuang dalam Sad Kerthi yakni Atma dan Jana Kertih, pelaksanaan karya ini merupakan perwujudan dari pelestarian adat, agama dan budaya, selaras dengan seimbangnya pembangunan alam jagat bali yang harmonis, secara sekala dan niskala.

Dalam karya yang pertama didatangi Bupati Sanjaya pagi itu, sebanyak 55 sawa akan diabenkan secara masal, yang mana pelaksanaan upacara telah berlangsung sejak 18 juni lalu. Pengabenan massal yang biasa disebut dengan “kinembulan” ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan sekiranya setiap 10 tahun sekali, tercantum dalam perarem dan awig-awig milik Desa Adat Pinge.

Setiap pengemong dikenakan biaya sebesar 5 juta rupiah/sawa. Untuk pelengkap dana yang lain, warga Desa Adat Pinge berhasil mengumpulkannya dari iuran per-KK sebesar 300 ribu rupiah dari 165 kk dan sisanya dari hasil dana punia masyarakat.

Sementara dalam karya yang kedua, yakni di Desa Pujungan, Pitra Yadnya dirangkaikan dengan pengabenan massal dan metatah massal. Di mana jumlah yang terdaftar yakni 19 sawa dan 38 orang peserta metatah.

Jika Desa Adat Pinge memiilki perarem pengabenan setiap 10 tahun sekali, di Desa Pujungan menetapkan karya ini dilangsungkan setiap 5 tahun sekali. Yang mana di kedua Desa puncak acaranya ditetapkan pada tanggal 30 juni medatang.

Pendanaan pun sebagian besar berasal dari masyarakat. untuk pengabenan diambil dari Dana abadi dan dana punia, dan untuk peserta metatah dikenakan biaya 150 ribu rupiah setiap peserta.

Dengan biaya yang relative terjangkau ini, Bupati Sanjaya tentunya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setingginya bagi kedua desa. Sebab dengan bantuan warga setempat, secara bergotong-royong, Karya Pitra Yadnya bisa berjalan dengan baik lan memargi antar.

Di kesempatan itu, Sanjaya juga nyatakan komitmennya untuk terus bisa turun ke masyarakat, menyaksi karya-karya yang diselenggarakan, guna menjadikan upacara menjadi karya yang Satwika.

“Yang disebut dengan karya satwika, hanya 3 hal yang hadir, yaitu Tri upa Saksi. Jika didasari rasa tulus ikhlas oleh masyarakat, kepuput oleh Sang Sulinggih dan keupasaksi oleh murdaning jagat, itu masuk dalam karya yang satwika. Nah, upa saksi sudah hadir, maka di sanalah esensinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga sampaikan bahwa saat ini, pengabenan masal justru telah menjadi tren. Sebuah inovasi dan terobosan dalam menunaikan kewajiban dengan biaya dan sarana upacara yang terjangkau namun tetap tidak kehilangan esensi dan makna penting dari pengabenan itu sendiri.

“Dahulu banyak pertentangan, astungkara sekarang ini, ngaben masal menjadi tren yang sangat diminati. Kalau bisa dilakukan dengan mudah dan murah kenapa harus mahal-mahal. Maka dari itu, saya, ritatkala wenten upacara-upacara ini selalu hadir di tengah masyarakat, dengan tujuan memberikan esensi makna hakikat pengabenan itu apa sih sebenarnya,” tandas Sanjaya.

Sesuai dengan tujuan kehadirannya, siang itu Sanjaya dan jajaran disambut hangat oleh masing-masing desa. Tak ketinggalan, ungkapan syukur dan rasa terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Tabanan untuk nyaksi di upacara pun disampaikan oleh para perbekel dan tokoh masyarakat.

“Kami selaku warga Desa adat, sekaligus pengemong, menghaturkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah berkenan hadir, nyaksiang, nodya, acara nangun Pitra Yadnya yang kami laksanakan,” Ungkap I Made Jadrayasa selaku Bendesa Adat Pinge siang itu. (rls)

Sekda Dewa Indra Umumkan Berakhirnya Status Pandemi Covid-19

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengumumkan berakhirnya status Pandemi Covid-19 terhitung sejak tanggal 21 Juni 2023. Informasi tersebut disampaikannya dalam siaran pers, Rabu (28/6/2023). Sekda Dewa Indra menyampaikan, pencabutan status pandemi itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Mengutip Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2023, pencabutan status pandemi didasari pertimbangan bahwa secara faktual jumlah kasus penderita dan tingkat keparahan Covid- 19 secara nasional telah mengalami penurunan secara signifikan. Penurunan kasus ini dicapai melalui penanganan yang tepat dan terpadu serta telah meningkatnya ketahanan kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pelaksanaan vaksinasi. Pertimbangan berikutnya, pandemi Covid-19 pada wilayah NKRI telah dapat diatasi dengan kondisi menjadi penyakit endemi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah mencabut penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat dari Covid-19. Selain itu, pemerintah juga mencabut penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

Sekda Dewa Indra menyambut baik keputusan pemerintah yang secara resmi menetapkan berakhirnya status Pandemi Covid-19 dan saat ini penyakit tersebut telah dinyatakan sebagai endemi. Menurutnya, hal ini memberi kepastian bagi masyarakat sehingga secara psikologis bisa lebih leluasa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, ia berharap berakhirnya status pandemi Covid-19 ini dapat memberi dampak positif bagi perekonomian Daerah Bali. Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat Bali tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak serta merta meninggalkan kebiasaan baik seperti mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Sebab, kegiatan mencuci tangan ini sangat bermanfaat dalam mencegah penularan berbagai penyakit.