- Advertisement -
Beranda blog Halaman 640

Pemuda dari Taman Pancing Hilang Terseret Arus di Pantai Kedonganan

Salah satu tim Basarnas Bali menggunakan aqua eye untuk mendeteksi keberadaan pemuda dari Taman Pancing yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023).
Salah satu tim Basarnas Bali menggunakan aqua eye untuk mendeteksi keberadaan pemuda dari Taman Pancing yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pemuda dari Taman Pancing, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan dilaporkan hilang terseret arus di dermaga ikan Pantai Kedonganan, Rabu (28/6/2023) dini hari.

Korban yang sejauh ini masih dalam pencarian tersebut atas nama Mohamad Wahyudi (24).

Selain Wahyudi, korban lainnya yang tersempat terseret arus adalah Delfi Arif Prasiswo (24). Arif merupakan teman dari Wahyudi.

Tim Basarnas Bali telah melakukan pencarian terhadap keberadaan Wahyudi sejak pukul 06.25 WITA. Namun, sampai sore tadi hasil pencarian belum memberi hasil.

“Kami sudah berkoordinasi dengan warga sekitar sini (dermaga ikan Pantai Kedonganan) apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melaporkan kepada kami,” ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali I Wayan Suwena.

Ia menyebutkan, tim Basarnas Bali sudah melaksanakan tiga kali pencarian. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan rubber boat.

“Tim juga membawa alat aqua eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air,” imbuhnya.

Selain itu, melakukan pencarian di kawasan pesisir untuk mengantisipasi kemungkinan korban terdampar di tepi pantai.

Berdasarkan informasi sementara, sebelum dilaporkan hilang, sejumlah warga sempat melihat Wahyudi dan Arif datang ke dermaga ikan dengan mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, kedua pemuda tersebut terlihat duduk-duduk di pinggir pantai. Namun, tidak lama kemudian, warga sekitar dikagetkan dengan teriakan minta tolong.

“Tiba-tiba Wahyudi berlari ke tengah laut kemudian terseret arus. Kawannya mencoba menolong justru juga terbawa arus laut,” jelas Suwena.

Warga berhasil menyelamatkan Arif dan segera membawanya ke RS Kasih Ibu Kedonganan. (tpb)

Koster Sebut PDIP Bali akan Menang Total dalam Pemilu 2024

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster sebut PDI akan menang total dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilu 2024 mendatang.

“Secara keseluruhan PDI Perjuangan di Provinsi Bali akan menang total. Di semua kabupaten kota juga menang total,” ujarnya dalam acara pelantikan DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Selasa (27/6/2023).

Koster mengungkap, kemenangan total itu bisa diraih dari berdasarkan survei yang telah dilakukannya sebanyak dua kali yakni pada Agustus 2022 dan Juni 2023.

“Target yang kita canangkan baik untuk DPR RI, Provinsi ataupun Kabupaten se-Bali itu saya pastikan akan tercapai. Astungkara,” sebutnya.

Gubernur Bali itu, juga menyebut telah memasang target 95 persen untuk kemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilpres nanti.

Meski demikian, ia mengakui secara umum struktur DPD, DPC hingga ranting partai saat ini dalam kondisi relatif solid.

“Tidak seratus persen solid. Ada cetak-cetek sedikit tapi tidak apa namanya juga orang berpartai pasti ada dinamika,” sebutnya.

Ia meminta agar seluruh kader PDIP selalu solid dalam beberapa bulan kedepan menjelang Pemilu.

“Kita punya waktu efektif enam sampai tujuh bulan, maka saya minta kepada kawan-kawan agar selalu solid. Ada perbedaan ini-itu simpan dulu. Jangan dibuka ke publik,” sebutnya. (ana)

Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing di Tabanan Sepi

Peternakan kambing di Tabanan untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2023.
Peternakan kambing di Tabanan untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2023.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang peringatan hari Raya Idul Adha pada 29 Juni 2023 mendatang rupanya tidak berdampak pada peningkatan permintaan hewan kurban, khususnya Kambing.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pedagang kambing Made Tulus (46) asal Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan.

“Permintaan tahun ini memang mengalami penurunan. Kambing saya masih tersisa sekitar delapan ekor yang belum terjual,” kata Tulus, Selasa (27/6/2023).

Ia menyebut, jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu dengan tingkat harga yang hampir sama, seluruh kambingnya sudah laku terjual.

“Kalau tahun lalu, di hari seperti sekarang ini biasanya sudah habis dan tidak ada stok lagi. Bahkan, di tingkat petani juga sama,” jelasnya.

Tulus mengaku tidak mengetahui penyebab menurunnya tingkat pembelian di masyarakat. Padahal perekonomian masyarakat telah membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, harga kambing saat menjelang Idul Adha ini memang mengalami kenaikan Rp300 hingga Rp400 ribu dibanding hari biasanya.

Adapun kisaran harga harga kambing, untuk kelas A, B dan C dengan kisaran harga dari Rp2,5 juta hingga diatas Rp 3 juta. “Harga itu tergantung bobot dan tinggi kambing” sambungnya.

Untuk pesanan sendiri, sambung Tulus, lebih banyak dari Denpasar dan sebagian dari Tabanan.

“Kalau wilayah Tabanan sedikit. Kebanyakan dijual ke Denpasar. Tadi ada orang tabanan ngambil tapi cuma tiga ekor,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Didaulat Sebagai Narasumber Acara Stasiun TV Lokal

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sukses menurunkan kasus Stunting di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M, didaulat sebagai narasumber talk show live salah satu stasiun TV Lokal Bali yang juga serangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, Senin (26/6/2023) di di studio on air Gedung Pers Bali TV, Denpasar.

Kesuksesan Bupati Sanjaya beserta jajaran terkait, menjadikan Tabanan didaulat sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional tahun 2023. Hadir pula sebagai narasumber, Kepala BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih. Yang mana kegiatan talk show tersebut diapandu oleh presenter kawakan Bali, Made Sukadana Karang yang dimulai sekitar jam 16.00 Wita dan disiarkan secara langsung di Bali TV.

Bupati Sanjaya dalam kesempatan itu nampak lugas menyampaikan materi. Disampaikannya pula, bahwa selaku tuan rumah Hari Keluarga Nasional tahun 2023 Bali, Tabanan dikatakan sudah sangat siap untuk bagaimana kedepannya nanti Pemkab mensosialisasikan Harganas. Dimana Harganas ini sudah ada sejak 30 tahun yang lalu, namun di Bali terutama Tabanan belum terlalu familiar dengan hal tersebut.

“Kenapa kita harus memperingati Hari Keluarga tersebut, karena kita melihat berhasilnya pembangunan sebuah daerah berawal dari keluarga. Bahwa, keluarga itu sehat, bukan hanya sehat lahiriah tetapi batiniah juga dan kerukunan keluarga itu adalah sehat dan bahagia. Jadi, kita peringati Hari Keluarga Nasional, sehingga di Tabanan, Bali, kita sudah siap untuk melaksanakan,” ujar Sanjaya.

Hari keluarga nasional akan dibuka secara serentak oleh presiden, sementara di Provinsi Bali, puncaknya akan dilaksanakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Disamping itu, Tabanan juga mempunyai kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu, sehingga bisa disosialisasikan nanti terkait Harganas disana, agar membumi di Bali khususnya Tabanan.

“Membumi bukan semata-mata bicara stunting, tapi bagaimana Harganas ini menjadi momentum kita untuk hidup sehat secara menyeluruh batiniah dan lahiriah. Astungkara di bidang kesehatan, kemarin kita juga diapresiasi oleh Pemerintah Pusat dan Gubernur terkait penanganan Covid, juga kita terbaik dalam penanganan penanganan kesehatan, khususnya stunting,” imbuh Sanjaya.

Sebagamana diketahui, kasus stunting di Kabupaten Tabanan sudah menurun dari tahun 2021 yang sekitar 9,2 persen, sekarang turun di angka 8,2 persen. Dengan penurunan 1 persen dalam 2 tahun hal ini tergolong bagus, namun Bupati Sanjaya belum merasa puas. Kalau bicara tentang stunting, Ia sangat berkeinginan harus mencegah adanya kasus Stunting mulai sejak dini melalui kolaborasi seluruh stake holder.

“Saya yakin kedepan di Tabanan akan semakin menurun, karena apa? Karena stunting tersebut bukan persoalan di hilir tetapi kita bicarakan dari hulu terkait masalah stunting ini. Kebetulan kami juga mempunyai sebuah program Bungan Desa (Berkantor di Desa), dengan berkantor di desa semua persoalan bisa kuta lihat. Semua persoalan di desa kita lihat, termasuk salah satunya adalah Stunting,” tegas Sanjaya.

Terkait target, Ia juga tidak muluk-muluk. Sesuai target Bapak Presiden, bahwa tahun 2024 harus bisa menurun di angka 14 persen, begitu juga Bali saat ini ada di angka 8 persen, juga Tabanan dan akan terus diupayakan dan dimaksimalkan. Apalagi dikatakan Sanjaya saat ini di Tabanan sudah menggemakan Desa Bebas Stunting yang telah disosialisasikan di 133 Desa yang ada dan diharapkan mapu menurunkan angka Stunting hingga mencapai angka 5 persen khususnya di Tabanan.

Bahkan, hal ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Made Sukadana Karang selaku pembawa acara. Ia sangat memuji giat Bupati Sanjaya yang sangat serius berbicara terkiat penurunan angka stunting di Tabanan. Sukadana Karang juga memuji Bupati gemar jalan-jalan ke Desa yakni dengan program Bungan Desanya guna melihat situasi dan kondisi yang ada di masyarakat, yang juga dalam rangka memaksimalkan pembangunan daerah. (rls)

Sepekan Operasi Nusa Agung di Tabanan Jaring 3 WNA

Polisi menilang WNA yang tidak menggunakan helm di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti, Tabanan pada Senin (27/6/2023).
Polisi menilang WNA yang tidak menggunakan helm di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti, Tabanan pada Senin (27/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak tiga Warga Negara Asing (WNA) terjaring Operasi Nusa Agung 2023 yang digelar Tabanan sejak 21 Juni 2023 lalu. Operasi ini akan berlangsung hingga 16 Juli 2023 mendatang.

“Sampai hari ini sudah ada tiga WNA yang ditilang karena melanggar lalu lintas,” ujar Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Nyoman Sukadana, Selasa (27/6/2023).

Ia menyebut, dua WNA berasal dari Prancis dan Jerman ditilang di Jalan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. Kemudian, satu WNA yang juga berasal dari Perancis ditilang di Simpang Patung Jagung Bedugul, Baturiti. “Semuanya tidak menggunakan helm,” katanya.

Sukadana menjelaskan, dalam Operasi Nusa Agung ini memang difokuskan untuk mengantisipasi pelanggaran dan tindak kejahatan oleh WNA. Namun, warga lokal yang ditemukan melanggar juga akan ditindak.

Selama operasi berlangsung, pihaknya melibatkan 35 personil yang tergabung dalam Satgas Preventif, Preemtif, Banops dan Penegakan Hukum. “Kami menyasar jalur-jalur wisata yang sering dilewati wisatawan asing,” sebutnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama WNA yang datang ke Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Tabanan agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami mengimbau disiplin berlalu lintas, menggunakan pakaian yang sopan saat berkendara supaya tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak melakukan tindak pidana seperti memakai narkoba, ” ujarnya. (ana)

Sekda Dewa Indra Ajak Pemangku Kepentingan Mengerti Betul Pentingnya Peranan UMKM dan Koperasi terhadap Perekonomian Bali

 

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik terselenggaranya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2023 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali yang mengambil tema “Penguatan Ekosistem UMKM dan Koperasi melalui Inkubator Bisnis sebagai Implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, dalam Bali Era Baru”. Untuk itu, ia pun mengingatkan para Pemangku Kepentingan untuk memahami betul peranan Koperasi dan UMKM dalam rangka mendongkrak perekonomian Bali. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, di Hotel Prama Denpasar, pada Selasa (27/6/2023).

Hal itu menurutnya terbukti saat pandemi Covid-19 menghantam sektor pariwisata yang menjadi sektor ekonomi utama di Bali. Pada saat itu sektor UMKM masih kuat di tengah gempuran. “Bahkan sektor UMKM lah yang menyelamatkan perekonomian Bali. Untuk itu Dinas Koperasi Provinsi serta Kabupaten/Kota harus benar-benar mengambil posisi yang tepat dalam membangun ekosistem Koperasi dan UMKM tersebut,” jelasnya dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara I Ketut Widiana Karya, SE.

Selain itu, ia menambahkan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi, UKM Provinsi Bali mengimplementasikan konsep Ekonomi Kerthi Bali pada program prioritas sektor Koperasi dan UMKM dengan 4 (empat) strategi transformasi yaitu modernisasi koperasi, transformasi usaha informal ke formal, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi usaha, serta transformasi ke dalam rantai pemasaran global.

“Modernisasi koperasi merupakan upaya perubahan atau transformasi koperasi untuk lebih maju dalam hal organisasi/kelembagaan, tata kelola dan penerapan tekhnologi informasi serta mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan guna mewujudkan UMKM naik kelas terdapat beberapa program dan progres yang harus dilaksanakan oleh UMKM yaitu peningkatan kualitas produksi, peningkatan kualitas layanan, efesiensi operasional, peningkatan akses permodalan dan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih baik dan pangsa pasar yang lebih luas,” imbuhnya.

Selanjutnya ia pun mengajak peserta rakorda ini untuk bersama saling bersinergi terutama dalam menyusun program prioritas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan sehingga berdikari secara ekonomi dan berkeperibadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam upaya membangun dan mengembangkan Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan untuk memperkuat perekonomian Bali untuk menuju Bali Era Baru.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah I Wayan Ekadina melaporkan bahwa tujuan Rakorda Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Provinsi Bali Tahun 2023 adalah untuk koordinasi kebijakan dan program dalam rangka menyamakan persepsi pemerintahan Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta terwujudnya ekosistem UMKM dan Koperasi yang kuat dan Tangguh se sesuai dengan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali.

Adapun peserta pada acara yang berlangsung dari tanggal 27-28 Juni 2023 tersebut dikatakannya sebanyak 49 orang yang terdiri dari Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional di lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota.

Ia pun berharap melalui kegiatan ini bisa mensinkronkan berbagai program dan kegiatan antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dengan Kabupaten/Kota demi mewujudkan Ekonomi Kerthi Bali yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Jabarkan Sistem Perekonomian Adat Bali, Ny. Putri Koster Harapkan Peran Aktif Krama Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sistem Perekonomian Adat Bali (SPAB) merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat Desa Adat dari aspek perekonomian, sehingga memungkinankan penguatan Desa Adat pada aspek-aspek lainnya dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga sistem perekonomian adat Bali sebagai bagian dari sistem (tata) Pemerintahan Adat Bali diharapkan mampu menjadi sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis komunitas adat Bali (Collective Communal Economy) sebagai perwujudan nyata dari Tri Sakti Bung Karno di bidang ekonomi (berdaulat, mandiri dan berkepribadian). Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam Dialog Interaktif dengan tema ‘44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru’ dengan sub tema ‘’Perekonomian Adat Bali” dalam acara “Perempuan Bali Bicara”, di Studio Bali TV, Selasa (27/6).

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster yang kental memperjuangkan kesejahteraan perekonomian keluarga menyampaikan bahwa Sistem Perekonomian Adat Bali juga merupakan bagian dari Ekonomi Kerthi Bali dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya. Sehingga keberhasilan Sistem Perekonomian Adat Bali dalam mewujudkan Visi dan Misinya membutuhkan dukungan yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak terutama Prajuru Desa Adat, Krama Desa Adat secara keseluruhan dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali maupun Pemerintah Daeran Kabupaten/Kota di seluruh Bali, dimana Sistem Perekonomian Adat Bali
diharapkan mampu berkedudukan sebagai solusi yang terstruktur, sistematis dan komprehensif.

SPAB melalui misinya menciptakan manfaat kolektif untuk memenuhi kebutuhan lahir-bathin (sekala-niskala), individual dan kolektif, diharapkan mampu menjadi potensi dan peluang yang bagus melalui pengelolaan usaha secara kolektif atas potensi dan peluang ekonomi di desa adat (pancakreta dan panca yadnya).

Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembangunan dapat berhasil dengan efektif apabila di satu pihak ada fasilitas, kemudahan-kemudahan dan sistem pelayanan yang disediakan pemerintah, dan di lain pihak ada partisipasi atau peranserta aktif seluruh masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang besar dalam proses pembangunan, karena kondisi suatu keluarga dapat dijadikan sebagai tolok ukur terhadap kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Untuk dapat membina keluarga secara langsung dan menjangkau sasaran sebanyak mungkin, dibentuk Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang mekanisme gerakannya dikelola dan dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK di setiap jenjang. Gerakan PKK pada hakekatnya merupakan gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah, dengan prinsip kerja partisipatif. Melalui Gerakan PKK ini pula peranserta aktif segenap lapisan masyarakat dalam pembangunan ikut digalang dan ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab pembangunan, maupun dalam menikmati hasil pembangunan itu sendiri.

Ny. Putri Koster juga menegaskan agar masyarakat Bali turut aktif berperan serta dalam mengambil bagian untuk memanfaatkan peluang dan potensi yang sudah disiapkan, dimana aturan yang sudah dibuat oleh Gubernur Bali agar di mobil bagian juga.

Tidak lupa pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster juga meminta agar orang tua melakukan pengawasan terhadap putra putrinya, terutama mereka yang sedang memiliki anak di bawah umur 10 tahun, sebisa mungkin untuk tidak membiarkan anak anaknya aktif bermain gadget, terutama game yang disajikan secara online di dunia digital. Selain tidak baik untuk kesehatan mata, juga secara tidak langsung bisa membunuh sumberdaya manusianya, bukan hanya sebatas perekonomiannya. Marilah bijak dalam bermedia sosial.

Sistem Perekonomian Adat Bali merupakan solusi yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan atas masalah ketidak-adilan, ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan marginalisasi yang terjadi di Bali.

Prof. I Made Damriyasa Koordinatoe Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali menjelaskan bahwa dengan visi melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru yang di capai melalui 44 Tonggak terdapat tiga aspek, yakni aspek manusia, aspek alam dan aspek budaya yang saling berintegrasi untuk kearifan lokal.

Perekonomian desa adat dalam mewujudkan perekonomian dapat dilakukan melalui dua konsep dan peta ekonomi Bali, yakni melalui sektor pertanian, industri, UMKM, kelautan dan perikanan, dan pariwisata.

Selain itu dapat juga dilakukan solusi level micro-governance → tatakelola entitas usaha di masing-masing desa adat (Desa Mawacara) – LPD di sektor Keuangan dan BUPDA di sektor riil.

Solusi level meso-governance → tatakelola industri – LPD Induk, Bali Distribution Center (BDC), Lembaga Penyangga Likuiditas Darurat (LPDP-LPD), Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS-LPD), Lembaga Penjaminan Pinjaman (LPP-LPD), BKS-LPD. Serta solusi level macro-governance → Tatakelola Sistem Perekonomian Adat Bali (SPAB) secara keseluruhan (Bali Mawacara) – Lembaga Otoritas Perekonomian Adat Bali (SAKA Bali).
“Membangun perekonomian adat Bali, “kita harus punya konsep yang orisinil di berbagai sektor”, tegasnya.

Sementara salah satu anggota Kelompok Ahli Pembanguan Provinsi Bali Bidang Perekonomian, Kerjasama dan Investasi, DR. I Gede Made Sadguna mengatakan bahwa Sistem Perekonomian Adat Bali merupakan solusi yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan atas masalah ketidak-adilan, ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan marginalisasi yang terjadi di Bali, “Sehingga desa adat memiliki potensi dan peluang ekonomi
yang saat ini dimanfaatkan oleh wisatawan dan krama tamiu, sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa krama kita sendiri kurang jeli menangkap peluang dan potensi yang sudah disiapkan tersebut, misalnya saat ini desa adat dengan LPD-nya berdiri dan ada untuk memperkuat desa adat di segala bidang. Karena desa adat memiliki wilayah, krama dan tata pemerintahan yang didasari oleh nilai adat, agama dan budaya. Sehingga untuk mensukseskan agenda tersebut, diperlukan dukungan dan partisipasi prajuru serta krama desa adat”, ungkapnya.

Bupati Sanjaya Hadiri Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tmenghadiri Upacara Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023). 
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tmenghadiri Upacara Pelantikan Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Apresiasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M terhadap inovasi Kapolda Bali dalam mengoptimalkan pelayanan keamanan dan ketertiban di masyarakat langsung ke tingkat banjar, ditunjukkannya saat menghadiri Upacara Pelantikan dan Arahan dari Kapolda Bali kepada Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan, yang berlangsung di Lapangan Volly Bali, GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).

Pelantikan Polisi Banjar dengan tujuan, guna menciptakan suasana kondusif di masyarakat sebagai implementasi pelaksanaan tugas Polmas tersebut dipimpin oleh Kapolda Bali yang diwakili oleh Dir. Binmas Kombes Pol. Arsdo Ever P. Simatupang, S.I.K.,SH, Ketua DPRD Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Jajaran Forkopimda, Asisten III, Camat Tabanan dan Para OPD terkait.

Dilantiknya Polisi Banjar sejumlah 398 orang di wilayah Tabanan secara simbolis, merupakan suatu bentuk upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri sekaligus cara agar semakin dekat ke masyarakat untuk mempermudah penyerapan aspirasi, serta lebih cepat mengatasi kendala-kendala yang terjadi di masyarakat, mulai dari yang terdekat, yaitu banjar.

Di kesempatan itu, Dir. Binmas Kombes Pol. Arsdo Ever P. Simatupang, S.I.K.,SH yang saat itu mewakili Kapolda Bali menyampaikan ungkapan terima kasih atas sinergi dan kerjasama polisi dan masyarakat, yang selama ini bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tabanan.

“Semoga kedepannya, kita semakin meningkatkan sinergitas dan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tabanan. Polri dan masyarakat adalah dua hal yang penting dalam menjaga dan memelihara stabilitas kemanan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” disampaikan dalam arahannya siang itu.

Sebab baginya, dalam menjaga keamanan bukan saja mampu meringankan tugas Polri, namun juga mampu menunjukkan rasa saling percaya dan jiwa persatuan.

“Sinergi dan kerjasama antara Polri dan masyarakat adalah salah satu kunci menjaga keamanan setempat. Dan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Polri senantiasa melakukan demokrasi dan transformasi dalam setiap bidang,” paparnya lebih lanjut.

Atas inovasi ini, Bupati Sanjaya sampaikan apresiasinya terhadap jajaran Polda atas terobosan yang luar biasa dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Saya hari ini betul-betul berbahagia sekali karena Bapak Kapolda, punya suatu gerakan yang luar biasa. Saya juga apresiasi Bapak Kapolres yang telah hadir, kita tadi lihat sendiri bagaimana menyaksikan pelantikan polisi banjar,” sebutnya.

Sanjaya menjelaskan, Polisi Banjar merupakan suatu bentuk pertahanan keamanan yang menyatu dengan masyarakat Bali khususnya banjar, l’angsung ke lambungnya’ demikian diistilahkan. Hal tersebut mengandung arti, bagaimana tugas Polri dalam menyerap aspirasi langsung ke masyarakat.

“Sebagaimana kita di dalam Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam Visi Misi membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, kita juga langsung ke Desa, berkantor di Desa, Berkantor di Banjar, jadi ini semua sejalan. Ini bagian dari pelayanan publik, pelayanan langsung ke masyarakat” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan, keberadaan Polisi selaku sahabat masyarakat dan pengayom masyarakat sudah berada di tengah-tengah masyarakat, Sanjaya yakin masyarakat akan merasa aman, tenang dan nyaman.

“Saya yakin kita di Pemkab Tabanan, sekali lagi memberikan apresiasi terhadap gagasan polisi Banjar di Tabanan, ini keren,” imbuhnya.

Adapun tugas Polisi Banjar nantinya masih bersinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa, dengan jumlah 398 di Tabanan dan hampir 3.000 personel di seluruh Bali. Sehingga informasi bisa langsung terserap dari tingkat banjar, dan kemanan serta ketertiban dapat terjamin dan diselesaikan secara bersama.

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Pelantikan 398 Polisi Banjar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri pelantikan Polisi Banjar yang berlangsung di Lapangan Volly Ball, GOR Debes Tabanan, Senin (26/6/2023).

Dirga berharap, dilantiknya ratusan polisi banjar yang bertugas di banjar-banjar yang ada di Tabanan agar dapat mengoptimalkan pelayanan keamanan dan ketertiban di masyarakat khususnya di tingkat banjar.

Hal itu disampaikan Made Dirga usai menghadiri Upacara Pelantikan dan Arahan dari Kapolda Bali kepada Polisi Banjar di Wilayah Hukum Polres Tabanan.

Ditambahkannya jika pelantikan 398 orang polisi banjar di wilayah Tabanan ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

“Agar semakin dekat dengan masyarakat untuk mempermudah penyerapan aspirasi, serta lebih cepat mengatasi kendala-kendala apa yang terjadi di masyarakat,” tegasnya

Politisi PDIP itu pun mengapresiasi sinergi dan kerjasama antara polisi dan masyarakat, yang selama ini bersama- sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Tabanan.

“Jadi kita harapkan kedepannya sinergitas dan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tabanan dapat optimal,” imbuhnya. (ana)

Gubernur Bali Lepas Kontingen KORMI Bali Menuju Fornas VII Badung, Jawa Barat Tahun 2023

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi melepas 397 Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bali menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII Bandung, Jawa Barat pada, Senin (Soma Pon, Gumbreg) 26 Juni 2023 di halaman Jaya Sabha, Denpasar.

Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet/pegiat yang telah terpilih mewakili Provinsi Bali untuk berjuang dalam FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023. Saya yakin Kontingen KORMI Bali yang berjumlah 397 orang dan terdiri dari 299 orang atlet/pegiat, 68 orang pelatih/official, dan 30 orang pendukung sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Semoga sinar suci alam Bali merestui serta senantiasa menuntun, memberikan kecerahan, dan keselamatan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan FORNAS VII Bandung, Jawa Barat terselenggara dengan baik. Selamat berjuang, siapkan diri dengan baik, serius, serta penuh tanggungjawab, sehingga bisa meraih prestasi terbaik dan semoga sukses.

Seperti Kita ketahui bersama bahwa pada penyelenggaraan FORNAS ke VI Tahun 2022 di Palembang, Sumatera Selatan yang lalu, KORMI Bali berhasil menempati peringkat ke 15 dari 34 Provinsi dengan perolehan 56 medali (16 medali emas, 22 medali perak dan 18 medali perunggu). ”Saya berharap prestasi ini paling tidak dapat dipertahankan, kalau bisa naik lebih bagus dari peringkat 15 naik ke peringkat 10,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut semangat tepuk tangan.

Gubernur Bali, Wayan Koster memantik semangat para atlet/pegiat KORMI Bali yang akan berlaga di FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023 dengan menyiapkan bonus kepada atlet/pegiat KORMI Bali yang berhasil meraih medali emas sebanyak Rp. 25 juta, peraih medali perak disiapkan bonus Rp. 15 juta, dan peraih medali perunggu disiapkan bonus sebanyak Rp. 10 juta.

Untuk itu, Saya mohon kepada semua atlet/pegiat, pelatih, dan pendukung agar serius, menjaga kekompakan, jaga kesehatan baik – baik, dan selalu saling bergotong royong satu sama lain. Saya berharap Festival Olahraga Rekreasi Nasional ini menjadi wahana untuk terus memacu aktivitas keolahragaan masyarakat agar semakin maju di Provinsi Bali dan ikut mengharumkan nama Provinsi Bali di kancah nasional bahkan internasional.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang tercatat dalam sejarah DPR RI telah mengeluarkan Undang – Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional ini, dinilai adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan olahraga. Olahraga telah dijadikan sebagai salah satu unsur kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, menurut Gubernur Bali bahwa di era pemerintahan Presiden Republik Indonesia pertama, Bapak Ir Soekarno, olahraga mendapat tempat yang sangat terhormat dan sangat didukung oleh Pemerintah. ”Hal yang sama pula dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sesuai dengan Undang – Undang Keolahragaan wajib memberikan perhatian kepada semua Cabang Olahraga (Cabor) yang menjadi aktivitas kehidupan masyarakat,” tutup Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Ketua Kontingen KORMI Bali, Teguh Hery Susantho menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus mengapresiasi atas dukungan yang selalu diberikan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster kepada KORMI Bali. “Kami melaporkan pegiat, official dan pelatih yang berangkat ke Jawa Barat mengikuti FORNAS VII berjumlah 397 orang yang terdiri dari 299 orang pegiat, 18 orang pelatih, 50 orang official dan 30 orang sebagai pendukung atau meningkat dari Tahun 2022 saat ajang FORNAS ke VI Palembang, Sumatera Selatan yang hanya mengirim 196 orang kontingen,” lapor Teguh Hery Susantho.

Dalam FORNAS VII Bandung, Jawa Barat Tahun 2023, Kami mengikuti 21 induk olahraga yang terdiri dari 8 induk olahraga tradisi kreasi budaya, 7 induk olahraga kesehatan dan kebugaran, serta 6 induk olahraga petualangan tantangan dengan venue pertandingan tersebar di 4 Kecamatan daerah Bandung, Jawa Barat. “Target Kami di FORNAS VII Bandung, Jawa Barat berhasil meraih 30 keping medali secara keseluruhan dan dapat meningkatkan rangking KORMI Bali secara nasional, untuk itu Kami mohon doa restu, semoga ini bisa tercapai,” pungkasnya.