- Advertisement -
Beranda blog Halaman 636

Polres Tabanan Bantu Korban Banjir dan Serahkan Bansos

Jajaran Polres Tabanan melaksanakan bakti sosial membersihkan sampah sisa banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri pada Sabtu (8/7/2023).
Jajaran Polres Tabanan melaksanakan bakti sosial membersihkan sampah sisa banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri pada Sabtu (8/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Resort (Polres) Tabanan melaksanakan bakti sosial (Baksos) dan penyerahan bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak banjir di Perumahan Panorama Sanggulan.

Sebanyak 26 kepala keluarga (KK) yang mengalami kebanjiran dari Kamis (6/7/2023) hingga Jumat (7/7/2023).

Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, baksos yang dilakukan bersama jajarannya yakni gotong royong membersihkan sampah-sampah dan lumpur pasca terjadinya banjir.

“Ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang artinya menjalin hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat,” ujarnya, Kamis (8/7/2023).

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tabanan dengan bantuan satu unit kendaraan pemadam dan unit dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Tabanan untuk membersihkan lumpur dan mengangkut sampah akibat banjir.

Sementara itu, bertempat di SDN 6 Banjar Anyar, Sanggulan, pihaknya menyerahkan bansos berupa sembako yakni 30 sak beras ukuran lima kilogram dan 30 dus mie instan.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir,” imbuh Dedy. (ana)

Diterjang Banjir, Ratusan Warga dari 4 Perumahan Bertahan di Pengungsian

Salah satu warga di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, membersihkan rumahnya dari lumpur akibat diterjang banjir.
Salah satu warga di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, membersihkan rumahnya dari lumpur akibat diterjang banjir.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Banjir yang menerjang empat perumahan di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan membuat ratusan warga diungsikan sejak Jumat (7/7/2023) malam.

Informasi yang dihimpun, para pengungsi ditampung di tiga tempat, yakni di SDN 6 Banjar Anyar Sanggulan dari Perumahan Panorama dengan total 26 Kepala Keluarga (KK).

Kemudian, di TPQ Nur Arohhim Perumahan Andika Graha Sanggulan dari Perumahan Manik Asri berjumlah empat KK dan satu KK dari Perumahan BCA Land 9, serta di Musholah Al-Hijrah Lembah Sanggulan dari Perumahan Lembah Sanggulan berjumlah 35 KK.

Saat ini, beberapa warga yang mengungsi membersihkan rumahnya dari lumpur banjir sekaligus menyelamatkan barang atau perabotan rumah yang masih bisa dipakai.

Salah seorang warga, Sulhanbadri (40) di Perumahan Panorama yang mengungsi di SDN 6 Banjar Anyar sedang membersihkan rumah dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipakai.

Ia menceritakan, banjir di perumahannya terjadi sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu, ia bersama istri dan empat orang anaknya sedang berada di rumah.

“Air sempat surut, tapi hujan deras lagi sehingga air meluap dan tanggul sungai jebol akibatnya air masuk ke perumahan hampir setinggi leher,” jelasnya, Sabtu (8/7/2023).

Semua perabotan rumah hanyut terbawa air. Selain itu, warga di perumahannya berlari menuju tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Sulhanbadri menyebut, bencana banjir di lingkungan perumahannya sering terjadi dan banjir kali ini termasuk yang terparah. “Disini sering terjadi banjir tetapi tidak sampai sini, hanya sampai selatan saja,” sambungnya.

Warga lainnya, Heni Utami (44) menyebut, barang dan perabotan rumahnya hanyut terbawa air dan sisanya rusak sehingga tidak bisa dipakai lagi.

“Semua barang-barang hanyut dan berantakan. Tidak ada yang bisa dipakai seperti kasur, kompor dan peralatan lainnya,” sebutnya.

Heni mengaku, masih khawatir akan adanya banjir susulan akibat hujan deras.
“Masih ada rasa was-was karena tanggul sungai jebol. Bahkan, sekarang belum bisa melakukan pembersihan karena hujan,” imbuhnya

Ia juga berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah untuk membantu membersihkan rumah dari lumpur dan mengangkut barang-barang yang tidak bisa terpakai ke tempat pembuangan. (ana)

Wagub Cok Ace Apresiasi Gotong Royong Krama Dadia Arya Kanuruhan Selenggarakan Karya Pitra Yadnya

 

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara menghadiri rangkaian Karya Pitra Yadnya, Ngeroras, Mamukur di Balai Peyadnyan Banjar Dinas Mumbul, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Sabtu (8/7).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Bali menyampaikan apresiasinya atas semangat dari para krama Dadia Arya Kanuruhan menyelenggarakan karya Pitra Yadnya, Ngeroras dan memukur yang diikuti oleh 73 dadia Arya Kanuruhan di 7 Kecamatan di Karangasem secara gotong royong.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan bahwasannya upacara pitra yadnya merupakan salah satu wujud bakti kita kepada orang tua, dimana dalam ajaran Tri Rna yang dimaknai sebagai tiga utang yang dimiliki manusia dan wajib untuk dibayar dimana salah satunya adalah Pitra Rna atau utang pada kepada para leluhur/ para orang tua.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong krama dalam melaksanakan upacara Pitra yadnya sebagai bentuk bakti kita kepada para orang tua dan leluhur. Saya harap semangat gotong royong terus kita pupuk kedepannya baik dalam penyelenggaraan kegiatan agama maupun kemasyarakatan lainnya,“ imbuhnya.

Karya Pitra Yadnya, ngeroras dan memukur diikuti oleh peserta Ngaben sebanyak 286 sawa, metatah sebanyak 800 orang serta upacara ngeroras sebanyak 460 peserta.

Turut hadir pada kesempatan kali ini Panglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Bupati Karangasem I Gede Dana, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa serta Bupati Karangasem 2005-2015 I Wayan Geredeg.

Kondisi Lima Warga Kukuh Marga Keracunan Miras Belum Stabil

Salah satu korban keracunan miras yang dirawat di rumah sakit.
Salah satu korban keracunan miras yang dirawat di rumah sakit.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lima warga di Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, yang sebelumnya dilaporkan keracunan setelah pesta miras hingga saat ini masih mendapat perawatan intensif di RSUD Tabanan.

Kelima korban yakni I Putu Astya Wardana (24), I Putu Agus Cahyana Putra (22), I Made Deni Purnawan (19), I Wayan suta Andriana (27) dan I Putu Handika (30).

“Kondisi mereka masih lemah dan belum stabil,” ungkap Humas RSUD Tabanan I Made Suarjaya, Sabtu (8/7/2023).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil cek laboratorium, mereka mengalami intoksikasi metanol. Secara medis merupakan keracunan metanol yang diakibatkan oleh campuran minuman beralkohol dengan senyawa minuman lainnya dengan kadar melebihi batas. “Itu hasil labnya,” sambungnya.

Suarjaya mengungkap, kondisi dari lima orang pemuda yang keracunan miras. Untuk I Wayan Suta Andreana, masih alami penurunan kesadaran dengan intoksikasi metanol.

Kemudian, I Putu Agus Cahyana Putra dengan vomiting ec intoksikasi metanol. Saat ini kondisi pasien sadar, tetapi masih mengeluh mual.

I Kadek Deni Purnawan juga intoksikasi metanol dengan kondisi sudah sadar dan masih keluhan mual.

Sedangkan I Putu Astia Wardana, alami asidosis metabolik ec intoksikasi metanol. Saat ini kondisi sadar, tidak ada keluhan. Dan pasien I Putu Handika intoksikasi metanol. Saat ini kondisi pasien sadar dengan keluhan mual.

“Lima pasien itu masih mendapat perawatan. Fokus kami menghilang racun methanol pasien dan menstabil kondisi mereka kembali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kelima korban mengonsumsi miras sebanyak tiga botol dicampur minuman bersoda serta dengan makanan pendamping sate babi dan pepes lele saat ulang tahun salah satu korban yakni I Putu Agus Cahyana Putra pada Senin (3/7/2023).

Miras tersebut dibeli dari Kadek Balok, warga asal Banjar Dukuh, Tabanan seharga Rp275 ribu.

Pada Kamis (5/7/2023) pagi, salah satu korban Deni Purnawan mengalami cegukan dan sempat dibawa ke bidan untuk dilakukan pemeriksaan. Akibat, cegukan tidak hilang disertai mengalami gejala penglihatan kabur, mual dan muntah-muntah selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, korban lainnya juga mengalami gejala yang sama dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dharma Kerti dan Rumah Sakit Singasana Nyitdah. Akibat kelima korban mengalami gejala yang semakin parah akhirnya dirujuk ke RS Tabanan. (ana)

Bupati Sanjaya launching ‘SAKTI’ Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam lingkungan kerja yang seringkali penuh tekanan dan tuntutan, penting bagi ASN untuk memiliki dukungan yang memadai untuk mengatasi stres dan masalah pribadi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten meluncurkan program Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT “SAKTI” yang merupakan inisiasi dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Inovasi “SAKTI” tersebut dilounching secara resmi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, pada Jumat (7/7/2023), di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan yang ditandai dengan pembunyian Okokan. Turut mendampingi, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga diwakili anggotanya dan Sekda Kabupaten Tabanan.

Peluncuran secara resmi program yang dapat menyediakan konseling individu dan kelompok serta sesi motivasi untuk membantu ASN mengelola emosi dan meningkatkan kepuasan kerja ini, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Hadir pula Kepala/Perwakilan Instansi Vertikal dan BUMD, para Camat dan staf masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya sangat menegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Tabanan agar selalu memiliki semangat Bangga menjadi Orang Tabanan.

“Kantor birokrasi kita, kita jadikan rumah kedua kita. Sering juga saya sampaikan, kalau ingin bekerja, kita perlu semangat dan rasakan kita ini berada dimana. Kalau dikantor, jadikanlah kantor itu rumah kita. Walau tidak megah, mewah, besar, jadikan ruang kantor itu sebagai tempat yang mampu menimbulkan suasana yang baik,” ujarnya.

Maka dari itu, Sanjaya berharap kepada seluruh ASN agar membangun suasana kerja yang baik, senyaman mungkin layaknya seperti di rumah sendiri, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kalau suka aquarium, taruh aquarium di kantor. Kalau suka taman, bikin taman-taman yang indah, bukan hanya di OPD, di Rumah Sakit, di Puskesmas, di Sekolah-Sekolah, dimanapun, sehingga kita datang ke kantor merasa kantor itu merupakan bagian dari rumah kita,” serunya.

Selain itu, Sanjaya juga menekankan agar mengolah mental dengan baik dan lebih produktif dalam bekerja melalui hubungan yang baik dan kerjasama yang baik antar rekan kerja maupun pimpinan.

“Ada kawan, ada teman kita, sahabat dan pimpinan kita. Bangun lingkungan kita sebagai saudara, staf, bawahan itu adalah saudara kita. Jangan terlalu jauh baru jadi Kepala Dinas, Sekretaris, jadi Kabid, ataupun memegang jabatan, tidak pernah menyapa ataupun dengar saran bawahan. Jangan demikian,” tegasnya.

Suasan itulah yang dikatakan Sanjaya sebagai salah satu kunci sukses dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terlebih dengan adanya program SAKTI ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental, produktivitas, dan semangat kerja ASN yang pada akhirnya berdampak positif pada pelayanan publik dan efektivitas organisasi. Yang mana, dalam “SAKTI” menerapkan pendekatan berbasis IT yang menyediakan akses dan dukungan yang lebih luas bagi ASN.

Senada dengan Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku inisiator menambahkan, bahwa program ini lahir sebagai bentuk keprihatinannya dengan kondisi kerja ASN di Tabanan. Dengan pekerjaan yang begitu intens dan selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, sehingga sangat berdampak pada mental dan emosi masing-masing ASN, juga mampu menimbulkan stres bagi para ASN.

Oleh Sebab itu ditambahkannya juga, bahwa program SAKTI ini merupakan platform online ataun nantinya aplikasi mobile yang dapat diakses ASN dalam mendapatkan materi konseling dan motivasi, menjadwalkan sesi konseling, atau berpartisipasi dalam kelompok dukungan. Pendekatan ini dapat memperluas jangkauan layanan dan memungkinkan ASN untuk mendapatkan bantuan kapan saja. (rls)

Kebun Raya Bali Gelar Event Sunset di Kebun, Pertunjukan Musik dengan Konsep Intimate

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Event Sunset di Kebun Raya akan digelar di Kebun Raya Eka Karya atau yang lebih dengan Kebun Raya Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Setelah sebelumnya sukses membawa penonton menikmati musik dipadu dengan keindahan alam pada event Sunset di Kebun vol. 1 pada 2022 silam, Sunset di Kebun vol. 2 siap digelar kembali di Kebun Raya Bali pada 8 – 9 Juli 2023.

Sunset di Kebun merupakan event musik dengan keunikan tersendiri, dimana penonton dapat menikmati alunan lagu dari musisi favorit mereka secara lebih intim dan dekat, sembari menikmati pemandangan alam dari Kebun Raya dari siang hari menjelang matahari terbenam.

Selain itu gelaran ini juga menjadi sarana yang dinilai cukup efektif, untuk menyampaikan dan memperkenalkan pesan-pesan mengenai konservasi kepada generasi muda.

Sejumlah musisi nasional maupun lokal bakal mengisi line up Sunset di Kebun, Kebun Raya Bali. Beberapa di antaranya, yaitu Feby Putri, Soegi Bornean, Anda Perdana, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Leeyonk Sinatra, Nosstress, Concise, dan Pandu Sukma.

“Kami sangat antusias untuk bisa memberikan sajian musik harmoni nan santun dibalut dengan keindahan alam Kebun Raya Bali di tahun 2023 ini. Dengan mengusung tema Intimate Show penonton akan kami ajak dalam suasana lebih dekat dengan musisi favoritnya, nuansa lebih intim akan terasa lebih santai dibanding konser festival, harmoni musiknya bisa dinikmati lebih mendalam, bahkan musisipun turut berbaur dengan penonton,” ungkap Rizki Ramadhan, Project Manager Sunset di Kebun, saat menggelar jumpa pers di Kebun Raya Bali Jumat (7/7/2023).

Sementara itu Rachmat Winna Triputra atau yang biasa dipanggil Pak Tito selaku General Manager Kebun Raya Bedugul menambahkan Sunset di Kebun merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pengunjung kebun raya dan mengajak generasi muda untuk datang untuk menambah kecintaan mereka kepada lingkungan dan kekayaan tumbuhan hayati yang ada di Kebun Raya Bali.

“Kebun Raya Bali sebagai tempat konservasi mendukung acara ini dan kami sangat bersyukur dapat menggelar program musik perdana di Kebun Raya Bali yakni Sunset di Kebun Vol 2. Dengan adanya event ‘Sunset di Kebun’ ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali,” terangnya.

Tak hanya akan menghibur para pecinta musik di Indonesia, Sunset di Kebun 2023 di Kebun Raya Bali juga akan diisi dengan pemberian tanaman Begonia Tuti Suregar kepada musisi yang tampil, juga kepada penonton sebagai bentuk kepedulian menjaga konservasi alam tumbuhan.

Ditambahkannya, tiketnya yang dijual secara online pu telah laku terjual 90 persen dari kuota yang ditentukan. Namun tenang, pihak Kebun Raya tetap menyediakan tiket On The Spot tentunya dengan kuota terbatas, khususnya bagi pengunjung Kebun Raya Bedugul yang kebetulan berkunjung dan ingin menyaksikan intimate show tersebut.

“Dengan adanya event Sunset di Kebun ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali. Sebagai kawasa wisata dengan luas 157.5 hektar, Kebun Raya Bali memiliki banyak pilihan kegiatan untuk mengisi waktu,” imbuhnya. (ana)

Sambut MenPAN-RB, Bupati Sanjaya Tuntut ASN Terapkan Birokrasi Cepat, Cerdas dan Tuntas

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sambut Kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dalam rangka Mengajar ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M tuntut ASN sebagai SDM yang mampu menerapkan birokrasi yang cepat, cerdas dan tuntas, serta berfokus pada dampak kinerja, Jumat (7/7/2023).

Berlangsung secara hybrid di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan dan ditayangkan melalui siaran virtual zoom, Pemaparan materi dan diskusi yang dipimpin oleh Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si Selaku Menpan RB, dihadiri oleh Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RI beserta jajaran, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Sekda Tabanan beserta Para Asisten, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan seluruh ASN Tabanan.

Dengan Tagline “Bergerak Untuk Reformasi Birokrasi Terdampak”, Menpan RB Anas paparkan terkait pentingnya Reformasi Birokrasi yang menjadi engines of development dan sangat penting untuk diperbaiki. Hal ini sesuai dengan penjabaran arahan dari Presiden RI Joko Widodo, yang menginginkan birokrasi berdampak, birokrasi bukan tumpukan kertas dan birokrasi lincah dan cepat.

Diumpamakan dengan kendaraan, birokrasi merupakan mesin dari pemerintahan. Mesin yang baik maka jalannya pemerintah juga akan baik.

“Engines of Development sangat penting untuk kita perbaiki, dengan orientasi program yang lebih berdampak, birokrasi yang hebat, maka layanan di Tabanan juga akan hebat,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta kepala daerah untuk memangkas langkah panjang yang harus ditempuh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan guna meningkatkan optimalisasi dan efektifitas pelayanan publik di Pemerintah Daerah.

Mantan Bupati Banyuwangi 2 periode itu juga menjelaskan, fokus reformasi birokrasi ditetapkan pada aspek hilir, dengan cara penyederhanaan evaluasi reformasi birokrasi yang berfokus pada dampak kinerja bukan administrasi laporan.

Sebelumnya, proses evaluasi RB harus menempuh proses yang panjang, dan harus menjawab 259 pertanyaan, mengunggah ribuan dokumen yang perlu disampaikan. Namun kini hanya ada 26 indikator hasil yang akan dinilai.

“Ukurannya saat ini langsung ke dampak, inilah kita sebut dengan double track RB yang baru. Yang diukur di antaranya soal kemiskinan, investasi, digitalisasi, belanja produk dalam negeri, pengendalian inflasi dan sebagainya,” sebutnya.

Anas menjelaskan, kehadirannya saat ini untuk mendorong bagaimana birokrasi di Tabanan ini bisa bergerak lebih berdampak.

“Kita ini kadang sibuk tetapi dampak ke rakyatnya kurang, mudah-mudahan hari ini ada Pak Bupati, kita mendorong birokrasi kita berdampak, kenapa menjadi penting? Karena birokrasi menjadi engine perubahan di seluruh dunia, di Inggris, di Estonia dan beberapa negera, pertama yang di-reform adalah di birokrasi karna dia akan memberikan layanan baik yang bersifat langsung maupun administratif. Mudah-mudahan hari ini kehadiran Menpan RB mengajar ASN kedepannya akan berdampak,” tandasnya. (rls)

Seharian Diguyur Hujan, Puluhan Bencana Alam Terjadi di Tabanan

(Ilustrasi) Evakuasi warga yang terkena banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
(Ilustrasi) Evakuasi warga yang terkena banjir di Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah di Kabupaten Tabanan sejak Kamis (6/7/2023) malam hingga Jumat (7/7/2023) ini menyebabkan beberapa bencana alam seperti tanah longsor, banjir hingga pohon tumbang.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata saat dikonfirmasi mengatakan, laporan adanya bencana alam telah terjadi di Kecamatan Tabanan, Kediri, Marga, dan Selemadeg Timur.

“Setidaknya ada puluhan laporan bencana alam yang telah kami terima sejak siang tadi,” jelasnya, Jumat (7/7/2023).

Berdasarkan data yang diberikan, di Kecamatan Selemadeg Timur sejak pagi tadi terjadi bencana tanah longsor di Banjat Apit Yeh, Desa gunung Salak; di Banjar Jelijih Tegeh, Desa Megati tepatnya dipinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk dengan panjang kurang lebih 10 meter; di Banjar Cepaka, Desa Gadung Sari dan tanah longsor menimpa menimpa Pura Melanting di Banjar Pucuk, Desa Bantas.

Kemudian, banjir akibat meluapnya air sungai hingga naik kepermukaan jalan antara Banjar Bongan dengan Banjar Alas dan Banjar Brajingan di Desa Tegalmengkeb.
“Tanah longsor telah ditangani oleh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan nihil korban jiwa,” sebut Berata.

Selanjutnya di Kecamatan Marga, terjadi tanah longsor menimpa senderan rumah warga di Banjar Kelaci, Desa marga Dauh Puri dan Banjar Tatag, Desa kukuh dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp90 juta. Tanah longsor juga terjadi di Banjar Gunungsiku, Desa Peken Belayu yang menimpa warung milik I Made Dwi Amerta dengan kerugian material mencapai Rp55 juta.

Selanjutnya, pohon tumbang jenis rambutan menimpa pos kamling di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri dengan kerugian mencapai Rp500 ribu; pohon jenis cepaka menimpa rumah dan pelinggih warga Banjar Gereseh, Desa Payangan; pohon jenis bayur tumbang menimpa kabel PLN di Banjar Geluntung Kelod, Desa Geluntung; dan kayu cepaka menimpa rumah dan pelinggih warga di Banjar Gereseh, Desa Payangan.

Selanjutnya, tembok pagar sebelah selatan sekolah SMAN 1 Marga sepanjang 25 meter di Banjar Kuwum Ancak, Desa kuwum, roboh ke selatan dan menimpa setra akibat tergerus air hujan.

Sementara itu di Kecamatan Kediri terjadi banjir di perumahan BCA Multi Jadi dan Perumahan Panorama Sanggulan mengakibatkan sejumlah rumah terendam air hampir dua meter dan terisolasi.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tabanan, banjir akibat meluapnya air sungai juga terjadi di beberapa daerah dan menutupi akses jalan.

“Sampai saat ini tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat bencana tersebutb elum kami terima,” imbuh Berata. (ana)

KemenPan-RB Siapkan Opsi Penghapusan Tenaga Non-ASN

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPan-RB) Abdullar Azwar Anas.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPan-RB) Abdullar Azwar Anas.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tengah mempersiapkan opsi terkait penghapusan tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) pada November 2023 mendatang.
Opsi ini bertujuan agar tidak ada PHK massal.

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas mengatakan, opsi tersebut disiapkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan permasalahan tenaga non-ASN atau honorer pada transisi lima tahun atau 2018-2023.

“Tentunya opsi ini tidak bisa menggembirakan tetapi prinsipnya adalah kami tidak ingin ada PHK massal dan benar-benar harus dihindari,” jelas Abdullah usai acara mengajar ASN di lingkungan Pemkab Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Jumat (7/7/2023).

Menurutnya, penyelesaian masalah tenaga non-ASN atau tenaga honorer ini memang tidak mudah. Sebab dari 400.000 orang tenaga non-ASN justru semakinbertambah menjadi 2,4 juta.

Selain menghindari PHK massal sebut Abdullah, opsi tersebut juga menghindari pembengkakan anggaran yang signifikan serta tidak ada pengurangan pendapat non-ASN sekarang.

“Kami sedang merumuskan itu. Mudah-mudahan sebelum November nanti sudah selesai,” jelasnya.

Abdullah menyebut, pihaknya telah melakukan diskusi dengan asosiasi para bupati, walikota atau gubernur untuk mencari alternatif atau jalan tengah. Namun, belum bisa menyebutkan opsi yang diambil.

“Opsi itu sedang kita siapkan,” sebutnya.

Mantan Bupati Banyuwangi itu menambahkan, untuk lowongan ASN tahun ini sudah disiapkan sebanyak 1.030 juta dengan prioritas posisi tenaga kesehatan dan guru.

Komposisi ASN yakni 80 persen PPPK dan 20 persen fresh graduate. “Kedepan Mudah-mudahan PPPK berkurang tinggal 30 persen dan fresh graduate naik 30 persen,” sambungnya. (ana)

Sebuah Rumah Tertimpa Longsor ” Satu Selamat, Dua Lainya Masih Dalam Pencarian “

Pencarian Korban Longsor Di Banjar dinas Ngis Kaler,Desa Tribuana Kecamatan Abang Karangasem.

 

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Bencana alam tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Ngis Kaler, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (7/7/2023) pagi. Diperkirakan waktu kejadian kurang lebih pukul 06.45 Wita. Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) mendapatkan informasi kejadian tersebut dari Kabid Lapangan BPBD Karangasem. Tanah longsor yang terjadi mengakibatkan 1 rumah warga tertimbun.

Diketahui korban berjumlah 3 orang, 1 orang selamat dan 2 orang lainnya dalam pencarian. Identitas korban selamat atas nama Ni Nyoman Ririg mengalami cedera patah kaki dan dibawa ke RSUD Karangasem. Korban masih dalam pencarian atas nama I Ketut Tunas dan I Komang Aditya, dan diperkirakan tertimbun longsor.

Sebanyak 7 personil Pos SAR Karangasem diberamgkatkan ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi. Kondisi rumah rusak parah dan terlihat pohon-pohon besar yang terbawa longsoran. Sampai dengan saat ini tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban hilang. (ay/hmsdps)