- Advertisement -
Beranda blog Halaman 635

Partai Ummat Tidak Mengajukan Perbaikan Dokumen Bacaleg

Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi.
Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Masa pengajuan perbaikan dokumen persyaratan bakal calon legislatif (bacaleg) telah berakhir pada Minggu (9/7/2023) lalu.

Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi menyebut, dari 17 partai politik (parpol) ada satu yang tidak menyerahkan dokumen perbaikan.

Parpol tersebut yakni Partai Ummat yang sebelumnya mengajukan 20 bacaleg pada empat daerah pemilih (dapil) dan semuanya perempuan.

“Kami tidak diberikan alasan apapun. Pengurus partai sempat menginformasikan, kalau sampai jam sembilan malam belum datang ke KPU artinya tidak melakukan perbaikan dokumen,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Dengan begitu, sambung Sunadi, jumlah bacaleg pada Pemilu 2024 otomatis berkurang dari awal pengajuan berjumlah 446 orang.

Selain itu, sejumlah parpol juga melakukan pergantian bacaleg selama masa perbaikan dokumen. Ada yang mengundurkan diri dan digantikan dengan bacaleg lain.

Kemudian, ada juga yang mengundurkan diri tetapi parpol tersebut tidak melakukan pergantian.

“Kami merekap di pengajuan awal ada 446 bakal calon tetapi sekarang ada 420 atau ada pengurangan 26 bakal calon. Namun, data detailnya belum saya terima karena masih proses verifikasi dokumen perbaikan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil verifikasi 446 bacaleg yang diajukan 17 partai politik, hanya 88 berkas bacaleg yang berstatus memenuhi syarat (MS).

Sementara, sisanya 358 belum memenuhi syarat (BMS) sehingga dilakukan masa perbaikan pada 26 Juni – 9 Juli.

Ratusan bacaleg yang berstatus BMS itu disebabkan karena beberapa dokumen persyaratannya belum lengkap, seperti surat keterangan sehat, surat keterangan pengadilan dan ijazah yang belum dilegalisir, serta foto di aplikasi Silon tidak memenuhi standar.

Setelah verifikasi perbaikan bakal calon, akan dilakukan tahapan Penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS) 6 – 11 Agustus. Penyusunan dan penetapan DCS 12 – 18 Agustus. Pengumuman DCS 19 – 23 Agustus. Masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS 19 – 28 Agustus 2023.

Tahapan berikutnya, pengajuan pengganti DCS pasca masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS dimulai 14 – 20 September. Verifikasi atas pergantian DCS 21 – 23 September 2023.

Dilanjutkan pencermatan rancangan Daftar Calon Tetap (DCT) 24 September – 3 Oktober 2023. Penyusunan dan penetapan DCT 4 Oktober – 3 November 2023. Untuk pengumuman DCT dilaksanakan pada 4 November 2023. (ana)

433 Kasus DBD Tercatat di Tabanan, 3 Meninggal Dunia

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan selama pertengahan 2023 ini. Bahkan, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tabanan, pada Januari – Juni 2022 lalu tercatat 366 kasus sedangkan pada 2023 tercatat 433 kasus.

Dengan rincian pada Januari berjumlah 79 kasus, Februari 46 kasus, Maret 56 kasus dengan satu kasus kematian, April 80 kasus dengan satu kasus kematian, Mei 97 kasus, dan terbaru Juni 75 kasus dengan satu kasus kematian.

Koordinator Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Diskes Tabanan Gede Ngurah Upadana mengatakan, kasus kematian terbaru pada akhir Juni lalu ini menimpa balita usia 3 tahun.

“Pasien sempat mendapat penanganan di RS Puri Bunda Tabanan,” jelasnya, Selasa (11/6/2023).

Sementara itu, Upadana menjelaskan, tingginya kasus DBD ini disebabkan cuaca tidak menentu yang kadang panas dan hujan sehingga mempercepat pertumbuhan vektor DBD yakni nyamuk Aedes Aegypti.

“Selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga masih rendah,” sambungnya.

Ia menegaskan, penanganan kasus DBD yang terbaik adalah rutin melaksanakan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal.

Adapun pelaksanaan fogging sebenarnya tidak efektif untuk menekan penyebaran DBD sebab fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa.

“Telur dan jentik nyamuk tidak bisa mati dengan fogging sehingga satu sampai dua minggu lagi akan menjadi nyamuk dewasa,” papar Upadana. (ana)

Bunda Paud Tabanan Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke Jenjang Sekolah Dasar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud perhatian Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terhadap sistem pembelajaran siswa siswi usia dini dan dalam rangka melaksanakan program kesiapan bersekolah bagi Satuan PAUD ke jenjang Sekolah Dasar, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, buka Sosialisasi bertajuk “Transisi PAUD Ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan”, Selasa (11/7/2023).

Di mana, kegiatan ini berlangsung di Warung Makan Nami Rasa, Desa Buruan, Penebel dan dihadiri oleh BPMP Provinsi Bali selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Sekban Bappeda, Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Pengawas SD Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Ketua K3S Kecamatan Se-Kabupaten Tabanan, Organisai perhimpunan guru se-Kabupaten Tabanan, serta para kepala sekolah TK dan SD yang mewakili di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini selaras dengan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang telah meluncurkan ‘Merdeka Belajar’ Episode ke-24, atau transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Gerakan ini merupakan respon serius Pemerintah dalam menyikapi banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya masuk ke kelas 1 SD tanpa mengikuti Pendidikan PAUD, atau, situasi di mana pada masa PAUD, anak-anak sudah difokuskan untuk memiliki kemampuan Baca, Tulis, Hitung atau Calistung.

Hal ini tentunya mendapat perhatian dari Bunda Paud Tabanan, di mana, pada kondisi ini akan menyebabkan anak-anak tidak lagi menikmati proses belajar atau kurang memiliki kemampuan dasar saat anak langsung masuk ke Sekolah Dasar.

Saat ini masih sering terjadi kesalahpahaman tentang baca, tulis dan hitung atau Calistung, pada Pendidikan anak usia dini dan Pendidikan dasar kelas awal. Padahal, dalam membangun kemampuan pada anak, perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan, agar manfaat baik dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.

Ketidaksinambungan antara pembelajaran di PAUD dan SD kelas awal, diharapkan untuk dapat dihilangkan, sehingga anak dapat belajar dengan optimal sekaligus juga menghindari kesalahan dan tindakan yang tidak tepat dalam rangka menstimulasi perkembangan anak.

“Saya selaku Bunda PAUD Tabanan, besar harapan saya untuk guru-guru PAUD agar tidak mengajarkan Calistung secara massif atau memaksa dan bisa advokasi ke orang tua yang menuntut anaknya bisa baca, tulis dan menghitung di sekolah PAUD, karena mereka masih di masa bermain yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

Di kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas perhatian dan kerjasamanya sehingga kegiatan sosialisasi ini dapat terwujud.

“Kami berharap sinergi dan perhatian ini akan selalu terbangun secara berkelanjutan untuk dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Kabupaten Tabanan,” kata Bunda Rai.

Lebih lanjut, Bunda Rai juga memberikan motivasi secara konsisten kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah memberikan andil besar dalam membentuk karakter anak-anak Tabanan yang berkualitas, terlebih dalam Pendidikan usia dini.

Baginya, mengajar anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar tidaklah mudah, sebab memerlukan suatu kesabaran, ketelitian, semangat, serta komitmen cinta kasih yang luar biasa terhadap anak-anak.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik, sehingga anak-anak juga menjadi lebih ceria, bahagia sehingga apa yang kita didik dan ajarkan bisa diserap dengan baik” lanjut Bunda Rai.

Ketua TP PKK Pemprov Sosialisasikan Upaya Bali ” Wujudkan Energi Bersih “

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara intensif mensosialisasikan capaian program Pemprov Bali yang terangkum dalam “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru”. Mengangkat tema ‘Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih’, Ny. Putri Koster hadir menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang disiarkan langsung dari Studio RRI Denpasar, Senin (10/7/2023).

Acara dialog juga menghadirkan dua narasumber lain yaitu Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa dan Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur Prof. Ida Ayu Dwi Giri Antari.

Memulai paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengetahui dan memahami program yang tengah dilaksanakan oleh Pemprov Bali sebagai penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “TP PKK sebagai partner pemerintah mengambil bagian dalam menggerakkan partisipasi aktif masyarakat. Agar tergerak, mereka harus paham terlebih dahulu. Ya, salah satu caranya adalah sosialisasi melalui media,” ucapnya.

Kali ini, TP PKK Bali secara khusus membahas program Pemprov Bali dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dengan kebijakan energi bersih. Menurutnya, ini merupakan kebijakan yang sangat positif agar secara bertahap Bali mampu melepaskan ketergantungan dari daerah lain. “Kemandirian sangat dibutuhkan. Kalau tergantung dan suatu saat ada masalah atau diputus, kita kelimpungan. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan pasokan energi listrik yang besar,” urainya.

Untuk itu, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini mengajak masyarakat merubah mindset agar berpikir optimis tentang program pemerintah. “Jangan di awal sudah pesimis dan menganggap sulit untuk diwujudkan. Ini penting, karena dalam melaksanakan program, pemerintah sangat membutuhkan kepercayaan dan rasa optimis masyarakat,” urainya.

Sementara itu, Prof. Damriyasa dalam paparannya menerangkan bahwa saat ini Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster tengah mengupayakan terwujudnya kemandirian energi. Ia berpendapat, langkah Gubernur Koster ini patut mendapat acungan jempol karena Bali sangat membutuhkan kemandirian dalam pemenuhan energi. “Sangat urgen, karena saat ini 70 persen kebutuhan energi kita tergantung dari luar,” cetusnya. Posisi Bali makin rawan karena support listrik dari Jawa disuplai melalui kabel bawah laut. “Posisi Bali sangat rentan. Kalau kabelnya ada masalah atau bahkan putus, maka akan gelap,” sebutnya. Bertolak dari fakta itu, Gubernur Koster memberi atensi serius dan mengambil langkah yang tepat dalam upaya mewujudkan kemandirian energi. Tak hanya memikirkan tentang kemandirian, Gubernur Koster sekaligus juga merancang kebijakan pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan. “Beliau sangat paham, energi yang kita manfaatkan selama ini dan sebagian besar dipasok dari luar itu tak ramah lingkungan karena memanfaatkan fosil dan batubara,” urainya.

Masih dalam paparannya, Prof. Damriyasa menginformasikan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Bali seperti Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2029 Tentang Bali Energi Bersih, Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai serta Surat Edaran SE Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS Atap. Damriyasa menegaskan, seluruh upaya itu diarahkan untuk mencapai target zero emission pada tahun 2045. Untuk mencapai target tersebut, ia sangat berharap dukungan masyarakat terhadap program di bidang energi yang saat ini tengah dilaksanakan Pemprov Bali. “Masyarakat harus paham, energi yang kita gunakan jangan sampai merusak lingkungan karena sebagai daerah tujuan wisata, Bali sangat membutuhkan alam yang indah dan bersih,” bebernya.

Menambahkan penjelasan Prof. Damriyasa, Prof. Giri Antari mengedukasi masyarakat tentang dampak pemanfaatan energi yang bersumber dari bahan baku seperti fosil dan batubara. Selain jumlahnya terbatas, sumber energi ini juga berdampak serius bagi lingkungan. Mengingat besarnya energi yang dibutuhkan Daerah Bali, ia sangat mengapresiasi Gubernur Koster yang telah mengambil langkah tepat untuk mewujudkan kemandirian Bali dalam pemenuhan energi bersih.

Bencana di Tabanan Bertambah Jadi 225 Titik, Kerugian Ditaksir 20 M

Jalan jebol akibat hujan deras di Banjar Dinas Piling Kawan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel.

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan menyampaikan data terbaru jumlah titik bencana akibat hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data per 7 – 9 Juli 2023 tercatat 225 titik bencana yang tersebar di sepuluh Kecamatan Tabanan.

Dengan rincian di Kecamatan Marga 21 titik, Kerambitan 7 titik, Selemadeg Barat 24 titik, Penebel 76 titik, Kediri 18 titik, Tabanan 18 titik, Selemadeg Timur 9 titik, Selemadeg 7 titik, Pupuan 45 titik dan Baturiti 3 titik.

“Data ini masih bersifat sementara. Tadi saya dapat dua laporan lagi dari Pupuan. Kemungkinan akan ada laporan lagi yang masuk,” jelas Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, Senin (10/7/2023).

Ia menjelaskan, dari seluruh bencana seperti banjir, tanah longsor yang menutup akses jalan hingga kerusakan fasilitas lainnya ada yang telah selesai ditangani dan masih dalam proses penangan oleh pihaknya bersama warga sekitar.

Sementara itu, untuk kerusakan berat seperti jalan jebol yang terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Kuwum, Marga; Desa Riang Gede dan Desa Mengesta, Penebel; Banjar Piling Kawan, Desa Mangesta, diperlukan penanganan lebih lanjut dengan melibatkan dinas PUPRPKP.

“Nanti anggaran dan proses perbaikannya akan melibatkan instansi pemerintah yang terkait,” ungkapnya

Srinadha menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana alam ini. Namun, ia memperkirakan kerugian material mencapai Rp20 miliar.

“Perkiraan kerugian itu dilihat berdasarkan kerusakan infrastruktur dan juga masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.

Layanan Air Bersih Terganggu, Perumda Badung Minta Pemakluman

Direktur PDAM Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa.
Direktur PDAM Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Kabupaten Badung meminta permakluman.

Hal itu dikarenakan gangguan pasokan air bersih kepada masyarakat di beberapa wilayah.

Distribusi air bersih itu terganggu akibat hujan deras dalam beberapa minggu terakhir.

Direktur PDAM Tirta Mangutama I Wayan Suyasa mengatakan, pihaknya telah menerima dan mengevaluasi keluhan masyarakat.

“Pasokan air bersih ini menjadi keruh akibat hujan deras, bahkan beberapa kali aliran air juga kami matikan untuk mengurangi efek kekeruhan,” terang Wayan Suyasa, Minggu (9/7/2023).

Ia menambahkan, pasokan air Perumda Air Minum Tirta Mangutama keruh akibat bercampur lumpur serta sampah kayu dan dedaunan.

“Kami upayakan setiap hujan deras dan airnya keruh lagi akan dibersihkan lagi. Kalau dibiarkan pompa bisa rusak dan air akan semakin tercampur dengan lumpur,” tambahnya.

Suyasa berharap masyarakat memaklumi adanya gangguan pasokan air bersih ini.

“Kami mempersilahkan bagi pelanggan yang ingin meminta air bersih melapor ke kepala lingkungan (kaling) setempat agar secara terdata kami layani,” imbuhnya. (ann)

Longsor Lenyapkan Kantor Desa Adat Karyasari di Pupuan

Kondisi Kantor BUMdes dan LPD Desa Karyasari di Kecamatan Pupuan akibat longsor pada Jumat (7/7/2023).
Kondisi Kantor BUMdes dan LPD Desa Karyasari di Kecamatan Pupuan akibat longsor pada Jumat (7/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan pada Jumat (7/7/2023) lalu mengakibatkan longsor yang membuat lenyap Kantor Desa Adat Karyasari di Kecamatan Pupuan.

Perbekel Karyasari I Wayan Muliastra mengatakan, selain menghilangkan gedung kantor Desa Adat, longsor juga menghilangkan gudang BUMDes.

Dua gedung yang masih satu area itu tergerus ke Tukad Yeh Mada yang memiliki kedalaman lebih dari 25 meter.

“Yang tersisa hanya gedung kantor BUMDes dan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) berada di lantai dua. Namun, tidak bisa dipakai karena sebagian pondasinya tergerus,” ujarnya, Minggu (9/7/2023).

Ia menjelaskan, peristiwa itu juga menghilangkan sejumlah mesin pembuatan gula semut milik BUMDes. Termasuk satu unit mobil pikap milik BUMDes turut terbawa longsor. “Untuk mobilnya sudah diderek kemarin,” sambungnya.

Muliastra menceritakan, saat musibah itu terjadi ia hendak keluar dari kantor desa untuk memeriksa laporan mengenai rumah warga yang tertimpa longsor sekitar pukul 12.00 WITA.

Kemudian, ia mendengar suara gemuruh bersama dengan teriakan warga di utara bangunan yang longsor itu meminta beberapa orang di dalam gedung segera keluar. “Astungkara tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Muliastra menjelaskan, saat ini sekeliling gedung kantor BUMDes dan LPD Karyasari telah diberi pembatas untuk menghindari adanya warga yang datang ke lokasi. Apalagi kondisi tanah di sekitar gedung masih labil.

Ia memperkirakan, kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan lebih dari Rp2,3 miliar. “Tapi itu kerugian materinya. Untuk kepentingan upacara belum dihitung. Karena di bawah itu kan ada setra. Nanti malam akan kami sikapi saat rapat bersama desa adat,” imbuhnya. (ana)

3 Ribu Penonton Ramaikan Sunset di Kebun Raya Bali 

Ribuan penonton menyaksikan konser musik Sunset di Kebun Volume 2 di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Minggu (9/7/2023).
Ribuan penonton menyaksikan konser musik Sunset di Kebun Volume 2 di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Minggu (9/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pergelaran Sunset di Kebun Volume 2 yang berlangsung di Kebun Raya Eka Karya (Kebun Raya Bedugul), Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan sukses menyedot antusiasme penonton.

Event musik yang mengusung konsep intimate show ini digelar selama dua hari, yakni Sabtu (8/7/2023) kemarin hingga hari ini, Minggu (9/7/2023).

Sunset di Kebun dimeriahkan musisi nasional maupun lokal seperti Feby Putri, Soegi Bornean, Anda Perdana, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Leeyonk Sinatra, Nosstress, Concise, dan Pandu Sukma.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (9/7/2023), ribuan penonton duduk berjejer di depan panggung sejak acara dimulai pukul 13.00 WITA hingga berakhir pukul 18.00 WITA.

Mereka tampak antusias menonton penampilan Concise, Leeyonk Sinatra, Nosstress dan Feby Putri sembari menikmati pemandangan alam dari Kebun Raya dari siang hari hingga menjelang matahari terbenam.

Project Manager Sunset di Kebun Rizki Ramadhan mengatakan, jumlah penonton pada pergelaran hari kedua ini mencapai 2.000 orang dari total tiket yang terjual yakni 3.000 tiket.

“Hari ini penontonnya lebih banyak dibandingkan kemarin karena cuacanya cerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain dijual secara online, pihaknya juga tetap menyediakan tiket on the spot untuk pengunjung Kebun Raya Bedugul yang kebetulan berkunjung dan ingin menyaksikan intimate show Sunset di Kebun.

“Hampir 60 persen penonton dari luar kota Tabanan, seperti Denpasar dan sekitarnya,”

Pada event Sunset di Kebun 2023 ini juga diisi dengan pemberian tanaman Begonia Tuti  Siregar kepada musisi yang tampil dan penonton sebagai bentuk kepedulian menjaga konservasi alam tumbuhan.

“Dengan adanya event Sunset di Kebun ini diharapkan generasi muda bisa mengenal Kebun Raya Bali sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Bali. (ana)

Bentuk Bhakti kepada Leluhur dan Gotong Royong, Wagub Cok Ace Apresiasi Rangkaian Karya Pitra Yadnya Banjar Adat Kutuh Kelod

 

PANTAUBALI.COM, GIANYAR  – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati di dampingi oleh Penglingsir Puri Saren Ubud menghadiri rangkaian Karya Pitra Yadnya, Nglungah, Metatah, Ngasti lan Mendak Nuntun Banjar Adat Kutuh Kelod, Desa Adat Kutuh, Minggu (9/7).

Karya Pitra Yadnya ini sendiri rutin dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun di Banjar Adat Kutuh Kelod. Terdapat tiga jenis Karya Pitra Yadnya yang diselenggarakan oleh Banjar Adat Kutuh Kelod antara yaitu upacara Atma Wedana, upacara Ngelungah dan upacara Metatah.

Atma wedana sendiri merupakan upacara yang bertujuan untuk mensucikan atma pitara seusai upacara ngaben dilakukan sebelum melinggihang atau memposisikan atma sang leluhur. Upacara ngelungah adalah upacara pengabenan jika sawa yang meninggal masih berupa janin yang sudah sempurna atau anak yang belum tanggal gigi. Sedangkan upacara metatah, mepandes atau mesangih merupakan upacara potong gigi yang dilakukan ketika anak telah memasuki usia remaja sebagai bentuk pembersihan dan pengendalian diri dari enam musuh dalam diri manusia yang disebut Sad Ripu.

Prajuru Banjar Kutuh Kelod menyampaikan bahwa untuk tahun ini jumlah peserta Karya Pitra Yadnya Atma Wedana mencapai 42 sawa, peserta ngelungah 11 sawa dan peserta metatah atau mepandes mencapai 27 orang. Semua peserta merupakan krama Banjar Adat Kutuh Kelod yang mana kegiatan karya juga dilaksanakan dengan diakomodir oleh Banjar Adat.

Disisi lain Wakil Gubernur Bali sangat mengapresiasi pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini. Menurutnya karya ini merupakan bentuk Sradha Bhakti para sentana kepada leluhurnya. Cok Ace juga berharap kegiatan ini dapat terus rutin dilaksanakan oleh krama banjar adat sehingga dapat membantu para krama dan sentana untuk melaksanakan kewajibannya kepada leluhur. Dengan pelaksanaan yang dilaksanakan secara gotong-royong seperti ini menurutnya tentu akan sangat meringankan dalam hal biaya yang perlu dikeluarkan terlebih jika karya tersebut dikoordinir oleh banjar atau desa adat, tentu pembiayaannya akan jauh lebih murah. Krama Banjar Adat Kutuh kelod juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bali karena telah turut memberikan perhatian serta ngerastiti yadnya masyarakat Kutuh Kelod. Sementara puncak karya pitra yadnya akan dilaksanakan pada Soma Paing Warigadian, 10 Juli 2023.

BPBD Tabanan Catat 60 Titik Bencana Alam di Tabanan

Pembersihan tanah longsong dengan alat berat di Banjar Dinas Perean, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Pembersihan tanah longsong dengan alat berat di Banjar Dinas Perean, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat 60 titik bencana alam telah terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak Kamis (6/7/2023).

“Sampai hari ini ada 60 laporan titik bencana alam dan nihil korban jiwa,” ujar Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, Sabtu (8/7/2023).

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi merata di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan. Titik bencana terbanyak ada di Kecamatan Marga sebanyak sebelas titik, Selemadeg Barat dan Selemadeg masing-masing delapan titik serta Selemadeg Timur sebanyak tujuh titik.

“Yang paling banyak tanah longsor dan pohon tumbang. Sedangkan banjir hanya terjadi di empat titik perumahan di Sanggulan Kediri,” sebutnya,

Adapun dari 60 titik bencana, sambung Srinadha, sebanyak 38 titik telah ditangani dan sisanya 22 titik belum ditangani karena kekurangan alat berat untuk membuka akses jalan akibat tertutup tanah longsong setebal 2 meter.

“Untuk bencana alam ringan juga ditangani oleh masyarakat sekita,” ungkapnya.

Sementara, pihaknya masih belum bisa memperkirakan total kerugian material yang diakibatkan dari seluruh bencana alam ini.

“Kami baru menerima laporan mentahnya dan jumlah kerugian material belum diketahui,” imbuh Srinadha.  (ana)