- Advertisement -
Beranda blog Halaman 634

Koster Kembali Berikan Hibah Tanah ke Dua Desa Adat di Abiansemal

Gubernur Koster menyerahkan hibah tanah kepada krama Desa Adat Ambengan dan Desa Adat Ayunan di Kecamatan Abiansemal, Rabu (10/5/2023).
Gubernur Koster menyerahkan hibah tanah kepada krama Desa Adat Ambengan dan Desa Adat Ayunan di Kecamatan Abiansemal, Rabu (10/5/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menghibahkan tanah untuk kepentingan desa dinas dan desa adat.

Rabu (10/5/2023), hibah diberikan kepada dua desa adat yakni Desa Adat Ambengan dan Desa Adat Ayunan di Kecamatan Abiansemal.

Luas tanah keseluruhan yang dihibahkan mencapai 3,3 hektar. Sebagian besarnya dihibahkan ke Desa Adat Ambengan untuk Pura Prajapati dan Pura Melanting.

Selain itu, setra, PKD (Panwaslu Kelurahan Desa), balai banjar, balai subak, serta Pura Melanting.

Sedangkan, Desa Adat Ayunan kebagian lahan seluas 70 are untuk dimanfaatkan sebagai karang ayahan desa.

Penyerahan hibah tanah ini disaksikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Koster menyebut, hibah lahan ini sebagai upaya menuntaskan konflik agrasi sejak 1920.

Selain itu, aset lahan Pemprov Bali banyak bertebaran dengan luas yang bervariasi.

Beberapa di antaranya sudah ditempati masyarakat selama puluhan tahun.

“Bagi warga yang sudah menempati sejak 1920 seperti di Desa Adat Ambengan dan belum punyai kepastian hukum, oleh karena itu tanah ini dihibahkan ke Desa Adat Ambengan dan Desa Adat Ayunan,” kata Koster.

Penyerahan hibah lahan ini disambut rasa senang oleh warga. Salah satunya Made Suarta (50) yang di kesempatan itu menjadi salah satu perwakilan warga penerima hibah di Desa Ambengan.

Suarta mengatakan, hibah ini membuat keluarganya tenang karena secara hukum sudah ada kepastian.

“Sebelumnya tanah yang kami tempati merupakan tanah temurun dari kakek di 1990, namun setiap hari kami selalu cemas terutama jika sewaktu-waktu tanah yang ditempati akan diambil,” ungkap Suarta. (ann)

Pria Sepuh di Sangeh Bunuh Diri di Kandang Babi

Polisi dan petugas medis melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad INS yang bunuh diri di kandang babi, Rabu (10/5/2023).
Polisi dan petugas medis melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad INS yang bunuh diri di kandang babi, Rabu (10/5/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pria sepuh di Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, berinisial INS nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kandang babi, Rabu (10/5/2023) pagi.

Pria berusia 73 tahun itu diduga nekat bunuh diri karena depresi dengan penyakit yang dideritanya.

Informasi yang diperoleh menyebut, korban ditemukan sudah dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 06.00 WITA.

Padahal sebelumnya, INS masih terlihat ada di sekitar rumah oleh salah seorang anaknya sekitar 30 menit sebelumnya.

Sementara itu, I Nyoman Sujana (50) mengaku sering mendengar INS berteriak kesakitan. Kebetulan Sujana merupakan tetangga INS.

“(INS) Sebelumnya ada riwayat prosrat dan batu empedu. Memang masih dalam perawatan. Sering sekali saya mendengar teriakannya dan anak INS juga selalu memperhatikan bapaknya,” tutur Sujana.

Petugas Polsek Abiansemal yang tiba di rumah korban kemudian melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas Polsek Abiansemal I tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh INS.

Di sisi lain, pihak keluarga mengikhlaskan kejadian yang menimpa INS sebagai musibah dan tidak meneruskannya secara hukum. (ann)

Peserta Festival Anggrek Mengikuti Agro Tour ke Kebun Benih Holtikultura

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada memandu para Peserta Festival Anggrek Internasional Tahun 2023.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada memandu para Peserta Festival Anggrek Internasional Tahun 2023.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Di sela-sela pelaksanaan Festival Anggrek Internasional 2023 yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, para peserta diajak untuk mengikuti agro tour, Rabu (10/5/2023).

Peserta yang berasal dari DPD dan DPC Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) dari sejumlah daerah diajak mengunjungi sejumlah objek yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan tanaman anggrek.

Dipandu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, rombongan mengawali kunjungan ke Kebun Benih Hortikultura Luwus Kabupaten Tabanan.

Kebun benih ini dikelola oleh UPTD Balai Perbenihan Pengawasan Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali.

Kadistanpangan Wayan Sunada secara khusus menjelaskan tentang pengembangan anggrek yang mulai diintensifkan di balai ini.

“Benih tanaman anggrek juga kita kembangkan di sini. Saat ini jumlahnya memang belum banyak, tapi ke depannya akan terus kita tambah. Untuk hasil yang lebih baik, kita juga kembangkan melalui kultur jaringan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia sangat berharap masukan dari para penghobi yang telah berpengalaman dalam pengembangan tanaman anggrek. Sunada menambahkan, pengembangan di balai benih difokuskan pada anggrek lokal Bali.

“Kita akan kembangkan spesies anggrek Bali ke hybrid sehingga kualitasnya akan lebih baik,” imbuhnya.

Melalui berbagai upaya yang terus dilakukan, ia optimis pada pelaksanaan festival anggrek internasional tahun depan, sentra pembibitan di balai benih akan jauh lebih berkembang.

“Sehingga kalau tahun depan bapak dan ibu berkunjung lagi ke sini, suasananya sudah makin segar. Festival anggrek rencananya akan kita selenggarakan setiap tahun,” sebutnya.

Selain pengembangan anggrek, balai benih ini juga melakukan pembibitan beragam tanaman holtikultura, khususnya buah-buahan.

Di atas lahan seluas 5 hektar itu, balai benih mengembangkan bibit tanaman jeruk, durian, manggis, alpukat, jamur, bunga gumitir hingga bibit cabai.

Menurutnya, tanaman yang dikembangkan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan upacara di Bali.

“Kami juga mengembangkan bibit cabai, karena tanaman ini memegang peranan penting dan kerapkali menjadi pemicu inflasi,” tuturnya.

Setelah berkeliling di balai benih, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bedugul.

Di sini, peserta agro tour secara khusus mengunjungi taman anggrek. Di atas areal seluas 0,5 hektar itu, Kebun Raya Bedugul mengoleksi  287 jenis tanaman anggrek.

Para peserta nampak antusias melihat-lihat koleksi anggrek Kebun Raya Bedugul yang sebagian merupakan spesies langka.

Kunjungan peserta agro tour berakhir di Duta Orchid Garden dan selanjutnya rombongan kembali ke lokasi festival di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.

Seorang Mahasiswa di Marga Bunuh Diri, Tubuh Terlilit Plaster dan Tangan Bertulis “HELL”

Polisi dan petugas Puskesmas Marga I melakukan pemeriksaan luar pada jasad KDK yang ditemukan tewas karena bunuh diri, Rabu (10/5/2023).
Polisi dan petugas Puskesmas Marga I melakukan pemeriksaan luar pada jasad KDK yang ditemukan tewas karena bunuh diri, Rabu (10/5/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – KDK (22) seorang mahasiswa asal Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga ditemukan tewas gantung diri di ladang milik orang tuanya, Rabu (10/5/2033) sekitar pukul 10.00 WITA.

Jasad korban pertama kali ditemukan ibu kandungnya di pohon kamboja depan gubuk yang ada di ladang miliknya.

Saat ditemukan beberapa bagian tubuh korban yaitu mulut, dada, perut, kedua pergelangan kaki dan tangannya terlilit plaster warna krem.

Adapun barang bukti lain yang ditemukan yaitu buku agenda terbukus tas plastik putih yang bertuliskan pesan dari korban dan kursi kayu yang sudah rebah.

Selain itu, pada tangan kiri korban juga di temukan tulisan dari bolpoin bertuliskan HELL dan juga gambar Kapak serta huruf Z berisi angka 2000-2023.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Nyoman Subagia mengungkap, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri karena mengalami depresi.

“Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak di temukan tanda tanda kekerasan,” ujar AKP Nyoman Subagia, Rabu (10/5/2023).

Berdasarkan penuturan ibu korban, pada Selasa (9/5/2023) sekitar pukul 22.00 WITA, korban berpamitan akan ke rumah temannya. Sampai keesokan harinya korban tidak pulang ke rumah.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 WITA ibu korban pergi ke ladang untuk memberi makan sapi dan ayam.

“Sesampainya di ladang, saksi melihat korban dalam keadaan tergantung di pohon kamboja depan gubuk miliknya. Saksi kaget dan langsung pergi minta tolong kepada masyarakat setempat,” papar Subagia.

Atas kejadian ini, keluarga mengiklaskan kematian korban dengan membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum dan menolak dilakukan autopsi. (ana)

DPRD Tabanan Rancang Rekomendasi Pergantian Nama Ibu Kota

Tari Jayaning Singasana yang diciptakan untuk ikut mengenalkan nama Singasana sebagai ibu kota Tabanan yang baru.
Tari Jayaning Singasana yang diciptakan untuk ikut mengenalkan nama Singasana sebagai ibu kota Tabanan yang baru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan bersama pemerintah kabupaten menggelar rapat internal untuk membahas rekomendasi pergantian nama ibu kota Tabanan menjadi Singasana, Rabu (10/5/2023).

Sebelumnya, penamaan ibu kota Singasana telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Hari Lahir Ibu Kota, Lagu Hymne dan Mars Kabupaten Tabanan.

Pergantian nama ibu kota ini akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bisa ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, penamaan ibu kota baru ini berdasarkan usulan masyarakat, kajian sosiologi, sejarah dan budaya yang tertuang dalam naskah akademis (NA).

“Tentunya kami amati apa yang menjadi penamaan Singasana itu, apakah sudah mendapat kajian-kajian sejarah agar tidak ada pertentangan dengan sumber sejarah lain,” jelas Eka Putra Nurcahyadi.

Ia menyebut, usulan yang diajukan pemda memang sudah diwakili oleh beberapa komponen masyarakat atau adat yang ada di sepuluh kecamatan, majelis alit, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat lain. Bahkan usulan tersebut sudah ditandatangani seratus lebih komponen masyarakat.

“Ini baru menjadi usulan, kami harapkan akan mendapatkan keputusan SKPP. Nantinya kami akan menyesuaikan lagi baik dari Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, Pergub yang masih menyebut nama kota Tabanan diganti menjadi Singasana,” kata Eka Nurcahyadi.

Eka menambahkan, secara geografis kawasan Ibu Kota Singasana mencakup tiga desa di Kecamatan Tabanan, yaitu Desa Delod Peken, Dauh Peken, Dajan Peken dan perbatasan Tukad Yeh Panahan. (ana)

Wagub Cok Ace Jadi Inspektur Peringatan HUT Kota Bangli Ke-819

Wagub Cok Ace menjadi inspektur pada Peringatan HUT Kota Bangli ke-819
Wagub Cok Ace menjadi inspektur pada Peringatan HUT Kota Bangli ke-819

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menjadi inspektur pada Peringatan Hari Lahir Kota Bangli ke-819 di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (10/5/2023).

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan, selamat memperingati Hari Lahir Kota Bangli ke-819 kepada segenap warga Kabupaten Bangli.

Semoga Peringatan Hari Lahir Kota Bangli ke-819 tahun ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli yang telah berperan aktif dan bahu membahu berupaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala, memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bangli pada khususnya dan Provinsi Bali pada umumnya.

Menurut Wagub Cok Ace dengan mengusung tema “Bangli Jengah” pada peringatan tahun ini, yang dalam Bahasa Sansekerta disebut Hrih yang berarti memiliki rasa malu.

Jengah juga identik dengan suasana perasaan bercampur aduk antara malu dan semangat yang tinggi untuk menumbuhkan inovasi dan bangkit dari keterpurukan serta memiliki sifat-sifat dinamik yang menjadi pangkal segala perubahan.

Lebih jauh ungkapan jengah merupakan spirit yang sangat kuat bagi orang Bali untuk terus bekerja keras, bangkit dari keterpurukan agar tidak menanggung malu.

Spirit jengah sarat akan nilai-nilai yang mendalam bagi orang Bali yang dikenal sebagai pekerja keras pantang menyerah dan selalu memiliki inovasi bangkit dari keterpurukan.

“Saya mengajak seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat Bangli untuk bahu-membahu, bergotong royong membangkitkan rasa jengah membangun Bangli yang merupakan bagian integral dari pembangunan Daerah Bali,” ungkapnya.

Hal tersebut dinilai sangat relevan dilakukan yang bersinergi dengan kebijakan pembangunan Provinsi Bali yang Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah dan Terintegrasi sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang mengandung makna “Menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala.

Secara filosofis, Pola Pembangunan Semesta Berencana dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana yang selanjutnya dijabarkan dan dioperasionalkan dalam kearifan lokal Sad Kerthi, meliputi: atma kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, jagat kerthi, dan jana kerthi. Filosofi dan kearifan lokal ini terus dipelihara, dikembangkan, dan dilestarikan secara berkelanjutan oleh masyarakat Bali.

Pada akhir sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa tatanan kehidupan baru yang holistik menuju Bali Era Baru, akan segera terwujud apabila didukung oleh segenap komponen masyarakat, serta melalui koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan antara Pemerintah Kabupaten Bangli dengan Pemerintah Provinsi Bali serta bersinergi Bersama Mendukung Pembangunan Provinsi Bali, Sehingga adanya keharmonisan yang bersinergi, yaitu pembangunan yang terintegrasi dengan alam, manusia, dan budayanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Bangli, FKPD Kabupaten Bangli. Para undangan secara bersama-sama juga menyaksikan suguhan atraksi massal dari anak-anak Pramuka se Kabupaten Bangli.

Usai Pasar Semat Sari Kebakaran, Aktivitas Pedagang Terkendala Air

Kondisi salah satu kios di Pasar Semat Sari setelah kebakaran yang terjadi pada Jumat (5/5/2023) malam.
Kondisi salah satu kios di Pasar Semat Sari setelah kebakaran yang terjadi pada Jumat (5/5/2023) malam.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Para pedagang di Pasar Semat Sari, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, kembali berjualan meski sebagian besar kios dan lapak mereka ludes akibat kebakaran beberapa waktu lalu.

Tidak hanya tempat berjualan yang ludes terbakar, mereka juga terkendala air bersih. Bahkan ada yang membawa air bersih dari rumah untuk beberapa keperluan kecil.

“Kalau tidak jualan mau dapat penghasilan dari mana,” tutur salah seorang penjual kain di Pasar Semat Sari, Ni Kadek Ratna (50), Rabu (10/5/2023).

Ratna memutuskan tetap berjualan karena ada beberapa barang dagangannya yang terselamatkan dari kobaran api.

“Ya walaupun hanya ada beberapa (barang) yang masih terselamatkan, jualan ya harus tetap jalan,” tegasnya.

Seperti Ratna, sebagian besar pedagang di Pasar Semat Sari memutuskan untuk berjualan seperti sebelum kebakaran.

Mereka beraktivitas di beberapa sudut pasar yang selamat dari kebakaran.

Sementara itu, Komandan Pleton Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung Kadek Widana ketersediaan air di pasar itu memang kurang.

Kondisi ini juga yang turut menjadi kendala saat proses pemadaman saat Pasar Semat Sari kebakaran.

“Suplai air terbilang masih kurang ya, terutama pada saat dilakukan pemadaman. Karena debit air di wilayah Tibubeneng terbilang kecil sehingga air yang mengalir masih belum bisa maksimal,” ujar Widana secara terpisah.

Ia menambahkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung sedang melakukan kajian mengenai dampak kebakaran untuk dilaporkan ke bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Semat Sari di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, kebakaran pada Jumat (5/5/2023) sekitar pukul 23.00 WITA.

Kebakaran itu meludeskan sekitar 90 unit kios atau lapak di pasar tersebut. Hingga kini, Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (ann)

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Berat di Buleleng

Pihak Polres Buleleng dan Polsek Banjar mengungkap kasus penganiayaan berat dengan tersangka Putu ES, Rabu (10/5/2023).
Pihak Polres Buleleng dan Polsek Banjar mengungkap kasus penganiayaan berat dengan tersangka Putu ES, Rabu (10/5/2023).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Polisi menetapkan Putu ES (35), pria dari Desa Goblek, Kecamatan Banjar, sebagai pelaku penganiayaan berdarah dengan korban I Gede Sartan (64).

Penganiayaan itu terjadi di rumah Sartan pada Sabtu (6/5/2023) lalu di Banjar Dinas Gesing II, Desa Gesing, Kecamatan Banjar.

Putu ES menganiaya Sartan dengan cara menebas pakai golok. Sabetan itu membuat kepala Sartan mengalami luka robek.

Kapolsek Banjar AKP I Nyoman Mistanada mengungkap penganiayaan ini dipicu kesalahpahaman yang berujung ketersinggungan.

“Pelaku tidak terima karena dikatakan pembohong oleh korban,” kata Mistanada, Rabu (10/5/2023).

Secara singkat ia menuturkan, kasus ini berawal saat pelaku dan korban bertemu di salah satu tempat.

Dalam satu kesempatan, korban mengatakan pelaku sebagai pembohong.

Sebutan itu membuat pelaku emosi. Pelaku kemudian pulang dan mengambil golok dan keris.

“Kemudian pelaku kembali mencari korban diantar temannya yang bernama Heri,” bebernya.

Putu ES menjumpai korban yang kebetulan berada di rumahnya. Cekcok terjadi dan keduanya sempat bergumul.

Teman Putu ES yang melihat itu sempat melerai. Tapi pergumulan antara pelaku dan korban tidak kunjung reda.

Di saat yang sama, korban yang melihat pelaku bawa golok ketakutan dan berusaha lari menyelamatkan diri.

“Karena melihat pelaku membawa golok, korban ketakutan dan melarikan diri,” imbuh Mistanada.

Melihat seterunya hendak lari, pelaku menyabetkan golok ke arah kepala korban hingga berdarah.

Melihat korbannya terluka, pelaku langsung pergi. Sementara korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk mendapatkan pertolongan.

Di saat yang sama, kasus ini sampai ke pihak Polsek Banjar. Tim dari Unit Reskrim Polsek Banjar datang ke lokasi kejadian.

Di sana, Polisi menyita golok yang masih berlumur darah dan sebilah keris. Beberapa jam kemudian, polisi juga menangkap pelaku yang ada di rumahnya.

“Pelaku ditangkap di rumahnya,” kata Mistanada.

Putu ES kini ditahan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Ia terancam hukuman lima tahun.

Dalam kasus ini, penyidik menerapkan Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. (tpb)

Ny. Putri Koster Tekankan Pedagang Jangan Sesuka Hati “Tapi Perhatikan Aturan Hukumnya”

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster terus mengkampanyekan pentingnya perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Untuk itu kali ini, Ny. Putri Koster melakukan gerakan preventif melalui Web Seminar (webinar) dengan tema Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi IKM Bali, yang digelar secara daring dan luring di Gedung Gajah Jayasabha pada Selasa, (9/5/2023).

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa salah satu kewajiban dari Dekranasda Provinsi Bali adalah mengontrol kerajinan sandang yaitu kain tenun yang ada di Bali.

Sebuah tindakan tegas yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam melindungi keberadaan kain tenun Bali seperti Songket, Gringsing, Cagcag dan Endek adalah dengan mendaftarkan tenun warisan para leluhur ini, untuk memiliki Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) masyarakat Bali.

Dengan demikian, secara hukum kain tenun tradisional Bali ini telah mendapat perlindungan.

“Artinya, motifnya tak boleh sembarangan diambil dan tidak boleh sembarangan diproduksi di luar Bali,” ujarnya.

Untuk itu dalam melestarikan hal ini, Ny. Putri Koster meminta para pedagang yang menjual kain tenun dipasaran, tidak hanya berdagang dengan sesuka hati, mengikuti alur yang salah untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, dimana para pedagang yang  seharusnya menjual kain tenun para pengrajin di Bali tapi malah menjual kain Troso atau kain bordir yang meniru motif-motif songket yang murah tapi kualitasnya tidak seperti kain songket.

Ny. Putri Koster, meminta para pedagang untuk mulai memahami aturan hukum yang berlaku saat ini, dimana kain tenun yang sudah memiliki KIK itu sudah ada dibawah payung hukum dan jika ada yang melanggar maka akan ada sanksinya.

Lebih jauh, Bunda Putri Koster sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dari hasil survey mahasiswa UNHI bahwa di pasaran hanya 13% kain tenun Bali diperjual belikan oleh para pedagang, sisanya 87% para pedagang menjual kain yang diperoleh dari luar Bali.

Secara langsung, apa yang dilakukan oleh para pedagang ini dapat merugikan para penenun yang ada di Bali dan jika hal ini dibiarkan maka penenun di Bali akan punah, karena pekerjaan menenun dianggap tidak memberikan kesejahteraan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Menurut, Bunda Putri dalam menanggulangi hal tersebut maka memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga warisan leluhur harus dilaksanakan secara masif, baik sisi dampaknya kepada para penenun, dampaknya kepada eksistensi warisan leluhur maupun dari sisi hukumnya, dimana masyarakat harus mengetahui hal tersebut.

“Saya yang ada di lembaga tentunya tidak ingin mengajak para IKM/UMKM bermasalah dengan hukum, untuk itu saya selenggarakan webinar ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bahwa karya kerajinan yang sudah dilindungi secara hukum tidak bisa dilanggar, ini bukan untuk kepentingan saya melainkan ini untuk para pengrajin, para penenun dan eksistensi pelestarian kain tenun di Bali dalam menjaga warisan para leluhur kita yang adiluhung. Saya harap materi dari Bapak Alexander Palti yang merupakan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Ham Kemenkumham RI, bisa membuka mata hati dan pikiran kita terkait HAKI ini”, pungkas Bunda Putri Koster.

Sementara itu Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Ham Kemenkumham RI Alexander Palti dalam paparan materinya mengatakan bahwa Kekayaan Intelektual dapat diajukan pendaftaran atau pencatatannya oleh siapa saja baik secara perorangan maupun secara badan hukum. Kain tenun Endek, Cagcag, dan Gringsing sudah dicatat untuk memiliki KIK, untuk itu ketentuan pasal-pasal pada UU dapat diberlakukan, termasuk sanksi jika terjadi pelanggaran.

Seperti pada UU Nomor 20 Tahun 2020 terkait Ekspresi Budaya Tradisional dan Ciptaan Yang Dilindungi, dijelaskan pada pasal 38 ayat 1 dimana Hak Cipta atas ekspresi budaya tradisional dipegang oleh Negara. Pada ayat 3 juga dijelaskan bahwa Penggunaan ekspresi budaya tradisional harus memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat pengembannya.

“Dalam hal ini, kain tenun Bali seperti endek, cagcag, gringsing dan lainnya merupakan ekspresi dari budaya tradisional dan jika ini sudah didaftarkan untuk memiliki KIK maka Negara wajib  melindunginya”, ujarnya.

Dimana dalam UU juga diatur sanksi-sanksi apabila terjadi pelanggaran, seperti yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2020 pasal 113 ayat (1) Setiap orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi untuk penggunaan secara komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000. kemudian dipertegas oleh ayat (2) Setiap orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin pencipta atau Pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000. Dengan adanya payung hukum ini, masyarakat yang sudah mencatatkan produknya memiliki KIK berhak untuk membuat dalil pengaduan kepada penegak hukum karena terjadi pelanggaran.

“Untuk itu saya harap dengan adanya sosialisasi yang masif dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali, ini bisa menyadarkan masyarakat umum, baik penjual maupun pembeli untuk semakin sadar bahwa kain tenun sudah tercatat memiliki KIK dan ada aturan-aturan hukum didalamnya yang harus ditaati, mari kita pahami bersama sehingga warisan budaya yang adiluhung dapat dilestarikan,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh Ketua Dekranasda se-Kabupaten/Kota di Bali, PKK se-Bali, PAKIS se-Bali serta para IKM yang ada di Bali. (Rls)

Semarakan Hardiknas 2023, Pemkab Tabanan Gelar Karnaval Pendidikan

Semarakan Hardiknas 2023, Pemkab Tabanan Gelar Karnaval Pendidikan.
Semarakan Hardiknas 2023, Pemkab Tabanan Gelar Karnaval Pendidikan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Serangkaian untuk menyemarakan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei yang lalu, Pemkab Tabanan menggelar berbagai kegiatan, seperti kegiatan senam dan jalan santai serta Karnaval Pendidikan. Kegiatan ini didedikasikan bagi seluruh penggiat pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Tabanan yang dipusatkan di seputaran Taman Bung Karno Tabanan, Selasa, (9/5/2023).

Kegiatan hari itu diawali pada pukul 07.00 Wita melalui senam bersama seluruh jajaran dan Jalan Santai yang berlangsung di sepanjang rute Malkangin, Jalan Galah Mada dan kembali ke Taman Bung Karno, dimana kegiatan dipimpin oleh Asisten I Setda Tabanan I Made Agus Harthawiguna.

Turut hadir Ketua DPRD Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten II dan III, Para Kabag, Direktur Utama RS Singasana dan BRSUD Tabanan beserta petugas medis dan para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Begitu juga dengan karnaval guna merayakan merdekanya pendidikkan di Tabanan menghadirkan aura positif di area Kota Tabanan. Diikuti oleh siswa-siswi dari satuan pendidikan TK, SD dan SMP di Kabupaten Tabanan, karnaval pendidikan penuh nuansa budaya nampak meriah yang dimulai dari pukul 14.00 Wita, yang juga mengambil rute start di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria diikuti dengan antusias oleh para siswa-siswi sampai kegiatan berakhir.

Atas nama Pemkab Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabanan I Made Agus Harthawiguna membacakan sambutan Bupati Tabanan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Pihaknya juga merasa sangat bangga dan bahagia mengetahui minat para siswa-siswi yang sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan karnaval ini.

Mengingat ribuan peserta berdandan dengan menarik penuh nuansa budaya yang memeriahkan sepanjang jalan di area Kota Tabanan. Para peserta juga tiada henti menampilkan tarian dan atraksi memainkan alat musik dan kesenian yang menarik perhatian warga yang sedang berada di sudut jalan maupun para pengendara yang lewat. Rombongan memulai start di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Gajah Mada, mengitari Pasar Tabanan dan berakhir di Taman Bung Karno.

Agus Harthawiguna mrnginginkan kegiatan ini tidak semata-mata menjadi kegiatan formalitas tetapi dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan aktivitas, kreativitas, dan idealisme bagi anak-anak didik. Tidak hanya itu, Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan adat istiadat serta budaya bangsa, sehingga akan menumbuhkan kecintaan dan semangat patriotisme untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

“Kepada guru saya berpesan agar terus membimbing dan membina anak-anak untuk menyongsong masa depan, sehingga anak-anak selalu merasa dilindungi, aman dan nyaman dalam mengenyam pendidikan. Sekali lagi saya berharap melalui kegiatan karnaval ini dapat membawa kemajuan bagi pendidikan di Kabupaten Tabanan dan dapat berkontribusi dalam mempercepat pencapaian visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” papar Agus.

Disamping itu, sebagaimana kita ketahui bersama, tantangan dan permasalahan pendidikan para generasi muda kedepan semakin meluas dan kompleks yang menghadirkan ancaman tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh pihak agar menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk perkembangan teknologi, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan pengaruh negatif lainnya. Diharapkan aura positif karnaval pendidikan ini dapat membentuk karakter anak Tabanan yang tangguh, unggul, terampil serta melek teknologi. (Rls)