- Advertisement -
Beranda blog Halaman 633

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 Tahun 2023

Gubernur Wayan Koster secara resmi menutup PKB ke-45 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Minggu (16/7/2023)

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 Tahun 2023, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (Redite Pon, Julungwangi), 16 Juli 2023.

Selain menutup PKB ke-45, Gubernur Koster juga meluncurkan tema Pesta Kesenian Bali ke-46 Tahun 2024, yaitu “Jana Kerthi: Paramaguna Wikrama”, Harkat Martabat Manusia Unggul, dilanjutkan dengan pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-5 Tahun 2023 oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin

Penutupan PKB ke-45 Tahun 2023 dan pembukaan Festival Seni Bali Jani ke-5 Tahun 2023 dihadiri Ratu Shri Bhagawan Putra Nata Nawawangsa Pemayun, Anggota DPR RI Dapil Bali, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Bupati dan Wali Kota bersama Ketua DPRD Kabupaten/Kota Se-Bali, Bandesa Adat dan Perbekel se-Bali, hingga siswa, mahasiswa, seniman, dan budayawan.

Gubernur Koster memberikan pantun, “Danau Beratan indah sekali, dibawah kilauan sinar mentari, dengan Pesta Kesenian Bali, tradisi Bali tetap lestari. Pulau Bali penuh anugerah, Kami hidup dalam harmoni, acara hari ini makin meriah, karena Pak Budi hadir di sini”.

Ditegaskan Wayan Koster, Bali memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya meliputi adat-istiadat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal, yang telah menjadi aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, mulai dari anak-anak sampai dewasa, terjaga dengan sangat kuat di lembaga Desa Adat.

Pemprov Bali bersama pemerintah kota/kabupaten se-Bali sejak lama memberi perhatian serius untuk melestarikan seni budaya Bali dengan memberi dukungan kebijakan dan apresiasi terhadap pengembangan seni-budaya.

Kekayaan seni-budaya Bali telah mampu mendorong berkembangnya karya seni-budaya tradisi, berikut diikuti dengan berkembangnya karya seni-budaya modern kontemporer. Oleh karena itulah, diperlukan wahana dan apresiasi untuk menampilkan seni tradisi dan seni modern-kontemporer.

Wayan Koster menyampaikan, transaksi selama berlangsungnya PKB tahun 2023, untuk produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai Rp8 miliar lebih, sedangkan para penggiat kuliner seperti yang menjual blayag, tipat, babi guling dan kuliner lainnya, transaksinya mencapai Rp2 miliar. Jadi total keseluruhan transaksi pelaku IKM/UMKM di PKB mencapai Rp10 miliar, tercatat yang jualan kerajinan dari bambu transaksinya sampai Rp20 juta dan yang jualan busana totalnya ada mencapai Rp380 juta.

Gubernur mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para seniman, budayawan, sanggar, dan kelompok seni, serta semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan Pesta Kesenian Bali ke-45 Tahun 2023.

“Sungguh nikmat Kopi Kintamani, untuk diminum di sore hari. Kami bangga Bapak Menteri hadir di sini, untuk membuka Festival Seni Bali Jani,” tutup Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dengan pantun.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dan Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha menyerahkan penghargaan Adi Sewaka Nugraha berupa piagam dan uang tunai masing-masing Rp50 juta kepada para insan yang mengabdikan diri dengan tulus pada jagat seni dan memuliakan harmoni peradaban.

Penghargaan tersebut diberikan kepada: 1) I Wayan Darya sebagai Seniman Karawitan Komposer; 2) Bagus Suteja Yasa sebagai Seniman Tari; 3) I Wayan Gama Astawa sebagai Seniman Karawitan Komposer; 4) A.A Gde Rai Remawa sebagai Seniman Undagi; 5) Alm. I Ketut Sentosa sebagai Seniman Pelukis Kaca; 6) I Made Sukadana sebagai Seniman Pedalangan; 7) I Wayan Batuantara sebagai Seniman Tari Topeng; 8) I Putu Purnawan sebagai Seniman Tari; 9) I Komang Parwata sebagai Seniman Tari; dan 10) Ni Wayan Sirat sebagai Seniman Drama Gong.

Jaga Kebersihan Sungai di Basangkasa, Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Mancing Air Deras

Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa saat membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).
Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa saat membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa, mewakili Bupati Badung, membuka lomba mancing air deras yang ditandai dengan menabur ikan lele, bertempat di Saluran Sungai Anak Tukad Mati Tatag, Jalan Yudistira Seminyak, Minggu (16/7/2023).

Acara ini dalam rangka penggalian dana demi meningkatkan kreatifitas serta inovasi Sekaa Teruna Mekar Sari, Banjar Adat Tatag Wirasanti dengan tema “Kreasi Inovasi Sekaa Teruna Mekar Sari”, yang juga dihadiri anggota DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, perwakilan Camat Kuta, Bendesa Adat Kerobokan, Lurah Seminyak I Putu Gede Adhi Karmita Putra, beserta para peserta lomba mancing.

Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Badung memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba mancing air deras, yang dilaksanakan oleh ST. Mekarsari, Banjar Adat Tatag Wirasanti.

”Tentu saya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung sangat menyambut baik kegiatan ini, disamping kegiatan ini dalam rangka pengendalian dana, juga sebagai momentum untuk bersama-sama menjaga lingkungan kita, khususnya sungai yang ada disekitar kita,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak, untuk kedepan sungai-sungai seperti ini harus dijaga, bersihkan, disamping untuk menjaga pemandangan.

“Hal yang paling penting, bagaimana cara menjaga agar tidak terjadinya banjir di musim penghujan. Kegiatan lomba mancing air deras ini, setidaknya kepekaan kita, keinginan kita, untuk menjaga aliran sungai dari segi kebersihan, minimal tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang aliran sungai dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana sebesar Rp30 juta, diterima oleh Ketua Panitia Komang Ade Dharma Sastra, dihadapan masyarakat dan peserta lomba mancing.

Sementara itu Ketua Panitia Komang Ade Dharma Sastra dalam laporannya mengatakan, penggalian dana, Sekaa Teruna Teruni Mekar Sari berinisiatif membuat kegiatan lomba mancing air deras kepada para penggemar kegiatan mancing.

“Kami dari ST Mekar Sari, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sekda Badung yang sudah mensupport kegiatan kami. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para sponsor yang telah berpartisipasi pada kegiatan lomba mancing hari ini, tanpa ada dukungan acara ini tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ucapnya. (rls)

Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai ST. Kembang Wijaya Desa Blahkiuh

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus melepas jalan santai serangkaian menyambut HUT Ke-46 ST. Kembang Wijaya, Banjar Adat Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/7/2023).

Turut hadir Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Blahkiuh, Bendesa Adat Blahkiuh, Klian Adat dan Dinas Banjar Kembangsari serta para peserta jalan santai.

Dalam kegiatan jalan santai tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan bantuan dana motivasi sebesar Rp. 15 juta yang diserahkan oleh Sekda Adi Arnawa kepada panitia penyelenggara.

Sekda Adi Arnawa menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Sekaa Truna Kembang Wijaya dan seluruh krama banjar adat kembangsari yang telah menyelenggarakan jalan santai serangkaian HUT ST. Kembang Wijaya Ke-46 ini.

“Saya merasa bersyukur dan bangga kita dapat berkumpul pada pagi hari ini untuk bersama-sama melaksanakan jalan santai apalagi di barengi dengan memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Kita sebagai pemerintah akan mendorong terus terkait dengan kebersihan lingkungan, kebersihan sungai dan pelestarian budaya pemerintah akan hadir untuk selalu mensupport,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Yudi Adianto menyampaikan terimakasih kepada Sekda Badung karena sudah berkenan hadir sekaligus melepas kegiatan jalan santai pada hari ini.

Dilaporkan juga terkait kegiatan jalan santai hari ini akan disertakan dengan pemungutan sampah yang berada di sepanjang rute yang dilalui.

“Adapun kegiatan yang dilakukan serangkaian perayaan HUT ST. Kembang Wijaya  diantaranya penebaran benih ikan di lingkungan Banjar Kembangsari, gotong royong melaksanakan pembersihan di taman gili dukuh yang merupakan kawasan wisata yang ada di desa blahkiuh,” ucapnya. (rls)

Harga Bawang Putih Naik Hingga Rp40 Ribu Per Kilogram

Bawang Putih
Bawang Putih

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga bawang putih di Kabupaten Tabanan mengalami kenaikan sejak seminggu terakhir.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan pada Minggu, (16/7/2023) harga bawang putih mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, pada Rabu (12/7/2023) harga bawang putih berada di kisaran harga Rp38 ribu per kilogram.

“Memang seminggu terakhir ada kenaikan, tetapi tidak terlalu tinggi dan relatif terjangkau,” sebut Kepala Disperindag Tabanan Ni Made Murjani, Minggu (16/7/2023).

Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu beberapa hari ini sehingga distribusi pasokan dari pulau Jawa terganggu.

“Mungkin saja kendala transportasi di penyeberangan pelabuhan gilimanuk,” jelasnya.

Murjani menyebut, selama ini pasokan bawang putih untuk konsumsi sehari-hari di beberapa pasar di Tabanan tidak ada yang berasal dari petani lokal. Walaupun sebelumnya Kecamatan Penebel menjadi penghasil bawang putih di Tabanan.

“Pasokan bawang putih masih bergantung dari luar. Kalau dari Penebel biasanya bawang putih yang dipakai untuk obat,” sebunya.

Ia menambahkan, untuk harga komoditas kebutuhan pokok lainnya seperti bawang merah dan cabai hingga saat ini masih normal. (ana)

Sekda Adi Arnawa Lepas Jalan Santai Hari Koperasi Ke-76

Sekda Wayan Adi Arnawa saat melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekda Wayan Adi Arnawa, mewakili Bupati Badung, melepas jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Ke-76 di Kabupaten Badung, bertempat di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Sabtu (15/7/2023).

Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan  masyarakat sadar Koperasi (Gemaskop) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) dan Puskop Jagadhita Cup IV Badung.

turut dihadiri anggota DPRD Badung  I Wayan Edy Sanjaya, Ketua Dekopinwil Provinsi Bali I Wayan Murja, Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana, perwakilan Camat Mengwi, perwakilan Staf Ahli Provinsi Bali, Bendesa Adat Cemagi, I Ketut Karpiana, Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan, Ketua Desa Wisata I Wayan Anta serta masyarakat jalan santai.

Pada kesempatan tersebut Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana dari Pemkab Badung sebesar Rp. 30 juta yang diterima oleh Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma.

Dalam sambutanya, Sekda Adi Arnawa mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada gerakan Koperasi, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Badung.

“Saya melihat pertumbuhan koperasi ini, cukup masif. Hal yang paling penting, jika berbicara koperasi, tidak cukup hanya kita bisa mendirikan koperasi, tapi eksistensi/keberadaan koperasi, termasuk di dalam tata kelola koperasi harus dijaga dengan baik,” ucapnya.

Pihaknya juga mengajak melalui momentum peringatan hari Koperasi Indonesia ini, agar benar-benar dijaga, termasuk didalam organisasi dari Dekopinwil maupun Dekopinda, termasuk memperhatikan SDM dari pada orang-orang yang terlibat di dalam koperasi tersebut.

“Jika koperasi tidak mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat, tentu akan menjadi bumerang buat pertumbuhan ekonomi kita di Badung. Saya tegaskan agar momentum ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, dikarenakan bagaimanapun juga koperasi sebagai pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma dalam laporannya mengungkapkan, peringatan Hari Koperasi Ke-76 puncaknya pada tanggal 12 Juli 2023 diselenggarakan di Provinsi Bali. Selanjutnya kegiatan hari Koperasi, yang dilaksanakan di Kabupaten Badung yakni Gerakan Masyarakat Berkoperasi (Gemaskop).

“Kami menyelenggarakannya dengan jalan sehat berhadiah, bertempat di Pantai Mengening, Desa Adat Cemagi. UMKM Desa Cemagi juga bisa berbaur dengan Desa Wisata yang dikelola oleh Bendesa Adat dan Perbekel Cemagi. Puncak Hari Koperasi, rencananya akan digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung pada tanggal 20 Juli yang akan datang,” jelasnya. (rls)

Pemkab Tabanan akan Sisipkan KB Krama Bali ke Program Semara Ratih

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali akan disisipkan ke dalam program pernikahan Semara Ratih yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Hal itu sebagai upaya mengatasi pertumbuhan penduduk orang Bali yang stagnan selama sepuluh tahun terakhir sebab keberadaan anak ketiga dan keempat atau nyoman dan ketut di Bali mulai punah.

“Ini (KB Krama Bali) rencananya kami sisipkan di program Semara Ratih,” jelas Sekda Tabanan I Gede Susila usai peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi di Taman Bung Karno, Minggu (16/7/2023).

Ia menyebut, selama ini program KB secara nasional tidak spesifik disebutkan dua anak, tiga anak atau empat anak. Namun, lebih menekankan perencanaan dalam membangun sebuah keluarga.

“Tidak ada yang melarang lebih dari dua anak yang penting direncanakan. Misalnya anak pertama lahir tahun sekarang maka lima atau dua tahun lagi anak kedua dilahirkan. Begitupun seterusnya agar pertumbuhan anak juga berkualitas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom pada kesempatan yang sama mengatakan program KB Krama Bali sebetulnya sudah berjalan.

Secara teknis kampanye program kepada masyarakat lebih banyak dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat (DPMA).

“Tujuannya mengatasi pertumbuhan orang Bali asli yang stagnan atau tidak ada penambahan karena rata-rata orang Bali asli memiliki satu hingga dua anak saja,” ungkapnya.

Data kemarin, sambung Anom, anak keempat atau ketut hanya tujuh persen dari semua anak di Bali begitu juga anak ketiga atau Nyoman hanya beberapa persen saja.

Maka dari itu, Gubernur Wayan Koster membuat program KB Krama Bali agar penyebutan untuk anak ketiga dan keempat di Bali tidak punah.

Anom menegaskan, dalam pelaksanaannya program ini disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dari masing-masing keluarga.

“Jadi kalau bisa agar tetap berencana. Kalau memang mampu silahkan sampai anak keempat tetapi kalau tidak silahkan berencana. Itu yang kami anjurkan,” tegasnya. (ana)

Peringatan Harganas Ke-30 Tingkat Provinsi, Pemkab Tabanan Rangkul Keluarga Sehat di Car Free Day

Sekda Tabanan I Gede Susila bersama Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom dan Perwakilan BKKBN Bali Charles Brabar dalam kegiatan jalan sehat bersama di Car Free Day Tabanan sebagai peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Taman Bung Karno, Minggu (16/7/2023).
Sekda Tabanan I Gede Susila bersama Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom dan Perwakilan BKKBN Bali Charles Brabar dalam kegiatan jalan sehat bersama di Car Free Day Tabanan sebagai peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Taman Bung Karno, Minggu (16/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi yang dipusatkan di Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M yang dalam kesempatan ini diwakili Sekda Dr. I Gede Susila.,S.Sos.,M.Si, rangkul keluarga dan komponen masyarakat di Tabanan, untuk melakukan kegiatan sehat bersama di Car Free Day Tabanan, yang kali ini digelar di Taman Bung Karno Tabanan, Minggu (16/7/2023).

Ribuan komponen masyarakat termasuk di dalamnya para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, nampak sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak pukul 6 pagi ini.

Nampak juga hadir Para Asisten Setda Tabanan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali beserta undangan, Para Kepala OPD Terkait di Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan.

Dimulai dengan senam sicita serentak, acara utama Harganas ke-30 yakni kegiatan jalan santai, dengan mengambil rute di kota Tabanan. Tak hanya itu, ragam fasilitas pelayanan gratis juga disediakan di lokasi, termasuk Gebyar pemeriksaan anemia bagi remaja dan calon pengantin, Pelayanan KB dan IVA, donor darah serta pembagian doorprize yang sangat menarik dan diminati oleh para peserta gerak jalan.

Nampak juga puluhan  pameran UMKM khususnya stand yang menjajakan ragam kuliner dan dapat dinikmati oleh para peserta gerak jalan serta masyarakat secara umum.

Mewakili Bupati Sanjaya, Sekda Susila sampaikan apresiasinya dan rasa terima kasihnya, atas kesempatan Kabupaten Tabanan bisa ditunjuk sebagai tuan rumah dalam peringatan Hari Keluarga Nasional yang Ke-30 ini.

Gerak jalan pada hari ini, setidaknya menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan, yang puncaknya akan dilangsungkan pada 20 Juli mendatang.

“Ini adalah apresiasi kita, perhatian kita, bahwa Tabanan masih sangat peduli, pimpinan juga atensi sekali untuk membina keluarga Tabanan menjadi keluarga yang semakin berkualitas dan penurunan stunting juga sangat luar biasa. Nanti puncaknya akan dilakukan di Tabanan pada 20 Juli mendatang, kita juga sudah bersiap-siap bersama jajaran Bupati, BKKBN yang mensupport melaksanakan perayaan hari keluarga yang ke-30 di Tabanan,” jelas Susila.

Fokus terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, Susila juga paparkan program-program unggulan Pemkab Tabanan yang dapat dikatakan sukses dalam perwujudannya. Sebagaimana disampaikannya dalam wawancara singkat pagi hari itu, prestasi yang diraih Tabanan dalam rangkat program penanganan stunting sudah banyak diraih.

“Tentu Pak Bupati, dalam rangka penanganan stunting ini berkolaborasi dengan komponen-komponen terkait mulai dari hulu sampai hilir, tidak hanya di hilir saja, tapi melalui program dan inovasi Pak Bupati, Semara ratih, dari hulu sudah kita lakukan penanganan,” paparnya.

Pihaknya menjelaskan, dengan penanganan yang dimulai dari hulu atau akarnya, kedepannya bisa mempermudah perbaikan dan penanganan.

“Jadi dari awal dengan program Bangun Desa, Ngantor di Desa, Inovasinya adalah Semara Ratih-nya ini, dari hulu sampai akhir, dan sudah nampak hasilnya kemarin, presentasinya 8,2 di bawah target Nasional dan di atas target Provinsi,” sambungnya.

Menanggapi paparan Sekda Susila terkait angka stunting di Tabanan, I Nyoman Gede Anom selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga merespon baik terhadap prestasi yang diraih Tabanan dalam penekanan angka stunting secara optimal ini.

“Kalau dari posisi Tabanan sudah bagus, tingkat penurunannya luar biasa, kita mencapai target kan 8% untuk provinsi Bali, di tahun 2023 sekarang target 6 persen, walaupun target nasionalnya 7,71, tapi untuk di provinsi Bali sudah 6%, tentu itu adalah dukungan dari Kabupaten/Kota,” jelasnya. (rls)

Sebagai Wadah Promosi Budaya Tradisional, Bupati Sanjaya Hadiri Festival Desa Delod Peken

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri sekaligus memberikan dukungan langsung Festival Budaya Desa ke-5 yang diadakan oleh masyarakat Desa Delod Peken, Tabanan, Jumat, (14/7/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri sekaligus memberikan dukungan langsung Festival Budaya Desa ke-5 yang diadakan oleh masyarakat Desa Delod Peken, Tabanan, Jumat, (14/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Budaya Desa mampu menjadi wadah untuk mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya tradisional. Terlebih, ajang ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang budaya mereka sendiri.

Oleh sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri sekaligus memberikan dukungan langsung Festival Budaya Desa ke-5 yang diadakan oleh masyarakat Desa Delod Peken, Tabanan, Jumat, (14/7/2023).

 

Event yang dipusatkan di Gedung Kesenian Ikonik I Ketut Maria Tabanan itu, turut dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggotanya, Sekda, para Asisten dan Kepala Badan, Kepala Dinas, dan Kepala Bagian terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat.

Selaku wakil pemerintah, Bupati Tabanan, Sanjaya memberikan apresiasi terhadap Festival Budaya Desa Delod Peken. Apalagi festival ini melibatkan masyarakat, terutama para seniman dan Sekaa Teruna juga komunitas di Banjar Adat setempat yang diyakini akan memperkuat identitas budaya lokal serta memberikan kesadaran akan pentingnya tradisi, seni, adat, praktik budaya yang ada, dan juga perkembangan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan Festival Desa Delod Peken dan nantinya Festival Desa Dauh Peken, Desa Dajan Peken, membuka peluang bagi masing-masing Banjar Adat, sehingga menjadi rame di Tabanan. Adanya festival ataupun kesenian dalam festival adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dari krama, oleh krama, untuk krama, sebagai penikmatnya, inilah salah satu manfaatnya,” ujar Sanjaya.

Ia menambahkan, keterlibatan semua pihak sangat penting dilakukan, apalagi festival merupakan wadah mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya tradisional.

Sehingga, generasi-generasi mendatang mempunyai kesempatan untuk belajar dan lebih memahami tentang budaya sendiri, terlebih Desa Delod Peken dulunya memiliki maestro seni yang gaungnya sampai ke mancanegara yang harus terus diregenerasi.

Disamping itu, maestro seni Tabanan I Ketut Maria yang melegenda dengan Tari Oleg Tamulilingan, Tari Gebyar Duduk hingga Tari Terompong.

Sanjaya berharap melalui Festival ini akan lahir kembali legenda-legenda baru yang mengikuti jejak maestro seni terdahulu, sehingga tidak menjadi kenangan semata. Begitu juga kedepannya Sanjaya sangat berharap ajang seperti ini menjadi suatu kebanggaan yang terus dilakukan secara terus menerus kedepannya.

Sebelumnya, I Gede Komang Restan Wisnawa selaku Perbekel Desa Delod Peken, menyampaikan, Festival ini diselenggerakan sebagai bentuk kontribusi Desa Delod Peken mewujudkan visi Pemkab Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Untuk itu, sesuai arahan Bupati, dikatakan ajang kali ini melibatkan semua pihak termasuk lintas Agama ataupun Etnis, Sekaa Teruna dan komunitas yang ada di seluruh Banjar Adat yang ada di Desa Delod Peken.

Yang mana kegiatan tersebut secara visualisasi dibuka dengan kayonan yang memiliki makna atau simbol sebagai sumber kehidupan. Pentas seni budaya yang ditampilkan diantaranya, Tari Maskot Desa Delod Peken, yakni Tari Abhipraya Prabawa, Pelangi Nusantara dan INLA Hidup Nan Semarak dari Maetrea, Pementasan Rebana Yayasan Al-Amin, Barong Sae dari Wihara Dharma Catra, Pementasan Gemaradiri dari GPDI serta pementasan Wushu dari Sasana Wushu Genta Dewata. (rls)

6 Hari Operasi Patuh Agung 2023, Polisi di Tabanan Tilang 79 Pelanggar

Pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2023 oleh anggota Satlantas Polres Tabanan, Sabtu (15/7/2023).
Pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2023 oleh anggota Satlantas Polres Tabanan, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki hari keenam Operasi Patuh Agung 2023, Polres Tabanan memberlakukan tilang manual kepada 79 pengendara.

Pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2023 di Tabanan sudah mulai berlangsung sejak 10 Juli hingga 23 Juli 2023 mendatang.

Kasatlantas Polres Tabanan AKP Adrian Rizki Ramadhan mengatakan, pengguna kendaraan roda dua mendominasi pelanggaran yang terjaring selama pelaksanaan operasi ini.

“Kebanyakan pelanggar yang ditilang karena tidak pakai helm,” ujarnya, Sabtu (15/7/2023)

Andrian menyebut, pihaknya sejauh ini memberikan 490 teguran bagi mereka yang kendaraannya tidak layak kemudi.

“Tujuan operasi ini meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sehingga mengurangi pelanggaran lalu lintas serta fatalitas kecelakaan,” paparnya.

Dalam teguran tersebut, pihaknya memberikan anjuran bagi pengendara untuk menggunakan sepatu dan celana panjang saat mengendarai sepeda motor.

Meski, penggunaan sepatu dan celana panjang oleh pengendara tidak termuat dalam undang-undang.

“Kami tetap memberikan anjuran sebagai antisipasi jika kecelakaan saat berkendara maka resiko luka tidak tinggi,” jelasnya.

Ia mengungkap sepanjang semester awal 2023 atau mulai Januari hingga 14 Juli 2023 tercatat 532 kasus kecelakaan lalu lintas di Tabanan.

Dengan rincian, sebanyak 38 meninggal dunia, 2 luka berat dan 483 luka ringan. “Total kerugian material mencapai Rp330 juta. Karena motor atau mobilnya rusak atau hancur,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan Operasi Patuh Agung 2023 ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia juga berharap seluruh masyarakat selalu mematuhi aturan saat berkendara. (ana)

3 Truk Mogok Bergantian di Tanjakan Samsam Kerambitan

Kondisi 2 truk mogok di Tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam I, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Sabtu (15/7/2023).
Kondisi 2 truk mogok di Tanjakan Samsam, Banjar Dinas Samsam I, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Sabtu (15/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tiga truk mogok bergantian di Tanjakan Samsam, Kecamatan Kerambitan, sepanjang Sabtu (15/7/2023) pagi hingga siang hari.

Peristiwa tersebut membuat arus lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk sempat mengalami kemacetan panjang.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata mengatakan, ketiga truk ini mogok secara bergantian.

“Ada tiga truk yang mogok,” jelasnya, Sabtu (15/7/2023).

Berata menjelaskan, truk trailer dengan nomor polisi H 9024 OF yang mogok sekitar pukul 09.30 WITA.

Truk bermuatan 25 ton keramik yang dikemudikan Muhamad Wahid (38) ini datang dari arah utara jurusan Gilimanuk menuju Denpasar.

Saat melewati jalan tanjakan dan tikungan landai ke kiri, roda belakang truk mengalami selip.

Hal itu terjadi akibat muatan merosot ke bagian belakang sehingga truk tidak kuat nanjak dan dimundurkan ke sebelah kanan bahu jalan.

“Truk dievakuasi dengan derek untuk ditarik naik ke Tanjakan Samsam,” ungkapnya.

Kemudian sekitar pukul 11.30 WITA, sambung Berata, truk Mits dengan Nomor Polisi DK 9181 FE bermuatan 25 ton pagar gulung dan besi mogok akibat gardan as roda belakang kanan patah.

Gardan truk patah saat sopir, Komang Budiasa (48) hendak oper persneling memasuki jalan tanjakan dan tikungan landai ke kiri. Akibatnya, truck yang datang dari arah utara jurusan Gilimanuk itu tidak bisa bergerak di tengah jalan.

Sesaat kemudian datang truk Fuso bermuatan 20 ton Kayu Meranti hendak menyalip truk yang mogok.

Namun, truk dengan nomor polisi DK 83 DE yang dikemudikan I Wayan Astawa juga tidak kuat menanjak sehingga mogok di sebelah kiri truk Mits.

Akibat kejadian ini kedua sisi jalur sempat tersendat, tetapi masih bisa dilakukan sistem buka tutup

“Kedua yang yang mogok telah dievakuasi dengan bantuan rekannya yang melintas dan arus lalu lintas kembali normal,” imbuhnya. (ana)