- Advertisement -
Beranda blog Halaman 622

Rapat Paripurna DPRD Tabanan, Eksekutif dan Legislatif Sepakati Rancangan KUA-PPAS TA 2024 Rp564 M

Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).
Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati berserta jajaran OPD serta Anggota DPRD Tabanan.

Sekwan DPRD Tabanan I Made Gugiarta mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan dari Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2024 dipasang Rp564 miliar lebih.

“Jumlah tersebut naik sebesar Rp64 miliar lebih atau 12,78 persen dari APBD Induk tahun 2023 sebesar Rp500 miliar lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait pengalokasian belanja infrastruktur sarana dan prasaran umum sebagai penunjang optimalisasi potensi-potensi aset daerah maupun kawasan yang memiliki potensi dalam mendongkrak PAD Tabanan agar menjadi prioritas utama.

“Pengalokasian itu dapat menciptakan peluang investasi di masa depan sehingga pertumbuhan ekonomi daerah meningkat,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, agar Badan Anggaran mengharapkan TAPD Kabupaten Tabanan mengakomodir perencanaan anggaran di Rancangan KUA-PPAS tahun 2024 khususnya terkait kebencanaan mengingat Kabupaten Tabanan rentan terhadap bencana alam, renovasi gedung perangkat daerah yang sudah mengalami rusak berat serta alokasi anggaran terhadap gaji.

“Serta tunjangan bagi tenaga P3K baik dibidang pendidikan dan kesehatan yang telah lulus dalam rekruitmen P3K,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan, sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah KUA dan Prioritas PPAS merupakan pedoman dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Pembahasan KUA dan PPAS telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai mekanisme yang berlaku. Hal itu tentunya tidak terlepas dari tanggungjawab, komitmen, kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,” ujar Sanjaya.

Setelah disetujui bersama, Sanjaya meminta agar TAPD Kabupaten Tabanan melaksanakan penyusunan Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan.

“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami mengharapkan kerjasama yang baik dari para anggota Dewan yang terhormat di dalam upaya kita bersama mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya. (ana)

Bupati Tabanan Sarankan Petani Tanaman Palawija Masuki Kemarau Panjang

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya meminta masyarakat untuk melakukan antisipasi akan adanya kekeringan sebagai dampak El Nino.

Khususnya bagi para petani agar beralih untuk menanam palawija saat memasuki kekeringan panjang yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

“Kekeringan panjang ini akan berdampak pada sektor pertanian. Solusi mengatasi kekeringan itu dengan bercocok tanaman palawija seperti jagung atau kedelai yang sedikit memerlukan air,” ucap Sanjaya usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Tabanan, Kamis (10/8/2023).

Pihaknya melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan langkah antisipatif jika adanya kekeringan di wilayah Kabupaten Tabanan. Misalnya beberapa subak di daerah Selemadeg Timur telah menamam palawija seperti jagung dan kedelai.

Upaya tersebut dapat menjaga ketahanan pangan saat terjadi kekeringan panjang di Kabupaten Tabanan yang menjadi lumbung ketahanan pangan Bali.

“Kami telah ingatkan langkah antisipasi jika ada kekeringan, seperti pola cocok tanam apa yang harus dikembangkan,” jelas Sanjaya. (ana)

Hadapi Serbuan Media Digital, Sekda Dewa Indra Dorong Kolaborasi Perusahan Pers

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Menghadapi ‘tsunami informasi’ yang tersebar melalui media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform asing yang dikendalikan oleh AI (kecerdasan buatan), Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mendorong perusahaan media konvensional yang tergabung dalam wadah Serikat Perusahan Pers (SPS) untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergitas. Hal tersebut diutarakannya saat hadir sebagai pembicara pada acara Dialog Nasional Serikat Perusahan Pers (SPS) di Harris Hotel & Convention Denpasar, Kamis (10/8/2023). Acara dialog yang digelar serangkaian memperingati HUT ke-77 SPS ini mengusung tema “Transformasi Industri Media Untuk Bangkit Bersama”.

Mengawali paparannya, Sekda Dewa Indra mengutip teori dromologi hasil pemikiran filsuf Paul Virilio. Secara sederhana, dromologi berarti semesta berpikir yang didasarkan pada prinsip kecepatan. Menurut Dewa Indra, mengacu pada teori itu, saat ini dunia tengah dikuasai oleh fenomena kecepatan. “Semua minta serba cepat, termasuk informasi. Kalau tidak cepat, seolah kita merasa akan ketinggalan,” ujarnya. Hal itu kemudian memicu pertarungan realitas dan virtual. Jika dicermati, saat ini kehidupan post modern dikuasai kehendak virtual. Ia lantas mencontohkan adanya kecenderungan mencitrakan diri sebagai orang kaya, baik hati, cantik dan rupawan di ruang virtual. “Padahal secara aktual belum tentu demikian. Kita sering tertipu oleh hal-hal yang tersaji secara virtual,” imbuhnya.

Bertolak dari teori dromologi, ia berpendapat kalau fenomena kecepatan itu juga membawa implikasi pada dunia pers. Kemunculan medsos dan media berplatform digital yang menawarkan kecepatan dalam penyebaran informasi menjadi tantangan yang harus dihadapi media konvensional seperti televisi dan surat kabar. Dewa Indra berharap, perusahaan pers yang mengelola media konvensional tak cengeng dalam menghadapi fenomena ini. “Hadapi tantangan ini dengan beradaptasi, meningkatkan kolaborasi dan susun strategi bersama agar bisa tetap survive,” cetusnya. Namun dalam beradaptasi, pengelola media konvensional diingatkan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik sehingga tetap bisa menjadi media arus utama yang menyajikan karya jurnalistik berkualitas.

Masih dalam paparannya, Dewa Indra menyampaikan rasa optimis terhadap keberlanjutan media konvensional. Optimisme itu mengacu pada hasil riset Dewan Pers yang bekerjasama dengan Universitas Moestopo Beragama pada tahun 2019. Hasil riset menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional lebih tinggi dibandingkan media siber. Berdasarkan hasil riset, tingkat ketidakpercayaan pada media siber tercatat sebesar 25 persen, sedangkan ketidakpercayaan kepada surat kabar harian 14 persen, surat kabar mingguan/tabloid/majalah berita 17 persen.

Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat ini merupakan modal bagi media konvensional untuk tetap bertahan. Terlebih, SPS yang mewadahi media konvensional telah memasuki usia 77 tahun. “Ini artinya, selama kurun waktu 77 tahun, SPS tetap eksis dengan beragam tantangan yang telah dihadapi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum SPS Januar Primadi Ruswita menyampaikan bahwa dalam 10 tahun belakangan media digital berkembang sangat pesat dan berimbas pada keberadaan media konvensional. “Imbasnya sangat terasa, banyak yang terpaksa tutup karena tak mampu bertahan baik karena alasan ekonomi maupun kesulitan adaptasi teknologi,” ucapnya. Oleh sebab itu, ia mengajak perusahaan pers yang tergabung dalam wadah SPS mengubah model bisnis agar terhubung dalam ekosistem digital, namun tetap berada dalam koridor jurnalistik. “Beradaptasi bukan berarti kita mengikuti sepenuhnya pola platform media digital. Itu nanti akan menjadi ancaman bagi misi suci pers dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya. Januar menambahkan, dialog nasional serangkaian HUT ke-77 SPS menjadi momentum bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun jalan bersama. Ditambahkan olehnya, SPS yang saat ini beranggotakan 538 perusahaan media akan terus menyerukan penyelamatan pers sebagai warisan bangsa, menjalankan fungsi yang baik dan bermakna.

Di lain pihak, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengingatkan media konvensional mampu mengadopsi perkembangan teknologi agar bisa tetap bertahan. Namun demikian, media konvensional juga diingatkan agar tetap menjaga karya jurnalistik agar selalu kualitas. Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi yang menyampaikan paparan secara virtual menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap perkembangan media konvensional. Keberpihakan itu teraktualisasi dalam dua Rancangan Peraturan Presiden (Perpres), yakni Rancangan Perpres tentang Kerja Sama Perusahaan Platform Digital dengan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas serta Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Sisi Unik Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan

Pelinggih Ratu Malen di Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Pelinggih Ratu Malen di Pura Luhur Pekiyisan di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pura Luhur Pekiyisan Beji Agung Sad Kayangan Jagat Luhur Batukaru yang terletak di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi menjadi salah satu pura yang menyimpan banyak keunikan.

Pura yang diperkirakan berdiri sejak zaman megalitikim ini menjadi salah satu tempat penyucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Batukaru.

“Biasanya penyucian Ida Bhatara dilakukan setiap 20 tahun sekali, karena bergantian dengan penyucian di Pura Luhur Tanah Lot,” kata Bendesa Adat Babahan Made Sukawana, Kamis (10/8/2023).

Ia menjelaskan, pura Luhur Pekiyisan memiliki pelinggih utama yakni Pelinggih Persimpangan Luhur Tanah Lot dan pekendungan, Pelinggih Manik Sakti, Pelinggih Simpangan Ida Rsi dan Pesimpangan Luhur Batukau.

Masyarakat yang akan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Pekiyisan wajib membersihkan diri di beji yang terletak di sebelah timur pura.

“Sebelum melakukan persembahan ke area dalam pura, pemedek wajib membersihkan diri dulu ke beji,” ucapnya.

Ia menyebut, para pemedek atau penangkil juga bisa bersembahyang di tiga pura yang berada di jaba sisi. Pura tersebut diyakini masyarakat memiliki fungsinya masing-masing.

Seperti pura Ratu Malen untuk memohon kebijaksanaan karena perwujudan tokoh pemasangan yakni Malen yang dikaitkan dengan kebijaksanaan dan kewibawaanya. Pura ini terletak di Barat Pura Luhur Pekiyisan dan berdekatan dengan aliran Sungai Yeh Ho.

Kelihan Adat Banjar Babahan Tengah I Nyoman Sarkayasa mengatakan para pejabat pemerintahan sering datang untuk memohon kebijaksanaan.

“Mereka biasanya nangkil saat Purnama atau Tilem dengan membawa banten biasa atau pejati,” ungkapnya.

Kemudian, di sisi Selatan Pura Ratu Malen ada Pura Sri Sedana atau Rambut Sedana yang diyakini masyarakat untuk memohon kesejahteraan. Pura ini dikaitkan dengan subak di Bali sebagai sistem pengairan sawah.

Selain itu, terdapat Pura Pecalang atau Jagabaya yang dijadikan sebagai tempat memohon kewibawaan sekaligus taksu, baik seni maupun usaha.

Taksu ini merupakan kemampuan atau daya kreatifitas yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang.

“Bagi mereka, seka pementasan seperti arja atau kesenian lainnya biasa nangkil kesini sebelum pentas,” ungkapnya. (ana)

Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Jagung Tabrak Pelajar Bermotor

Kondisi truk yang terlibat kecelakaan di jalan umum jurusan Kediri - Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023).
Kondisi truk yang terlibat kecelakaan di jalan umum jurusan Kediri - Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakan lalu lintas melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan umum jurusan Kediri – Pangkung Tibah, termasuk Banjar Buduk, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (9/8/2023) sekitar pukul 16.00 WITA.

Diduga Truk Fuso dengan Nomor Polisi K 8747 BC tidak kuat menjak hingga menyenggol pengendera sepeda motor honda Scoopy dengan Nomor Polisi DK 4757 GBI yang ada di belakangnya.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor yang masih bestatus sebagai pelajar SMP berinisial NKR (14) asal Banjar Telengis, Desa Bengkel, Kediri, mengalami luka lecet pada kaki dan dirawat di RSU Singasana Nyitdah dalam keadaan sadarkan diri.

“Saat kejadian korban membongceng temannya yang juga masih SMP. Namun, temannya selamat” ujar Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, Rabu (9/8/2023).

Ia menjelaskan, truk yang dikemudikan Dede Hamdani (24) asal Tasikmalay, Jawa Barat, dengan muatan jagung datang dari arah Utara jurusan Kediri menuju arah Selatan jurusan Pangkung Tibah.

Saat melintasi jalan tanjakan dan tikungan landai kekiri, truk tidak kuat menanjak lalu mundur hingga menyenggol pengendara sepeda motor yang tengah melaju di belakangnya. Kemudian, truk terperosok di sebelah Barat bahu jalan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material mencapai Rp16 juta,” jelasnya.

Bunda Rai Wahyuni Sanjaya, Hadiri dan Dukung Pasar Rakyat TP PKK Bangli

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dalam Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M hadir dalam Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasar Rakyat PKK, dengan tema ‘Berbelanja dan Berbagi’ menjadi program unggulan yang sangat dinanti oleh setiap masyarakat di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yang diinisiasi saat pandemi Covid-19 melanda.

Program ini merupakan program yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah di Bali, inovasi TP PKK Provinsi Bali di bawah komando Ny. Putri Suastini Koster guna memulihkan perekonomian pasca pandemi.

Tentunya tujuan mulia ini mendapat dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M bersama dengan pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, hadir menunjukkan dukungannya dalam setiap perhelatan Pasar Rakyat yang kali ini dilaksankan di Kabupaten Bangli, bertempat alun-alun Kabupaten Bangli, Rabu (9/8/2023).

Dihadiri langsung oleh pemrakarsa program, Bunda Putri Suastini Koster, tujuan terus berlanjutnya kegiatan pasar rakyat utamanya adalah untuk membangkitkan kesejahteraan rakyat, membangun perekonomian dengan menggandeng para pengusaha kecil di masing-masing wilayah di Kabupaten/Kota.

Seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan TP PKK Provinsi Bali datang ke Bangli, semua berbelanja dan belanjaannya tersebut akan dibagikan kepada 100 orang penerima manfaat di Kabupaten Bangli berupa bantuan kebutuhan pokok.

Senada dengan pernyataan Bunda Putri Suastini Koster, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya menyatakan, bahwa Pasar Rakyat dengan tema ‘Berbelanja dan Berbagi’ ini menurutnya merupakan wujud nyata PKK dalam perannya turut serta dalam pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi.

“Berbelanja dan Berbagi ini sangat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, bagi para pedagang selain mendapat keuntungan dari penjualan, mereka mendapat wadah untuk mempromosikan produknya dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.

Disamping itu, bagi para penerima bantuan dapat meringankan beban serta membantu memenuhi kebutuhan apalagi menjelang hari raya seperti sekarang. Begitu pula dengan para Ketua TP PKK dan anggota yang berkunjung, masing-masing bisa berkesempatan saling bertemu, bertatap muka dan saling sharing terkait program yang dilakukan masing-masing daerah. (rls)

Sekda Adi Arnawa Hadiri Rapat Kerja Dengan Tim Banggar DPRD Badung

Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Ketua Tim TAPD Badung menghadiri Rapat Kerja dengan Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (9/8/2023).

Rapat kerja yang  membahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan Tahun 2023 ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata serta diikuti oleh seluruh anggota Banggar DPRD Badung dan anggota Tim TAPD Kabupaten Badung.

Sekda Adi Arnawa seusai Rapat Kerja menyampaikan terkait dengan pertanyaan dari salah satu anggota Banggar DPRD tentang perbaikan bendungan yang jebol di Subak Penarungan. Pemerintah Kabupaten Badung tidak bisa menyentuh karena itu menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

“Terkait hal ini, Bapak Bupati Badung Nyoman Giri Prasta tetap minta agar petani jangan sampai jadi korban, untuk itu tim teknis dari Dinas Pertanian dan Pangan sudah menghitung angka kerugian gagal panen yang dialami para petani, tapi mekanismenya tetap mekanisme akibat dampak bencana. Terkait dengan angka untuk penanganan Subak Penarungan sudah sempat dihitung kurang lebih keseluruhan Rp. 1,3 miliar dan mudah-mudahan itu tidak salah, yang jelas nanti petani akan kita bantu,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa mengungkapkan rencana dari pemerintah untuk membuat Museum yang ada di bekas Bom Bali, karena bagaimanapun juga tempat terjadinya Bom Bali itu sekarang menjadi destinasi wisata sehingga perlu dikemas sedemikian rupa untuk bagaimana membuat sebuah monumen yang lebih representatif.

“Pada prinsipnya Pemkab Badung ingin mendorong dan menambah berbagai macam destinasi wisata dan museum ini merupakan destinasi monumental yang pernah menjadi sejarah dengan harapan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bali untuk melihat suatu kejadian dan jangan sampai terulang kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan terkait dengan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2023 ada beberapa hal yang memang didiskusikan untuk membuat rancangan yang terbaik untuk kepentingan Badung, tetapi dalam hal ini tadi ada beberapa pertanyaan tentang penguatan adat, agama dan tradisi, juga tentang masalah pertanian bagaimana proteksi petani yang sudah diatur dengan Perda Perlindungan Pertanian.

“Bapak Sekda selaku Ketua Tim TAPD dengan penuh tanggung jawab, Beliau sudah mengatakan kalau ada hal-hal yang perlu difasilitasi kepada petani yang gagal panen, maka Sekda dalam hal ini sebagai Ketua Tim TAPD akan merancang bagaimana yang terbaik yang bisa dilakukan untuk petani,” katanya.

Selanjutnya mengenai Museum Bom Bali itu akan dievaluasi kembali, barangkali ada perencanaan pembangunan dan lain sebagainya dan itu sudah disampaikan jelas oleh Sekda Adi Arnawa selaku Ketua Tim TAPD akan dilakukan evaluasi lebih lanjut, artinya kalau memang belum saatnya akan dievaluasi untuk kepentingan masyarakat yang lebih prioritas. (rls)

Rapat Paripurna DPRD Badung Perubahan KUA-PPAS APBD 2023, Pendapatan Daerah Dirancang 7,4 T

Wabup Ketut Suiasa saat Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).
Wabup Ketut Suiasa saat Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – DPRD Badung menggelar rapat Paripurna dengan agenda Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Rabu (9/8/2023).

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, seiring perkembangan ekonomi pada sektor pariwisata yang mulai menunjukkan tren positif dan memberikan kontribusi terbesar bagi PAD Badung, Pemkab Badung pada Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2023 merancang pendapatan daerah sebesar Rp7,4 triliun lebih.

“Jumlah ini meningkat Rp 1,3 triliun lebih atau 22,13 persen dari APBD induk tahun anggaran 2023 sebesar Rp6 triliun lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendapatan daerah terdiri dari PAD dirancang Rp6,5 triliun lebih dan pendapatan transfer tidak mengalami perubahan tetap dirancang Rp872,8 miliar lebih. Sementara belanja daerah dirancang Rp8,4 triliun lebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp 2,4 Triliun lebih atau 39,70% dari APBD Induk 2023 sebesar Rp 6 Triliun lebih.

Belanja daerah terdiri dari, belanja operasional sebesar Rp5,1 triliun lebih, belanja modal Rp1,4 triliun lebih, belanja tidak terduga Rp77,7 miliar lebih dan belanja transfer sebesar Rp1,8 triliun lebih.

Ditambahkan, pada perubahan KUA-PPAS 2023 ini, anggaran belanja dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan strategis, wajib dan mengikat sesuai bidang prioritas. Diantaranya bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, bidang pariwisata, bidang infrastruktur serta bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kami berharap Pemkab Badung bersama DPRD melakukan evaluasi dan penyesuaian APBD untuk periode tahun anggaran yang tersisa, agar dalam pelaksanaannya berjalan dengan efektif. Dengan pembahasan yang detail dan konstruktif oleh Dewan sehingga hasilnya dapat memberi manfaat optimal bagi daerah dan masyarakat badung, ” jelasnya.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, dihadiri para Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung, Forkopimda, Sekda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Direksi Perusahaan Daerah serta Tenaga Ahli DPRD dan Fraksi DPRD Badung. (rls)

Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Raimuna Nasional Tabanan ke Jakarta

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tabanan menuju perhelatan akbar perkemahan besar Pramuka Penegak (usia 16-21 tahun) di Jakarta, bertempat di halaman depan kantor Bupati Tabanan, Rabu (9/8/2023).

Sesuai dengan ketentuan Juknis Raimuna Nasional Tahun ini, Kwarcab Tabanan terdiri dari 48 peserta didik penegak (24 orang putra dan 24 orang putri), 12 orang Pinkoncab dan tiga orang Bindamping serta satu orang tenaga kesehatan yang berasal dari masing-masing Kwartir Ranting se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta, dari tanggal 14 sampai dengan 21 Agustus 2023.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan yang telah mempersiapkan kontingen Pramuka Tabanan yang akan turut berpartisipasi dalam Raimuna tingkat Nasional XII Tahun ini.

“Saya berharap, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan prestasi adik-adik dalam bidang kepramukaan. Melalui kesempatan ini saya juga berpesan, dalam mengikuti Raimuna XII yang juga merupakan kegiatan pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega seluruh Indonesia agar senantiasa menjaga sportifitas, kejujuran dalam bertingkah laku serta menjaga nama baik Pramuka Tabanan,” pinta Sanjaya.

Ia juga meminta agar peserta selalu menjaga kesehatan terhadap perubahan iklim. Selain itu, dengan pelatihan selama ini, para peserta bisa mengatasi segala situasi dan mampu mengharumkan nama Tabanan di tingkat nasional.

“Tunjukkanlah kemampuan dan ketrampilan untuk meraih prestasi dan mampu membawa kepramukaan Kabupaten Tabanan berkontribusi dalam mewujudkan visi Pemkab Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan sekaligus  Ketua Kwarcab Pramuka Tabanan Ngurah Darma Utama mengatakan, Raimuna Nasional Gerakan Pramuka adalah Perkemahan Besar Pramuka Penegak yang dikemas dalam kegiatan edukatif di alam terbuka dengan nuansa ceria dibalut dengan persaudaraan dan penuh dedikasi untuk mencetak Pramuka yang berprestasi sebagai kader pemimpin di masa depan.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Asisten III Setda, Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Kemudian, Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Tabanan, Kakak-kakak Pengurus Kwartir, Kwartir Ranting, Pembina Pendamping dan Peserta Raimuna Nasional XII serta undangan lainnya. (rls)

Empat Jembatan Rusak di Tabanan Akibat Bencana Sedang Dibangun

Jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga yang sedang diperbaiki.
Jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga yang sedang diperbaiki.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat jembatan di Tabanan yang rusak akibat bencana alam pada Oktober 2022 lalu dibangun kembali oleh pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP).

Keempat jembatan tersebut yakni jembatan penghubung Marga – Apuan, jembatan Pegebengan – Ganter, jembatan Suralaga – Ganter dan Jembatan Gluntung menuju Uma Bali di Kecamatan Marga.

Kepala Bidang Cipta Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Gede Partana mengatakan, pembangunan empat jembatan telah dilakukan akhir Mei 2023 lalu dengan struktur permanen. Dari empat jembatan yang kini dalam pengerjaan, terpanjang dibangun Jembatan Marga – Apuan di Desa Tua, Marga, yang bisa menembus wilayah Baturiti.

“Panjang jembatan dibangun sekitar 30 meter dengan pengerjaan 180 hari kalender kerja. Biaya yang diperlukan sekitar Rp11,1 miliar lebih bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi,” jelasnya, Rabu (9/8/2023).

Tiga jembatan lainnya, yakni jembatan Pegebegan – Ganter menghabis anggaran sekitar Rp5,7 miliar. Jembatan penghubung Suralaga – Ganter menelan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.

Kemudian, Jembatan Gluntung menuju Uma Bali dibangun dengan panjang 12 meter dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.

“Waktu pelaksanaan pengerjaan ketiga jembatan tersebut selama 150 hari kalender kerja. Target pengerjaan sampai bulan Oktober mendatang,” ucap Partana.

Ia menambahkan, saat ini keempat jembatan tersebut sedang dalam pemasangan tiang panjang besi beton. “Secera keseluruh empat jembatan tersebut pengerjaan fisiknya baru mencapai 20 persen,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya rekonstruksi ulang empat jembatan tersebut maka konektivitas antar wilayah, baik barang, jasa dan manusia bisa lebih lancar.

“Terlebih empat jembatan itu merupakan jalan utama dari warga untuk menuju kabupaten hingga ke fasilitas publik lainnya,” paparnya. (ana)