- Advertisement -
Beranda blog Halaman 621

Dua Residivis Curanmor Kumat, Curi Motor di Tiga TKP

Suharyanto (kiri) dan Ahmad (Kanan) yang sekarang ditahan di Polres Badung karena mencuri tiga unit motor di wilayah Badung dan Denpasar.
Suharyanto (kiri) dan Ahmad (Kanan) yang sekarang ditahan di Polres Badung karena mencuri tiga unit motor di wilayah Badung dan Denpasar.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Suharyanto (36) dan Ahmad (50) bukannya jera. Baru lepas dari penjara, keduanya nekat berbuat kejahatan lagi. Mencuri sepeda motor. Seperti kasus yang membuat mereka dijebloskan ke penjara sebelumnya.

Saat ini, kedua residivis yang baru keluar penjara beberapa bulan lalu itu ditahan di Polres Badung. Kedua tersangka asal Jember, Jawa Timur, ini ditangkap pada Minggu (28/5/2023) lalu.

Penangkapan yang dilakukan tim Reserse Mobile atau Resmob Polres Badung itu hanya beberapa jam setelah keduanya mencuri motor di Banjar Gulingan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, sekitar pukul 02.00 WITA.

“Keduanya residivis. Mereka beraksi dengan modus membobol rumah dan mencuri motor milik korban atas nama Batisto Bria (23),” jelas Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, Kamis (8/6/2023).

Sesuai laporan korban yang berasal dari Nusa Tenggara Timur itu, ia kehilangan motor Honda Beat DK 4332 FAU yang diparkir di kosannya beberapa jam sebelum penangkapan.

Saat kejadian, korban kebetulan sedang berada di luar kos karena sedang menghadiri acara ulang tahun temannya.

“Sepulangnya (dari acara ulang tahun), korban tidak menemukan motornya yang diparkir di dapan kamar kos. Paginya setelah kejadian, korban melapor ke Polres Badung,” katanya.

Tim Resmob Polres Badung yang mendatangi lokasi kejadian menggelar penyelidikan awal dengan meminta keterangan para saksi dan mengamati rekaman CCTV.

Berbekal hasil penyelidikan awal itulah, Polisi mencurigai Suharyanto dan Ahmad. Keduanya kemudian ditangkap di tempat kosnya, Jalan Raya Sempidi, Mengwi, Badung.

Di tempat kos kedua tersangka, Polisi menemukan motor Bastito yang hilang dan dua unit motor lainnya yang diduga kuat hasil curian. Sebab, di Sempidi saja mereka sudah dua kali beraksi. Sedangkan satu lokasi pencurian lainnya di sekitar Denpasar Utara.

Dalam proses pengembangan kasus, kedua tersangka rupanya hendak kabur. Sehingga Polisi menembak kedua kaki tersangka.

“Rencananya ketiga itu akan dijual ke penadah (masih dalam penyelidikan). Uang hasil curian itu akan dipakai kebutuhan sehari-hari. Kami masih kembangkan kasus ini,” imbuh Teguh. (ann)

Sosialisasi Peningkatan Pengguna & Evaluasi Rencana Aksi Daerah SP4N-LAPOR

Sosialisasi peningkatan pengguna dan FGD SP4N-LAPOR, Rabu (7/6/2023).
Sosialisasi peningkatan pengguna dan FGD SP4N-LAPOR, Rabu (7/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kemenpan RB bekerjasama dengan KOICA dan UNDP bersama Pemerintah Kabupaten Badung menyelenggarakan sosialisasi peningkatan pengguna dan focus group discussion sistem layanan pengaduan masyarakat SP4N-LAPOR bagi seluruh OPD pada wilayah Pemerintah Kabupaten Badung di Prama Sanur Hotel, Rabu (7/6/2023).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung I Wayan Sujendra S.Pd, M.M. dan dihadiri oleh Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti S.Sos, M.Si serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra S.Sos, M.AP dan juga Kepala OPD di wilayah Pemerintah Kabupaten Badung lainnya.

Melalui kerjasama yang komprehensif, kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan strategi dalam peningkatan pengguna sistem SP4N-LAPOR dan juga menjadi wadah gagasan-gagasan yang akan dituangkan pada sesi FGD.

“Jadi, besar harapannya sosialisasi ini dapat memberi pemahaman bagi seluruh lapisan Perangkat Daerah hingga ke tingkat yang terdekat dengan masyarakat, sehingga masyarakat betul-betul tahu bagaimama cara melaporkan pengaduan mereka kepada Pemerintah,” ujar I Wayan Sujendra S.Pd, M.M selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, pada Rabu (7/6/2023).

Empat Jembatan Rusak Akibat Bencana Akan Diperbaiki Juni ini, Target Rampung Akhir Tahun

Kondisi jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga (kiri) dan jembatan Geluntung (kanan)
Kondisi jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau Marga (kiri) dan jembatan Geluntung (kanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) akan membangun empat jembatan yang sebelumnya rusak akibat bencana alam.

Empat jembatan tersebut yakni jembatan penghubung Marga-Apuan di Desa Cau, Marga; jembatan Geluntung, Marga; jembatan Suralaga – Ganter dan jembatan Pengebegan – Ganter.

“Akan dibangun Juni ini. Proses pengerjaan akan langsung dilakukan setelah persiapan alat selesai,” jelas Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan I Made Dedy Darmasaputra, Rabu (7/6/2023).

Ia menyebut, saat ini proses pengerjaan masih menunggu finalisasi time schedule. Sebelumnya telah dilaksanakan upacara ngeruak atau upacara Hindu di Bali untuk memulai pembangunan baru.

“Persiapan lahan sudah dilakukan. Namun, untuk mobilisasi alat beratnya belum,” sambung Dedi Darmasaputra.

Pembangunan jembatan akan menggunakan beton prategang. Adapun anggaran yang disiapkan untuk membangun keempat jembatan tersebut mencapai Rp30 miliar.

“Seluruh dana bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali dan BKK Badung,” kata Dedi

Pihaknya menargetkan pembangunan keempat jembatan tersebut selama enam bulan.

“Astungkara keempat jembatan sudah berfungsi Desember ini,” harapnya.

Kebakaran Empat Ruko di Marga Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp150 Juta

Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.
Empat ruko terbakar di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Marga menyebut kerugian kebakaran empat unit ruko di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, pada Senin (5/6/2023) malam mencapai Rp150 juta.

Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan beserta barang dan perlengkapan berjualan keempat ruko ludes terbakar. Selain itu, surat-surat penting berupa ijazah juga ikut dilalap api.

“Total kerugian mencapai Rp150 juta,” kata Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana, Rabu (7/6/2023).

Ia menyebut, api diduga berasal dari korsleting arus listrik pada freon mesin pendingin di ruko milik I Made Sudiartama (40).

Sebelumnya diberitakan, empat unit ruko di Banjar Peken, Desa Peken Belayu, Marga, terbakar pada Senin (5/6/2023) sekitar pukul 22.30 WITA.

Keempat korban pemilik ruko merupakan warga setempat yakni I Made Sudiartama (40), I Gede Made Udayana Dwika Putra (24), I Gede Made Kana (52) dan I Gede Putu Mustika (35). Dengan usaha bengkel, jasa pemotongan ayam, sarana upacara dan toko kelontong.

AKP Wayan Suta Arcana mengungkap, saat kejadian saksi I Gede Made Kana (52) bersama istrinya Ni Made Sudiningsih (50) yang masih berjualan nasi di rukonya mendengar suara ledakan yang sangat keras dari ruko Sudiartama.

“Terdengar suara ledakan sekali. Setelah dicek keluar, mereka melihat api sudah membesar dan asap mengepul di atas toko,” jelasnya, Selasa (6/6/2023).

Suta menerangkan, saksi sempat membuka pintu ruko Sudiartama. Namun tidak bisa dibuka karena dalam keadaan terkunci. Sekitar pukul 23.00 WITA empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Kemudian, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WITA. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik serta mengecek kembali saluran arus listrik.

“Mengingat sekarang sedang musim kemarau agar mencabut saluran listrik pada alat-alat elektronik jika tidak digunakan,” imbuh Suta.

Pohon Kelapa Berumur Ratusan Tahun Tumbang Timpa Rumah di Penebel

Kondisi rumah yang tertimpa pohon.
Kondisi rumah yang tertimpa pohon.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah semi permanen milik I Gusti Putu Nadi (76) di Banjar Dinas Tajen Pande, Desa Tajen, Penebel, tertimpa pohon kelapa pada Rabu (7/6/2023) sekitar 01.00 WITA.

Diduga pohon kelapa tersebut tumbang akibat sempat diguyur hujan dan lapuk karena telah berumur sekitar 100 tahun.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, korban mengalami kerugian material mencapai Rp20 juta,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan AKP I Nyoman Subagia, Rabu (7/6/2023).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian Putu Nadi bersama istrinya sempat menonton televisi di kamar sekira pukul 19.00 Wita.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WITA saat hendak tidur di kamar, korban mempunyai firasat tidak enak sehingga memutuskan untuk pindah tidur di dapur yang letaknya sekitar 20 meter dari selatan rumah yang tertimpa pohon.

Sekitar pukul 01.00 Wita korban mendengar suara ambruk. Setelah dicek keluar, korban melihat rumahnya sudah roboh ditimpa pohon kelapa yang diperkirakan berumur ratusan tahun tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, korban langsung meminta pertolongan ke tetangga.

“Saat ini, pohon sudah dibersihkan oleh keluarga beserta BPBD Tabanan,” jelas Subagia. (ana)

Aniaya Pacarnya di Hotel, WN Australia Ditangkap

WNA asal Australia yang menjadi pelaku penganiayaan pecarnya dan kini diamankan Polsek Kuta.
WNA asal Australia yang menjadi pelaku penganiayaan pecarnya dan kini diamankan Polsek Kuta.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia Drew Donald Ireland (29) ditangkap aparat Polresta Denpasar karena menganiaya pacarnya, AP (33), asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Penganiayaan itu terjadi saat keduanya hendak berkencan di sebuah kamar hotel, Jalan Popies, pada Minggu (4/6/2023) sore.

Drew ditangkap di hari yang sama atau beberapa jam setelah AP melapor ke Polisi. AP mengalami luka di bagian kepala dan bahunya.

“Jadi tersangka dan korban berhubungan sebagai pacar,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (7/6/2023).

Ia mengungkapkan, tersangka dan korban berkenalan melalui aplikasi Tinder. Keduanya sepakat bertemu pada Minggu sore. “Korban dijemput di kawasan Seminyak, Kuta, untuk pergi ke hotel,” imbuhnya.

Saat di hotel, tersangka dan korban cekcok. AP meminta uangnya yang dipinjam Drew sebesar Rp 1,5 juta dikembalikan. Namun Drew merasa tidak ada meminjam uang tersebut.

“Terjadilah keributan yang mengakibatkan korban beberapa kali kena pukulan di kepala dan tubuh serta Drew sempat mengancam akan memutilasi korban,” ungkapnya.

Selain menangkap Drew, Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa airsoft gun laras panjang. Barang bukti ini dipesan di Bali Permai, Jalan Raya Kuta.

Tidak hanya itu, Drew juga ketahuan sempat mencuri pakaian dan senter listrik di Beach Walk dan beberapa toko lainnya sekitar Legian dan Denpasar. Aksi ini dilakukan dengan cara membeli satu barang dan mengambil barang lainnya untuk dicuri.

“Tersangka juga mengaku kepada korban sebagai anggota Australia Special Force (Pasukan Khusus Tentara Australia) yang sedang melakukan pelatihan di Military Base Renon untuk Tim Sniper Indonesia sehingga memiliki berbagai senapan,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, pihaknya kini tengah mendalami asal senjata-senjata itu, serta alasannya mengaku sebagai anggota pasukan khusus tersebut.

“Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun delapan bulan penjara dan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara paling lama lima tahun,” jelasnya.(ann)

Polisi Tangkap Sepuluh ABG Pelaku Pengeroyokan Tukang Parkir di Jalan Madri

Dua dari sepuluh pelaku pengeroyokan tukang parkir di Jalan Dewi Madri yang ditahan di Polresta Denpasar.
Dua dari sepuluh pelaku pengeroyokan tukang parkir di Jalan Dewi Madri yang ditahan di Polresta Denpasar.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polisi menangkap sepuluh orang anak baru gede (ABG) yang menjadi pelaku pengeroyokan tukang parkir Yohanes Naikoi (33) di Jalan Dewi Madri, Denpasar Timur.

Kesepuluh tersangka tersebut antara lain Muhamad Ivan alias Ipan (19), Gede Kurniawan Kresna Budiantara (19), HAP (18), U (17), D (17), A (17), M (15), Z (15), C (14), dan R (14).

“Terdapat delapan orang masing berstatus pelajar kelas 3 SMP di Kota Denpasar dan dua pelaku berumur 19 Tahun kelas 3 SMA,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (6/6/2023).

Selain itu, motif sementara penganiayaan berujung maut itu karena kesepuluh tersangka dalam keadaan mabuk. “Motifnya mabuk,” imbuhnya.

Bambang menyebut sebelum kejadian, kesepuluh ABG tersebut sempat minum alkohol di Malibu Bar, Denpasar, pada Minggu (4/6/2023) hingga pukul 03.00 WITA.

Usai minum alkohol, kesepuluh orang ABG ini melintas di Jalan Cok Agung Tresna. Mereka mengendarai empat motor dengan posisi sejajar menuju timur  atau ke arah Jalan Moh Yamin.

Saat berada di depan kantor TVRI, salah seorang dari sepuluh pelaku yakni M menendang korban yang saat itu sedang berjalan kaki. M saat itu berboncengan di motor yang yang dikendarai K.

Peristiwa itu sempat memicu terjadinya cekcok. Korban dan M kemudian dilerai. Tidak lama kemudian korban melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.

Namun peristiwa di lokasi pertama itu rupanya belum usai. Para pelaku rupanya masih mengejar korban. “Kemudian mengeroyok korban yang jaraknya hanya satu kilometer dari lokasi penyerangan sebelumnya,” terang Bambang.

Dalam peristiwa di lokasi kedua, K yang membonceng M menusuk korban dengan menggunakan pisau yang disimpan pada ikat pinggangnya.

Saat ini kesepuluh tersangka ditahan di Polresta Denpasar. Mereka terancam ketentuan pidana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (ann)

Serangkaian Bulan Bung Karno, Bupati Sanjaya Bersih-Bersih di Pantai Yeh Gangga

Bupati Sanjaya melepas tukik di Pantai Yeh Gangga dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.
Bupati Sanjaya melepas tukik di Pantai Yeh Gangga dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tumpah ruah Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Selasa, (6/6/2023), me-merah dipadati ribuan orang yang turut serta dalam Gerakan serentak bersih-bersih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tabanan.

Membludaknya peserta dari unsur ASN dan Non ASN, TNI, Polri, Instansi Vertikal, BUMD, bahkan perangkat desa, para komunitas, yayasan serta forum peduli lingkungan, pun masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan.

Aksi pagi itu yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti ; bersih-bersih pantai, pelepasan tukik, penanaman pohon penghijauan, lomba mancing, pelayanan kesehatan gratis, hingga penyerahan Bantuan. Turut hadir, Wabup Edi, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, para Asisten dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta undangan terkait lainnya.

“Pagi hari ini, astungkara kita tumpah ruah menyelenggarakan kegiatan di Pantai Yeh Gangga karena ada hubungannya dengan laut kita, kemaritiman kita. Jadi, pada kesempatan ini saya apresiasi panitia karena dari pagi telah melaksanakan lomba mancing, bersih-bersih, ada pelepasan tukik, ada penghijauan, pemberian sembako, pemberian kursi roda pada disabilitas yang kita kolaborasikan dengan beberapa unsur terkait,” ujar Sanjaya.

Dengan mengambil tema “Mahajnana Segara Kerthi” yaitu Pemuliaan Laut yang merupakan pendalaman ajaran Bung Karno, lanjutan dari peringatan tahun sebelumnya “Adicita Danu Kerthi”, dimana konsep harmoni ini sarat dan kaya akan pesan-pesan moral tentang ajegnya konsepsi nyegara gunung. Dalam perayaan kali ini, Sanjaya berharap pantai ataupun kemaritiman di Kabupaten Tabanan bersih dan berdaulat bagi masyarakat, khususnya bagi para nelayan di Tabanan.

Untuk itu, Orang nomor satu di Tabanan juga menghimbau kepada seluruh hadirin dan juga masyarakat agar selalu bersyukur karena diberikan alam yang luar biasa, khususnya pantai yang membentang dari Tanah Lot hingga Selabih sepanjang kurang lebih 40 Km.

Selain itu, ditegaskannya jangan pernah lupa dengan sejarah serta rasa terimakasih juga patut dihaturkan kepada para pendahulu, yakni Bung Karno dan Bung Hatta yang telah memproklamirkan hari kemerdekaan.

“Patut kita bersyukur, patut kita berbangga memiliki Bapak Bangsa, sehingga hari ini kita bisa melakukan sebuah kegiatan berkat jasa-jasa para leluhur kita, para pejuang kita. Maka tidak salah kita menyebut dengan sebutan Jas Merah, Jangan Pernah Lupa dengan Sejarah, karena tanpa beliau kita tidak ada pada pagi hari ini. Tepuk tanganlah buat Bapak Bangsa kita Bung Karno,” kata Sanjaya disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.

Selain itu, dijelaskannya bahwa Bulan Juni ini adalah momentum yang sangat sakral, dimana 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila yang merupakan perekat bangsa. Kemudian 6 Juni merupakan hari lahir Bung Karno dan tanggal 21 Juni merupakan hari wafatnya Bung Karno.

Oleh sebab itu, Negara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memperingati jasa-jasa beliau dengan perayaan Bulan Bung Karno melalui kegiatan-kegiatan positif sebagai ucapan terimakasih kepada Bapak Bangsa.

Dimana pada kesempatan itu, bersih-bersih pantai dimulai dari pukul 07.00 wita, Lomba Mancing, kemudian pelepasan tukik dan penanaman pohon penghijauan, dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada nelayan dan penyandang disabilitas. Bantuan kursi roda diberikan Sanjaya kepada Kadek Agus Ananta Pramana asal Banjar Jelai, begitupun dengan Lansia dan Disabilitas dari Desa Gubug dan Pangkung Tibah diberikan bantuan sembako serta kepada 70 Nelayan pesisir pantai.

“Terimakasih atas kekompakan yang ditunjukkan dalam kegiatan hari ini. Dan apapun kegiatan yang kita lakukan, mari kita selalu kompak bersatu. Tidak ada sesuatu yang kita lakukan berhasil, tanpa gerakan gotong-royong, tanpa saling bersatu, bersama-sama diantara kita. Maka dari itu, ayo kita selalu bekerjasama mewujudkan visi misi kita, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya.

Di sela-sela kegiatan, salah satu peserta lomba mancing, yakni I Gusti Kade Bagus Dwija Putra menghaturkan terimakasihnya kepada Pemkab khususnya Bupati Tabanan yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba macing serangkaian perayaan Bulan Bung Karno kali ini. “Melalui kegiatan ini, kami para anglers mendapat hiburan dan semoga kedepannya Tabanan lebih maju dan lebih baik lagi,” harapnya. (rls)

Cekcok dan Lukai Warga Lokal di Sibang, WNA Amerika Ditangkap

WNA yang lukai warga lokal di Jalan Raya Sibang, Kecamatan Abiansemal, saat ditangkap pada Senin (5/6/2023).
WNA yang lukai warga lokal di Jalan Raya Sibang, Kecamatan Abiansemal, saat ditangkap pada Senin (5/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kepolisian Sektor (Polsek) Abiansemal menangkap seorang warga negara asing (WNA) Montesinos Etienne Siro pada Senin (5/6/2023).

WNA asal Amerika itu ditangkap usai melukai seorang warga lokal I Gusti Agung Lanang Widia (27) dengan senjata tajam (sajam) di Jalan Raya Sibang, Abiansemal, Badung, di hari yang sama.

Saat ini, Montesinas masih menjalani pemeriksaan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung. Ia juga ditahan di Polsek Abiansemal.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Aris Setiyanto menyebut peristiwa itu berawal dari cekcok yang dipicu akibat kecelakaan lalu lintas. Mobil korban sebelumnya ditabrak dari belakang.

“Iya keduanya cekcok karena WNA hendak melarikan diri dan korban mengejar pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban atas mobil yang ditabrak terutama pada saat lampu merah,” terang Aris Setiyanto, Selasa (6/6/2023).

Aris menerangkan, pelaku justru melarikan diri ke arah Denpasar namun korban tetap mengejar pelaku dan berhasil memberhentikan di jembatan Jalan Sibang, Badung.

“Pada saat diberhentikan terjadi cekcok dan tindak kekerasan dengan Montesuono mengeluarkan pisau dan mencoba melukai korban sehingga korban luka di bagian lengan kanan dan jari manis sebelah kanan,” bebernya

Korban saat ini telah dirawat di RSUD Mangapura dan kondisinya dalam pemulihan karena tidak ada luka terbuka. (ann)

Masuk Tahap Pengadaan, Penataan Lapangan Dangin Carik Dimulai Juli 2023

Desain penataan RTH Lapangan Alit Saputra di Desa Dajan Peken, Tabanan.
Desain penataan RTH Lapangan Alit Saputra di Desa Dajan Peken, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Alit Saputra atau Dangin Carik di Desa Dajan Peken, Tabanan akan kembali dipercantik. Rencananya penataan akan dimulai pada Juli 2023 mendatang.

Sebelumnya, penataan telah dilakukan pada tahun 2022 lalu dengan dana sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan I Made Dedi Darmasaputra mengatakan, proses pengerjaan akan dilakukan pada bulan Juli nanti dan saat ini masih dalam proses pengadaan (lelang) yang dijadwalkan berlangsung selama 42 hari.

“Sekarang sudah masuk proses lelang, setelah sebelumnya dilakukan proses finalisasi RAB,” jelasnya.

Ia menyebut, meski pengerjaannya baru dimulai Juli mendatang, tetapi proyek penataan ini dipastikan selesai pada waktu yang telah ditentukan, yakni pada bulan Desember 2023.

“Waktu pengerjaannya enam bulan cukup sebab jenis proyeknya flat. Nanti kami atur di time skedulnya, sehingga proses pengerjaan tidak melebihi tenggat waktu,” ujarnya.

Adapun anggaran yang digunakan untuk melakukan penataan ini sebesar Rp7 miliar. Penataan akan difokuskan pada peningkatan kualitas khususnya pada RTH dan jogging track.

“Anggarannya bersumber dari BKK Kabupaten Badung,” sebut Dedi.

Pada penataan di tahun 2023 ini, Lapangan Dangin Carik akan dilengkapi dengan RTH atau Taman Bunda PAUD, pojok UMKM, memperlebar jogging track,penataan drainase sehingga ketika musim hujan RTH Alit Saputra tidak akan tergenang air.

Selain penataan RTH Dangin Carik, sambung Dedi, pada bulan Juli nanti proses penataan taman Bung Karno juga akan dilakukan.

“Tapi untuk taman Bung Karno ini, hanya fokus pada pembangunan kantor UPT saja, karena taman Bung Karno belum punya kantor,” ungkapnya. (ana)