- Advertisement -
Beranda blog Halaman 621

Mendekati Akhir Agustus, 41.154 HPR Telah Divaksin

Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Kegiatan vaksinasi rabies di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 41.153 ekor Hewan Penular Rabies (HPR), baik anjing maupun kucing yang tersebar di Kabupaten Tabanan telah mendapat vaksinasi sampai hari ini.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan Gede Eka Parta Ariana mengatakan, target vaksinasi pada Agustus ini mencapai 70 persen.

Target tersebut, dilihat dari populasi anjing di Tabanan sebanyak 62.104 ekor anjing dan 247 ekor kucing. Maka total HPR baik anjing dan kucing sekitar 43.400 ekor, yang harus divaksin Distan Tabanan.

Untuk saat ini dengan total 41.154 ekor anjing dan 247 ekor kucing yang divaksin. Maka, Distan Tabanan sudah mencapai sekitar 65,87 persen vaksinasi rabies.

“Sebelumnya ditarget 80 persen. Namun, karena banyak upacara hari raya Umat Hindu Bali, maka kami target 70 persen sampai akhir Agustus,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).

Ia menjelasakan, pemerintah pusat memang menarget realisasi vaksinasi rabies sebesar 80 persen dari populasi. Namun, fakta di lapangan banyak perayaan perayaan hari raya hingga akhir Agustus ini maka target paling realistis adalah 70 persen. “70 persen itu sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap),” tegasnya.

Terkait kasus gigitan HPR, Eka menyebut tidak ada penambahan kasus lagi sebab upaya antisipasi penularan rabies dari anjing ke hewan lain terus digencarkan. Disamping itu, pada bulan Juli lalu, pihaknya dipasok sebanyak dua kali untuk vaksin rabies.

“Pada 5 Juli lalu sebanyak 3.200 dosis. Kemudian tanggal 17 Juli ditambah lagi sebesar 3.000 dosis vaksin,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tabanan, capaian vaksinasi rabies ada di Kecamatan Marga sebesar 89,62 persen atau sekitar 4.440 yang tervaksin dari populasi 4.934 ekor HPR.

Selanjutnya, Kecamatan Penebel sebesar 79,51 persen dari estimasi populasi 6.974 ekor 5.546 HPR tervaksin. Kecamatan Baturiti sebesar 78,60 persen dari estimasi populasi sebesar 5.500 ekor, yang sudah tervaksin 4.323 ekor HPR baik kucing atau anjing.

Selemadeg Timur sebesar 79,74 persen dari estimasi populasi 4.326 ekor, yang tervaksin 3.452 ekor. Kecamatan Kediri sebesar 79,34 persen dari estimasi populasi 7.917 ekor dan tervaksin sebanyak 6.281.

Kecamatan Tabanan sebesar 63.77 persen dari estimasi populasi 8.304 ekor atau tervaksin 5.332, Selemadeg Barat 63,34 persen dari estimasi populasi 6.124 ekor yang tervaksin 3.894.

Kecamatan Selemadeg sebesar 56.16 persen dari estimasi populasi 4.359 ekor yang tervaksin 2.465 ekor. Pupuan sebesar 38.25 persen dari estimasi populasi 6.902 ekor yang sudah tervaksin sebanyak 2.735, dan Kerambitan sebesar 38.78 dari estimasi populasi 6.764 ekor dan yang tervaksin 2.627 ekor. (ana)

Komisi I DPRD Tabanan Harap Rekrutmen PPPK Nakes Prioritaskan Pengabdian Lama

Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi
Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan pada September 2023 mendatang akan melaksanakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga kesehatan (nakes).

Adapun kuota rekrutmen PPPK nakes yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Kemen PANRB) tersebut sebanyak 1.072 formasi.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi berharap dengan adanya rekrutmen PPPK nakes tersebut, Pemkab Tabanan bisa memprioritaskan nakes di rumah sakit umum maupun swasta yang telah lama mengabdi.

“Kami harapkan dengan adanya formasi atau usulan untuk tenaga kesehatan maka yang pertama dituntaskan adalah tenaga medis di rumah sakit pemerintah maupun swasta,” ujar Eka Nurcahyadi , Minggu (13/8/2023).

Selain itu, dinas terkait atau rumah sakit harus memastikan pelamar tersebut telah terdaftar dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISMDK) agar bisa ikut mendaftar dalam rekrutmen PPPK nantinya.
Menurutnya, kuota 1.072 yang diberikan oleh kementrian tersebut dirasa kurang mengingat jumlah nakes yang ada di Tabanan saat ini mencapai dua sampai tiga ribu orang.

“Kami berharap tenaga administrasi juga tetap akan masuk jadi tidak hanya tenaga medis saja,” ucap Politisi PDIP asal Marga itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, sesuai arahan dari Kemenpan RB seluruh nakes yang ada di rumah sakit maupun puskesmas mulai dari bidan, perawat, hingga nakes penunjang bisa mengikuti rekrutmen.

Namun, untuk detil persyaratan pendaftaran belum diberitahukan oleh Kemen PANRB. “Kami baru menerima informasi kuotanya saja,” tegasnya. (ana)

Mesuryak, Tradisi Antar Roh Leluhur ke Sunia Loka saat Kuningan

Tradisi Mesuryak di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Tradisi Mesuryak di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tradisi mesuryak menjadi tradisi turun temurun yang rutin dilaksanakan warga di Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan saat perayaan hari suci Kuningan.

Dalam tradisi ini, masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa saling berebut uang setelah melakukan persembahyangan di depan pintu masuk utama rumah.

Kelian Banjar Adat Bongan Gede I Komang Suparman menjelaskan, makna dari tradisi Mesuryak sendiri adalah mengantarkan para leluhur kembali ke sunia loka atau tempat bersemayam.

Sebab, warga meyakini para leluhur mereka kembali ke rumahnya masing-masing dan berkumpul saat hari suci Galungan hingga Kuningan.

“Dan hari ini kami mengantar para leluhur kembali ke sunia loka dengan kegembiraan,” ujar Suparman, Sabtu (12/8/2023).

Sebelum Mesuryak, warga akan melakukan persembahyangan di Merajan atau tempat suci keluarga besar. Satu kepala keluarga akan menghaturkan persembahan yang terdiri dari sandang, panganan hingga uang yang akan dibagikan saat Mesuryak.

Setelah melakukan persembahyangan di merajan, mereka akan melanjutkan persembahyangan di depan pintu masuk utama rumah sebagai bentuk melepas para leluhurnya kembali ke sunia loka.

Kemudian, aneka persembahan termasuk uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada anggota keluarga dengan berebutan.

“Tidak ada batasannya berapa uang yang harus disediakan. Sebetulnya bukan hanya uang yang bisa dibagikan, buah-buahan dan jajan-jananan juga bisa. Tetapi, lebih banyak yang mengejar sesari berupa uang,” kata Suparman.

Perserta Mesuryak tidak hanya dari anggota keluarga, tetapi semua warga banjar boleh ikut berebut uang yang dilontarkan ke atas. Uang yang dibagikan biasanya berupa pecahan seribu hingga seratus rupiah.

Momen berebut uang inilah yang paling banyak dinantikan sejak upacara di masing-masing pura keluarga digelar di pagi hingga menjelang tengah hari.

“Semua warga banjar juga boleh ikut karena sama-sama dianggap sebagai keluarga. Melontarkan uang ke atas ini juga dimaksudkan sebagai punia atau sedekah,” jelasnya.

Suparman menyebut, tidak ada yang mengetahui pasti kapan tradisi Mesuryak ini ada dan berkembang di desanya.

“Kapan pastinya tradisi ini, kami tidak mengetahuinya karena tidak ada sumber sejarah tertulis. Kami di sini hanya mewarisi tradisi ini tiap Kuningan,” imbuhnya. (ana)

Bakal Calon DPRD Provinsi Dicoret, DPC PDIP Tabanan Pasrahkan ke DPD

Pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar konferensi pers untuk menanggapi polemik yang terjadi Kecamatan Kediri, Sabtu (!2/8/2023).
Pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar konferensi pers untuk menanggapi polemik yang terjadi Kecamatan Kediri, Sabtu (!2/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tabanan menanggapi perubahan nama calon DPRD Provinsi Bali yang keluar dari usulan awal di tingkat pleno DPC, Sabtu (12/8/2023).

Sesuai rapat pleno DPC, nama Ketua PAC PDIP Kediri I Nyoman Mulyadi semula masuk dalam usulan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Bali. Namun, hingga tahap pencermatan daftar bacaleg, nama tokoh Kediri itu justru tidak muncul sesuai aspirasi di tingkat pleno DPC.

Inilah yang kemudian membuat sejumlah warga di Kecamatan Kediri yang didampingi Ketua Ranting Desa Kediri, Bendesa se-Kecamatan Kediri, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kediri mendatangi rumah Nyoman Mulyadi, Jumat (11/8/2023).

Mereka mempertanyakan kejelasan status Nyoman Mulyadi dalam proses pendaftaran bacaleg DPRD Bali. Selain itu, mereka juga datang untuk memberikan dukungan agar pengurus partai baik di tingkat DPC hingga DPP memberikan jawaban.

Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa mengatakan, keputusan penetapan calon DPRD Provinsi berada di tingkat DPD partai. Pihaknya di tingkat DPC hanya mengusulkan nama calon ke DPP sesuai pleno pencalonan tingkat DPC.

“Kami di DPC partai hanya memiliki hak untuk mengusulkan calon-calon yang maju ke provinsi. Untuk (pleno penetapan) calon DPRD Provinsi itu urusan DPD partai,” ujar Arnawa, Sabtu (12/8/2023).

Ia menyebut, saat pleno penetapan calon DPRD provinsi yang akan diajukan ke DPD, nama I Nyoman Mulyadi telah diusulkan untuk masuk dalam daftar bacaleg bersama tujuh kader lainnya.

Adapun nama yang diusulkan ke DPD berdasarkan hasil pleno, yakni I Ketut Suryadi, I Made Suparta, I Ketut Purnaya, Ni Putu Sri Utami, I Wayan Agus Adi Darmawan, I Gusti Ayu Komang Sri Indriyani, Leoni serta I Nyoman Mulyadi. Namun, Leoni yang menjadi kader dari Kecamatan Kediri mengundurkan diri.

Setelah SK untuk daftar bacaleg provinsi turun dari DPP, nama Nyoman Mulyadi dan I Gusti Ayu Komang Sri Indriyani tidak ada. Justru ada calon di luar usulan DPC yang masuk yakni kader nonstruktural partai, Ni Made Usmatari.

“Saat rapat pleno di DPC, nama Nyoman Mulyadi muncul dan kami telah usulkan itu ke DPD partai. Setelah kami melakukan usulan, kami menyerahkan seluruhnya ke DPD partai karena itu ranahnya.” ucapnya.

Terkait kriteria pengajuan kader untuk provinsi dari DPC ke DPD, Arnawa menjelaskan, harus mengacu pada struktural partai masing-masing kader tersebut.

“Seperti Ketut Purnaya maka kami sampaikan Purnaya ini incumbent dan juga menjadi struktural di DPC Partai yang membidangi kehormatan partai,” sambungnya.

Sementara, pihaknya tidak berani memastikan pengaruh perolehan suara PDIP pada Pemilu 2024 nanti akibat adanya kisruh ini.

“Kami tidak berani berbicara entah itu berpengaruh atau tidak. Tetapi kami selalu siap menghadapi situasi politik dan apa yang manajdi tujuan kami bersama minimal untuk mempertahankan kursi di tingkat satu dan dan dua. Kami sudah diapkan itu,” sebut Arnawa. (ana)

12 Sekaa Ikuti Lomba Barong Bangkung se-Bali di Tabanan

Bupati Sanjaya bersama jajaran dan sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).
Bupati Sanjaya bersama jajaran dan sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 12 Sekaa Barong Bangkung mengikuti perlombaan Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi Tabanan, Jumat (11/8/2023).

Peserta lomba berasal dari Tabanan maupun luar Tabanan yang didominasi oleh para generasi muda usia belasan tahun. Lomba ini menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan pendidikan bagi generasi muda tentang warisan budaya Bali.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, yang juga hadir menyaksikan pertunjukkan memberikan dukung penuh pagelaran lomba. Pertunjukan itu mampu mengundang decak kagum serta mendapat apresiasi dari ribuan penonton yang memadati area GWS saat itu.

Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan bersyukur memiliki generasi muda yang penuh kreasi dan inovasi, terlebih, mampu berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan budaya adiluhung Bali.

“Ketika melihat Barong Bangkung, saya selalu teringat Barong Bangkung ini kita pentaskan pertama kali di Tabanan tahun 2002 yang saat itu Bapak Adi Wiryatama sebagai Bupati. Saya waktu itu audiensi dengan beliau minta dilaksanakan festival Barong Bangkung pertama di Bali, ada di Tabanan. Sudah 21 tahun yang lalu,” kenang Sanjaya.

Hal itu dikatakannya agar lebih mudah mengorganisir para sekaa yang terdiri dari banyak komunitas.

“Harus ada wadah atau lembaga, sehingga Pemerintah gampang membantu dan tidak tumpang tindih. Seperti sekarang ini membuat kegiatan festival ini, sehingga kedepan bisa membuat festival-festival serupa secara bergantian dan nampak bagus. Astungkara kedepan ada forum yang mewadahi sekaa Barong di Tabanan atas inisiasi Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan,” imbuh Sanjaya.

Salah satu peserta lomba, I Putu Gede Dharma Utama dari Sekaa Demen Menawaratna Kapal mengatakan, sangat bahagia bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Tujuan tiang ikut festival ini adalah turut berpartisipasi karena tergugah akan bangkitnya kesenian Bali. Harapan kedepannya, semoga masyarakat Bali selalu melestarikan tradisi Ngelawang ini, karena dengan adanya ngelawang ini, hari raya galungan dan kuningan yang utama itu menjadi lebih ramai, lebih meriah. Kalau tidak ada barong, suasana itu terasa kurang,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan I Gede Agustina Yoga Putra selaku Panitia, lomba ini juga ditujukan untuk menyemarakan hari raya Galungan dan Kuningan serta memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78 Tahun 2023, juga Hari Ulang Tahun Komunitas Seni Bangkal Ganas.

Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan euforia untuk meningkatkan kesenian di Tabanan, khususnya Barong Bangkung.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya anggota Komisi IV DPR RI, Ketua DPRD Bali, Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggotanya, Tjokorda Anglurah Tabanan, dan Kepala OPD terkait. (ana)

Layanan Kestrad di RSUD Singasana Tabanan Kurang Diminati

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Layanan kesehatan tradisional (Kestrad) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana Tabanan yang diperkenalkan pada Maret 2023 masih sepi peminat.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Singasana I Wayan Doddy Setiawan. Menurutnya ada beberapa alasan yang mengakibatkan hingga saat ini layanan Kestrad di Klinik Singasana Usada Bali (Subali) sedikit diminati masyarakat.

Seperti belum banyak masyarakat yang mengetahui mengenai layanan Kestrad ini. Disamping itu, jenis layanannya belum menjadi obyek tertanggung BPJS sehingga masyarakat yang ingin langsung mendapatkan layanan ini statusnya pasien umum.

“Jenis terapi yang disediakan di Klinik ini belum tertanggung dalam layanan BPJS Kesehatan,” ujar Doddy Setiawan, Jumat (11/8/2023).

Meskipun demikian, jika pasien ingin mendapatkan layanan ini melalui tanggungan BPJS, maka bisa minta rujukan dari poliklinik kejiwaan.

“Pasien kejiwaan yang berobat ke poliklinik kejiwaan akan disarankan menjalani hipnoterapi yang bisa ditanggung BPJK Kesehatan,” jelasnyanya.

Layanan hipnoterapi di RSUD Singasana biasanya diberikan kepada pasien yang hendak menjalani operasi untuk mengurangi kecemasan.

“Melalui hipnoterapi ini pasien akan merasa tenang dan rileks,” ucap Doddy.

Ia menambahkan, hingga saat ini di klinik Subali baru dikembangkan dua layanan, yaitu hipnoterapi dan konsultasi obat herbal.

Layanan hipnoterapi lebih ke penanganan kesehatan seperti gangguan cemas, susah tidur, fobia, masalah kejiwaan, hingga depresi.

Sementara, layanan konsultasi herbal lebih ke penyediaan obat tradisional yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Kami sudah punya dokter spesialis kejiwaan yang bersertifikat untuk memberikan layanan Hipnoterapi ini,” imbuhnya. (ana)

Jagoan Warga Kediri Tak Muncul di Daftar DCS, Ratusan Warga Geruduk Kediaman Nyoman Mulyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ratusan warga di Kecamatan Kediri mendatangi kediaman Calon DPR Provinsi Bali dari PDI Perjuangan Dapil Tabanan I Komang Mulyadi di Desa Kediri, Jumat (11/8/ 2023).

Mereka didampingi oleh Ketua Ranting Desa Kediri, Bendesa se-Kecamatan Kediri, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kediri hingga seka teruna, memberikan dukungan kepada Nyoman Mulyadi. Sebab, hingga jadwal akhir penetapan DCS, nama Nyoman Mulyadi tidak muncul dalam daftar.

Pengurus PAC Kediri Ketut Sutama menyatakan, pihaknya mendukung penuh I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPR Provinsi Bali, karena sudah menjadi keputusan PAC PDIP Kediri mengusung I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPRD Provinsi Bali. Disamping itu, ketokohan I Nyoman Mulyadi sudah terbukti merakyat.

“Harga mati Kami mendukung Bapak I Nyoman Mulyadi sebagai calon DPRD Provinsi Bali,” tegasnya.

Pihaknya berharap jajaran DPP PDIP mempertimbangkan dukungan masyarakat Kediri serta memohon kepada Ketua Umum PDI Perjuangan mengabulkan keinginan masyarakat Kediri.

“Kami memohon kepada Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri agar Bapak I Nyoman Mulyadi bisa menjadi calon DPRD Provinsi Bali,” harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Saba Desa Adat Kediri I Wayan Pastika. Ia menyebut Kecamatan Kediri memiliki memiliki tokoh masyarakat yang bisa mewakili di DPRD Bali atas nama I Nyoman Mulyadi.

“Seperti apa yang kami sarankan kepada partai. Namun, nomornya tidak dikeluar. Untuk itu kami bersama masyarakat memohon dengan sangat Mulyadi lolos,” tegasnya.

Pihaknya juga mohon dengan sangat, terutama kepada Megawati menerima masukan nama Mulyadi, agar nomornya dikeluarkan.

Mulyadi terbukti membantu, bahkan mendirikan satu pura tanpa dibantu siapapun sehingga layak dipilih oleh masyarakat.

Sementara itu, Prajuru Desa Adat Nyitdah Gede Ketut Sumantra menuntut hasil pleno karena hingga saat ini tidak jelas.

Selain itu, juga memohon elit politik sehingga keputusan DPC teralisasi Ketut Dana dan Mulyadi lolos DPRD Bali dan ketut dana DPRD tabanan.

“Mohon dipertimbangakan nama keduanya agar masuk sebagi calon. Itu yang menjadi harapan masyarakat Nyitdah. Sebelumnya sudah menjadi DCS dengan hasil pleno, sudah melengkapi administrasi, tapi menghilang. Kami sangat percaya dengan ketokohan Mulyadi dan betul-betul nyata,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan tokoh masyarakat asal pandak bandung Ketut Yoga Bagia Asmara. Pihaknya mempertanyakan hasil pleno DPC Tabanan yang sudah disampaikan DPD. Karena nama Nyoman Mulyadi tidak muncul.

“Saya mewakili masyarakat Kediri berharap bisa muncul dalam DCS, agar bisa memperhatikan masyarakat Tabanan untuk DPRD Bali,” jelasnya. (ana)

Bupati Sanjaya Dukung Yadnya Krama Desa Lalanglingah dan Desa Adat Mambang

Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya.
Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selalu berkomitmen meningkatkan sinergi dengan rakyat adalah hal yang penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menyeluruh di suatu daerah. Untuk itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sangat konsisten hadir langsung memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan krama/masyarakat guna bersama-sama mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya yang dilaksanakan Krama di dua Kecamatan, yakni Karya Dewa Lingga Kertih, Pengenteg Linggih, Wrespati Kalpa Utama, Rsi Gana, Mapedudusan Madya di Pura Pengasahan, Banjar Dinas Pengasahan, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, serta Nyaksi Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudus lan Mawrespati Kalpa di Pura Dalem Desa Adat Dukuhpulu Kaja, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (10/8/2023).

Selain apresiasi dan dukungan dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya yang saat di Desa Lalanglinggah bersama Ketua DPRD Bali, salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait, Ketua MDA Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, dan di Desa Mambang bersama salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, juga memberikan bantuan kepada masyarakat guna meringankan beban masyarakat dalam pembangunan.

“Semeton tiang semuanya, tiang di Pemkab Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, baik kepada Bendesa, Manggala Karya dan krama disini dikala telah menunjukan bhakti kepada Ida Sesuhunan dan juga cerminan pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang ada,” ujar Sanjaya.

Atas kekompakan dan semangat gotong-royong krama yang bahu membahu mewujudkan pembangunan, Sanjaya mengatakan kehadiran pihaknya beserta jajaran merupakan sebuah kewajiban guna memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat.

Terlebih, pembangunan yang dilakukan krama sangat selaras dengan visi Pemkab ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Krama kita disini sudah sangat berkontribusi dalam mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru dalam bidang pelestarian Tradisi Adat, Agama dan Budaya yang ada. Untuk mewujudkan masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, inilah tugas kita di Pemkab Tabanan, satu sebagai pengayom, dua sebagai Guru Wisesa, tiga sebagai Murdaning Jagat,” imbuh Sanjaya.

Sementara itu, Manggala Karya di masing-masing Desa Adat mewakili seluruh kramanya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif atas perhatian dan dukungan kepada pihaknya.

Seperti yang dikatakan oleh I Wayan Sukadana selaku Manggala Karya Ngenteg Linggih Desa Adat Lalanglinggah, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif yang dikatakannya sangat bermanfaat bagi krama Desa Adat Lalanglinggah.

“Pura Pengasahan ini diempon oleh 320 KK pengempon, menghaturkan swasti prapta, menghaturkan rahajeng semeng dan suksma ring manah, ritatkala Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif sudah berkenan menghadiri kegiatan kami,” ujarnya. (rls)

KUA-PPAS Perubahan APBD Badung 2023 Ditetapkan

Wabup Ketut Suiasa hadiri Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).
Wabup Ketut Suiasa hadiri Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – DPRD Badung bersama Pemkab Badung menetapkan dua dokumen penganggaran daerah yakni Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan tahun 2023, untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan rancangan perubahan APBD Badung tahun anggaran 2023, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (10/8/2023).

Penetapan KUA-PPAS ini dituangkan dalam Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2023, oleh Bupati Badung yang diwakili Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta, disaksikan anggota DPRD Badung, Forkopimda, Sekda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Direksi Perusahaan Daerah serta Tenaga Ahli DPRD dan Fraksi DPRD Badung.

Wakil Bupati Suiasa mengharapkan KUA-PPAS Perubahan 2023 ini dapat berfungsi sebagai instrumen untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dan kesejahteraan masyarakat kabupaten badung.

Seluruh masukkan yang disampaikan Dewan dalam proses pembahasan tersebut, tentu akan dijadikan pertimbangan utama dalam menyempurnakan kebijakan pendapatan belanja daerah, serta menyelesaikan program, kegiatan dan sub kegiatan yang tertuang dalam dokumen perubahan KUA-PPAS 2023, agar lebih realistis, efektif dan efisien.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Badung atas dukungan dan kerjasama yang luar biasa dalam pembahasan perubahan KUA-PPAS, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan antara DPRD dengan Pemkab. Badung telah dirancang jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 7,4 Triliun dan belanja daerah  dirancang sebesar Rp 8,4 Triliun lebih.

“Tentu hasil pembahasan ini nantinya setelah ditetapkan menjadi kesepakatan bersama, akan menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBD Perubahan tahun 2023. Dengan tetap memberikan ruang melakukan penyelarasan bersama, antara Bupati dengan DPRD sebelum nantinya dilakukan penetapan APBD Perubahan 2023,” terangnya. (rls)

Eksekutif dan Legislatif Tabanan Teken Kebijakan Bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2024

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan II Tahun 2023 yang berlangsung di Aula Rapat Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (10/8/2023).

Bupati Sanjaya mengatakan, sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, mengamanatkan KUA dan Prioritas PPAS merupakan pedoman dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Pembahasan KUA dan PPAS telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai mekanisme yang berlaku. Hal itu tentunya tidak terlepas dari tanggungjawab, komitmen, kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,” ujarnya dalam sambutannya.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setelah disetujui bersama, Sanjaya meminta agar TAPD Kabupaten Tabanan melaksanakan penyusunan Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan.

“Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami mengharapkan kerjasama yang baik dari para anggota Dewan yang terhormat di dalam upaya kita bersama mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan didampingi para Wakilnya dan turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, para Anggota Dewan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Para Asisten, Sekwan dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD serta Camat se-Kabupaten Tabanan, juga para awak media. (rls)