- Advertisement -
Beranda blog Halaman 620

Hendak Menolong Temannya, Karyawan Ekspedisi di Denpasar Utara Ditombak

Gede Sutama alias Robot (41) ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara karena menganiaya karyawan ekspedisi di Jalan Wandira Sakti, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.
Gede Sutama alias Robot (41) ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara karena menganiaya karyawan ekspedisi di Jalan Wandira Sakti, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Utara menangkap Gede Sutama alias Robot (41), pelaku penombakan terhadap Muammar Khadafi (29) yang merupakan karyawan ekspedisi.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Wandira Sakti, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 06.30 Wita. Akibatnya, korban harus dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar akibat mengalami luka di kepala dan tangan.

Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit mengatakan, peristiwa itu berawal saat seorang wanita berinisial NS menangis histeris di TKP. Diketahui, NS merupakan teman tersangka yang Beberapa hari lalu baru bebas dari penjara akibat kasus narkotika.

“NS sambil mabuk menangis histeris di depan rumah Robot (TKP). Tak jauh dari rumah Robot terdapat gudang truk ekspedisi, tempat korban bekerja,” katanya, didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi.

Tangisan NS lantas didengar oleh Khadafi dan teman-temannya dari gudang ekspedisi. Selanjutnya Khadafi mendekati NS dengan maksud memberikan bantuan.

“Saat itu NS tidak menjawab. Dia hanya menangis sambil menghadang truk yang lewat di TKP,” kata Carlos.

Karena hiba, Khadafi lantas menenangkan NS dan mengajaknya ke salah satu warung di wilayah Ubung. Dan NS dibelikan bir. Selesai minum bir, Kadafi dan NS jalan-jalan ke Kuta dengan sepeda motor NS.

“Setibanya di Pantai Kuta keduanya kembali minum bir. Saat itu, NS mengaku menaruh rasa dendam terhadap seseorang (tersangka Robot) karena menjebaknya menggunakan narkoba hingga ditangkap polisi dan dipenjara lima tahun,” imbuh Carlos.

Setelah itu, mereka kembali ke Jalan Wandira Sakti. Namun, saat tiba di depan rumahnya Robot, NS berteriak memanggil Robot sedangkan Khadafi duduk di atas motor.

Mendengar panggilan dari NS, Robot keluar dari rumahnya. Melihat Robot, NS langsung menyerang dengan cara memukul. Robot lantas menangkis pukulan NS, hingga wanita itu terjatuh.

Kemudian, NS memanggil Khadafi agar menolongnya. Melihat Khadafi datang, Robot lantas masuk ke dalam rumahnya mengambil tombak panjang yang telah dimodifikasi.

Robot mengayunkan tombak yang dipegangnya tersebut kearah Khadafi. Saat itu korban sempat menghindar.

“Robot kembali menyerang korban dengan tombak. Hingga akhirnya, korban terjatuh. Saat itu korban mengambil batu untuk melempar tersangka. Hanya saja lemparannya meleset,” bebernya.

Robot semakin emosi. Dan kembali menyerang korban. Dan korban terkena tombak di kepala dan telapak tangan kiri. Mengetahui telapak tangannya terluka korban berlari meninggalkan tersangka. NS juga ikut lari.

“Korban akhirnya ditolong warga untuk dibawa ke RS,” imbuh Carlos.

Peristiwa itu lantas dilaporkan ke Polsek Denpasar Utara. Setelah melakukan penyelidikan, tersangka ditangkap di rumahnya, Minggu (13/8/2023) pukul 11.30 WITA. Dari tangan tersangka, Polisi juga mengamankan satu tombak dengan gagang sepanjang 1,5 meter.

“Pada saat kejadian tersangka mengaku sedang menunggu istrinya sembahyang. NS datang dan berteriak memanggil namanya. Ternyata hal itu karena NS dendam dan menuduh tersangka menjebaknya pakai narkoba hingga membuat NS dipenjara lima tahun,” paparnya.

Tersangka Robot saat ini telah diamankan di Polsek Denpasar Utara. Dia dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Hadiri Karya Pedudusan Alit Ngusaba Desa di Desa Tangguntiti

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama sejumlah petinggi ‘Banteng’ PDIP Tabanan mengadiri Karya Pedudusan Alit Ngusaba Desa Mapahayu Nini lan Masupati Awig di Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (13/8/2023).
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama sejumlah petinggi ‘Banteng’ PDIP Tabanan mengadiri Karya Pedudusan Alit Ngusaba Desa Mapahayu Nini lan Masupati Awig di Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (13/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama sejumlah petinggi ‘Banteng’ PDIP Tabanan mengadiri Karya Pedudusan Alit Ngusaba Desa Mapahayu Nini lan Masupati Awig di Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (13/8/2023).

Kehadiran Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama petinggi Banteng Tabanan disambut tokoh masyarakat Desa Tangguntiti yakni Bendesa Adat  Tangguntiti I Gd Budhi Yadnya, Perbekel Desa Tangguntiti I Gede Astra Wijaya, Ketua Panitia Nyoman Sukayasa dan Nyoman Ardika (Jro Sengap).

Dihadapan 616 KK yang hadir, ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menyatakan salut dengan semangat masyarakat Desa Tangguntiti dalam menggelar yadnya.

“Semangat gotong royong masyarakat Desa Tangguntiti patut diberikan apresiasi,” jelas Dirga.

Ketua Panita karya Nyoman Sukayasa mengungkapkan terima kasih atas kehadiran Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama anggota Fraksi PDIP Tabanan.

Dikatakanya, karya ini bisa terlaksana atas semangat masyarakat Desa Tangguntiti yang tinggi sehingga karya Pedudusan Alit Ngusaba Desa Mapahayu Nini lan Masupati Awig di Desa Tangguntiti, Seltim berjalan lancar.

Bendesa Adat Tangguntiti I Gede Budhi Yadnya menambahkan jumlah kepala keluarga  di Desa Adat Tangguntiti sebanyak 616 KK yang tersebar di delapan banjar adat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni anggota Fraksi PDIP I Gusti Nyoman Omardani, I Wayan Edi Nugraha, Gede Purnawan dan Camat Selemadeg Timur I Putu Hendra Manik mewakili Bupati Tabanan. (ana)

Curi Tabung LPG, Pemuda Asal Jawa Timur Diringkus Polsek Kediri

Rohman (20), pelaku pencurian gas LPG di Banjar Delod Puri, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Rohman (20), pelaku pencurian gas LPG di Banjar Delod Puri, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemuda bernama Rohman (20) asal Dusun Kepong, Desa Kepong, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diringkus unit Reskrim Polsek Kediri.

Pelaku terbukti mencuri empat tabung gas LPG 3 kilogram di tempat usaha rumah potong ayam milik ABD. Shodiq (36) di Banjar Delod Puri, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, pada Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 02.30 WITA.

“Pelaku diamankan dengan barang bukti empat tabung gas LPG 3 kilogram dan satu sepeda motor Honda Vario Hitam DK 4387 ADE,” ujar Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti seijin Kapolres Tabanan AKPB Leo Dedy Defretes, Selasa (15/8/2023).

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari adanya laporan karyawan korban bernama Moh Sobriyadi bahwa ada pencurian tabung gas di rumah potong ayam sekaligus tempat tinggalnya yang dilakukan oleh pelaku sekitar pukul 02.30 WITA.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp800 ribu.

“Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri. Setelah itu, unit opsnal melakukan penyelidikan dan tidak berselang lama pelaku berhasil ditangkap,” jelasnya.

Dari hasil interogasi, lanjut Subakti, pelaku mengakui perbuatan yang di lakukannya. Tidak hanya itu, ia juga mengaku sudah pernah mengambil dua buah tabung gas di tempat yang sama saat menjadi karyawan korban.

Adapun modus operandi pelaku mengambil tabung gas dengan melompati pagar. Kemudian, mengambil gas di dapur korban. “Pelaku saat ini ditahan di Polsek Kediri,” imbuh Subakti. (ana)

Ratusan Siswa SDN 4 Jimbaran Gelar Kirab Budaya

Kirab Budaya diikuti sekitar 500 siswa SDN 4 Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
Kirab Budaya diikuti sekitar 500 siswa SDN 4 Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Sekitar 500 siswa SDN 4 Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, menggelar kirab kearifan budaya lokal. Kegiatan yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-78.

Tak hanya pelajar, guru, orang tua dan pengurus, komite sekolah juga turut memeriahkan kirab dengan mengenakan busana khas Bali dan Nusantara. Peserta berjalan dari SDN 4 Jimbaran menuju GWK.

“Selain parade budaya, para siswa juga menggelar pertunjukan seni,” kata Kepala Sekolah SDN 4 Jimbaran, I Made Sudarma S.Pd. M.Pd, Selasa (15/8/2023).

Menurut Made Sudarma, kirab budaya ini merupakan program tahunan SDN 4 Jimbaran. Dan terlaksananya kegiatan ini berkat dukungan dari para paguyuban kelas yang merupakan orang tua siswa, guru-guru, komite dan masyarakat.

“Untuk pesertanya berjumlah 504 siswa. Sedangkan yang datang lebih dari 900 orang, dari paguyuban kelas, komite dan guru-guru,” ucapnya.

Kirab budaya ini bertemakan ‘Merawat Budaya Karya dan Seni’ dengan mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Yaitu, pakaian adat Banten, Maluku, Bali, Papua dan daerah lainnya. “Kegiatan ini udah disiapkan sejak tiga bulan terakhir. Sedangkan untuk pertunjukan, para siswa sudah berlatih melalui ektra kulikuler di sekolah,” imbuh Made Sudarma.

Tujuan digelarnya kirab budaya ini, kata pria asal Karangasem ini, agar para siswa bisa mengetahui dan mengerti budaya-budaya nusantara.

“Para anak didik di SDN 4 Jimbaran adalah hidrogen. Dari berbagai wilayah di Bali. Dan diharapkan mereka bisa saling mengetahui bahkan berkarya dengan seni budaya,” ucapnya, seraya berterimakasih kepada orang tua siswa, paguyuban kelas dan para guru karena mendukung kegiatan itu. (*)

Bupati Sanjaya Hadiri Karya Dewa Yadnya Desa Adat Nyuh Gading

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM menghadiri rangkaian Karya Agung Ngusabha Desa, Ngusabha Nini Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Senin (14/8/2023).
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM menghadiri rangkaian Karya Agung Ngusabha Desa, Ngusabha Nini Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selalu membangun sinergitas dengan krama guna mencapai pembangunan menyeluruh di daerah serta berdampak positif bagi masyarakat selalu konsisten dilakukan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM.

Kali ini, dukungan itu diperlihatkan saat menghadiri langsung rangkaian Karya Agung Ngusabha Desa, Ngusabha Nini Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Senin (14/8/2023).

Bupati Sanjaya menyampaikan syukur dan kebanggaannya bisa bertatap muka langsung dengan krama Desa Adat Nyuh Gading. Serta sangat mengapresiasi Karya yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Nyuh Gading.

“Selama jadi Wakil Bupati selama sepuluh tahun dan Bupati kurang lebih 2,5 tahun, tiang sudah banyak Ngupaksi Uleman Yadnya krama, sampai ratusan, mulai dari Tri Kahyangan, Dang Kahyangan, Desa, Kahyangan Jagat, termasuk titiang menjadi Panitia Pengurip Gumi di Luhur Batukau. Setiap karya, yadnya yang dilakukan masyarakat, tiang selalu berusaha hadir di tengah masyarakat,” imbuh Sanjaya.

Hal tersebut merupakan cerminan dalam mewujudkan visi Pemkab Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Visi ini berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi serta Jagat Kerthi yang meliputi lima bidang prioritas, yang mana Karya ini mencerminkan pencapaian dalam bidang tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang ada.

“Konsep ini sudah berjalan dengan baik, Astungkara inti sari Yadnya ini bisa kita dapatkan, tidak serta merta hanya mencari kebenarannya saja, Satyam. Tidak hanya mencari kesuciannya saja, Siwam. Tapi yang juga kita cari adalah Sundaram, keindahan. Keindahan ini tempatnya diatas kesucian, diatas kebenaran yang bisa dilihat dari persatuan krama dalam membangun Yadnya ini,” ucap Sanjaya.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya Nyoman Sukayasa mewakili seluruh krama mengucapkan selamat datang karena sudah hadir dalam Karya yang dilaksanakan pihaknya serta sudah bersedia mewujudkan keinginan krama, Ngupasaksi Karya ini.

“Di hari yang baik ini, tiang menyampaikan, bahwa Desa Adat Nyuhgading sudah mempunyai Tri Kahyangan dan Kahyangan Penyirian yang diempon oleh 92 KK. Pada 16 Agustus 2023 mendatang adalah puncak Karya di Kahyangan Puseh dan Desa kami,” pungkasnya.

Kemudian, Ia menyampaikan biaya karya merupakan hasil dari urunan gotong-royong krama, dari khas adat, punia dari pihak Pemerintah, Legislatif, Perbekel setempat hingga Yowana.

“Tiang juga berharap, dengan kehadiran Bupati beserta jajaran, Karya tiang memargi antar dan berlangsung dengan lancar. Untuk selebihnya, tiang minta Bapak Bupati agar bersedia serta bisa membantu kekurangan-kekurangan yang ada,” harapnya.

Di kesempatan itu, orang nomor satu di Tabanan didampingi para Sulinggih, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Kemudian, Camat dan unsur Forkopimcam Selbar, Perbekel dan Bendesa Adat se-Kecamatan Selbar, para Manggala Prawartaka Karya serta krama/masyarakat Desa Adat Nyuh Gading yang menyambut hangat kehadiran Bupati beserta jajaran. (ana)

Capai Hasil Prevalensi Stunting Terendah, Stafsus Wapres Apresiasi Strategi Komitmen Pemerintah Provinsi Bali

 

PANTAUBALI.COM,DENPASAR – Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Bali mengalami penurunan prevalensi angka stunting hingga 8,0% yang menjadikan Provinsi Bali menjadi capaian prevalensi stunting terendah di Indonesia di Tahun 2022. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Sukawati saat menerima kunjungan kerja staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia tentang Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bali di Ruang Rapat Wiswa Sabha Pratama, Senin (14/8).

Cok Ace menyampaikan bahwa dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 hingga 2022 merupakan tahun yang sangat berat bagi Bangsa Indonesia dan bahkan juga dunia untuk bertahan dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam kondisi seperti ini, pencapaian program pembangunan Provinsi Bali juga terimbas dengan belum sepenuhnya target yang telah ditetapkan semua dapat dicapai. Namun di tengah keadaan sulit tersebut Provinsi Bali masih tetap memberikan hasil yang sangat baik dalam hal prevalensi angka stunting di Bali. “Hal ini menunjukkan bahwa upaya dan intervensi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, BKKBN Perwakilan Bali beserta Lintas Sektor terkait selama ini telah menunjukkan hasil yang baik,” ungkap Cok Ace.

Ia pun menyampaikan selamat dan terima kasih kepada para pemangku kepentingan di Provinsi Bali, Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali hingga menjadikan Provinsi Bali kembali menjadi Provinsi dengan capaian prevalensi stunting terendah di Indonesia Tahun 2022. Disamping itu ia juga mengapresiasi Kabupaten/Kota lokus stunting yang telah melaksanakan 8 (delapan) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menyampaikan bahwa berdasarkan data SSGI Tahun 2021 dan 2022 Bali merupakan Provinsi dengan prevalensi stunting terendah di seluruh Indonesia, walaupun masih terdapat Kabupaten yang memiliki prevalensi stunting di atas rata-rata Provinsi Bali. Prevalensi stunting Tahun 2022 (8,0%) telah melampaui target yang ditetapkan untuk Provinsi Bali yaitu (9,28%), meskipun pada Kabupaten Buleleng dan Gianyar terdapat peningkatan prevalensi stunting dari tahun sebelumnya.

I Nyoman Gede Anom menyampaikan bahwa berbeda dengan Provinsi lainnya, Provinsi Bali juga memanfaatkan kearifan lokal Bali dalam strategi percepatan penurunan stunting antara lain adalah dengan melakukan sosialisasi melalui media seni tradisional seperti bondres, janger dan wayang kulit, turut melibatkan intervensi melalui Desa Adat, melaksanakan posyandu berbasis banjar serta pemanfaatan media kul-kul disamping juga melakukan edukasi saat upacara pernikahan dan megedong-gedongan.

Sementara Staf Khusus Wakil Presiden Prof. Zumrotul Mukaffa M.Ag juga turut mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Bali serta instansi terkait. “Tentu pertama karena komitmen yang sangat tinggi terhadap program ini, saya yakin ini faktor yang sangat menentukan. Kedua karena kerja keras Bapak/Ibu semua sehingga Bali jauh di bawah rata-rata capaian nasional yang masih di atas 21% tapi Bali sudah mencapai 8%,” jelasnya. Ia berharap upaya Provinsi Bali ini dapat di desiminasikan dan diduplikasi oleh provinsi lain dalam upaya penurunan stunting di daerah masing-masing.

75 Paskibraka HUT RI Ke-78 di Tabanan Dikukuhkan Bupati Sanjaya

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengukuhkan 75 anggota Paskibraka Kabupaten Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengukuhkan 75 anggota Paskibraka Kabupaten Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan dikukuhkan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

Puluhan anggota Paskibraka yang terdiri dari pelajar SMA atau sederajat di Kabupaten Tabanan ditambah pasukan pengawal dari kesatuan TNI dan Polri tersebut akan melaksanakan tugas pada upacara pengibaran Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih di Kabupaten Tabanan, pada 17 Agustus mendatang.

Saat upacara pengukuhan, anggota paskibraka mengikrarkan sumpah “Ikrar Putra Indonesia”. Kemudian, Bupati Sanjaya menyematkan atribut Paskibraka secara simbolis.

Bupati Sanjaya juga menegaskan, sumpah yang telah diucapkan oleh seluruh anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan serta meningkatkan potensi diri sebagai generasi tumpuan masa depan Tabanan ke depan.

“Saya harap Putra-Putri terbaik Tabanan dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya, tulus dan ikhlas serta mampu melaksanakan tanggung jawab yang diberikan,” ucapnya.

Turut hadir dalam upacara yakni Ketua DPRD dan Wakil Bupati Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta undangan terkait lainnya. (ana)

Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali, Bupati Sanjaya Harap Masyarakat Konsisten Bali dan Tabanan

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM memimpin upacara peringan Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM memimpin upacara peringan Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar upacara memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, yang dipimpin Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (14/8/2023).

Dalam amanatnya membacakan sambutan Gubernur Bali, Bupati Sanjaya berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus berkarya yang terbaik guna membangun Bali dan Tabanan pada khususnya.

Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang telah dituangkan dalam RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018 – 2023 dan dilaksanakan dengan konsisten, teguh pendirian dan komitmen kuat. Visi ini adalah untuk menjaga alam, manusia dan kebudayaan Bali secara niskala dan sekala.

“Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang penyucian dan pemulian enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, terdiri atas : Atma Kerthi yang berarti penyucian dan pemuliaan Atma atau jiwa, Segara Kerthi yang berarti penyucian dan pemuliaan laut dan pantai, Danu Kerthi berarti penyucian dan pemuliaan sumber air, Wana Kerthi berarti penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan, Jana Kerthi yang berati penyucian dan pemuliaan manusia, serta jagat kerthi yang berati penyuciaan alam semesta,” ujar Sanjaya mengutip sambutan Gubernur.

Ditambahkan, Visi pembangunan Bali yang dilaksanakan dengan pola pembangunan Semesta Berenacana meliputi lima bidang prioritas, yakni, bidang sandang pangan dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan, bidang adat, agama tradisi, dan budaya, serta bidang pariwisata.

Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara secara berintegrasi dan terkondisi. Dimana visi ini sangat linier dengan visi misi di Kabupaten Tabanan serta Kabupaten/Kota se-Bali.

Pihaknya juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan seluruh elemen masyarakat Bali. Atas restu dan tuntunan Beliau, Ida Betara Sesuhunan, Ida Dalem, Raja-raja Bali, leluhur, lelangit dan guru-guru suci serta kerja keras jajaran Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot se-Bali, Forkopimda se-Bali, Pemerintah Deda Adat, Kelurahan dan seluruh komponen masyarakat Bali, sehingga dalam kurun 5 tahun dikatakannya telah tercapai kinerja pembangunan dalam tatanan Bali Era Baru yang fundamental dan monumental.

Seperti halnya penanganan gering agung pandemi Covid-19, sebuah catatan yang sangat penting. Tidak pernah terbayangkan terjadi peristiwa dahsyat yang munculnya gering agung pandemi Covid-19 yang melanda Bali dan semua Negara di dunia. Kasus ini pertama kali muncul di Bali pada 10 Maret 2020, terjadinya ini berdampak besar terhadap kesehatan dan perekonomian Bali. Berbagai upaya secara sekala dan niskala dilakukan dalam penanganan pandemi ini agar dapat dikelola sebaik-baiknya, menerapkan strategi yang atensif, cermat dan terukur guna meminimkan resiko terhadap masyarakat.

“Astungkara berkat kerja keras dan kerja sama tim dan adanya semangat gotong royong semua pihak, bersama masyarakat, pandemi Covid-19 dapat dikelola dengan baik dan berhasil dilewati dengan prestasi gemilang. Bali merupakan Provinsi terbaik dalam kategori dalam penanganan Covid-19 serta pencapaian tercepat dan tertinggi dalam vaksinasi,” imbuhnya.

Selain itu juga disampaikan, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan dengan memperlakukan 52 produk hukum dan pentingnya strategi terdiri atas 25 peraturan daerah dan 27 peraturan Gubernur yang meliputi produk hukum dasar merupakan produk hukum yang berkaitan dengan alam manusia dan kebudayaan Bali.

Kemudian, produk hukum yang berkaitan dengan infrastruktur energi lingkungan hidup dan pendapatan asli daerah dan seluruh produk hukum tersebut untuk menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali serta sebagai landasan hukum dan haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru.

Turut hadir dalam upacara yaitu Ketua DPRD dan Wakil Bupati Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Instansi Vertikal dan Direktur BUMD, Ketua Forum Bendesa Adat, jajaran TNI, Polri serta ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. (rls)

Warga Desa Adat Kelecung Kembali Gerudug PN Tabanan

Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).
Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Senin (14/8/2023).

Mereka datang menghadiri sidang pembacaan gugatan perdata kasus sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung seluas 27,8 are yang digugat oleh Jero Marga yang tidak menemukan titik terang setelah sebelumnya dilakukan mediasi sebanyak tiga kali.

Ratusan warga ini berjalan dari Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta menuju Kantor PN Tabanan didampingi oleh sepuluh orang pengacara bersama Perbekel Tegal Mengkeb dan dikawal personil kepolisian.

“Kami berharap para penegak hukum memberikan keadilan. Karena sudah dari jaman nenek moyang kami mempunyai tanah desa adat itu. Maka sudah jelas tanah itu milik Desa Adat Kelecung,” ujar Perbekel Desa Adat Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma.

Adapun pihak penggugat dalam perkara ini yakni A.A Ketut Mawa Kesama, AA Nyoman Supadma, Anak Agung Bagus Maradi Wiswa Damana dan Anak Agung Bagus Ngurah Maradi Putra yang merupakan ahli waris dari (Alm) Gusti Ketut Bagus.

Sementara, pihak tergugat yakni Pura Dalem Desa Pekraman Kelecung, I Ketut Siada, Wayan Arjana dan ATR/BPN Kabupaten Tabanan.

“Pihak penggugat bersama Desa Adat Kelecung sudah bersama-sama membuat sertifikat melalui PTSL. Waktu itu tidak ada gugatan, tapi mengapa setelah (sertifikat) terbit mereka gugat,” kata Widarma.

Kuasa Hukum Tergugat III Gusti Ngurah Alit Putra mengatakan, agenda sidang hari ini adalah pembacaan gugatan dari pihak pengunggat kepada pihak tergugat.

“Tadi pembacaan gugatan oleh pihak penggugat. Dan giliran tergugat nanti akan dilakukan sidang online melalui aplikasi pada 28 Agustus,” ungkap Alit Putra usai sidang berlangsung.

Ia menyebut, pokok gugatan yang dilayangkan ahli waris Jero Marga selaku pihak pengunggat adalah klaim tanah gugatan yang telah bersertifikat nama Pura Dalem Desa Adat Kelecung sebagai milik dari tanah penggugat.

“Petitumnya, klaim tanah gugatan yang telah bersertifikat atas nama Pura Dalem itu sebagai bagian dari tanah mereka (penggugat) padahal bagian dari mereka sama-sama telah bersertifikat,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Penggugat Anak Agung Sagung Ratih Maheswari menyebutkan, tanah sengketa adalah sah tanah waris milik almarhum Gusti Ketut Bagus.

Sebab formulir PTSL yang dipakai sebagai persyaratan permohonan pensertifikatan Tanah Sengketa adalah Surat yang direkayasa oleh tergugat seolah-olah tanah itu sudah dikuasai oleh tergugat lebih dari 20 tahun.

Namun, kenyataannya tidak pernah dikuasai oleh pihak manapun kecuali dikuasai oleh Jero Marga sebagai pemilik.

“Itu terbukti dari SPPT sampai pembayaran terakhir pada 2022 masih atas nama I Gusti Ketut Bagus, alamat Jero Marga,” imbuhnya. (ana)

Gubernur Bali,Menyerahkan Piala Gubernur Bali Kepada Pemenang Festival Layang- Layang Tahun 2023

 

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Piala Gubernur Bali kepada Group Kubu Kaja sebagai pemenang Festival Layangan Bali 2023 yang digelar oleh Komunitas Seni Layangan Bali dengan tema ‘Bayu Segara Kerthi’ pada, Minggu (Redite Umanis, Langkir) 13 Agustus 2023 di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha dan Lanang Botak dalam kesempatannya juga menyerahkan piala penghargaan kepada : 1) Juara I pemenang Lomba Foto, Dewa Krisna; 2) Juara I pemenang Lomba Video, Damartuhu; 3) Juara I pemanang Lomba Pindekan, Group Sepin; 4) Juara I pemenang Lomba Celepuk Cuting, Group Culackk; 5) Juara I pemenang Lomba Celepuk Air Brush, Group Braca Brece.

Kemudian juara selanjutnya,   6) Juara I pemenang Lomba Layangan Bebean Remaja, Group Berani Hitam Gianyar Aman; 7) Juara I pemenang Lomba Pecukan Remaja, Group Kebo Goyang; 8) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Remaja, Group Ayu Cahyani; 9) Juara I pemenang Lomba Janggan Remaja, Group Baper Team; 10) Juara I pemenang Lomba Bebean Dewasa, Group Monalisa; 11) Juara I pemenang Lomba Pecukan Dewasa, Group Markas Pusat; 12) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Dewasa, Group Kinara; 13) Juara I pemenang Lomba Janggan Dewasa, Group Belalang ne Borr.

Selanjutnya, 14) Juara I pemenang Lomba Kreasi, Group Jogading Kite; 15) Juara I pemenang Lomba Bebean Big Size, Group Kubu Kaja; dan 16) Juara I pemenang Lomba Janggan Buntut Big Size, Group Sajiwo Pati. 3. Komunitas Seni Layangan Bali mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi komitmen Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah berkesinambungan memberikan dukungan kepada generasi muda di Bali untuk melestarikan permainan tradisional layangan Bali.

Gubernur Wayan Koster menegaskan permainan tradisional layangan Bali yang diselenggarakan oleh para generasi muda dari berbagai komunitas di Bali dengan kegiatan festival harus diberikan dukungan. Karena terselenggaranya festival layangan ini sebagai wujud dari pelestarian kebudayaan Bali.

“Kita harus bangga, karena Bali merupakan suatu Provinsi yang sangat serius menekuni permainan tradisional layang – layang yang dinovasikan berupa festival oleh komunitas generasi muda di Bali,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Komunitas Seni Layangan Bali, Putu Chris Budhi Setyawan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali,  Wayan Koster karena terus berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Layangan Bali.

“Atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, maka ini merupakan wujud keseriusan beliau sebagai pemimpin Bali yang memberikan wadah berkreasi kepada para Rare Angon (generasi muda) untuk mengembalikan layangan sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali,” ujarnya.