- Advertisement -
Beranda blog Halaman 617

60 SD di Kutsel Ikuti Acara Gelar Karya dan Pentas Seni

Dinas Pendidikan Kuta Selatan melaksanakan Gelar Karya dan Pentas Seni bagi para siswa yang diikuti oleh 60 SD di kecamatan, Selasa (22/8/2023).
Dinas Pendidikan Kuta Selatan melaksanakan Gelar Karya dan Pentas Seni bagi para siswa yang diikuti oleh 60 SD di kecamatan, Selasa (22/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) Se-Kecamatan Kuta Selatan, tampil dalam acara Gelar Karya dan Pentas Seni yang dilaksanakan di Wantilan UPTD Disdik, Jimbaran, Kuta, Selasa (22/8/2023).

Selain menampilkan tarian dan kegiatan seni budaya lainnya, para siswa juga memamerkan karya-karya serta produk yang dibuatnya di sekolah.

Ketua Panitia Gelar Karya dan Pesta Seni SD Kecamatan Kuta Selatan, I Made Sudarma, S.Pd, M.Pd mengatakan, acara pentas seni tersebut memilih tema ‘Membangun Kolaborasi Mewujudkan Merdeka Belajar’.

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini untuk memberikan apresiasi bakat seni dan karya-karya yang dihasilkan oleh para siswa,” katanya.

Menurut Sudarma, kegiatan Gelar Karya dan Pesta Seni ini diikuti oleh perwakilan siswa dari 60 sekolah dasar, baik negeri atau swasta di Kuta Selatan.

“Berbagai jenis tari-tarian Bali, bercerita (mesatwa), metabuh dan pidato berbahasa Bali yang ditampilkan. Selain itu, karya-karya siswa seperti kerajinan tangan dan jamu atau lainnya juga dipamerkan dalam acara ini,” katanya.

Sudarma berharap, dengan dilaksanakan kegiatan seperti ini secara rutin, para siswa memiliki wadah dan ruang untuk menampilkan bakat serta karya-karyanya.

“Kegiatan ini merupakan tonggak awal yang dilakukan pemangku pendidikan di Kuta Selatan. Dan para orang tua juga merasa bangga melihat aktifitas dan karya-karya anak-anak mereka yang ditampilkan di hadapan orang banyak,” tegas pria yang sekaligus Kepala Sekolah SDN 4 Kuta Selatan ini.

Sementara itu, Kabid SD Disdikpora Kabupaten Badung Rai Twistiyanti Rahaja, ST. MT, memberikan apresiasi dan menyabut baik kegiatan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kuta Selatan itu. “Ini merupakan langkah baik membangun kolaborasi antar satuan pendidikan. Dan saya lihat semua sangat aktif, baik dari para guru, orang tua dan masyarakat,” imbuhnya.

Rai Twistiyanti berharap, kegiatan serupa terus berlangsung untuk menunjang seni dan kreativitas para siswa. “Ini langkah awal Kecamatan Kuta Selatan. Dan diharapkan bisa memotivasi kecamatan-kecamatan lainnya di Badung,” tegasnya. (ana)

Tradisi Mapeed dan Ngerebeg, Rangkaian Pujawali Pura Dalem Kahyangan Kedaton

Mapeed, rangkaian pujawali Pura Dalem Kahyangan Kedaton.
Mapeed, rangkaian pujawali Pura Dalem Kahyangan Kedaton.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Serangkaian pujawali Pura Dalem Kahyangan Kedaton yang terletak di Objek Wisata Alas Kedaton, Warga Desa Adat Kukuh, Desa Kukuh, Kecamatan Marga Tabanan menggelar tradisi Mapeed dan Ngerebeg, Selasa (22/8/2023).

Pujawali yang diperingati setiap enam bulan tepatnya pada Anggarakasih Medangsia, tersebut diikuti oleh 12 Banjar Adat sedangkan satu Banjar Adat menjadi panitia karya.

Tradisi Mapeed mulai pukul 13.00 WITA, diikuti oleh ibu-ibu yang seragam mengenakan pakaian adat dengan berjalan beriringan sambil mengusung gebogan setinggi sepuluh meter menjadi daya tarik bagi wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton.

Iring-iringan tersebut mengambil start dari banjar masing-masing menuju Pura Dalem Kahyangan Kedaton serta diiringi baleganjur dan sesuhunan yakni Barong Ket dan Barong Landung yang ada di masing-masing banjar.

Bendesa Adat Kukuh I Gusti Ngurah Artha Wijaya mengatakan, prosesi persembahyangan akan dilaksanakan setelah semua krama dari 12 Banjar Adat tersebut berkumpul di Pura.

“Tradisi ini rutin kami laksanakan setiap enam bulan sekali,” ujarnya.

Ia menyebut, para pemedek yang bersembahyang di Pura Dalem Kahyangan Kedaton dilarang menghidupkan dupa.
Tradisi tersebut telah ada sejak lama, karena masyarakat percaya sejak pertama kali ditemukan, lingkungan pura dalam kondisi panas sehingga sejak saat itu larangan menghidupkan dupa diberlakukan.

“Kalau secara logika, Pura Dalem Kahyangan Kedaton berada di tengah hutan Alas Kedaton yang merupakan habitat kera. Jadi kalau menghidupkan dupa dan tiba-tiba dibawa kera ke tengah hutan, maka ditakutkan akan terjadi kebakaran hutan,” jelasnya.

Setelah melakukan persembahyangan bersama, pujawali ditutup dengan melaksanakan tradisi ngerebeg.

Tradisi ini, kata Ngurah Arta, bermakna gereget atau suka cita atas selesainya seluruh rangkaian piodalan.

Selain itu, pelaksanannya tidak boleh lewat dari pukul 19.00 WITA atau sebelum matahari terbenam. Sebab, dipercaya setelah matahari terbenam ada penangkilan secara niskala atau wong samar (mahkluk halus).

“Ngerebeg itu memutari pura sebanyak tiga kali dari kanan ke kiri. Dari 12 banjar itu digilir untuk melaksanakan tradisi ini serta diikuti oleh semua krama dari muda hingga tua,” paparnya. (ana)

Bupati Giri Prasta Tandatangani Prasasti Karya Pemelaspas di Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu Bangli

Bupati Giri Prasta saat menghadiri karya pemelaspas alit Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu, Banjar Brahmana Bukit, Kabupaten Bangli, Selasa (22/8/2023).
Bupati Giri Prasta saat menghadiri karya pemelaspas alit Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu, Banjar Brahmana Bukit, Kabupaten Bangli, Selasa (22/8/2023).

PANTAUBALI.COM, Badung – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus melakukan penandatanganan prasasti serangkaian karya pemelaspas alit Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu, Banjar Brahmana Bukit, Kabupaten Bangli, Selasa (22/8/2023).

Turut mendampingi Bupati plt. Bapenda Badung Ni Putu Sukarini, Kepala BPKAD Ida Ayu Istri Yanti Agustin, Kabag Kesra I Putu Sudika, Kabag Prokompim Made Suardita, Prajuru Banjar Brahmana Bukit, tokoh masyarakat serta krama pengempon pura setempat.

Sebagai wujud dukungan Bupati menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp 20 juta kepada Manggala Karya, Rp 5 juta kepada sekaa balaganjur, Rp 5 juta kepada sekaa gong dan kepada lima orang penari masing-masing Rp 500 ribu.

Dalam sembrama wacananya Bupati Giri Prasta mengajak seluruh krama untuk selalu ngerastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa terutama kepada Ida Betara yang berstana di Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu.

“Kehadiran saya di sini karena saya merasa mesemeton untuk itu saya hadir disini untuk meringankan beban krama semua dan ini tidak ada kepentingan politik melainkan ini murni dari pikiran yang suci dan nirmala,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan pihaknya merasa bangga karena krama sudah melaksanakan adat, tradisi, seni dan budaya sebagai contoh Tari Pendet yang pernah diakui oleh negara lain sekarang Bangli sudah mampu menarikan tari sakral milik tanah kelahiran yaitu Bali yang kita cintai ini.

Terkait bencana tanah longsor yang diakibatkan oleh alam yang ada di Pura Griya Sakti Bukit Bangli pihaknya berkomitmen tahun ini Pemkab Badung akan membantu sebesar Rp 3,7 miliar.

“Ada program dari pusat oleh Presiden Jokowi turun, ada program dari Provinsi juga turun, ada program dari Bupati Bangli turun dan ada program dari Bupati Badung juga turun untuk meringankan beban masyarakat Bangli karena apa yang masyarakat Bangli alami juga ikut saya rasakan,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, ia berharap untuk selalu bersatu dan menjalankan konsep Tri Hita Karana tiga sebab yang membuat kita jadi bahagia di antaranya hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia denga lingkungan.

“Sebagai contoh saya sebagai bupati yang saya lakukan untuk mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana adalah Paryangan pembangunan dan restorasi pura, bantuan pujawali terkait dengan hubungan manusia dengan tuhan, pawongan hubungan manusia dengan manusia pendidikan gratis, kesehatan gratis dan palemahan hubungan manusia dengan lingkungan Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih di wilayah Kabupaten Badung. Kalau kita sudah melaksanakan konsep tri hita karana otomatis Tuhan akan sayang kepada kita semua,” tutupnya.

Sementara Manggala Karya Ida bagus Ngurah Yasa menyampaikan rasa bahagia dan terimakasih kepada murdaning jagat Badung Giri Prasta yang sudah berkenan hadir serangkaian karya pemelaspas alit Pura Kahyangan Dalem Ganda Mayu.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih mewakili krama pengempon pura terkait dengan pembangunan pura sampai selesai. “Bupati Badung Giri Prasta sudah memberikan bantuan dana restorasi pura sebesar Rp 2 Milyar. Mudah-mudahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Dalem Ganda Mayu selalu memberikan kesehatan untuk kita semua dan khususnya untuk Bupati Badung agar selalu bisa hadir ditengah-tengah masyarakat,” ucapnya. (rls)

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT Ke-30 ST Tunjung Mekar Sari di Banjar Raketan

Bupati Prasta saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-30 Sekaa Teruna Tunjung Mekar Sari bertempat di Balai Banjar Raketan Desa Taman, Abiansemal, Senin (21/8/2023).
Bupati Prasta saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-30 Sekaa Teruna Tunjung Mekar Sari bertempat di Balai Banjar Raketan Desa Taman, Abiansemal, Senin (21/8/2023).

PANTAUBALI.COM, Badung – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-30 Sekaa Teruna Tunjung Mekar Sari yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Sekaa Teruna baru masa 2023-2026 bertempat di Balai Banjar Raketan Desa Taman, Abiansemal, Senin (21/8/2023).

Hadir pula pada acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, Camat Abiansemal I Bagus Putu Mas Arimbawa, Tripika Abiansemal, Ketua MDA Badung AA Putu Sutarja.

Selain itu ada juga Perbekel Taman I Gusti Made Sudarpa, Bendesa Adat Desa Taman I Made Tantra, Kelian Dinas Banjar Raketan Agus Supardana serta kelian dinas se-Desa Taman, kelian adat Banjar Raketan I Wayan Langgeng serta kelian banjar adat se-Desa Taman, penglingsir Banjar Raketan, tokoh masyarakat serta krama Banjar Raketan.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana motivasi kegiatan sebesar Rp 30 juta yang diterima langsung oleh Ketua ST Tunjung Mekar Sari Agus Ananda yang disaksikan langsung oleh seluruh krama Banjar Raketan.

Kegiatan tersebut juga memperoleh dukungan dana yang diberikan oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta beserta anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 20 juta dan juga dukungan dana dari Perbekel Taman I Gusti Made Sudarpa sebesar Rp 10 juta.

“Nandurin Karang Awak” dijadikan tema oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada perayaan HUT ST Ke-30 Tunjung Mekar Sari karena para yowana sebagai generasi Z yang hidup di era informasi dan teknologi sudah mampu mengimplementasikannya.

“Ini menjadi keharuan bagi saya, maka tema hari jadi sekaa teruna ini saya beri nama Nandurin Karang Awak yang artinya bagaimana sekaa teruna akan mengisi dirinya sendiri, sudah barang tentu untuk menjadi agen perubahan yang lebih baik bagi banjar raketan ini,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati Giri Prasta menyampaikan,Banjar Raketan sudah memiliki 3 pilar di antaranya yaitu Wimuda/anak usia dini, Winata/anak remaja yang sudah bisa memilih dan memilah mana salah dan benar serta Wiwerda/orang tua, jika ketiga pilar tersebut bersatu maka setengah perjuangan berhasil.

“Saya sudah berbicara dengan bapak perbekel untuk semua fasilitas umum yang ada di  Desa Taman apalagi di Banjar Raketan saya jamin pembangunan di sini saya selesaikan karena ini merupakan legacy, sejarah baru yang akan tinggalkan untuk anak cucu kita,” terangnya.

Bupati Giri Prasta juga berpesan untuk tidak  mabuk-mabukan yang mengganggu ketertiban umum dan tidak boleh kenal dan menjauhi peredaran, penggunaan narkoba dan narkotika.

“Saya lebih bangga kepada kalian, bagaimana kalian bisa menunjukkan prestasi di tingkat seni saya yakin dan percaya kita bersama-sama akan siap, raketan boleh maju tetapi dengan kemajuan raketan ini jangan sampai menggerus akar adat dan budaya kita. Sekali lagi saya menghaturkan Dirgahayu Ke-30 Sekaa Teruna Tunjung  Mekar  Sari semoga kalian tambah solid, kompak dan jaya selalu,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia menghaturkan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mengucapkan terima kasih sebesar besarnya dan bahagia atas kehadiran dan bantuan, dukungan, motivasi dari bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Ucapan terima kasih juga diucapkan untuk anggota DPRD provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta serta semua pihak yang sudah memberikan bantuan dan mensukseskan acara tersebut. (rls)

 

Sekda Hadiri Pujawali di Pura Luhur Uluwatu

Sekda Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan saat karya pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (22/8/2023).
Sekda Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan saat karya pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (22/8/2023).

PANTAUBALI.COM, Badung – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan saat karya pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (22/8/2023).

Pujawali yang dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar dan Ida Pedanda Gede Isana Manuaba dari Griya Lebah Abiansemal Badung turut dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Penglingsir Jero Kuta, Camat Kuta Selatan, Ketua DWP Badung, Perbekel Desa Pecatu, Bendesa Adat Pecatu, Pasemetonan Angga Puri Ageng Jero Kuta dan para pemedek.

Pada kesempatan tersebut mewakili Bupati, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana aci sebesar Rp 300 juta yang langsung diterima oleh penglingsir Jro Kuta AA Ngurah Jaka Pratidnya atau sering disapa Turah Joko.

Sekda Adi Arnawa seusai persembahyangan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung berkesempatan hadir saat pujawali di Pura Luhur Uluwatu, pihaknya berharap dengan pujawali ini masyarakat Bali diberikan kesejahteraan.

“Kita bersama-sama memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Beliau menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi umat semuanya. Semoga pujawali ini berjalan dengan lancar.

Salah satu rangkaian upacara yang penting adalah melasti dan mepekelem di segara. Makna mepekelem ini wujud subakti kehadapan Ida Bhatara, dan semoga karya ini terlaksana dengan baik lan labda karya, sidaning don,” harapnya.

Bendesa Pecatu Made Sumerta memaparkan, untuk mengantisipasi membludaknya pemedek saat pujawali, paletan pemedek yang melakukan persembahyangan akan dibatasi. Yakni dari sebelumnya sebanyak 350 orang sekali masuk menjadi 250 orang.

“Ini akan dilaksanakan persembahyangan di bawah. Termasuk juga di madya mandala,” ucapnya.

Selain itu, seperti Pujawali sebelumnya, kali ini pemedek juga diharapkan tidak membawa kantong plastik sebagai tempat membawa sarana upacara.

Puncak pujawali di Pura Luhur Uluwatu dimulai pada 22 Agustus selanjutnya nyejer selama tiga 3 hari dan penyineban pada hari Jumat pada 25 Agustus 2023. (rls)

Bupati Sanjaya Hadiri Ngenteg Linggih di Desa Adat Beraban Kediri dan Desa Adat Bongan Seltim

Bupati Sanjaya saat menghadiri Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Puseh dan Desa, Desa Adat Bongan, Seltim.
Bupati Sanjaya saat menghadiri Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Puseh dan Desa, Desa Adat Bongan, Seltim.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Selalu berupaya membangun serta meningkatkan sinergitas guna mencapai pembangunan menyeluruh serta mewujudkan masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, selalu diperlihatkan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sampai saat ini.

Bersama pihak legislatif dan jajaran, apresiasi dan dukungan diberikan dalam setiap pembangunan, baik pembangunan parahyangan, palemahan, atau pawongan yang dilaksanakan oleh krama atau masyarakat Tabanan.

Seperti pada Selasa (22/8/2023), bersama anggota DPRD Tabanan serta didampingi Sekda dan kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Bupati Sanjaya menghadiri undangan rangkaian Karya Ngenteg Linggih yang dilaksanakan krama di dua desa yang berlokasi di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim).

Hadir pula, para sulinggih, jero mangku, camat dan unsur Forkopimcam, perbekel, bendesa adat, panitia karya, dan juga krama setempat.

Bersama pihak legislatif dan jajaran, Bupati Sanjaya mengawali kunjungan menghadiri undangan Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung dan Mupuk Pedagingan di Pura Bale Pegat, Desa Adat Beraban, Kediri.

Kemudian dilanjutkan menghadiri undangan Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Puseh dan Desa, Desa Adat Bongan, Seltim.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengucap syukur dan kebanggaannya bisa hadir memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pembangunan krama.

“Selaku Kepala Daerah, juga selaku pemerintah, tiang di Pemkab Tabanan sangat menyambut baik Karya yang dilakukan masyarakat. Apalagi, dilaksanakan dengan semangat persatuan dan gotong-royong serta konsep pembangunan yang baik dari krama. Hal ini sangat saya apresiasi sebagai salah satu perwujudan visi misi Pemkab Tabanan,” ujar Sanjaya.

Hal ini merupakan suatu implementasi dalam mewujudkan visi Pemkab Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Yang mana, visi ini berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi serta Jagat Kerthi yang meliputi lima bidang prioritas, yang mana Karya ini mencerminkan pencapaian dalam bidang tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang ada.

Untuk itu, selain menjaga serta meningkatkan kekompakan, persatuan dan semangat gotong-royong antar krama, Sanjaya berharap seluruh krama mampu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur tradisi, adat, agama dan kebudayaan yang ada, sehingga tetap ajeg dan lestari.

Begitu juga halnya untuk mewujudkan pembangunan menyeluruh, pihaknya tidak bisa sendiri, oleh sebab itu Sanjaya meminta kepada seluruh krama untum meningkatkan sinergitas dengan pemerintah serta turut berperan aktif dalam setiap pembangunan.

Seluruh krama yang diwakili oleh panitia karya setempat, menyampaikan kebahagiaannya atas kehadiran bupati beserta jajaran dalam karya yang dilakukan oleh pihaknya.

Selain dukungan dan bantuan, baik moril maupun materiil, kehadiran bupati sangat diharapkan sebagai upasaksi serta mendoakan agar karya berjalan dengan lancar.

Disamping itu, juga diharapkan mampu menjadi suatu motivasi bagi pihaknya guna bersama-sama mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Seperti dikatakan Ketut Rada selaku Panitia Karya di Desa Adat Beraban, tujuan mengundang Bupati dikatakannya agar bersama-sama krama mendoakan karya ini, sehingga memargi antar, labda karya, sida sidaning don.

Dan atas kehadiran bupati beserta jajaran, pihaknya juga mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya dan berharap bupati beserta jajaran mampu mewujudkan  pembangunan menyeluruh di Tabanan serta selalu hadir mendukung juga membantu setiap pembangunan krama di Tabanan. (rls)

Sasar 20.000 Peserta, Sekda Dewa Indra Apresiasi Literasi Digital bagi ASN Daerah Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik kegiatan Literasi Digital dengan sasaran 20.000 ASN Daerah Bali yang meliputi instansi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Apresiasi itu diutarakannya dalam sambutan pada acara pembukaan Literasi Digital bagi ASN Pemprov Bali, Senin (21/8/2023).

Untuk diketahui, kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini berlangsung hybrid. Secara offline, kegiatan dilaksanakan di Hotel Mercure Kuta, sementara Sekda Dewa Indra hadir secara daring melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Vidcon Kantor Gubernur Bali. Sebagian ASN juga mengikuti dari kantor masing-masing melalui aplikasi zoom dan live streaming youtube.

Mengusung tema “Transformasi Digital Aparatur Pemerintahan dan Netralitas Aparatur Pemerintahan di Dunia Digital”, kegiatan berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 Agustus 2023 dan dibagi dalam 8 kelompok dengan sasaran 20.000 ASN yang ada di Bali. ASN Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar masuk dalam kelompok pertama pada Senin (21/8) dengan jumlah 5.000 peserta. Berikutnya pada Selasa (22/8), Literasi Digital menyasar 5.500 ASN Kabupaten Badung dan Buleleng. Pada Rabu (23/8), kegiatan ini menyasar 5.000 ASN Kabupaten Bangli, Jembrana, Klungkung dan Gianyar. Dan hari terakhir yaitu Kamis (24/8), literasi digital menyasar 4.500 ASN Pemkab Karangasem dan Tabanan.

Sekda Dewa Indra dalam sambutannya menyebut Literasi Digital yang menyasar ASN di Daerah Bali sebagai kegiatan yang luar biasa. “Ini merupakan kolaborasi antar lembaga yang sangat positif. Ini bisa dijadikan role model dalam mensukseskan kebijakan nasional lainnya,” ucapnya. Ia mengajak ASN Pemprov dan Kabupaten/Kota yang dilibatkan dapat menyimak dan mengikuti kegiatan dengan baik. Terlebih materi yang dibawakan oleh para narasumber sangat menarik yaitu digital skill, digital safety, digital ethics dan digital culture. Ia yakin, seiring dengan masifnya perkembangan IT, belum seluruh ASN paham dan cakap dalam memanfaatkan ruang digital. Karena faktanya masih ada kasus terkena tipu, terpancing di medsos hingga menimbulkan ketersinggungan hingga nomor telepon kena hack. “Ini tandanya masih ada yang belum paham bagaimana memanfaatkan media digital. Gunakan kesempatan ini dengan baik untuk menambah wawasan,” ucapnya.

Acara pembukaan kegiatan Literasi Digital juga diisi penayangan video arahan Presiden RI Joko Widodo. Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tantangan di ruang digital semakin besar dan sangat banyak. Konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital seperti hoax, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa. “Kewajiban kita bersama untuk meminimalkan konten negatif. Caranya dengan membanjiri ruang digital dengan konten positif. Banjiri dan isi terus dengan konten positif,” ajaknya. Untuk itu, kecakapan digital masyarakat perlu ditingkatkan agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik dan menyejukkan serta menyerukan perdamaian. Selain itu, ia berharap internet mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas dengan onboarding ke platform e-commerce. Sehingga dengan demikian, internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Masih dalam arahannya, Presiden Jokowi menyebut literasi digital sebagai kerja besar pemerintah yang membutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam literasi digital nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, mendorong inisiatif komponen lain untuk melakukan kerja konkret di masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan sasaran 350 ribu ASN di Indonesia. Literasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kecakapan digital kalangan ASN sehingga mampu berkontribusi menciptakan konten positif. Pada kesempatan itu, Bonifasius mengingatkan ASN menjaga netralitas serangkaian dengan pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024.

Mayat Bayi Ditemukan di Saluran Irigasi Desa Abiantuwung, Sempat Dikira Boneka

Evakuasi mayat bayi di saluran irigasi Yeh Apuh, Banjar Dinas Balu, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Evakuasi mayat bayi di saluran irigasi Yeh Apuh, Banjar Dinas Balu, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Banjar Dinas Balu, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, digegerkan dengan penemuan mayat bayi, Senin (21/8/2023).

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan dalam posisi mengapung di saluran irigasi Yeh Apuh, dengan kondisi ari-ari yang masih menempel.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, mayat bayi tanpa identitas tersebut pertama kali diketahui oleh anak pelapor I Made Yudiartha (37), yang sedang bermain air di saluran irigasi Yeh Ampuh sekitar pukul 12.00 WITA.

“Saat ditemukan, mayat itu dikira boneka,” jelasnya, Senin (21/8/2023).

Pelapor lantas memberitahu temuan tersebut kepada saksi I Wayan Kayun (66) dan menghubungi Kawil Banjar Balu serta melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kediri.

Selanjutnya, polisi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Mayat telah dibawa ke RSUD Tabanan untuk dilakukan visum,” imbuh Berata.

Selain itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut ke saluran irigasi. (ana)

Cegah Kriminalitas Malam Hari, Polres Tabanan Intensifkan Patroli Blue Light

Personil gabungan Sat Samapta, Sat Pam Obvit dan Sat Lantas Polres Tabanan melaksanakan Patroli Cahaya Biru (Blue Light Patrol).
Personil gabungan Sat Samapta, Sat Pam Obvit dan Sat Lantas Polres Tabanan melaksanakan Patroli Cahaya Biru (Blue Light Patrol).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Personil gabungan Sat Samapta, Sat Pam Obvit dan Sat Lantas Polres Tabanan melaksanakan Patroli Cahaya Biru (Blue Light Patrol) di wilayah Hukum Polres Tabanan pada Sabtu (19/8/2023) malam.

Tujuan dari patrol yakni mencegah dan mengantisipasi terjadinya kriminalitas jalanan sehingga situasi Kamtibmas saat malam minggu tetap terpelihara aman dan kondusif.

Kasat Pam Obvit Polres Tabanan Iptu I Ketut Manis seijin Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes menjelaskan, Patroli Cahaya Biru (Blue Light Patrol) dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru pada malam hari, diharapkan para pelaku kejahatan mengurungkan niatnya ketika menyadari ada polisi melakukan patroli di sekitarnya.

“Kita berdayakan Kijang patroli Sat Samapta dan Sat Pam Obvit untuk sarana melaksanakan patroli Blue Light Patrol,”ujarnya.

Adapun yang disasar yakni tempat yang dianggap rawan terjadinya kriminalitas seperti obyek vital, pura-pura, pasar, pertokoan, perumahan penduduk dan tempat tongkrongan anak-anak muda.

“Kita lakukan secara rutin dan konsisten setiap malam hari hadir di tengah-tengah masyarakat membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dan Kamtibmas diwilkum Polres Tabanan tetap aman dan kondusif,” tegas Ketut Manis. (ana)

 

Kunjungi Surabaya Great Expo, Bupati dan Ketua Dekranasda Tabanan Dukung UMKM Bangkit

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. yang juga sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan, berkunjung dan meninjau pameran UMKM ke Surabaya Great Expo, yang digelar di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. yang juga sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan, berkunjung dan meninjau pameran UMKM ke Surabaya Great Expo, yang digelar di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap UMKM di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. yang juga sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan, berkunjung dan meninjau pameran UMKM ke Surabaya Great Expo, yang digelar di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/8/2023).

Bupati Sanjaya menyampaikan dukungan dan motivasinya terhadap pelaku UMKM Tabanan yang mendapat kesempatan mempromosikan hasil produksinya dalam pameran ini.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Surabaya Great Expo bisa menjadi sebuah sarana untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi utamanya dalam sektor industri yang dihasilkan oleh UMKM.

“Saya yakin dan optimis UMKM di Kabupaten Tabanan akan maju dan berkembang pesat. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai salah satu ajang promosi dan buktikan bahwa produk yang dihasilkan memang pantas bersaing di pasaran lokal bahkan interlokal nantinya,” ungkapnya.

Apapun produk unggulan yang dihasilkan di Kabupaten Tabanan diperlukan sebuah terobosan, yakni salah satunya dengan mengekspos ke luar daerah, seperti salah satunya menyasar Kota Surabaya, mengingat Surabaya merupakan Kota Industri terbesar kedua setelah Ibu Kota Negara yakni Jakarta.

“Sebagus apapun produk yang kita hasilkan, kalau pemasarannya masih bersifak lokalan dalam daerah tentu hasilnya tidak akan maksimal. Mengikuti pameran seperti ini merupakan sebuah strategi pemasaran yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk kita untuk mendongkrak penjualannya,” imbuhnya.

Sanjaya juga optimis perekonomian Kabupaten Tabanan akan bangkit dan semakin maju apabila pelaku usaha seperti UMKM mau terus berinovasi agar bisa menghasilkan produk yang bernilai tinggi.

“Kami ke tempat ini promosi sekaligus studi tiru. Jadikan momen ini sebagai momen untuk saling bertukar informasi agar produk yang dihasilkan juga semakin baik ke depannya,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan, pihaknya juga telah melakukan pameran di berbagai tempat seperti JCC Jakarta, Kriya Nusa dan yang lainnya. Tujuan pameran ini adalah untuk memperkenalkan produk unggulan yang ada di Kabupaten Tabanan ke pangsa pasar yang lebih luas seperti Surabaya.

“Ini merupakan kesempatan kami untuk mempromosikan produk-produk unggulan di Kabupaten Tabanan. Semoga ke depan kami bisa lebih berkreasi dan berinovasi, mencari dan melihat baik dari segi tampilan, desain serta strategi pemasarannya seperti apa sehingga nantinya produk kami juga bisa diekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

Bupati Sanjaya berserta rombongan mengunjungi satu persatu gerai sembari berbincang dengan para pelaku UMKM. Pihaknya berpesan agar para pelaku UMKM tetap bersemangat dan berinovasi meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tabanan.

Turut mendampingi Inspektur Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Kepala DPMD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Bappeda serta OPD terkait lainnya, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana. Rombongan disambut oleh  Direktur PT. Debindo Mitra Tama, Budiono. (rls)