- Advertisement -
Beranda blog Halaman 616

Ribuan ASN Pemkab Tabanan Mengikuti Upacara Peringatan HKN

Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) diikuti oleh ribuan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (19/6/2023).
Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) diikuti oleh ribuan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (19/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan sebagai aparatur Negara, Pemkab Tabanan melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN).

Upacara yang diikuti oleh ribuan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan ini dilangsungkan di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (19/6/2023).

Kegiatan ini dilaksakan secara rutin oleh Pemkab Tabanan, yang kali ini dipimpin oleh Bupati Tabanan diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, A.A. Dalem Trisna Ngurah.

Turut hadir saat itu, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan jajaran, Direktur RSUD Tabanan, Direktur RS Singasana, serta undangan terkait lainnya yang sangat antusias mengikuti kegiatan.

Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibaca Asisten Perekonomian dan Pembangunan, mengatakan, bahwa Hari Kesadaran Nasional ini merupakan momentum yang sangat penting untuk dijadikan ajang untuk bersilaturahmi, melaksanakan evaluasi bersama terhadap komitmen, kinerja dan disiplin ASN. Sekaligus, menginformasikan berbagai kebijakan Pemda dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.

Melalui kesempatan ini, diharapkan semua ASN memiliki kesadaran untuk melayani masyarakat dan dapat mengelola berbagai dinamika sosial yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana.

Begitu juga, sangat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, sehingga good government dan clean government dapat terwujud di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dikesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan juga menyampaikan beberapa hal penting, apalagi Bulan Juni ini Pemkab menyelenggarakan peringatan Bulan Bung Karno.

“Kita wajib selalu mengingat apa yang disampaikan Bung Karno di sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yang mengatakan gotong-royong adalah banting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama, amal buat kepentingan semua, keringat semua, buat kebahagiaan semua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih karena berkat kerja keras seluruh jajaran, penghargaan Satyalancana Wira Karya berhasil diraih oleh Bupati Tabanan, karena dipandang telah berperan aktif dalam bidang pertanian melalui program ‘Mangun Tani Ngardi Kertaning Jagat’, dengan menerapkan kegiatan Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) sebagai cara untuk memberikan solusi cepat atas permasalahan pertanian dan membangun kolaborasi bersama.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Tabanan juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pegawai yang purna tugas atas dedikasi dan pengabdiannya, juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada ASN berkinerja terbaik bulan Juni 2023 ini. Selain apresiasi, terdapat pula penjatuhan hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan diri sendiri sebagai PNS kepada salah satu ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. (rls)

Pemkab Tabanan Lacak Sepasang Remaja yang Duduk di Atas GWS 

Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS), Tabanan, Bali.
Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS), Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi sepasang remaja yang duduk di bagian atas Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS) mendapat atensi penuh dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, akan menindak tegas dan mengecam pelaku karena dianggap telah mencoreng serta melanggar ketertiban umum di salah satu fasilitas umum yang menjadi menjadi kebanggaan warga Tabanan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan mengecam keras tindakan pelaku karena ini sangat tidak etis,” ungkapnya, Senin (19/6/2023).

Menurut Sanjaya, Garuda Wisnu Serasi merupakan tempat umum yang biasa digunakan warga untuk rekreasi dan melakukan kegiatan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban serta  kenyamanannya, bukan sebaliknya.

“Kami tidak menampik bahwa fasilitas umum yang kami miliki belum memiliki pengamanan secara maksimal seperti rambu-rambu larangan, kamera CCTV juga belum maksimal,” ujar Sanjaya.

Ia menyebut, asus ini akan segera ditindaklanjuti sebagai salah satu upaya untuk memberikan efek jera serta tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Hal ini sebagai pembelajaran semoga ke depan seluruh pihak terkait agar lebih maksimal melakukan pengawasan dan pengamanan,” imbuhnya.

Terkait hal ini, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Tabanan melaksanakan rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan  I Made Agus Artha Wiguna, sebagai tindak lanjut perintah Bupati Tabanan untuk melacak pelaku.

Berdasarkan hasil rapat disimpulkan bahwa akan dilakukan penyelesaian secara internal karena kejadian ini dianggap sudah melanggar ketertiban umum melalui Satpol PP Kabupaten Tabanan.

“Keberadaan pelaku masih kami lacak untuk seterusnya dimintai klarifikasi dan pertanggung jawaban. Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi kedepannya,” ujar Agus Artha Wiguna.

Selain itu, akan dilakukan langkah-langkah penanganan untuk pencegahan seperti memasang tanda atau rambu-rambu larangan.

UPTD Taman Budaya akan segera memasang CCTV tambahan serta berkoordinasi dengan Bendesa Adat Kota Tabanan agar melakukan pengawasan yang lebih ketat.

“Kami mengapresiasi warga yang telah berkontribusi dan memberikan perhatian dengan memposting video yang menjadi viral. Kami berharap siapapun yang berkunjung ke Tabanan jangan sampai merusak fasilitas, kalau sampai merusak akan diberikan tindakan tegas,” tegasnya. (ana)

Peed Aya Duta Kabupaten Tabanan Sukses Pukau Penonton dalam Pembukaan PKB XLV Bali

Duta Kabupaten Tabanan dalam Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023 bertempat di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (18/6/2023).
Duta Kabupaten Tabanan dalam Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023 bertempat di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (18/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dengan mengusung tema ‘Segara Kanda’ atau Peristiwa Laut, Duta Kabupaten Tabanan mampu menyuguhkan tampilan yang memukau ribuan penonton dalam Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023. Yang mana kegiatan tersebut dipusatkan di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (18/6/2023).

Bahkan, penampilan Duta Kabupaten Tabanan diapresiasi Presiden ke-5 RI, Prof. Dr. Hj. Megawati Soekarno Putri, serta Gubernur Bali Wayan Koster dan Prananda Prabowo yang langsung menyaksikan pagelaran. Hadir pula saat itu, Menteri PUPR, Menparekraf dan Menteri P3A RI, Kepala LKPP RI, Wagub Bali, Ketua DPRD Bali, jajaran Forkopimda Bali, Bupati/Walikota se-Bali serta undangan lainnya.

Untuk diketahui, Duta Kabupaten Tabanan dalam Peed Aya menampilkan tema ‘Segara Kanda’ atau Peristiwa Laut, dimana menggambarkan peristiwa terwujudnya Pura Tanah Lot yang didirikan oleh Dang Hyang Nirartha untuk memuliakan dan mengagungkan Sang Hyang Siwa Baruna. Berbagai sajian seni ditampilkan, mulai barisan busana, atraksi tematik, tarian dan tabuh.

Adapun penampilan yang disuguhkan Duta Kabupaten Tabanan sebagai berikut Barisan pembawa papan nama berbusana rias modifikasi, pembawa tedung, bandrangan, pembawa kober, Tarian Jayaning Singasana AUM diiringi gamelan mini geguntangan, barisan penari membawa pedang sebagai pasukan Bendesa Beraban, Tabuh Tektekan, Tarian Ular Poleng, Penggambaran Pura Tanah Lot berupa Ogoh-Ogoh, serta Tabuh Adi Merdangga berkolaborasi dengan Okokan.

Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan apresiasi, terlebih kepada seluruh masyarakat Bali yang sangat antusias menyaksikan Pesta Kesenian Bali.

“Ini menunjukkan Negara kita memiliki kesenian yang sangat tinggi. Bali adalah anugerah, walaupun luasannya sangat kecil dibandingkan pulau lainnya di Indonesia, namun Bali sangat kental dengan tradisi warisan leluhur, dan masih tetap dilestarikan hingga saat ini,” kata Presiden ke-5 RI disambut riuh tepuk tangan penonton.

Beliau juga berpesan, bahwa berkepribadian dalam kebudayaan adalah hal yang mutlak dimiliki suatu negara yang berdaulat. Selain itu, dikatakannya kebudayaan di Indonesia sangat kaya dan beragam yang harus dilestarikan.

“Jangan lupa, jangan kita berpikir kita hanya hidup pada saat ini. Yang harus terus diinggat kita adalah harus menata kehidupan itu untuk masa depan dan tentunya harapannya, sepanjang Indonesia ada, kita juga ada,” tegas Ibu Megawati.

Sebelumnya, mewakili Pemerintah Bali dan masyarakat Bali, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati.

“Kehadiran Ibu, memberi spirit dan motivasi bagi para seniman dan masyarakat Bali, khususnya generasi muda dalam memajukan budaya Bali tanpa henti sepanjang jaman. Titiang mendoakan semoga Ibu senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, selalu sehat dan bahagia,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Menurutnya, duta Kabupaten Tabanan telah berupaya maksimal menampilkan yang terbaik dan pihaknya merasa bangga Duta Kabupaten Tabanan telah mampu memukau ribuan penonton dan mendapat apresiasi langsung dari Ibu Megawati dan Bapak Gubernur Wayan Koster.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik kepada koreografer, penari, penabuh dan seniman. Berkat kerjasama dan kerja keras kalian Kabupaten Tabanan telah mampu menunjukkan kesenian yang sangat berkualitas,” ungkapnya.

Politisi asal Dauh Pala itu juga berharap, kedepan, kolaborasi semua pihak agar terus ditingkatkan lagi, mengingat Kabupaten Tabanan memiliki potensi seni yang sangat luar biasa dan sudah sepatutnya mendapatkan panggung yang berkelas seperti PKB.

“Saya berharap kedepan, kolaborasi akan terus ditingkatkan lagi dan saya berpesan kepada seluruh masyarakat Tabanan agar selalu bangga menjadi orang Tabanan, karena Tabanan kaya akan potensi, salah satunya adalah potensi di bidang seni,” imbuhnya. (rls)

DLHK Inspeksi TPST Samtaku Jimbaran Karena Dikeluhkan

TPST Samtaku Jimbaran Kabupaten Badung.
TPST Samtaku Jimbaran Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku Jimbaran, Kabupaten Badung, menuai keluhan masyarakat akibat tumpukan sampah yang belum diolah menimbulkan bau busuk.

Menyikapi keluhan itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menginspeksi TPST Samtaku yang dikelola PT Reciki Mantap Jaya (Reciki) tersebut untuk dievaluasi dan dicarikan solusinya.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Anak Agung Gede Agung Dalem mengatakan, kejadian yang berujung keluhan tersebut bukan hanya sekali.

Pihaknya pun sudah sering melakukan pengiriman surat peringatan. “Ini kan sudah pernah terjadi dan harapannya pastinya agar tidak terulang karena akan menjadi masalah besar,” terang Gede Agung, Minggu (18/6/2023).

Gede menambahkan, pihak pengelola TPST harusnya menjalankan hasil kajian tertulis. Terutama untuk mencegah masalah bau busuk yang mengganggu.

“Mengelola sampah susah gampang memang, namun kita juga perlu mencari titik masalahnya terutama mengenai bau. Ya karena apa? Apakah karena sampah yang menumpuk akibat kapasitas mesin atau seperti apa? Itu perlu kita gali,” ujarnya.

Saat ini, DLHK tetap melakukan koordinasi dalam penanganan sampah bersama TPST Samtaku agar pengolahan sampah yang ada di Badung bisa maksimal dan mengurangi kecaman dari masyarakat.

Menanggapi hal ini, PT Reciki Mantap Jaya mengklaim tumpukan sampah yang bau disebabkan aktivitas pembuangan sampah oleh masyarakat yang tidak sesuai jadwal. Meski demikian, pihak Reciki akan tetap mencari solusi mengenai hal tersebut. (ann)

Duta Badung Tampil Apik Saat Peed Aya Pembukaan PKB 2023

Salah satu rombongan kesenian pada peed aya Kabupaten Badung dalam pembukaan PKB 2023, Minggu (18/6/2023).
Salah satu rombongan kesenian pada peed aya Kabupaten Badung dalam pembukaan PKB 2023, Minggu (18/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Duta Kabupaten Badung tampil apik dalam peed aya di pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023, Minggu (18/6/2023).

Dalam pawai pembukaan PKB 2023 yang dibuka Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri tersebut, duta Badung membawa tema Segara Wisata (awal pariwisata Bali).

Iring-iringan diawali papan nama kabupaten yang dibawakan oleh pasangan remaja berbusana rias lelunakan. Dilanjutkan lagi dengan iringan tedung atau payung oleh para remaja.

Di Badung, tedung menjadi salah satu usaha mikro yang banyak dilakukan masyarakat Kecamatan Mengwi.

“Seperti diketahui, Mengwi dikenal sebagai desa dengan penghasil kerajinan tedung atau payung Bali,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha, Minggu (18/6/2023).

Iringan berikutnya diisi rombongan penari Sekar Jepun yang merupakan maskot Kabupaten Badung.

“Tari ini yang mencerminkan menyatunya pemimpin di Kabupaten Badung dengan rakyatnya,” kata Sudarwitha.

Duta Badung menutup peed aya PKN 2023 dengan menampilkan barisan tari kreasi Layar Samas.

Nama tarian ini berasal dari kata Liyar Samas yang merupakan karya tabuh Palegongan seniman Kuta yang bernama Lotring.

Garapan tari kreasi Layar Samas ini menggambarkan banyaknya jukung atau perahu nelayan di Pantai Kuta dengan layarnya yang terkembang dan bertabur kemilau diterpa sinar matahari senja.

Diiringi dengan hentakan perkusinya akan memberikan sebuah gambaran dinamisnya kehidupan pariwisata di Kuta. Saat ini, kawasan Kuta masih menjadi destinasi favorit wisatawan dalam dan luar negeri.

Eka Sudarwitha menyebut sebanyak 190 orang seniman Badung terlibat dalam peed aya pada pembukaan PKB 2023. Mereka telah mempersiakan diri sejak Maret 2023 lalu.

“Diawali dengan penjajakan ke SMA Negeri 2 Abiansemal. Kemudian pematangan tema dan dilanjutkan pemilihan kostum, pemilihan peserta, baru dilatih gerak atau koreografinya,” tutupnya. (ann)

Kelelahan dan Kram, Pendaki Gunung Batukaru Usia 87 Tahun Dievakuasi

Proses evakuasi pendaki Gunung Batukaru yang kelelahan usai bersembahyang di Pura Puncak Kedaton di Gunung Batukaru, Sabtu (17/6/2023).
Proses evakuasi pendaki Gunung Batukaru yang kelelahan usai bersembahyang di Pura Puncak Kedaton di Gunung Batukaru, Sabtu (17/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pendaki Gunung Batukaru bernama I Gusti Putu Regeg (87) asal Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, harus dievakuasi akibat mengalami kelelahan dan kram pada Sabtu (17/6/2023) sekitar pukul 19.00 WITA.

Korban yang merupakan pemangku ini berhasil dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, Bhuana Bali Rescue, dan Pecalang Desa Pujungan.

Pelaksana Tugas atau Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, korban saat itu sedang turun usai melakukan persembahyangan di Pura Pucak Kedaton bersama empat orang temannya.

Di tengah perjalanan korban mengalami kelelahan dan kram kaki sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan.

“Dua orang temannya turun untuk meminta bantuan ke pos pendakian, sedangkan dua orang lainnya menjaga di atas,” ujar Srinadha Giri, Minggu (18/6/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan mengenai orang kelelahan di Gunung Batukaru sekitar pukul 18.00 WITA.

Kemudian enam orang personil dari Tim Reaksi Cepat atau TRC BPBD Tabanan dikerahkan untuk melakukan evakuasi melalui Desa Pujungan, Pupuan.

Tim bersama pecalang setempat berhasil menemukan posisi korban di lereng Gunung Batukaru sekitar pukul 21.00 WITA.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu dari kawasan puncak Batukaru ke areal Pura Malen, Desa Pujungan, Pupuan sekitar pukul 01.30 WITA.

Kemudian, korban dibawa ke RSUD Tabanan dengan ambulans Bhuana Bhuana Bali Rescue untuk mendapatkan perawatan.

“Kondisi korban selamat dan tidak ada cedera,” jelas Srinadha. (ana)

Badung Tampilkan 27 Pementasan di PKB 2023

Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha.
Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kabupaten Badung akan menyumbangkan 27 kali pementasan selama berlangsungnya Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-45 Tahun 2023 yang dibuka pada Minggu (18/6/2023).

Dalam ajang seni dan budaya yang kali ini mengangkat tema Segara Kerthi Prabhaneka Sandhi atau Samudera Cipta Peradaban itu, Badung akan mengerahkan 18.974 seniman dari seluruh desa.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha menjelaskan Badung akan melibatkan sekaa seni terbaiknya untuk unjuk gigi di ajang tahunan kali ini. “Persiapaan PKB sudah aman semua,” terang Gede Eka, Sabtu (17/6/2023).

Beberapa pementasan itu antara lain topeng bondres, tari barong, gambuh, janger, seni lukis wayang klasik, taman penasar, palegongan klasik, gender wayang anak-anak, barong landung, bleganjur remaja.

Menurut Eka, para seniman yang menjadi utusan seni dari Badung sangat antusias dalam perhelatan PKB dan dibuktikan dengan adanya pada setiap sekaa atau sanggar yang akan mengikuti sudah terdaftar untuk berpartisipasi.

“Dari 27 pementasan nanti yang akan tampil, sebelumnya kami sudah menyeleksi secara administrasi karena prinsipnya kami tidak hanya mencari yang terbaik namun lebih memberikan ruang kepada masing-masing sekaa dengan satu sekaa terdiri dari lima puluh persen dan lima puluh persen penabuh dari wilayah desa masing-masing,” tutupnya. (ann)

Fun Walk Bali-Jawa Tengah, Tabanan Sajikan Seni Okokan dan Manusia Banteng

Acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).
Acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sajikan kesenian khas Tabanan, Okokan dan Manusia Banteng, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M wujudkan kolaborasi budaya dalam acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dalam bidang kebudayaan yang ditandai dengan naskah kerja sama yang sebelumnya dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dilaksanakan di Hotel Prime Plaza, Denpasar sebelumnya.

Dipadati oleh ribuan peserta, Creative Fun Walk yang dibuka oleh Gubernur Bali dan Jawa Tengah pagi hari itu disambut dengan penuh antusias. Nampak hadir Bupati dan Walikota Se-Bali, serta para OPD terkait.

Kegiatan yang merupakan wujud kerjasama dalam membangkitkan kembali hubungan kesejahteraan antara Jawa dan Bali, terlebih dalam hal kebudayaan, diisi dengan beragam hiburan dan penampilan kesenian dari berbagai daerah. Dalam hal ini Bupati Sanjaya, membawa serta 50 okokan dan 15 manusia banteng sebagai identitas khas seni asli Tabanan yang menjadi maskot di setiap pertunjukkan.

Menyapa langsung masyarakat Bali, Gubernur Koster dan Gubernur Ganjar membuka jalur fun walk, ditandai dengan pelepasan balon, yang rutenya dimulai dari kantor Gubernur Bali dan mengelilingi kota dengan jarak kurang lebih 3,7 km. Mengusung konsep budaya, di sepanjang jalur fun walk, peserta diiringi dengan Tabuh Bale Ganjur serta ragam pentas seni budaya dan hiburan yang tampil di panggung yang disiapkan.

Ditemui di kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya yang pagi itu nampak sangat bersemangat mengikuti Creative Fun Walk, menyatakan bahwa kontribusinya saat ini dalam mempersembahkan okokan dan manusia banteng, sebab, okokan merupakan representasi dari pertanian di Tabanan.

“Tabanan yang terkenal sebagai lumbung pangannya Bali dan memiliki kasanah budaya yang sangat beragam. Saat ini, okokan merupakan kesenian tradisional khas Tabanan yang merupakan representasi dari pertanian itu sendiri, di mana musik dari okokan merupakan bunyi-bunyian yang biasanya diikatkan pada sapi atau kebo. Jadi musik okokan ini adalah representasi dari gembiranya masyarakat Tabanan,” sebutnya.

Pihaknya juga menekankan, Kabupaten Tabanan sebagai daerah agraris dengan wilayah pertanian yang luas dan sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah petani, menjadikan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali di mana pertanian merupakan sektor andalan masyarakat Tabanan.

“Jadi kesenian yang dipersembahkan ini kental dan sangat berkaitan dengan representasi pertanian di Tabanan,” imbuhnya.

Sanjaya juga berharap, temu budaya yang terjalin antara kebudayaan Jawa dan Bali ini mampu memperkenalkan budaya di masing-masing daerah, sekaligus dapat meningkatkan kreativitas serta melestarikan budaya sesuai dengan tujuan utamanya.

Pemkab Tabanan Gelar Sosialisasi Pendataan Akomodasi Pariwisata

Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).
Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai upaya antisipasi terhadap maraknya perilaku menyimpang wisatawan asing, Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).

Dikesempatan itu, Sekda I Gede Susila turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Asisten Administrasi Umun Setda, Kepala Bakeuda, Kepala BKPSDM, perwakilan DPMPTSP serta Sekdis Pariwisata. Yang mana kegiatan juga diikuti secara daring oleh Kepala OPD, Camat, 133 ASN Guna Desa beserta pejabat administrasi di masing-masing OPD.

Sosialisasi ini digelar, menindak lanjuti perintah Bupati Tabanan terkait dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Selama Berada di Bali, maka Pemkab Tabanan bergerak cepat. Kemudian Bapak Bupati memerintahkan Kepala BKPSDM melaksanakan rapat internal dengan para ASN Guna Desa untuk melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut terungkap, bahwa selain membentuk tim yang nantinya ada di masing-masing Kecamatan, di internal juga akan membentuk semacam tim dengan melibatkan ASN, yakni ASN Guna Desa dan Pejabat Administrasi untuk memantau akomodasi pariwisata yang dimiliki orang asing yang ada di Kabupaten Tabanan. Yang diharapkan nantinya adanya tertib administrasi yang berujung pada peningkatan PAD.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tersebut, terdapat 12 kewajiban dan 8 larangan untuk turis Asing. Beberapa diantaranya mewajibkan wisatawan mancanegara memuliakan kesucian Pura, pratima dan simbol-simbol keagamaan yang disucikan, memakai busana yang sopan, berkelakuan yang sopan hingga melakukan transaksi dengan mata uang rupiah.

Kemudian beberapa larangan yang dimaksud, memasuki kawasan suci harus dengan memakai pakaian sembahyang dengan busana adat Bali dan tidak sedang datang bulan, hingga tidak boleh memanjat pohon yang disakralkan, menodai tempat suci, membuang sampah sembarangan, serta dilarang terlibat dalam aktivitas ilegal.

Selain bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, ASN Guna Desa nantinya juga diharapkan mampu memantau pergerakan orang asing, sehingga dari pemantauan orang asing, pendataan dan pemantauan akomodasi pariwisata ini kemudian diharapkan menjadi lebih tertib dan bisa meningkatkan PAD dan menghasilkan data valid. Hal ini juga dilakukan untuk menuju Data Desa Presisi di Kabupaten Tabanan. (rls)

Bupati Sanjaya Motivasi Duta Kabupaten Tabanan yang Tampil Dalam Peed Aya PKB XLV

Latihan Ped Aya (Pawai) yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).
Latihan Ped Aya (Pawai) yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memastikan kesiapan Pemkab Tabanan dalam rangka memeriahkan PKB XLV Provinsi Bali, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, memotivasi para seniman Duta Kabupaten Tabanan. Semangat dukungan itu ditunjukkannya dengan menyaksikan secara langsung latihan yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).

Latihan yang melibatkan sekitar 200 orang penari, penabuh dan iring-iringan lainnya tersebut diharapkan mampu tampil maksimal dalam Ped Aya (Pawai) Pembukan PKB XLV Provinsi Bali pada 18 Juni 2023 mendatang. Berbagai tarian dan tabuh dan lainnya akan ditampilkan pada kesempatan tersebut oleh Duta Kabupaten Tabanan yang merupakan kumpulan dari pemuda-pemudi asal Desa Adat Penarukan.

“Bukan saja masyarakat Penarukan, Bupati yang menonton adik-adik. Dunia akan menonton, Presiden juga akan menonton adik-adik. Tidak main-main, maka Bapak hadir disini, melihat secara langsung agar kita tidak kalah dari duta-duta yang lain. Banggalah jadi Duta Tabanan, Banggalah jadi Orang Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sontak, dengan kehadiran Orang Nomor satu di Tabanan dalam latihan mampu membakar semangat para pemuda-pemudi untuk tampil lebih baik lagi.

Berbagai penampilam dimantapkan dalam latihan saat itu, diantaranya Tari Jayaning Singasana AUM, Tari Ular Poleng, Atraksi Tematik, Tabuh Geguntangan, Adi Merdangga, serta Tektekan yang melibatkan sekitar 200 orang.

“Ketika tampil di Renon disaksikan oleh Bapak Presiden, buktikan jati diri kita hebat, bangga sebagai orang Tabanan. Jangan nanti adik-adik saya dari Penarukan datang ke Renon, melihat penonton dari seluruh Dunia, nanti menunduk, lututnya gemetar, senyumnya hilang, semangatnya hilang, jangan. Nanti Bapak nonton. Tunjukan jati diri, karakter kita sebagai orang Tabanan, bahwa Tabanan ini orang hebat-hebat,” tegas Sanjaya.

Meskipun waktu tampil dalam Peed Aya nanti hanya sekitar 7 menitan, namun Sanjaya tidak mau main-main. Ia menegaskan agar para pemuda dan pemudi tetap semangat tampil maksimal dan berkualitas. Maka dari itu, seluruh elemen yang terkandung dalam tarian, tetabuhan dan barisan atraksi tematik, harus disempurnakan dalam beberapa hari ini, sehingga tidak hanya tampil maksimal tetapi juga mampu menggemparkan Dunia.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Duta Kabupaten Tabanan dalam Peed Aya nanti akan menampilkan tema ‘Segara Kanda’ atau Peristiwa Laut, dimana menggambarkan peristiwa terwujudnya Pura Tanah Lot yang didirikan oleh Dang Hyang Nirartha untuk memuliakan dan mengagungkan Sang Hyang Siwa Baruna. Berbagai sajian seni akan ditampilkan, mulai barisan busana, atraksi tematik, tarian dan tabuh.

Dengan susunan kurang lebihnya sebagai berikut : Barisan pembawa papan nama berbusana rias modifikasi, pembawa tedung, bandrangan, pembawa kober, Tarian Jayaning Singasana AUM diiringi gamelan mini geguntangan, barisan penari membawa pedang sebagai pasukan Bendesa Beraban, Tabuh Tektekan, Tarian Ular Poleng, Penggambaran Pura Tanah Lot berupa Ogoh-Ogoh, serta Tabuh Adi Merdangga berkolaborasi dengan Okokan. (rls)