- Advertisement -
Beranda blog Halaman 615

Setubuhi Bocah 12 Tahun, Buruh Pembuat Sanggah Ditangkap

Ilustrasi korban pelecehan (Foto: ANTARA)
Ilustrasi korban pelecehan (Foto: ANTARA)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus persetubuhan anak dibawah umur terjadi di Kecamatan Marga, Tabanan.

Korban berinisial LAS (12) dilecehkan oleh pelaku bernama GP (19) yang merupakan sepupu ayahnya. Pelaku juga bekerja sebagai buruh pembuatan sanggah di tempat orang tua korban bekerja.

Kejadian ini telah dilaporkan oleh orang tua korban ke Kapolsek Marga. Kemudian, pelaku ditangkap pada Jumat (25/8/2023).

“Pelaku sudah ditangkap oleh penyidik unit reskrim Polsek Marga dan telah ditahan di Rutan Polres Tabanan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Arung Wiratama, Minggu (27/8/2023).

Kasus ini terungkap pada Kamis (24/8/2023) sekitar pukul 22.15 WITA. Ibu korban melihat gelagat mencurigan pelaku dan mengawasinya di kamar mandi yang berada di belakang rumahnya.

Ketika korban keluar dari kamar mandi, pelaku menarik tangannya. Melihat kejadian itu, ibu korban langsung menghampiri pelaku. Saat itu, ibu korban juga mendengar pelaku mengancam korban agar tidak memberitahu kejadian itu kepada ibunya. Kemudian, pelaku langsung kabur.

Setelah itu, ibu korban bertanya kepada korban dan terungkap bahwa korban sudah disetubuhi sebanyak dua kali sekitar dua minggu lalu.

Selanjutnya, ibu korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Marga, Jumat (25/8/2023).

Usai menerima laporan, tim Unit Reskrim Kapolsek Marga langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Dan aksinya tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali, tetapi saat hendak melakukan persetubuhan ketiga kalinya dipergoki oleh ibu korban,” ujar Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana. (ana)

Tim SAR Cari 2 ABK Ceburkan Diri di Tanjung Benoa

Tim SAR gabungan lakukan pencarian dua orang ABK yang menceburkan diri di Perairan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan, Minggu (27/8/2023).
Tim SAR gabungan lakukan pencarian dua orang ABK yang menceburkan diri di Perairan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan, Minggu (27/8/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim SAR gabungan melakukan pencarian dua orang ABK yang menceburkan diri dari KM Nusantara Jaya 33 di Perairan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan, Minggu (27/8/2023).

Awalnya ada 3 orang yang melompat ke laut sekitar pukul 03.00 Wita. Salah satu korban bernama Sakim (24) ditemukan terdampar di Perairan BTDC Nusa Dua dalam keadaan selamat pada pukul 11.00 Wita.

Sedangkan dua korban lainnya, Amat Maulana (27) dan Muhammad Jodi (23) hingga saat ini belum ditemukan.

“Awalnya 5 orang ABK KM Mekar Gloria Utama dititipkan ke KM Nusantara Jaya 33 yang hendak kembali berlabuh di Benoa. Namun, ketika lego jangkar menunggu ijin memasuki pelabuhan 3 orang melompat ke laut,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Nyoman Sidakarya.

Laporan kejadian diterima Basarnas Bali dari Made Yudiarta, Kabag Operasional PT Putra Jaya Kota pada pukul 14.05 Wita.

Menindaklanjuti laporan adanya 2 orang ABK yang masih belum ditemukan, Basarnas Bali memberangkatkan 4 personil menuju Dermaga KN SAR Arjuna 229.

Sebanyak 6 personil bergerak melakukan pencarian diseputaran lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02. Kemudian pada pukul 15.00 Wita menyusul pergerakan tim dari Dit Polair Polda Bali dengan menggunakan speed boad.

Hingga Pukul 18.00 Wita upaya pencarian dihentikan sementara dengan hasil nihil dan rencananya akan kembali dilanjutkan besok pagi, Senin (28/8/2023). (*)

Bule Jadi Guide di Tanah Lot Bali Viral, Ini Kata Imigrasi

Tangkapan video viral seorang bule menjadi pemandu wisata di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali.
Tangkapan video viral seorang bule menjadi pemandu wisata di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Video seorang bule menjadi pemandu wisata (tour guide) di obyek wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, viral di media sosial. Dalam tayangan video yang beredar, pria bule itu mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan udeng di kepalanya terlihat sibuk memandu sejumlah turis asing.

Viralnya video itu membuat tim intelijen dan penindakan keimigrasian bergerak ke Tanah Lot. “Tim turun kemarin menelusuri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi, Minggu (27/8/2023).

Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran terungkap, warga negara asing (WNA) itu bernama Alessandro Tanganelli. Saat diinterogasi, Alessandro mengatakan dirinya berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Imigrasi lalu melakukan koordinasi dengan Himpunan Pramuwisata Bali (HPI). Hasilnya, memang benar Alessandro telah menjadi warga negara Indonesia dan memiliki lisensi sebagai pemandu wisata dari HPI.

Awalnya, Alessandro merupakan WNA berkewarganegaraan Italia. Kemudian, ia menikah dengan warga negara Indonesia (WNI) bernama Indah Yuli Puspitasari WNI. Bahkan, awalnya sebagai pemegang Izin Tinggal Terbatas sebagai suami yang ikut istri WNI.

“Akhirnya Alessandro resmi menjadi WNI melalui proses sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” ujar Tedy.

Sementara itu, Indah Yuli Puspitasari membenarkan suaminya sudah berstatus sebagai WNI sejak 2021 dan bekerja sebagai pemandu wisata yang berlisensi dari HPL. Selain itu, dirinya bersama suami juga memiliki bisnis usaha biro wisata yang memiliki izin dari Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Tedy sangat menyayangkan berita viral tersebut yang menyudutkan institusinya. “Berita viral itu tidak sesuai dengan fakta dan tidak dilakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menerbitkan berita,” ujarnya. (ana)

Bebas dari Penjara, Eka Wiryastuti Wajib Lapor ke Kejari Tabanan

Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (Foto: iNews)
Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (Foto: iNews)

PANTAUBALI,COM, TABANAN – Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kerobokan setelah mendapat pembebasan bersyarat (PB) dari Kemenkumham.

Anak dari Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama yang terpidana kasus suap Dana Insentif Daerah (DID) Tabanan 2017 tersebut bebas pada Senin (21/8/2023) lalu.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan I Nengah Ardika mengatakan, yang bersangkutan atau Eka Wiryastuti berada tinggal atau domisili selama setahun di Tabanan, maka pihaknya ditunjuk untuk menerima wajib lapor yang bersangkutan.

“Jadi Kemenkumham memberikan PB untuk Bu Eka. Selama setahun lebih karena domisili di Tabanan, maka wajib lapor dari PB itu di kejaksaan Tabanan,” ujarnya, Minggu (27/8/2023).

Ardika menjelaskan, dalam wajib lapor pihaknya memberikan sebuah berkas dengan format khusus untuk ditandatangani. Kemudian, Kejari Tabanan memberikan surat perintah kepada beberapa orang jaksa untuk menerima wajib lapor dari Mantan Bupati Tabanan dua periode tersebut.

“Khusus untuk wajib lapor dilakukan setiap bulan. Yang bersangkutan kami berikan pemahaman bahwa tidak boleh melakukan tindak pidana (selama proses PB),” jelasnya.

Ardika menyebut, selama menjalani wajib lapor yang bersangkutan bisa bepergian ke luar daerah atau luar negeri. Namun, tidak diperbolehkan melakukan tindak pidana. “Seingat saya untuk Bu Eka ini, proses wajib lapor itu selama lebih dari setahun,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kerobokan masih belum diketahui aktivitasnya hingga saat ini.

Namun, Kuasa hukumnya Gede Wija Kusuma mengatakan, pasca bebas Eka Wiryastuti akan fokus  mengurus keluarga.

Sementara, dari pantauan di kampung halamannya di Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Jumat (25/8/2023) lalu terlihat sepi.

Salah seorang penjaga rumahnya mengatakan, Eka Wiryastuti sudah berangkat ke Denpasar sejak pagi hari setelah sempat melakukan persembahyangan di sanggahnya. (ana)

Revitalisasi Pasar Induk Tabanan akan Masuki Tahap Kick Off

Pasar Umum Tabanan.
Pasar Umum Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rencana revitalisasi pasar Induk Gudarata Singasana Tabanan yang ditargetkan pada 2024 mendatang terus digodok oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Revitalisasi pasar seluas 1,6 hektare dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut akan memasuki tahap kick off untuk penyusunan akhir Prastudi Kelayakan atau Final Business Case (FBC) dan dokumen Out Business Case (OBC) pada 1 September 2023 nanti.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan I Gede Urip Gunawan mengatakan, pelaksanaan kick off akan melibatkan Bappenas, Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU.

“Ini (kick off) merupakan tindak lanjut atau jawaban dari pengajuan usul percepatan proyek yang sebelumnya telah kami ajukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kajian FBC merupakan dokumen untuk menghitung manfaat proyek pasar yang akan dilaksanakan. Sedangkan, OBC merupakan dokumen rincian besar biaya yang akan dibutuhkan untuk membangun pasar Induk serta jadwal revitalisasi.

“Kemungkinan bulan Desember ini baru diketahui besar anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar,” imbuhnya.

Setelah kick off selesai, sambung Urip Gunakan, hasilnya berupa dokumen penyiapan akan dikirim ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk difasilitasi tahap lelang kepada pihak ketiga atau badan usaha.

“Lelang dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Hadiri Peresmian Sekolah Pro Ed Global School Tabanan

Acara pembukaan resepsi eksklusif Sekolah Pro Ed Global School Nuanu Campus, di Jalan Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Sabtu (26/8/2023). 
Acara pembukaan resepsi eksklusif Sekolah Pro Ed Global School Nuanu Campus, di Jalan Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Sabtu (26/8/2023). 

PANTAUBALI,COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan menjadi salah satu Kabupaten di Bali yang memiliki panorama eksotika alam dan budaya yang bernilai jual tinggi. Karenanya, hal yang menyertai keberlangsungan pelestarian alam dan lingkungan di Tabanan termasuk melalui dunia pendidikan, menjadi atensi penuh dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M.

Hal tersebut ditunjukkannya saat menghadiri acara pembukaan resepsi eksklusif Sekolah Pro Ed Global School Nuanu Campus yang didirikan oleh PT Wooden Fish Village bersama dengan Sekda Tabanan, Asisten III dan Jajaran OPD terkait, serta Camat Kediri, yang berlokasi di Jalan Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Sabtu (26/8/2023).

Mendapat sambutan langsung dari Director of Pro Ed Global School serta Ketua Yayasan Pro Education international Centre dan Kepala Sekolah Pro Ed Global School, Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi serta kebanggaannya terhadap para pendiri hebat yang selalu memberikan perhatian ekstra terhadap perkembangan dunia pendidikan, khususnya di Tabanan.

Sanjaya menekankan, di era yang penuh dengan perkembangan yang serba cepat ini, masalah pendidikan tentunya sangat berbeda dari masalah-masalah di 10 atau 20 tahun lalu. Khususnya di Bali, yang terkenal sebagai daerah pariwisata dunia. Namun tidak mengurangi kapasitas Bali sebagai provinsi yang menyambut perkembangan dunia pendidikan, terlebih yang berorientasi dengan ramah lingkungan.

“Sekolah ini seperti disampaikan, didirikan, baik dalam tingkat bawah sampai menengah atas berorientasi kepada lingkungan dan disebut juga sebagai sekolah ‘Green-School’. Sekolah yang berkarakter dan berciri khas-kan dengan kearifan lokal budaya Bali. Kita di Bali dan Tabanan sangat membuka diri, tapi tidak keluar dari ajaran-ajaran maupun karakter orang Bali yaitu tentang budaya, kearifan lokal yang sudah ada dari jaman dahulu diturunkan, maka dari itu, dunia pendidikan ini memegang peranan yang sangat penting,” jelas Sanjaya.

Pihaknya juga menjelaskan, Pro Ed Global School sangat berorientasi terhadap karakter budaya Bali. “Dunia sudah mengakui bahwa kita di Bali memiliki sebuah budaya kearifan lokal yang sampai saat ini relevansinya masih kita jaga. Ada yang namanya sebuah konsep tentang ajaran Tri Hita Karana, bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam lingkungan dan sesama manusia, 3 hal ini wajib di laksanakan di Tabanan,” imbuhnya.

Nilai tambah juga diutarakannya, manakala sekolah yang didirikan, nantinya tidak hanya eksklusif untuk ekspatriat saja, tetapi dibangun untuk publik. Jadi siapapun bisa bersekolah di sini.

“Saya berdoa mudah-mudahan dibangunnya sekolah ini, di tahun 2023, merujuk pada yang disampaikan Bapak Presiden, mampu mengantar kita mendapatkan bonus demografi menuju Indonesia emas. Semoga kedepan, semua pihak dapat bersinergi dan benar-benar menciptakan generasi emas, menciptakan kehidupan yang lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Director of Pro Ed Global School Mrs. Llana Reece menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran dalam resepsi yang berlangsung saat itu.

“Sebuah kebanggaan dapat membangun sekolah, di mana kami bisa mengedukasi, memotivasi dan bekerja bersama mewujudkan Visi dan Misi membentuk pola pikir dan karakter para pemimpin global di masa depan, yang peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar, demi kebaikan di masa mendatang” jelasnya. (rls)

Kehabisan Nafas Saat Menyelam, Bule Prancis Tewas di Pantai Jemeluk

Evakuasi jenazah Bule Prancis yang tewas tenggelam di Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali.
Evakuasi jenazah Bule Prancis yang tewas tenggelam di Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Gabriel Sebastian Palmas (46) tewas saat menyelam di Pantai Jemeluk, Karangasem. Bule asal Prancis tersebut diduga kehabisan nafas saat free diving.

Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Gede Sukadana mengatakan, jenasah bule pria itu kini dititipkan di kamar jenasah RSUD Karangasem.

“Kita sudah sampaikan kepada konsulatnya untuk diteruskan kepada keluarganya,” ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Sukadana menjelaskan, peristiwa naas itu bermula ketika Sebastian menyelam pada Kamis (24/28/2023) sekitar pukul 10.00 WITA.

Dia melakukan free diving atau selam bebas dan tanpa ditemani pemandu.

Sekitar satu jam kemudian, Sebastian ditemukan oleh warga asing dan pemandunya di kedalaman sekitar 24 meter dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Sebastian lalu diangkat ke permukaan dan dibawa ke tepi pantai yang berjarak sekitar 40 meter.

“Korban sempat diberi pertolongan pertama berupa bantuan pernafasan, tapi tidak ada respon,” jelas Sukadana.

Dari hasil penyelidikan, Sebastian diduga menyelam tanpa memakai tabung oksigen dan hanya memakai pemberat badan (weight belt). (ana)

Hadapi Kontestasi Politik 2024, DPC PDIP Tabanan Gelar Pendidikan Politik dan Konsolidasi Kader

Acara pendidikan politik dan konsolidasi Kader Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan tahun 2023 yang berlangsung di Wantilan Margarana, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Sabtu (26/8/2023).
Acara pendidikan politik dan konsolidasi Kader Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan tahun 2023 yang berlangsung di Wantilan Margarana, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Sabtu (26/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menghadapi seluruh persiapan dalam menyambut kontestasi politik 2024, Kader PDIP Kabupaten Tabanan di bawah komando Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M gelar acara pendidikan politik dan konsolidasi Kader Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan tahun 2023 yang berlangsung di Wantilan Margarana, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Sabtu (26/8/2023).

Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Bupati Tabanan tersebut, menekankan pentingnya solidaritas dan komunikasi efektif yang harus menjadi modal utama bagi seluruh kader sebagai persiapan pemenangan pemilihan Calon Presiden dan Calon Legislatif di kancah politik tahun mendatang.

Beberapa poin penting yang menjadi tajuk utama pendidikan politik hari ini, disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Tabanan itu.

Pertama, partai PDI Perjuangan sebagai partai yang memiliki ideologi marhaneisme, kedepannya harus bisa betul-betul merespon dan meresapi alam pikir masyarakat saat ini. Sebagai wujud romantisme masyarakat terhadap partai PDI Perjuangan.

“Selanjutnya, sikap militansi harus dimiliki kader PDI Perjuangan. Melalui pendidikan politik seperti sekarang ini, di mana kader diberikan sebuah pemahaman dan pencerahan politik, sehingga dapat menjadi bekal melewati proses politik. Sangat penting untuk memastikan para kader memiliki visi dan misi dalam satu komando dan bsia bergerak membesarkan panji-panji kebesaran partai, di bawah komando Ibu Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri, ikuti aturan partai dan ikuti instruksi yang sudah diberikan,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, kader partai betul-betul telah mempersiapkan diri dalam menghadapi pemilu tahun depan, “Saya yakin kader-kader partai PDIP dari tingkat anak ranting, kader simpatisan semuanya bahkan ke tingkat DPP pun sering kita mendengarkan tahun 2023 nanti bagi partai PDI Perjuangan bisa hattrick memenangkan pemilu. Kuncinya adalah solid konsolidasi seperti sekarang,” imbuhnya.

Kunci terpenting berikutnya adalah komunikasi dan koordinasi. Karakter partai PDI Perjuangan yakni menyapa dan turun langsung ke masyarakat, begitu juga di Tabanan.

“Saya selaku ketua DPC PDI Perjuangan dan pejabat eksekutif Bupati, metode saya turun menyalami masyarakat, berada di tengah-tengah masyarakat, meyerap aspirasi melalui program berkantor di desa. Tujuannya bukan menjadi beban desa, namun mendengar secara langsung apa yang dimintakan rakyat. Semua bisa kita koordinasikan dan komunikasikan dengan baik,” sambungnya.

Sementara itu, DPP PDI Perjuangan Korwil Bali Made Urip menyampaikan, seluruh eksekutif, legislatif dan seluruh jajaran partai harus benar-benar bersiap menghadapi kontestasi politik di tahun 2024 mendatang. Di mana target politik ini adalah untuk memenangkan Pileg dan Pilpres ketiga kalinya.

“Untuk meraih itu, tentu seluruh jajaran partai harus siap, seluruh jajaran partai harus solid bergerak dan harus dijaga betul,” ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan arahan Ibu Ketua umum, seluruh kader harus menggalang kekuatan, Trias Dinamika Partai.

“Kalau kita baca dan pahami, yang pertama adalah pemetaan wilayah politik, kita harus menampilkan tokoh-tokoh yang memang harus bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Selanjutnya bagaimana membumikan seluruh program kerja partai ini, terutama, apa yang menjadi kepentingan masyarakat, harus kita layani dengan baik,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni DPP PDI Perjuangan Korwil Bali, Perwakilan DPD PDI Perjuangan Bali, Anggota DPR Provinsi, Ketua DPRD Bali, Perwakilan DPD PDI Perjuangan Bali.

Kemudian, Jajaran Pengurus DPC PDI Perjuangan Tabanan, PAC PDI Perjuangan, Ranting dan Anak Ranting  Se – Tabanan, Kepala BSPN Provinsi BALI,  ketua KPU Tabanan, Ketua Bawaslu Tabanan, Kepala Badan Kesbangpol Tabanan, Tokoh masyarakat dan segenap kader partai. (rls)

Ekspor Vanili ke Eropa, Petani Vanili Bali Tabanan Terkendala Permodalan

Pengelola Rumah Produksi Putu Dirga dan produk vanili kering dari rumah produksi pengolahan vanili yang berlokasi di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan.
Pengelola Rumah Produksi Putu Dirga dan produk vanili kering dari rumah produksi pengolahan vanili yang berlokasi di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Produk vanili kering dari rumah produksi pengolahan vanili yang berlokasi di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan mampu diekspor ke beberapa negara di Eropa.

Pengelola Rumah Produksi Putu Dirga mengatakan, saat ini di Bali Vanilla Beans sudah mampu mengolah sebanyak 2,5 ton basah atau hasil panen dari petani per tahun yang diolah secara manual.

“Yang saat ini sudah bisa kami kondisikan sebanyak 2,5 ton per tahun. Itu semua adalah vanili yang dihasilkan oleh anggota kelompok yang berasal dari seluruh Bali. Saat ini jumlah anggota Kelompok Semeton Petani Vanili Bali mencapai 150 orang,” jelasnya, Sabtu (26/8/2023).

Kemudian, jumlah produksi yang mampu dihasilkan selama satu kali masa panen bisa lebih dari 10 kilogram untuk vanili grade A dengan panjang 18 cm. Untuk vanili grade B hasilnya bisa lebih diatas 10 kilogram atau tergantung kualitas dari kualitas vanili hasil panen yang diterima dari para petani.

“Harga jualnya per kilogram vanili kering grade A seharga Rp2,5 juta per kilogram,” kata Dirga

Ia mengaku, untuk pemasaran saat ini hanya sebatas pasar Eropa saja, seperti Belanda, Jerman, Rusia, Prancis dan beberapa negara di kawasan Eropa bagian timur.

“Itupun melalui wisatwan yang datang ke Bali dan memang ingin membeli vanila untuk oleh-oleh atau untuk dijual lagi di negaranya,” ungkapnya.

Dirga mengaku, meskipun harga vanili kering mencapai angka Rp 2,5 juta per kilogram, tetapi sampai saat ini pihaknya masih mengalami Beberapa kendala untuk mengembangkan produksi vanili ini. Salah satunya adalah kendala permodalan dan ketersediaan teknologi pengolahan pasca panen.

Untuk modal memerlukan modal yang cukup besar per tahunnya. Jika dikalkulasikan dalam satu tahun pihaknya harus memiliki uang sebesar Rp500 juta untuk membeli 2,5 ton vanili dari petani dengan harga per kilogram vanili basah mencapai Rp200 ribu.

Kendala lain yang dihadapinya adalah proses pengolahan pasca panen vanili untuk menjadi produk turunan lainnya.

“Untuk mengolah menjadi produk turunan ini, kami memerlukan alat yang harganya cukup mahal, sehingga sampai saat ini kami belum bisa membuat produk turunan dari vanilla Bean ini,” imbuhnya. (ana)

Usai Bebas Eka Wiryastuti Sempat Pulang Kampung, Kini Fokus Urus Keluarga

Pantauan di Rumah Eka Wiryastuti di Banjar Tegeh Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (25/8/2023).
Pantauan di Rumah Eka Wiryastuti di Banjar Tegeh Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (25/8/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti telah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kerobokan.

Anak dari Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama yang terpidana kasus suap Dana Insentif Daerah (DID) Tabanan 2017 ini menjalani Pembebasan Bersyarat (PB) pada Senin (21/8/2023).

Kuasa hukum Eka Wiryastuti, Gede Wija Kusuma mengatakan, pasca bebas Eka Wiryastuti akan fokus  mengurus keluarga.

“Bu Eka sudah bebas Senin (21/8/2023) lalu. Saat ini beliau fokus mau fokus mengurus keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, keberadaan Eka Wiryastuti sampai saat ini tidak diketahui karena terkesan tertutup. Bahkan, rumah Eka Wiryastuti yang berlokasi di Banjar Tegeh Desa Angseri, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan juga terlihat sepi.

Dari Pantauan di kampung halamanya, Jumat (25/8/2023) siang, rumahnya tampak sepi dan hanya ada seorang penjaga saja di rumah tersebut.

Dari pengakuan penjaga rumahnya, mantan Bupati Tabanan dua periode ini sempat pulang kampung untuk bersembahyang.

“Ibu sempat pulang pada Selasa (22/8/2023) malam lalu, hanya sempat sembahyang di sanggah saja. Setelah itu kembali lagi ke Denpasar,” jelas penjaga yang enggan disebutkan namanya ini.

Selain penjaga rumah, keberadaan Eka Wiryastuti yang tidak diketahui juga diakui oleh oleh tetangganya. “Saya tidak melihatnya, katanya sih tinggal di Denpasar,” ungkap Bu Erna. (ana)