- Advertisement -
Beranda blog Halaman 570

Ribuan Masyarakat Antusias Menyaksikan Parade Budaya HUT Kota Tabanan

Parade Budaya HUT Kota Tabanan ke-530 yang bertemakan 'Tabanan Masa Lalu Kini dan Nanti' pada Senin (27/11/2023).
Parade Budaya HUT Kota Tabanan ke-530 yang bertemakan 'Tabanan Masa Lalu Kini dan Nanti' pada Senin (27/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ribuan masyarakat antusias menyaksikan Parade Budaya HUT Kota Tabanan ke-530 yang bertemakan ‘Tabanan Masa Lalu Kini dan Nanti’ pada Senin (27/11/2023).

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 16.00 WITA Bupati Tabanan bersama jajarannya dengan berjalan kaki dari depan Setra Desa Adat Kota Tabanan (sebelah Barat Kantor Bupati) menuju panggung utama di Jalan Gajah Mada (Depan Pasar Umum Tabanan).

Parade ini dibuka oleh atraksi Okokan yang dibawakan oleh Sekaa Okokan dari Desa Adat Kediri berjumlah 100 orang.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang saat itu mengenakan konstum payas agung mengatakan, semua jajaran OPD dan Forkompinda di Kabupaten Tabanan ikut menjadi bagian dari parade kali ini.

“Kami di Tabanan bisa dikatakan menjadi satu-satunya Kabupaten yang seluruh perangkatnya menjadi bagian dari Parade, karena itu kami semua berhias dan terlibat sebagai bagian dari atraksi parade, seperti jajaran Forkompinda yang juga ikut di sekaa genjek,” jelasnya.

Sesuai tema, parade Tabanan masa dulu menampilkan perjuangan masyarakat Tabanan tempo dulu dengan menggunakan pakaian era 1900 hingga 2000.

Pertama dipentaskan kisah I Ketut Mario yang merupakan seniman Tabanan pencipta Tari Oleg Tamulilingan, permainan tajog, sepeda ontel dengan konstum perjuangan, pasukan tentara melawan Belanda saat Puputan Margarana, dan kisah perjuangan Sagung Wah melawan Belanda dengan Keris Duwe Batukaru.

Selanjutnya, Tabanan masa kini menggambarkan keanekaragaman yang berkembang di masyarakat Tabanan. Dengan menampilkan drum bend Poltrada Bali, barong ket, barong bangkung, barong sai, Reog Ponorogo, Jaranan, Rodat Candikuning dan Gandrung Banyuwangi.

Kemudian, Tabanan masa nanti menampilkan barisan generasi Z membawa laptop dan HP, harapan tematik generasi emas 2045, barisan generasi milenial era digitalisasi, petani milenial, hingga gambaran keluarga masa depan yang yang bebas dari stunting.

Bupati Sanjaya berharap melalui parade ini masyarakat Tabanan bisa bisa mengetahui trend yang berkembang di Kabupaten Tabanan sejak tahun 1960 hingga 2023.

“Dengan adanya parade budaya ini, diharapkan masyarakat bisa bersukacita menikmati berbagai atraksi yang ditampilkan,” harapnya. (ana)

Kunjungi TPS3R Baktiseraga, Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya Berikan Apresiasi dan Harap Bisa Direplikasi

 

PANTAUBALI.COM,BULELENG – Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya bersama dengan Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana melakukan peninjauan ke TPS3R Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Minggu (26/11). Pada kesempatan ini, Mahendra Jaya ditunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Baktiseraga seperti pengolahan sampah menjadi pupuk, ternak kambing dan juga pemanfaatan lahan kosong untuk perkebunan.

Mahendra Jaya sangat mendukung dan memberikan apresiasi berbagai kegiatan yang sudah dilakukan di TPS3R Baktiseraga. Utamanya mengubah budaya perilaku masyarakat desa terhadap sampah. Upaya-upaya untuk mengajak masyarakat memilah sampah hingga sampai ke TPS3R ini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sehingga, penanganan masalah sampah bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar berkesinambungan seterusnya,” katanya. Selain dilakukan secara berkesinambungan, ia pun ingin kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan di Desa Baktiseraga direplikasi di desa lain. Dengan tujuan, penanganan sampah di desa-desa menjadi lebih baik. Desa-desa lain agar belajar di Desa Baktiseraga mengenai penanganan sampah ini.

“Saya ingin seperti itu. Desa lain agar belajar ke Baktiseraga dan bisa melakukan upaya-upaya mengubah budaya perilaku terhadap sampah,” ungkap Mahendra Jaya.

Lihadnyana menjelaskan Pj Gubernur Bali hadir di TPS3R Baktiseraga untuk melihat secara langsung kegiatan yang sudah dilakukan. Termasuk kegiatan pengolahan sampah di TPS3R yang berawal dari pemilahan sampah di masing-masing keluarga masyarakat Desa Baktiseraga. Juga ada pemanfaatan lahan kosong untuk perkebunan dan pertanian karena lokasi Desa Baktiseraga yang terletak di tengah kota (urban farming).

“Pemilahan sampah yang dimulai dari keluarga ini juga menjadi percontohan karena mampu mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku terhadap sampah itu. Sehingga, Pj Gubernur Bali berkenan untuk meninjau TPS3R Baktiseraga,” jelasnya.

Kegiatan-kegiatan serupa telah diterapkan di desa lainnya. Utamanya dalam pemilahan dan pengolahan sampah. Seperti yang dilakukan di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng. Pemilahan sampah khususnya sampah plastik melibatkan siswa-siswa Taman Kanak-Kanak (TK). Dengan begitu, para siswa-siswi TK ini akan menularkan kepada orang tua mereka mengenai pemilahan sampah plastik.

“Mereka mengumpulkan sampah plastik. Setelah dikumpulkan, akan digunakan untuk membayar les atau dikumpulkan di sekolahnya,” ujar Lihadnyana.

 

Sementara itu, terkait dengan upaya perubahan perilaku terhadap sampah di masyarakat, Perbekel (Kepala Desa) Baktiseraga Gusti Putu Armada menyebutkan bahwa hal tersebut memerlukan waktu yang lama. Membangun kesadaran dan budaya pemilahan sampah relatif sulit dilakukan. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat Desa Baktiseraga menjadi sadar akan budaya perilaku terhadap sampah tersebut.

“Kita di TPS3R ini tidak akan mengangkut sampah dari masyarakat jika tidak dipilah terlebih dahulu. Jadi, kita membiasakan masyarakat agar memilahnya terlebih dahulu hingga sampai ke TPS3R,” sebutnya.

Pj. Gubernur Bali bersama Sungai Watch Bersihkan Sampah di Hilir Sungai Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya bersama dengan Sungai Watch turun bersama membersihkan hilir sungai di Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai Denpasar pada Minggu (26/11) siang.

“Ternyata tidak mudah membersihkan sampah yang sudah terlanjur di buang di sungai,” ungkap Mahendra Jaya saat terjun memunguti sampah di sela-sela tanaman bakau. Ia menyampaikan bahwa sampah tidak hanya di permukaannya saja tapi masuk ke sela-sela lumpur hingga akar-akar bakau. Sangat sulit untuk membersihkannya. Belum lagi susahnya berjalan di tengah-tengah lumpur bakau tentu membutuhkan tenaga dan upaya ekstra.

“Saya kemudian kemari melihat ternyata ini ada suatu persoalan besar terkait bagaimana kita bisa mau lebih merawat alam, menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan karena ini tempat yang begitu bagus. Kita disini merasa begitu damai begitu sejuk tetapi banyak sekali sampah plastik,” ujar Mahendra Jaya. Ia menyampaikan dengan banyaknya sampah plastik tentunya akan berdampak buruk terhadap kelangsungan biota-biota yang ada.

Hal tersebut pun di benarkan oleh Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi. Ia menyampaikan bahwa pencemaran limbah rumah tangga berdampak besar terhadap biota yang hidup di kawasan bakau Tahura Ngurah Rai. Menurutnya dulu banyak ditemukan kepiting bakau di kawasan tersebut. Namun saat ini jumlahnya terus menurun dan ukurannya pun kecil-kecil.

Sementara itu salah satu pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib meminta Pemerintah Provinsi Bali dapat menegakkan regulasi terkait sampah di Bali bahkan memberikan sanksi tegas bagi oknum-oknum yang kedapatan membuang sampah sembarangan khususnya di aliran sungai.

Diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya telah mengatur mengenai pengelolaan sampah melalui Perda No. 5 Tahun 2011. Selain itu sudah ada Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Namun Mahendra Jaya berjanji akan memaksimalkan peran DKLH dan Satpol PP Provinsi Bali dalam menindaklanjuti persoalan sampah di Bali disamping juga bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali. Disamping itu ia juga meminta agar seluruh masyarakat khususnya masyarakat Bali dapat bersama-sama menjaga alam Bali dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menyampaikan bahwa alam Bali adalah milik bersama. Jangan dirusak dengan membuang sampah sembarangan.

Mahendra Jaya menilai perlu adanya gerakan sosial bersama untuk menangani masalah sampah di Bali. Ia mengapresiasi masyarakat peduli lingkungan dan juga lembaga non profit Sungai Watch atas kepeduliannya terhadap alam Bali. Ia menilai hal ini merupakan salah satu bentuk Ngrombo (bergotong-royong bersama.red) untuk memecahkan permasalahan sampah di Bali. “Saya sebagai putra daerah yang kebetulan mendapat amanah sebagai Pj saya hanya bisa matur suksma, suksma, suksma,” kata Mahendra Jaya.

Parade Budaya HUT Kota Tabanan Akan Libatkan 500 Orang Lebih

Gladi parade budaya HUT Kota Tabanan ke 530, Minggu (26/11/2023).
Gladi parade budaya HUT Kota Tabanan ke 530, Minggu (26/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 500 orang lebih akan terlibat dalam parade budaya HUT Kota Tabanan ke 530 yang akan digelar besok, Senin (27/11/2023).

Parade Budaya ini tentunya menjadi pergelaran yang sangat ditunggu oleh hampir semua kalangan masyarakat Tabanan sebab hampir semua lapisan masyarakat terlibat untuk tampil dalam parade.

“Jumlah peserta Parade lebih dari 500an orang, karena pada Parade kali ini, tidak saja menampilkan Kesenian dan Budaya Tabanan, namun juga akan menampilkan wajah Tabanan dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang,” ujarnya, Minggu (26/12/2023).

Dia menjelaskan, konsep Tabanan masa lalu ini ditampilkan dalam bentuk pawai barisan seniman Tabanan tempo dulu, barisan Sagung Wah melawan Belanda, barisan I Gusti Ngurah Rai dan barisan Debes Wagimin.

Selanjutnya, konsep Tabanan masa kini akan ditampilkan melalui parade kepemimpinan Tabanan Era Baru, parade Bhinneka Tunggal Ika, parade berbagai jenis barong, rodat Candikuning, Reog Ponorogo, gandrung Banyuwangi, kehidupan masyarakat agraris dan nelayan, serta barisan tematik dengan iringan gambelan Djembe.

“Sedangkan untuk menggambarkan Tabanan masa nanti, parade akan menampilkan barisan generasi Z dengan membawa laptop dan HP, harapan tematik generasi emas 2045, barisan generasi milenial era digitalisasi,” sambungnya.

Parade ini, akan mengambil start di Jalan Kresna (sebelah barat kantor Bupati), selanjutnya belok kiri di jalan Pahlawan, lurus menuju jalan Gajah Mada dan berakhir di jalan Gajah Mada sebelah Bank BPD Bali.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan menyiagakan petugas di lokasi yang dilalui oleh peserta parade.

“Untuk petugas kemanan dan lalu lintas, dari Dishub sendiri, menyediakan sekirat 80 orang petugas, ditambah lagi dari personel Polres Tabanan. Rekayasa lalu lintas sendiri sudah akan dilakukan setelah pukul 12.00 WITA,” imbuhnya. (ana)

Cegah Stunting, Ketua DPRD Tabanan Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan.
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengajak masyarakat untuk membudayakan gemar makan ikan, khususnya anak-anak.

Dirga mengatakan, pemenuhan asupan gizi dan protein melalui konsumsi ikan dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.

“Upaya makan ikan harus ditanamkan sejak dini. Peran orang tua sangatlah penting untuk mendorong hal ini,” ujarnya, Minggu (26/11/2023).

Menurutnya, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi ikan dapat membantu mencegah stunting, yang menjadi kunci penting untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Ikan mengandung protein dan omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk olahan. Bagi yang tidak suka ikan mentah, anak-anak seharusnya diberikan opsi makan olahan berbahan dasar ikan,” tambahnya.

Dirga berharap, gerakan gemar makan ikan ini dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Sehingga, mampu mencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter baik serta menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, unggul dan berdaya saing.

“Pembentukan karakter bukan hanya di sekolah, tapi juga melalui asupan gizi yang baik. Diharapkan juga ibu hamil mengonsumsi ikan untuk pertumbuhan anak sebagai upaya pencegahan stunting,” imbuh Dirga. (ana)

Sengketa Tanah Pura Dalem Kelecung, Ini Klarifikasi Jero Marga Puri Kerambitan

Keluarga Jero Marga Puri Kerambitan didampingi kuasa hukumnya melakukan klarifikasi terkair sengketa tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Minggu (26/11/2023).
Keluarga Jero Marga Puri Kerambitan didampingi kuasa hukumnya melakukan klarifikasi terkair sengketa tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Minggu (26/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus sengketa tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, yang digugat oleh keluarga Jero Marga Puri Kerambitan terus berlanjut.

Pihak Jero Marga kini buka suara untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Serta memaparkan dasar dilayangkannya gugatan perdata kepada Desa Adat Kelecung.

Penglingsir Jero Marga Tabanan, AA Nyoman Supadma, AA Ketut Mawa, Anak Agung Bagus Ngurah Maradi Putra didampingi oleh kuasa hukumnya AA Ratih Maheswari memberikan klarifikasinya di Puri Kerambitan pada Minggu (26/11/2023).

AA Supadma menyebut tanah yang diklaim oleh warga Adat Klecung seluas 27,8 are sejatinya masuk kawasan Duwe Pura Kahyangan Taman dengan total luasan 3,075 hektare.

Terbagi menjadi beberapa kawasan yakni Pura Kahyangan Luhur, Pura Padukuhan, Pura Penataran, carik, tegalan, tanah kosong di utara apit surang. Termasuk juga tanah di selatan apit surang yang berada dipinggir pantai yang kini bersengketa itu.

“Kalau lihat dari sejarah tanah itu milik dari duwe Pura Kahyangan Taman yang ada sejak tahun 1771 Masehi saat pertama kali didirikan Pura Kahyangan Taman oleh leluhur kami A. A Ngurah Gede,” katanya.

Sementara itu, AA Bagus Ngurah Maradi Putra mengatakan, pihaknya membantah jika disebut ingin mengambil dan menggugat lahan Pura Dalem Kelecung.

Melainkan, pihaknya hanya menggugat lahan kosong seluas 27,8 are yang merupakan bagian dari Pura Taman yang pengemongnya keluarga Jero Marga Puri Kerambitan. Tanah itulah yang diklaim oleh Desa Adat Kelecung.

Lahan kosong itu berada di selatan candi bentar Pura Taman. Sedangkan jarak Pura Dalem Kelecung dengan lahan yang menjadi objek sengketa tersebur adalah 425,56 meter.

Lahan tersebut kini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk tempat berjualan dengan mendirikan warung-warung bedeng.

“Jika kami dikatakan menggugat Pura Dalem Kelecung itu tidak benar. Namun, objek tanah yang disengketan ini menjadi bagian dari nista mandala Pura Taman yang jaraknya sekitar 400 meter dari Pura Luhur Dalem,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2017 pihaknya mengajukan permohonan pensertifikatan Pura Kahyangan Taman melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada BPN melalui panitia di desa atas kepemilikan dua bidang tanah milik Alm. Gusti Ketut Bagus.

Beliau adalah orang tua dari para penggugat atau keluarga Jero Marga yang terdiri dari AA Ketut Mawa Kesama, AA Nyoman Supadma, AA Bagus Maradi Wisma Damana dan AA Bagus Ngurah Maradi Putra.

Pengajuan PTSL itu dikatakan Ngurah Maradi, berdasarkan surat ketetapan iuran pembangunan daerah (Ipeda) atau Petok D masing-masing seluas 2 hektare 080 are dan 245 are yang terletak di Desa Kelecung.

“Dalam pengajuan pensertifikatan Pura Kahyangan Taman kami melampirkan surat ketetapan Ipeda atau Petok D.D tahun 1977, tanda bukti pembayaran pajak, dan surat keterangan silsilah keluarga kami,” ucapnya.

Kemudian, permohonan pensertifikatan tersebut disetujui oleh panitia PTSL dan diterbitkan tiga Sertifikat Hal Milik (SHM) dengan luas total 19.180 meter persegi. Rinciannya masing-masing 7760 meter persegi, 87120 meter persegi dan 3300 meter persegi.

Dan semuanya atas nama AA Ketut Mawa Kesama, AA Nyoman Supadma, AA Oka Mars Sudarma dan AA Bagus Ngurah Maradi Putra.

Namun, setelah ditelusuri total luasan tanah tersebut jika dibandingkan dengan luas Pipil atau Petok DD ada pengurangan seluas 4070 meter persegi.

“Setelah kami telusuri ke BPN Tabanan, ternyata BPN telah menerbitkan sertifikat lainnya yang masih tergabung dengan tanah Pura kami, tepatnya di bagian Nista Mandala Pura Kahyangan Taman. Dan ada sertifikat Hak Milik yang tercantum atas nama Pura Dalem Kelecung yang diterbitkan 9 Oktober 2017 dengan luas 2780 meter persegi,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jero Marga, AA Sagung Ratih Maheswari menambahkan, atas permasalahn ini, pihak Jero Marga telah melakukan mediasi sebanyak 3 kali bersama pihak Desa Adat Kelecung pada tahun 2020.

Jero Marga telah menawarkan agar lahan tersebut dikembalikan seperti sebelum PTSL agar bisa melakukan sertifikasi atas nama Pura Taman.

“Namun, hal itu justru ditolak oleh pihak desa adat dan mengklaim lahan seluas 27,8 are tersebut telah diwariskan oleh leluhur mereka berdasarkan keterangan dari tetua Desa setempat,” ucapnya.

Atas dasar tersebutlah, kliennya kemudian melayangkan gugatan pada tahun 2023.

“Klien saya hanya ingin tanah itu dikembalikan atas nama Pura Taman. Jika nantinya pihak Desa Adat ingin menggunakannya maka silakan saja namun harus tetap dilestarikan kesucian dan kesakralannya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Adat Kelecung kembali mendatangi PN Tabanan untuk memberikan dukungan dalam sidang agenda penghadiran saksi dari para Penggugat yakni Jero Marga pada Kamis (23/11/2023).

Tim Kuasa Hukum Desa Adat Kelecung, I Gusti Ngurah Alit Putra mengatakan pihaknya dalam persidangan ini memiliki dasar untuk mempertahankan pura yakni sertifikat kepemilikan tanah Pura yang diterbitkan tahun 2017 dengan PTSL.

Dimana sertifikat ini diterbitkan secara bersama-sama oleh dengan pihak penggugat.

Batasnya pun juga sudah jelas, pihak Jero Marga memiliki tanah di sebelah utara dan di sebelah selatan milik Desa Adat.

Selain itu, Ipeda milik penggugat ini ada sejak tahun 1977 atau 17 tahun setelah Undang-Undang pokok agraria diterbitkan.

Undang-undang pokok agraria terbit tahun 1960 dan diberlakukan pada 1961 menyatakan dengan tegas bahwa untuk hak milik adalah sertifikat sebagai tanda bukti kepemilikan. (ana)

MR.DIY Kini Hadir di Karangasem dan Klungkung

Grand Opening store MR.DIY di Kabupaten Klungkung.
Grand Opening store MR.DIY di Kabupaten Klungkung.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – MR.DIY Indonesia, sebagai merek toko ritel perlengkapan rumah tangga terbesar dan terlengkap di Indonesia kini telah hadir di kota Karangasem dan Klungkung, Bali.

Tepatnya Jalan KH Samanhudi, Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem dan Jalan Anyelir No 5, Samarapura, Kelod, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung yang telah diresmikan langsung oleh Legowo  selaku Divisi Manager dan Taufik Nanang selaku Branch Manager Bali dan bersama dengan masyarakat sekitar.

Cyril Noerhadi selaku President Director MR.DIY Indonesia mengucapkan terimakasih atas dukungan keluarga Indonesia yang selalu mempercayakan kebutuhan perlengkapan rumah tangga di MR.DIY dari awal hadir di Indonesia.

“Penambahan toko secara konsisten dan signifikan ini diharapkan mampu mewujudkan komitmen MR.DIY untuk lebih dekat lagi dengan keluarga Indonesia,” ujarnya.

MR.DIY hadir sejak tahun 2017 di Indonesia secara pesat terus menambah jumlah tokonya dan telah menjangkau lebih dari jutaan anggota keluarga dari segala lapisan masyarakat di hampir semua provinsi di Indonesia.

“Untuk memenuhi ragam kebutuhan masyarakat dan keluarga Indonesia, MR.DIY menghadirkan lebih dari 18.000 varian produk yang dibagi kedalam 10 kategori. Konsep Always Low Prices yang berlaku di seluruh toko MR.DIY Indonesia, bertujuan agar konsumen selalu bisa berbelanja hemat setiap hari tanpa menunggu potongan harga,” terang Hendra Kurniawan selaku Head of Retail Management MR.DIY.

Sebagai bentuk pengukuhan, pada bulan Agustus 2022 MR.DIY mendapatkan penghargaan MURI sebagai toko retail perlengkapan rumah tangga dengan cabang terbanyak, yang secara konsisten menawarkan harga yang hemat dari Sabang sampai Merauke untuk berbagai perlengkapan rumah tangga bagi keluarga Indonesia.

MR.DIY berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah tangga seluruh anggota keluarga Indonesia, hal tersebut sejalan untuk mewujudkan visi MR.DIY menjadi toko perlengkapan rumah tangga terbesar dan terlengkap di dunia. (rls)

KPU Tabanan Tetapkan Lokasi Pemasangan APK Pemilu 2024

Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra.
Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menetapkan aturan menganai lokasi pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk Pemilu 2024 mendatang.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 784 Tahun 2023 Tentang Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 di Wilayah Kabupaten Tabanan.

Dan aturan ini mulai berlaku saat masa kampanye berlangsung yakni 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

“Surat keputusan ini sudah kami keluarkan kemarin,” terang Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra, Jumat (24/11/2023).

Dia menjelaskan, keputusan tersebut dikeluarkan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 tahun 2022 tentang tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2024, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Selanjutnya, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1621 tahun 2023 tentang pedoman teknis pelaksanaan kampanye pemilihan umum dan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 5 tahun 2023 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.

Dalam keputusan dijelaskan pemasangan APK di wilayah kabupaten Tabanan boleh diseluruh wilayah kabupaten Tabanan kecuali lokasi yang dilarang untuk kegiatan tersebut.

Adapun lokasi yang tidak boleh dipasang APK yakni tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, gedung pemerintah, fasilitas tertentu milik pemerintah, rumah dinas.

“Kemudian museum, monumen, cagar budaya, tempat pemakaman, jembatan, sungai, taman pemerintah serta fasilitas lainnya yang dapat menggangu ketertiban umum,” sambungnya.

Meskipun demikian, KPU juga tetap memfasilitasi pemasangan alat peraga kampanye berupa baliho di wilayah Ibu Kota Kabupaten Tabanan.

“Adapun APK yang difasilitasi oleh KPU yaitu satu buah baliho dalam satu media untuk seluruh pasangan calon, seluruh partai politik dan seluruh anggota DPD,” imbuh Suwitra. (jas)

Dua Kelompok Pemuda Terlibat Bentrok di Gatsu Barat

Dua kelompok pemuda bentrok di Jalan Gatot Subroto Barat, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Kamis (23/11/2023) sekitar pukul 01.45 WITA.
Dua kelompok pemuda bentrok di Jalan Gatot Subroto Barat, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Kamis (23/11/2023) sekitar pukul 01.45 WITA.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sejumlah pemuda terlibat bentrok di Jalan Gatot Subroto Barat, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Kamis (23/11/2023) sekitar pukul 01.45 WITA. Bahkan aksi mereka viral di sosial media.

Bentrokan yang melibatkan dua kelompok pemuda tersebut mengakibatkan sejumlah orang luka-luka karena terkena lemparan batu dan pukulan bambu.

Berdasarkan keterangan warga sekitar lokasi, sejumlah remaja yang terlibat bentrok ini bukan warga sekitar melainkan mereka datang ke lokasi untuk nongkrong di sekitar minimarket di Jalan Gatot Subroto Barat.

Bahkan, para anak muda yang nongkrong kerap balapan di lokasi itu dan pesta minuman keras.

“Memang setiap malam ada anak muda yang nongkrong di sekitar lokasi. Tidak ada patroli polisi,” jelas sumber petugas, Jumat (24/11/2023).

Sementara itu, pihak kepolisian langsung melakukan klarifikasi klarifikasi. “Memang benar peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 23 November 2023, sekira pukul 01.45. Belum diketahui motif dan orang orang yang terlibat bentrokan itu,” ucap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

Sukadi menyebut, salah satu korban yang menjadi korban dalam bentrokan itu berinisial GAS (37). Saat kejadian korban bersama rekanya berada di depan minimarket.

Tiba-tiba ada beberapa remaja yang datang dari arah barat Jalan Gatot Subroto serta meminta tolong kepada korban dan beberapa orang lainya yang ada di depan minimarket karena dikejar dan dipukul oleh kelompok lain.

“Korban berusaha melerai keributan tersebut. Tetapi malah korban dipukul dengan menggunakan kayu balok dan bongkahan batu paving sehingga korban berusaha menyelamatkan diri masuk kedalam minimarket. Hanya saja kelompok tersebut masih mengejar korban,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, GAS mengalami luka robek pada bagian kepala belakang dan sudah mendapatkan perawatan medis. Sedangkan korban lainya terdiri dari anak remaja juga telah di bawa ke rumah sakit dan menerima perawatan pengobatan.

Adapun barang bukti yang sudah diamankan berupa alat yang digunakan dalam perkelahian tersebut yaitu kayu dan pecahan paving.

“Saat ini Kepolisian tengah menangani dan melakukan penyelidikan kasus tersebut. Polisi juga telah melakukan beberapa langkah penyelidikan termasuk meningkatkan patroli di TKP,” imbuhnya. (ana)

Tingkat Konsumsi Ikan di Tabanan Rendah, Hanya 31,08 Kg Per Tahun

Ilustrasi konsumsi ikan. (Foto: Suara Merdeka)
Ilustrasi konsumsi ikan. (Foto: Suara Merdeka)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Tabanan per orang mencapai 31,08 kilogram per tahun.

Jumlah tersebut mencakup semua jenis ikan air tawar seperti lele, karper, guramai. Maupun jenis ikan laut seperti pindang, tongkol, tuna, dan lainnya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan Nyoman Arta Sukma mengatakan, angka 31,08 tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan standar konsumsi nasional hingga provinsi.

Disamping itu, angka tersebut juga tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah produksi ikan di Tabanan mencapai 3.000 ton per tahun. Dan meningkat dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya.

“Kalau tingkat nasional 45 sampai 50 kilogram pertahun, sedangkan untuk di provinsi tingkat konsumsi ikan mencapai 40,05 kilogram per tahun,” ucapnya, Jumat (24/11/2023).

Dia menyebut, daerah di Kabupaten Tabanan dengan konsumsi ikan terendah sesuai hasil survei adalah di daerah pegunungan, seperti Kecamatan Baturiti dan Pupuan.

“Itu berdasarkan hasil survei di Kabupaten. Kalau di daerah pesisir tingkat konsumsi ikannya lebih bagus,” ucapnya.

Atas kondisi ini, pihaknya pun melakukan berbagai upaya untuk menggenjot tingkat konsumsi ikan tingkat konsumsi ikan merata di seluruh Kecamatan di Tabanan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan sosialisasi gerakan makan ikan yang menyasar sekolah-sekolah, baik tingkat TK, SD hingga desa-desa.

Menurutnya, kegiatan ini secara tidak langsung meningkatkan animo masyarakat terutama orang tua siswa akan pentingnya mengonsumsi ikan bagi pertumbuhan anaknya.

“Jadi kami ke sekolah-sekolah dengan membawa paket makanan berisi menu ikan kemudian dibagikan kepada siswa. Kami juga bekerjasama dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan program gemar makan ini,” jelasnya. (ana)