- Advertisement -
Beranda blog Halaman 569

Bupati Sanjaya Pantau Pemasangan Patung RSUD Tabanan

Bupati Sanjaya Pantau Pemasangan Patung RSUD Tabanan dan Awasi Pembangunan Fasilitas Kantor2
Bupati Sanjaya Pantau Pemasangan Patung RSUD Tabanan dan Awasi Pembangunan Fasilitas Kantor2

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tugas Pemerintah Daerah dalam menjalankan roda pemerintahan, haruslah berjalan dengan seimbang. Inovasi demi inovasi, harus sesuai dan saling terintegrasi dengan pembangunan yang dilakukan.

Seperti halnya hari ini, usai menunaikan tugas berkantor di Desa Bangli, Baturiti, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, pantau pemasangan patung di RSUD Tabanan dilanjutkan dengan mengecek pembangunan fasilitas kantor, Selasa (28/11).

Satu persatu, pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Tabanan mendapat atensi dan perhatian yang serius dari pemerintah. Dalam hal ini Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Para Asisten Setda beserta para OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, bersama-sama melakukan peninjauan terhadap penataan pembangunan RSUD Tabanan dan pemasangan patung dengan seksama, meskipun hujan nampak mengguyur deras sore itu.

Saat melakukan peninjauan, pihaknya dengan antusias ikut terlibat dalam tata letak penempatan patung. Beberapa patung yang dipasang di sekitaran area Rumah Sakit, yakni Patung Dewi Pembawa Air Mancur sejumlah 8 patung ditempatkan di dinding Rumah Sakit.

Selanjutnya, Patung Dewa Aswin yang dipasang di samping nama RSUD Tabanan, 2 Patung Gajah di lokasi pintu masuk, yang kesemuanya adalah hasil karya pematung Nyoman Sudarwa dari Penarukan.

Pemilihan patung yang dipasangpun bukannya tanpa arti, akan tetapi, setiap patung memiliki simbol dan makna tersendiri. “Mudah-mudahan dengan simbol Dewa ini dipasang, masyarakat Tabanan bisa tersembuhkan, sehat semua, kalau sehat kan tidak perlu berobat, yang penting sehat. itulah filosofinya,” jelas Sanjaya dalam wawancara singkat sore itu.

Patung Gajah, bagi Sanjaya juga memiliki makna penting, seperti halnya simbol Dewa Ganesha. Gajah menjadi makhluk Tuhan yang paling bijaksana.

“Kita tahu Gajah adalah binatang paling bijaksana, jadi Direktur, Dokter, Pimpinan di Rumah Sakit bisa selalu bijaksana dalam menjalankan tugas. Karena di dalam Rumah Sakit ini urusannya kompleks, dengan adanya patung gajah jadi bisa terilhami, seperti Dewa Ganesha,” ujarnya lebih lanjut.

Saat itu, Sanjaya juga menegaskan untuk para petugas agar memperhatikan ornamen-ornamen dan hiasan yang dipasang agar sesuai dengan kesenian khas Tabanan yang sarat akan makna.

“Semua memiliki filosofi sendiri-sendiri. Astungkara pematung, pemborong semua bisa menerjemahkan ide-ide ini. Tabanan harus berbangga memiliki semua hal yang memiliki nilai filosofi tinggi,” imbuh Sanjaya.

Usai meninjau pemasangan patung, Sanjaya melanjutkan kegiatan, yakni mengecek pembangunan fasilitas kantor di area Kantor Bupati Tabanan. Sembari hujan bertambah deras tidak menghentikan langkah Bupati untuk memeriksa setiap detail pembangunan yang ada. (ana)

Seluruh ASN Badung Mengikuti Sosialisasi dan Internalisasi Core Value BerAKHLAK

Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka acara Sosialisasi dan Internalisasi Core Value BerAKHLAK Bagi Seluruh ASN Kab. Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/11/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka acara Sosialisasi dan Internalisasi Core Value BerAKHLAK Bagi Seluruh ASN Kab. Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mewakili Bupati Giri Prasta, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa membuka acara Sosialisasi dan Internalisasi Core Value BerAKHLAK bagi seluruh ASN Kabupaten Badung, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/11/2023).

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada ASN berprestasi di lingkup Pemkab Badung.

Sekda Adi Arnawa menyatakan berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk mendorong kinerja ASN melalui peningkatan budaya kerja ASN di seluruh Indonesia.

Salah satunya adalah Gerakan Reformasi Birokrasi dengan merubah mindset ASN dilayani menjadi ASN yang melayani. Berangkat dari hal itulah Pemerintah Pusat terus membangun instrument salah satunya adalah melalui Reformasi Birokrasi.

“Pemerintah Kabupaten Badung mulai mendorong bagaimana kita sebagai ASN bangga melayani bangsa melalui indikator-indikator yang tergabung dalam instrumen berakhlak itu sendiri,” ujarnya.

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, langkah yang diambil Pemkab Badung melalui BKPSDM sangatlah tepat, karena ASN merupakan garda terdepan, yang menjadi eksekutor program/kebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

Untuk itu dirinya mengajak ASN di Kabupaten Badung agar selalu memotivasi diri dan mempersiapkan knowledge, pola pikir dan perilaku.

“Saya menunggu ASN lain untuk melakukan inovasi-inovasi selanjutnya, sehingga kita mampu mengeksekusi program kerja Bupati maupun Wakil Bupati yang tertuang dalam RPJMD Badung 2021-2025. Terlebih kita sebagai daerah pariwisata menjadi Kabupaten Internasional sudah seharusnya memberikan pelayanan berstandar internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Badung Gede Wijaya melaporkan, pelaksanaan acara Sosialisasi dan Internalisasi Core Value berAKHLAK bagi seluruh ASN Kabupaten Badung dirangkaikan dengan perayaan HUT KORPRI ke-52 dan penyerahan sertifikat kepada ASN berprestasi.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai dasar ASN yaitu berakhlak, sehingga dapat menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara utuh dalam pelaksanaan tugas sebagai penguatan budaya kerja

“Adapaun maksud dari acara Sosialisasi dan Internalisasi Core Value berAKHLAK bagi seluruh ASN Kabupaten Badung yaitu untuk percepatan implementasi nilai-nilai dasar core value dan employer branding ASN di lingkup Pemkab Badung,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan yakni Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Kepala BKPSDM Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkup Pemkab Badung, Ketua Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung, Tim Penilai PNS Berprestasi Kabupaten Badung, Keynote Speaker Dr. Hc. Ary Ginanjar Agustian dan seluruh ASN Kabupaten Badung. (rls)

Bupati Sanjaya Resmikan Jalan Hotmix Banjar Tegeh Baturiti

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M meresmikan ruas jalan Hotmix sepanjang 3,7 KM di Banjar Tegeh - Baturiti.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M meresmikan ruas jalan Hotmix sepanjang 3,7 KM di Banjar Tegeh - Baturiti.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M meresmikan ruas jalan Hotmix Banjar Tegeh – Baturiti.

Secara simbolis, Bupati Sanjaya menyempurnakan peresmian ruas jalan tersebut dengan pemotongan pita di depan wantilan Kantor Desa Bangli pada hari Selasa (28/11/2023).

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara kunjungan Bungan Desa yang ke-39 di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti.

Siang itu, Bupati Sanjaya nampak turut didampingi oleh Sekda, para asisten, jajaran pimpinan OPD terkait dan juga para Kabag yang turut antusias meresmikan jalan sepanjang 3,7 KM tersebut.

Dengan hadirnya ruas jalan Hotmix Banjar Tegeh – Baturiti Yang baru ini, diharapkan akan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat lokal, memperbaiki konektivitas antar wilayah, serta memajukan sektor transportasi di Kabupaten Tabanan.

“Ini merupakan langkah penting dalam upaya mewujudkan visi pembangunan daerah. Infrastruktur jalan yang baik tidak hanya memberikan aksesibilitas, namun juga menopang pertumbuhan ekonomi yang sehat bagi masyarakat setempat,” ujar Bupati Sanjaya.

Pembangunan infrastruktur jalan ini tentunya memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat sekitar. Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Ni Komang Melisa, salah satu warga Banjar Munduk Andong, Bangli, Baturiti, yang merasakan kemudahan dari perbaikan jalan ini di dalam berbagai bidang.

Di kesempatan tersebut dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Bupati atas program pembangunan infrastruktur yang telah dijalankan.

Sesuai dengan data dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan, rekonstruksi ruas jalan Banjar Tegeh – Baturiti ini berlangsung di dalam 2 tahap.

Di tahun 2022 pengerjaan ruas jalan sejauh 2,4 km dengan lebar 4.5 meter dengan nilai kontrak Rp. 2.988.832.277 dengan sumber dana dari APBD (BKK Provinsi Bali) dengan penyedia CV. Arya Dewata Utama dalam jangka waktu 120 hari kalender.

Dan di tahap selanjutnya di tahun 2023, pengerjaan ruas jalan dilanjutkan sepanjang 1,3 Km dengan lebar 4,5 meter oleh PT Wangun Jaya dengan nilai HPS Rp3.249.338.000 yang dananya bersumber dari APBD (BKK Provinsi Bali) dalam jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender dan dirampungkan di tanggal 6 September 2023. (ana)

Bupati Tabanan Kembali Gencarkan Program Bungan Desa Sasar Desa Bangli Baturiti

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat ngantor di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Selasa (28/11/2023).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat ngantor di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Selasa (28/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bungan Desa ‘Bupati Ngantor di Desa’ yang merupakan program inovasi yang digagas oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, terus berlanjut.

Komitmen mewujudkan visi-misi Tabanan yang Aman, Unggul, Madani terus dilakukan untuk menciptakan pembangunan menyeluruh yang dimulai dari tingkat Desa. Dalam kunjungan Bungan Desa yang ke-39 kali ini, Bupati Sanjaya melihat langsung potensi yang ada di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Selasa (28/11/2023).

Dimulai dengan kunjungan ke Wantilan Pura Pucak Padang Dawa, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Para Asisten, Kepala OPD terkait, Kepala Bagian, Camat, serta unsur Forkopimcam Baturiti. Kehadirannya yang diawali dengan sesi tatap muka bersama Perangkat Desa dan masyarakat setempat, disambut dengan antusiasme yang tinggi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan terhadap pelayanan kesehatan, distribusi kacamata gratis, pemeriksaan layanan OPD, UMKM, serta kunjungan ke perpustakaan keliling dan penyerahan buku kepada masyarakat.

Bupati Sanjaya dan jajarannya juga mengunjungi Kantor Desa Bangli untuk meresmikan Jalan Hotmix Banjar Tegeh – Baturiti, yang ditandai dengan pemotongan pita, sebelum melanjutkan dengan penanaman pohon Tabebuya di depan kantor Desa Bangli.

Dalam kesempatan tersebut, Politisi asal Dauh Pala mengapresiasi Desa Bangli yang memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dengan mayoritas masyarakat yang menjadi petani.

Pihaknya menilai, perlu dilakukan pendampingan bagi para petani, juga diberikan motivasi untuk dapat membangun bersama. Melalui Bungan Desa ini, diharapkan mampu memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat serta edukasi langsung kepada masyarakat.

”Tujuannya adalah kita memberikan edukasi secara langsung di tengah-tengah masyarakat, dan di samping itu, kita menyampaikan nanti in case (dalam hal) jika terjadi apa-apa bisa lebih mendekatkan pelayanannya. Ini salah satu program inovatif yang kita miliki, yaitu program Bungan Desa, Bupati Ngantor di Desa,” ucap Sanjaya.

Program Bungan Desa menjadi salah satu inisiatif yang dijalankan secara berkelanjutan untuk mendorong pembangunan di tingkat Desa. Melalui kegiatan ini, Bupati Sanjaya tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga turut terlibat dalam menyerap aspirasi masyarakat, melihat potensi dan menangkap langsung kebutuhan masyarakat di setiap Desa, sebagai bagian dari strategi memajukan Kabupaten Tabanan secara menyeluruh.

Berdasarkan penuturan Perbekel Desa Bangli I Made Adiasa, Desa Bangli yang masyarakatnya mayoritas petani, memiliki potensi pertanian organik yang mulai digiatkan dan dikembangkan. Di kesempatan yang sama pihaknya juga turut menyampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati terkait dengan kunjungan Bungan Desa di Desa Bangli yang diyakininya mampu memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat.

“Kami juga sangat mengapresiasi. Jadi ini kunjungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, disamping juga Bapak Bupati bisa bertemu dengan masyarakat, lalu melihat pelayanan langsung di masyarakat itu sendiri, dampak-dampak yang lain pasti bisa dikembangkan tentunya harus ada antara tokoh dengan kami di Pemerintahan Desa,” ucapnya.

Begitupun juga dengan masyarakat Desa Bangli sangat merasakan sejumlah manfaat signifikan dari pelaksanaan Program Bungan Desa. Terlihat dari banyaknya antusias masyarakat yang turut menikmati berbagai pelayanan yang disediakan.

Ni Made Ratni, salah satu warga yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bapak Bupati atas penyelenggaraan acara Bungan Desa di wilayahnya, sembari berharap program ini bisa terus berlanjut di masa mendatang.  (rls)

Enam Warga Binaan Lapas Tabanan Jalani Tes Antropometri, Tiga Dinyatakan Obesitas

Tim medis Lapas Kelas IIB Tabanan melakukan tes Antropometri kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kelompok rentan (lansia).
Tim medis Lapas Kelas IIB Tabanan melakukan tes Antropometri kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kelompok rentan (lansia).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Enam orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kelompok rentan (lansia) di Lapas Kelas IIB Tabanan mengikuti tes Antropometri, bertempat di Ruang Poliklinik, Selasa (28/11/2023).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Medis Lapas, tiga orang warga binaan dinyatakan mengalami obesitas, satu orang gemuk dan dua orang normal.

Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan Muhamad Kameily mengatakan, pemeriksaan antropometri oleh petugas medis Lapas meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, lengan, kaki serta tanda-tanda vital.

“Tes Antropometri bagi Warga Binaan kelompok rentan sendiri dilaksanakan dalam rangka pemenuhan gizi bagi WBP lansia yang ada di Lapas Tabanan,” jelasnya.

Dia menyebut, semua Warga Binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak sesuai dengan kebutuhan gizi mereka, tidak terkecuali untuk kelompok Lansia.

“Warga Binaan lansia memang butuh perhatian khusus, mereka merupakan salah satu kelompok resiko tinggi dan rentan sehingga butuh perawatan khusus,” terangnya.

Sementara itu, Kasubsi Perawatan Narapidana/Anak Didik Lapas Tabanan Hari Yogeswara berharap dengan dilaksanakannya tes antropometri tersebut dapat memastikan pemenuhan gizi bagi WBP terutama Warga Binaan usia rentan.

“Kami sangat aware dengan pelayanan di bidang kesehatan bagi Warga Binaan karena itu merupakan salah satu fungsi Lembaga Pemasyarakatan,” ujar Hari. (ana)

Laklak Biu Men Bayu, Kuliner Khas Penebel Hadir di Rangkain HUT Kota Tabanan

Proses pembuatan Laklak Biu Men Bayu, kuliner khas Kecamatan Penebel, Tabanan.
Proses pembuatan Laklak Biu Men Bayu, kuliner khas Kecamatan Penebel, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rangkain perayaan HUT Kota Tabanan ke 530 tidak hanya dimeriahkan dengan pertunjukan hiburan seni dan budaya, tetapi dimeriahkan dengan pameran UKM.

Setidaknya ada puluhan stand kuliner UKM berjejer di sekitaran Gedung Kesenian I Ketut Maria hingga Taman Bung Karno.

Salah satu jajan tradisional khas Kecamatan Penebel, Tabanan yakni Laklak Biu Men Bayu juga hadir di pameran UKM ini.

Laklak Biu Men Bayu berbeda dengan laklak pada umumnya karena bentuknya menyerupai crepes dengan topping pisang dan kelapa parut.
Topping juga bisa ditambah dengan varian nangka, Coklat, keju dan strawbery.

Proses pembuatan Laklak Biu Men Bayu ini masih sangat sederhana dengan menggunakan pemanggang yang terbuat dari tanah liat. Bahkan tungku yang digunakan untuk proses pembuatan laklak juga berupa tungku kayu.

I Nengah Darma Bayu mengatakan, resep Laklak Biu ini diciptakan sendiri oleh kedua orang tuanya sejak tahun 2009.

“Ini resep asli orang tua. Adonan hanya terbuat dari tepung terigu, tepung beras. Kemudian ditambah irisan pisang dan parutan kelapa lalu dimasak selama tiga menit,” ujarnya ketika ditemui, Selasa (28/11/2023).

Pria berusia 31 tahun ini mengatakan, biasanya kedua orang tuanya berjualan di rumah. Dimana setiap harinya bisa meraup untung paling sedikit Rp400 ribu hingga Rp 600 ribu.

Bahkan, pembelinya banyak dari luar Tabanan, seperti seperti Dalung dan Kerobokan.

“Kalau hari Sabtu atau Minggu bisa dapat jualan Rp1 juta. Karena banyak wisatawan yang lewat jalan-jalan dan mampir,” jelasnya.

Bayu menambahkan, Laklak Biu ini sudah banyak mendapat penghargaan dan pernah mengikuti promosi hingga ke Jakarta untuk mewakili Kabupaten Tabanan dalam pameran UKM.

“Kami juga selalu hadir dalam pameran UKM di Pesta Kesenian Bali (PKB),” ucapnya.

Menurut Bayu, pameran UKM seperti ini dapat menjadi ajang bagi pelaku UKM khususnya di Kabupaten Tabanan untuk bisa mempromosikan produknya lebih luas.

“Bagus sekali karena membantu pedagang untuk mempromosikan produknya,” imbuhnya. (ana)

Sidang Lanjutan Sengketa Pura Dalem, Massa Desa Adat Kelecung dan Jero Marga Geruduk PN Tabanan

Massa dari warga Desa Adat Kelecung dan Jero Marga Puri Kerambitan berkumpul di depan PN Tabanan.
Massa dari warga Desa Adat Kelecung dan Jero Marga Puri Kerambitan berkumpul di depan PN Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sengketa lahan Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

Hari ini Selasa (28/11/2023) massa dari warga Desa Adat Kelecung dan Jero Marga Puri Kerambitan mendatangi PN Tabanan untuk memberikan dukungan persidangan dengan agenda keterangan saksi dari pihak penggugat.

Untuk diketahui pada agenda sidang sebelumnya pada Kamis (23/11/2023), terjadi penundaan agenda sidang keterangan saksi dari pihak Penggugat (A A Mawa Kesama) dalam perkara No. 190/Pdt.G/2023/PN Tabanan atas nama Pura Dalem Desa Adat Kelecung selaku Tergugat.

Penundaan sidang dikarenakan saksi merasa tertekan dengan kehadiran sejumlah masa dari Desa Adat Kelecung di persidangan.

Tim Advokasi Desa Adat Kelecung Ni Wayan Pipit Prabhawanty mengatakan, seharusnya Majelis Hakim (MH) PN Tabanan mengkonfirmasi langsung saksi yang disebut merasa tertekan di persidangan agar tak ada kesan keganjilan.

“Jika memang penggugat sudah siap dengan saksi dan mengatakan bahwa saksi merasa tertekan, hendaknya Majelis Hakim memanggil saksi tersebut ke hadapannya, konfirmasi kebenarannya di persidangan,” kata Pipit, Selasa (28/11/23).

Menurutnya, MH harusnya menanyakan secara langsung kepada saksi apakah benar saksi merasa tertekan. “Bisa saja pihak Penggugat sebenarnya belum siap dengan saksi atau bahkan belum mendapatkan saksi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, terkait hadirnya massa dari Desa Adat Kelecung itu memang inisiatif masyarakat, untuk mengawal keberlanjutan kasus Pura Dalem Desa Adat Kelecung.

“Massa kan melakukan orasi di luar Pengadilan Negeri Tabanan, yang memasuki ruang persidangan hanya para Tergugat, perangkat Desa dan perbekel desa adat,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap MH PN Tabanan bisa bersikap adil dalam keberlanjutan kasus ini. Sebab segala keputusan MH akan berdampak langsung terhadap nasib ratusan masyarakat adat.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jero Marga AA Sagung Ratih Maheswari mengatakan, dalam sidang perdana pemeriksaan saksi ini pihaknya menghadirkan dua saksi.

Mereka adalah semeton Jero Marga yang mengetahui proses PTSL, sejarah Pura Taman hingga sejarah hubungan Pura Taman dengan objek tanah sengketa.

Kemudian, dari empat orang Penasihat Hukum (PH) pihak Jero Marga, yang dihadirkan dalam sidang kali ini adalah dua orang, yakni Anak Agung Gede Agung dan dirinya, AA Sagung Ratih Maheswari.

“Sekarang menghadirkan saksi fakta yang menerangkan sejarah tanah sengketa sebenarnya seperti apa. Supaya tidak ada simpang siur dalam berita-berita yang beredar di masyarakat,” jelasnya.

Dia menambahkan, MH memberikan tiga kali kesempatan untuk menghadirkan saksi dalam persidangan.

“Untuk sidang selanjutnya akan kami hadirkan dua saksi lagi, dan terakhir satu saksi ahli prosedur pensertifikatan tanah,” ucapnya.

Terkait adanya massa dari Jero Marga, Ratih mengatakan, massa ini hanya untuk memberikan rasa aman kepala kliennya selama masa persidangan.

“Kami tidak pernah membuat rusuh ataupun orasi tapi kami sebagai PH kalau memang dirasa perlu pengawalan silahkan karena saksi kami merasa tertekan saat persidangan terakhir. Kami hanya ingin membuat rasa nyaman saja,” akunya. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Parade Budaya HUT Kota Tabanan yang Berlangsung Semarak

Pembukaan Parade Budaya HUT Kota Tabanan Ke-530 bertemakan 'Tabanan Masa Lalu, Kini dan Nanti'.
Pembukaan Parade Budaya HUT Kota Tabanan Ke-530 bertemakan 'Tabanan Masa Lalu, Kini dan Nanti'.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Parade Budaya HUT Kota Tabanan Ke-530 bertemakan ‘Tabanan Masa Lalu, Kini dan Nanti’ berlangsung semarak dan meriah.

Pagelaran Seni Budaya yang digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada Tabanan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tabanan, Ketua DPRD Tabanan beserta OPD terkiat lainnya dengan membunyikan Okokan, Senin (27/11/2023), sekaligus diiringi Tabuh Gebyar Tridatu.

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pergelaran parade yang berlangsung semarak ini.

“Saya sangat apresiasi karena pergelaran ini mengedepankan seni budaya di Tabanan. Disamping itu, pagelaran ini juga melibatkan ratusan seniman dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Tema ‘Tabanan Masa Lalu, Kini dan Nanti’ yang diusung dalam memeriahkan parade budaya kali ini berkaitan dengan kondisi Tabanan di masa lampau yang sarat akan nilai-nilai sejarah, Tabanan masa kini yang terus berbenah dan harapan-harapan yang ingin dicapai pada Tabanan di masa depan. Selain itu, pagelaran ini juga didukung oleh seniman-seniman yang mumpuni di bidangnya.

Adapun seni yang dipentaskan yakni kisah perjuangan Pahlawan Sagung Wah melawan Belanda dengan menggunakan Keris Duwe Pura Batukaru. Kisah dari Seniman Asli Tabanan, I Ketut Marya, yang merupakan seniman yang mencipta tari Oleg Tamulilingan, Kebyar Terompong dan Kebyar Duduk, yang saat ini namanya di abadikan sebagai nama gedung Kesenian di Tabanan.

Dalam parade ini juga ditampilkan barisan berbagai bareng dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Tabanan. Selanjutnya parade diisi dengan dengan barisan generasi Z dengan membawa laptop dan HP, harapan tematik generasi emas 2045, barisan generasi milenial era digitalisasi.

Dirga juga berharap, melalui parade ini kesenian yang ada di Tabanan bisa terus dikenal dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat. (ana)

Buka Sinode V Keuskupan Denpasar, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Serukan Pemilu Harus Penuh Kedamaian dan Sukacita

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pj. Gubernur Bali S.M.Mahendra Jaya mengajak semua pihak termasuk para pemuka agama dan umat untuk turut serta berperan sebagai ‘cooling system’, guna mendinginkan suasana yang kian dinamis di tahun politik. “Besok (28 November 2023, red) akan dimulai tahapan penting pemilihan umum. Selama 75 hari akan berlangsung masa kampanye hingga Februari 2024 mendatang. Mari kita sambut dengan sukacita, gembira dan damai,” Kata Pj. Gubernur Bali dalam Pembukaan Sinode V Keuskupan Denpasar (Bali-NTB) di aula Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa – Nusa Dua – Badung pada Senin (27/11) petang.

Menurut Pj. Gubernur, perbedaan pandangan serta pilihan merupakan hal yang lumrah terlebih dalam masa pemilihan umum seperti saat ini. “Karena itu saya harap semua elemen-elemen bangsa punya komitmen sama. Perbedaan adalah hal biasa, dan saya harap semua berperan jadi cooling system,” katanya. “Agar masyarakat tidak (dalam suasana, red) panas terus. Uskup yang saya hormati, para romo, pemuka agama bisa berperan sebagai pendingin suasana. Membawa damai dan sukacita bagi kita semua,” tukas Mahendra Jaya.

Pria kelahiran Singaraja ini juga menjabarkan bahwa Bali perlahan sudah mulai pulih dari situasi pandemi covid-19 yang ditandai makin menggeliatnya perekonomian yang bahkan kini pertumbuhannya sudah di angka 5,36 persen alias lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional di angka 4,9 persen. “Ini masih tahap pemulihan dan kita bersyukur di tengah ketidakpastian iklim global situasi kita relatif baik,” katanya. “Saya percaya apabila ekonomi tumbuh dengan baik maka daya tahan masyarakat akan makin kuat terhadap gempuran dari luar yang melemahkan bangsa dan negara,” imbuhnya lagi.

Sementara itu Uskup Denpasar Mgr. Silvester Tung Kiem San dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih pada Pj. Gubernur Mahendra Jaya yang membuka dan memberikan sambutan dalam momen pembukaan Sinode Keuskupan Denpasar tersebut. “Kehadiran bapak merupakan dukungan luar biasa bagi umat. Kita meskipun relatif kecil jumlahnya namun selalu berjuang memberikan kontribusi bagi daerah,” kata Uskup Silvester.

Sinode yang akan berlangsung tanggal 27 November sampai 1 Desember 2023 ini mengangkat tema “Bangkit dan Bergerak Bersama demi Terwujudnya Gereja Sinodal: Persekutuan-Partisipasi-Misi”. Diikuti oleh total 23 Paroki di Bali dan NTB serta sejumlah Ormas Keagamaan.

Turut mendampingi Pj. Gubernur Mahendra Jaya dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata.

Ketua MGPSSR Bali Giri Prasta Tinjau Pembangunan Pura Punduk Dawa

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus meninjau progres pembangunan Pura Punduk Dawa Linggih Ida Betara Mpu Gana di Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (27/11/2023).
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus meninjau progres pembangunan Pura Punduk Dawa Linggih Ida Betara Mpu Gana di Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (27/11/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bertepatan dengan Purnama sasih Kanem, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali bersama Ketua MGPSSR Pusat dan pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus meninjau progres pembangunan Pura Punduk Dawa Linggih Ida Betara Mpu Gana yang berlokasi di Punduk Dawa, Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, Senin (27/11/2023).

“Sebagai wujud bakti kami pada salah satu bagian dari Catur Parahyangan Ratu Pasek, kami berkomitmen dan mendukung penuh pembangunan Pura Parahyangan Punduk Dawa yang diinisiasi oleh MGPSSR Provinsi Bali bersama dengan seluruh pasemetonan Pasek di seluruh Bali,” ucapnya Giri Prasta.

Dia menjelaskan, untuk pembangunan pura ini Pemerintah Kabupaten Badung sudah menggelontorkan dana finishing sebesar Rp45,2 miliar yang terdiri dari beberapa paket pekerjaan yaitu mulai dari Utamaning Utama, Utamaning Madya sampai ke Soring Mandala.

“Saya kira akhir Desember ini akan rampung semuanya. Ini akan jadi legacy untuk kepentingan umat khususnya Semeton MGPSSR seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Giri Prasta menginformasikan, sebagai salah satu Kahyangan dari Catur Parahyangan Ratu Pasek, keberadaan Pura Punduk Dawa memiliki peran yang sangat sentral sebagai tempat Semeton Pasek melaksanakan puja bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Betara Kawitan Ratu Pasek, Panca Pandita/Sapta Rsi utamanya Ida Betara Mpu Gana.

“Kita harus selalu mengedepankan Catur Kepasekan yakni astiti ring Hyang Widhi bakti ring kawitan tindih ring bhisama dan guyub ring pasemetonan. Ini yang harus selalu kita tunjukkan pada anak cucu kita Semeton Pasek di seluruh Nusantara,” pungkasnya. (rls)