- Advertisement -
Beranda blog Halaman 537

Sekda Provinsi Bali Menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI Sampaikan Persiapan Pemilu Serentak, Penerimaan CPNS/PPPK dan Netralitas ASN

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra melaporkan kesiapan pelaksanaan pemilu serentak 2024, pengawasan pelaksanaan penerimaan CPNS/PPPK dan netralitas ASN terhadap pemilu di Provinsi Bali saat menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI dalam rangka reses persidangan II tahun 2023-2024 pada Rabu (6/12) pagi bertempat di Ruang Rapat Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.

Dewa Made Indra menyampaikan bahwa target partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Provinsi Bali mencapai 83%, lebih besar dibandingkan target nasional yang sebesar 81%. Sementara terkait kesiapan pendanaan Pilkada juga tidak menjadi masalah. “Dapat kami laporan kami di Provinsi Bali untuk pilkada telah mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan Kementerian Dalam Negeri bahwa kami telah menandatangani NPHD Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota telah menandatangani dana hibah dalam rangka pilkada,” jelas birokrat asal Buleleng.

Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota telah melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) secara serentak pada 9 November 2023 lalu dengan dana hibah untuk KPU Bali mencapai Rp. 155.982.346.000 yang dibayarkan 40% pada TA. 2023 dan 60% TA. 2024, hibah untuk Bawaslu Bali mencapai Rp. 41.091.822.000 yang dibayarkan 40% di TA. 2023 dan 60% di TA. 2024 sedangkan NPHD untuk pengamanan Polda Bali sebesar Rp 30 miliar lebih, Korem 163/Wira Satya sebesar Rp 7,5 miliar dan Pangdam IX Udayana sebesar Rp 1,5 miliar akan dibayarkan pada TA. 2024.

Terkait pelaksanaan penerimaan CPNS/PPPK, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara tahun Anggaran 2023 untuk formasi PPPK Guru, PPPK Tenaga Kesehatan dan PPPK Tenaga Teknis dengan jumlah usulan yang ditetapkan oleh Permenpan RB masing-masing adalah 1.922 formasi, 275 formasi dan 251 formasi.

Pemerintah Provinsi Bali juga telah melaksanakan langkah-langkah dalam rangka menjaga netralitas ASN dan Non ASN pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 antara lain adalah dengan melaksanakan sosialisasi ke seluruh ASN dan Non ASN tentang netralitas pada Pemilu 2024, penandatanganan pakta integritas netralitas ASN/Non ASN, pembuatan video ikrar netralitas ASN/Non ASN, penerbitan SE tentang netralitas ASN dan Non ASN pada Pemilu 2024, pelarangan pemanfaatan fasilitas dan barang milik daerah untuk kegiatan politik praktis Pemilu 2024 serta pembentukan satgas pengawasan dan pembinaan netralitas ASN dan Non ASN.

“Dengan demikian maka kami laporkan Itu tekad kami untuk menjaga netralitas ASN dalam pemilihan umum ini supaya pemilihan umum di Provinsi Bali ini dapat kita laksanakan dengan penuh integritas dimana seluruh ASN disarankan agar menjaga kaidah-kaidah integritas,” kata Sekda Dewa Made Indra.

Disisi lain Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, SH., MH., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat persiapan pelaksanaan pemilu serentak 2024 di Provinsi Bali, termasuk juga pengawasan pelaksanaan penerimaan CPNS/PPPK dan netralitas ASN serta mendengarkan paparan persiapan KPU Provinsi Bali dan Bawaslu Provinsi Bali terkait pelaksanaan Pemilu serentak 2024 dan mendengarkan pendapat serta aspirasi dewan terkait hal tersebut.

Terima Ratusan Keluhan Tiap Bulan, Perumda TAB Optimalkan Aplikasi SimpelTAB 

Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan, Wayan Agus Suanjaya.
Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan, Wayan Agus Suanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan rata-rata menerima 400 hingga 500 keluhan gangguan pelayanan setiap bulannya Keluhan tersebut mencakup gangguan teknis dan non teknis.

Kasubag Humas Perumda TAB Wayan Agus Suanjaya mengatakan, gangguan teknis yang sering terjadi seperti kebocoran pipa. Sedangkan, non teknis seperti keluhan jumlah pembayaran yang tidak sebanding dengan jumlah pemakaian pelangan setiap harinya.

“Itu keluhan yang sering kami terima dari pelanggan baik melalui pengaduan langsung ke Kantor hingga melalui aplikasi SimpelTAB,” ujarnya, Rabu (6/12/2023).

Selain itu, selama musim hujan ini beberapa titik pelayanan mengalami gangguan, seperti di Desa Gadungan dan Desa Dalang. Akibat adanya longsoran tanah di sumber air kelepud dan merusak pipa saluran sehingga air menjadi keruh.

“Ada sekitar 458 orang pelanggan yang terganggu akibat kebocoran pipa tersebut. Sedangkan untuk daerah yang lain belum ada gangguan,” terangnya.

Atas gangguan tersebut, pihaknya mengimbau pelanggan untuk dapat menggunakan aplikasi SimpelTAB salah satunya untuk menyampaikan keluhan sehingga dapat lebih cepat ditangani.

Selain menggunakan aplikasi SimpelTAB, Perumda TAB juga tetap mengoptimalkan layanan call center via WhatsApp dan Telepon.

“Bahkan Perumda TAB telah menempelkan stiker yang berisikan nomor informasi pengaduan di masing-masing pelanggan untuk memudahkan pelanggan menyampaikan keluhan kepada Perumda TAB,” imbuh Agus.

Ia menambahkan, jumlah pelanggan Perumda TAB per terus mengalami peningkatan. Sampai dengan akhir November 2023 ini tercatat 64.320 sambungan baru yang tersebar di seluruh Kabupaten Tabanan dimana daerah yang paling banyak yakni Daerah Kerambitan dan Sanggulan.

“Jika ada kawasan pengembangan baru dari developer baik  perusahaan batu kami buka sebesar-besarjya untuk melakukan pengajuan,” ucapnya.

Sementara itu, Perumda TAB terus mensosialisasikan pembayaran secara online kepada para pelanggan. Cara ini dilakukan untuk mempermudah para pelanggan melakukan pembayaran tanpa harus datang langsung ke Kantor Pusat maupun Unit Perumda TAB.

Selain bisa melakukan pembayaran tagihan di Alfamart dan Indomaret,  pelangga juga bisa dilakukan melalui teller, m-banking, internet banking dan ATM Bank BPD Bali. Kemudian untuk pelanggan yang tidak memiliki rekening Bank BPD Bali dapat melakukan pembayaran dengan cara transfer antar Bank.

“Selain itu pelanggan juga bisa melakukan pembayaran secara langsung melalui agen-agen Arindo atau griya bayar Bank BTN. Hanya saja untuk pembayaran dari rekening BCA saat ini belum bisa dilakukan karena ada penyempurnaan jaringan,” ucapnya. (ana)

Jadi Bisnis Menjanjikan, Budidaya Belut Belum Tergarap Maksimal

Belut hasil budidaya.
Belut hasil budidaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belut merupakan hewan yang diminati masyarakat untuk dikonsumsi, dengan protein dan zat besi di dalamnya, namun produksi belut khususnya di Kabupaten Tabanan belum bisa mencukupi permintaan masyarakat.

Padahal budidaya belut menjadi yang berpotensi besar untuk dikembangkan oleh masyarakat Tabanan.

Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Agung Suryana mengatakan, belut memiliki potensi budidaya yang besar karena harga belut per kilogramnya bisa mencapai Rp200 ribu. Namun,

“Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, budidaya belut menjadi peluang bisnis yang berpotensi dan untuk mengembangkan variasi budidaya,” ujarnya, Selasa (5/12/2023).

“Belut ini potensinya besar, kita masih datangkan belut ini dari luar untuk memenuhi pasar dan permintaan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini pihaknya belum bisa mengembangkan budidaya belut, sehingga pemenuhan permintaan hanya dari hasil tangkapan masyarakat.

“Kita sudah pernah melakukan uji coba tentang pengembangan belut ini dengan sekala lab, dan sudah kita kondisikan layaknya habitat aslinya, akan tetapi hasilnya kurang maksimal,” lanjutnya.

Agung Suryana menerangkan, belum ada contoh yang bagus untuk dipergunakan sebagai budidaya belut yang baik, dengan hal tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan tetap melakukan uji coba untuk menemukan sistem budidaya terbaik melalui balai-balai penelitian. (jas)

Harap Pertahankan Predikat WBBM, Menteri PANRB RI Tinjau Langsung RS Mata Bali Mandara

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas mengharapkan jajaran pimpinan, pengelola serta karyawan Rumah Sakit Mata Bali Mandara bisa mempertahankan Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Saya harap RS Mata Bali Mandara kedepannya bisa mempertahankan predikat ini,” kata MenPAN RB saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang.

MenPAN RB sendiri mengatakan untuk mencapai predikat tersebut diperlukan usaha yang tidak mudah, dengan berbagai proses penilaian serta survei yang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya predikat tersebut bisa diberikan kepada suatu instansi. Predikat tersebut menunjukkan pula bahwa instansi terkait melaksanakan reformasi birokrasi dengan sangat baik, dengan telah memenuhi sebagian besar kriteria proses perbaikan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Untuk itu saya ucapkan selamat dan mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh bagi Rumah Sakit ataupun instansi lainnya,” tukas MenPAN RB.

Dalam kunjungannya MenPAN RB Azwar Anas mencoba langsung sejumlah layanan yang diberikan RS Mata Bali Mandara salah satunya adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK). Sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi.

Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan kepada MenPAN RB pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. “Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat,” jelasnya.

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Ketut Nayaka, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom serta Plt Direktur RSUD Bali Mandara dr. Ketut Suarjaya.

Pj. Gubernur Bali Apresiasi Dipilihnya Bali Sebagai Tuan Rumah Reformasi Birokrasi XPerience

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan RB XPerience dan Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, AKIP dan Zona Integritas Tahun 2023. Hal ini disampaikan Pj. Gubernur Bali dalam sambutannya pada acara Pembukaan Reformasi Birokrasi XPerience di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Selasa (5/12).

Lebih jauh dalam sambutannya, Mahendra Jaya menyampaikan bahwasannya kebijakan nasional menjadikan Bali sebagai lokasi kegiatan berskala nasional maupun internasional sangat membantu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali, dimana pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2020 terkontraksi dalam hingga -9,33% dan kini di Tahun 2023 sampai dengan Triwulan ke-3 mencapai 5,6%. Atas berbagai kebijakan pemerintah dan peran serta semua pihak membuat pertumbuhan ekonomi Bali bangkit .

Terkait Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemprov Bali, Mahendra Jaya menyampaikan Pemprov Bali telah menetapkan Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2022-2024 serta telah melakukan penyederhanaan struktur organisasi Pemprov Bali dan melakukan perampingan Perangkat Daerah dari sebelumnya 49 Perangkat Daerah menjadi 36 Perangkat Daerah. Disamping itu, Pemprov Bali juga telah mengintegrasikan dokumen SAKIP baik perencanaan, penganggaran, pelaporan dan evaluasi ke dalam e-SAKIP.

“Kami percaya, Reformasi Birokrasi melalui kemudahan pelayanan publik menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Kemudahan layanan publik akan mendorong masuknya investasi,” imbuhnya .

Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Bali juga berkesempatan memaparkan berbagai capaian penghargaan/ apresiasi yang diraih Pemprov Bali diantaranya memperoleh opini BPK dengan opini WTP 10 kali berturut- turut dari tahun 2012, memperoleh nilai SAKIP dengan kategori Sangat Baik pada Tahun 2022 serta Indeks Reformasi Birokrasi dengan kategori Sangat Baik pada Tahun 2022 diberikan KemenPAN RB.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya acara yang diberi nama “RB Xperience” ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi salah satu strategi untuk membumikan reformasi birokrasi berdampak. Instansi yang RB-nya bagus dengan dampak nyata di masyarakat kita hadirkan semuanya untuk bisa menggali best practices untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

Menteri Anas juga menjelaskan, reformasi birokrasi harus dijalankan dengan mengusung mekanisme double track, yakni RB general dan RB tematik. RB general berbasis pada penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Adapun RB tematik fokus pada dampak yang dirasakan masyarakat pada empat tema, yaitu pengurangan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi, dan pengendalian informasi serta penguatan belanja produk dalam negeri.

Anas menambahkan, Kementerian PANRB menggelorakan RB tematik untuk membantu instansi pemerintah agar fokus pada permasalahan inti masyarakat. Pihaknya juga mendorong adanya transformasi digital pada seluruh layanan dan program pemerintah sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Dalam membumikan RB tematik, kita harus memetakan siapa mengerjakan apa, sehingga indikator, target, dan dampaknya dapat terlihat dengan jelas,” ungkap Anas.

RB XPerience yang berlangsung dari tanggal 5-6 Desember 2023 ini diikuti lebih dari 1.500 peserta talkshow dan lebih dari 1000 peserta coaching clinic. Para peserta berasal dari 639 instansi pemerintah baik pada level kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah termasuk didalamnya 15 instansi pemerintah best practice RB Tematik dan General.

Rumah Warga di Baturiti Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Kondisi rumah milik I Wayan Sumeyasa (47) di Banjar Tamantanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan yang hangus terbakar pada Senin (4/12/2023).
Kondisi rumah milik I Wayan Sumeyasa (47) di Banjar Tamantanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan yang hangus terbakar pada Senin (4/12/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah beserta dapur milik warga Banjar Tamantanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan hangus terbakar pada Senin (4/12/2023) sekitar pukul 22.00 WITA.

Rumah milik I Wayan Sumeyasa (47) tersebut diduga terbakar akibat korsleting arus listrik.

Kasih Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata menjelaskan, sebelum kejadian korban I Wayan Sumeyasa bersama keluarga menonton televisi di rumah yang letaknya sebelah timur dari rumah yang terbakar. Kemudian, korban mencium bau asap menyengat seperti benda terbakar.

“Korban bergegas keluar rumah dan mendapati rumah beserta dapur yang ada di sebelah Barat sudah dilalap api,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, sambung Berata, korban memanggil anggota keluarganya untuk meminta bantuan ke masyarakat sekitar guna memadamkan kobaran api.

Namun, api dengan cepat menghanguskan bangunan yang terbuat dari papan kayu beserta barang-barang yang ada didalamnya yakni satu unit kulkal dan tempat tidur.

“Api baru berhasil dipadamkan dengan bantuan dua mobil pemadam kebakaran,” ucapnya.

Berata menyebut, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta. “Hasil olah TKP, kebakaran terjadi karena murni kelalian dari Konsleting arus listrik dari kabel yang sudah lama dan lapuk kemudian menyebabkan kebakaran,” imbuhnya. (ana)

Harga Pakan Tinggi Jadi Kendala Budidaya Ikan di Tabanan

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selain hasil pertanian yang melimpah, Kabupaten Tabanan juga memiliki budidaya ikan, baik budidaya ikan air tawar maupun laut.

Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, produksi ikan di Kabupaten Tabanan pada tahun 2023 mencapai 2.858,46 ton yang mencakup produksi ikan air laut, tambak ikan di darat dan perairan umum. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 2825,99 ton.

Sebaran budidaya ikan tersebut dibagi dari tiga daerah, yaitu untuk di pinggir pantai jenis ikan terbanyak yaitu lele dan gurami, bagian tengah terdapat ikan nila dan bagian utara atau pegunungan terdapat ikan nila dan kaper.

“Budidaya ikan menggunakan kolam memiliki beberapa jenis kolam, ada yang berupa kolam tanah, kolam beton, kolam fiber dan kolam terpal, dengan jenis ikan unggulan yaitu ikan lele, ikan nila dan ikan kaper,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Agung Suryana, Senin (4/12/2023).

Meskipun demikian, Suryana mengaku para peternak kini mengalami kendala yakni mahalnya harga pakan sehingga keuntungan yang didapat tidak seberapa.

“Permasalahan dalam budidaya ikan itu adalah pakan yang terlalu mahal, yang tidak sebanding dengan penjualan ikan per kilogramnya, dan hama penyakit. Sehingga hal tersebut juga menjadi permasalahan kita di lapangan,” jelasnya.

Agung Suryana menambahkan, dengan permasalahan tersebut Pemerintah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan menyarankan para peternak memberikan pakan tambahan.

“Agar tidak terlalu monoton menggunakan pakan pabrikan yang harganya tinggi, dengan contoh ikan gurami yang bersifat herbivor, bisa kita tambahkan dengan pakan dedaunan atau pakan alaminya,” imbuhnya. (jas)

Sekda Provinsi Bali Buka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023 di Provinsi Bali bertempat di Bintang Bali Resort Kuta pada Senin (4/12/2023) pagi.

Ia menyampaikan penentuan kebijakan berdasarkan data sangat penting bagi pemerintah Selanjutnya. Sebab, pengambilan keputusan pemerintah yang berdasarkan data ini menurut Dewa Made Indra menunjukkan bahwa pemerintahan kini telah bertransformasi menuju Data Based Government atau pemerintahan yang berbasis pada data.

“Ini tidak kita temukan pada penyelenggaraan negara pada jauh sebelumnya. Di masa lalu pemerintahan mendefinisikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyat, apa yang diperlukan oleh daerah, apa yang diperlukan oleh masyarakat,” kata Dewa Indra.

Menurutnya saat ini seluruh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selalu berdasarkan pada data. Termasuk dalam urusan bagi-bagi sembako, meningkatkan ketahanan pangan, ataupun membangun kedaulatan pangan. “Semuanya data,” tegas Mantan Kalaksa BPBD Bali.

Maka dari itu kualitas data yang dihasilkan menjadi sangat penting. Data harus sesuai, tepat dan kredibel karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efektivitas dari kebijakan yang diambil.

Disisi lain pejabat asal Pemaron, Buleleng ini juga mengapresiasi kinerja BPS sebagai institusi yang berfungsi menghasilkan data yang kredibel untuk kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya BPS mempunyai instrument, sumber daya dan metode yang kredibel dan sudah teruji dalam hal pengumpulan dan penyajian data.

Terkait masih terdapatnya ketidaksinkronan data dari BPS dan pemerintah daerah, Sekda Dewa Made Indra meminta hal tersebut agar dikomunikasikan khususnya dalam hal data sektoral yang selalu diperbaharui setiap saat.

Sidang Lanjutan Sengketa Pura Dalem Kelecung Ditunda Lagi, Warga Kecewa

Ratusan warga berkumpul di depan PN Tabanan.
Ratusan warga berkumpul di depan PN Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Adat Klecung kecewa akibat sidang lanjutan kasus sengketa tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung dengan perkara No. 190/Pdt.G/2023/PN Tabanan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan pada Senin (4/12/2023) ditunda.

Penundaan ini dikarenakan saksi yang rencananya dihadirkan penggugat yakni pihak Jero Marga belum siap untuk memberikan keterangan.

Tim Hukum Desa Adat Kelecung Nyoman Yudara pun mempertanyakan kesiapan penggugat dalam proses persidangan ini, sebab selama persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi sudah mengalami penundaan sebanyak dua kali.

“Kami heran saja dengan sikap penggugat, karena ketidaksiapan saksi ini. Seharusnya mereka sudah mempersiapkan saksi jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga ketika proses persidangan tidak seperti ini,” ujarnya, Senin ( 4/12/2023).

Menurutnya, penundaan ini hanya membuang-buang waktu dengan proses persidangan dan membuat warga yang sudah datang untuk mendengar kesaksian terkait status tanah tersebut kecewa.

Hal senada juga disampaikan oleh Perbekel Desa Adat Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma, yang merupakan koordinator warga desa adat Tegal Mengkeb. Ia mengaku kecewa dengan penundaan sidang karena alasan ketidaksiapan saksi dari penggugat.

“Saya sebagai yang mengkoordinatir warga Klecung merasa sangat kecewa. Karena warga yang datang ke PN banyak yang memilih tidak bekerja karena ingin menyaksikan lanjutan sidang. Dengan penundaan ini, saya mewakili warag benar-benar kecewa karena merasa wartu kami terbuang,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, gugatan perdata terhadap tanah tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung dilayangkan oleh pihak Jero Marga yang beralamat di Kecamatan Kerambitan melalui 190/Pdt.G/2023/PN Tab tertanggal 17 Juni 2023.

Sengketa ini bergulir sejak tahun 2017 lalu, bersamaan dengan terbitnya sertifikat milik penggugat. Adapun luas lahan yang disengketakan seluas 27,8 are.

Status tanah ini sudah memiliki sertifikat dan sebelum digugat secara perdata, kasus ini sudah pernah dilaporkan ke ranah pidana, namun perkaranya tidak berlanjut karena diterbitkannya SP3 (Surat perintah Penghentian Penyidikan) oleh Polres Tabanan. (ana)

Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Pentingnya Data Dalam Menentukan Kebijakan Pemerintah yang Efektif dan Tepat Sasaran

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan bahwa data sangat penting sebagai referensi untuk menentukan kebijakan pemerintah selanjutnya. Hal tersebut disampaikan olehnya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023 di Provinsi Bali bertempat di Bintang Bali Resort Kuta pada Senin (4/12) pagi.

Pengambilan keputusan pemerintah yang berdasarkan data ini menurut Dewa Made Indra menunjukkan bahwa pemerintahan kini telah bertransformasi menuju Data Based Government atau pemerintahan yang berbasis pada data. “Ini tidak kita temukan pada penyelenggaraan negara pada jauh sebelumnya. Di masa lalu pemerintahan mendefinisikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyat, apa yang diperlukan oleh daerah, apa yang diperlukan oleh masyarakat,” kata Dewa Indra. Hal tersebut menyebabkan keputusan yang diambil menjadi tidak tepat sasaran.

Menurutnya saat ini seluruh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selalu berdasarkan pada data. Termasuk dalam urusan bagi-bagi sembako, meningkatkan ketahanan pangan, ataupun membangun kedaulatan pangan. “Semuanya data,” tegas Mantan Kalaksa BPBD Bali. Maka dari itu kualitas data yang dihasilkan menjadi sangat penting. Data harus sesuai, tepat dan kredibel karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efektivitas dari kebijakan yang diambil.

Disisi lain pejabat asal Pemaron, Buleleng ini juga mengapresiasi kinerja BPS sebagai institusi yang berfungsi menghasilkan data yang kredibel untuk kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya BPS mempunyai instrument, sumber daya dan metode yang kredibel dan sudah teruji dalam hal pengumpulan dan penyajian data. Sehingga menurutnya data yang dihasilkan oleh BPS wajib digunakan dalam hal pertimbangan pengambilan kebijakan. Terkait masih terdapatnya ketidaksinkronan data dari BPS dan pemerintah daerah, Sekda Dewa Made Indra meminta hal tersebut agar dikomunikasikan khususnya dalam hal data sektoral yang selalu diperbaharui setiap saat.

Kepala BPS Provinsi Bali, Endang Retno Subiyandari menyampaikan bahwa Rakorda Sensus Pertanian 2023 Provinsi Bali bertujuan untuk mengkoordinasikan aspek teknis, administrasi, pengolahan data, analisis serta desiminasi pasca kegiatan Sensus Pertanian 2023. Sementara hasil desiminasi pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 akan disampaikan secara serentak oleh BPS Pusat, BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota pada acara yang digelar BPS RI di Jakarta siang hari.

Disamping itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali atas dukungan penuh pada setiap kegiatan perstatistikan di Bali. Ia menyampaikan bahwa pada diseminasi hasil sensus pertanian di BPS RI siang hari ini juga akan dirangkaikan dengan pemberian anugerah ‘Anindhita Wistara Data’ kepada Pemerintah Provinsi Bali dan juga Pemerintah Kabupaten Jembrana. “Ini adalah anugerah hasil evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral dimana Provinsi Bali mendapat poin tertinggi. Artinya teman-teman di Provinsi Bali menyambut baik pembinaan data sektoral kita,” kata Retno Subiyandari.