- Advertisement -
Beranda blog Halaman 536

Hadiri Rakornas KKP, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Tegaskan Komitmen Bali Implementasikan Program Pembangunan Ekonomi Biru

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Provinsi Bali wilayahnya tidak terlalu luas (sekitar 5.590,21 km²), dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura, Pulau Dewata, dimana alam yang indah, manusia, dan kebudayaan yang adiluhung menyatu menjadi satu orkestra kehidupan yang harmoni. Hal ini menjadikan Bali memiliki kekhasan, keunikan, agung, suci, dan mataksu yang menjadi keunggulan Pariwisata Bali dan telah memberi kebahagiaan kepada masyarakat lokal, nasional, dan internasional.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2023 di Hotel The Sakala Resort Bali, pada Kamis (7/12) siang.

“Kami menyampaikan terimakasih, telah memilih Provinsi Bali sebagai tempat pelaksanaan Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2023. Bali kita ketahui tidak memiliki sumber daya alam seperti minyak, gas dan mineral, perekonomian Bali terutama bergantung pada sektor pariwisata. Adanya event seperti sekarang ini, tentu sangat membantu bagi pertumbuhan ekonomi Bali,” ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi Bali kembali bangkit setelah terkontraksi sangat dalam pada saat Pandemi COVID-19, pada Tahun 2020: -9,33% y-o-y, Tahun 2021 membaik menjadi: -2,47% y-o-y, dan pada Tahun 2022 reborn menjadi: 5,01% y-o-y, selanjutnya pada Tahun 2023 sampai dengan triwulan ke-3 mencapai 5,35 % y-o-y.

Provinsi Bali dengan luas perairan laut sekitar 9.634,35 km², memiliki keanekaragaman sumberdaya kelautan dan perikanan, seperti: 1) Potensi perikanan budidaya baik budidaya air tawar, air payau maupun air laut; 2) Potensi perikanan tangkap; 3) Potensi produk hias laut; 4) Pergaraman tradisional; 5) Konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan; serta 6) Ekowisata bahari.

“Kami laporkan komoditas ekspor terbesar Bali pada Tahun 2023 sampai bulan November, adalah dari sektor kelautan (Ikan, Krustasea, dan Moluska) mencapai US $ 15,25 Juta,” jelasnya.

Beberapa hal yang menjadi isu strategis pada sektor kelautan dan perikanan di Bali, diantaranya yakni masih belum optimalnya pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu juga masih belum optimalnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan dalam menunjang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).

“Produksi produk olahan hasil perikanan masih terbatas; dan Kesejahteraan nelayan masih rendah (Nilai Tukar Nelayan pada Bulan November 2023, sebesar 97,50 lebih rendah dari pada Bulan Oktober 2023, sebesar 100,64),” terangnya.

Guna menjawab berbagai tantangan dan isu-isu yang berkembang saat ini, telah ditetapkan arah kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2024-2026 Provinsi Bali, meliputi: 1) Pengembangan perikanan budidaya berbasis kawasan dan Komoditi; 2) Fasilitasi pengembangan usaha, sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran produk hasil perikanan; 3) Pengembangan budaya makan ikan (GEMARIKAN); 4) Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pesisir dan Pulau Pulau Kecil; 5) Konservasi dan rehabilitasi sumber daya kelautan dan perikanan serta pengelolaan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil; 6) Fasilitasi pengembangan usaha, sarana dan prasarana perikanan tangkap; dan 7) Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS).

“Kami laporkan kepada Bapak Menteri, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kelautan dan Perikanan berkomitmen mengimplementasikan program pembangunan ekonomi biru melalui pengelolaan kawasan konservasi laut secara optimal, mengembangkan kebijakan penangkapan ikan terukur yang berbasis pada kuota, pengelolaan perikanan budidaya yang berkelanjutan, pengelolaan dan pengawasan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan guna mendukung pertumbuhan ekonomi sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan agar masyarakat sejahtera dan lingkungan tetap lestari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2023 ini, sangat strategis untuk merumuskan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan mempertajam program prioritas bidang kelautan dan perikanan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Semoga kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Semoga di sela kegiatan Rakornas bisa menikmati destinasi wisata yang ada di Bali,” imbuhnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan Negara Maritim yang memiliki potensi kelautan sangat besar. Adanya interaksi sosial antara manusia dengan ekosistem laut dan pesisir sering mengakibatkan terjadinya degradasi dengan potensi dan tantangan implementasi ekonomi biru menjadi landasan kebijakan untuk mewujudkan keseimbangan aspek ekologi dan aspek ekonomi secara seimbang dan berkelanjutan.

“Ekonomi biru merupakan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang menjadikan ekologi sebagai panglima pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” terangnya.

Sementara Tornanda Syaifullah selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2023 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi, sinkronisasi program prioritas bidang Kelautan dan Perikanan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah.

“Dengan mengambil tema, Transformasi Sektor Kelautan dan Perikanan Berbasis Ekonomi Biru untuk Indonesia Emas 20245. Tema ini sejalan dengan program sektor Kelautan dan Perikanan yang menjadikan ekologi sebagai panglima,” jelas Syaifullah yang juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

324 Atlet Pencak Silat Adu Kebolehan di Bupati Tabanan Cup 2023

Kejuaraan Pencak Silat ‘Bupati Tabanan Cup’ tahun 2023 yang berlangsung di GOR Debes Selatan, Kamis (7/12/2023).
Kejuaraan Pencak Silat ‘Bupati Tabanan Cup’ tahun 2023 yang berlangsung di GOR Debes Selatan, Kamis (7/12/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 324 atlet pencak silat mengikuti kejuaraan Pencak Silat ‘Bupati Tabanan Cup’ tahun 2023 yang berlangsung di GOR Debes Selatan, Kamis (7/12/2023). Secara keseluruhan atlet tersebut berasal dari 36 Sekolah Dasar, 30 SMP dan 18 SMA.

Adapun dalam kejuaraan ini, mempertandingkan 55 kelas pertandingan dari tingkat SD, tingkat SMP dan SMA, untuk memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, juara umum, pesilat terbaik serta peraihan medali untuk masing-masing peserta. Kejuaraan Pencak silat yang berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 10 Desember mendatang.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang saat itu hadir secara langsung membuka turnamen mengungkapkan rasa bangganya atas animo yang ditunjukkan oleh para peserta yang bertanding.

Pihaknya juga memberikan penghargaan terhadap pesilat istimewa Kadek Wahyu Rihartana Giri asal Desa Belayu, yang konsisten berlaga di panggung pencak silat dan mengharumkan nama Kabupaten Tabanan dalam berbagai perlombaan.

“Sejak dulu, sudah banyak sekali atlet pencak silat yang mengharumkan nama Kabupaten Tabanan, jadi tidak salah ketua panitia menyelenggarakan event ini,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, kejuaraan pencak silat ini merupakan program kerja yang bertujuan untuk memberikan wadah kepada pengembangan para atlet pencak silat di dunia pelajar Tabanan.

“Kejuaraan Bupati Cup ini tujuannya adalah untuk selalu konsisten mencari bibit-bibit unggul, khususnya pemula yang sudah barang tentu akan bisa mengharumkan nama Kabupaten Tabanan. Tetap dijaga kekompakan pencak silat seluruh perguruan yang ada di Tabanan ini,” ucapnya.

Sanjaya menyebut, Pemkab Tabanan sudah ikut berkontribusi dalam pembinaan pencak silat ini dengan memberikan dana senilai Rp100 juta.

“Ini artinya pemerintah kita bersungguh hati. Bagaimana kita memajukan dunia olahraga, apalagi pencak silat ini, sudah mengharumkan nama Tabanan dan sudah mencetak prestasi yang sangat luar biasa, di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan nasional dan internasional,” katanya. (ana)

Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata

Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata.
Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dukung pertumbuhan ekonomi rakyat kecil melalui pembangunan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, menghadiri acara Market Sounding Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang bertujuan untuk penyediaan infrastruktur Revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana Kabupaten Tabanan.

Acara yang dihadiri juga oleh, jajaran PPN/Bappenas, pihak Kementerian Perdagangan Bersama KPBU, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Tabanan ini diadakan di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Keterlibatan Bupati dan jajaran menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Tabanan.

Upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Badan Usaha bertujuan untuk merancang skema kerja sama yang melibatkan KPBU dalam upaya revitalisasi Pasar Induk Gardarata Singasana, sehingga mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Melalui skema kerja sama ini, Bupati Tabanan berharap dapat mendukung kemajuan ekonomi lokal dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Proyek Revitalisasi Pasar Induk Gardarata Singasana ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat infrastruktur ekonomi di Kabupaten Tabanan. Diharapkan kerja sama yang terjalin akan menghasilkan terobosan positif dalam memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi rakyat kecil serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegas Sanjaya.

Pasar Induk Gardarata Singasana menjadi fokus utama dalam transformasi infrastruktur yang akan dilakukan, sebagai pusat perdagangan yang vital di wilayah Kota Tabanan. Kehadiran Bupati Sanjaya dan seluruh pihak terkait di acara Market Sounding ini menandai komitmen bersama untuk menjadikan proyek ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan ekonomi daerah. (ana)

Bupati Sanjaya Apresiasi Sradha Bhakti Krama Jebaud Belayu Dalam Laksanakan Yadnya

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai umat Hindu, sudah merupakan keharusan kita untuk menjalankan Tri Rna sebagai suatu kewajiban dan bentuk rasa syukur yang kita kembalikan kepada Tuhan, para Dewa dan Leluhur kita, yakni dengan pelaksanaan Karya Panca Yadnya sebagai Shrada Bhakti.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, saat pihaknya hadir, Ngupasaksi dalam Karya Ngaben lan Nyekah Bersama Banjar Adat Jebaud, Desa Adat Belayu, Desa Beringkit, Kecamatan Marga, Kamis (7/12/2023).

Pagi itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Para Penglingsir Puri Marga, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para OPD terkait dan Kabag di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Marga. Dalam kehadirannya, pihaknya mengakui kekagumannya terhadap soliditas warga dalam menggelar karya. Hal tersebut sebagai komitmen Pemerintah atas timbal balik yang diberikan warga Desa Adat Belayu dalam menjaga kekompakan dan saling bersinergi dengan pemerintah.

Upacara Yadnya ini dikatakan sangat memberikan dampak positif dalam pembangunan Tabanan secara keseluruhan. Dalam kegiatan yang digelar tersebut, sebanyak 65 Sawa Ngaben disertakan dengan biaya yang dibebankan masing-masing sawa sebesar Rp6,8 juta. Diikuti juga Ngelangkir sebanyak 18, dengan biaya Rp1 juta per sawa, 1 diri Ngelungah dengan biaya Rp1 juta dan juga dikuti oleh 57 Orang Metatah dengan biaya Rp500 ribu per-orang dan 30 peserta Metelu Bulanan dengan biaya Rp300 ribu per-orang.

“Saya di Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada tokoh-tokoh saya di sini, manggala karya yang sudah menjalankan sebuah tradisi yang memang sudah diturunkan oleh para leluhur dari jaman dahulu, tentang ritual-ritual yang kita miliki. Pasti sebagai umat Hindu, tidak terlepas dari adanya ritual Panca Yadnya ini. Tidak pernah kita lepas, dari lahir sampai mati kita akan dihadapkan pada ritual, baik Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya lan Buta Yadnya, tidak pernah lepas dan wajib kita lakukan,” ujar Sanjaya saat itu.

Karena umat Hindu sangat meyakini di dalam sastra, kitab suci dan lainnya yang terhubung, bahwa sebagai Umat Hindu saat dilahirkan membawa hutang yang disebut dengan Tri Rna. Sehingga, hutang yang dimaksudkan itu berupa kewajiban yang harus dikembalikan lagi. Kewajiban membayar bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Dewa-dewa dan leluhur. Maka perlu diadakan pengabenan ini, wujud bhakti kita kepada Ida Leluhur begitu juga metatah dan lainnya yang selaras dengan Visi dan Misi di Kabupaten Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Bagi Sanjaya, hal tersebut juga masih berkaitan dengan Tema HUT Kota Tabanan yang ke-530, Paduraksa Jayaning Singasana yang artinya bagaimana kita memadukan rasa saling asah asih asuh antara pemerintah dan masyarakat. Saling toleh (lihat) dan saling mengayomi. Itulah dikatakannya tujuan kita di Tabanan dengan sebutan Tabanan Era Baru untuk mencapai Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani. Sebab itu, pihaknya hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan doa restu, terhadap karya yang telah dijalankan dengan penuh kekompakan dan rasa tulus dan ikhlas.

Di kesempatan yang sama, I Nyoman Sutapa selaku ketua Panitia yang juga mewakili masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah yang hadir Ngupasaksi, demi kelancaran Karya Agung yang dilaksanakan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati sudah datang. Atas nama panitia dan masyarakat, saya ngaturang suksema ring manah, sudah hadir dalam Karya kami. Dumogi apa yang sudah diberikan Bapak Bupati bisa meringankan beban masyarakat sareng sami. Saya juga memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan karya,” ujar Nyoman Sutapa. (rls)

Seminggu Lebih Masa Kampanye, KPU Tabanan Belum Pasang APK

APK berupa Baliho dan spanduk yang terpasang di pinggir Jalan Tukad Yeh Empas, Desa Sanggulan, Tabanan.
APK berupa Baliho dan spanduk yang terpasang di pinggir Jalan Tukad Yeh Empas, Desa Sanggulan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan hingga saat ini belum memasang Alat Peraga Kampanye (APK).

Padahal masa kampanye telah dimulai sejak satu minggu yang lalu tepatnya pada 28 November 2023 lalu.

Seperti diketahui, sesuai Surat Keputusan Nomor 784 Tahun 2023 tentang Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 di Wilayah Kabupaten Tabanan.

Adapun APK yang difasilitasi oleh KPU yaitu satu buah baliho dalam satu media untuk seluruh pasangan calon, seluruh partai politik dan seluruh anggota DPD di wilayah Ibu Kota Kabupaten Tabanan.

Atas hal tersebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan terkait dengan keterlambatan pemasangan APK. Sebab masa kampanye sudah dimulai dari tujuh hari yang lalu.

“Kami sudah mengirimkan surat imbauan kepada KPU Tabanan, terkait pemasangan APK yang difasilitasi adalah partai politik, DPD RI, dan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden,” terang Ketua Bawaslu Tabanan IKetut Narta, Jumat (6/12/2023).

Pihaknya meminta kepada KPU Tabanan agar APK ini segera dipasang di titik lokasi yang sudah ditentukan. Jika masih belum memasang APK, pihaknya akan memberikan teguran.

“Jika selama satu minggu ini belum dipasang juga, kami akan memberikan teguran kepada penyelenggara KPU tentang keterlambatan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra menjelaskan, keterlambatan pemasangan APK ini dikarenakan APK masih dalam proses pembuatan.

“Kami usahakan untuk diselesaikan secepatnya agar bisa dipasang dalam waktu dekat,” sebutnya. (jas)

Kuta Selatan, Satu-Satunya Kecamatan Penerima Predikat ZI WBK 2023

Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, AKIP dan ZI tahun 2023, di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (6/12/2023).
Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, AKIP dan ZI tahun 2023, di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (6/12/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Kuta Selatan, Kabupaten Badung, menjadi satu-satunya Kecamatan di Indonesia yang meraih predikat Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2023 pada pencanangan wilayah ZI oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas dalam acara RBXperience dan Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi (RB), Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), dan ZI tahun 2023, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (6/12/2023).

Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah (Sekda) I Wayan Adi Arnawa dan Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta hadir langsung dalam acara tersebut.

Dalam acara award itu, Kecamatan Kuta Selatan mendapatkan penghargaan atas prestasinya sebagai unit kerja pelayanan berpredikat menuju WBK. Kecamatan Kuta Selatan menjadi satu-satunya kecamatan di Indonesia yang meraih predikat ZI WBK Tahun 2023 oleh KemenPAN-RB.

Untuk diketahui, acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin. Hadir pula Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak ketinggalan, hadir pula Gubernur, Walikota/Bupati, serta para penerima penghargaan dari seluruh Indonesia.

Meski menunjukkan tren positif dengan kenaikan nilai rata-rata, Wapres mengingatkan agar instansi pemerintah tak cepat berpuas diri. Karena menurut dia, reformasi birokrasi adalah sebuah proses berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas yang merupakan mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) menyampaikan, beranjak pada hasil evaluasi ZI tahun 2023, terdapat 109 unit kerja yang menerima penghargaan WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dari jumlah tersebut, 85 unit kerja menerima penghargaan WBK, dan 24 unit kerja menerima penghargaan WBBM yang berasal dari 27 Kementerian/Lembaga dan 24 Pemerintah Daerah (Pemda).

Sekda Adi Arnawa seusai acara mengatakan bahwa pelaksanaan evaluasi AKIP, RB, dan ZI menjadi motivasi bagi instansi-instansi di daerah untuk dapat melakukan terobosan dalam menggerakkan RB yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini dapat menjadi motivasi dan semangat baru untuk perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Badung agar dapat terus melakukan terobosan baru untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan nasional dan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui, acara Apresiasi dan Penyerahan Hasil Evaluasi RB, AKIP, dan ZI Tahun 2023 merupakan penghujung dari rangkaian RBXperience.

RBXperience meliputi kegiatan peer teaching sebagai sarana knowledge sharing dari instansi pemerintah percontohan untuk mengakselerasi capaian reformasi birokrasi, serta coaching clinic sebagai wadah interaktif antara instansi pemerintah dengan kementerian/lembaga di level meso dalam rangka memperoleh input bagi perbaikan implementasi RB di instansinya. (rls)

TP PKK Badung Serahkan Bantuan PMT Kepada Lansia

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menyerahkan bantuan PMT di Kecamatan Abiansemal, Rabu (6/12/2023).
Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menyerahkan bantuan PMT di Kecamatan Abiansemal, Rabu (6/12/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta bersama dengan Dinas Sosial melanjutkan kegiatan penyerahan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Lansia di wilayah Kecamatan Abiansemal yakni Desa Sangeh dan Desa Selat, Rabu (6/12/2023).

Adapun PMT yang diserahkan berupa Beras 10 kilogram, Gula 1 kilogram, Mie Instan 10 pcs, Minyak Goreng 1 liter, Susu Bubuk 1 Kotak dan Teh Celup 1 Kotak.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut hari ibu yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat khususnya para Lansia yang sudah tidak produktif/renta.

“Setelah di Kecamatan Petang, kami memberikan bantuan PMT di Kecamatan Abiansemal. Bersama Dinas Sosial kami mengunjungi Lansia yang sudah renta atau sudah berumur diatas 70 tahun di Desa Sangeh dan di Desa Selat Mumbul sebanyak 120 Lansia,” ujar Seniasih.

Sementara itu, Perbekel Desa Sangeh I Made Werdiana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP. PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta beserta Dinas terkait yang telah berkunjung dan memberikan bantuan PMT tersebut.

“Terimakasih Kami sampaikan kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta beserta jajaran atas kunjungannya dalam membantu para Lansia kami dengan memberikan PMT paket sembako, tentu bantuan ini sangat bermanfaat dan meringankan beban para Lansia kami,” ungkapnya. (rls)

Sekda Dewa Indra Sebut Target Partisipasi Pemilu 2024 di Bali Mencapai 83 Persen

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyebut target partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Provinsi Bali mencapai 83 persen.

“Target itu lebih besar dibandingkan target nasional yang sebesar 81 persen,” ujarnya saat menerima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI dalam rangka reses persidangan II tahun 2023-2024 pada Rabu (6/12/2023) pagi bertempat di Ruang Rapat Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.

Selain itu, terkait kesiapan pendanaan Pilkada juga tidak menjadi masalah. Bahkan, Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota telah melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) secara serentak pada 9 November 2023 lalu.

Dana hibah untuk KPU Bali mencapai Rp. 155.982.346.000 yang dibayarkan 40 persen pada TA. 2023 dan 60 persen TA. 2024, hibah untuk Bawaslu Bali mencapai Rp. 41.091.822.000 yang dibayarkan 40 persen di TA. 2023 dan 60 persen di TA. 2024 sedangkan NPHD untuk pengamanan Polda Bali sebesar Rp 30 miliar lebih, Korem 163/Wira Satya sebesar Rp 7,5 miliar dan Pangdam IX Udayana sebesar Rp 1,5 miliar akan dibayarkan pada TA. 2024.

“Dapat kami laporan kami di Provinsi Bali untuk pilkada telah mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan Kementerian Dalam Negeri bahwa kami telah menandatangani NPHD Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota telah menandatangani dana hibah dalam rangka pilkada,” jelas Made Indra.

Terkait pelaksanaan penerimaan CPNS/PPPK, ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara tahun Anggaran 2023 untuk formasi PPPK Guru, PPPK Tenaga Kesehatan dan PPPK Tenaga Teknis dengan jumlah usulan yang ditetapkan oleh Permenpan RB masing-masing adalah 1.922 formasi, 275 formasi dan 251 formasi.

Pemerintah Provinsi Bali juga telah melaksanakan langkah-langkah dalam rangka menjaga netralitas ASN dan Non ASN pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 antara lain adalah dengan melaksanakan sosialisasi ke seluruh ASN dan Non ASN tentang netralitas pada Pemilu 2024, penandatanganan pakta integritas netralitas ASN/Non ASN, pembuatan video ikrar netralitas ASN/Non ASN, penerbitan SE tentang netralitas ASN dan Non ASN pada Pemilu 2024, pelarangan pemanfaatan fasilitas dan barang milik daerah untuk kegiatan politik praktis Pemilu 2024 serta pembentukan satgas pengawasan dan pembinaan netralitas ASN dan Non ASN.

“Dengan demikian maka kami laporkan Itu tekad kami untuk menjaga netralitas ASN dalam pemilihan umum ini supaya pemilihan umum di Provinsi Bali ini dapat kita laksanakan dengan penuh integritas dimana seluruh ASN disarankan agar menjaga kaidah-kaidah integritas,” kata Sekda Dewa Made Indra.

Layanan Tera Ulang di Tabanan Tahun ini Hanya Sasar 3 Pasar

Layanan tera dan tera ulang di Pasar Pupuan.
Layanan tera dan tera ulang di Pasar Pupuan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Kabupaten Tabanan fokus melaksanakan layanan tera dan tera ulang di tiga pasar pada tahun 2023 ini.

Ketiga pasar ini meliputi Pasar Pupuan, Pasar Bajra dan Pasar Marga. Kemudian, di SPBU dan perusahaan yang mengajukan permohonan.

Kepada Bidang Metrologi Disperindag Tabanan Wayan Roby Megananta mengatakan, sebenarnya di Kabupaten Tabanan terdapat 15 pasar yang tersebar di seluruh kecamatan. Namun yang menjadi fokus hanya tiga pasar tersebut saja.

“Untuk tahun ini kami fokuskan pelayanan tera ulang di tiga pasar itu saja. Anggaran yang kami alokasikan Rp49 juta untuk tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP),” jelasnya, Rabu (6/12/2023).

Dia menyebut, tera ulang sudah dilakukan di Pasar Pupuan dengan menyasar puluhan pedagang. Kegiatan ini disambut antusias oleh para pedagang.

Dari pengecekan ditemukan beberapa alat UTTP milik pedagang yang sudah tidak sesuai dengan standar ukur. Kemudian, pihaknya melakukan perbaikan untuk memosisikan ke titik keseimbangan atau divalidasi.

“Kemarin di Pupuan kami menyasar mulai dari timbangan meja, timbangan elektronik, hingga timbangan TB. Bahkan, ada yang membawa UTTP lebih dari satu,” ucapnya.

Menurut Roby, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan tertib ukur di Kabupaten Tabanan sehingga memberikan keamanan dalam transaksi perdagangan, baik itu mengamankan konsumen maupun produsen yang sama-sama menggunakan alat ukur atau timbangan.

Nantinya, pasar tradisional yang belum dijangkau kegiatan tera ulang akan dijangkau pada 2024 mendatang. Bahkan, mulai tahun depan biaya retribusi untuk layanan tera ulang alat UTTP akan digratiskan.

Penghapusan biaya retribusi tera ulang ini menyusul adanya UU Nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Memang berkaca dari potensi UTTP yang mencapai hampir 15 ribuan, tidak sebanding dengan jumlah SDM penera yang ada dua orang di Kabupaten Tabanan. Akibatnya, keterbatasan SDM dan anggaran membuat kewalahan dalam memberi layanan tera ulang selama ini,” imbuhnya. (ana)

Penghujung Tahun 2023, Pemprov Bali Sabet Tiga Penghargaan dari Kementerian PANRB

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Di penghujung Tahun 2023, Pemerintah Provinsi Bali meraih tiga penghargaan sekaligus dalam acara Apresiasi dan Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Zona Integritas Tahun 2023 yang digelar Kementerian PANRB di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Badung, Rabu (6/12).

Ketiga penghargaan tersebut yaitu raihan Pemerintah Provinsi Bali atas prestasinya sebagai Instansi Pemerintah dengan Implementasi RB Terbaik pada Semua Tema Tahun 2023 dan dua penghargaan lainnya dari Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, yang meraih predikat menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) .

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas kepada Pj. Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Ketut Nayaka, Plh. Kepala BKPSDM Provinsi Bali, I Dewa Putu Sunartha dan Plt.Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Anas memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berhasil mendapatkan kenaikan predikat AKIP, instansi dengan implementasi RB Tematik terbaik, juga unit kerja yang berhasil meraih WBK/WBBM di tahun 2023. Anas berharap peningkatan kualitas AKIP dan RB serta raihan predikat WBK/WBBM tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun yang akan datang. Dari hasil evaluasi Zona Integritas tahun 2023, terdapat 109 unit kerja yang menerima penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 unit kerja menerima penghargaan WBK dan 24 unit kerja menerima penghargaan WBBM yang berasal dari 27 kementerian/lembaga dan 24 Pemda.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang hadir menyerahkan hasil evaluasi Reformasi Birokrasi (RB), Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), serta Zona Integritas (ZI) 2023 kepada instansi pemerintah, dalam sambutannya menyampaikan meski menunjukkan tren positif dengan kenaikan nilai rata-rata, Wapres mengingatkan agar instansi pemerintah tak cepat berpuas diri karena reformasi birokrasi adalah sebuah proses berkelanjutan. Wapres juga menambahkan bahwasannya pemerintah terus mendorong reformasi birokrasi agar memiliki dampak yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Reformasi birokrasi akan terus berfokus pada efisiensi, transparansi, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat yang salah satu upayanya dilakukan lewat transformasi berbasis digital.

“Menjelang dua dekade penyelenggaraan reformasi birokrasi kini sudah banyak perubahan yang berarti. Persentase instansi pemerintah yang mencapai nilai indeks reformasi birokrasi dan nilai akuntabilitas kinerja dengan kategori “BAIK” ke atas semakin meningkat. Lakukan percepatan transformasi yang menjadikan birokrasi berbasis digital yang terintegrasi. Hal ini penting untuk mempermudah interoperabilitas data antar instansi pemerintah sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan dan anggaran program pembangunan serta penyusunan kebijakan yang berkualitas dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Untuk diketahui dari 499 kabupaten/kota yang mengikuti evaluasi diperoleh nilai rata-rata AKIP tahun 2023 sebesar 63,36. Dibandingkan dengan capaian tahun 2022 yakni sebesar 62,34 rata-rata AKIP kabupaten/kota mengalami peningkatan sebesar 1,02 poin. Sementara itu dari 34 provinsi yang mengikuti evaluasi AKIP Tahun 2023, diperoleh nilai rata-rata AKIP sebesar 72,17. Dibandingkan dengan capaian tahun 2022 yakni sebesar 71,70, rata-rata AKIP provinsi tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,47 poin.
Acara Apresiasi dan Penyerahan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Zona Integritas Tahun 2023 merupakan penghujung dari rangkaian RBXperience. RBXperience meliputi kegiatan peer teaching sebagai sarana knowledge sharing dari instansi pemerintah percontohan untuk mengakselerasi capaian reformasi birokrasi, serta coaching clinic sebagai wadah interaktif antara instansi pemerintah dengan kementerian/lembaga di level meso dalam rangka memperoleh input bagi perbaikan implementasi RB di instansinya.

Turut hadir pada kesempatan pagi ini, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Pj. Gubernur Bali, S.M.Mahendra Jaya, Jajaran Forkompimda Provinsi Bali serta Gubernur, Bupati/ Walikota peraih penghargaan.