- Advertisement -
Beranda blog Halaman 48

Jukung Terbalik di Nusa Dua, 5 Nelayan Selamat Dievakuasi Tim SAR di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim SAR evakuasi lima orang korban jukung terbalik yang sempat terombang-ambing di tengah laut Perairan Nusa Dua, Senin (15/12/2025) malam.
Tim SAR evakuasi lima orang korban jukung terbalik yang sempat terombang-ambing di tengah laut Perairan Nusa Dua, Senin (15/12/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap lima orang korban jukung terbalik yang sempat terombang-ambing di tengah laut Perairan Nusa Dua, Senin (15/12/2025) malam, di tengah kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Informasi kejadian diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar 30 menit setelah peristiwa terjadi. Perkiraan waktu kejadian diketahui sekitar pukul 18.00 Wita.

“Laporan kami terima dari Bapak Mudita sekitar 30 menit setelah kejadian, dengan permintaan pertolongan segera,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak lima personel SAR segera diberangkatkan menuju Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB) guna melakukan pencarian dan evakuasi di laut.

Sidakarya mengungkapkan, proses evakuasi malam hari tersebut memiliki tingkat risiko tinggi akibat cuaca buruk. “Hujan deras, angin kencang, serta gelombang laut yang tinggi membuat proses evakuasi sangat berbahaya. Namun upaya tetap dilakukan demi memperbesar peluang korban ditemukan selamat,” jelasnya.

Ia menegaskan, meski operasi dilakukan dalam kondisi berisiko, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Tim SAR secara intensif memantau pergerakan RIB selama operasi berlangsung.

Sekitar pukul 19.30 Wita, sebuah jukung dengan dua orang penumpang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat dan sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua, dalam kondisi selamat.

Selanjutnya, pada pukul 20.15 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban lainnya dalam keadaan selamat. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa, dan RIB kembali sandar sekitar pukul 21.15 Wita.

Adapun identitas lima korban selamat tersebut yakni I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50), dan Agung Adi/Jelih (28).

Operasi SAR melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, TNI AL, nelayan setempat, serta keluarga korban.

Sidakarya juga kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi peringatan cuaca dari BMKG. Saat ini, masih terdeteksi bibit siklon tropis 93S yang berdampak pada cuaca buruk di wilayah Bali dan perairan sekitarnya.

“Kami kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari sementara aktivitas di laut, pegunungan, maupun alam terbuka lainnya. Kondisi cuaca buruk ini diperkirakan masih berlangsung hingga Januari, meski sempat mengalami perbaikan sementara,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat melaut, dengan memastikan ketersediaan alat keselamatan dan memantau informasi cuaca terkini. (ana)

Nenek 90 Tahun di Jembrana Hanyut Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

Evakuasi Ni Nengah Luwih (90), warga Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Tukadaya, Senin (15/12/2025).
Evakuasi Ni Nengah Luwih (90), warga Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Tukadaya, Senin (15/12/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Seorang perempuan lanjut usia bernama Ni Nengah Luwih (90), warga Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Tukadaya, Senin (15/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita saat korban menyeberangi sungai. Namun laporan baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 11.50 Wita.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga terpeleset saat menyeberangi sungai. Pada saat kejadian, debit air Sungai Tukadaya sedang meningkat sehingga korban tidak mampu menyelamatkan diri dan terseret arus.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana segera diberangkatkan dengan kekuatan enam personel untuk melakukan pencarian.

Tak berselang lama, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.45 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer ke arah selatan dari lokasi awal diduga terpeleset.

“Korban ditemukan sekitar satu setengah kilometer ke arah selatan dari titik awal kejadian,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri.

Ia menjelaskan, saat tim SAR tiba di lokasi, korban telah lebih dahulu terlihat oleh pihak keluarga bersama unsur SAR lainnya yang turut melakukan pencarian. Selanjutnya, personel SAR membantu proses evakuasi jenazah dari sungai.

Setelah berhasil dievakuasi ke tepi sungai, jenazah Ni Nengah Luwih langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Melaya.

Dalam operasi SAR tersebut, tim gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana (6 personel), Polsek Melaya (2 personel), Bhabinkamtibmas Desa Tuwed, Babinsa Desa Tuwed, Satpol PP Prades Desa Tuwed (1 personel), Puskesmas Melaya (2 personel), Potensi SAR 115 (1 personel), serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (rls)

Sosialisasi Kesejahteraan di SMPN 5 Abiansemal Ketua K3S Bagikan PMT untuk Anak Yatim Piatu dan Kurang Mampu

Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi kegiatan kesejahteraan sosial yang disertai PMT di SMP Negeri 5 Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, pada Senin (15/12).
Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi kegiatan kesejahteraan sosial yang disertai PMT di SMP Negeri 5 Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, pada Senin (15/12).

PANTAUBALI.COM , BADUNG – Sosialisasi Kesejahteraan di SMPN 5 Abiansemal Ketua K3S Bagikan PMT untuk Anak Yatim Piatu dan Kurang Mampu&Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melaksanakan sosialisasi kegiatan kesejahteraan sosial yang disertai pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak yatim piatu dan anak kurang mampu di SMP Negeri 5 Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, pada Senin (15/12).

Turut hadir Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Sekolah SMPN 5 Abiansemal I Made Suardana beserta jajaran dan siswa penerima bantuan. Nyonya Rasniathi dalam sambutannya menekankan bahwa, anak-anak memiliki hak yang sama untuk dihargai, diberikan perlakuan baik, dan tidak boleh tersisih hanya karena status yatim piatu atau berasal dari keluarga kurang mampu.

Dia juga menyebutkan dampak negatif media sosial yang menyebabkan anak-anak kelompok ini rentan mengalami bullying, yang bahkan dapat mengakibatkan bunuh diri. Oleh karena itu, menurutnya, mereka berhak mendapatkan kasih sayang, dukungan, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan cerah.

“Selain memberikan makanan tambahan untuk memotivasi mereka agar tidak berkecil hati dengan keadaannya dan juga mereka mempunyai masa depan yang sama dengan anak yang lain. Untuk siswa yang lain saya menghimbau agar selalu menjaga anak-anak ini dan berikan perhatian sekaligus penghargaan.

Jangan menyisihkan teman yang kurang beruntung ini, karena mereka juga punya masa depan dan hati agar tidak terjadi pembullyan yang nasibnya seperti ini,” ujarnya. Selain PMT, Ketua K3S juga menyerahkan sembako kepada 50 orang anak yatim piatu dan kurang mampu.

Kegiatan sosialisasi dan pemberian bantuan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kelompok anak tersebut, serta menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan generasi muda. (rls)

 

 

 

Tabanan Raih Predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada IGA 2025

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, saat menerima Penghargaan Tambahan Kategori Sangat Inovatif, subkategori Kabupaten Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, saat menerima Penghargaan Tambahan Kategori Sangat Inovatif, subkategori Kabupaten Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan meraih Penghargaan Tambahan Kategori Sangat Inovatif, subkategori Kabupaten Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025. Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan mendapat pengakuan nasional.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Tabanan, pada ajang Penganugerahan IGA 2025 yang dirangkaikan dengan Expo Inovasi Daerah, Seminar Internasional Inovasi Daerah, serta Kunjungan Lapangan Inovasi Daerah. Kegiatan prestisius ini berlangsung di Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) lalu.

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut diikuti oleh berbagai pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong inovasi daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing wilayah.

Dikonfirmasi pada Senin (15/12/2025) Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, berharap capaian teraebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan publik yang semakin berkualitas.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menciptakan terobosan dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya.

Keberhasilan Kabupaten Tabanan meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai terobosan di bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta penguatan ekosistem inovasi daerah menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha menegaskan, penghargaan IGA 2025 merupakan refleksi dari komitmen kolektif seluruh perangkat daerah dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

“Penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri ini adalah bukti bahwa inovasi tumbuh dari komitmen. Predikat Kabupaten Sangat Inovatif menunjukkan bahwa inovasi di Tabanan tidak lahir secara instan, tetapi melalui kerja konsisten, kolaboratif, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Brida Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah, mendorong lahirnya ide-ide kreatif, serta memastikan inovasi menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan.

“Tabanan melangkah, Tabanan berinovasi, Tabanan Era Baru. Komitmen ini akan terus kami jaga agar inovasi benar-benar menjadi penggerak utama pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya. (ana)

Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Lokasi Banjir di Kuta Utara

Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau lokasi banjir di kawasan Lingkungan Krisnantara, Tibubeneng dan Jalan Sri Kahyangan, Canggu, Kuta Utara, Minggu (14/12).
Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau lokasi banjir di kawasan Lingkungan Krisnantara, Tibubeneng dan Jalan Sri Kahyangan, Canggu, Kuta Utara, Minggu (14/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau 2 lokasi banjir di kawasan Lingkungan Krisnantara, Tibubeneng dan Jalan Sri Kahyangan, Canggu, Kuta Utara, Minggu (14/12). Peninjauan ini untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi. Turut hadir pada kesempatan ini Tim Dinas PUPR Badung, Tim BPBD Badung dan Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta kepala lingkungan setempat.

 

Wabup Bagus Alit Sucipta yang ditemui seusai meninjau 2 lokasi tersebut menyampaikan bahwa untuk di Kawasan Jalan Sri Kahyangan, Canggu, air sering meluap yang diakibatkan oleh penyempitan aliran sungai. “saya sudah berikan perintahkan untuk segera melakukan mitigasi dalam kaitannya ada suatu bangunan yang pembangunannya itu ada ke bibir sungai, yang menyebabkan penyempitan sungai ini. Sehingga itu kita akan prioritaskan untuk segera dilakukan pembongkaran. Agar bisa lebih besar aliran sungai ini. Kedepannya, selain itu juga kita akan lakukan normalisasi. Sehingga benar-benar air yang datang itu tidak menjadi banjir,” Ujarnya.

 

Lebih Lanjut, Wabup juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat infrastruktur drainase, dan mengoptimalkan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama. “meninjau lokasi banjir yang mengakibatkan adanya korban jiwa kemarin malam. Disini tidak ada pembatas jembatan dan tidak kelihatan antara air dan jalan itu sendiri. Untuk itu, saya perintahkan kepada Dinas PUPR untuk segera menangani untuk meningkatkan daripada pembatas jembatan ini biar bisa lebih tinggi lagi. Sehingga pada saat banjir, curah hujan yang tinggi tetap pembatas jembatan itu lebih diatas daripada seluruh air. Tentunya ini adalah yang namanya bencana. Kita tidak tahu kapan datangnya, tetapi saya harapkan dan instruksikan kepada seluruh jajaran, OPD terkait, termasuk juga camat untuk selalu waspada dan selalu cek kebawah. Begitu ada bencana, segera dilakukan tindakan yang kiranya bisa meminimalisir menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya. (rls)

IRT asal Denpasar Mencoba Akhiri Hidup di Tukad Bangkung Berhasil Digagalkan

Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2025).
Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Padalah pemerintah telah meningkatkan keamaan dengan memasang pagar pengaman di sisi jembatan.

Pada Minggu (14/12/2025), seorang ibu rumah tangga (IRT) berusia 39 tahun berinisial NKPA nyaris mengakhiri hidupnya di Jembatan Tukad Bangkung. Aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kepekaan seorang warga yang mencurigai gelagat korban dan mengikutinya hingga ke lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.23 Wita. Sebelumnya, NKPA yang merupakan warga Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, bertemu dengan saksi berinisial IPEP (23) di pertigaan Angantiga, Petang.

Saat itu saksi tengah berhenti untuk mengenakan jas hujan ketika korban menghampirinya dan menanyakan arah menuju Jembatan Tukad Bangkung.

Saksi kemudian membantu menunjukkan rute menggunakan peta digital. Namun, raut wajah korban yang tampak kosong membuat saksi merasa curiga.

Ketika ditanya tujuan ke jembatan tersebut, korban tiba-tiba menangis dan mengungkapkan sejumlah persoalan pribadi, terutama terkait masalah rumah tangga.

Saksi sempat berupaya menenangkan dan membujuk korban agar mengurungkan niatnya. Namun korban tetap bersikeras melanjutkan perjalanan. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saksi pun memutuskan mengikuti korban hingga ke Jembatan Tukad Bangkung.

Setibanya di lokasi, korban langsung berusaha melompat. Saksi dengan sigap menahan tubuh korban dan meminta bantuan warga sekitar. Berkat upaya tersebut, percobaan tersebut berhasil digagalkan.

Sekitar pukul 14.45 Wita, pihak keluarga korban tiba di lokasi. Setelah dibujuk oleh keluarga, korban akhirnya dapat ditenangkan. Pada pukul 15.03 Wita, korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang ke Denpasar Utara.

Petugas menduga tindakan tersebut dipicu oleh tekanan psikologis dan beban masalah keluarga yang dialami korban.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan personel Polsek Petang telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan kondisi korban aman.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan atau situasi yang berpotensi membahayakan di kawasan jembatan. (ana)

Turis Perempuan Ditemukan Tewas Tersangkut di Bawah Jembatan Usai Terseret Banjir

Evakuasi jenazah turis perempuan yang tewas terseret banjir di Jalan Canggu Pertiwi, Kuta Utara, Badung.
Evakuasi jenazah turis perempuan yang tewas terseret banjir di Jalan Canggu Pertiwi, Kuta Utara, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) perempuan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2024) dini hari.

Korban dilaporkan hanyut bersama sepeda motornya saat melintas di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.10 Wita. Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga menyebabkan genangan air dan arus banjir cukup deras di sekitar jembatan.

“Korban diduga tetap melintas dan menerobos genangan banjir hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motornya,” jelas Ayu.

Korban baru berhasil ditemukan sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut. Jenazah ditemukan di bawah jembatan arah Jalan Canggu Pertiwi dalam kondisi meninggal dunia. Posisi tubuh korban tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus, sehingga mengganjal di bagian bawah jembatan.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Namun, evakuasi jenazah baru dapat dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita karena kondisi arus air yang masih cukup deras.

“Proses evakuasi cukup sulit karena debit air sungai masih tinggi,” ujar Ayu.

Sementara itu, sepeda motor milik korban hingga kini belum berhasil dievakuasi. Kendaraan tersebut diketahui terjepit di dalam gorong-gorong jembatan dan masih terhalang derasnya aliran air, sehingga menyulitkan upaya penarikan.

Polisi memastikan korban berjenis kelamin perempuan. Namun, identitas lengkap korban belum diketahui karena saat ditemukan tidak ada dokumen identitas yang melekat. Aparat kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas serta tempat tinggal korban selama berada di Bali.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan PMI Kabupaten Badung serta melakukan pendataan. Fokus kami saat ini adalah memastikan identitas korban,” tegas Ayu. (ana)

Gubernur Koster Dukung Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa/Kelurahan 

BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).
BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional, khususnya terkait dengan penguatan ekonomi mulai dari desa melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.

Ia menyampaikan saat ini koperasi merah putih telah terbentuk pada seluruh desa/kelurahan yang tersebar di seluruh Bali.

Informasi itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya pada acara BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang diikuti pengurus Koperasi Merah Putih dan unsur kejaksaan ini dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Prof. Reda Manthovani dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana Girsang.

Lebih jauh Gubernur Koster menyampaikan, Bali memiliki 636 desa dan 80 kelurahan. Semuanya sudah membentuk koperasi merah putih, telah terdaftar serta menyusun kepengurusan. “Bali paling cepat mencapai 100 persen,” ujarnya.

Ditambahkan Koster, langkah berikut yang menjadi prioritas adalah penyediaan lahan untuk perkantoran dan usaha.

Sejauh ini, ujar Koster, baru sebanyak 474 desa dan kelurahan yang punya aset dan bisa dimanfaatkan untuk Koperasi Merah Putih.

“Kekurangannya tengah kami upayakan dengan pemanfaatan lahan Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota atau milik desa,” katanya.

Gubernur Koster berharap penyediaan gedung untuk koperasi merah putih di Bali bisa segera rampung agar bisa lanjut ke tahapan penyediaan modal usaha untuk menggerakkan badan usaha yang berbasis di desa ini.

“Ini yang kami dorong dalam beberapa bulan sehingga semua instrumen lengkap dan koperasi bisa beroperasi. Targetnya tahun 2026 sudah berjalan dengan baik dan lancar. Ini wujud komitmen kami dalam mendukung kebijakan dan arahan Bapak Presiden. Kami kompak cepat dan solid bergerak dalam melaksanakan apa yang manjadi arahan Bapak Presiden,” urainya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Agung RI yang memberi perhatian sangat besar terhadap Daerah Bali.

“Kejaksaan agung telah memberikan perhatian luar biasa pada pembangunan di Provinsi Bali terutama dalam bidang hukum. Yang pertama hadir adalah Bale Kertha Adhyaksa yang telah dituangkan dalam Perda,” sebutnya.

Koster menambahkan, Bale Kertha Adhyaksa adalah pendekatan kearifan lokal dalam proses hukum.

“Makin lengkap dengan adanya Jaksa Garda Desa. Kalau Bale Kertha Adhyaksa itu di desa adat, nah Jaga Desa ini di desa dinas. Jadi program untuk Bali sangat lengkap. Bisa jadi Bali satu-satunya provinsi yang mendapat kehormatan dari Kejaksaan Agung,” bebernya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung program Bale Kertha Adhyaksa dan Jaga Desa. “Kami akan turun langsung membantu jajaran kejaksaan bersama Bupati, Walikota.

Karena ini sangat penting untuk menjamin perangkat kita mengelola dana APBN dan APBN dengan baik sehingga tak tersangkut kasus hukum,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan CSR kepada Kelurahan Kubu, Desa Kayubihi dan Desa Batur Selatan.

JAM-Intel Reda Manthovani mengapresiasi keseriusan Gubernur Koster dalam melaksanakan program Koperasi Merah Putih di daerah Bali.

Menurut dia, program Jaga Desa bertalian erat dengan keberadaan Koperasi Merah Putih karena nantinya akan banyak gelontoran dana.

Jajaran kejaksaan bertugas memastikan dana itu dikelola dengan baik dan tak digunakan sembarangan.

Hal senada diutarakan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana Girsang. “Melalui program Jaga Desa, kami mendukung penguatan koperasi merah putih yang menjadi pilar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi,” tandasnya.

Pembukaan BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih ditandai dengan pemukukan kentongan. Dalam kesempatan itu, JAM-Intel Reda Manthovani juga berkesempatan mengunjungi hutan bambu yang ada di areal Desa Wisata Panglipuran. (rls)

Satpol PP Tabanan Intensifkan Penegakan Perda dengan Giat Yustisi hingga Sapujagat

Anggota Satpol PP Tabanan tertibkan spanduk di pinggir jalan raya.
Anggota Satpol PP Tabanan tertibkan spanduk di pinggir jalan raya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan mengintensifkan kegiatan penegakan peraturan daerah (Perda) serta menjaga ketertiban dan estetika wilayah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada mengatakan, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di antaranya giat yustisi yang dilakukan bersinergi dengan Bea Cukai dalam rangka pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai.

“Langkah ini merupakan upaya mendukung penegakan hukum di bidang cukai sekaligus melindungi penerimaan negara,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Selain itu, Satpol PP Tabanan juga melaksanakan giat Bursap (Buru Sapa) dengan menyasar pembangunan yang terindikasi melanggar ketentuan tata ruang, lahan sawah dilindungi (LSD), serta lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pemanfaatan ruang berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara melalui kegiatan Sapujagat, Satpol PP Tabanan melakukan penertiban terhadap baliho, spanduk, dan pamflet yang melanggar aturan.

Penertiban menyasar media promosi dan informasi yang dipasang di zona terlarang, kawasan pertamanan, pohon, serta tiang telepon dan listrik, termasuk media yang tidak berizin maupun sudah usang karena dinilai merusak keindahan dan estetika wilayah.

Sukanada mengatakan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menegakkan Perda dan menjaga ketertiban umum.

“Melalui giat yustisi, bursap, dan sapujagat, kami berupaya menegakkan peraturan daerah sekaligus menjaga ketertiban umum serta estetika wilayah Tabanan,” tegasnya. (ana)

Diskominfo Tabanan Evaluasi Data Desa Presisi

Forum Group Discussion (FGD) Diskominfo Tabanan untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.
Forum Group Discussion (FGD) Diskominfo Tabanan untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo pada Jumat (12/12/2025) ini diikuti sekitar 50 peserta, terdiri dari para kepala OPD terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Forum Perbekel se-Tabanan, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan, serta Kelompok Ahli Bupati I Gede Arya Sena. FGD dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putra Winiantara.

Dalam arahannya, Sekdis Kominfo IGP Putra Winiantara menegaskan, FGD ini menjadi ruang penting untuk mengukur capaian serta mengevaluasi tantangan yang muncul dalam implementasi Data Desa Presisi.

“Selain untuk mengetahui progres yang sudah berhasil dicapai, kami ingin menerima masukan dari OPD terkait, terutama dari desa dan kecamatan. Sebab data desa presisi melalui aplikasi OpenSID sepenuhnya bersumber dari 133 desa di Tabanan,” ujar Winiantara.

Ia menambahkan, sesuai timeline yang telah ditetapkan, seluruh data dasar kependudukan dan data lima bidang program prioritas ditargetkan selesai terinput dan tervalidasi dengan baik pada akhir Desember 2025.

“Targetnya jelas. Akhir Desember semua data dasar dan data lima bidang prioritas sudah harus lengkap, valid, dan bisa digunakan sebagai dasar perencanaan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati, I Gede Arya Sena, menegaskan bahwa inisiatif Data Desa Presisi sesungguhnya bukan hal baru.

“Gagasan ini sudah dimulai sejak 2017, jauh sebelum pemerintah pusat mencanangkan program Satu Data Indonesia pada 2019,” ujarnya.

Namun, kata Arya Sena, progres signifikan baru bisa dimulai pada 2024 setelah payung hukum berupa Perda dan Perbup tentang Data Desa Presisi ditetapkan pada 2022 dan 2023.

“Kendati begitu, kami berharap seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa benar-benar proaktif. Jangan setengah hati. Program ini penting untuk memastikan perencanaan kita berbasis data yang akurat,” tegasnya.

Arya Sena juga menekankan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi OPD yang terus-menerus meminta data ke desa.

“Cukup buka dan akses OpenSID. Semua data ada di sana. Ini agar desa tidak terbebani permintaan data berkali-kali,” tandasnya.

FGD berlangsung dinamis dengan berbagai usulan dan masukan dari perwakilan OPD, camat, hingga perbekel. Diskominfo menegaskan bahwa evaluasi ini akan menjadi dasar penguatan langkah percepatan Data Desa Presisi sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan di Tabanan. (ana)