- Advertisement -
Beranda blog Halaman 48

Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Tabanan Raih Predikat Sangat Baik

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kinerja Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Penilaian Final Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025 yang dilakukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Tabanan berhasil meraih nilai 95,24 atau masuk kategori sangat baik.

Capaian tersebut menunjukkan tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Tabanan telah memenuhi standar tinggi dalam aspek profesionalisme, transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Hasil tersebut sekaligus menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Nilai ITKP yang tinggi diperoleh berkat sejumlah indikator penilaian, di antaranya kompetensi sumber daya manusia di bidang pengadaan, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), serta optimalisasi sistem pengadaan berbasis digital yang terus dikembangkan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Tabanan, I Dewa Putu Mahendra, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah dalam menerapkan tata kelola pengadaan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Menurutnya, hasil penilaian dari LKPP menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan pengadaan, terutama melalui penguatan digitalisasi agar proses pengadaan semakin efektif, efisien, dan akuntabel.

“Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap proses pengadaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Mahendra menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan yang selama ini konsisten menjalankan prinsip-prinsip pengadaan sesuai ketentuan.

Ke depan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Tabanan berkomitmen terus memperkuat tata kelola pengadaan yang bersih, transparan, dan berdaya saing sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (rls/kmftbn)

Nuanu Creative City Rilis Laporan Dampak 2025, Tandai Setahun Operasi Terbuka untuk Publik

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City merilis Laporan Dampak 2025 sebagai penanda satu tahun penuh kawasan tersebut beroperasi secara terbuka untuk publik di Bali. Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Nuanu setelah sebelumnya melalui tahap pengembangan dan pengujian, sekaligus menjadi periode pertama penerapan aktivitas publik berkelanjutan dengan tanggung jawab operasional yang nyata.

Laporan tersebut memuat capaian awal Nuanu dalam pengelolaan lingkungan, investasi sosial, serta pengembangan aktivitas budaya sepanjang tahun fondasi operasionalnya. CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan laporan dampak disusun sebagai alat evaluasi yang transparan, bukan sekadar dokumentasi keberhasilan.

Menurutnya, Nuanu berupaya menerapkan pendekatan berbasis sistem dan kerangka kerja teknologi pada inisiatif yang lebih tradisional. Laporan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai praktik yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan agar memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas internal maupun masyarakat sekitar.

Sepanjang 2025, Nuanu menerapkan pengelolaan kinerja lingkungan secara terintegrasi, mencakup mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan. Kawasan ini menerapkan mobilitas rendah emisi dengan penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal, yang menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 39.500 liter per tahun serta menekan emisi karbon lebih dari 43 ton CO₂e.

Di sektor energi, pemanfaatan sistem tenaga surya berhasil mengurangi konsumsi listrik jaringan sekitar 213.362 kWh dan mencegah emisi sekitar 192 ton CO₂e. Sementara itu, sistem pengelolaan sampah mencatat tingkat daur ulang hingga 94,84 persen melalui pemilahan, pengomposan, dan redistribusi sampah organik. Sepanjang tahun, lebih dari 84 ton sampah didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik diolah untuk mendukung praktik pertanian lokal.

Upaya restorasi ekologis juga dilakukan melalui penanaman 1.015 pohon dengan metode Miyawaki guna memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem jangka panjang. Head of Environment Nuanu, Agastya Yatra, menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penguatan fondasi data operasional, dengan target mencapai kematangan sistem penuh pada 2026.

Selain aspek lingkungan, Nuanu juga mencatat dampak sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program pembelajaran menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar serta 120 perempuan dan remaja perempuan. Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, lebih dari 2.200 peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk aksi donor darah.

Program mata pencaharian berbasis alam mendukung 863 rumah tangga melalui kegiatan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sementara itu, program peningkatan kesejahteraan masyarakat menjangkau lebih dari 900 penerima manfaat dan mencakup peningkatan infrastruktur komunitas serta penyaluran bantuan darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Bali.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi fokus utama agar pertumbuhan kawasan dapat memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Laporan Dampak 2025 ini menjadi pijakan bagi Nuanu Creative City dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas pada tahun-tahun mendatang. (rls)

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali, Ditangkap Usai Pelacakan Berbulan-bulan

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.
Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Upaya aparat penegak hukum Indonesia dalam memburu buronan internasional kembali membuahkan hasil. Seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania berinisial CCZ, yang masuk daftar Interpol Red Notice, resmi dideportasi dari Bali oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

CCZ merupakan buronan paling dicari di negaranya karena diduga terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan yang terjadi pada November 2023. Yang bersangkutan dideportasi pada Selasa malam (20/1/26) setelah sebelumnya berhasil diamankan aparat gabungan di wilayah Bali.

Penangkapan CCZ dilakukan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada 15 Januari 2026. Proses pelacakan terhadap buronan tersebut telah berlangsung sejak November 2025, menyusul informasi keberadaannya yang sempat terdeteksi di Jakarta dan Bali.

Berdasarkan catatan keimigrasian, CCZ masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan dari Chengdu, China. Meski sempat terdata melakukan pemesanan tiket penerbangan Denpasar–Kuala Lumpur, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada catatan resmi keberangkatan keluar wilayah Indonesia atas nama yang bersangkutan.

Keberadaan CCZ di Bali semakin terkonfirmasi setelah NCB Bucharest mengunggah informasi melalui media sosial Facebook yang menyebutkan buronan tersebut masih berada di Pulau Dewata. Selama bersembunyi, CCZ diketahui menjalin hubungan dengan seorang perempuan warga lokal dan kerap tinggal di rumah pasangannya.

Setelah dilakukan operasi gabungan selama tiga hari, aparat akhirnya berhasil mengamankan CCZ tanpa perlawanan. Proses deportasi dilaksanakan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai bersama Divhubinter Polri dan Polda Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

CCZ dipulangkan ke negaranya menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute Denpasar–Doha–Bucharest pada Rabu (21/1/26) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Pihak Imigrasi Ngurah Rai menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menindak tegas WNA bermasalah, sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Bali serta wilayah Indonesia secara keseluruhan. RAN

Dorong Kreativitas Pemuda, Pemkab Tabanan Gelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026

Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menggelar Festival Ogoh - Ogoh Singasana tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Tabanan Era Baru. Festival ini bertujuan memberikan apresiasi terhadap kreativitas pemuda dalam melestarikan adat dan tradisi Hindu di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan, festival ini menargetkan karya-karya baru hasil kreasi Sekaa Teruna, yang wajib menggunakan bahan ramah lingkungan tanpa plastik atau styrofoam. Setiap ogoh-ogoh yang ikut lomba harus memiliki tinggi 3–4 meter dan lebar maksimal 4 x 4,5 meter. Tema karya harus sesuai dengan Sastra Agama Hindu, menampilkan wujud Kala (Rudra Rupa), serta bebas dari unsur SARA, pornografi, dan politik.

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 27 Februari 2026. Proses penilaian dilakukan tim juri melalui kunjungan lapangan dan pantauan media sosial mulai 28 Februari hingga 5 Maret 2026. Sepuluh pemenang dari masing-masing kecamatan akan maju ke tingkat kabupaten dan menerima dukungan dana untuk kepesertaan. “Juara I dari setiap kecamatan wajib mengikuti Festival Singasana III Tingkat Kabupaten,” kata Subagia, Jumat (23/1/2026).

Puncak festival akan digelar di seputar GWS Tabanan pada 13–15 Maret 2026. Pawai ogoh-ogoh dewasa dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret, pukul 16.00 WITA menuju panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Sedangkan pawai ogoh-ogoh mini untuk tingkat Taman Kanak-Kanak digelar pada pagi harinya pukul 09.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang. Juara I berhak menerima Rp50 juta, Juara II Rp40 juta, dan Juara III Rp30 juta. Selain itu, tersedia penghargaan juara harapan dan kategori penyemangat sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap seni budaya lokal. (pmc)

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di Kabupaten Tabanan selama periode 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat dan angin kencang.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa Bali, termasuk Tabanan, saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, terbentuknya pola pertemuan angin, serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas.

Situasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. BMKG menilai kondisi ini berisiko menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang di wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Tabanan.

Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di perairan sekitar Bali. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir serta nelayan, khususnya saat cuaca memburuk.

Menanggapi peringatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri serta lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak masyarakat untuk menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana saat hujan lebat dan angin kencang, serta mengikuti arahan dari instansi terkait. Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dan daerah aliran sungai guna meminimalisasi risiko banjir selama musim hujan.

BMKG mengimbau masyarakat Tabanan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (pmc)

Bupati Badung Dorong Percepatan Jalan Lingkar Selatan

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung terus mengakselerasi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Badung Selatan yang menjadi pusat pertumbuhan pariwisata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, penguatan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna menopang tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, kemacetan kini hampir merata di wilayah Badung, terutama di kawasan destinasi wisata. Kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan. Oleh karena itu, kehadiran jalur alternatif dinilai mendesak untuk mengurai kepadatan di ruas-ruas jalan utama.

Jalan Lingkar Selatan dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Badung Selatan. Selain memperlancar arus kendaraan, proyek strategis ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas wisatawan, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan desa wisata serta seni budaya lokal.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran, pada Rabu (21/1) di Aula Kantor Camat Kuta Selatan. Tahapan ini menjadi bagian penting menuju dimulainya pembangunan fisik JLS yang ditargetkan berlangsung pada 2026–2027.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan sosialisasi diikuti para pemilik lahan yang berada di sepanjang trase tersebut. Ia mengungkapkan, pada 2025 proses pengadaan lahan sempat tertunda karena masih adanya pemilik lahan yang belum teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.

“Pada 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah terdata maupun yang belum. Secara umum mereka menyatakan persetujuan dan telah menandatangani surat pernyataan mendukung rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar lahan pada ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang secara prinsip mendukung program pemerintah. Tahap berikutnya, Dinas PUPR akan melakukan penentuan batas ulang (setting out) lahan, dilanjutkan pengukuran oleh BPN, penilaian aset oleh tim appraisal, serta musyawarah ganti untung.

Sesuai arahan pimpinan, pembayaran ganti rugi lahan ditargetkan rampung pada April 2026, sehingga pembangunan fisik JLS dapat berjalan tanpa hambatan. Pemkab Badung pun optimistis pengadaan tanah pada segmen keempat JLS dapat diselesaikan sepenuhnya.

Trase final JLS akan menghubungkan kawasan Pecatu hingga Jimbaran dengan panjang sekitar 12 kilometer, mulai dari Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera. Ke depan, Jalan Raya Karang Mas Sejahtera direncanakan menjadi salah satu titik keluar JLS menuju Simpang Kali.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan baru, Bupati Adi Arnawa juga menyiapkan jalur alternatif tambahan melalui pembangunan jalan penghubung dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu hingga tembus ke Jalan Kampus Universitas Udayana. Langkah ini diharapkan mampu menyebar arus kendaraan dan mencegah penumpukan di Simpang Kali. (rls)

Ibu Korban Banjir Kuwum Ditemukan Tak Bernyawa di Tukad Yeh Ege

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Operasi pencarian ibu dan anak yang menjadi korban longsor dan banjir yang terseret arus sungai di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, resmi dihentikan pada Kamis (22/1/2026).

Penghentian pencarian dilakukan setelah kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban terakhir yang ditemukan adalah sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (27). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di aliran Tukad Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai dari lokasi kejadian.

Pencarian melibatkan unsur Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, PMI, relawan, serta perangkat Desa Kuwum Ancak. Penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widiatmika, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dititipkan di RS Singasana, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, sang anak yakni Audrey Natalia Banafanu (1,5) telah lebih dahulu ditemukan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WITA di Pantai Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung. Balita tersebut ditemukan oleh seorang warga negara asing yang sedang berolahraga di sekitar pantai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

Peristiwa tragis ini bermula dari longsor dan banjir yang menerjang kawasan BTN Kuwum Asri 2, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026). Arus banjir menghantam rumah yang dihuni satu keluarga, yakni Semi Christian Banafanu (31), Yuliana Da Costa Makun (27), dan Audrey Natalia Banafanu (1,5).

Semi Christian Banafanu berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pohon bambu, meski mengalami patah tulang pada bagian kaki. Sementara istri dan anaknya terseret derasnya arus banjir hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (pmc)

Badung Perkuat Pengamanan dan Pulihkan Citra Tukad Bangkung

Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).
Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Meningkatnya angka kejadian dan percobaan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat sistem pengamanan kawasan tersebut.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor sebagai respons atas berbagai peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penambahan dua unit kamera pengawas (CCTV) di sisi tengah dan timur jembatan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung.

Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat tiga unit CCTV aktif yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P., saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

Jaya Saputra menjelaskan, Diskominfo Badung terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem pemantauan CCTV, khususnya di lokasi-lokasi yang memerlukan perhatian lebih.

“Untuk saat ini, kami telah menambahkan dua CCTV di posisi tengah dan timur jembatan. Dengan demikian, total ada tiga CCTV yang aktif dan dapat memantau aktivitas di Tukad Bangkung selama 24 jam. Disamping itu, rapat ini juga menjadi wadah membangun komunikasi lintas sektor agar respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Ia berharap, penguatan pengamanan ini dapat menjadi langkah preventif guna mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata unggulan, bukan sebagai lokasi dengan konotasi negatif.

“Mudah-mudahan langkah ini menjadi upaya pencegahan yang efektif. Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik pariwisata di Desa Pelaga,” tegasnya.

Sementara, Plt Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat cukup banyak kejadian bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Diskominfo Badung telah menambah dua CCTV untuk mendukung pengamanan. Selain itu, Dinas PUPR juga telah memasang kawat berduri, dan Perbekel Desa Pelaga serta Desa Belok akan menyiapkan petugas untuk berjaga di pos-pos pengamanan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, maraknya kejadian tersebut berdampak pada citra Tukad Bangkung yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata, namun kini justru dikaitkan dengan peristiwa tragis.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen bersama seluruh unsur terkait untuk mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (rls)

Ketua TP PKK Badung Panen Melon dan Sayuran Hidroponik di Abiansemal

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melaksanakan panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pertanian modern.

Panen bersama ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan usaha pertanian produktif meski dengan keterbatasan lahan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Abiansemal, Perbekel Desa Selat, para kelian dinas se-Desa Selat, serta jajaran pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada pemilik kebun, I Putu Celuk, yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pertanian hidroponik secara konsisten selama lima tahun terakhir. Menurutnya, pertanian hidroponik merupakan solusi tepat untuk menghasilkan pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Panen hari ini menunjukkan bahwa pertanian hidroponik memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Badung. Inovasi ini sejalan dengan program TP PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga mendorong kaum ibu, khususnya kader PKK, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri, hasil pertanian tersebut dinilai memiliki nilai tambah ekonomi.
“Dengan pengelolaan yang tepat, pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik Kebun Mega Hidroponik, I Putu Celuk, menjelaskan bahwa kebunnya saat ini membudidayakan melon varietas unggul serta selada hidroponik. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Badung, tetapi juga telah menjangkau sejumlah toko bahan pangan segar di berbagai daerah di Bali.

Selain panen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan teknik budidaya hidroponik, pengelolaan tanaman, serta strategi pemasaran hasil pertanian modern. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Badung berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengadopsi sistem pertanian efisien dan berorientasi pada ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. (rls)

GOW dan WHDI Badung Tanam Ratusan Pohon di Taman Beji Paluh

Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat aksi penanaman pohon bertajuk "Merawat Pertiwi" di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema Merawat Pertiwi.

Aksi penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GOW sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung, Yunita Alit Sucipta. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam, terdiri atas 50 pohon cempaka dan 50 pohon sandat. Penanaman ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi perempuan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam di wilayah Badung.

Menurut Yunita Alit Sucipta, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan Taman Beji Paluh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sumber air, kualitas udara, serta kesucian lingkungan.

“Melalui kegiatan Merawat Pertiwi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam. Taman Beji Paluh kami pilih sebagai lokasi awal kegiatan di tahun 2026 karena memiliki nilai ekologis dan spiritual bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Penarungan, PKK Desa Penarungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program pelestarian lingkungan.

Selain berdampak pada aspek ekologi, kegiatan penanaman pohon ini juga diharapkan dapat mendukung promosi Desa Wisata Penarungan. Dengan melibatkan pengurus dan anggota organisasi secara langsung, potensi desa diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Lingkungan yang terjaga dengan baik merupakan investasi jangka panjang. Alam yang lestari akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan, perlindungan, dan kesejahteraan masyarakat Badung,” tegas Yunita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kabupaten Badung Wayan Narayana beserta staf, Kepala Desa Penarungan bersama jajaran, PKK Desa Penarungan, serta para kelian dinas se-Desa Penarungan. (rls)