- Advertisement -
Beranda blog Halaman 49

Balita Korban Hanyut di Tabanan Ditemukan Meninggal di Pantai Batu Belig, Ibu Masih Dicari

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Balita bernama Audrey Natalia Banafanu yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat luapan air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (22/1/2026) pagi. Sementara itu, sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (29), hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Jenazah balita tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 Wita di sela-sela bebatuan pantai. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar sembilan kilometer dari titik awal korban hanyut. Jalur tersebut diketahui masih searah dengan aliran muara saluran irigasi Subak Jemanik yang bermuara dari kawasan Pantai Nyanyi hingga Pantai Batu Belig.

Untuk keperluan identifikasi, jenazah korban segera dievakuasi ke RS Prof Ngoerah, Denpasar.

Ketua Flobamora Tabanan, Paskalia Boli, yang mewakili pihak keluarga, membenarkan identitas balita tersebut. Ia menyatakan bahwa korban merupakan putri dari Semi Christian Banafanu. “Pihak keluarga sudah memastikan identitas korban. Saat ini jenazah masih berada di RS Prof Ngoerah dan rencananya akan dititipkan sementara di RSUD Tabanan agar memudahkan koordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, musibah tragis ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Luapan air bah dari saluran irigasi Subak Jemanik menghantam rumah kontrakan keluarga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut dipicu longsornya senderan Perumahan Asri II yang berada di atas rumah korban, sehingga menutup aliran air dan menyebabkan luapan mendadak.

Arus air yang deras menyeret Yuliana bersama dua anaknya. Sang ayah, Semi Christian Banafanu (31), hanya mampu menyelamatkan anak pertamanya, Nhatalia DeQuenza Banafanu (7). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan.

Hingga Kamis siang, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Tabanan masih melanjutkan pencarian terhadap Yuliana dengan menyisir saluran irigasi hingga ke wilayah muara. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan terus memberikan dukungan penuh dalam upaya pencarian serta penanganan para korban terdampak bencana tersebut. (pmc)

Pemkab Tabanan Tanggap Darurat Dampak Cuaca Ekstrem di Marga

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Marga. Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait, turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Kunjungan lapangan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi gorong-gorong sungai yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Selanjutnya, Wabup Dirga melanjutkan peninjauan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, tempat terjadinya peristiwa tragis akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik.

Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah kontrakan warga diterjang arus air deras pada subuh hari, Rabu (21/1). Luapan air dipicu longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup aliran irigasi di belakang rumah korban. Akibat kejadian itu, dua orang yakni seorang ibu dan anaknya terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian.

Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Kupang yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), hanyut terbawa arus. Sementara suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan dirawat di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil menyelamatkan diri.

Hingga Rabu sore, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan arahan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut terhadap korban. Ia menegaskan, perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD telah diturunkan untuk melakukan investigasi teknis serta menghitung kerugian akibat bencana.

Dirga juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia meminta peran media turut menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali potensi kerawanan wilayah, terutama bangunan yang berada di kawasan rawan bencana. Setiap potensi bahaya, kata dia, harus segera dilaporkan ke tingkat kecamatan atau pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran air kerap memperparah dampak banjir dan bencana lainnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan bersama. (rls)

Pantai Muaya Dibersihkan, Bupati Badung Tekankan Kebersihan Destinasi Wisata

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir kembali dilakukan di Kabupaten Badung. Prajuru Desa Adat Jimbaran bersama krama banjar serta para pelaku usaha menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1/2026) pagi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dengan menurunkan alat berat jenis loader untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Aksi kolaboratif tersebut memperoleh apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia menegaskan, kebersihan pantai merupakan faktor penting dalam menjaga citra dan daya tarik pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, kenyamanan wisatawan harus dijaga melalui penataan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pesona alam dan budaya menjadi kekuatan utama pariwisata Badung. Karena itu, kawasan pantai perlu dikelola tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan. Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menata kawasan strategis pariwisata seperti Jimbaran, Kuta, Canggu, dan Kedonganan.

Selain penataan fisik, Bupati asal Desa Pecatu tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Berbagai langkah penataan telah dirancang, mulai dari pengembangan jalur pedestrian, penataan fasilitas wisata, hingga peningkatan kualitas kawasan pantai agar tetap nyaman dan menarik.

Sementara itu, aksi bersih pantai di Pantai Muaya dipimpin prajuru Desa Adat Jimbaran dan melibatkan sekitar 60 hingga 70 pelaku usaha, krama banjar, serta unsur desa adat. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya sampah kiriman saat musim angin barat. Sampah yang didominasi kayu, ranting, dan plastik dibersihkan secara manual, kemudian diangkut menggunakan loader DLHK Badung.

Bendesa Adat Jimbaran I Putu Subamia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud penerapan nilai Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yaitu menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Ia menyebutkan, sampah kiriman di kawasan Jimbaran cenderung meningkat pada musim tertentu dan menjadi fenomena rutin setiap tahun.

Ke depan, Desa Adat Jimbaran berencana menjadikan kegiatan bersih pantai sebagai agenda rutin selama musim sampah kiriman. Diharapkan, upaya tersebut dapat menjaga kebersihan Pantai Muaya, mempertahankan citra Jimbaran sebagai destinasi wisata unggulan, serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan. (rls)

Darmasaba Peringkat Terbaik I Lomba Administrasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Tingkat Nasional

Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.
Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal kembali meraih prestasi yang membanggakan. Dalam lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, Darmasaba meraih peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

Penghargaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional dilaksanakan bertepatan dengan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026.

Raihan juara ini sekaligus mengulang keberhasilan Kabupaten Badung di tahun 2017. Saat itu Desa Kutuh yang meraih juara I dalam lomba yang sama.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabawa Manuaba mengatakan, raihan juara I di tingkat nasional setelah sejumlah proses yang dilalui. Bahkan jalannya penilaian telah dilakukan sejak Maret-November 2025. Dirinya bersyukur dapat meraih peringkat terbaik dalam lomba ini.

“Dari Badung kami menang di tahun 2024, kemudian naik di tingkat provinsi kami juga menang. Baru dilakukan lomba di tingkat nasional dan Darmasaba masuk di Regional II,” ujar Surya Prabawa, saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026).

Pihaknya menyebutkan, ada 14 item penilaian yang dilakukan dalam lomba ini. Meliputi tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, laporan keuangan, dan lainnya. Dirinya pun mengaku, seluruh pihak di pemerintahan Desa Darmasaba ikut terlibat dalam raihan juara.

“Ada 14 bab yang total halaman bisa sampai ratusan halaman untuk menyiapkan. Ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan November 2025,” ungkapnya.

Untuk proses penilaian, Surya Prabawa menerangkan, wartawan nasional, intel, dan Dirjen Bina Desa dari kementerian. Namun raihan juara ini tidak membuat dirinya jumawa, bahkan kedepannya tetap akan dilakukan evaluasi mendalam. Baik dari pemberdayaan, pemerintahan, dan juga kewilayahan.

“Kami siap menerima kunjungan, karena pasti akan banyak desa-desa yang berkunjung untuk belajar. Karena kemarin sebelum penilaian pun kami sudah menerima banyak desa-desa sebalik, yang mungkin akan mewakili kebupatan masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, sangat berterima kasih atas kerja keras dari seluruh perangkat desa.

“Namanya juara satu, euforia pasti ada, karena bagaimanapun teman-teman di perangkat desa, ada lembaga yang sudah bekerja dengan luar biasa, yang sudah luar biasa. Kedepan tentu saja banyak hal yang harus kita perbaiki,” imbuhnya. (jas) 

Angin Kencang di Sanur Kauh Sebabkan Kerusakan di Belasan Rumah dan Kendaraan Warga

Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.
Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Denpasar. Hujan lebat yang disertai angin puting beliung menerjang Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, belasan rumah warga mengalami kerusakan, sementara satu unit kendaraan turut terdampak.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan atap rumah warga terlepas, plafon jebol, serta sejumlah bangunan ringan seperti warung dan pelinggih roboh. Kerusakan paling banyak ditemukan di kawasan Jalan Tunggak Bingin dan beberapa titik di sekitarnya.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, bersama personel kepolisian turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keamanan serta memantau dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Kehadiran aparat kepolisian sekaligus untuk membantu proses pendataan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Menurut AKP Agus, sedikitnya 15 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut. Selain kerusakan bangunan, satu kendaraan milik warga negara asing dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca setelah tertimpa genteng yang beterbangan akibat terpaan angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun sejumlah rumah, bangunan, dan kendaraan mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian material,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Denpasar dan sekitarnya. RAN

Wabup Tabanan Tinjau Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Desa Kuwum

Wabup Tabanan I Made Dirga saat meninjau lokasi longsor di Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama Kapolres Tabanan dan Dandim Tabanan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak cuaca ekstrem di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, I Made Dirga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang telah sigap berada di lokasi dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan bentuk komitmen bersama dalam memastikan keselamatan dan penanganan cepat bagi warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, kami mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang sudah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kami berharap masyarakat Tabanan meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut,” ujar Dirga.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi cuaca, kondisi ekstrem masih berpotensi terjadi hingga bulan Maret. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi dampak bencana agar dapat diatasi bersama.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Dirga, memastikan akan memberikan bantuan melalui dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya dalam penanganan kerugian material maupun apabila terdapat korban akibat bencana di wilayah Tabanan.

Peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. (pmc)

Longsor di Banjar Kuwum Ancak, Ibu dan Anak Hilang Terseret Arus Sungai

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bencana longsor terjadi di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang ibu dan anak balitanya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai yang meluap.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Luapan air sungai yang deras menyebabkan tebing di sekitar permukiman warga longsor dan menghantam rumah korban.

Saat kejadian, keluarga korban berupaya menyelamatkan diri dengan keluar rumah. Namun derasnya arus air diduga menyeret dua orang korban hingga hilang.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Semi Christian Banafanu (31) berhasil selamat bersama anak pertamanya, Nathalia Banaganu (6). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, istri korban, Yuliana Da Kosta Makun (29), serta anak kedua mereka, Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun), hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Marga, Koramil Marga, Camat Marga, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi longsor untuk menemukan kedua korban.

Camat Marga I Gede Nyoman Sugiarta membenarkan insiden tersebut. “Yang ambruk satu rumah, BPBD Tabanan dan tim gabungan sedang di lokasi melakukan pencarian,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. (pmc)

Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan Daging Terguling di Sunset Road Kuta

Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari
Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Rabu (21/1/2026) dini hari. Sebuah truk bermuatan daging potong terguling setelah menabrak pembatas jalan di utara Underpass Patung Dewa Ruci, sekitar pukul 04.00 Wita.

Truk berwarna kuning dengan nomor polisi DK-8064-JW tersebut diketahui dikemudikan oleh Firman Zadili (26). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Sunset Road. Namun, setibanya di sekitar Underpass Dewa Ruci, truk diduga mengalami out of control hingga menghantam pembatas jalan dan akhirnya terguling di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, muatan berupa daging potong yang diangkut truk tumpah ke jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat, meski peristiwa terjadi pada jam-jam sepi kendaraan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kecelakaan hanya mengakibatkan kerugian materiil,” ujarnya.

Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Denpasar segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta evakuasi kendaraan dan muatan yang berserakan di jalan. Hingga pagi hari, situasi di lokasi kejadian kembali normal.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat berkendara pada dini hari dan dalam kondisi cuaca hujan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (*)

Pohon Pule Tua Roboh di Setra Adat Kebon, Pelinggih Beji Rusak Parah

Proses penanganan pohon pule tumbang di areal Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (20/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah pohon pule berukuran besar tumbang di kawasan Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin petang dan baru mendapat penanganan pada Selasa (20/1/2026).

Pohon jenis Alstonia scholaris itu memiliki diameter sekitar 1,5 meter dengan ketinggian diperkirakan mencapai lebih dari 40 meter. Saat roboh, batang pohon menimpa pelinggih Beji yang berada di sisi utara area setra, menyebabkan bangunan suci tersebut mengalami kerusakan berat.

Kepala Wilayah Banjar Kebon, I Wayan Listiya Mahayana, mengatakan kejadian berlangsung saat hujan turun cukup deras. Beruntung, tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Lokasi pohon berada di area kuburan desa. Karena cuaca hujan dan tidak ada warga yang beraktivitas, kejadian ini tidak menelan korban,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, kerusakan pelinggih Beji diperkirakan menimbulkan kerugian materiil lebih dari Rp10 juta. Bangunan tersebut dilaporkan hancur akibat tertimpa batang pohon yang sangat besar.

Menurut Listiya Mahayana, tumbangnya pohon pule disebabkan oleh faktor alam. Kondisi cuaca buruk disertai angin kencang, ditambah usia pohon yang sudah tua serta akar yang tidak lagi kuat menopang beban, menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

Dalam proses penanganan, aparat kepolisian bersama perangkat desa dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material pohon. Personel Polsek Selemadeg turut diterjunkan untuk membantu evakuasi.

Kapolsek Selemadeg, AKP I Putu Eka Rai Putra, menjelaskan bahwa petugas menggunakan dua unit mesin senso untuk memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar mudah dipindahkan.

“Material pohon sudah berhasil dibersihkan dan area setra kembali tertata. Akses jalan juga sudah dapat dilalui warga,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Selemadeg dan sekitarnya. (pmc)

Wabup Dirga Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Pupuan, Pemkab Tabanan Salurkan Bantuan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani dampak bencana tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni Banjar Dinas Dauh Tukad dan Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memantau penanganan pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor, masing-masing milik I Nyoman Pariasa di Banjar Dinas Dauh Tukad dan I Wayan Arta Widana di Banjar Dinas Padangan Kelod. Longsor dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama, sehingga menyebabkan pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan amanat langsung dari Bupati Tabanan untuk melihat secara nyata kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga dalam membantu sesama di tengah situasi darurat.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi kebersamaan dan solidaritas warga yang dengan sigap saling membantu. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Dirga menambahkan, wilayah Pupuan termasuk daerah yang memiliki potensi rawan bencana, khususnya saat curah hujan tinggi dan berkepanjangan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain itu, Dirga juga memberikan apresiasi kepada jajaran BPBD, PMI, serta unsur terkait lainnya yang dinilai aktif dan responsif dalam melakukan penanganan serta pendampingan kepada warga terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyalurkan bantuan tunai kepada korban bencana tanah longsor guna meringankan beban masyarakat serta membantu pemulihan pascakejadian. (rls)