- Advertisement -
Beranda blog Halaman 47

Safari Badung Peduli Sentuh Lingkungan hingga Kemanusiaan di Desa Buduk

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin pelaksanaan Safari Badung Peduli di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Minggu (25/1/2026). Kegiatan rutin ini menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam upaya memperkuat kepedulian sosial yang menyentuh bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Safari diawali dengan kegiatan gotong royong di kawasan sempadan Sungai Yeh Ayung, tepatnya di area Pura Taman Beji. Selain membersihkan lingkungan sungai, rombongan juga melakukan penanaman pohon cempaka serta penebaran benih ikan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa Safari Badung Peduli tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, namun juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial di Banjar Bernasi. Pada kesempatan tersebut, Rasniathi memberikan apresiasi kepada penyandang disabilitas dengan membeli hasil karya lukisan milik Agus Mertayasa. Selain itu, bantuan kursi roda diserahkan kepada Komang Mariani sebagai upaya meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga yang membutuhkan.

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), Rasniathi juga meninjau pengelolaan Bank Sampah Banjar Bernasi. Ia menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga guna mendukung lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, Ketua TP PKK Badung yang juga menjabat Ketua K3S tersebut meninjau pelaksanaan bimbingan belajar Bahasa Inggris di Banjar Umakepuh serta program bimbingan Aksara Bali yang berlangsung di Kantor LPD Buduk. Kedua program tersebut dinilai penting sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia yang seimbang antara penguasaan bahasa global dan pelestarian budaya lokal.

Safari Badung Peduli juga menyasar penguatan ekonomi kerakyatan melalui kunjungan ke perajin gelang Tri Datu di Banjar Gunung. Selain itu, dilakukan kunjungan kemanusiaan kepada warga penderita kanker sebagai bentuk dukungan moral yang difasilitasi oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Badung.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Temu Wirasa di Kantor Perbekel Buduk bersama kader TP PKK, Bunda PAUD, dan kader Posyandu. Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi menegaskan bahwa sinergi antara kader dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan Safari Badung Peduli ini turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Bendesa Adat Buduk, unsur Tripika Kecamatan Mengwi, serta tokoh masyarakat setempat. (rls)

TP PKK Badung Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, meninjau langsung pelaksanaan program Plastic Exchange di Banjar Permata, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pemilahan sampah anorganik serta meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Permata tersebut memperlihatkan proses penukaran sampah plastik dengan kebutuhan pokok. Rasniathi Adi Arnawa turut menyaksikan langsung mekanisme penimbangan sampah yang dikumpulkan warga. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa, serta pengurus TP PKK setempat.

Rasniathi memberikan apresiasi atas komitmen kader Bank Sampah Banjar Permata yang secara konsisten menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ia juga menilai kolaborasi antara Bank Sampah Banjar Permata dengan TPS3R Banjar Sawangan sebagai contoh pengelolaan sampah terpadu yang patut dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Badung.

Selain pengelolaan sampah anorganik, Banjar Permata juga dinilai mandiri dalam mengelola sampah organik. Sampah organik diolah melalui sistem komposter yang berada di area Balai Banjar, dengan hasil pupuk dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung penghijauan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Rasniathi turut meninjau penataan telajakan rumah warga. Ia mendorong aparat lingkungan setempat agar terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif maupun tanaman hias. Lingkungan hijau dan tertata, menurutnya, menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap alam.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Badung berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga dapat terus meningkat, sehingga mendukung terwujudnya Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pada tahun 2026. (rls)

Bupati Badung Buka Seqyunk Fun Kalcer Bike Perdana di Abiansemal

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka kegiatan perdana Seqyunk Fun Kalcer Bike yang digelar Komunitas Seqyunk Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Kegiatan yang memadukan olahraga bersepeda dengan unsur kreativitas tersebut dipusatkan di Lapangan Pura Dalem Desa Adat Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/1/2026).

 

Ajang ini diikuti lebih dari 100 peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Bali. Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, perwakilan Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, serta tokoh adat setempat.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif positif masyarakat, Bupati Adi Arnawa menyerahkan dana motivasi sebesar Rp10 juta kepada panitia penyelenggara. Bantuan tersebut diharapkan dapat memacu semangat komunitas dalam mengembangkan kegiatan serupa ke depan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Menurutnya, kesehatan jasmani menjadi fondasi utama dalam menciptakan produktivitas dan kualitas hidup yang baik. Ia juga mengapresiasi Komunitas Seqyunk yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Bupati menambahkan, kegiatan Fun Kalcer Bike tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana rekreasi dan relaksasi di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Seqyunk Fun Kalcer Bike, IB. Gede Suparsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus menyalurkan kreativitas para pecinta sepeda. Tiga kategori utama yang dilombakan meliputi Fun Kalcer Bike, Bicycle Race, dan Bicycle Contest.

 

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebersamaan komunitas pesepeda di Bali. (rls)

TP PKK Badung Bersinergi dengan KADIN Salurkan Bantuan Toilet di Tumbak Bayuh

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Upaya mewujudkan akses sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Badung menyalurkan bantuan sarana toilet kepada warga kurang mampu di Banjar Kelepekan, Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Sabtu (24/1/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Ketua KADIN Badung Putu Gede Putra Adnyana. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Desa Tumbak Bayuh, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Ny. Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa pemenuhan akses sanitasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan. Ia mengapresiasi keterlibatan KADIN Badung yang dinilai konsisten mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. TP PKK Badung, kata dia, akan terus membuka ruang kolaborasi guna menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan fasilitas sanitasi standar.

Sementara itu, Ketua KADIN Badung Putu Gede Putra Adnyana menyampaikan bahwa penyaluran bantuan toilet ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial KADIN Badung. Program tersebut berada dalam payung kegiatan “Gerakan Badung Peduli” yang secara rutin dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Ia menambahkan, ke depan KADIN Badung berencana memperluas bentuk kepedulian sosial tidak hanya di bidang sanitasi, tetapi juga pada sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak pihak swasta yang tergerak untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Badung. (rls)

PHRI Bali Catat Okupansi Hotel Turun Meski Kunjungan Wisatawan Tinggi

Paengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).
Paengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan sektor pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Dewa Made Indra saat menghadiri pengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).

“Era saat ini adalah era kolaborasi. Tantangan yang dihadapi pariwisata Bali hanya bisa diselesaikan jika pemerintah dan pelaku industri bekerja bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan dan komunikasi yang berkelanjutan agar pengelolaan pariwisata Bali tetap berkelanjutan serta mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mengungkapkan, PHRI Bali mencatat penurunan tingkat okupansi hotel sepanjang tahun 2025, meskipun jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan.

“Jika dibandingkan antara tahun 2024 dan 2025, tingkat okupansi hotel memang mengalami penurunan sekitar 8 persen,” ungkap Cok Ace.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi anomali dalam struktur pariwisata Bali karena peningkatan kunjungan wisatawan tidak berbanding lurus dengan kinerja hotel maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.

“Kunjungan wisatawan meningkat, tetapi okupansi menurun dan PAD juga tidak naik signifikan. Jika PAD tidak meningkat, maka kesejahteraan masyarakat tentu ikut terpengaruh,” jelasnya.

Cok Ace menambahkan, penurunan okupansi pada bulan Januari merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun dan tidak berkaitan langsung dengan cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca buruk terjadi secara global, tidak hanya di Bali.

Selain faktor musiman, PHRI Bali juga menyoroti maraknya akomodasi yang tidak terdaftar secara resmi. Keberadaan usaha akomodasi ilegal tersebut dinilai memecah distribusi wisatawan dan menggerus pangsa pasar hotel yang tercatat secara resmi.

“Banyak akomodasi yang tidak terdaftar ikut mengambil wisatawan, dan hal ini berdampak pada okupansi hotel resmi,” katanya.

Oleh karena itu, PHRI Bali menekankan pentingnya penguatan basis data pariwisata yang valid dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan proyeksi kebutuhan akomodasi di Bali ke depan.

“Tanpa data yang akurat, sulit menentukan apakah Bali masih memerlukan tambahan kamar atau justru sudah mengalami kelebihan pasokan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, PHRI Bali berharap adanya sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri agar pertumbuhan pariwisata Bali benar-benar berdampak positif bagi industri dan kesejahteraan masyarakat. (rls)

Kasus Rabies Muncul di Pupuan, Pemkab Tabanan Langsung Gelar Vaksinasi Massal

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani temuan kasus rabies di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan. Melalui Dinas Pertanian, vaksinasi massal langsung digelar sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus rabies ke wilayah sekitar.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah seekor anjing peliharaan di Banjar Munduktemu Kelod dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. Sebelum mati, anjing tersebut sempat menggigit pemiliknya, seorang pelajar SMP, saat hendak diikat di rumah pada Jumat (24/1/2026).

Korban mengalami luka gores di bagian punggung dan tangan kiri. Setelah kejadian, korban segera mendapatkan penanganan medis berupa Vaksin Anti Rabies (VAR) di Puskesmas Pupuan I sehingga risiko penularan dapat diminimalkan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gede Eka Partha, mengatakan pemerintah daerah langsung menerjunkan tim untuk melakukan vaksinasi massal begitu hasil laboratorium memastikan anjing tersebut positif rabies.

“Vaksinasi massal sudah kami laksanakan sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penyebaran rabies. Saat ini Desa Munduktemu kami tetapkan sebagai zona merah rabies,” ujarnya.

Vaksinasi difokuskan di Banjar Munduktemu Kelod dan Banjar Anggasari Kaja yang berada paling dekat dengan lokasi kasus. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi respons cepat sebelum cakupan vaksinasi diperluas apabila diperlukan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Perbekel Munduktemu, I Gusti Made Arsana, menjelaskan sebelum menggigit pemiliknya, anjing tersebut diduga sempat berkelahi dengan seekor anjing liar. Beberapa hari kemudian hewan itu menunjukkan perubahan perilaku, seperti berlari tanpa arah dan mengeluarkan suara yang tidak biasa meski sebelumnya telah dua kali menerima vaksin rabies.

Saat pemilik berupaya mengikatnya karena melihat perilaku yang mencurigakan, anjing itu justru menyerang. Sehari setelah kejadian, anjing ditemukan mati dan sampel otaknya kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil pengujian yang diterima pada Selasa (27/1) memastikan hewan tersebut positif rabies.

Selain melakukan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama pemerintah desa juga menyiapkan langkah pengendalian populasi anjing liar melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat dan komunitas pecinta hewan. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan persoalan sosial di masyarakat.

Dinas Pertanian memastikan ketersediaan vaksin rabies di Kabupaten Tabanan masih mencukupi untuk mendukung program vaksinasi lanjutan. Hingga awal 2026, Desa Munduktemu menjadi desa kedua di Tabanan yang berstatus zona merah rabies setelah sebelumnya terdapat satu desa di Kecamatan Selemadeg Barat. (rls/kmftbn)

Nilai ITKP 95,24, Tata Kelola Pengadaan Pemkab Tabanan Berpredikat Sangat Baik

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan penilaian final Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Tabanan meraih nilai 95,24 dan masuk dalam kategori sangat baik.

Capaian tersebut diraih melalui kinerja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, yang dinilai berhasil menerapkan prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas secara konsisten dalam proses pengadaan pemerintah.

Indeks Tata Kelola Pengadaan merupakan salah satu instrumen penting dalam reformasi birokrasi nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan standar yang telah ditetapkan LKPP.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik capaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Tabanan. Ia menilai, prestasi ini merupakan buah dari komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pelayanan publik.

“Capaian ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan setiap proses pengadaan berjalan efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ITKP melalui penguatan sistem pengadaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Dengan langkah tersebut, tata kelola pengadaan diharapkan semakin modern dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan. (rls)

Badung Tegaskan Kesiapan Dukung Program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali 2026

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan seluruh program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (23/1/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dan diikuti oleh para ketua serta pengurus Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota se-Bali. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai agenda kerja tahun 2026, di antaranya program aksi sosial Membina dan Berbagi, pembinaan Posyandu, Lomba Posyandu PSP PSBS, Lomba Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota, lomba pemanfaatan telajakan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi Program PSBS.

Usai rapat, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa Kabupaten Badung siap mengimplementasikan seluruh program yang telah dirancang di tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan Posyandu menjadi prioritas utama, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan keluarga.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh program dapat berjalan optimal dan berdampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam memperkuat peran Posyandu. Menurutnya, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang harus terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan, terutama perlindungan bagi kelompok rentan.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Bali dapat menyelaraskan langkah dan program kerja, sehingga peran Posyandu semakin optimal dalam mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan sejahtera. (rls)

Pansel Resmi Tetapkan Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung secara resmi menetapkan jajaran direksi baru. Dalam penetapan tersebut, Kompiang Gede Pasek Wedha dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama, sementara posisi Direktur Umum diemban oleh I Made Anjol Wiguna.

Penetapan direksi dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan diumumkan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menerima Panitia Seleksi sekaligus melaksanakan wawancara akhir calon direksi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (22/1/2026).

Bupati Adi Arnawa menegaskan, proses seleksi direksi telah dilaksanakan secara profesional, objektif, dan transparan guna menjaring figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta visi yang kuat dalam mengelola badan usaha milik daerah.

Ia berharap jajaran direksi terpilih mampu bekerja secara akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, Perumda Pasar dan Pangan MGS memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal di Kabupaten Badung.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan pentingnya keberpihakan Perumda terhadap petani. Ia mengingatkan agar pengelolaan Perumda tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan petani dan keluarganya. Salah satu bentuk perhatian pemerintah, kata dia, adalah dukungan terhadap petani melalui berbagai program insentif dan pendidikan.

“Kita ingin petani di Badung benar-benar bangga menjadi petani. Pemerintah akan hadir untuk meringankan beban mereka, termasuk melalui pemberian beasiswa bagi anak-anak petani yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara berkala. Evaluasi tersebut dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kinerja direksi harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.

Dengan ditetapkannya direksi baru, Pemerintah Kabupaten Badung berharap Perumda Pasar dan Pangan MGS dapat bertransformasi menjadi BUMD yang adaptif dan inovatif. Ke depan, Perumda diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi, serta memperkuat pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan. (rls)

Angin Kencang Hantam Desa Senganan, Bale Gong Pura Puseh Ambruk

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bangunan Bale Gong di Pura Puseh Dasar, Banjar Dinas Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, roboh akibat diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp600 juta.

Bendesa Adat Senganan, I Nyoman Nasta (65), mengatakan peristiwa robohnya Bale Gong pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi pura. Saat kejadian, saksi mendengar suara gemuruh dari arah pura, kemudian mengecek ke dalam area pura dan mendapati bangunan Bale Gong telah roboh.

“Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Senganan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Saksi mata dalam kejadian tersebut, I Putu Wina Adi Saputra (20), mengaku saat itu sedang duduk di warung di depan Pura Puseh Dasar. Ia mendengar suara keras menyerupai gemuruh sebelum akhirnya mengetahui bangunan Bale Gong roboh. Saksi lainnya, I Gusti Putu Agung Sukayasa (32), juga membenarkan kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Penebel bersama Bhabinkamtibmas Desa Senganan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan. Petugas melakukan pendataan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mendokumentasikan kondisi bangunan yang roboh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, robohnya Bale Gong diduga kuat disebabkan oleh angin kencang yang melanda wilayah tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa.

Saat ini, pihak desa adat bersama aparat terkait masih melakukan koordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya, termasuk pengamanan area pura dan rencana perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan. Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (pmc)