- Advertisement -
Beranda blog Halaman 46

Bupati Instruksikan Bangun Teba Modern Berbasis Rumah Tangga

Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat koordinasi dengan Camat, Perbekel, Lurah dan Pengelola TPS3R terkait penanganan sampah, Jumat (19/12).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat koordinasi dengan Camat, Perbekel, Lurah dan Pengelola TPS3R terkait penanganan sampah, Jumat (19/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Menyikapi permasalahan sampah di Kabupaten Badung, terlebih adanya kebijakan pembatasan dan akan ditutupnya TPA Suwung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan Camat, Perbekel, Lurah dan Pengelola TPS3R untuk koordinasi sekaligus mengambil langkah konkret penanganan sampah, Jumat (19/12) di Puspem Badung.

 

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati didampingi Plt. Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Made Rai Warastuthi menginstruksikan kepada Perbekel dan Lurah bekerjasama dengan Bendesa Adat untuk segera membangun teba modern berbasis rumah tangga. “Kami melihat belum semua desa maupun kelurahan memiliki TPS3R. Langkah paling cepat untuk mengurangi sampah, kami mendorong terbangunnya teba modern atau sejenisnya berbasis rumah tangga yang dibiayai pemerintah dalam hal ini dari APBDes,” jelasnya.

 

Agar program ini berjalan dengan baik, Bupati telah memerintahkan Dinas PMD dalam evaluasi APBDes agar masing-masing Desa membangun teba modern. Termasuk di Kelurahan juga otomatis, karena Kelurahan ini langsung dengan APBD, agar berkoordinasi dengan Tim Kabupaten untuk pembiayaannya. “Langkah ini kami lakukan sebagai upaya dan solusi penanganan sampah jangka pendek di badung. Dan kedepan kami harapkan dapat melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

 

Selain teba modern, Bupati juga menegaskan di masing-masing Desa dan Kelurahan agar membentuk Satgas penanganan sampah yang langsung dipimpin oleh Perbekel atau Lurah bekerjasama dengan Desa Adat. Tugasnya memantau dan memberi pembinaan penanganan sampah di rumah tangga. Di Kecamatan juga diwajibkan membentuk Satgas penanganan sampah. Dibagian lain, terkait dengan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pihak swasta agar dapat dikoordinasikan sehingga secara prinsip semua sampah dapat diselesaikan wilayah itu sendiri. Termasuk pula sampah yang bersumber dari industri pariwisata, yang belum mempunyai pengolahan sampah agar diarahkan ke TPS3R terdekat. Berkenaan dengan hal tersebut Bupati meminta DLHK melakukan pemetaan terhadap kesiapan menerima limpahan sampah, baik SDMnya maupun biaya operasionalnya. “Dengan langkah ini harapan kita dapat mengurangi penanganan sampah di TPST, bahkan keinginan kita kedepan Badung dapat zero membuang sampah ke TPA Suwung,” terang Bupati. (rls)

Pemkab Tabanan Anugerahkan Penghargaan kepada 12 Inovator dalam Lomba Inovasi Daerah 2025

Penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12).
Penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12).

PANTAUBALI.COM , TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan menganugerahkan penghargaan kepada 12 inovator terbaik dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2025 bertajuk Jayaning Singasana. Penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Tabanan yang diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, gagasan, dan kontribusi nyata para inovator dalam mendukung pembangunan daerah.

Sebanyak 12 inovator penerima penghargaan terbagi dalam empat kategori. Pada Kategori SMP/Sederajat, peringkat pertama diraih Dewa Ayu Gede Indira Anandini Putri dengan inovasi MARS (Maggot Recycle School), yakni daur ulang sampah organik berbasis maggot. Peringkat kedua diraih Ni Putu Novi Suda Aryani melalui inovasi KECO-LIFE, pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai solusi penanggulangan erosi dan ketahanan pangan di sekolah. Sementara peringkat ketiga diraih Dewa Ayu Fanny Apriliani dengan inovasi Banana Plastik “Biu Gedang Saba” untuk masa depan.

Pada Kategori SMA/SMK/Sederajat, peringkat pertama diraih Ni Putu Jeni Padma Gayatri dengan inovasi BONZALA (Abon Salak) sebagai produk ikon kuliner Tabanan. Peringkat kedua diraih Ni Kadek Dinda Cantika Dewi dengan inovasi TAMAS (Tabanan Agricultural Monitoring and Analysis System), dan peringkat ketiga diraih Ni Kadek Giyopani Santi Dewi dengan inovasi ECO BOKOR, pemanfaatan koran dan kertas bekas agar memiliki nilai jual tinggi.

Untuk Kategori Aparatur Sipil Negara (ASN), peringkat pertama diraih Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. dengan inovasi SAHABAT SELSA (Sapa Hati Berbasis AI Teknologi di SMP Negeri 1 Selemadeg). Peringkat kedua diraih Ni Made Era Puspayani, S.T., M.AP. dengan inovasi PEDULI (Program Edukasi Unit Layanan Disabilitas), dan peringkat ketiga diraih Febrina Rachmawati, S.Pd. dengan inovasi SUNARI (Suara dan Aspirasi Murid).

Sementara itu, pada Kategori Komunitas Kreatif dan UMKM Desa, peringkat pertama diraih I Gusti Ngurah Made Prabhaswara dengan inovasi Mesin Cacah Sampah Organik Bertenaga Surya sebagai media edukasi energi bersih menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045. Peringkat kedua diraih I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd. dengan inovasi SIKADEK (Sistem Informasi Kebencanaan Desa Kukuh), dan peringkat ketiga diraih I Made Sugianto dengan inovasi Pustaka Ekspresi, inovasi penerbitan buku berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi desa.

Dikonfirmasi terpisah pada Sabtu (20/12), Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menilai kualitas inovasi yang dihasilkan pada tahun 2025 sangat baik, dengan keunggulan dan manfaat yang beragam bagi masyarakat.

“Seluruh inovasi yang lahir tahun ini menunjukkan kualitas yang sangat baik. Masing-masing memiliki kelebihan dan manfaat nyata, baik di bidang lingkungan, pendidikan, sosial, maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.

Bupati Sanjaya juga menegaskan bahwa peran para inovator di Tabanan sangat strategis dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintah dan masyarakat. Berkat komitmen tersebut, Kabupaten Tabanan berhasil meraih Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 sebagai penerima penghargaan tambahan Kategori Sangat Inovatif, subkategori Kabupaten Sangat Inovatif.

Lebih lanjut, Bupati berharap ke depan semakin banyak inovasi yang lahir dari putra-putri Tabanan. “Kami berharap di tahun mendatang akan lahir lebih banyak lagi inovasi dari para inovator Tabanan sebagai langkah nyata mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berkontribusi,” tambahnya.

Selain penghargaan kepada para juara, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada empat peserta Kategori Video Terfavorit, masing-masing Ni Kadek Ari Anjani Putri, Putu Roby Adi Adnyana, I Wayan Dharma Astika, S.T., M.Si., serta I Putu Aditya Perdana.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh pemenang lomba memperoleh piagam penghargaan, trofi, uang pembinaan, serta hadiah dari para sponsor kegiatan. Ia juga memastikan bahwa lomba inovasi daerah akan kembali digelar pada tahun mendatang.

“Lomba ini akan kembali dilaksanakan tahun depan. Kami mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk mulai mempersiapkan ide dan inovasinya sejak dini. Pada tahun 2026, kami persilakan kembali untuk berpartisipasi dan menunjukkan karya terbaik bagi Tabanan,” pungkasnya. (rls)

Momentum Bela Negara Ke-77, Pemkab Tabanan Apresiasi Purna Tugas ASN Serta Dorong Literasi dan Inovasi Daerah

Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12).
Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12).

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Tabanan, Jumat (19/12). Upacara dipimpin oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M selaku Komandan Upacara, yang diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Momentum ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi PNS Purna Tugas terhitung mulai 1 Desember 2025, serta penyerahan hadiah Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana dan Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

 

Dengan mengusung Tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, jalannya upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Para peserta upacara terdiri dari Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Kepala perangkat daerah, serta jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Peringatan Hari Bela Negara setiap tanggal 19 Desember merupakan momentum penting untuk menunjukkan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

 

“Kita mengenang berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika agresi militer kedua mengancam keberlangsungan republik. Semangat bela negara terbukti mampu menjaga Indonesia tetap berdiri,” ujar Wabup Dirga membacakan amanat dari Presiden Republik Indonesia pagi itu. Sekaligus menyampaikan, tema peringatan tahun ini, “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui disiplin, kesiapsiagaan, serta ketangguhan seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

 

Situasi dunia yang penuh ketidakpastian, rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi hingga manipulasi informasi menjadi bentuk ancaman baru bagi bangsa. Selain itu, ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan hadir dalam berbagai bentuk seperti perang siber, radikalisme, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi. Dalam kondisi ini, semangat bela negara dikatakannya menjadi kekuatan moral dan kebersamaan seluruh elemen bangsa, demi menjaga persatuan Indonesia.

 

Pada bagian lain sambutan tersebut, juga disampaikan peringatan Hari Bela Negara Ke-77 ini bertepatan dengan ujian berat bagi saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam. Ketiga wilayah tersebut memiliki sejarah penting dalam perjalanan republik. Aceh dikenal sebagai daerah modal yang memberikan dukungan logistik, dana serta perjuangan diplomasi pada masa kemerdekaan.

 

Sumatera Utara dikenang sebagai salah satu pusat medan juang yang menorehkan perlawanan heroik terhadap agresi Belanda. Dalam sejarahnya, wilayah tersebut menjadi titik strategis yang menjaga keberlanjutan pemerintahan republik. Dan dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahirlah PDRI sebagai penyelamat republik dalam masa tersulit sejarah Indonesia. Melalui keberanian para pemimpin dan rakyatnya, republik tetap berdiri.

 

Semangat tiga wilayah tersebut mempertegas, bahwa kebangkitan serta persatuan Indonesia tidak terlepas dari ketangguhan daerah-daerah penopang sejarah tersebut. Karena itu, momentum Hari Bela Negara harus menjadi pengingat bahwa cinta tanah air perlu diwujudkan melalui aksi nyata; mulai dari membantu sesama, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga memberikan kontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing untuk Indonesia yang kuat dan maju.

 

“Bela negara adalah bentuk cinta yang paling nyata kepada bangsa. Kita buktikan dengan bekerja, berinovasi, membantu sesama, serta menjaga persatuan,” tegas Dirga. Pihaknya juga berharap peringatan ini menjadi dorongan bagi seluruh ASN dan masyarakat Tabanan untuk terus berkarya, terus mengabdi, dan terus meneguhkan persatuan demi Indonesia yang maju, aman, dan bermartabat.

Upacara resmi ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sembilan PNS purna tugas, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah Juara Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana, serta hadiah lomba video konten literasi Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung dengan tertib dan penuh suka cita. Dengan peringatan ini, Pemkab Tabanan berharap semangat bela negara terus terpatri dalam diri seluruh masyarakat, terutama generasi muda sebagai pelanjut cita-cita bangsa. (rls)

Bupati Adi Arnawa Serahkan Penghargaan Usia Harapan Hidup 75 Tahun

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan langsung penghargaan secara simbolis kepada AA. Made Puger yang berulang tahun ke-103, di Lingkungan Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Jumat (19/12)
Bupati Wayan Adi Arnawa dan Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan langsung penghargaan secara simbolis kepada AA. Made Puger yang berulang tahun ke-103, di Lingkungan Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Jumat (19/12)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangka memberikan motivasi dan penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Badung yang telah melampaui Usia Harapan Hidup (UHH) 75 Tahun, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan langsung penghargaan secara simbolis kepada Anak Agung Made Puger yang berulang tahun ke-103, bertempat di Lingkungan Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, pada Jumat (19/12).

 

Pada kesempatan ini, Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi merayakan Ulang Tahun Anak Agung Made Puger yang jatuh pada tanggal 11 Desember yang lalu, seraya menyerahkan penghargaan berupa uang sebesar Rp. 3 Juta dan Kado. Selain itu Bupati juga menyerahkan secara simbolis Akta Kelahiran dan Perkawinan untuk masyarakat di Kelurahan Kerobokan Kaja kepada Lurah Kerobokan Kaja I Gst. Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra.

 

Bupati Badung menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para Lansia dan seluruh masyarakat di Kabupaten Badung untuk senantiasa menerapkan kebiasaan/pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan juga dapat menambah kebahagiaan para penglingsir/lansia di masa tua nya.

 

“Mudah-mudahan dengan program ini akan menambah motivasi masyarakat Badung untuk hidup sehat. Kalau semua masyarakat Kabupaten Badung yang mampu hidup mencapai usia harapan hidup, berarti menunjukkan bahwa kualitas derajat kesehatan di Badung ini berkembang. Ini juga merupakan wujud perhatian pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Badung serta kami akan selalu hadir dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Bupati Badung Adi Arnawa juga menyampaikan bahwa pada Bulan Desember 2025 ini, penghargaan diserahkan kepada masyarakat yang mencapai UHH 75 Tahun yang lahir pada tanggal 3-15 Desember dengan jumlah penerima sebanyak 362 orang. Untuk masyarakat yang lahir pada tanggal 16-31 Desember akan diserahkan penghargaan ini pada awal Bulan Januari tahun 2026. Total jumlah penerima penghargaan sekitar 18.000 sampai 19.000 orang.

 

“Pemkab Badung sangat menghargai kontribusi, jasa-jasa, pengabdian dan dedikasi para sesepuh kita yang turut dalam membangun Kabupaten Badung. Atas nama pribadi dan pemerintah, mengucapkan selamat kepada para Lansia penerima penghargaan, semoga usia panjang dan kesehatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa dapat menjadi berkah dan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Saya berharap, para penerima penghargaan dapat terus menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda, sehingga dapat mengikuti jejak para penglingsir yang kita hormati dan membuat Kabupaten Badung semakin maju dan sejahtera. Semoga melalui pemberian penghargaan ini dapat menjadi momentum untuk senantiasa memberikan perhatian kepada para penglingsir kita di Kabupaten Badung dan juga kesehatan masyarakat,” harapnya.

 

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala OPD terkait dilingkungan Pemkab Badung BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta unsur tripika kecamatan beserta Kepala Lingkungan se Kelurahan Kerobokan Kaja dan Kelian Banjar Adat se Desa Kerobokan. (rls)

 

Caption :

 

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan langsung penghargaan secara simbolis kepada AA. Made Puger yang berulang tahun ke-103, di Lingkungan Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Jumat (19/12).

CAKRAWASI, Sistem Baru Polda Bali Awasi WNA dan Keamanan Pariwisata

Sosialisasi CAKRAWASI, sistem baru Polda Bali awasi WNA dan keamanan pariwisata Bali.
Sosialisasi CAKRAWASI, sistem baru Polda Bali awasi WNA dan keamanan pariwisata Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) meluncurkan CAKRAWASI (Cakra Pengawasan Orang Asing), sebuah sistem pendataan warga negara asing (WNA) berbasis web yang dirancang untuk memperkuat pengawasan keberadaan orang asing di Bali secara terintegrasi dan real time.

Direktorat Intelkam Polda Bali, Ipda I Ketut Yudi Mahendra Putra, menjelaskan bahwa CAKRAWASI dikembangkan sebagai respons atas meningkatnya mobilitas dan jumlah WNA di Bali, sekaligus untuk menutup celah lemahnya pendataan orang asing yang selama ini kerap terjadi, khususnya di hunian dan akomodasi nonresmi.

“Program CAKRAWASI memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 juncto Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Keimigrasian, hingga Perpol Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pengawasan Fungsional Kepolisian terhadap Orang Asing,” jelas Yudi Mahendra, Jumat (19/12/2025).

Peluncuran CAKRAWASI dinilai semakin mendesak seiring lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Data mencatat, pada 2024 jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 6,3 juta orang, dan pada 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 7 hingga 8 juta kunjungan.

Namun di sisi lain, pertumbuhan akomodasi ilegal serta rendahnya tingkat hunian hotel resmi dinilai berdampak pada tidak optimalnya pendataan WNA. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari pelanggaran izin tinggal hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polda Bali mencatat adanya peningkatan kasus kriminal yang melibatkan WNA, dari 445 kasus pada 2024 menjadi 522 kasus hingga Oktober 2025. Kasus tersebut meliputi tindak pidana narkotika, pelanggaran keimigrasian, hingga kejahatan lintas negara yang kerap beroperasi dari hunian tidak resmi.

“Melalui CAKRAWASI, pendataan WNA dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan terpusat. Sistem ini sejalan dengan amanat Pasal 72 dan Pasal 117 Undang-Undang Keimigrasian, yang mewajibkan pengelola penginapan melaporkan data tamu asing kepada aparat berwenang,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Polda Bali menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali untuk menyosialisasikan penggunaan CAKRAWASI kepada seluruh pelaku usaha akomodasi. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan seluruh wisatawan asing terdata secara optimal, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas WNA di Bali.

Melalui sistem ini, Polda Bali menargetkan terciptanya pariwisata Bali yang aman, tertib, dan berkualitas, dengan pengawasan orang asing yang lebih transparan serta mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan di tengah tingginya arus wisatawan. (ana)

Badung Gelar Temu Usaha dan Badung Local Supply Expo 2025 Pertemukan Pelaku Usaha Tani dengan Pengusaha dan Pelaku Pariwisata

Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri acara temu usaha dan Badung Local Supply Expo Tahun 2025, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (18/12).
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri acara temu usaha dan Badung Local Supply Expo Tahun 2025, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (18/12).

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Pemerintah Kabupaten Badung menggelar temu usaha/table top mempertemukan pelaku usaha tani dengan pengusaha dan pelaku pariwisata, dirangkaikan dengan Badung Local Supply Expo Tahun 2025, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (18/12).

Kegiatan ini sebagai wadah menghubungkan dan membangun jejaring bisnis antara pelaku usaha tani dengan pelaku dunia pariwisata. Acara tersebut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Cok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), pelaku pariwisata dan pelaku usaha tani.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa sangat mengapresiasi kegiatan temu usaha dan badung local supply expo yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan bersama Tim Ekonomi Kreatif Badung. Kegiatan ini sangat penting dan strategis dalam upaya mempertemukan antara pelaku usaha tani selaku produsen dengan para pengusaha selaku buyer dari produk-produk petani.

“Harapan kita bagaimana mendorong produksi-produksi petani dapat dimanfaatkan oleh para buyar pelaku wisata dan ini bisa kita wujudkan,” jelasnya. Selain itu harapannya dapat menekan alih fungsi lahan.

Dengan upaya memberikan insentif bagi para petani. Selain itu pihaknya telah menyiapkan beasiswa S1 untuk meningkatkan SDM anak-anak petani. “Mulai 2026 kita berikan beasiswa kuliah S1 bagi anak-anak petani. Ini kan tujuannya agar petani fokus untuk menjadi petani. Dan kita berharap juga nanti regenerasi petani ini harus ada,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa temu usaha ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Badung dalam mewujudkan pariwisata badung yang berkualitas berdasarkan nilai-nilai nangun sat kerti loka bali. Dari visi tersebut dituangkan ke dalam tujuh misi yang disebut Sapta Kriya Adi Cipta.

Ada tiga visi yang berkaitan dengan pertanian dan pariwisata diantaranya; misi 4, mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian dengan sektor pariwisata, misi 5, meningkatkan kualitas infrastruktur publik di kawasan pariwisata, pemukiman serta membangun jaringan jalan baru dan misi 7 yaitu meningkatkan pariwisata badung berkualitas.

Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah bertemunya para pengusaha, pelaku pariwisata dengan para pelaku usaha tani, sekaligus sebagai media promosi bagi produk-produk pertanian lokal.

Tujuannya antara lain, mempertemukan para pelaku usaha tani, distributor, hasil-hasil pertanian lokal, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif dengan para ketua asosiasi pengusaha pasar swalayan, pengusaha, dan pelaku pariwisata di Badung.

Memperkenalkan dan mempromosikan hasil-hasil pertanian lokal, produk olahan pangan, industri kreatif kepada para pelaku pariwisata, Membuka peluang dan akses pasar yang lebih luas kepada para pelaku usaha tani, khususnya di sektor pariwisata.

Membuka wawasan dan memberikan edukasi kepada para petani tentang peluang pasar, kebutuhan pasar pariwisata, standarisasi produk, sertifikasi dan persyaratan lain yang harus mereka penuhi. Dan terakhir memberikan kesempatan kepada para pelaku pariwisata untuk mengenal lebih dekat komoditi yang ditawarkan, profil pelaku usaha tani dan membuka ruang dialog untuk dapat menjajaki peluang kerjasama yang saling menguntungkan. (rls)

Wabup Bagus Alit Sucipta Wisuda Angkatan II Sekolah Lansia Dasarata Kelurahan Kapal

Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadir di acara Wisuda Lansia di Wantilan Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kamis (18/12)
Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadir di acara Wisuda Lansia di Wantilan Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kamis (18/12)

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Sosialisasikan Insentif Rp 3 Juta/Tahun Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lanjut Usia (Lansia) melalui pelaksanaan Wisuda Angkatan II Sekolah Lansia “Dasarata”.

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi kepada 90 wisudawan yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung terkait kesejahteraan Lansia dalam peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan Lansia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Wisuda dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kamis (18/12) dan dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Suwardana, Kadis P2KBP3A, Kadis Sosial, Camat Mengwi, Bendesa Desa Kapal, Lurah Kapal, TP. PKK Desa Kapal, Kepala Lingkungan Desa Kapal, dan para wisudawan Wabup Badung memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan yang tetap memiliki semangat belajar di usia senja.

Ditegaskan bahwa sesuai komitmen pemerintah, para Lansia di Badung wajib merasa bahagia dan terlindungi. Hal ini diperkuat dengan hadirnya kebijakan baru melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 Tahun 2025 yang baru saja ditandatangani per tanggal 3 Desember 2025.

“Kami sudah berkomitmen bahwa masyarakat yang mampu mencapai usia harapan hidup 75 tahun ke atas akan mendapatkan penghargaan sebesar Rp 3 juta setiap ulang tahunnya. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan motivasi dan dukungan agar orang tua kita di Badung selalu sehat, berumur panjang, dan tetap aktif di masyarakat,” ujar Bagus Alit Sucipta Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya angka harapan hidup di Badung, di mana tercatat lebih dari 10.000 lansia terdata sebagai calon penerima manfaat kebijakan tersebut.

Wabup berharap program pendidikan ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat berlanjut ke jenjang S2. Sejalan dengan hal tersebut, Lurah Kapal selaku Kepala Sekolah Lansia Dasarata I Nyoman Adi Setiawan melaporkan bahwa program Angkatan II ini diikuti oleh 90 Lansia yang terbagi dalam tiga kelas berbeda di wilayah Kelurahan Kapal.

Selama kurun waktu April hingga November 2025, para peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan yang mencakup kurikulum kesehatan fisik, mental, hingga spiritual dengan dukungan dana APBD sebesar Rp 203.387.370.

“Lansia kita hari ini menggunakan toga dua warna biru keunguan yang menyimbolkan ketenangan hidup dan kematangan mental, serta warna merah yang menyimbolkan semangat aktif dan ceria. Ini membuktikan bahwa lansia di Kapal adalah perpaduan harmonis antara kebijaksanaan dan semangat hidup yang menyala,” ucapnya Ditambahkan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen langsung dari visi Sapta Kriya Bupati dan Wakil Bupati Badung, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Penyelenggaraan sekolah ini diharapkan mampu mencegah kesepian serta menjaga kesehatan mental pada Lansia sehingga tetap berperan aktif dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. (rls)

Penyerahan Bantuan Sosial Menjelang Hari Raya Natal Untuk Umat Beragama Kristen

Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan secara Simbolis kepada masyarakat beragama Kristen di Kabupaten Badung, Kamis (18/12).
Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan secara Simbolis kepada masyarakat beragama Kristen di Kabupaten Badung, Kamis (18/12).

PANTAUBALI.COM , BADUNG –  Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 Juta per Kepala Keluarga (KK) secara Simbolis kepada masyarakat beragama Kristen di Kabupaten Badung, pada Kamis (18/12), bertempat di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus, Babakan Canggu, Kuta Utara.

Jumlah penerima Bantuan ini yang beragama Kristen sebesar 2.599 KK. Bupati Badung Wayan Adi Arnawa yang ditemui seusai acara menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menyamakan hak seluruh umat beragama di Kabupaten Badung, tanpa diskriminasi serta meringankan beban masyarakat Badung yang beragama Kristen dalam menghadapi Hari Raya Natal dan dengan bantuan ini juga akan mendorong daya beli masyarakat di saat memang terjadi inflasi.

“Yang paling penting adalah kami hadir bersama Wakil Bupati Badung, Bapak Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen bahwa kami sudah melaksanakan apa yang menjadi program kami, salah satunya memberikan bantuan Rp 2 juta per KK ini. Dengan diberikannya bantuan kepada saudara kita yang beragama Kristen ini, sudah tuntas sudah pemberian bantuan ini kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Badung.

Mudah-mudahan dengan bantuan ini akan ada stabilitas kondisi ekonomi kita. Astungkara, Ini juga akan berdampak positif terhadap situasi perekonomian khususnya di Badung,” ujarnya Bupati Badung Wayan Adi Arnawa juga menyampaikan, dalam menghadapi tingginya curah hujan di bulan ini, yang sering menimbulkan banjir di beberapa titik di Kabupaten Badung, dirinya menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan “Pada kesempatan ini bersama Bapak Wakil Bagus Alit Sucipta mohon maaf kalau masih ada beberapa titik-titik yang belum kita bisa sentuh.

Namun kami sudah melakukan pemetaan, tim kami sudah turun. Dan kami sudah pasang anggaran sekitar Rp. 400 miliar untuk mengatasi banjir beberapa titik-titik seperti ada perubahan pada gorong-gorong, perubahan trotoar, termasuk pelebaran saluran irigasi. Termasuk menambah pompa air di hilir dengan kekuatan dengan kekuatan 30 ribu Liter/detik.

Sehingga dengan demikian harapan kita nanti setidaknya beberapa titik-titik yang sering terjadi banjir itu memang bisa kita atasi. Dan terakhir juga, kami juga mengimbau kepada masyarakat, ayo kita bersama-sama menjaga kebersihan. Sekali lagi, terima kasih atas dukungan semua dan mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat, bisa kami wujudkan,” pungkasnya.

Sementara Kadis Sosial Badung AA. Ngurah Raka Sukaeling menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk intervensi Pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat menjelang hari raya Natal ini. “Dari total jumlah 2.599 Kepala Keluarga yang beragama Kristen penerima Bantuan Sosial Kabupaten Badung di Bulan Desember Ini dengan rincian sebagai berikut di Kecamatan Petang: 21 Kk, Kecamatan Abiansemal : 57 KK, Kecamatan Mengwi : 604 Kk, Kecamatan Kuta Utara : 1.032 KK, Kecamatan Kuta : 137 KK dan di Kecamatan Kuta Selatan : 748 KK,” jelasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua DPRD Badung diwakili oleh anggota DPRD I Made Suryananda Pramana, Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Kepala OPD terkait dilingkungan Pemkab Badung BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta unsur tripika kecamatan, Perbekel Canggu I Wayan Suarya beserta Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara. (rls)

Wabup Badung Ikuti Penandatanganan PKS Pidana Kerja Sosial

Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri sekaligus memberikan paraf naskah MoU dan PKS di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/12).
Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri sekaligus memberikan paraf naskah MoU dan PKS di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/12).

PANTAUBALI.COM , BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri sekaligus memberikan paraf naskah Nota Kesepakatan (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/12).

Penandatanganan MoU dan PKS ini merupakan bentuk kerja sama antara Kejaksaan Tinggi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, yang pelaksanaannya disinergikan bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali serta Kejaksaan Negeri di masing-masing daerah.

Kesepakatan ini bertujuan mendorong penerapan sistem pemidanaan yang lebih humanis, efektif, dan berorientasi pada keadilan restoratif. Pidana Kerja Sosial diharapkan menjadi alternatif pemidanaan yang tidak semata-mata berfokus pada aspek penghukuman, tetapi juga menekankan pembinaan serta pemulihan sosial bagi pelaku tindak pidana.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan, penerapan pidana kerja sosial sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Pidana kerja sosial ini merupakan langkah positif dalam sistem pemidanaan karena memberikan ruang pembinaan bagi pelaku tindak pidana, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini lebih humanis dan mencerminkan keadilan restoratif,” ujar Alit Sucipta.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan tersebut di lapangan. “Pemkab Badung siap mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial ini, tentu dengan koordinasi yang baik bersama kejaksaan dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga tujuan pembinaan dan pemulihan sosial dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.

Melalui pidana kerja sosial, pelaku tindak pidana diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus berkontribusi secara nyata kepada masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu menumbuhkan tanggung jawab sosial dan meminimalkan dampak negatif pemidanaan konvensional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Undang Mugopal, Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, para Bupati/Wali Kota se-Bali, Wakil Bupati/Wawali Kota se-Bali, para Kepala Kejaksaan Negeri se-Bali, Direktur ESDM Umum Jamkrindo, serta undangan lainnya. (rls)

Harga Minyak di Sejumlah Pasar Tradisional Tabanan Naik Jelang Nataru

Pedagang sembako di Pasar Tabanan.
Pedagang sembako di Pasar Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TANANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan kembali melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkab Tabanan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan hasil pengecekan per Rabu (17/12/2025) mayoritas harga komoditas bahan pokok di pasar tradisional yang dikelola Pemkab Tabanan relatif stabil.

Namun, kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas minyak goreng yang harganya merangkak naik di sejumlah pasar tradisional. Harga tercatat Rp21.444 per liter dan mengalami kenaikan sebesar 4,32 persen dari sebelumnya Rp20.555 per liter.

Kemudian, harga beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat masih berada pada kondisi stabil tanpa perubahan signifikan.

Beras Medium I tercatat sebesar Rp14.778 per kilogram, Beras SPHP Rp12.000 per kilogram, serta Beras Premium Rp15.800 per kilogram. Stabilitas harga beras ini menjadi indikator penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging babi tercatat Rp88.333 per kilogram dan daging ayam ras Rp41.222 per kilogram, keduanya relatif stabil. Telur ayam ras juga terpantau stabil dengan harga Rp28.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi has luar tercatat mengalami penurunan signifikan menjadi Rp68.500 per kilogram, yang berpotensi memberi pilihan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Komoditas hortikultura juga menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Cabai merah besar tercatat Rp41.667 per kilogram, cabai rawit merah Rp78.333 per kilogram dengan kenaikan tipis sebesar 0,71 persen, bawang merah Rp50.222 per kilogram, dan bawang putih Rp32.444 per kilogram.

Stabilnya harga komoditas ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, harga ikan tongkol sebagai salah satu sumber protein masyarakat tercatat Rp30.000 per kilogram dan terpantau stabil. Ketersediaan ikan laut dengan harga terjangkau turut mendukung pola konsumsi masyarakat yang sehat dan beragam.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, Pemkab Tabanan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional.

“Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Pasar tradisional harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian harga bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, mengatakan, pemerintah Kabupaten Tabanan terus mencermati perkembangan harga minyak goreng agar tetap dalam batas wajar dan tidak memberatkan konsumen.

“Sebagian besar harga bahan pokok masih stabil. Kenaikan yang terjadi pada beberapa komoditas masih dalam batas wajar dan terus kami pantau melalui koordinasi dengan pengelola pasar dan instansi terkait,” ujarnya. (ana)