- Advertisement -
Beranda blog Halaman 45

Melihat Persiapan Perayaan Natal di Banjar Piling Tabanan Kental dengan Tradisi Bali

Persiapan Natal di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Immanuel Piling, Selasa (23/12/2025).
Persiapan Natal di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Immanuel Piling, Selasa (23/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perayaan Natal umat Kristen di Banjar Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, sejak lama dilaksanakan dengan memadukan nilai keagamaan dan kearifan lokal Bali.

Tradisi tersebut diwariskan secara turun-temurun, salah satunya melalui kegiatan ngejot atau saling berbagi makanan ke rumah warga, termasuk kepada umat Hindu di sekitar lingkungan banjar.

Selain itu, nuansa budaya Bali juga tampak dalam perayaan Natal dengan penggunaan penjor, janur, dan gebogan, yang biasanya identik dengan tradisi umat Hindu di Bali.

Hal ini terlihat di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Immanuel Piling, Selasa (23/12/2025). Sejak pagi hari, jemaat bergotong royong membersihkan area gereja serta menghiasnya dengan ornamen khas Natal yang dipadukan unsur adat Bali.

Panitia pembangunan Gereja Immanuel Piling, I Wayan Suka Artha, menjelaskan, rangkaian persiapan Natal telah dilakukan sejak tanggal 20 hingga 22 Desember 2025. Persiapan tersebut meliputi kegiatan ngejot dan mebat atau memasak bersama.

“Kami membuat lawar untuk kegiatan ngejot yang dibagikan kepada umat Hindu di sekitar. Selain lawar, ada juga jajanan Bali. Ini sudah menjadi tradisi yang dijaga turun-temurun,” ujarnya.

Tradisi ngejot, kata Suka Artha, bertujuan untuk berbagi sukacita sekaligus menjaga persaudaraan antarwarga desa adat agar tetap harmonis.

Pada hari menjelang perayaan, lanjutnya, fokus persiapan dilakukan di gereja dengan menghias altar Natal, memasang penjor, serta membuat gebogan dari janur yang dikerjakan oleh kaum ibu. Di masing-masing rumah jemaat pun turut dilakukan persiapan serupa.

Ibadah malam kudus dilaksanakan pada 24 Desember, dilanjutkan perayaan Natal keesokan harinya. Untuk rangkaian ibadah, pelaksanaan mengikuti liturgi malam kudus yang berlaku di seluruh Bali. Rangkaian tersebut meliputi pembukaan, tarian, panggilan ibadah, doa, ilustrasi kelahiran Yesus Kristus, hingga perayaan malam lilin.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saat acara peribadatan di gereja, para jamaat diwajibkan mengenakan pakaian adat Bali. Untuk laki-laki mengenakan pakaian khas Bali dari udeng hingga kamen, sedangkan perempuan mengenakan kebaya.

“Harapan kami di Natal tahun ini, jemaat diberikan kedamaian dan kesejahteraan, serta hubungan harmonis antarumat beragama di Bali tetap terjaga seperti yang telah diwariskan leluhur,” ungkapnya.

Terkait sejarah umat Kristiani di Banjar Adat Piling, Suka Artha yang merupakan generasi keempat menjelaskan bahwa keberadaan umat Kristen di wilayah tersebut bermula pada tahun 1936.

Saat itu, seorang tenaga cangkul asal Desa Bongan, Tabanan, bekerja di lahan milik keluarganya. Tenaga cangkul tersebut diketahui kerap membaca Alkitab, sehingga menimbulkan rasa penasaran dari pemilik lahan yang merupakan buyutnya.

“Berangkat dari rasa ingin tahu tersebut, salah satu anggota keluarga kami kemudian diarahkan untuk mempelajari ajaran Kristen di Abianbase, Badung,” jelas Suka Artha.

Setelah menjalani proses pembelajaran selama sekitar enam bulan dan merasa cocok dengan ajaran yang dipelajari, keluarga tersebut akhirnya memutuskan memeluk agama Kristen. Seiring berjalannya waktu, ajaran tersebut berkembang dan diwariskan secara turun-temurun hingga ke anak cucu.

Perkembangan umat Kristen di Banjar Piling kemudian ditandai dengan berdirinya gereja Kristen pertama di Banjar Piling Kanginan pada tahun 1938. Selanjutnya, pada tahun 2010, gereja tersebut resmi dipindahkan ke Banjar Piling Tengah dengan lokasi yang lebih luas dan representatif, yang kini dikenal sebagai Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Immanuel Piling.

Saat ini, GKPB Immanuel Piling memiliki sekitar 50 kepala keluarga dengan jumlah jemaat mencapai sekitar 200 orang. Para jemaat berasal dari Banjar Piling Kangin, Piling Tengah, Piling Kawan, serta sejumlah desa adat di luar Desa Mengesta, seperti Desa Serason dan Desa Poh Gending. (ana)

Pesona Ibu Badung Tahun 2025

Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Pesona Ibu Badung Tahun 2025 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (22/12).
Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Pesona Ibu Badung Tahun 2025 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (22/12).

PANTAUBALI.COM , BADUNG – Memperingati Hari Ibu, TP PKK Kabupaten Badung menggelar “Pesona Ibu Badung” Tahun 2025, sebuah rangkaian kegiatan yang meliputi Pentas Budaya, Lomba-lomba, Layanan Posyandu, Pameran UMKM, Cek Kesehatan dan Penghargaan kepada Wanita Inspiratif. Kegiatan ini dipusatkan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (22/12). Dengan mengangkat tema “MATRI KARUNA SANTHI PRADA” yang berarti Kasih sayang ibu yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan dilaksanakan selama 2 hari.

Berbagai lomba juga dilaksanakan pada kegiatan ini yang diikuti oleh anak-anak PAUD/TK Nuansa Hindu yang ada di Kabupaten Badung, Siswa Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Badung, Ibu-ibu PKK di Kabupaten Badung, serta Organisasi Kewanitaan di Lingkungan Pemkab. Badung. Pesona Ibu Badung tahun ini diisi oleh kegiatan sosial seperti pemeriksaan gratis dan juga menghadirkan sejumlah artis lokal Bali, diantaranya Ary Kencana Feat. Nely Ambarawati, Bagus Wirata, Lebri Partami, dan Dek Ulik Feat. Widi Widiana.

Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan “Pesona Ibu Badung” dipilih sebagai rangkaian perayaan Hari Ibu di Kabupaten Badung untuk menjadi ajang dalam menampilkan potensi serta pesona para ibu Badung. Pesona tersebut menggambarkan kemampuan multitalenta seorang ibu, mulai dari mengurus rumah tangga, membesarkan anak, mendampingi suami, serta menjalankan peran sebagai orang tua yang baik. Dalam berbagai situasi, ibu juga mampu mengambil alih tanggung jawab yang biasanya dijalankan oleh seorang ayah.

“Acara ini dilaksanakan dengan penuh keterbatasan dan serba dadakan, namun dengan semangat-semangat Ibu-Ibu PKK di seluruh Kabupaten Badung dan kolaborasi dengan dinas-dinas terkait. Astungkara, acara ini bisa terlaksana dengan baik. Ini merupakan momentum bagi para ibu-ibu yang sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga untuk menunjukan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya

Nyonya Rasniathi juga mengapresiasi semangat para ibu-ibu PKK dalam mengikuti rangkaian dari kegiatan ini. Seluruh rangkaian kegiatan diambil dari 10 program pokok PKK, memanfaatkan literatur yang sudah tersedia tanpa pelatih khusus.

“Penghargaan besar diberikan pada peran ibu-ibu Badung yang dinilai sangat hebat dan berkontribusi aktif dalam pembangunan, terutama melalui PKK dan posyandu. Para ibu diingatkan pentingnya memberi kasih sayang kepada anak-anak di rumah dan tetap menemani suami agar tidak muncul rasa diabaikan akibat kesibukan organisasi. Juga ditekankan tentang kebijaksanaan dalam mengatur keuangan rumah tangga, menyesuaikan pengeluaran dengan penghasilan, dan tidak mudah tergiur promo dagang demi menghindari hutang. Tahun ini adalah kali pertama peringatan Hari Ibu diadakan dengan skala semeriah ini dan panitia juga telah menyiapkan hadiah bagi para peserta maupun pemenang lomba,” jelasnya. (rls)

Rasniathi Adi Arnawa Hadiri Parade Senam AdiCipta di Sedang

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Parade Senam AdiCipta di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Sedang, Sedang, Abiansemal, Minggu (21/12).
Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Parade Senam AdiCipta di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Sedang, Sedang, Abiansemal, Minggu (21/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Parade Senam AdiCipta yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK dari Desa Sedang serangkaian peringatan Hari Ibu, bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Sedang, Sedang, Abiansemal, Minggu (21/12). Pada kesempatan ini Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan secara simbolis bingkisan PMT pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui yang ada di Desa Sedang.

 

Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perangkat Desa, Peserta dan masyarakat Desa Sedang yang telah mendukung serta menyukseskan penyelenggaraan acara ini. Ia berharap semoga acara ini menjadi motivasi kepada desa-desa lain untuk bisa menyelenggarakan acara seperti ini.

“Karena Peringatan Hari Ibu merupakan salah satu bentuk penghargaan kita kepada para ibu yang sudah mengabdikan diri dalam mengasuh anak-anak di rumah, menjadi pendamping para suami dan juga Ikut berpartisipasi tentunya dalam pembangunan di Kabupaten Badung melalui berbagai organisasi seperti PKK, Posyandu dan organisasi kewanitaan yang lain. Ibu-ibu diberikan kesempatan untuk tampil dan ini yang diinginkan oleh ibu-ibu setelah rutinitas sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah tangga, lalu juga mungkin ada yang bekerja, membantu suami untuk menambah penghasilan keluarga dan sekarang melepaskan semua penatnya untuk bersukacita dalam bentuk Senam AdiCipta,” ujarnya.

Rasniathi juga berpesan kepada ibu-ibu PKK untuk senantiasa membeli serta menggunakan kerajinan atau barang-barang yang diproduksi oleh UMKM dari Kabupaten Badung. Ia juga menyampaikan Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Badung “Pesona Ibu Badung” akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Desember mendatang.

“Sekarang barang-barang yang sudah produksi dari UMKM Kabupaten Badung sudah bisa bersaing dengan barang-barang branded dari luar negeri. Selain juga kualitasnya bagus, harganya juga terjangkau. Jadi saya lebih banyak menggunakan tas-tas dan kain-kain buatan UMKM Badung,” ucapnya

Turut hadir pada kesempatan ini, anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Sumiati, anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Abiansemal Ida Ayu Paristyawati Arimbawa, beserta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Pj. Perbekel Desa Sedang I Nyoman Sulendra didampingi Pj. Ketua TP PKK Desa Sedang Ni Luh Putu Ayu Cintra Wati, Bendesa Desa Adat Sedang I Gusti Ngurah Jaya Putra dan beserta perangkat desa, Kelian Dinas Adat se-Desa Sedang. (rls)

Desa Bengkel Terapkan Sanksi Administratif bagi Warga yang Tak Kelola Sampah

TPS3R Lestari di Desa Bengkel, Kediri, Tabanan.
TPS3R Lestari di Desa Bengkel, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mulai menerapkan sanksi administratif bagi warga yang tidak mengikuti program pengolahan sampah berbasis sumber melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Lestari. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah tegas desa dalam menekan persoalan sampah, meski di lapangan masih memunculkan pro dan kontra.
Sanksi yang diberlakukan berupa penundaan layanan administrasi desa dan telah diatur melalui Peraturan Desa (Perdes) serta Peraturan Perbekel. Penerapan sanksi efektif dimulai sekitar dua bulan terakhir, setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak 2024.

Perbekel Desa Bengkel, I Nyoman Wahya Biantara, menjelaskan, Desa Bengkel telah mengelola sampah secara mandiri sejak 2021. Sampah organik dan residu diproses di TPS3R Lestari, sementara sampah anorganik seperti plastik dan botol dibawa ke bank sampah desa.

“Selama ini sudah kami sosialisasikan. Sekarang, bagi warga yang belum mau mengikuti pengolahan sampah dari sumbernya, kami terapkan sanksi administratif sesuai aturan desa,” ujar Wahya Biantara, Senin (22/12/2025).

Namun hingga saat ini, kepatuhan warga diakuinya belum sepenuhnya merata. Dari total 520 kepala keluarga (KK) di Desa Bengkel, baru 333 KK yang tercatat aktif mengikuti layanan TPS3R. Sisanya memilih menggunakan jasa pengelolaan sampah swasta atau mengolah sampah secara mandiri di rumah masing-masing.

Desa Bengkel sendiri terdiri dari empat banjar, yakni Banjar Bengkel Buduk, Bengkel Kawan, Bengkel Gede, dan Bengkel Telengis. Warga yang mengikuti program TPS3R dikenakan iuran layanan pengangkutan sampah sebesar Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per bulan, bergantung pada volume dan jenis sampah, baik rumah tangga maupun usaha.
Sebagai bentuk insentif, pemerintah desa memberikan sejumlah manfaat kepada warga peserta program, di antaranya layanan berobat gratis di dokter desa selama lima kali dalam setahun. Dalam satu kali kunjungan senilai Rp50 ribu. Selanjutnya, insentif komite desa sebesar Rp25 ribu per bulan. Selain itu, setiap rumah tangga juga dibekali sarana pemilahan berupa ember dan kantong sampah terpisah untuk sampah dapur, daun, residu, dan anorganik.

Meski demikian, Wahya Biantara mengakui bahwa penolakan masih terjadi. Salah satu alasan utama warga enggan mengelola sampah adalah karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Tabanan masih beroperasi, sehingga sebagian masyarakat memilih cara yang lebih praktis.

“Pasti ada pro dan kontra. Bagi warga yang sudah terbiasa memilah dan mengolah sampah, tidak ada masalah. Tapi bagi yang belum, memang perlu ketegasan agar ada kesadaran,” katanya.
Kebijakan penegakan sanksi ini, menurutnya, bukan semata-mata bersifat menghukum, melainkan untuk mendorong p

Upaya pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Bengkel sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Pada tahun 2024, desa ini menerima Penghargaan Bhawana Sewaka Nugraha dalam kategori Komitmen Jaga Lingkungan Hidup. Namun demikian, tantangan utama desa saat ini adalah memastikan kepatuhan seluruh warga agar sistem pengelolaan sampah berjalan konsisten dan berkelanjutan. (rls)

579 Balita di Tabanan Alami Stunting

acara Publikasi Data Stunting Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Senin (22/12/2025).
acara Publikasi Data Stunting Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Senin (22/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) mencatat hingga akhir November 2025, sebanyak 579 balita dari total 21.079 balita sasaran di Tabanan mengalami stunting. Angka tersebut setara dengan 2,75 persen, dan tersebar hingga tingkat desa.

Data ini dipublikasikan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan dalam kegiatan Publikasi Data Stunting Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Senin (22/12/2025).

Publikasi data dilakukan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa, memiliki acuan data yang sama dan akurat dalam menyusun intervensi penanganan stunting. Dengan pemetaan hingga tingkat desa, pemerintah daerah menargetkan penanganan yang lebih fokus dan tepat sasaran.

Dalam pemaparan tersebut juga terungkap dinamika angka stunting di Tabanan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, prevalensi stunting tercatat sebesar 6,3 persen, kemudian mengalami kenaikan menjadi 7,5 persen pada 2024. Kenaikan tersebut sempat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Namun, pada 2025 angka stunting kembali menunjukkan penurunan signifikan, meski ratusan balita masih tercatat terdampak.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menegaskan, angka stunting tidak boleh hanya dipandang sebagai statistik, melainkan sebagai gambaran nyata kondisi tumbuh kembang anak di Tabanan.

“Data stunting ini menjadi alarm sekaligus panduan bagi kita semua. Dengan data yang akurat dan terbuka, intervensi harus diarahkan langsung ke wilayah dan keluarga yang membutuhkan, bukan lagi bersifat umum,” tegas Bupati Sanjaya.

Ia menekankan, keterbukaan data menjadi kunci agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi menyebutkan, publikasi data stunting hingga tingkat desa memungkinkan pemerintah melakukan prioritisasi intervensi.
“Dengan mengetahui desa dan kecamatan mana yang memiliki prevalensi lebih tinggi, penanganan bisa difokuskan, baik melalui intervensi gizi, sanitasi, maupun edukasi keluarga,” jelasnya.

Dalam forum publikasi tersebut, sejumlah pemerintah desa turut menyampaikan tantangan di lapangan, mulai dari kendala pendataan balita, pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, hingga faktor sosial ekonomi. Masukan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pendekatan penanganan stunting yang lebih kontekstual dan adaptif.
Pemkab Tabanan menegaskan bahwa penanganan stunting akan terus difokuskan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui intervensi spesifik dan sensitif, seperti pemenuhan gizi ibu hamil, promosi ASI eksklusif, MP-ASI sesuai standar, perbaikan sanitasi dan air bersih, serta edukasi pola asuh keluarga.

Dengan masih adanya ratusan balita yang terdampak, pemerintah daerah menilai penurunan angka stunting pada 2025 harus dijaga konsistensinya. Intervensi berbasis data hingga tingkat desa menjadi strategi utama agar upaya pencegahan stunting di Tabanan tidak hanya bersifat programatik, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak. (rls)

9 Remaja Dipanggil Polres Tabanan Usai Viral Aksi Nyalakan Petasan Sambil Berkendara

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah video yang memperlihatkan aksi berbahaya sejumlah remaja menyalakan petasan sambil mengendarai sepeda motor di wilayah Kabupaten Tabanan sempat viral di media sosial.

Menindaklanjuti video tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran, kejadian itu diketahui terjadi di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Setra Ganda Mayu, Kota Adat Tabanan.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman mengatakan, pihaknya telah memanggil sembilan orang remaja yang terlibat dalam aksi tersebut untuk dimintai klarifikasi.

Adapun para remaja yang terlibat dalam video viral tersebut yakni I Gusti Putu Klidianjaya Putra (20) selaku perekam video, serta AW (16), MFA (16), MSS (16), MRTP (16), AS(16), KGSY(16), MNA(17), dan EAP (11) yang berperan sebagai pengikut maupun pelaku pemegang kembang api.

Kegiatan klarifikasi dilaksanakan pada Minggu malam (21/12/2025), bertempat di Ruang Rapat Gakkum Satlantas Polres Tabanan

“Mereka mengakui perbuatan dan meminta maaf. Kami pun telah memberikan edukasi serta teguran tertulis kepada anak-anak yang melakukan tindakan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Anton, Senin (22/12/2025).

Selain itu, Satlantas Polres Tabanan juga memberikan arahan dan imbauan terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Petugas turut meminta para pelaku membuat surat pernyataan permohonan maaf dan klarifikasi secara tertulis, serta memberikan teguran tilang tertulis atas pelanggaran yang dilakukan.

“Kami imbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aksi yang membahayakan keselamatan di jalan raya serta selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keamanan bersama,” tegas AKP Anton. (ana)

Gerindra Tabanan Gelar Pendidikan Politik, Libatkan Kader hingga Generasi Z

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi para kader di Desa Nyidah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini diikuti ratusan kader Gerindra dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Menariknya, pendidikan politik yang mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Loyalitas Kader dalam Menyukseskan Program Pemerintah Prabowo–Gibran” tersebut juga melibatkan kalangan Generasi Z, yakni generasi yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tabanan, serta jajaran Ketua PAC Gerindra se-Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, De Gadjah menegaskan bahwa pendidikan politik memiliki peran penting dalam membentuk kader yang memiliki pemahaman politik yang sehat.

Menurutnya, kader partai membutuhkan pembelajaran politik yang benar dengan bimbingan figur atau mentor yang tepat.

“Pemahaman politik yang sehat adalah kunci utama. Untuk belajar politik, dibutuhkan mentor yang baik. Saya sendiri menemukan teladan tersebut pada Bapak Prabowo Subianto, sosok yang tulus dan total mengabdikan diri untuk bangsa dan negara,” ujar De Gadjah.

Ia juga menekankan bahwa dalam menjalankan aktivitas kepartaian, Partai Gerindra menjunjung tinggi nilai loyalitas sebagai ruh organisasi. De Gadjah menyebutkan terdapat tiga bentuk loyalitas yang harus dimiliki setiap kader.

Pertama, loyalitas kepada masyarakat, khususnya bagi kader yang dipercaya menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif. Kedua, loyalitas kepada partai. Ketiga, loyalitas kepada pimpinan.

“Ketika kader sudah loyal kepada masyarakat, maka secara otomatis ia juga loyal kepada partai karena sejalan dengan AD/ART. Jika loyal kepada rakyat dan partai, maka loyal kepada pimpinan akan mengikuti,” tegasnya.

Terkait keterlibatan Generasi Z, De Gadjah menilai kelompok usia ini memiliki peran strategis dalam sistem politik saat ini. Ia menyebut Gen-Z sebagai ujung tombak politik masa depan, mengingat pada 2029 mendatang mereka akan menjadi bagian dari generasi pemimpin yang bertarung di level nasional maupun daerah.

“Di Tabanan, keterlibatan Gen-Z sangat masif. Selain ketua partainya berasal dari kalangan milenial, kehadiran Gen-Z membawa warna baru dalam dinamika politik di Tabanan,” pungkasnya. (ana)

Koster Buka Lokasabha XII MGPSSR, Ajak Pesemetonan Komit Jaga Adat dan Keutuhan Bali

Lokasabha XII MGPSSR (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi) di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung pada Minggu (21/12/2025).
Lokasabha XII MGPSSR (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi) di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung pada Minggu (21/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, membuka Lokasabha XII MGPSSR (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi) dengan pemukulan gong, bertempat di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung pada Minggu (21/12/2025).

Lokasabha XII merupakan pertemuan besar atau musyawarah kerja tingkat provinsi MGPSSR yang menjadi forum strategis konsolidasi pesemetonan dalam konteks pembangunan Bali serta pelestarian adat dan budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster yang juga didampingi Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta yang sekaligus Ketua MGPSSR menegaskan keberadaan MGPSSR memiliki dampak positif yang besar bagi Bali.

Ia menyatakan selalu hadir dalam Lokasabha karena forum ini menjadi ruang diskusi penting antara pesemetonan dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pembangunan serta pelestarian adat budaya Bali.

Menurutnya, pesemetonan menunjukkan bhakti kepada kawitan dan menjadi tanggung jawab moral generasi penerus (warih) untuk melanjutkan warisan para penglingsir, baik secara sekala maupun niskala.

Gubernur Koster juga menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan masyarakat Bali di tengah meningkatnya perhatian dan kepentingan terhadap Bali.

“Bali menjadi rebutan karena keindahannya dan daya tariknya bagi dunia. Ada kepentingan agama, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Ada yang bertujuan baik, ada pula yang berdampak buruk. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Ia secara tegas menolak keberadaan sampradaya asing yang dinilai merusak tatanan sosial dan spiritual Bali. Menurutnya, toleransi terhadap praktik yang menyimpang dapat memicu konflik horizontal dan perpecahan di masyarakat.

“Saya sebagai Gubernur tegas, tidak bisa untuk sampradaya asing yang merusak tatanan Bali. Kritik dan bully silakan, tetapi saya ingin menjaga dan meneruskan budaya serta adat warisan Bali secara utuh,” ujarnya.

Dalam arah pembangunan, Gubernur Koster menegaskan komitmennya membangun Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun telah disiapkan dan direncanakan mulai diresmikan pada 22 Oktober 2025.

“Tanpa haluan yang jelas, Bali bisa terombang-ambing. Karena itu saya ngrastiti bhakti sekala-niskala agar Bali tetap eksis, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” katanya.

Ia juga menyinggung kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dan pembatasan izin toko modern berjejaring. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi sumber pangan serta keberlangsungan warung lokal.

“Satu toko modern bisa mematikan 30 warung. Kita batasi, bukan memberangus, dengan tidak memberikan izin baru,” jelasnya.

Lokasabha XII MGPSSR dikatakan Koster, memikul tanggung jawab besar dalam menjaga Bali ke depan. Ia mengajak seluruh Semeton Pasek untuk berkontribusi aktif dan bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan Bali yang berlandaskan adat, budaya, dan kearifan lokal.

Lokasabha XII MGPSSR turut dihadiri oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Bangli, Wakil Bupati Karangasem, serta Anggota DPR RI perwakilan Bali, I Ketut Kariasa Adnyana dan I Nyoman Partha. (rls)

Pemotor Jatuh ke Jurang di Desa Jegu Penebel Ditemukan Tewas

Kecelakaan lalu lintas di wilayah Banjar Jegu Tegal, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu malam (20/12/2025).
Kecelakaan lalu lintas di wilayah Banjar Jegu Tegal, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu malam (20/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Banjar Jegu Tegal, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu malam (20/12/2025).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 Wita tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata mengatakan, korban meninggal dunia diketahui bernama I Wayan Dedi Mardiana (34), warga asal Banjar Dinas Nyatnyatan, Desa Gadungsari, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran kali kecil di bawah jurang lokasi kejadian,” jelas Berata, Minggu (21/12/2025).

Sementara itu, satu korban lainnya yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut hingga kini belum diketahui identitasnya. Korban luka-luka disebut telah diajak oleh temannya meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor dengan alasan akan dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.

“Petugas sudah melakukan pengecekan ke Puskesmas Penebel, namun nihil ditemukan pasien luka akibat kecelakaan lalu lintas. Saat ini Unit Laka Lantas Polres Tabanan masih melakukan penelusuran ke rumah sakit di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan saksi I Wayan Dirga (45), seorang guru yang tinggal di Banjar Tegal Jegu, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 19.45 Wita. Saat hendak memancing, saksi melihat seorang pria dengan kondisi wajah berdarah meminta pertolongan dan mengaku mengalami kecelakaan.

“Saksi kemudian menghubungi kepala wilayah (kawil) serta warga setempat untuk meminta bantuan. Korban menyebutkan bahwa temannya masih berada di jurang,” terang Berata.

Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi jurang dan menemukan korban dalam kondisi tenggelam di aliran kali kecil.

Saksi lain, I Nyoman Kariana (59), selaku Kepala Wilayah Jegu Tegal, mengatakan ia mendapat laporan dari warga sekitar pukul 19.30 Wita mengenai adanya kecelakaan di wilayah selatan Banjar Jegu.

“Saat dilakukan pencarian bersama warga, korban ditemukan tenggelam dan terlilit semak belukar, dengan sepeda motor berada di dekatnya di dalam sungai,” jelasnya.

Korban selanjutnya dievakuasi oleh tim gabungan SAR terbatas yang terdiri dari Sat Samapta Polres Tabanan, personel Polsek Penebel, BPBD Kabupaten Tabanan, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Jegu, serta dibantu masyarakat setempat.

“Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke rumah sakit dengan didampingi oleh pihak keluarga,” pungkas Iptu I Gusti Made Berata.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan serta keberadaan korban luka-luka yang belum diketahui identitasnya. (ana)

Ketua TP. PKK Badung Hadiri Perayaan Hari Ibu di Desa Sembung

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Perayaan Hari Ibu yang digelar di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Desa Sembung, Mengwi, Minggu (21/12).
Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Perayaan Hari Ibu yang digelar di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Desa Sembung, Mengwi, Minggu (21/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Perayaan Hari Ibu yang digelar di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/12) di Lapangan Desa Sembung, Mengwi.

 

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Semangat Hari Ibu, Kita Wujudkan Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas” turut dihadiri oleh Perbekel Desa Sembung beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), warga Lansia, dan anggota PKK Desa Sembung.

Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan meliputi senam massal, senam kreasi, pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian sembako kepada seluruh ibu-ibu PKK se-Desa Sembung.Dalam kesempatannya, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Desa Sembung atas upaya yang dilakukan dalam menyelenggarakan perayaan Hari Ibu yang penuh makna. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan masyarakat dan terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045. “Semangat hari Ibu yang penuh kasih dan dedikasi harus terus diteruskan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Acara yang berjalan dengan meriah dan penuh kebersamaan, menjadi wujud apresiasi terhadap peran dan kontribusi para ibu di Desa Sembung. “Selamat hari Ibu kepada seluruh Ibu-ibu di desa sembung, semoga dapat terus menjadi ibu yang kuat dan tangguh untuk masyarakat dan keluarga masing-masing,” kata Rasniathi.

Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta menyampaikan kegiatan perayaan hari Ibu pertama kali dilaksanakan di Desa Sembung. Dilaporkan juga kegiatan ini juga diisi dengan pembagian sembako kepada seluruh Ibu-ibu di Desa Sembung dengan jumlah total 1.993 orang. Ini menjadi bukti bahwa Pemerintahan Desa Sembung dan Pemerintah Kabupaten Badung selalu memberikan perhatian terhadap warga masyarakat terutama para ibu sebagai figur sentral dalam keluarga. (rls)