- Advertisement -
Beranda blog Halaman 44

Ruang Rasa Jadi Ruang Berkumpul Keluarga di Nuanu Jelang Pergantian Tahun

Ruang Rasa akan hadir di Nuanu Creative City mulai dari 26-28 Desember 2025.
Ruang Rasa akan hadir di Nuanu Creative City mulai dari 26-28 Desember 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut pergantian tahun 2025, Nuanu Creative City menghadirkan Ruang Rasa, sebuah perayaan kebersamaan yang mengajak pengunjung menikmati momen liburan bersama keluarga dan teman dekat melalui sajian kuliner, seni, dan musik.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Desember 2025, dan dikurasi oleh Food Coma.

Ruang Rasa menghadirkan lebih dari 30 pelaku kuliner Bali yang menyajikan beragam hidangan pilihan sebagai representasi kekayaan budaya kuliner Pulau Dewata.

Seluruh tenant dipilih secara khusus dan didatangkan langsung untuk menciptakan pengalaman makan yang autentik dan berkesan.

Director of Communications Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan bahwa Ruang Rasa lahir dari refleksi sederhana tentang makna akhir tahun bagi banyak orang.

“Menjelang akhir tahun, yang sering dicari bukanlah keramaian atau banyaknya acara, melainkan kehangatan kebersamaan. Makanan selalu menjadi pengikat untuk duduk dan berkumpul bersama,” ujarnya.

Ia berharap Ruang Rasa dapat menjadi ruang bagi keluarga dan sahabat untuk menikmati waktu bersama, berbagi cerita, serta mempererat hubungan di suasana akhir tahun yang hangat dan penuh makna.

Tak sekadar festival kuliner, Ruang Rasa dirancang sebagai ruang kebersamaan. Area makan bersama yang terbuka dipadukan dengan pertunjukan seni dan musik live, menciptakan atmosfer santai yang mendorong pengunjung untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menikmati momen sederhana bersama orang-orang terdekat.

Sepanjang acara, musik dan pertunjukan seni hadir secara natural, membuat suasana semakin hidup dan ramah untuk semua usia. Anak-anak hingga orang dewasa dapat bergerak bebas dan bereksplorasi, menjadikan perayaan akhir tahun terasa ringan, inklusif, dan menyenangkan.

Melalui Ruang Rasa, Nuanu Creative City kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi perayaan yang mengedepankan budaya, kreativitas, dan kebersamaan. Digelar menjelang Tahun Baru, acara ini menjadi alternatif dari pesta hitung mundur, dengan menawarkan cara menutup tahun yang lebih tenang, hangat, dan bermakna. (ana)

Festival Gong Kebyar Jadi Magnet Wisata di Ulun Danu Beratan

Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Budaya Gong Kebyar yang digelar di DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sukses menarik minat wisatawan. Hal ini terlihat dari tren peningkatan jumlah kunjungan ke daya tarik wisata yang dikenal dengan keindahan pura di tengah danau tersebut.

Beragam pertunjukan seni budaya khas Bali ditampilkan sebagai daya tarik bagi wisatawan, seperti tari tradisional, tari kreasi, gong kebyar, Tari Kecak, hingga Tari Barong.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, pada Rabu (24/12/2025), mengatakan, kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan sejak empat hari terakhir sejak festival seni budaya tersebut digelar.

Sebelumnya, rata-rata kunjungan berada di angka 1.100 orang per hari, sementara dalam empat hari terakhir meningkat hingga mencapai 1.900 pengunjung per hari.

“Wisatawan terbanyak berasal dari mancanegara, khususnya India dan Eropa. Sedangkan wisatawan domestik didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, festival budaya ini rutin digelar setiap tahun. Pertunjukan seni budaya berupa tarian dibawakan oleh masing-masing Gebog Pesatakan Ulun Danu Beratan yang melibatkan 20 desa adat. Setiap perwakilan desa menampilkan tarian maskot hasil ciptaan desa adat masing-masing.

“Sebagai bentuk dukungan, kami memberikan dana pembinaan kepada 20 desa adat tersebut,” jelasnya.

Adapun pergelaran festival seni budaya ini telah berlangsung sejak 20 Desember 2025 dan akan digelar hingga 4 Februari 2026. Selain di Ulun Danu Beratan, festival juga dilaksanakan di The Blooms Garden.

Menurutnya, tren peningkatan kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan diperkirakan akan berlangsung hingga pekan ini atau sampai 3 Januari 2026.

Disisi lain, untuk mempertahankan tren peningkatan kunjungan, Sukarata berharap pemerintah dapat memperbaiki fasilitas di jalur penyeberangan untuk mendukung aktivitas pariwisata di Bali.

Sebab, kata Sukarata, selama ini banyak travel agent yang mengeluhkan kondisi fasilitas penyeberangan antar pulau yang dinilai kurang memadai dari sisi keselamatan.

“Kendala yang sering disampaikan travel agent adalah kondisi penyeberangan, khususnya situasi kapal agar kembali seperti dulu sehingga wisatawan yang menyeberang ke Bali merasa nyaman,” jelasnya.

Menyambut pergantian tahun 2025, manajemen DTW Ulun Danu Beratan juga menggelar kegiatan open house bagi para travel agent yang mengantar wisatawan ke kawasan tersebut. (ana)

Pembangunan Sekolah Rakyat Bali di Kabupaten Karangasem Dimulai

Upacara Ngeruak sekaligus melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem pada, Selasa (23/12/2025).
Upacara Ngeruak sekaligus melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem pada, Selasa (23/12/2025).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem telah dimulai. Pembangunan ditandai dengan upacara ngeruak serta peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa pada, Selasa (23/12/2025).

Upacara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem turut juga dihadiri oleh Forkopimda di Kabupaten Karangasem.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, pihaknya mendapat arahan dari Pusat agar Pemerintah Provinsi Bali mempersiapkan lahan yang bisa dimanfaatkan seluas 5,6 hektar untuk membangun sekolah rakyat.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini meliputi pendidikan Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Nantinya para siswa yang akan direkrut di sekolah ini bukan dari masyarakat umum, tetapi masyarakat dalam kategori miskin dan miskin ekstrem. Itulah sebabnya tempat ini menjadi tempat yang sangat cocok, karena Karangasem dan Buleleng masih dalam ketegori miskin.

“Nantinya sekolah ini bisa merekrut siswa di Karangasem sampai Buleleng timur. Jadi ini akan memiliki manfaat yang sangat penting untuk pendidikan kita di Bali. Karena pendidikan yang diselenggarakan dengan pola secara khusus yaitu ber-asrama, sehingga semua siswa dan guru ada di sekolah ini. Dengan demikian, layanan pendidikan ini sangat berbeda dengan pendidikan lainnya,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Mantan Anggota Komisi X DPR RI 3 periode yang membidangi pendidikan ini lebih lanjut menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat memiliki pola pendidikan yang sangat bagus dan dibuat oleh Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto. Ini sekolah yang berpihak untuk kepentingan masyarakat dan mudah – mudahan pembangunannya berjalan lancar dan sukses.

“Saya akan pimpin langsung pembangunan ini, termasuk penyiapan guru hingga kurikulumnya,” ujar Gubernur Koster.

Ia juga menyampaikan harapannya agar pembangunan ini tuntas terlaksana sampai akhir Juni 2026 lengkap dengan furniture dan siap beroperasi.  Karena pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali merupakan hadiah luar biasa dari Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto.

Diakhir sambutannya, Gubernur Wayan Koster meminta Dinas terkait untuk mensinergikan pendidikan di Sekolah Rakyat dengan SMKN Kubu, karena letaknya yang berdampingan.

“Kedepan agar bisa bersinergi dengan SMKN Kubu. Kerjasama yang baik dan bergotong royong, agar keseluruhan aset ini bisa dikelola dengan baik dan berkualitas,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem memiliki nilai kontrak sebesar Rp 255.500.000.000 dan dilengkapi dengan fasilitas Asrama Putra dan Putri, Rumah Susun Guru, Area Bangunan MEP dan TPS, Gedung Serbaguna, Lapangan Basket hingga Lapangan Upacara. (rls)

Tiga Pelajar Diamankan Polisi Usai Terekam CCTV Curi Tabung Gas di Warung

Tiga pelajar lakukan aksi pencurian dii warung di Kecamatan Kediri, Tabanan diamankan polisi.
Tiga pelajar lakukan aksi pencurian dii warung di Kecamatan Kediri, Tabanan diamankan polisi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tiga orang pelajar diamankan jajaran Polres Tabanan setelah terekam kamera CCTV mencuri dua tabung gas elpiji 3 kilogram di sebuah warung di wilayah Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Aksi pencurian tersebut sempat viral di media sosial dan langsung ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polres Tabanan.

Kasi Humas Polres Tabanan, IPTU I Gusti Made Berata, mengatakan ketiga remaja yang diamankan masing-masing berinisial KTM (14) dan VKPP (16) asal Denpasar serta CAO (16) asal Badung. Mereka masih berstatus sebagai pelajar SMP serta SMK.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan profiling, petugas berhasil mengamankan tiga terduga pelaku yang seluruhnya masih di bawah umur,” ujar IPTU Berata, Rabu (24/12/2025).

Adapun aksi pencurian itu terjadi pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 05.50 WITA di sebuah warung di Jalan Tukad Yeh Ho, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Pemilik warung yakni Ni Made Sari Erawati (50).

Pencurian baru diketahui beberapa jam setelah kejadian. Saat itu, penjaga warung menemukan dua tabung gas elpiji 3 kilogram hilang. Setelah mengecek rekaman CCTV, terlihat tiga orang berboncengan menggunakan sepeda motor datang ke warung, lalu salah satu pelaku turun dan mengambil dua tabung gas. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp500 ribu.

“Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku dengan mudah mengambil dua tabung gas karena situasi warung sedang sepi dan tidak terjaga,” jelasnya.

Dari hasil interogasi, ketiga pelaku mengaku melakukan pencurian atas ajakan pelaku CAO untuk mendapatkan uang membeli ban sepeda motor serta kebutuhan makan.

“Tabung gas hasil curian dijual seharga Rp200 ribu di sebuah warung di wilayah Mengwi, Badung. Uangnya digunakan untuk membeli ban motor, serta kebutuhan lain seperti makan, bensin, dan rokok,” ungkap IPTU Berata.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario, serta pakaian yang digunakan para pelaku saat beraksi. Sementara itu, barang bukti tabung gas masih dalam pengembangan.

IPTU Berata menambahkan, mengingat seluruh pelaku masih di bawah umur dan korban tidak membuat laporan resmi, penanganan kasus ini mengedepankan pendekatan pembinaan.

“Pihak korban menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan dengan mempertemukan keluarga pelaku dan membuat surat pernyataan agar perbuatan tersebut tidak diulangi,” katanya.

Saat ini, ketiga remaja tersebut masih diamankan di Mapolsek Kediri untuk proses lebih lanjut. (ana)

Liburan Tahun Baru 2026 di Bali, Eksplor Tabanan yang Lagi Naik Daun

The Earth Sentinels Nuanu Creative City, seni patung karya seniman Afrika Selatan, Daniel Popper setinggi 45 kaki.
The Earth Sentinels Nuanu Creative City, seni patung karya seniman Afrika Selatan, Daniel Popper setinggi 45 kaki .

PANTAUBALI.COM – Selama ini, liburan ke Bali kerap identik dengan kawasan-kawasan populer seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu yang ramai dan penuh hiruk-pikuk. Bagi pencari ketenangan, Ubud dan Kintamani sering menjadi pelarian dengan lanskap alam yang memanjakan mata.

Sementara itu, Nusa Dua tetap menjadi primadona bagi wisatawan yang mendambakan kemewahan dan eksklusivitas, lengkap dengan resor bintang lima yang bahkan telah mengantongi penghargaan Michelin Key, pilihan favorit para pasangan bulan madu.

Namun, ada satu wilayah di Bali yang kerap luput dari perhatian, padahal menawarkan pengalaman liburan yang tak kalah memikat yakni Kabupaten Tabanan.

Dikenal sebagai Bumi Lumbung Padi, kawasan ini menyuguhkan suasana yang lebih hijau, lebih tenang, dan terasa jauh lebih autentik. Cocok bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian tanpa harus kehilangan momen liburan yang berkesan.

Dengan alam yang masih asri, sentuhan budaya yang kental, hingga ruang-ruang kreatif yang terus berkembang, Tabanan bisa menjadi pilihan segar untuk menyambut Tahun Baru 2026 di Bali. Berikut sejumlah destinasi di Tabanan yang layak masuk dalam daftar liburan Anda:

1. Nuanu Creative City

Terletak di kawasan pesisir Pantai Nyanyi, Nuanu Creative City berdiri di atas lahan seluas 44 hektare dan menawarkan pengalaman liburan yang unik. Kawasan ini memadukan konsep resort, taman budaya, dan ruang kreatif dalam satu area.

Mulai dari restoran dan beach club, galeri seni, hotel butik, fasilitas kebugaran, taman alpaka, kebun kupu-kupu, hingga instalasi seni publik bisa ditemukan di sini.

Area taman di tengah Nuanu juga menjadi favorit untuk piknik santai sambil menikmati matahari terbenam. Mobilitas pengunjung dimudahkan dengan shuttle bus listrik, meski berjalan kaki di kawasan ini justru terasa menyenangkan.

2. Pantai Kedungu

Tak jauh dari Nuanu, Pantai Kedungu menghadirkan suasana pantai Bali yang lebih alami dan bersahaja. Pantai ini dikenal di kalangan peselancar, namun tetap nyaman bagi siapa pun yang ingin sekadar berjalan di pasir atau menikmati senja tanpa keramaian. Deretan kafe kecil di sekitarnya menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil memandang laut lepas.

3. Jatiluwih Rice Terrace

Berbicara tentang Tabanan rasanya tak lengkap tanpa menyebut Jatiluwih. Sawah berundak yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO ini menyuguhkan pemandangan hijau yang menenangkan.

Jalur trekking ringan tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati alam dari dekat, sementara kafe dan restoran di sekitarnya menawarkan panorama sawah yang dramatis—sempurna untuk sarapan tenang atau makan siang santai.

4. Alas Kedaton

Bagi pencinta wisata budaya dan alam, Alas Kedaton bisa menjadi pilihan menarik. Hutan kecil yang dihuni ratusan monyet ini berpadu dengan pura kuno yang sarat nilai spiritual. Dibandingkan kawasan serupa, Alas Kedaton terasa lebih sejuk dan tertata, cocok untuk kunjungan singkat sambil mengenal sisi tradisional Bali.

5. Pantai Yeh Gangga

Pantai berpasir hitam ini sering terlewat dari radar wisatawan. Padahal, Pantai Yeh Gangga menawarkan suasana yang tenang dengan ombak yang cocok untuk berselancar. Aktivitas nelayan lokal serta keberadaan pura kecil di tepi pantai menambah kesan autentik, terutama saat pagi hari atau menjelang senja.

Tabanan membuktikan bahwa Bali bukan hanya soal destinasi populer yang itu-itu saja. Dengan perpaduan alam, budaya, dan kreativitas, wilayah ini menghadirkan pengalaman liburan yang lebih intim dan menenangkan, namun tetap kaya cerita.

Jika Anda ingin menyambut Tahun Baru 2026 dengan suasana berbeda, mungkin sudah saatnya melirik ke barat Pulau Dewata yang semakin dekat dengan esensi Bali yang sesungguhnya. (ana)

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Budaya Bersih dari Sumber Melalui Teba Modern

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memantau langsung penerapan inovasi Teba Modern yang diterapkan oleh warga Banjar Kalanganyar Kanginan, Desa Sudimara, Tabanan, Selasa, (23/12).
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memantau langsung penerapan inovasi Teba Modern yang diterapkan oleh warga Banjar Kalanganyar Kanginan, Desa Sudimara, Tabanan, Selasa, (23/12).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pastikan Tabanan bersih dari sampah, Duta PSBS Padas (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memantau langsung penerapan inovasi Teba Modern yang diterapkan oleh warga Banjar Kalanganyar Kanginan, Desa Sudimara, Tabanan, Selasa, (23/12). Kunjungan ini menjadi bentuk komitmen nyata Bunda Rai dalam memastikan program pengelolaan sampah berbasis sumber berjalan efektif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris I dan II TP PKK Kabupaten Tabanan dan jajaran terkait, Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, serta Perbekel setempat. Jajaran meninjau langsung dua rumah warga, yakni milik Ketut Rusnaya dan Ni Wayan Wiratni, yang telah memasang Teba Modern sejak sekitar empat bulan lalu.

Bunda Rai secara langsung memantau proses pengolahan sampah melalui Teba Modern. Sebelumnya, meskipun di desa telah tersedia bank sampah, masyarakat masih mengalami kesulitan dalam mengelola sampah rumah tangga.

Selain itu, pengangkutan sampah ke TPA hanya dilakukan oleh truk sampah sebanyak dua kali dalam seminggu, sehingga kondisi tersebut kerap menyebabkan sampah menumpuk di rumah warga.

Melalui inovasi Teba Modern yang juga digagas oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Duta Palemahan Kedas Kabupaten Tabanan, serta sosialisasi yang terus dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Tabanan bersinergi dengan TP PKK Provinsi Bali, masyarakat kini mulai merasakan manfaat nyata pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Bali yang bersih dan lestari. Dalam kunjungannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat.

“Hal ini tidak sulit dilakukan, hanya membutuhkan mindset dan budaya. Dari suatu kebiasaan menjadi suatu budaya, budaya bersih mengolah sampah dari sumbernya. Nanti diusahakan pelan-pelan semua rumah tangga harus punya. Begitu idealnya. Idealnya satu rumah tangga ada dua, ketika satu panen satunya bisa dipergunakan, minimal masing-masing rumah tangga ada satu teba,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya setelah melihat pembangunan Teba Modern yang telah tersedia sebanyak 59 unit di Desa Kalanganyar Kanginan. Dalam praktiknya, satu rumah yang terdiri dari dua hingga tiga kepala keluarga masih menggunakan satu teba modern untuk sampah organik. Bunda Rai mengakui, bahwa penerapan budaya baru membutuhkan waktu, kedisiplinan, serta komitmen bersama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ketut Rusnaya, salah satu warga Banjar Kalanganyar yang mendapat kunjungan langsung sekaligus Ketua Kelompok Teba Modern bersama Bendesa Adat, menjelaskan proses yang telah dilalui masyarakat.

“Proses pembuatan teba modern, kebetulan saya memandati tugas ini bersama bendesa adat. Seperti yang disampaikan ibu tadi, kita mulai membuat base, kita tanam, kita beri tutupnya. Tidak berhenti sampai di situ, ibu-ibu kita kawal supaya benar-benar yang masuk ke teba modern ini adalah sampah organik, tidak boleh masuk plastik. Ini yang harus menjadi budaya. Memang butuh waktu yang cukup, tapi semoga kebiasaan ini bisa menjadi budaya yang baik.

Untuk teba modern di sini jumlahnya 59. Harus ada pembusukan menggunakan cairan dekomposer untuk bisa dipanen,” jelasnya. Sementara itu, Indrayani, salah seorang warga yang merasakan manfaat langsung Teba Modern, mengaku kini pengelolaan sampah rumah tangga menjadi jauh lebih terbantu. Sebelumnya, sampah sering menumpuk karena hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Dengan Teba Modern, sampah organik dapat dikelola sendiri, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat dipilah untuk didaur ulang atau dijual ke bank sampah desa.

“Saya berterima kasih sekali dengan program pemerintah, yakni pengelolaan sampah berbasis sumber dan dengan adanya teba modern ini sampah organik bisa langsung kita kelola. Harapan ke depannya ibu-ibu di sini semua kompak agar semua mau mengolah sampah, tidak hanya satu dan dua orang saja. Sudah disediakan teba modern dan bank sampah seperti ini agar bisa dimanfaatkan dan dipergunakan,” pungkas Indrayani. (rls)

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Pesona Ibu Badung Dalam Perayaan hari Ibu Tahun 2025 di area terbuka kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Pesona Ibu Badung Dalam Perayaan hari Ibu Tahun 2025 di area terbuka kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung

PANTAUBALI.COM , BADUNG – Pesona Ibu Badung Dalam Perayaan hari Ibu Tahun 2025 Pesona Ibu Badung merupakan rangkaian perayaan Hari Ibu dan kegiatan Bakti sosial di Kabupaten Badung sebagai ajang menampilkan potensi dan pesona ibu-ibu Badung. Kegiatan yang mengusung tema “Pesona Ibu Badung Matri Karuna Santhi Prada Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, mencerminkan kasih sayang seorang ibu yang senantiasa memberikan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari, dari tanggal 22-23 Desember 2025 di area terbuka kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (23/12) dengan berbagai kegiatan yang telah terlaksana seperti parade budaya, pengobatan gratis, pentas seni dan hiburan spesial, lomba-lomba antar Organisasi Kewanitaan se-Kabupaten Badung, pameran UMKM, dan pagelaran musik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar acara hura-hura, tetapi merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para ibu-ibu di Kabupaten Badung. Turut hadir OPD terkait di lingkup Pemkab Badung, serta masyarakat penerima penghargaan dan bantuan. Ny. Rasniathi Adi Arnawa pada kesempatan tersebut juga meninjau setiap stand, menyapa dan berdialog dengan warga, senam bersama Lansia, menyerahkan bantuan Bakti Sosial berupa paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara simbolis kepada penyandang Disabilitas, perwakilan Lansia, Cleaning Service yang bekerja di Puspem Badung serta Pemangku Pura Lingga Bhuana.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya para lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, juga diserahkan penghargaan tertib administrasi kepada warga yang telah memenuhi syarat administrasi. Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengatakan bahwa perayaan Hari Ibu di Kabupaten Badung tidak hanya sekedar acara seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita menyerahkan bantuan PMT kepada lansia, penyandang disabilitas, Jero Mangku yang bertugas di Pura Lingga Bhuana, dan juga kepada cleaning servis yang selama ini sudah menjaga kebersihan di area Puspem. Selain itu juga ada pemeriksaan gratis dan kami juga tadi menyerahkan akta kelahiran dan akte perkawinan Lansia dan Veteran di Kabupaten Badung dengan jumlah total 540,” ujarnya. (rls)

Pelantikan 2.993 PPPK Paruh Waktu Tabanan Ditarget Tuntas Desember 2025

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pelantikan sebanyak 2.993 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Tabanan ditargetkan rampung paling lambat pada Desember 2025 ini.

Target tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan bersama perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Gedung DPRD Tabanan, Selasa (23/12/2025).

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan rapat tersebut difokuskan pada evaluasi pelaksanaan seleksi PPPK serta penuntasan status ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Menurut Omardani, untuk seleksi PPPK Penuh Waktu gelombang pertama dan kedua, sebagian besar formasi telah terisi. Namun masih terdapat 26 formasi yang tidak terpenuhi hingga akhir proses seleksi karena tidak adanya pelamar.

“Formasi yang tersisa itu memang tidak ada pelamarnya. Selebihnya sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Sementara untuk PPPK Paruh Waktu, Omardani menjelaskan terdapat 2.993 orang yang memenuhi syarat untuk diangkat. Jumlah tersebut berkurang satu orang dari data awal sebanyak 2.994 orang lantaran satu calon PPPK dinyatakan meninggal dunia.

DPRD bersama pihak eksekutif pun menyepakati bahwa seluruh PPPK Paruh Waktu tersebut ditargetkan sudah resmi dilantik paling lambat pada 31 Desember 2025. “Target kami, sesuai ketentuan, paling lambat akhir Desember 2026 seluruh PPPK Paruh Waktu sudah harus dilantik,” tegas Omardani.

Selain soal pelantikan, rapat kerja juga menyoroti persoalan besaran gaji PPPK Paruh Waktu. Omardani mengungkapkan, pihak eksekutif awalnya merujuk pada regulasi Kementerian PAN-RB yang mengatur bahwa gaji PPPK Paruh Waktu disesuaikan dengan upah yang diterima sebelumnya.

Namun, Komisi I DPRD Tabanan mendorong adanya peningkatan gaji sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para tenaga honorer. Ia menyebutkan, sebelumnya terdapat 581 tenaga honorer di sekolah yang hanya menerima upah sekitar Rp200 ribu per bulan.

“Kalau diseragamkan menjadi Rp1,3 juta saja, daerah membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp60 miliar,” jelasnya.

Meski demikian, DPRD dan eksekutif sepakat untuk mengusulkan gaji minimal PPPK Paruh Waktu berada di angka Rp1,5 juta per bulan. “Semangat kami adalah memberikan penghargaan yang lebih layak. Kami paham ini menambah beban keuangan daerah, tapi fokus utama kami saat ini adalah menaikkan status mereka menjadi PPPK Paruh Waktu terlebih dahulu,” katanya.

Lebih lanjut, Omardani menyampaikan DPRD Tabanan juga telah menyiapkan peta jalan (roadmap) agar para PPPK Paruh Waktu ini dapat diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu secara bertahap. Targetnya, proses transisi tersebut bisa diselesaikan pada tahun 2028.

Namun demikian, ia mengakui realisasi rencana tersebut sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah serta kuota formasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. “Kalau formasi dari pusat sesuai dengan usulan kita, tentu tidak ada masalah. Tetapi kalau tidak, itu yang akan menjadi tantangan ke depan,” pungkasnya. (ana)

Tujuh Usulan Ranperda Kabupaten Tabanan Masuk Propemperda 2026

Rapat Paripurna Bapemperda terkait Evaluasi Propemperda Tahun 2025 dan Penyusunan Propemperda Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).
Rapat Paripurna Bapemperda terkait Evaluasi Propemperda Tahun 2025 dan Penyusunan Propemperda Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Kabupaten Tabanan resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026 DPRD Tabanan.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Tabanan, I Wayan Eddy Nugraha Giri, menyampaikan, tujuh Ranperda yang diusulkan masuk dalam Propemperda 2026 tersebut meliputi Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025; Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027.

Ranperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026; Ranperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan Tahun 2026–2046; Ranperda tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan;

Selanjutnya, Ranperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan Ranperda tentang Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Tabanan.

“Ketujuh Ranperda yang masuk dalam Propemperda tersebut merupakan hasil Rapat Kerja Bapemperda bersama perangkat daerah terkait pada Selasa, 16 Desember 2025,” ujar Eddy Nugraha saat Rapat Paripurna Bapemperda terkait Evaluasi Propemperda Tahun 2025 dan Penyusunan Propemperda Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, Propemperda merupakan instrumen perencanaan pembentukan peraturan daerah yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis. Program ini memuat daftar prioritas Ranperda yang akan dibahas dan ditetapkan dalam jangka waktu satu tahun.

Berdasarkan Keputusan DPRD Kabupaten Tabanan Nomor 20 Tahun 2024 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2025, terdapat 13 Ranperda yang masuk dalam Propemperda 2025.

Meliputi Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029; Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024; Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026.

Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025; Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah; Ranperda Pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah Kabupaten Tabanan.

Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh; Ranperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2055.

Ranperda Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; Ranperda Inovasi Daerah; Ranperda Penanggulangan Bencana; dan Ranperda tentang Hari Lahir Ibu Kota, Hymne, dan Mars Kabupaten Tabanan.

Dari 13 Ranperda tersebut, sembilan Ranperda telah dibahas, yakni Ranperda tentang RPJMD 2025–2029, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, APBD 2026, Perubahan APBD 2025, Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2025–2055, Inovasi Daerah, serta Hari Lahir Ibu Kota, Hymne, dan Mars Kabupaten Tabanan.

Selain itu, DPRD Tabanan juga membahas tiga Ranperda di luar Propemperda Tahun 2025, yakni Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas; Ranperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044; dan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana. (ana)

Gubernur Koster Resmikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru

Peresmian Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Senin (22/12/2025).
Peresmian Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Senin (22/12/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Senin (22/12/2025).

Pelaksanaan haluan ini menjadi tonggak penting dalam menata arah pembangunan Bali secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi untuk satu abad ke depan  yang wajib dijadikan acuan oleh seluruh penyelenggara pemerintahan dan pemangku kepentingan di Bali.

“Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi arah perjuangan Bali untuk menjaga alam, manusia, dan kebudayaan secara utuh dan berkelanjutan,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Salah satu arah kebijakan utama yang ditegaskan dalam pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali adalah mempertahankan lahan pertanian serta pengendalian alih fungsi dan alih kepemilikan lahan produktif.

Kebijakan ini dipandang strategis untuk menjaga keseimbangan alam Bali, melindungi ruang hidup krama Bali, serta memastikan keberlanjutan sistem pangan dan lingkungan secara Niskala dan Sakala.

Pengendalian alih fungsi lahan tidak hanya dimaknai sebagai kebijakan tata ruang semata, namun juga sebagai bentuk pemuliaan alam yang sejalan dengan filosofi Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi dan Danu Kerthi, guna menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam beserta seluruh isinya.

Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa tindakan tegas akan dilakukan terhadap pelanggaran tata ruang demi menjaga kesucian dan kelestarian wilayah Bali.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru juga menempatkan kebudayaan Bali sebagai hulu pembangunan. Pemuliaan Desa Adat, penguatan Subak, serta pelestarian tradisi dan kearifan lokal menjadi fondasi utama dalam membangun Bali yang berkepribadian dalam kebudayaan. K

ebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak dapat dilepaskan dari adat, tradisi, seni-budaya, dan nilai luhur warisan leluhur yang telah teruji sepanjang zaman

Secara singkat, arah kebijakan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 diarahkan pada pelestarian dan pemuliaan alam Bali, antara lain melalui perlindungan kesucian gunung, laut, dan danau, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, pelarangan aktivitas yang merusak ekosistem alam, serta penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

“Saya akan melakukan penertiban dan bersih-bersih secara tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang merusak alam Bali. Pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian Bali,” ujar Gubernur.

Pada aspek manusia Bali, arah kebijakan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketersediaan udara dan air bersih, penguatan pangan organik, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan jaminan sosial guna mewujudkan sumber daya manusia Bali yang unggul dan berdaya saing.

Sementara itu, pada aspek ekonomi dan kebudayaan, arah kebijakan diarahkan pada transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali yang berbasis sumber daya lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, penguatan industri berbasis budaya dan produk lokal Bali, serta penataan pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

Seluruh arah kebijakan tersebut diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah dengan konsep Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola, serta dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Bupati/Wali Kota dan pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, pimpinan instansi pusat, perguruan tinggi, serta undangan lainnya.

Dengan dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, Pemerintah Provinsi Bali mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali untuk berpartisipasi aktif, bersinergi, dan bergerak bersama dalam menjaga keutuhan, keunggulan, martabat, dan kemuliaan Bali sepanjang zaman. (rls)