- Advertisement -
Beranda blog Halaman 43

Karate INKAI DANDIM CUP VII 2025 Tabanan

Pembukaan Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).
Pembukaan Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya membuka Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).

Kejuaraan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan olahraga prestasi di penghujung tahun 2025 dan dilaksanakan di GOR Debes Utara, Gerokgak, Tabanan, Sabtu (27/12/2025), dengan mempertandingkan kategori kata perorangan dan kumite perorangan yang berlangsung selama dua hari, yakni 27–28 Desember 2025.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Ketua Umum KONI, Ketua FORKI Tabanan, dan undangan terkait lainnya.

Kejuaraan ini mengusung tema “Melalui Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan DANDIM CUP VII 2025 Kita Tanamkan Semangat Perjuangan, Menjunjung Tinggi Sportifitas dan Memupuk Rasa Persaudaraan guna Meraih Prestasi yang Lebih Tinggi”.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengurus INKAI Kabupaten Tabanan dan seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Di penghujung tahun, bulan Desember ini, kejuaraan karate yang luar biasa ini menjadi penutup tahun. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus INKAI Kabupaten Tabanan dan seluruh panitia yang memperebutkan Piala Komandan Kodim 1619 yang ke-7,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, kejuaraan ini merupakan agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga karate di Kabupaten Tabanan, sekaligus menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet, penjaringan bibit-bibit unggul, serta persiapan menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.

“Karate di Tabanan sering menyumbangkan emas dan perunggu serta mengharumkan nama Tabanan dan Bali. Ini adalah salah satu ajang olahraga kebanggaan dan prestasi karatedo di Kabupaten Tabanan,” tegas Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan kejuaraan karate tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi, tetapi juga mendidik karakter, budi pekerti, serta kedisiplinan generasi muda. Sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bermental kuat, sportif, dan berakhlak mulia.

“Di era digitalisasi saat ini, anak-anak sudah terbiasa dengan teknologi sejak usia dini. Kejuaraan seperti ini sangat positif untuk mengurangi penggunaan teknologi (gadget) berlebihan dan membentuk karakter yang baik. Ini sangat membanggakan bagi kita di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi keberadaan dojo-dojo karate yang masih aktif di Kabupaten Tabanan serta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga penutupan.

Pihaknya juga berharap kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di tingkat regional maupun nasional.

“Saya sangat mengapresiasi dojo-dojo yang masih ada di Tabanan. Semoga kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 28 Desember ini dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 1619 Tabanan sekaligus Ketua Umum INKAI Kabupaten Tabanan, Letkol Inf. Trijuang Danarjati  dalam laporannya menyampaikan, bahwa kejuaraan ini diselenggarakan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi atlet karate INKAI di wilayah Kabupaten Tabanan.

“Di samping itu, para atlet dari masing-masing dojo ini juga merupakan masa persiapan menuju kejuaraan yang lebih tinggi, yaitu Kejuaraan Daerah INKAI se-Bali yang rencananya akan diselenggarakan di Singaraja pada 16–18 Januari 2026. Saat ini, di hadapan Bapak Bupati, terdapat 225 karateka dari masing-masing dojo di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Adapun dojo-dojo yang mengikuti kejuaraan ini antara lain Dojo Satria Muda, Dojo Kediri Karate Club, Dojo Buahan, Dojo Pandak Bandung, Dojo Pejaten, Dojo Kerambitan, Dojo Penarukan, dan Dojo Pupuan, dengan total peserta sebanyak 225 orang yang terdiri dari 130 atlet putra dan 95 atlet putri. Diharapkan juga kejuaraan ini dapat menjadi wadah pembinaan berkelanjutan serta mempererat silaturahmi antar-dojo di Kabupaten Tabanan. (rls)

Pasamuan Agung MDA Bali 2025, Koster Ingatkan Desa Adat Bertahan Sepanjang Zaman

Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).
Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dan memuliakan Desa Adat sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Bali, baik secara sekala maupun niskala.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, Desa Adat memiliki sistem yang utuh dan lengkap, mulai dari krama, wilayah, hingga organisasi yang mengatur kehidupan masyarakat adat. Dalam struktur Desa Adat terdapat unsur eksekutif (prajuru), legislatif (sabha), dan yudikatif (kertha) yang berjalan berlandaskan awig-awig dan perarem hasil musyawarah krama di paruman desa.

Gubernur Koster menekankan bahwa sistem pengambilan keputusan di Desa Adat tidak perlu meniru demokrasi modern seperti one man one vote. Leluhur Bali telah mewariskan nilai musyawarah mufakat melalui konsep duduk bersama, sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka, yang hingga kini tetap relevan.

Prinsip inilah yang diperkuat dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Ia mengakui, perjuangan melahirkan perda tersebut tidak mudah karena sempat menghadapi penolakan, namun akhirnya berhasil menjadi tonggak penting penguatan Desa Adat di Bali.

Untuk memastikan sekitar 1.500 Desa Adat di Bali mampu menjalankan perda tersebut dengan baik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan dukungan nyata berupa penyediaan kantor, operasional, serta dana melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat yang dikelola oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA), satu-satunya di Indonesia.

Gubernur Koster berharap besaran bantuan yang saat ini sekitar Rp300 juta per desa dapat ditingkatkan menjadi Rp500 juta, mengingat luasnya tanggung jawab Desa Adat dalam mengurus aspek sekala dan niskala. Ia juga menegaskan bahwa pengakuan negara terhadap Desa Adat Bali semakin kuat dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

Lebih lanjut, Gubernur asal Desa Sembiran tersebut juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi Desa Adat melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD) agar benar-benar menjadi lembaga hukum adat Bali, serta pengembangan Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 24 Tahun 2022, yang hingga kini telah terbentuk sebanyak 369 BUPDA.

Ia berharap Majelis Desa Adat (MDA) terus aktif mengawasi dan memfasilitasi Desa Adat, karena Desa Adat merupakan benteng utama jati diri Bali. Pada tahun 2026, Pemprov Bali juga akan memberikan penghargaan kepada bendesa adat yang telah lama mengabdi dan berprestasi.

“Memuliakan Desa Adat dan Subak telah saya masukkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Astungkara, keberadaan Desa Adat tidak hanya bertahan 100 tahun, tetapi harus ada dan lestari sepanjang zaman,” tegasnya.

Sebenarnya, Bendesa Agung Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa kekuatan utama Desa Adat terletak pada banda pengikat yang menyatukan krama. Menurutnya, krama Desa Adat harus terus dipelihara dan dikuatkan dengan berlandaskan ajaran Hindu, dresta adat Bali, serta komitmen kuat untuk ngajegang budaya Bali.

Ia menekankan pentingnya memfungsikan seluruh unsur sakral Desa Adat, seperti parahyangan di tiga desa adat serta keberadaan tiga setra, agar tidak ditinggalkan oleh generasi penerus.

Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet juga menegaskan bahwa Desa Adat bersifat otonom dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Dalam hal ini, Majelis Desa Adat (MDA) berperan memfasilitasi, membina, dan mengayomi Desa Adat sesuai kewenangannya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam MDA terdapat tatanan hierarki yang harus dipahami dan dihormati agar pembinaan Desa Adat dapat berjalan tertib, harmonis, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan pagi itu juga diserahkan Bale Kertha Adhyaksa kepada perwakilan Desa Adat Bali oleh Gubernur Bali. (rls)

Safari Perdana Launching Bank Sampah di Kelurahan Kapal

Ketua TP. PKK Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa buka Safari Perdana Launching Bank Sampah di Banjar Muncan, Kelurahan Kapal, pada hari Jumat (26/12).
Ketua TP. PKK Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa buka Safari Perdana Launching Bank Sampah di Banjar Muncan, Kelurahan Kapal, pada hari Jumat (26/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi melaksanakan pembukaan Safari Perdana Launching Bank Sampah di Banjar Muncan, Kelurahan Kapal, pada hari Jumat (26/12/2025). Kegiatan ini merupakan tindaklanjut langsung dan upaya sosialisasi intensif terhadap program gerakan kulkul PKK dan Posyandu yang telah sebelumnya diluncurkan oleh TP. PKK Provinsi Bali dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

 

Safari Launching Bank Sampah ini ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat gotong royong yang tulus dan menumbuhkan budaya kebersihan yang dimulai dari tingkat lingkungan rumah tangga, sebelum kemudian meluas ke skala banjar dan kelurahan secara keseluruhan.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Lurah Kapal beserta seluruh stafnya, Ketua TP. PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP. PKK Kelurahan Kapal, Kepala Lingkungan Muncan, Bank Sampah Bali Wastu Lestari, para kader Bank Sampah Banjar Muncan, serta masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjuti dari arahan langsung Ketua TP. PKK Bali, Nyonya Putri Koster, yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mensosialisasikan gotong royong bersih-bersih di setiap Desa/Kelurahan dan Kecamatan melalui gerakan Kulkul Posyandu.

 

“Kulkul yang kita gunakan bukan hanya sebagai sarana komunikasi untuk memulai bersih-bersih, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya Bali yang kaya. Kulkul ini akan menandakan bahwa kita semua akan bersama-sama melakukan perawatan lingkungan sekitar,” ungkapnya

 

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat tidak hanya kader PKK dan Posyandu. “Mudah-mudahan dengan berjalannya program ini nantinya dapat terus meningkatkan kepedulian masyarakat tentang sampah dan kebersihan lingkungan,” ujar Rasniathi.

 

Nyonya Rasniathi mengumumkan bahwa kegiatan gotong royong bersih-bersih dan pengelolaan sampah melalui bank sampah akan dilakukan secara rutin setiap bulan sekali, tepatnya pada hari Minggu pertama setiap bulannya. Untuk menandai awal kegiatan, kulkul akan dibunyikan 15 menit sebelum jam 6 pagi dengan pola khusus, yaitu 5 ketukan sebanyak 5 kali, yang berfungsi sebagai tanda persiapan bagi masyarakat untuk memulai aktivitas bersih-bersih.

Taman Budaya Bali di Polandia Buka Peluang Kerja, Puluhan Tenaga Kerja dan Seniman Bali Bakal Direkrut

Kunjungan KonAsul Kehormatan Republik Indonesia di Gdansk, Polandia, Miroslaw Wawrowski pada, Rabu (24/12/2025) di Jayasabha, Denpasar.
kunjungan Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Gdansk, Polandia, Miroslaw Wawrowski pada, Rabu (24/12/2025) di Jayasabha, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Taman Budaya Bali Indah yang diresmikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di kawasan Dolina Charlotty, Slupsk, Polandia, Eropa Timur, pada Senin, 16 Juni 2025 lalu membuka lapangan pekerja untuk masyarakat Bali.

Dalam kunjungan Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Gdansk, Polandia, Miroslaw Wawrowski pada, Rabu (24/12/2025) di Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Wayan Koster mendapatkan laporan dari Miroslaw Wawrowski bahwa Taman Budaya Bali Indah di Polandia akan memanfaatkan warga Bali asli untuk bekerja disana.

”Jumlah tenaga kerja dari Bali yang akan kami rekrut mencapai 40 orang, lalu ada 15 seniman tari dan musik, dan ada belasan tukang ukir juga akan kami libatkan,” ungkap Konsul Kehormatan RI di Gdansk.

Pihaknya juga menyampaikan, Taman Budaya Bali telah dilengkapi restoran Bali, salah satu yang disajikan ialah minuman Kopi Bali.

”Sejak dibukanya kawasan ini, di hari libur perharinya dikunjungi oleh 1.000 sampai 1.500 orang, hari libur kita itu saat musim panas saja. Karena antusiasnya masyarakat kami terhadap seni budaya Bali, maka pada akhir bulan Juli 2026 nanti kami akan membuat acara Bali Festival seraya melakukan Upacara Melaspas Padmasana, semoga Bapak Gubernur Bali berkenan hadir pada acara tersebut,” ucapnya.

Adanya tempat ini, membuat masyarakat Polandia berkeinginan ke Bali untuk melihat langsung keaslian Pulau Bali dengan pesona seni dan budaya-nya yang khas.

Mendengar informasi tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kecintaan Polandia terhadap budaya Bali, sampai mewujudkannya menjadi fasilitas budaya di negara-nya.

Koster berharap, fasilitas tersebut menjadi media promosi pariwisata Bali di Polandia. ”Kemudian mengenai acara Bali Festival yang akan terselenggara pada akhir Juli 2026, saya doakan semoga sukses, dan terkait undangan Upacara Melaspas Padmasana di Taman Budaya Bali Indah, Polandia kemungkinan Saya akan menugaskan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk hadir,” tutup Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. (rls)

9 Napi Lapas Tabanan Terima Remisi Natal, Dua Diantaranya Langsung Bebas

Penyerahan remisi khusus (RK) Natal untuk narapidana di Lapas Tabanan, Kamis (25/12/2025).
Penyerahan remisi khusus (RK) Natal untuk narapidana di Lapas Tabanan, Kamis (25/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perayaan Natal 2025 kali ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi narapidana khususnya yang beragama Kristen, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, Kamis (25/12/2025).

Sebanyak sembilan orang narapida yang sedang menjalani tahanan menerima Remisi Khusus (RK) Keagamaan, bahkan dua diantaranya bahkan langsung bebas.

Kepala Lapas, Prawira Hadiwidjojo menyampaikan, pemberian remisi keagamaan tidak hanya merupakan hak Warga Binaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas perubahan sikap dan perilaku positif selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, remisi diharapkan mampu memotivasi Warga Binaan untuk terus menjaga kedisiplinan serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh.

“Remisi diberikan kepada Warga Binaan yang memenuhi syarat, terutama mereka yang berkelakuan baik, tidak melanggar tata tertib, dan aktif mengikuti kegiatan pembinaan. Kami berharap remisi ini dapat menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Prawira.

Pemberian remisi merupakan bentuk pemenuhan hak sekaligus penghargaan atas kepatuhan dan partisipasi aktif dalam program pembinaan.

Rekapitulasi perolehan Remisi Natal di Lapas Tabanan sendiri terdiri dari 7 orang penerima RK I dan 2 orang penerima RK II. Jika RK I adalah pengurangan masa pidana maka RK II merupakaan pengurangan masa pidana yang langsung membebaskan Warga Binaan pada saat remisi diberikan.

Salah seorang Warga Binaan penerima RK II, Tomi, mengungkapkan rasa syukur atas perolehan remisi yang diterimanya.

“Puji Tuhan, remisi Natal ini sangat berarti bagi saya terlebih saya memperoleh RK II sehingga saya bisa langsung bebas hari ini dan berkumpul lagi bersama keluarga. Ini merupakan berkah yang tidak terhingga,” ucapnya. (ana)

Bupati Sanjaya Pimpin Persembahyangan Bersama Dimulainya Implementasi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan – 100 Tahun Bali Era Baru 2025 – 2125 di Kabupaten Tabanan –

Kegiatan yang dilaksanakan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanana, dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Rabu (24/12),
Kegiatan yang dilaksanakan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanana, dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Rabu (24/12),

PANTAUBALI.COM , TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Persembahyangan Bersama sekaligus Matur Piuning dan Memohon Restu dalam rangka dimulainya implementasi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 di Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang dilaksanakan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanana, dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Rabu (24/12), bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Pegat Uwakan (Pegatwakan).

Persembahyangan bersama ini turut dihadiri Ketua DPRD beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan serta seluruh Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bendesa Adat dan Perbekel Desa Wangaya, serta tokoh masyarakat setempat. Dimana kegiatan diawali dengan memberi makan ikan di kolam Luhur Beji Batukau, melepas Burung Kitiran dan Persembahyangan di Beji Luhur Batukau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah awal Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menindaklanjuti Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125), sebagaimana arahan Gubernur Bali, yang secara resmi mulai diimplementasikan pada hari ini, (24 Desember 2025). Hal ini juga menjadi wujud konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menyeimbangkan pelaksanaan pembangunan antara aspek sekala dan niskala.

Melalui Matur Piuning dan permohonan restu ini, diharapkan seluruh program dan kebijakan pembangunan yang dilaksanakan ke depan senantiasa mendapat tuntunan, keselamatan, serta kelancaran dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa Haluan Pembangunan Bali Masa Depan merupakan pedoman strategis pembangunan jangka panjang Bali yang harus dilaksanakan secara konsisten, terarah, dan berkesinambungan hingga 100 tahun ke depan.

“Melalui momentum ini, kita secara resmi memulai implementasi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun. Haluan ini menjadi arah bersama agar pembangunan Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan, tetap berpijak pada jati diri Bali, berlandaskan adat, agama, seni, dan budaya Bali,” tegas Sanjaya. Sekaligus menyampaikan arah pembangunan Bali dilandasi filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya.

Dikatakannya juga, filosofi tersebut mencakup enam unsur utama, yakni Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, serta Atma Kerthi dan Buana Kerthi, yang menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan kehidupan secara sekala dan niskala. “Nangun Sat Kerthi Loka Bali mengajarkan kita menjaga keharmonisan hutan, air, laut, manusia, jiwa, dan alam semesta. Inilah arah pembangunan Bali ke depan, bukan hanya membangun fisik, tetapi menjaga keseimbangan hidup secara sekala dan niskala untuk generasi 100 tahun mendatang,” ujar Politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Selain itu, Sanjaya juga menegaskan dari enam unsur tersebut, terdapat tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian bersama, yakni manusia (krama Bali), alam lingkungan, dan budaya Bali. “Yang paling substantif dalam implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah bagaimana kita menjaga kramanya, menjaga alam lingkungannya, dan menjaga budayanya. Jika manusianya tidak ada, maka siapa yang akan ngayah, siapa yang akan mabakti, dan siapa yang akan menjaga adat dan budaya Bali,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan, juga dilaksanakan absensi kehadiran bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan kedisiplinan dan komitmen aparatur dalam mendukung implementasi kebijakan pembangunan daerah yang selaras dengan arah pembangunan Provinsi Bali.

Pun momentum persembahyangan bersama ini, diharapkan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bersatu padu menjaga adat, agama, seni, dan budaya Bali secara berkelanjutan, untuk mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, serta pembangunan Bali yang harmonis sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (rls)

Wabup Bagus Alit Sucipta Kunjungi Beberapa Gereja di Wilayah Badung

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melaksanakan pemantauan persiapan menyambut perayaan Hari Natal Bagi Umat Kristen, Rabu (24/12).
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melaksanakan pemantauan persiapan menyambut perayaan Hari Natal Bagi Umat Kristen, Rabu (24/12).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melaksanakan pemantauan persiapan menyambut perayaan Hari Natal Bagi Umat Kristen, Rabu (24/12). Turut mendampingi Ketua dan Anggota FKUB Badung, Forkopimda Badung, para Asisten dan OPD terkait dilingkungan Kabupaten Badung.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan pemerintah mengunjungi beberapa Gereja  untuk memantau terkait kesiapanya perayaan ibadah Hari Natal tanggal 25 Desember. Kunjungan dimulai dari Gereja Katolik Paroky Santo Paulus Kalibul, Padonan Kuta Utara dan GKPB Jemaat “Tirta Amerta” Pelambingan Tibu Beneng Kuta Utara.

“Kita diterima sangat hangat sekali sambil melihat-lihat bagaimana kesiapan acara untuk Natal dan ini momentum sangat bagus sekali untuk kita bisa saling toleransi di NKRI. Kita yang ada di Kabupaten Badung bersama-sama dengan FKUB sekaligus juga menanyakan kesiapan perayaan Natal. Atas nama Pemkab Badung mengucapkan selamat Natal kepada warga kami Umat Kristiani semoga Kasih Tuhan bersama dengan kita dalam Perayaan Natal,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Badung mengharapkan untuk bersama-sama menjaga keamanan, dimana salah satu Umat  Nasrani mengadakan perayaan Hari Natal. “Bagaimanapun juga Badung ini adalah sentral kacamata pariwisata yang ada di dunia, untuk itu mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban sehingga di Hari Natal ini bisa berjalan dengan baik, lancar, aman dan nyaman,” tutupnya.

Forkopimda Tabanan Patroli dan Monitoring Ibadah Natal 2025

Forkopimda Kabupaten Tabanan melaksanakan patroli dan monitoring pelaksanaan Ibadah Natal Tahun 2025 di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Tabanan, Rabu (24/12/2025) sore.
Forkopimda Kabupaten Tabanan melaksanakan patroli dan monitoring pelaksanaan Ibadah Natal Tahun 2025 di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Tabanan, Rabu (24/12/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan melaksanakan patroli dan monitoring pelaksanaan Ibadah Natal Tahun 2025 di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Tabanan, Rabu (24/12/2025) sore.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 hingga 18.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, serta dihadiri Wakil Bupati Tabanan bersama unsur Forkopimda lainnya.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, patroli dan monitoring ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman, lancar, dan kondusif, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah.

“Forkopimda Kabupaten Tabanan turun langsung untuk memastikan situasi keamanan selama pelaksanaan Ibadah Natal tetap kondusif,” ujarnya.

Adapun patroli monitoring ibadah Natal dengan rute Polres Tabanan, Gereja Santa Maria Immaculata, Gereja Immanuel Kediri, dan berakhir di Pos Pelayanan Adipura.

Selain patroli dan monitoring, Forkopimda Tabanan juga melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan dukungan berupa parcel dan bingkisan kepada petugas pengamanan yang bertugas di lapangan.

“Ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril kepada personel yang melaksanakan pengamanan Natal,” tambah Kapolres.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Negeri Tabanan, Kasdim 1619 Tabanan, Asisten Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali, Kadishub Tabanan, Kasat Pol PP Tabanan, Kaban Kesbangpol Tabanan, Wakapolres Tabanan, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Tabanan dan Kodim 1619 Tabanan

Secara keseluruhan, pelaksanaan patroli dan monitoring ibadah Natal Tahun 2025 di Kabupaten Tabanan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. (ana)

Ruang Rasa Jadi Ruang Berkumpul Keluarga di Nuanu Jelang Pergantian Tahun

Ruang Rasa akan hadir di Nuanu Creative City mulai dari 26-28 Desember 2025.
Ruang Rasa akan hadir di Nuanu Creative City mulai dari 26-28 Desember 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut pergantian tahun 2025, Nuanu Creative City menghadirkan Ruang Rasa, sebuah perayaan kebersamaan yang mengajak pengunjung menikmati momen liburan bersama keluarga dan teman dekat melalui sajian kuliner, seni, dan musik.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Desember 2025, dan dikurasi oleh Food Coma.

Ruang Rasa menghadirkan lebih dari 30 pelaku kuliner Bali yang menyajikan beragam hidangan pilihan sebagai representasi kekayaan budaya kuliner Pulau Dewata.

Seluruh tenant dipilih secara khusus dan didatangkan langsung untuk menciptakan pengalaman makan yang autentik dan berkesan.

Director of Communications Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan bahwa Ruang Rasa lahir dari refleksi sederhana tentang makna akhir tahun bagi banyak orang.

“Menjelang akhir tahun, yang sering dicari bukanlah keramaian atau banyaknya acara, melainkan kehangatan kebersamaan. Makanan selalu menjadi pengikat untuk duduk dan berkumpul bersama,” ujarnya.

Ia berharap Ruang Rasa dapat menjadi ruang bagi keluarga dan sahabat untuk menikmati waktu bersama, berbagi cerita, serta mempererat hubungan di suasana akhir tahun yang hangat dan penuh makna.

Tak sekadar festival kuliner, Ruang Rasa dirancang sebagai ruang kebersamaan. Area makan bersama yang terbuka dipadukan dengan pertunjukan seni dan musik live, menciptakan atmosfer santai yang mendorong pengunjung untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menikmati momen sederhana bersama orang-orang terdekat.

Sepanjang acara, musik dan pertunjukan seni hadir secara natural, membuat suasana semakin hidup dan ramah untuk semua usia. Anak-anak hingga orang dewasa dapat bergerak bebas dan bereksplorasi, menjadikan perayaan akhir tahun terasa ringan, inklusif, dan menyenangkan.

Melalui Ruang Rasa, Nuanu Creative City kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi perayaan yang mengedepankan budaya, kreativitas, dan kebersamaan. Digelar menjelang Tahun Baru, acara ini menjadi alternatif dari pesta hitung mundur, dengan menawarkan cara menutup tahun yang lebih tenang, hangat, dan bermakna. (ana)

Festival Gong Kebyar Jadi Magnet Wisata di Ulun Danu Beratan

Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Festival Gong Kebyar di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Budaya Gong Kebyar yang digelar di DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sukses menarik minat wisatawan. Hal ini terlihat dari tren peningkatan jumlah kunjungan ke daya tarik wisata yang dikenal dengan keindahan pura di tengah danau tersebut.

Beragam pertunjukan seni budaya khas Bali ditampilkan sebagai daya tarik bagi wisatawan, seperti tari tradisional, tari kreasi, gong kebyar, Tari Kecak, hingga Tari Barong.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, pada Rabu (24/12/2025), mengatakan, kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan sejak empat hari terakhir sejak festival seni budaya tersebut digelar.

Sebelumnya, rata-rata kunjungan berada di angka 1.100 orang per hari, sementara dalam empat hari terakhir meningkat hingga mencapai 1.900 pengunjung per hari.

“Wisatawan terbanyak berasal dari mancanegara, khususnya India dan Eropa. Sedangkan wisatawan domestik didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, festival budaya ini rutin digelar setiap tahun. Pertunjukan seni budaya berupa tarian dibawakan oleh masing-masing Gebog Pesatakan Ulun Danu Beratan yang melibatkan 20 desa adat. Setiap perwakilan desa menampilkan tarian maskot hasil ciptaan desa adat masing-masing.

“Sebagai bentuk dukungan, kami memberikan dana pembinaan kepada 20 desa adat tersebut,” jelasnya.

Adapun pergelaran festival seni budaya ini telah berlangsung sejak 20 Desember 2025 dan akan digelar hingga 4 Februari 2026. Selain di Ulun Danu Beratan, festival juga dilaksanakan di The Blooms Garden.

Menurutnya, tren peningkatan kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan diperkirakan akan berlangsung hingga pekan ini atau sampai 3 Januari 2026.

Disisi lain, untuk mempertahankan tren peningkatan kunjungan, Sukarata berharap pemerintah dapat memperbaiki fasilitas di jalur penyeberangan untuk mendukung aktivitas pariwisata di Bali.

Sebab, kata Sukarata, selama ini banyak travel agent yang mengeluhkan kondisi fasilitas penyeberangan antar pulau yang dinilai kurang memadai dari sisi keselamatan.

“Kendala yang sering disampaikan travel agent adalah kondisi penyeberangan, khususnya situasi kapal agar kembali seperti dulu sehingga wisatawan yang menyeberang ke Bali merasa nyaman,” jelasnya.

Menyambut pergantian tahun 2025, manajemen DTW Ulun Danu Beratan juga menggelar kegiatan open house bagi para travel agent yang mengantar wisatawan ke kawasan tersebut. (ana)