- Advertisement -
Beranda blog Halaman 42

Wabup Badung Tinjau Titik Banjir di Kedonganan, Pastikan Penanganan Cepat dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (27/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (27/2/2026). Peninjauan dilakukan di Jalan Kharisma, Jalan Kantawali, dan Jalan Segara Madu guna memastikan penanganan banjir berjalan cepat sekaligus merumuskan solusi jangka panjang. Dalam kunjungan tersebut, Wabup juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir dan memastikan langkah penanganan darurat telah dilakukan, seperti normalisasi saluran air, pembersihan material yang menyumbat drainase, hingga pendataan warga terdampak.

 

Turut hadir dalam peninjauan tersebut perwakilan Dinas PUPR, BPBD Badung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung, Kecamatan Kuta, Kelurahan Kedonganan, Bendesa Desa Adat Kelan I Wayan Sukerana, dan Kepala Lingkungan se Kelurahan Kedonganan.

 

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk mengatasi dampak banjir yang terjadi akibat hujan lebat beberapa waktu terakhir.

 

“Pemerintah Kabupaten Badung bergerak bersama perangkat daerah terkait untuk mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak banjir. Kami turun langsung untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terutama pembersihan saluran air dan material yang menyumbat drainase sehingga aliran air bisa kembali lancar,” ujarnya.

 

Menurutnya, selain penanganan darurat, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah jangka panjang agar banjir tidak terus berulang di kawasan permukiman tersebut. “Kami juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.

 

Pemerintah Kabupaten Badung pun disebut akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak banjir, sekaligus mempercepat penanganan teknis di lapangan. Diharapkan dengan langkah darurat yang dilakukan saat ini serta perencanaan penanganan jangka panjang, potensi banjir di kawasan permukiman tersebut dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Ia juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

 

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan jika ditemukan saluran air yang tersumbat di lingkungan masing-masing,” harapnya. (rls)

Sidak ke Dua SD di Kota Tabanan, Komisi IV DPRD Tabanan Temukan Perbedaan Mutu Menu MBG

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memastikan mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi IV DPRD Tabanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua sekolah dasar di wilayah Kota Tabanan, Jumat (27/2/2026). Dari hasil pemantauan, dewan menemukan adanya perbedaan kualitas menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Kunjungan lapangan dilakukan di SDN 1 Dajan Peken dan SDN 6 Delod Peken. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan ketimpangan kualitas menu MBG di dua sekolah tersebut.

Menurutnya, menu makanan yang diterima siswa di SDN 6 Delod Peken dinilai lebih lengkap dan variatif dibandingkan dengan yang disajikan di SDN 1 Dajan Peken. Perbedaan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesetaraan pemenuhan gizi peserta didik sebagai penerima manfaat program MBG.

“Temuan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan jenis menu. Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas gizi yang diterima siswa. Kami khawatir terjadi ketimpangan pemenuhan gizi antar sekolah,” ujarnya.

Selain perbedaan menu, Komisi IV DPRD Tabanan juga menyoroti belum tersedianya pos atau mekanisme pelaporan di sekolah sebagai sarana menampung keluhan terkait program MBG, termasuk kondisi khusus siswa. Dewan mendorong pihak sekolah dan koordinator keamanan pangan untuk lebih aktif memantau kebutuhan anak, seperti siswa yang memiliki alergi makanan, tidak cocok dengan menu tertentu, atau memerlukan perlakuan khusus.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IV DPRD Tabanan berencana memanggil seluruh penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tabanan guna melakukan rapat koordinasi. Langkah ini bertujuan menyamakan standar menu serta memastikan kualitas gizi makanan yang disajikan kepada siswa di seluruh satuan pendidikan.

Dewan berharap, melalui penyamaan standar dan penguatan pengawasan, potensi risiko seperti gangguan kesehatan akibat pangan tidak aman dapat dicegah. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen DPRD Tabanan dalam mendukung keberhasilan program MBG agar manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh peserta didik di Kabupaten Tabanan. (pmc) 

Magister Hukum Unud Dorong Akuntabilitas Dana Desa Lewat Studi Ekskursi di Keramas

PANTAUBALI.COM, GIANYAR — Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana Angkatan 2025 menggelar kegiatan Studi Ekskursi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema “Membangun Sinergi Lintas Sektoral dalam Penguatan Tata Kelola Dana Desa Guna Mewujudkan Akuntabilitas Desa Mandiri”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai wahana edukasi bagi aparatur desa, studi ekskursi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik tata kelola dana desa di lapangan.

Peserta kegiatan melibatkan mahasiswa Program Studi Magister Hukum Angkatan 2025, perangkat Desa Keramas, Desa Pering, dan Desa Bona, serta perwakilan masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi lintas sektoral antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pengelolaan dana desa yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udayana, I Nyoman Bagiastra, yang hadir mewakili Dekan FH Unud, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

“Kegiatan studi ekskursi ini tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran lapangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi aparatur desa dalam memahami aspek hukum dan tata kelola dana desa secara akuntabel. Sinergi seperti ini penting agar pengelolaan dana desa dapat berjalan transparan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Magister Hukum FH Unud, Desak Putu Dewi Kasih. Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa perlu terus dilakukan melalui pendampingan akademisi.

“Pengelolaan dana desa membutuhkan pemahaman hukum yang baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Melalui forum seperti ini, kami berharap aparatur desa semakin paham regulasi dan mampu menerapkannya secara konsisten,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Mahasiswa, Ketua Himpunan Program Studi Magister Hukum, Perbekel Desa Keramas, serta Wakil Dekan III FH Unud. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari unsur akademisi dan mahasiswa, dilanjutkan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara civitas akademika dan masyarakat desa, sekaligus menjadi rujukan praktik baik dalam mewujudkan tata kelola dana desa yang akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian desa di Kabupaten Gianyar. (tim) 

Temuan Potongan Tubuh Manusia di Gianyar, Polisi Cocokkan DNA dengan WN Ukraina Korban Penculikan

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan potongan tubuh di muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Gianyar.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan potongan tubuh di muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Gianyar.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Aparat gabungan dari Polda Bali dan Polres Gianyar terus mendalami temuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Gianyar. Penyelidikan mengarah pada dugaan kemiripan tato dan DNA dengan korban penculikan warga negara Ukraina, Ihor Komarav (28), yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Kuta Selatan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menegaskan, meski terdapat indikasi kesamaan ciri fisik, kepastian identitas korban masih menunggu hasil uji forensik.

“Memang ada dugaan kemiripan tato dan ciri fisik dengan salah satu korban yang dilaporkan hilang. Tapi kami tidak bisa menyimpulkan hanya dari pengamatan visual. Semua harus dipastikan melalui analisis forensik dan pencocokan DNA,” ujarnya, Jumat (27/2).

Potongan tubuh tersebut ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita di kawasan muara sungai. Mendapat laporan, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama personel Polres Gianyar dan Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, bagian tubuh yang ditemukan dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk dilakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari pemeriksaan awal, kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk. Potongan tubuh yang ditemukan meliputi kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki, bahkan sebagian organ dalam turut ditemukan di lokasi.

“Kalau dilihat secara kasat mata, itu jelas potongan tubuh. Sayatannya terlihat kasar di bagian persendian. Jadi bisa kami pastikan ini mutilasi,” tegas Ariasandy.

Penyidik juga telah mengambil sampel DNA dari pihak keluarga korban penculikan WN Ukraina untuk kepentingan pencocokan. Hasil uji laboratorium forensik tersebut akan menjadi penentu apakah temuan potongan tubuh itu berkaitan dengan kasus penculikan yang tengah ditangani aparat.

Polisi menduga potongan tubuh kemungkinan dibuang dari lokasi lain dan terbawa arus sungai sebelum akhirnya terdampar di muara saat kondisi pasang surut. Namun, titik awal pembuangan masih dalam penyelidikan.

Selain uji forensik, aparat juga memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengungkap pelaku dan motif di balik kasus tersebut.

Hingga kini, identitas resmi korban belum diumumkan. Polisi memastikan hasil analisis DNA akan menjadi dasar utama dalam memastikan keterkaitan antara temuan mutilasi di Gianyar dan laporan penculikan warga Ukraina tersebut. RAN

Aksi Cepat Tim SAR, ABK WN Filipina Dievakuasi dari Kapal di Perairan Bali

Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung pada Jumat (27/2/2026).
Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung pada Jumat (27/2/2026).

DENPASAR, BALINEWS.ID – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung di perairan Bali, Jumat (27/2/2026). Proses evakuasi atau medical evacuation (medevac) dilakukan dengan mengerahkan rigid inflatable boat (RIB) dari perairan Pelabuhan Benoa.

Korban diketahui bernama Carl Mauricio Montevirgen (45), warga negara Filipina. Titik intercept atau pertemuan dengan kapal ditentukan pada koordinat 8°46.351’S – 115°14.884’E.

Dalam proses pemindahan korban dari atas kapal ke RIB, tim sempat menghadapi kendala akibat gelombang laut yang cukup keras. Meski demikian, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa menuju Dermaga Disnav Pelabuhan Benoa untuk menjalani pemeriksaan awal oleh petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Siloam Denpasar guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Koordinator Lapangan, Arif Yuliyanto, memastikan proses evakuasi berjalan lancar hingga korban tiba di rumah sakit.

“Kegiatan berjalan lancar, pasien sudah dilakukan medevac dan dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Denpasar, TNI AL, Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Bali, VTS Pelabuhan Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, BBKK Pelabuhan Benoa, tim medis RS Siloam, serta agen kapal PT Trans Cakrawala.

Dengan selesainya proses evakuasi dan penanganan awal terhadap korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. RAN

Ngaku Petugas, Residivis Narkoba Peras Pemuda Hingga Rp 10 Juta untuk Main Judi Slot

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati memaparkan kronologi kasus pemerasan dan penganiayaan dalam konferensi pers.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati memaparkan kronologi kasus pemerasan dan penganiayaan dalam konferensi pers.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi nekat dua pria berinisial IPPD alias Pasek (30) dan KOA alias Olen (36) berakhir di tangan polisi. Keduanya ditangkap aparat Polsek Denpasar Barat setelah diduga melakukan pemerasan dan penganiayaan terhadap seorang pemuda asal Banyuwangi berinisial MYA (23).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025 sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Mahendradata, Gang Kulma, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat.

Modusnya terbilang licik. Kedua pelaku menghentikan korban dengan berpura-pura sebagai aparat yang sedang memburu pelaku transaksi narkoba.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, menjelaskan bahwa pelaku menuduh korban sebagai pengedar narkoba dan langsung melakukan penggeledahan.

“Pelaku berpura-pura sebagai aparat dan menuduh korban sebagai pengedar narkoba, lalu melakukan penggeledahan,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, korban dipaksa menuju kamar kos untuk pemeriksaan lanjutan. Karena takut dan merasa terancam, korban menuruti permintaan tersebut. Namun di dalam kamar, korban tetap membantah tuduhan itu. Salah satu pelaku justru memukul bagian perut korban hingga mengalami memar.

Meski tak menemukan barang bukti narkotika, kedua pelaku tetap memaksa korban mengakui tuduhan dan meminta uang damai. Korban diminta menghubungi kakaknya untuk mentransfer uang sebesar Rp10 juta.

Setelah uang masuk ke rekening korban, pelaku membawa korban ke ATM di wilayah Sidakarya. Uang Rp4 juta ditarik tunai, sedangkan Rp6 juta lainnya ditransfer melalui QR ke dua akun judi slot, masing-masing Rp3 juta.

Usai menguras uang korban, pelaku meninggalkan korban seorang diri di kawasan Jalan Keboiwa. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian perut serta kerugian materiil sebesar Rp10 juta.

Berdasarkan penyelidikan, tim opsnal Polsek Denpasar Barat berhasil mengamankan Pasek di kawasan Sidakarya dan Olen di Jalan Gunung Soputan. Keduanya kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan antara lain bukti transfer ke akun slot, rekaman CCTV di lokasi kejadian dan ATM, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih yang digunakan pelaku, serta hasil visum korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah bersepakat mencari korban secara acak dengan modus tuduhan narkoba. Uang hasil pemerasan digunakan untuk bermain judi slot dan kebutuhan sehari-hari. Salah satu pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 482 KUHP dan atau Pasal 492 KUHP tentang pemerasan, pengancaman, serta penipuan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. RAN

Pemkab Tabanan Siap Terapkan Digitalisasi Bansos, Dorong Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Kamis (26/2).

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan komitmen kuat dalam mendukung percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dukungan tersebut ditegaskan saat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial bersama Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Kamis (26/2/2026).

Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan dihadiri jajaran Forkopimda Bali, para bupati/wali kota se-Bali, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan implementasi Government Technology di Bali.

Forum yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Dewan Ekonomi Nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola bansos agar lebih tepat sasaran, transparan, dan terukur. Agenda pembahasan mencakup pengantar strategis, penegasan target dan luaran pertemuan, pemaparan kebijakan nasional, hingga presentasi pilot project oleh komite dan koordinator wilayah.

Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan paparan pengalaman dari Bupati Banyuwangi terkait praktik digitalisasi bansos di daerahnya, termasuk tantangan teknis, strategi penyelesaian, serta dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Bagi Pemkab Tabanan, rakor ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik. Wakil Bupati Dirga menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Melalui sistem digital, proses penyaluran dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan akurat. Ini penting untuk meminimalisasi potensi kesalahan data maupun penyimpangan,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, Pemkab Tabanan optimistis implementasi digitalisasi bansos mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Tabanan. (pmc)

BPBD Tabanan Intensifkan Edukasi Kebencanaan, Desa dan Sekolah Didorong Lebih Tangguh

Foto: Kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 yang digelar BPBD Tabanan di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Rabu (25/2).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upaya memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan, kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (25–26 Februari 2026), di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Tabanan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas dan satuan pendidikan.

Pada hari pertama, sosialisasi mengusung tema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Sebanyak 50 perwakilan desa dan 10 kader posyandu dari seluruh kecamatan di Tabanan mengikuti kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas desa dalam mengidentifikasi risiko bencana, menyusun langkah mitigasi, hingga membangun sistem kesiapsiagaan yang terstruktur.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BPBD Tabanan menyerahkan spanduk peringatan cuaca ekstrem kepada perwakilan desa. Spanduk tersebut diharapkan dipasang di lokasi strategis agar informasi kebencanaan dapat diakses masyarakat secara cepat, sehingga kewaspadaan terhadap potensi bencana semakin meningkat.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada tema Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sebanyak 60 tenaga pendidik dari seluruh SMP se-Kabupaten Tabanan bersama perwakilan Dinas Pendidikan mengikuti pemaparan materi. Pembahasan meliputi penyusunan rencana kontinjensi sekolah, pelaksanaan simulasi evakuasi, serta integrasi edukasi kebencanaan dalam proses belajar mengajar.

Langkah ini sejalan dengan arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya membangun daerah yang aman dan tangguh terhadap risiko bencana. Penguatan desa dan satuan pendidikan dinilai menjadi fondasi utama dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui kegiatan KIE Rawan Bencana 2026, Pemkab Tabanan menargetkan terbentuknya desa-desa tangguh dengan sistem kesiapsiagaan yang jelas, serta sekolah-sekolah yang mampu menjamin keamanan lingkungan belajar. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan Tabanan yang harmonis, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana. (pmc)

Nyepi dan Idul Fitri Beriringan, Pemkab Tabanan Keluarkan Seruan Bersama Jaga Kondusivitas

Rapat koordinasi penyusunan Seruan Bersama jelang Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Malam Takbiran Idul Fitri di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Rabu (25/2/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Momentum beriringannya Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dengan Malam Takbiran Idul Fitri disikapi serius Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemkab bersama unsur lintas agama, TNI/Polri, dan tokoh adat menyepakati Seruan Bersama guna menjaga keamanan serta keharmonisan masyarakat.

Kesepakatan tersebut dirumuskan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Rabu (25/2/2026). Pertemuan ini melibatkan pimpinan daerah, aparat keamanan, serta perwakilan majelis-majelis agama di Tabanan.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan, Kapolres Tabanan, Dandim 1619/Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Kepala Bagian Kesra, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua MUI, Ketua PHDI, Ketua MDA, Ketua MPUK, perwakilan Dewan Pastoral Paroki, WALUBI, hingga MAKIN Kabupaten Tabanan.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan menegaskan, pertemuan ini menjadi wujud tanggung jawab bersama dalam memastikan dua hari besar keagamaan dapat berjalan khidmat tanpa mengganggu satu sama lain. Menurutnya, kedewasaan dan semangat toleransi masyarakat Tabanan menjadi modal utama menjaga stabilitas daerah.

“Sinergi seluruh komponen, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama maupun masyarakat, sangat penting agar suasana tetap aman dan tertib,” ujarnya.

Rapat tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Surat Edaran Gubernur Bali terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, serta ketentuan Kementerian Agama mengenai perayaan hari besar keagamaan. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut koordinasi bersama FKUB Provinsi Bali.

Dalam Seruan Bersama itu, terdapat enam poin utama yang menjadi pedoman masyarakat. Di antaranya ajakan menjaga toleransi dan persatuan, pelaksanaan Malam Takbiran secara terbatas di dalam masjid atau musholla tanpa pengeras suara keluar, serta peniadaan takbir keliling di wilayah Kabupaten Tabanan.

Selain itu, umat Hindu diimbau menjalankan Catur Brata Penyepian sesuai ketentuan agama, sementara aparat TNI/Polri bersama pecalang melaksanakan pengamanan terpadu secara persuasif. Seluruh elemen masyarakat juga berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Perwakilan MUI Kabupaten Tabanan menyatakan kesiapan umat Muslim menyesuaikan pelaksanaan Malam Takbiran sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi. Di sisi lain, PHDI Kabupaten Tabanan memastikan umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan tertib sesuai ajaran agama.

Aparat TNI dan Polri pun menyatakan siap bersinergi dengan pecalang di desa adat untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Rapat ditutup dengan penandatanganan Seruan Bersama oleh para pimpinan majelis agama dan unsur terkait sebagai simbol komitmen kolektif menjaga keharmonisan di Kabupaten Tabanan.

Pemkab Tabanan berharap seluruh masyarakat mematuhi kesepakatan tersebut dengan penuh kesadaran, sehingga perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. (pmc)

Misteri Penemuan Potongan Tubuh Manusia di Kawasan Pantai Ketewel

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kawasan Pantai Ketewel setelah ditemukannya potongan tubuh manusia.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kawasan Pantai Ketewel setelah ditemukannya potongan tubuh manusia.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM — Warga digegerkan dengan penemuan potongan kepala manusia di kawasan Muara Sungai Wos, Pantai Desa Ketewel, Gianyar, Kamis (26/2/2026) pagi. Temuan mengerikan itu langsung memicu penyelidikan intensif aparat kepolisian yang kini fokus mengungkap identitas korban sekaligus misteri di balik dugaan mutilasi tersebut.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WITA, saat seorang warga yang sedang beraktivitas di jogging track sekitar pantai melihat benda mencurigakan yang ternyata merupakan potongan kepala manusia. Warga pun segera melaporkan temuan tersebut ke aparat setempat.

Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Seizin Kapolres Gianyar, kami informasikan bahwa potongan kepala tersebut ditemukan pada hari Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA,” ujarnya.

Mendapat laporan, aparat dari Polsek Sukawati bersama Tim Inafis Polres Gianyar dan Polda Bali langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang pesisir Pantai Ketewel untuk mencari kemungkinan bagian tubuh lainnya.

Hasil penyisiran membuat kasus ini semakin mengerikan. Petugas kembali menemukan sejumlah potongan tubuh lain yang diduga berasal dari satu korban, di antaranya bagian dada, bahu, lengan hingga paha. Seluruh potongan tubuh tersebut kemudian dievakuasi untuk kepentingan identifikasi forensik.

“Saat ini potongan tubuh dibawa ke RSUP Prof Ngoerah. Untuk identitas masih dalam penyelidikan, dan tim Polda Bali serta Polres Gianyar masih dalam proses penyelidikan,” tambahnya.

Jenazah kini berada di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah), Kota Denpasar, guna menjalani proses identifikasi forensik mendalam oleh tim medis dan kepolisian.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan motif, penyebab kematian, serta apakah korban merupakan warga lokal atau pendatang. Aparat juga membuka peluang adanya tindak pidana berat di balik kasus tersebut, termasuk dugaan pembunuhan dengan mutilasi.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat guna membantu proses identifikasi korban. RAN