- Advertisement -
Beranda blog Halaman 398

Sunset di Kebun Phase 2, Menikmati Musik Sambil Kenalkan Bucephalandra

Konser musik Sunset di Kebun
Konser musik Sunset di Kebun

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Konser musik Sunset di Kebun kembali digelar untuk yang kedua kalinya pada tahun 2024 ini di Dewata Avenue, Kebun Raya Bedugul Bali.

Konser yang bersifat intimate show sudah dengan tetap menyuarakan pesan konservasi dan lingkungan ini digelar selama dua hari yakni 7 hingga 8 September.

General Manager Event Kebun Raya, Abi Irawan mengatakan, kehadiran Sunset di Kebun Phase 2 ini digelar menyusul kesuksesan Sunset di Kebun Phase 1 di empat kebun raya yang dikelola PT MNR yaitu Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Bali.

Yang mana, Sunset di Kebun menyajikan pertunjukan dengan perpaduan alam terbuka, musik harmonis serta keintiman antara musisi dengan penggemar menjadi nilai yang menjadi daya tarik tersendiri.

“Sunset di Kebun tidak hanya menyuguhkan keindahan alam Kebun Raya tetapi juga menghadirkan beberapa program-program peduli lingkungan,” ujar Abi Sabtu (7/9/2024).

Abi menyebut, yang membedakan Sunset di Kebun dengan pertunjukan lainnya adalah dengan mengusung tema intimate music show with green, conservation, and culture movement.

Penonton juga akan diajak pada suasana lebih dekat dengan musisi favoritnya.

“Penonton bisa lebih santai menikmati alunan musik yang lebih mendalam, bahkan sang musisi pun akan turut berbaur dengan penonton di sejuknya suasana sore hari Kebun Raya,” tambahnya.

Konser Sunset di Kebun Raya Bali kali ini menghadirkan beberapa line up yang terbagi dalam dua hari penampilan.

Mereka tampil bergantian dimulai sejak pukul 12.00 hingga 20.45 WITA. Pada hari pertama akan ada penampilan eksplorasi musik dari Mella dan Matahirra.

Kemudian dilanjutkan oleh sejumlah musisi ternama diantaranya Astera, Feby Putri, Nidji, dan ditutup oleh Fourtwnty.

Sedangkan pada hari kedua, juga ada penampilan eksplorasi musik dari Yansanjaya dan Ether. Kemudian dilanjutkan oleh deretan musisi ternama seperti Leeyonk Sinatra, Efek Rumah Kaca Ghea Indrawari dan diakhiri oleh HIVI!

Bukan hanya sekedar konser, Sunset di Kebun ini juga tidak melupakan fungsi utama Kebun Raya yang merupakan pusat konservasi tumbuhan.

Kebun Raya juga berfungsi sebagai tempat eduwisata yang sarat akan edukasi keanekaragaman hayati Indonesia.

“Sunset di Kebun ini digelar untuk mengajak generasi muda agar lebih mengenal alam, memperkenalkan flora yang ada di Kebun Raya. Selain itu, pelaksanaan event ini diharapkan bisa memperkenalkan Kebun Raya sebagai lokasi yang nyaman dan bisa menjadi destinasi eduwisata,” pungkas Abi.

Selain menikmati konser musik, penonton Sunset di Kebun juga diajak mengeksplorasi area hijau di Kebun Raya melalui sub program “Natura.”

Area Natura menyuguhkan berbagai kegiatan interaktif, edukatif, dan kreatif, seperti kelas edukasi, rangkai bunga, merakit, warna-warni, dan aktivitas untuk anak-anak.

Kelas edukasi mengajarkan pembuatan dan perawatan paludarium dengan tumbuhan Bucephalandra.

Program rangkai bunga mengajarkan seni merangkai bunga, sementara area warna-warni memberi ruang bagi pengunjung untuk mengekspresikan kreativitas melalui aktivitas seperti pot painting. (ana)

Diduga Berkendara Sambil Mabuk, Pelajar di Denpasar Tabrak Dua Motor Hingga Baku Hantam Dengan Warga 

terkapar di pinggir jalan usai menantang warga berkelahi di daerah Yangbatu, Denpasar, Jumat (6/9/2024).
terkapar di pinggir jalan usai menantang warga berkelahi di daerah Yangbatu, Denpasar, Jumat (6/9/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Seorang pelajar berusia 18 tahun berinisial CAM berkendara ugal-ugalan hingga menantang warga untuk berkelahi di daerah Yangbatu, Denpasar pada Jumat (6/9/2024) sekitar pukul 18.00 WITA.

Bahkan remaja yang tinggal di Jalan Paku Sari, Denpasar itu saat kejadian mengenakan baju seragam pramuka.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan, sebelim kejadian, CAM sempat menabrak motor di daerah Yangbatu.

“Dia sempat kabur. Warga lantas menghentikan motornya. Ia malah marah-marah dan memukul warga,” ujarnya, Sabtu (7/9/2024).

Saat melihat banyak orang, lanjut Sukadi, CAM melarikan diri menuju arah Renon, Denpasar Timur. Namun, sejumlah warga yang kesal, mengejar remana itu.

“Ia mengendarai motor dalam kondisi mabuk. Tindakannya membahayakan pengendara lainnya,” ucap Sukadi.

Sesampainya di perempatan Jalan Tantular, Renon, Denpasar Timur, CAM menabrak pengendara motor wanita. Christofel kembali mengamuk dan menantang warga.

Hingga ia sempat baku hantam dengan seorang pengendara lainnya yang mengenakan jaket. “Keributan ini berakhir setelah pihak kepolisian dari Pospol Renon tiba di lokasi dan mengamankan Christofel,” ucapnya.

Akibat terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, CAM akhirnya tumbang di pinggir jalan. Ia lantas dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, dibawa mobil ambulan BPBD. Sedangkan sepeda motornya diamankan di Pospol Renon.

“Kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar itu, ditangani Unit Laka Sat Lantas Polresta Denpasar. Terkait perbuatannya membuat onar dan menggangu ketertiban umum dalam  perkembangan berikutnya,” tegas Sukadi. (ana)

APBD Tabanan 2025 Dirancang Turun Rp270,9 Miliar, Ini Penjelasan Bupati Sanjaya

Rapat paripurna penyampaian dua ranperda di ruang Rapat DPRD Tabanan, Jumat (6/9/2024).
Rapat paripurna penyampaian dua ranperda di ruang Rapat DPRD Tabanan, Jumat (6/9/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato pengantar Bupati Tabanan terkait dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Tabanan pada Jumat (6/9/2024) tersebut dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Tabanan, I Made Dirga, dan dihadiri oleh anggota dewan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025 direncanakan sebesar Rp2,013 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp270,958 miliar atau 11,86 persen dari APBD induk Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp2,284 triliun.

Terkait penurunan ini, Bupati Sanjaya menjelaskan, perencanaan APBD Kabupaten Tabanan didasarkan pada sumber-sumber yang dikonsepkan oleh Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan.

Menurutnya, fluktuasi APBD setiap tahunnya adalah hal wajar yang biasa terjadi.

“Rancangan APBD di Tabanan berbasis produktif atau tepat sasaran. Pembangunan yang dirancang di Kabupaten Tabanan ini berbasis pada kebutuhan masyarakat,” ujar Sanjaya usai rapat paripurna.

Dikatakan Sanjaya, penurunan ini dianggap tidak terlalu signifikan dan tidak akan mempengaruhi program pembangunan di Kabupaten Tabanan.

“Justru program pembangunan itu bisa kita lihat dari produktivitas. Kalau dulu anggarannya besar untuk pembangunan gedung dan infrastruktur, namun kalau sekarang turun, pro rakyatnya lebih tinggi,” kata Sanjaya.

Sanjaya juga menepis anggapan jika penurunan anggaran ini disebabkan oleh situasi ekonomi. Ia menegaskan, tim anggaran membuat rancangan yang sangat efektif, efisien, tepat guna, dan tepat sasaran setiap tahunnya.

“Yang jelas, tiap tahun tim anggaran membuat rancangan yang sangat efektif dan efisien atau tepat guna dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 ini selanjutkan akan dibahas oleh anggota fraksi.

“Kami akan melakukan pembahasan pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Tabanan yang akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya. (ana)

Ibu Rumah Tangga di Kuta Selatan Dikeroyok Tetangga, Pelaku Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Ilustrasi penganiayaan (foto : Antaranews.com)
Ilustrasi penganiayaan (foto : Antaranews.com)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang ibu rumah tangga bernama Dian Permata Sari (39) menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh satu keluarga di rumahnya yang berlokasi di Jalan Kutilang, Puri Gading, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa sore, 25 Juni 2024.

Namun, meski sudah ada laporan, penyidik Polsek Kuta Selatan tidak menahan para pelaku yang berjumlah enam orang, dengan alasan yang dinilai kurang masuk akal.

Dian telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan. Penyidik telah memeriksa pelapor, terlapor, dan saksi-saksi, serta menetapkan para terduga pelaku sebagai tersangka. Namun, Dian merasa kecewa karena para tersangka tidak ditahan dengan alasan mereka adalah tulang punggung keluarga.

“Pelaku pengeroyokan ada enam orang, lima di antaranya dewasa dan satu anak di bawah umur. Meski pelaku dewasa sudah ditetapkan sebagai tersangka, mereka tidak ditahan. Sedangkan anak di bawah umur tidak dijerat hukum,” kata Dian pada Jumat (6/9/2024).

Dian mengaku kurang puas dengan alasan yang diberikan polisi dan mempertanyakan nasibnya sebagai korban yang terpaksa berhenti bekerja akibat kekerasan yang dialaminya.

“Suami saya juga sering bolos kerja untuk menjaga saya karena luka yang saya derita,” tambahnya.

Menurut Dian, para pelaku adalah tetangganya yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Pengeroyokan itu terjadi karena Dian sering memberi makan anjing liar di sekitar rumahnya.

“Saya mengenal mereka semua, mereka adalah N, SA, M, A, S, B, dan SM. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang kasar di Puri Gading,” jelasnya.

Dian menceritakan bahwa sebelum kejadian, ia sedang memberi makan anjing liar di depan rumahnya. Pelaku kemudian mengolok-olok dan menuduhnya sebagai “manusia najis”.

Tidak lama setelah itu, mereka menerobos masuk ke garasi rumah Dian dan melakukan penganiayaan. Akibat serangan tersebut, tubuh Dian mengalami luka-luka dan memar.

“Saat kejadian, saya sedang sendirian di rumah karena suami sedang bekerja. Mereka meludahi saya, melemparkan nasi basi, menendang rusuk saya, dan menyeret saya masuk ke dalam rumah. Mereka juga memukul kepala saya dengan helm dan mencengkeram lengan saya sambil berteriak bahwa saya adalah manusia najis,” ungkap Dian.

Dian menambahkan bahwa para pelaku sudah lama menyimpan dendam terhadapnya hanya karena kebiasaannya memberi makan anjing liar, meskipun dia seorang Muslim.

“Tuduhan sebagai manusia najis sudah dimulai sejak lama hanya karena kebiasaan saya memberi makan anjing liar,” tuturnya.

Dian merasa bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polsek Kuta Selatan tidak adil, karena meskipun lima pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, mereka tidak ditahan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, mengaku masih mengonfirmasi kasus ini ke Polsek Kuta Selatan. “Saya akan cek dulu ke Polsek Kuta Selatan,” tegasnya. (ana)

Eka Nurcahyadi Ditunjuk Sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan

Serah terima tugas sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan dari I Nyoman Arnawa kepada I Putu Eka Putra Nurcahyadi (kanan)
Serah terima tugas sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan dari I Nyoman Arnawa kepada I Putu Eka Putra Nurcahyadi (kanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – I Putu Eka Putra Nurcahyadi diberikan mandat oleh PDI Perjuangan sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan.

Serah terima tugas sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan dilangsungkan secara sederhana di ruangan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan pada Jumat (6/9/2024).

Serah terima ditandai dengan jabat tangan antara I Putu Eka Putra Nurcahyadi dengan I Nyoman Arnawa.

“Saya siap menjalankan tugas yang diamanatkan oleh partai,” ujar Eka Putra Nurcahyadi singkat.

Dengan serah terima tugas ini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tabanan akan dijabat oleh I Putu Eka Putra Nurcahyadi.

Kelompok Ternak di Kabupaten Jembrana Terima Bantuan Ayam Petelor

Bupati Jembrana Nengah Tamba serahkan bantuan ayam petelor kepada peternak.
Bupati Jembrana Nengah Tamba serahkan bantuan ayam petelor kepada peternak.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana kembali menyalurkan bantuan bibit hewan ternak kepada dua kelompok ternak yang ada di desa Pengambengan dan desa Penyaringan.

Secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Jumat (6/9/2024).

Pemberian bantuan itu untuk mendorong pengembangan usaha ekonomi produktif khususnya di bidang pertanian sektor peternakan di masyarakat yang sejalan dengan program Pemerintah Pusat dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Nasional.

Bupati Tamba mengatakan, bantuan ternak yang diberikan oleh pemerintah ke masyarakat ini harus dipelihara dengan baik dan berkesinambungan.

Jika Kabupaten Jembrana bisa memproduksi ayam pedaging secara besar-besaran. Apalagi kabupaten jembrana nantinya akan menyambut banyak tamu pada tahun emas 2026/2027, maka dari itu segala kebutuhan bisa disangga.

”Saya berharap bantuan yang telah diberikan kepada kedua kelompok tani itu bisa dikelola secara baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga mensejahterakan semua anggotanya, jadi jangan hanya pengurus yang menikmati hasilnya,” ucapnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Peternakan, drh. I Gede Putu Kasthama mengatakan setiap kelompok yang terdiri dari 20 orang mendapat bantuan bibit hewan ternak berupa ayam petelor sebanyak 320 ekor termasuk juga kelengkapan lainnya dengan total nilai bantuannya sebesar Rp 187.459.280 untuk kedua kelompok.

“Hari ini penyerahan ayam petelor untuk 2 kelompok masing – masing kelompok kita berikan ayam petelor sebanyak 320 ekor, terdiri dari 20 orang. Jadi per orang itu memelihara 16 ekor serta paket kandang, pakan, dan obat-obatan,” ucapnya.

Selain bibit hewan ternak, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana juga memberikan alat penunjang peternakan lainnya seperti vitamin dan obat-obatan untuk perawatan hewan ternak.

“Obat-obatannya lengkap sekali ada obat untuk mencegah virus, untuk vitamin dan juga untuk antibiotik dan obat untuk produksi telor, jadi lengkap semua,” ucap Kasthama.

Pihaknya mengatakan jumlah pakan yang diberikan akan cukup untuk 3 bulan, sedangkan vitamin dan obat-obatan cukup digunakan hingga usia produktif maksimal sekitar usia 2 tahun.

“Untuk pemakaian pakan ini kita hitung 3 bulan dan untuk obat-obatan mungkin bisa sampai umur ayam panen. Karena akhir ayam ini 2 tahun harus sudah diganti lagi dan harapannya setelah akhir bisa dijual dan nanti bisa digunakan untuk membeli lagi bibit dan terus berkelanjutan,” tutupnya. (rls)

Kunjungan Wisatawan di Tabanan Berpotensi Melebihi 6 Juta di Akhir Tahun 2024

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, A.A Ngurah Satria Tenaya
Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, A.A Ngurah Satria Tenaya

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pariwisata di Kabupaten Tabanan menunjukkan tren positif di pertengahan tahun 2024 ini. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, total kunjungan wisatawan hingga bulan Juli 2024 sudah mencapai 2.810.513 orang.

Jumlah itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebanyak 3.622.679 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, A.A Ngurah Satria Tenaya mengatakan, dengan capaian kunjungan wisatawan yang sudah mencapai 2,8 juta lebih maka target 5 juta kunjungan wisatawan pada akhir tahun 2024 bisa tercapai. Bahkan, pihaknya optimis jumlah kunjungan bisa melebihi 6 juta orang.

“Walaupun belum menyamai kunjungan tertinggi di tahun 2018 yang mencapai 5.351.927 orang wisatawan. Kami optimis jumlah wisatawan akan terus meningkat dan target bisa tercapai hingga akhirtahun ini,” ujarnya, Jumat (6/9/2024).

Menurutnya, peningkatan kunjungan ini tidak terlepas dari tren positif di beberapa destinasi wisata unggulan, seperti Jatiluwih dan Tanah Lot, yang mengalami kenaikan jumlah pengunjung secara signifikan.

Di Jatiluwih, misalnya, jumlah kunjungan yang sebelumnya hanya sekitar 1.200 wisatawan per hari kini meningkat menjadi lebih dari 2.000 wisatawan per hari, salah satunya berkat pengelolaan parkir yang lebih baik.

Kemudian,, di Tanah Lot, jumlah kunjungan harian rata-rata mencapai 4.500 wisatawan, dan selama pelaksanaan festival, angka ini meningkat hingga 6.000 hingga 7.000 pengunjung per hari.

“Itu baru kunjungan biasa, belum termasuk kunjungan saat event-event internasional maupun nasional,” tambah Ngurah Tenaya.

Dengan peningkatan kunjungan ini, sambungnya, tim dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali beberapa waktu lalu melakukan evaluasi penerapan pemungutan wisatawan asing di beberapa destinasi wisata unggulan.

Kunjungan evaluasi dimulai di kawasan wisata Ulun Danu Beratan, dengan rencana kunjungan lanjutan ke Destinasi Tanah Lot dan Jatiluwih.

“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pungutan wisatawan asing sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan wisata di Bali, khususnya di Tabanan,” ucapnya. (ana)

Pemerintah Kabupaten Badung Raih Anugerah Pandu Negeri 2024

Wabup Ketut Suiasa didampingi Kepala DPMPTSP Badung, I Made Agus Aryawan menerima Anugerah Pandu Negeri Tahun 2024 dari Institute for Public Governance di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Wabup Ketut Suiasa didampingi Kepala DPMPTSP Badung, I Made Agus Aryawan menerima Anugerah Pandu Negeri Tahun 2024 dari Institute for Public Governance di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Pandu Negeri 2024 kategori Gold.

Penghargaan diberikan oleh Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) kepada Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil dalam praktek-praktek terbaik Governance sektor publik.

Anugerah Pandu Negeri diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kamis (5/9/2024) di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Wabup Suiasa menyampaikan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Badung dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif serta upaya dalam memberantas korupsi.

“Ini merupakan salah satu bentuk dan wujud nyata bahwa kinerja kita bersama pada jajaran pemerintah daerah yang telah melaksanakan prinsip-prinsip akuntabilitas dan juga pelayanan publik yang penuh inovasi,” ungkapannya.

Suiasa mengharapkan dengan diraihnya anugerah Pandu Negeri 2024 mampu sebagai pemantik bagi jajaran Pemkab Badung untuk bekerja lebih baik dan semakin memperteguh untuk mencapai hasil-hasil kerja guna memberikan nilai dampak positif dan produktif bagi masyarakat.

Selain itu, senantiasa mengembangkan konsep-konsep digitalisasi dalam pelaksanaan pemerintahan dan diwarnai dengan penuh inovasi sehingga dapat mewujudkan pelayanan publik yang prima di masyarakat.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan menyampaikan, Anugerah Pandu Negeri 2024 merupakan penghargaan yang diberikan oleh IIPG kepada Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil dalam praktek-praktek terbaik Governance sektor publik.

Adapun kriteria penilaian meliputi aspek kinerja dan aspek tata kelola pemerintah (governance) dengan kinerja capaian sangat baik, termasuk berbagai inovasi serta langkah-langkah konkrit dalam meningkatkan Indeks Persepsi Anti Korupsi.

“Anugerah Pandu Negeri 2024 kategori Gold yang diraih Kabupaten Badung menunjukkan indikator bahwa penyelenggaraan tata kelola pemerintahan atau governance di Kabupaten Badung sudah berjalan sangat baik sesuai tatanan yang berlaku sehingga berdampak positif bagi  masyarakat,” tambahnya. (rls)

Bupati Sanjaya Sampaikan Pidato Pengantar RAPBD 2025 dan RAPBD Perubahan 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan pidato pengantar terkait dua rancangan peraturan daerah pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Kabupaten Tabanan, Jumat (6/9/2024).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan pidato pengantar terkait dua rancangan peraturan daerah pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Kabupaten Tabanan, Jumat (6/9/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan pidato pengantar terkait dua rancangan peraturan daerah pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Kabupaten Tabanan, Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (6/9/2024) di Aula Rapat DPRD Kabupaten Tabanan.

Dalam pidatonya, Bupati Sanjaya membahas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2023 tentang APBD Tahun Anggaran 2024.

Pidato pengantar ini merupakan bagian penting dari proses pembahasan anggaran yang akan menentukan prioritas pembangunan dan alokasi dana untuk Kabupaten Tabanan ke depan. Dalam pidato pengantar yang disampaikan saat itu, Bupati Sanjaya menekankan beberapa point penting terkait pembahasan rapat saat itu.

Diantaranya, Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD TA 2025, merupakan rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan perda dan mengacu pada Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran sementara, yang merupakan dokumen awal PAD dan menjadi pedoman dalam menyusun Rancangan APBD TA 2025.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, total anggaran direncanakan sebesar Rp2,013 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp270,958 miliar atau 11,86 persen dibandingkan APBD Induk Tahun Anggaran 2024 yang berjumlah Rp2,284 triliun lebih.

Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,931 triliun lebih, terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp698,199 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp1,233 triliun.

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,994 triliun, yang mencakup belanja operasi Rp1,646 triliun, belanja modal Rp87,373 miliar, belanja tidak terduga Rp4,388 miliar, dan belanja transfer Rp256,021 miliar.

Sehingga defisit anggaran TA 2025 sebesar Rp62,802 miliar akan ditutup melalui pembiayaan netto dari estimasi sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2024.

“Begitu pula dengan telah disepakati bersama Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun 2024, dan mempertimbangkan dinamika perekonomian daerah terkini, pemenuhan skala prioritas lingkup kebutuhan masyarakat, serta agenda pembangunan yang akan kita capai,” papar Sanjaya.

Oleh sebab itu, Ia juga menyampaikan Pendapatan Daerah dalam RAPBD-P 2024 direncanakan sebesar Rp2,321 triliun, terdiri dari PAD sebesar Rp704,956 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp1,616 triliun.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp2,323 triliun, dengan rincian belanja operasi Rp1,765 triliun, belanja modal Rp298,669 miliar, belanja tidak terduga Rp4,901 miliar, dan belanja transfer Rp254,654 miliar.

Dengan mencermati kebutuhan belanja daerah dan pendapatan daerah, maka defisit anggaran dalam direncanakan sebesar Rp.2,093 miliar lebih yang dibiayai dari selisih antara penerimaan pembiayaan sebesar Rp.21,324 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp19,231 miliar lebih.

“Anggaran daerah yang merupakan informasi publik, adalah pencerminan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Sanjaya.

Berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dimana rancangan peraturan daerah tentang APBD serta rancangan perubahan peraturan daerah tentang APBD harus dievaluasi oleh Gubernur.

Pihaknya berharap agar Rancangan APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2025 dan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2024 segera dapat disampaikan untuk dievaluasi, dan dengan segera pula bisa disahkan.

Turut hadir dalam rapat Pimpinan beserta seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda Kabupaten Tababan, Pimpinan instansi Vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, para Camat se-Kabupaten Tabanan, para Jurnalis beserta undangan terkait lainnya. (rls)

Balita 3,5 Tahun di Tabanan Jadi Korban Gigitan Anjing Rabies

Ilustrasi anjing rabies (Foto : Kompas.com).
Ilustrasi anjing rabies (Foto : Kompas.com).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lima orang warga di Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan menjadi korban gigitan anjing rabies. Bahkan, satu dari lima korban tersebut merupakan seorang balita yang masih berusia 3,5 tahun.

Kepala UPTD Puskeswan 1 drh I Wayan Sutarja mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (3/9/2024) lalu. Setelah diambil sampel anjing tersebut untuk dilakukan uji lab hasilnya positif rabies.

“Kejadian dua hari lalu. Kami akan lakukan kegiatan emergency vaksinasi dan eliminasi selektif pada Senin depan,” ujar Sutarja dikonfirmasi, Jumat (6/9/2024).

Sutarja mengungkapkan, anjing tersebut merupakan peliharaan warga setempat yang dilepas liarkan. Namun, belum mendapatkan vaksinasi anti rabies.

“Sempat ada kegiatan vaksinasi rabies di sekitar lokasi, tetapi saat itu pemilik anjing tidak ada di rumah karena bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus gigitan anjing rabies di Desa Selanbawak, Kecamatan Marga menjadi yang pertama terjadi. Sedangkan di wilayah Kecamatan Marga tepatnya di Desa Marga, kejadian anjing rabies pernah terjadi tahun lalu.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan, dr AA Ngurah Putra Wiradana mengatakan, kelima korban gigitan anjing rabies tersebut sudah mendapat penanganan yakni diberikan vaksinasi dan perawatan lebih lanjut.

“Ada yang berusia 3,5 tahun dan berusia 6 tahun sisanya berusia 42 tahun. Tim sudah turun ke lapangan dan memberikan penanganan vaksinasi,” ungkapnya. (ana)