- Advertisement -
Beranda blog Halaman 268

48 Kepala Sekolah SD SMP di Badung Terima SK Pengangkatan   

Wabup Ketut Suiasa menyerahkan SK. Pengangkatan Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Badung, bertempat di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (30/1).
Wabup Ketut Suiasa menyerahkan SK. Pengangkatan Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Badung, bertempat di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (30/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebanyak 48 orang kepala sekolah tingkat SD dan SMP negeri di Kabupaten Badung menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan.

SK diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung I Made Suwardana, Kepala Disdikpora Badung Gusti Made Dwipayana bertempat di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (30/1/2025).

Wabup Suiasa mengatakan, pengangkatan Kepala Sekolah bukanlah sekedar seremonial. Jabatan ini mengandung tanggung jawab yang besar untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter dan mampu bersaing di era global.

Kepala Sekolah mempunyai peran strategis di dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif, inovatif dan inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.

“Saya berharap para Kepala Sekolah Dasar dan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Badung mampu mengarahkan para guru agar dapat membentuk anak didik menjadi sumber daya manusia yang cerdas, berwawasan luas, handal, tangguh dan berbudi pekerti luhur sebagai agen perubahan penerus bangsa,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana melaporkan, Kepala Sekolah memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan baik dari aspek manajerial penguasaan sumber daya maupun pengembangan inovasi di sekolah.

Proses penetapan Kepala Sekolah ini telah melalui tahapan seleksi yang sangat ketat mengacu pada regulasi yang berlaku serta mempertimbangkan kepemimpinan, pengalaman dan kinerja mereka dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Sebagaimana bagian komitmen dari pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang mengacu pada regulasi yang mendorong pemimpin berasal dari guru penggerak,”

“Guru penggerak merupakan guru yang telah mengikuti program pembelajaran kepemimpinan dalam rangka menjadi agen perubahan di sekolah dan sertifikasi guru penggerak telah menjadi persyaratan utama dalam seleksi kepala sekolah dan telah dibekali dengan potensi kepemimpinan yang inovatif dan berorientasi pada pelajaran yang berpihak pada murid,” ucapnya. (ana)

IB Surya Suamba Dilantik Jadi Sekda Badung

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon IIa dan Eselon IIb serta Pejabat Fungsional dilingkungan Pemkab Badung, di Puspem Badung, Kamis (30/1).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon IIa dan Eselon IIb serta Pejabat Fungsional dilingkungan Pemkab Badung, di Puspem Badung, Kamis (30/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ida Bagus Surya Suamba yqng sebelumnya menjabat sebagai Pj. Sekda Badung sekaligus Kepala Dinas PUPR Badung resmi dilantik menjadi Sekda Badung pada Kamis (30/1/2025) di Puspem Badung.

Pelantikan serta pengambilan sumpah tersebut dilaksanakan langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Selain Sekda, turut dilantik juga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon IIa dan Eselon IIb serta Pejabat Fungsional dilingkungan Pemkab Badung.

Selain Sekda, pejabat yang dilantik yaitu Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dijabat I Gde Surya Kurniawan sebelumnya menjabat Kabid.

Mutasi, Promosi, Penilaian dan Evaluasi Kinerja pada BKPSDM. Sementara Kadis Sosial dijabat A.A. Ngurah Raka Sukaeling sebelumnya menjabat Camat Petang.

Selain itu, Pejabat Fungsional yang dilantik sebanyak 141 orang. Sebelum dilantik para pejabat mengikuti upacara mejaya-jaya di Pura Lingga Bhuwana dipuput Ida Pedanda Gede Isana Manuaba, Griya Lebah Manuaba Abiansemal

Bupati Giri Prasta mengharapkan kepada Sekda yang memiliki peran kompleks dan multidimensi untuk mampu melakukan tindakan nyata dengan menerjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Sebagaimana telah ditetapkan, visi Kabupaten Badung 2025–2029 adalah membangun masyarakat adil makmur, lestari dan berkeadaban, Sekda memiliki tanggung jawab untuk memastikan visi ini menjadi kenyataan yang dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Kepada Staf Ahli, Giri Prasta juga berharap agar membantu memberikan telaah dan kajian terkait kemasyarakatan dan SDM kepada Bupati dan Wabup, demi kemajuan masyarakat dan SDM di Badung.

Kadis Sosial agar selalu peka terhadap segala permasalahan sosial serta mampu memberikan solusi dan membuat program inovatif.

Kepada pejabat lainnya Bupati berharap agar selalu peka terhadap kebutuhan dan kondisi masyarakat badung secara khusus dan masyarakat Provinsi Bali secara umum, karena sejatinya bahwa pejabat publik diciptakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami harapkan OPD tidak boleh ego sektoral. Tetap menjalankan PPNSB dengan baik mulai dari hulu, tengah hingga hilir,” pungkasnya.

Pelantikan juga dihadiri Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama para Wakil Ketua DPRD, para Ketua Fraksi dan Ketua Komisi DPRD Badung, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta Organisasi Kewanitaan. (ana)

Hasil Autopsi Pastikan Eks Bupati Jembrana dan Istrinya Tewas Dibunuh, Pelaku Masih Tak Diketahui

TKP penemuan jasad mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84), dan istrinya AA Sri Wulan Trisna (64).
TKP penemuan jasad mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84), dan istrinya AA Sri Wulan Trisna (64).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Polisi akhirnya mengungkap bahwa kematian mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana (84), dan istrinya AA Sri Wulan Trisna (64), disebabkan oleh tindakan pembunuhan.

Meskipun hasil otopsi telah memastikan hal tersebut, pihak kepolisian hingga kini belum dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian pasangan suami istri ini.

“Berdasarkan hasil autopsi, kami pastikan ini adalah kasus pembunuhan. Namun, untuk pelaku dan motifnya, kami masih dalam tahap penyelidikan, terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laurens Rajamangapul Heselo.

Kematian keduanya ditemukan pada 8 Agustus 2024, setelah menantu mereka merasa khawatir karena tidak ada kabar dari mereka. Saat berkunjung, menantu tersebut mendapati pintu rumah terkunci dan rumah yang kotor, seperti tidak terawat.

Setelah memanjat tembok dan masuk, bau busuk menyengat dari dalam rumah, yang segera dilaporkan ke Kepala Lingkungan Karya Darma.

Saat pemeriksaan dilakukan, Ida Bagus Ardana ditemukan tewas di dapur, sementara istrinya ditemukan di kamar. Keduanya diperkirakan telah meninggal selama tiga hingga lima hari sebelum ditemukan.

Hasil otopsi mengungkapkan bahwa Ida Bagus Ardana meninggal akibat kekerasan benda tumpul, sementara Sri Wulan Trisna diduga dibekap selain mengalami kekerasan benda tumpul.

Walau sudah mengidentifikasi penyebab kematian, polisi masih kesulitan menemukan bukti yang mengarah ke pelaku.

Kompol Laurens menambahkan, “Kami masih mengumpulkan petunjuk-petunjuk tambahan. Motif yang mungkin terjadi bisa terkait masalah harta, keluarga, atau pihak luar yang terlibat, namun belum ada yang bisa kami pastikan.” (*)

Industri Kerupuk Ikan di Kediri Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Industri kerupuk ikan milik UD Anugerah Bahari Cermelang yang berlokasi di Banjar Abiantuwung Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, ludes terbakar pada Kamis (30/1/2025)
Industri kerupuk ikan milik UD Anugerah Bahari Cermelang yang berlokasi di Banjar Abiantuwung Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, ludes terbakar pada Kamis (30/1/2025)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Industri kerupuk ikan milik UD Anugerah Bahari Cermelang yang berlokasi di Banjar Abiantuwung Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, ludes terbakar pada Kamis (30/1/2025) siang. Insiden kebakaran ini mengakibatkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran sekitar pukul 12.10 WITA dari Kelihan Dinas Banjar Abiantuwung Kelod.

“Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat di dapur penggorengan kerupuk ikan salmon,” terangnya.

Saksi yang merupakan karyawan UD Anugerah Bahari Cermelang , Komang Sumariasih (52) dan Ni Luh Wayan Oka Dani (67), berada di ruang pengemasan, melihat kepulan asap tebal sebelum api membesar.

Pemilik usaha, I Wayan Rubadiana, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan PLN setelah mendapatkan laporan dari saksi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tabanan diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.10 WITA dengan bantuan warga sekitar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai setengah miliar.

Polisi telah melakukan olah TKP, menginterogasi saksi-saksi, serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan untuk proses lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh tungku yang masih menyala di area dapur,” terang Sukadana. (ana)

Lapas Tabanan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Ratusan Warga Binaan

Lapas Tabanan melakukan pemeriksaan kesehatan massal terhadap seluruh warga binaan pada Kamis (30/1/2025). 
Lapas Tabanan melakukan pemeriksaan kesehatan massal terhadap seluruh warga binaan pada Kamis (30/1/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melakukan pemeriksaan kesehatan massal terhadap seluruh warga binaan pada Kamis (30/1/2025).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh warga binaan di tengah kondisi cuaca buruk yang yang terjadi belakangan ini.

Bertempat di Aula Candra Prabhawa, ratusan Warga Binaan diperiksa satu per satu oleh Tim Medis Lapas yang terdiri dari satu orang Dokter Madya, satu orang Perawat Terampil serta satu orang petugas Pengolah Data Kesehatan.

Adapun pemeriksaan kesehatan ini mencakup pengecekan tensi, cek gula darah dan kolesterol serta cek asam urat.

Kepala Lapas Tabanan Muhamad Kameily menyampaikan, pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu hak dasar yang dimiliki Warga Binaan di dalam Lapas sehingga wajib dilaksanakan.

“Dengan kondisi kesehatan yang terjamin tentunya berdampak pada setiap kegiatan yang mereka lakukan di dalam Lapas salah satunya yaitu bisa mengikuti segala macam kegiatan pembinaan yang ada tanpa hambatan,” ucapnya.

Sementara itu, Dokter Lapas Luh Putu Tresnadewi mengatakan, dari ratusan warga binaan yang diperiksa rata-rata kondisinya dalam keadaan normal.

Namun Ia tetap mengingatkan agar seluruh warga binaan dapat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat ditengah kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Selain itu pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan dalam rangka deteksi dini pencegahan penyakit tidak menular pada warga binaan.

Adapun pemeriksaan dilakukan terhadap 84 orang yang cek gula darah, 65 orang cek asam urat, 20 orang cek kolesterol dan 169 orang yang dicek tensi. Selain itu, ada 3 orang Warga Binaan dengan kasus baru hipertensi, 2 kasus baru dengan gula darah diatas ambang normal serta 7 orang Warga Binaan dengan asam urat melebihi batas normal.

“Bagi Warga Binaan tersebut akan kami berikan edukasi serta terapi sesuai hasil pemeriksaan,” tutupnya. (ana)

Jogging Track Kawasan Bajra Sandhi Ditata, Pj Gubernur Bali Letakkan Batu Pertama

Peletakan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).
Peletakan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meletakkan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).

Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas sinergi serta dukungan semua pihak, sehingga penataan kawasan MPRB dapat dimulai dengan langkah awal berupa penataan jogging track.

Lapangan seluas hampir 14 hektare yang terletak di tengah Kota Denpasar ini memiliki peran sangat signifikan bagi masyarakat. Lapangan tersebut dimanfaatkan masyarakat baik untuk berolahraga maupun berekreasi bersama keluarga. Oleh karena itu, penataan kawasan MPRB ini sangat penting agar kawasan semakin tertata dan nyaman untuk dikunjungi.

“Dengan penataan ini, kami berharap kawasan ini menjadi inklusif; masyarakat akan semakin sehat dan produktif,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum FTJSL menyampaikan, pekerjaan penataan jogging track merupakan tahap awal dari penataan dan pengembangan kawasan MPRB. Pengerjaan jogging track ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp7 miliar lebih dan akan dilaksanakan oleh PT Dewata Karya Anugrah.

“Ini merupakan bukti nyata dari kuatnya solidaritas, sehingga kita mampu berkolaborasi untuk bersama membangun Bali yang berkelanjutan dan berkepribadian,” tuturnya.

Peletakan batu pertama penataan kawasan MPRB turut dihadiri oleh Direktur Utama Jamkrida Bali, I Ketut Widiana Karya; jajaran FTJSL Provinsi Bali; serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. (ana)

Pengamen Anak Punk dan Badut Jalanan Marak di Tabanan, Satpol PP Lakukan Penertiban

Satpol PP Tabanan lakukan pembinaan dan penertiban terhadap anak punk.
Satpol PP Tabanan lakukan pembinaan dan penertiban terhadap anak punk.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam beberapa bulan terakhir, di wilayah Kabupaten Tabanan semakin banyak ditemui anak-anak punk yang mengamen di jalanan serta badut jalanan.

Para pengamen punk dengan pakaian lusuh kerap ditemui di titik-titik lampu merah sepanjng jalan Bypass Soekarno. Kondisi ini tentunya menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Tabanan I Nyoman Sukadana mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembinaan sekaligus penertiban.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi guna memulangkan mereka ke daerah asal.

“Kami sudah melakukan pembinaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kepolisian dan juga pemerintah propinsi melalui dinas sosial,” ujarnya, Kamis (30/1/2025)

Ia menjelaskan, keberadaan pengamen anak punk dan badut jalanan tidak lepas dari posisi wilayah Tabanan sebagai jalur transnasional, terutama jalur Denpasar-Gilimanuk.

“Tabanan merupakan jalur yang menghubungkan Bali dan Jawa. Tentunya sangat mudah bagi mereka untuk turun dan mengamen di sini,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sukadana, salah satu kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini adalah pengawasan di titik-titik penyebrangan, yang menjadi jalur masuk bagi para pengamen jalanan.

Disamping itu, pihaknya juga telah berkolaborasi dengan masyarakat dan perangkat desa, termasuk Perbekel Dauh Peken dan adat setempat yang aktif membantu di lapangan.

“Kami akan terus melakukan patroli dan pembinaan untuk menjaga ketertiban di Tabanan serta merespons keresahan masyarakat,” pungkasnya.  (ana)

PT BTID Mulai Kuasai Perairan Serangan, Akses Nelayan Terhimpit Karena Pembatas Pelampung

Nama Pantai Serangan Berubah Menjadi Pantai Kura-Kura Bali.
Nama Pantai Serangan Berubah Menjadi Pantai Kura-Kura Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Masyarakat Pulau Serangan, Denpasar, mencurahkan  kekhawatirannya dengan kondisi wilayah daratan dan perairan yang semakin dikuasai oleh PT BTID. Kekhawatiran ini muncul setelah wilayah laut yang semula dikenal oleh masyarakat setempat, kini mulai berganti nama menjadi Pantai Kura-Kura Bali dan dipasang pembatas, yang membuat para nelayan kesulitan untuk melaut dan mencari nafkah.

Keluh kesah mereka pun  disampaikan dalam sebuah pertemuan pada Kamis (30/1/2025), yang dihadiri oleh anggota DPR RI Nyoman Parta, Nyoman Adi Wiriatama, anggota DPD Ni Luh Jelantik, serta anggota DPRD Kota Denpasar, Melati.

Seorang warga mengungkapkan, “Kami mendapat informasi dari Dinas Kelautan Provinsi bahwa PT BTID berniat untuk mensertifikasi dan mengelola kawasan laut. Beberapa waktu lalu, kami mendengar bahwa sertifikat itu sudah dikeluarkan, dan ini semakin menambah kekhawatiran kami.”

Warga tersebut menambahkan, meski PT BTID sebelumnya tidak melarang masyarakat beraktivitas di laut, sertifikat yang diterbitkan bisa memberi mereka hak legal untuk menguasai dan mengatur wilayah tersebut.

“Jika mereka sudah memiliki sertifikat, kami sebagai masyarakat bisa berbuat apa?” keluhnya.

Warga berharap pertemuan tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang adil bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat berharap agar para pihak yang hadir di sini dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memberikan akses yang layak bagi kami,” ujar warga lainnya.

Selain itu, mereka menegaskan agar hak-hak mereka atas wilayah perairan Pulau Serangan tidak disamakan dengan hak PT BTID.

“Kami lahir di sini dan hidup di sini. Hak kami atas wilayah ini tidak boleh disamakan dengan hak PT BTID. Kami harus tetap menikmati hak yang sudah menjadi bagian dari kami,” tambahnya. (*)

Jangan Salah Langkah! Ini Tips Mengungkapkan Perasaan ke Orang yang Kita Suka

Ilustrasi confess. (Istimewa)
Ilustrasi confess. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang kita sukai bisa menjadi momen yang mendebarkan. Rasa takut ditolak atau canggung sering kali membuat kita ragu untuk berbicara jujur.

Namun, dengan persiapan yang tepat, momen ini bisa menjadi langkah penting dalam hubungan yang lebih baik. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda:

1. Kenali Perasaan Anda dengan Baik
Sebelum mengungkapkan perasaan, pastikan Anda memahami apa yang sebenarnya Anda rasakan. Apakah ini sekadar ketertarikan sementara atau benar-benar perasaan yang mendalam? Mengenali perasaan sendiri akan membantu Anda berbicara dengan lebih jujur dan percaya diri.

2. Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Waktu dan tempat yang nyaman sangat memengaruhi bagaimana perasaan Anda diterima. Pilihlah momen yang tenang dan tempat yang tidak terlalu ramai agar suasana lebih kondusif untuk berbicara dari hati ke hati.

3. Bangun Kedekatan Terlebih Dahulu
Jika Anda belum terlalu dekat dengan orang yang Anda sukai, bangunlah hubungan yang lebih baik terlebih dahulu. Luangkan waktu untuk mengenalnya lebih dalam agar komunikasi berjalan lebih lancar dan nyaman.

4. Latih Apa yang Ingin Dikatakan
Latihan dapat membantu mengurangi rasa gugup. Cobalah menyusun kata-kata yang ingin Anda sampaikan. Namun, pastikan tetap terdengar alami dan tulus saat mengungkapkan perasaan.

5. Tunjukkan Kejujuran dan Ketulusan
Kejujuran adalah kunci utama dalam menyatakan perasaan. Jangan berlebihan atau dibuat-buat, cukup ungkapkan apa yang ada di hati Anda dengan tulus. Misalnya, “Aku merasa nyaman saat bersamamu dan aku ingin kita bisa lebih dekat.”

6. Siapkan Diri untuk Segala Kemungkinan
Setiap orang memiliki perasaan dan pendapatnya sendiri. Bisa saja orang yang Anda sukai memiliki perasaan yang sama, atau sebaliknya. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menerima jawaban apa pun dengan sikap yang dewasa.

7. Gunakan Bahasa Tubuh yang Positif
Selain kata-kata, bahasa tubuh juga penting. Tatap matanya dengan lembut, tunjukkan senyuman, dan hindari gestur yang menunjukkan kegugupan berlebihan. Ini akan membantu membangun suasana yang lebih nyaman.

8. Berikan Ruang untuk Menjawab
Setelah mengungkapkan perasaan, beri mereka waktu untuk merespons. Jangan terburu-buru mengharapkan jawaban. Biarkan mereka memproses perasaan mereka sendiri sebelum memberikan tanggapan.

9. Tetap Tenang dan Terbuka dengan Hasilnya
Apapun jawaban yang diberikan, tetaplah tenang dan hargai keputusan mereka. Jika mereka membalas perasaan Anda, itu luar biasa! Namun, jika tidak, jangan berkecil hati. Setidaknya Anda telah berani jujur pada diri sendiri dan menghindari penyesalan di masa depan.

10. Tetap Jaga Hubungan dengan Baik
Jika hasilnya tidak sesuai harapan, cobalah untuk tetap menjaga hubungan baik. Jangan langsung menjauh atau menghindari mereka. Bersikaplah profesional dalam menjalin pertemanan atau hubungan lainnya.

Mengungkapkan perasaan memang bukan hal yang mudah, tetapi dengan persiapan yang baik dan sikap yang tulus, Anda bisa melakukannya dengan lebih percaya diri. Yang terpenting, jangan takut untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain. Semoga berhasil! (*)

Bupati Giri Prasta Dukung Kreatifitas Ogoh-Ogoh Pemuda Banjar Tainsiat 

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menerima jalinan silaturahmi pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (29/1).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menerima jalinan silaturahmi pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (29/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar silaturahmi ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Rumah Jabatan Bupati, pada Rabu (29/1/2025).

Pertemuan ini merupakan diskusi mengenai pelestarian adat, tradisi, seni, dan budaya Bali, yang menjadi bagian langkah konkret dalam kehidupan masyarakat Bali berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta menegaskan dukungannya terhadap kreativitas anak muda dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Ia berpesan penggunaan teknologi modern dalam pembuatan ogoh-ogoh diperbolehkan, asalkan tetap mempertahankan pakem dan filosofi yang mendasarinya. Hal ini bertujuan agar warisan budaya Bali tetap terjaga meski berkembang seiring zaman.

Selain itu, Bupati juga menanggapi kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang melarang penggunaan sound system dalam perayaan ogoh-ogoh. “Meski Kabupaten Badung belum memiliki peraturan daerah serupa, saya setuju bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban dan esensi budaya ogoh-ogoh itu sendiri,” ucap Giri Prasta.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga seniman dan kreator Nyoman Gede Sentana Putra, yang akrab disapa Kedux. Bersama pemuda Banjar Tainsiat, Kedux menyampaikan terima kasih dan harapan agar Bupati dapat memberikan dukungan serta bantuan dalam berbagai program seni dan budaya yang mereka rancang.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat Bupati Badung dalam mendukung generasi muda Bali untuk terus melestarikan adat dan budaya leluhur. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kebudayaan Bali tetap lestari dan berkembang di tengah modernisasi. (rls)