- Advertisement -
Beranda blog Halaman 268

Kadek Parwata, Korban Penusukan Hingga Tewas di Denpasar, Tinggalkan Dua Orang Anak

Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.
Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA meninggalkan dua orang anak. Dua anaknya masih bersekolah di TK dan kelas 4 SD.

Kesedihan mendalam pun dirasakan oleh anak, keluarga dan kerabat Kadek Parwata di rumah kediamannya di Jalan Nangka Selatan, Nomor 26 C, Denpasar.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra mengungkapkan, semasa hidup, Kadek Parwata dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati. Ia bekerja sebagai house keeping dan menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum kejadian, keluarga tidak menduga tidak memiliki firasat buruk sebelumnya.

“Tidak ada firasat, dua hari sebelum kejadian Kadek sempat ingin melayat kerumah temannya, tapi tidak jadi karena hujan. Malam itu, barulah dia kesana melayat,” kata Gede Dana.

Dana Putra menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” harapnya. (ana)

Keluarga Ungkap Sebelum Ditusuk Kadek Parwata Melayat ke Rumah Teman

Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).
Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kesedihan mendalam dialami oleh keluarga Kadek Parwata (31) yang tewas usai ditusuk dengan senjata tajam oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra, menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

Terkait identitas pelaku, Gede Dana mengaku masih belum menerima informasi penangkapan dari pihak kepolisian. Bahkan, plat nomor kendaraan pelaku sempat ditelusuri, akan tetapi datanya tak ditemukan.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” pungkasnya. (ana)

Anggota Polres Tabanan Diberi Self Healing, Perkuat Mental dan Kurangi Pelanggaran

Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.
Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing yang digagas oleh Kapolda Bali. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

Adapun program ini bertujuan untuk mempekiat mental dan motivasi kerja personel Polri, khususnya di lingkungan Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menjelaskan, program Dharma Self Healing bertujuan untuk memberikan keseimbangan mental bagi anggota Polri.

Menurutnya, tingginya angka pelanggaran di kalangan anggota Polri menunjukkan perlunya keseimbangan antara tugas sebagai aparat negara, kepala keluarga, serta bagian dari masyarakat.

“Personel Polri perlu penyegaran mental dan spiritual guna menghadapi berbagai tantangan, terutama pasca pergantian tahun, pemilu, dan pilkada serentak,” ucapnya.

Pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan kesiapan mental dan fisik anggota dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Dharma Self Healing, Dr. Ketut Abid Halimi menyampaikan, anggota Polri sering kali melupakan kesejahteraan mental mereka sendiri karena tuntutan tugas yang berat. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah preventif untuk mengurangi pelanggaran di internal kepolisian.

“Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan penyegaran dan keseimbangan pikiran menguatkan hati, dan mental agar personel Polri bekerja lebih produktif, inovatif, ikhlas, dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran serta menjadikan pekerjaan sebagai ibadah,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan anggota Polres Tabanan dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai dengan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Waka Polres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja Putra para pejabat utama (PJU) Polres Tabanan, kapolsek jajaran, personel yang terlibat, serta Wakil Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Tabanan. (ana) 

Tungku Uap Pabrik Tahu di Denpasar Meledak, Satu Orang Luka-Luka

Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.
Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

Ledakan tersebut bersumber dari tungku tabung uap pabrik yang disusul kebakaran. Bahkan, akibat kerasnya ledakan mengakibatkan kerusakan pada bangunan pabrik serta rumah kos di sekitarnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pabrik tahu tersebut diketahui milik Hendri Budiono Suwanto (37) asal Situbondo, Jawa Timur. Selain kerusakan bangunan, insiden ini juga menyebabkan seorang penghuni kos Mega Anggela (26) asal Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka robek di kaki sebelah kiri serta nyeri di bagian punggung akibat tertimpa reruntuhan tembok.

“Saat kejadian, korban sedang duduk di teras kos. Ia terkejut saat mendengar suara ledakan dari arah pabrik tahu yang bersebelahan dengan kosnya,” ujarnya.

Sementara itu, seorang karyawan pabrik berinisial Darius (29) asal Sumba Barat mengungkapkan bahwa ledakan terjadi saat ia tengah mengecek air di tabung uap.

Pabrik tahu ini menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas, bukan gas. Sistem kerja tabung uap di pabrik tersebut mengharuskan pengisian air setiap 15 menit serta pemantauan rutin oleh karyawan.

“Saat itu saksi hendak memastikan kondisi air dalam tabung, tiba-tiba saja meledak dan menghantam bangunan di samping pabrik,” kata Sukadi.

Selain menghancurkan sebagian bangunan, ledakan juga memicu kebakaran. Namun, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran Kota Denpasar dalam waktu sekitar satu jam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 100 juta. (ana) 

Tak Terpengaruh Efisiensi Anggaran, Gaji ke-13 dan THR PNS Dipastikan Segera Cair

Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)
Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dipastikan tidak berdampak pada pencairan gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS). Gaji ke-13 dan THR akan tetap tersedia dan akan dicairkan sesuai rencana.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menyebut, kebijakan pencairan tidak mengalami perubahan meskipun ada upaya efisiensi anggaran. Saat ini, anggaran sudah dialokasikan dan kini hanya menunggu penyelesaian administrasi.

“Dananya sudah ada dan sedang dalam tahap penyelesaian. Tinggal menunggu proses lebih lanjut,” ucapnya, dikutip Kamis (13/2/2025).

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini menegaskan, tidak ada kendala dalam proses pencairan kedua tunjangan tersebut.

“Semua sudah disiapkan dan dalam kondisi aman,” ujar Rini di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Ia menyebut, saat ini pemerintah masih menyusun Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pencairan gaji ke-13 dan THR bagi PNS. Regulasi ini diharapkan dapat diterbitkan sebelum bulan Ramadan. “PP-nya sedang dalam proses. Mudah-mudahan sebelum puasa sudah bisa dikeluarkan,” ucapnya.

Meski demikian, beberapa detail besaran anggaran, jadwal pencairan pasti, serta dampak terhadap kebijakan fiskal belum dijelaskan lebih lanjut. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. (*)

Jaga Kesehatan Mental, Warga Binaan Lapas Tabanan Diberi ‘Teh Rina’

Kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) di Lapas Tabanan pada Kamis (13/2/2025).
Kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) di Lapas Tabanan pada Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai upaya mencegah sekaligus deteksi dini gangguan kesehatan mental para warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melakukan kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) pada Kamis (13/2/2025).

Bertempat di Aula Candra Prabhawa, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Residen dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Dokter Lapas Tabanan Luh Putu Tresnadewi mengatakan, kegiatan Teh Rina dilaksanakan untuk memfasilitasi layanan kesehatan warga binaan dalam bentuk penyuluhan.

“Kami berharap teman-teman dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga apa yang disampaikan oleh Residen dapat kalian terapkan untuk menjaga kesehatan mental kalian selama di Lapas serta saat nanti kembali ke masyarakat,” kata Tresna.

Adapun materi penyuluhan yang diberikan pada kegiatan kali ini ialah terkait gangguan kepribadian. Residen, dr. Irvin menjelaskan, gangguan kepribadian merupakan pola pikir, perasaan, perilaku yang tidak fleksibel yang berdampak pada kesulitan dalam hubungan dan fungsi sosial.

“Gangguan kepribadian merupakan hal yang sangat mengganggu untuk itu diperlukan dukungan dari keluarga, teman ataupun tenaga profesional sebagai pencegahan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan kegiatan sharing dan diskusi terkait permasalahan-permasalahan yang dialami oleh Warga Binaan terkait masalah kepribadian.

Salah satu warga binaan, Cica, mengaku lebih paham tentang kondisi kepribadiannya usai mengikuti kegiatan Teh Rina. “Setelah menyampaikan masalah yang saya alami serta mendengarkan penjelasan dari Residen, sekarang saya menjadi lebih mengerti tentang gangguan kepribadian yang sebelumnya saya alami,” ucapnya. (ana) 

Pria di Denpasar Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal, Diduga Jadi Korban Salah Sasaran

Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).
Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Seorang pria bernama Kadek Parwata (31) tewas setelah ditusuk oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (13/2/2025), sekitar pukul 02.15 WITA. Korban diduga menjadi sasaran salah dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini sempat terekam rekaman CCTV. Dalam video, terlihat terduga pelaku menyerang Parwata yang baru saja tiba di warung bersama temannya dengan mengendarai motor Scoopy Putih untuk berbelanja dan tidak mengetahui persoalan yang sedang terjadi di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saksi bernama I Made Darma Wisesa (19) awalnya datang ke Warung Auna untuk membeli minuman. “Saat itu, saksi baru pulang dari nongkrong dan hendak membeli minuman,” kata sumber yang namanya tidak mau disebutkan.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, Darma terlihat mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam, mengenakan pakaian serba hitam, serta helm abu-abu.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor Honda Spacy merah. Pelaku tampak mengenakan kemeja jeans lengan panjang, celana panjang jeans abu-abu, helm hitam, dan masker penutup wajah berwarna hitam. Pelaku menabrak saksi dan langsung memukul Darma hingga helmnya terlepas.

Pelaku lalu berteriak dengan nada mengancam, menuduh Darma telah menyerempetnya, sehingga keduanya terlibat cekcok. Seorang penjaga warung bernama Ashuri (39) kemudian melerai perkelahian tersebut.

Setelah dilerai, pelaku sempat meninggalkan lokasi ke arah selatan. Namun, tak berselang lama, ia kembali dan bertanya kepada Ashuri apakah Darma adalah adiknya.

“Penjaga warung mengatakan Darma bukan adiknya, melainkan pelanggan yang sering berbelanja di sana,” tambah sumber.

Saat itu, Kadek Parwata tiba di warung dengan mengenakan kamben dan dibonceng oleh temannya. Namun, tanpa alasan jelas, pelaku justru mulai memaki-maki Parwata. Korban yang bingung dengan situasi itu pun mendekati pelaku, hingga terjadi cekcok antara keduanya.

“Di tengah perdebatan, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau berukuran cukup panjang dan langsung menusuk korban hingga bersimbah darah,” ungkap sumber.

Dalam rekaman CCTV, usai ditusuk, Parwata masih terlihat berjalan sambil menutupi luka di perutnya, sedangkan darah sudah berceceran di jalan. Temannya segera membawanya ke Rumah Sakit Darma Bakti. Namun, sayang nyawa Parwata tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Saat ini, Polsek Denpasar Utara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. (ana)

Hadiri Perayaam Cap Gomeh, Bupati Sanjaya Harap Tabanan Selalu Harmonis

Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).
Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran, pihaknya menghadiri acara Ramah Tamah dan Santap Malam Bersama dalam rangka perayaan Cap Gomeh di Wihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalam Melati Nomor 18 Tabanan, Rabu (12/2/2025).

Acara yang rutin dilaksanakan oleh umat Konghucu ini menjadi momen spesial dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan antar masyarakat di Tabanan.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan, perayaan Imlek tahun ini memiliki makna yang sangat dalam bagi Tabanan. “Menyambut tahun baru Imlek ini sangat spesial, karena dalam visi misi Tabanan, kami berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam, baik secara sekala maupun niskala,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya melanjutkan, salah satu fokus penting dalam visi misi Tabanan adalah pelestarian adat dan agama, tidak hanya agama Hindu, tetapi juga semua agama khususnya yang ada di Tabanan agar selalu rukun dan harmonis.

“Semua agama memiliki peranan dan kontribusi yang sama. Maka dari itu, saya sambut dengan baik acara ini. Tunjukkan pada kabupaten lain, bahwa di Tabanan kita harmonis, tidak ada perbedaan. Kami sangat mengapresiasi bahwa tujuan kita adalah kedamaian, yang mahal harganya,” tegasnya.

Sanjaya juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai kedamaian melalui aksi nyata. Bukan hanya sekedar kata, namun keharmonisan dan persatuan antar umat itu harus dilaksnakan dan wajib dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedamaian tidak bisa diwujudkan hanya dengan ajakan, tetapi dengan implementasi. Tunjukkan rasa kebersamaan kita, saling toleransi. Keberagaman ini saling terbuka, dan kita sudah berhasil menjadikan Tabanan sebagai contoh keharmonian,” tegasnya serasa berharap hal ini selalu dipertahankan.

Sebagaimana diketahui bersama, Perayaan Cap Gomeh ini menandai puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek dan dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender Imlek. Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan Kerta Yasa, dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Sanjaya, serta doa bersama.

Kedatangan Bupati Tabanan disambut meriah dengan tarian Barongsai dan pemberian angpao kepada masyarakat. Untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan saat itu juga menggelar acara santap malam bersama.

Di akhir acara, Bupati Sanjaya menyempatkan waktu untuk melakukan ramah tamah dengan masyarakat Tionghoa, khususnya warga Wihara Dharma Cattra, sambil menikmati lontong Cap Gomeh yang menjadi ciri khas perayaan. Suasana kekeluargaan sangat nampak saat itu, dimana seluruh undangan dan masyarakat yang hadir bersatu padu dalam bingkai kebhinekaan.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Tabanan, saya merasa berbangga dapat ikut serta dalam kegiatan ini, yang mencerminkan nilai-nilai toleransi dan kedamaian,” tutup Sanjaya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kerta Yasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan yang diberikan untuk perayaan Imlek tahun ini.

“Kami tetap diberi ruang untuk berekspresi dan berkreasi yang akan kami tuangkan dalam acara parade dan pentas budaya perayaan Imlek,” ujarnya.

Sebagai simbol harapan, dijelaskannya juga, lontong Cap Gomeh merupakan simbol penting dalam tradisi Tionghoa. Dipercaya, lontong Cap Gomeh adalah simbol makna dan harapan, serta berharap tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Turut hadir dalam acara yakni Wakil Bupati terpilih, I Made Dirga, serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan dan para kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. (ana)

Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK Hanya Bisa Gaji Pegawai Hingga Bulan Mei 2025

Sidang Mahkamah Konstitusi. (Foto: ANTARA)
Sidang Mahkamah Konstitusi. (Foto: ANTARA)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) menghadapi tantangan berat dalam pengelolaan anggaran pada tahun 2025. Kebijakan efisiensi yang diterapkan mengakibatkan MK hanya dapat membayar gaji pegawai hingga bulan Mei tahun depan.

Sekretaris Jenderal MK, Heru Setiawan, menjelaskan bahwa awalnya MK memiliki anggaran sebesar Rp 611,4 miliar untuk tahun 2025. Namun, setelah terealisasi sebesar 51,73% atau Rp 316 miliar, sisa anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp 295 miliar.

“Dari anggaran tersebut, sekitar Rp 83 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai, Rp 198 miliar untuk belanja barang, dan Rp 13 miliar untuk belanja modal,” terang Heru dalam rapat dengan Komisi III DPR RI pada Rabu (12/2).

Namun, menurut informasi dari Direktorat Jenderal Anggaran, terdapat pemblokiran anggaran sebesar Rp 226 miliar. Akibatnya, pagu anggaran MK pun berkurang menjadi Rp 385,3 miliar, dengan sisa anggaran yang dapat digunakan hanya sebesar Rp 69 miliar.

Dampak Pemangkasan Anggaran

Heru merinci, dari anggaran yang tersisa, Rp 45 miliar digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, Rp 13 miliar untuk tenaga PPNPN dan kontrak, Rp 9 miliar untuk biaya langganan daya dan jasa, Rp 610 juta untuk tenaga outsourcing, serta Rp 409 juta untuk honorarium persidangan.

“Akibat pemangkasan anggaran ini, pembayaran gaji dan tunjangan hanya bisa dilakukan sampai Mei 2025,” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran turut mempengaruhi kemampuan MK dalam menangani perkara perselisihan hasil pemilu (PHPU) dan pilkada. Tanpa tambahan anggaran, proses pengujian undang-undang (PUU) dan sengketa kewenangan lembaga negara (SKLN) pun terancam tertunda hingga akhir tahun.

“Selain itu, pemeliharaan gedung kantor, kendaraan dinas, dan peralatan operasional juga tidak dapat dibayar,” tambahnya.

Usulan Tambahan Anggaran

Untuk mengatasi kondisi darurat ini, MK telah mengajukan permohonan pemulihan anggaran kepada pemerintah. Permohonan tersebut mencakup tambahan anggaran sebesar Rp 38 miliar untuk pembayaran gaji dan tunjangan dari Juni hingga Desember 2025, Rp 20 miliar untuk pemeliharaan kantor, serta Rp 130 miliar untuk penanganan perkara pilkada dan pengujian undang-undang.

Dengan situasi yang semakin mendesak, MK berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi agar lembaga peradilan tertinggi ini tetap dapat menjalankan tugasnya secara optimal tanpa mengorbankan kesejahteraan pegawai maupun kelancaran operasionalnya. (*)

Sanjaya-Dirga Ikuti Upacara Mejaya-Jaya di Pura Besakih

Upacara Mejaya-jaya di Wisesa Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali pada Rabu (12/2/2025).
Upacara Mejaya-jaya di Wisesa Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali pada Rabu (12/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati dan Wakil Bupati Tabanan terpilih, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Dirga mengikuti upacara Mejaya-jaya di Wisesa Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali pada Rabu (12/2/2025).

Mejaya-jaya merupakan pelantikan secara niskala dalam agama Hindu yang bertujuan untuk memohon restu kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum menjalankan tugas kepemimpinan agar selama bertugas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pasangan bupati terpilih Tabanan tersebut turut ditemani oleh istri. Selain Sanjaya-Dirga, upacara mejaya-jaya yang juga dirangkaikan dengan sembahyang bersama tersebut juga diikuti oleh Gubernur Bal terpilih I Wayan Koster serta Wakil Gubernur terpilih I Nyoman Giri Prasta.

Tak ketinggalan, seluruh Kepala Daerah terpilih dari kabupaten/kota se-Bali juga hadir, menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pelantikan dan pelaksanaan tugas para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru.

Persembahyangan bersama ini menjadi momen penting sebagai bentuk mohon doa dan harapan agar pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat berlangsung dengan lancar serta aman.

Selain itu, untuk memohon agar para kepala daerah terpilih dapat menjalankan tugas mereka dengan baik dan sukses, demi kesejahteraan rakyat Bali.

“Kami mengajak semua pihak, khususnya di Kabupaten Tabanan, untuk bersama-sama berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh proses pelantikan berjalan dengan baik dan sukses. Ini adalah kesempatan untuk memohon keberkahan dan kerahayuan jagat Tabanan,” ujar Sanjaya.

Sanjaya juga mengajak serta Para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan untuk turut serta dalam doa bersama. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Tabanan yang lebih maju dan sejahtera.

“Kami juga berharap agar seluruh daerah di Bali, termasuk Tabanan, dapat terus berkembang dan makmur menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” ujarnya lebih lanjut.

Dengan berakhirnya persembahyangan ini, Bupati Sanjaya berharap seluruh rakyat Bali, termasuk masyarakat Tabanan, dapat merasakan keberkahan dan kerahayuan dalam menjalani kehidupan mereka.

Selain mejaya-jaya, pihaknya juga melaksanakan persembahyangan Pujawali Ida Bhatara Mpu Semeru di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih, dilanjutkan Persembahyangan Upacara Aci Usabha Kewulu ring Pura Basukian Puseh Jagat, Besakih, Karangasem, Bali. (ana)