- Advertisement -
Beranda blog Halaman 266

Heboh Kurs Dollar Tiba-Tiba Merosot Jadi Rp 8.170, BI dan Google Ungkap Penyebabnya

PANTAUBALI.COM – Sempat menjadi trending topik di jagat maya, Kurs dollar ke rupiah yang tercantum di Google pada Sabtu (1/2/2025) merosot menjadi Rp 8.170,65.

Banyak warganet yang bertanya-tanya penyebab turunnya kurs dollar dari yang hari sebelumnya Jumat (31/1/2025) sebesar Rp16.312. Atas permasalahan tersebut Bank Indonesia (BI) dan Google telah memberikan klarifikas.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa nilai tukar Rp 8.170,65 per dollar AS yang muncul di Google bukanlah nilai yang sebenarnya.

“Level nilai tukar dollar AS ke rupiah yang berada di angka Rp 8.100-an sebagaimana yang ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya,” ujar Ramdan dilansir Minggu (2/2/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kurs rupiah terhadap dollar AS pada 31 Januari 2025 sebenarnya berada di angka Rp 16.312 per USD.

Terpisah, Perwakilan Google juga mengakui adanya kesalahan dalam informasi nilai tukar rupiah yang ditampilkan di Google Search.

Menurut Google, kesalahan ini berasal dari data yang disediakan oleh pihak ketiga.

“Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar rupiah (IDR) di Google Search,” ujar Perwakilan Google.

“Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga. Ketika kami mengetahui ketidakakuratan ini, kami segera menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin,” tambahnya. (ana)

Bupati Sanjaya Apresiasi Kebersamaan Masyarakat Desa Wongaya Gede

Bupati Sanjaya hadir dalam upacara Atiwa-Tiwa di Banjar Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Sabtu (1/2/2025).
Bupati Sanjaya hadir dalam upacara Atiwa-Tiwa di Banjar Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Sabtu (1/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Wongaya Gede dalam melaksanakan Upacara Atiwa-Tiwa/Ngaben Bersama.

Upacara yang digelar di Banjar Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Sabtu (1/2/2025), mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk Bupati Tabanan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada hari itu berupa ngulapin dan ngeringkes, yang merupakan tahap persiapan menuju puncak karya pada 4 Februari mendatang.

Puncak acara akan dipuput oleh Baluan Desa, Jero Mangku Made Donder. Proses ngaben bersama ini melibatkan berbagai jenis kegiatan yang memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Masyarakat setempat berkontribusi dengan biaya relatif terjangkau untuk pelaksanaan upacara ini. Di antaranya, terdapat dua sawa watangan, 18 sawa ngewangun, masing-masing dikenakan biaya 5 juta rupiah per sawa, serta 9 orang ngelangkur dengan biaya 500 ribu rupiah per orang.

Selain itu, satu orang ngelungah dikenakan biaya 1,5 juta rupiah. Biaya tersebut menunjukkan bahwa meski tergolong besar, masyarakat tetap dapat melaksanakan upacara dengan biaya yang bisa dijangkau bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengungkapkan rasa bangga atas kebersamaan masyarakat desa dalam membangun karya yadnya ini. Ia menegaskan bahwa dalam membangun yadnya, esensi dari tri upa saksi harus dijaga agar karya dapat berlangsung dengan sempurna.

Tri upa saksi sendiri merupakan konsep dalam adat Bali yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan budaya dalam setiap kegiatan keagamaan.

Bupati Sanjaya juga mengingatkan, bahwa kebersamaan dalam masyarakat adalah dasar dari kekuatan budaya Bali.

“Membangun yadnya bukan sekadar soal biaya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat tradisi. Tanpa kekompakan, segala upaya akan terasa berat. Saya percaya, jika kita semua bersatu, baik pemerintah maupun masyarakat, hasilnya akan maksimal. Ini adalah bentuk nyata sinergi yang harus terus dijaga,” ujar Bupati Sanjaya.

Visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan yang berfokus pada pelestarian adat, seni, dan budaya Bali juga mendapat perhatian dalam upacara tersebut.

Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan selalu mendukung pelaksanaan karya-karya masyarakat, khususnya dalam kegiatan yadnya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Bali. Dukungan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan jagat Bali.

Di akhir acara, ketua panitia, I Wayan Jana Putra, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya proses upacara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

“Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan upacara Atiwa-Tiwa di Desa Wongaya Gede dapat berjalan dengan lancar dan memberikan berkah bagi seluruh masyarakat” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya hadir bersama I Made Urip, Ibu Usmantari selaku anggota DPR Provinsi Bali, serta jajaran pejabat dari Setda Tabanan, di antaranya Sekda, Kepala OPD, dan Camat Penebel.

Kehadiran mereka menunjukkan bentuk dukungan penuh dari pemerintah terhadap pelaksanaan upacara adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali. (ana)

Aksara Bali Jadi Nama Domain Tingkat Dua, Bukti Eksistensi di Dunia Digital

Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 mengangkat tema "Jagat Kerthi-Jagra Hita Samasta"
Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 mengangkat tema "Jagat Kerthi-Jagra Hita Samasta"

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksara Bali kini resmi digunakan sebagai Nama Domain Tingkat Dua, menjadikannya aksara pertama di Nusantara yang masuk ke ranah digital sebagai alamat website. Pencapaian ini menandai langkah besar dalam pelestarian dan pengembangan aksara daerah di era teknologi.

Penetapan ini diumumkan dalam rangkaian acara Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025, yang digelar sepanjang Februari. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa aksara Bali kini semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dengan penggunaannya dalam berbagai platform digital.

Bulan Bahasa Bali sendiri merupakan program tahunan yang digagas Pemerintah Provinsi Bali untuk melestarikan dan membumikan bahasa, aksara, dan sastra Bali di berbagai aspek kehidupan. Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, menegaskan pentingnya penggunaan bahasa dan aksara Bali tidak hanya saat perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika bisa setiap hari membaca dan menulis aksara Bali, maka akan semakin banyak orang yang mampu memahami pustaka lontar dan sumber sastra lainnya. Dari sanalah kita bisa menemukan pencerahan dalam kehidupan,” ujarnya.

Bulan Bahasa Bali VII mengusung tema “Jagat Kerthi-Jagra Hita Samasta”, yang berarti menjaga bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju kesejahteraan semesta. Tahun ini, perayaan semakin inovatif dengan mengadopsi konsep Kerangka Statistik Budaya (KSB) dari UNESCO, yang memungkinkan pelestarian bahasa dan aksara Bali selaras dengan perkembangan global.

Berbagai kegiatan digelar selama satu bulan penuh, termasuk:

-Widyatula (seminar): Pembahasan penggunaan font aksara Bali di media digital.
-Wimbakara (lomba): Kompetisi dari tingkat kabupaten/kota hingga masyarakat umum dalam 12 kategori lomba.
-Krialoka (workshop): Pelatihan menulis dan memahami aksara serta sastra Bali.
-Reka aksara (pameran): Menampilkan transformasi aksara Bali dalam teknologi dan industri kreatif.
-Pagelaran seni: Panggung apresiasi sastra Bali, konservasi lontar, serta penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama bagi tokoh yang berkontribusi dalam pelestarian budaya.

Dalam acara tersebut, Pj. Gubernur Bali, Mahendra Jaya, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, turut menulis aksara Bali di atas daun lontar dan menyaksikan penerapan aksara Bali di dunia digital.

Dengan ditetapkannya aksara Bali sebagai Nama Domain Tingkat Dua, bahasa dan budaya Bali kini memiliki ruang yang lebih luas di dunia maya. Hal ini tidak hanya menjadi simbol eksistensi, tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam pengembangan literasi digital berbasis kearifan lokal. (*)

Lagi Viral di Tiktok, Ini Lirik Lagu Bali ‘Proyek Gede’

PANTUABALI.COM – Lagu Bali berjudul Proyek Gede kini tengah viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok.

Lagu yang dibawakan oleh Istri Jro Rufix ini sukses mencuri perhatian warganet dan kerap dijadikan latar musik dalam berbagai unggahan video. Irama dan liriknya yang khas membuat potongan lagu ini terus terngiang di telinga banyak orang.

Berikut adalah liriknya:

Nguda kene lacur pesan dewek

Tiang Ngelah kurenan batisne kerayapan

Tusing taen enyak pules jumah

Suba tua kenehne nu truna

Yen nepukin anak bajang-bajang

Enu masi bisa ngelemesin

Peteng-peteng Beli megedi

Megedi peteng mulih semengan

 

 

Tusing taen inget pianak somah

Tusing taen nyangkutin kurenan

Idih olas da nyen salah tampi

Yen Tiang jangkutin anak elen

Ya mesaut ada proyek bisnis gede

Yen semengan Beli teka anak ngudiang

Ya mesaut proyek gede rapatne mekelo

Nyalian timah belalang kekek

Emping peyek campurin be taluh

Ilang uling jumah ngakune ke proyek

Nanging proyek nguberin nak eluh.

(*)

Tak Terbukti Terlibat Dalam Penculikan, WN Rusia Dibebaskan

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Polda Bali buka suara  terkait pembebasan seorang WNA asal Rusia, KA, yang sebelumnya diamankan pada Kamis (30/1/2025) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandhy dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kejahatan internasional yang dilaporkan oleh korban WNA asal Ukraina.

KA, yang hendak berangkat ke Dubai, sempat diamankan oleh Ditreskrimum Polda Bali sekitar pukul 18.00 Wita. Ia merupakan salah satu dari sembilan WNA Rusia yang diduga terlibat dalam kasus kejahatan yang dilaporkan oleh korban.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif selama 24 jam, penyidik menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan KA dengan kejahatan tersebut. Berdasarkan pelintasan paspor dan bukti foto, diketahui bahwa saat kejadian KA berada di Dubai, bukan di Bali.

Sebagai hasilnya, KA dibebaskan pada Jumat (31/1/2025) sekitar pukul 22.00 Wita dan melanjutkan perjalanan ke Dubai.

Polda Bali menegaskan akan terus berupaya mengungkap kasus kejahatan internasional ini dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Hubinter Polri, Imigrasi, dan Kedutaan Besar terkait, guna menyelesaikan kasus yang mencoreng citra Bali sebagai destinasi wisata.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan,” ujar Kombes Ariasandhy.

TP PKK Bali Dukung Pemberdayaan Perempuan

Seminar Nasional bertema Memuliakan Wanita: Membentuk Generasi Cerdas, Mulia, dan Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar BPR Kanti di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (31/1/2025) sore.
Seminar Nasional bertema Memuliakan Wanita: Membentuk Generasi Cerdas, Mulia, dan Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar BPR Kanti di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (31/1/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Peran wanita, khususnya ibu, menjadi sorotan dalam upaya membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa. Selain berkontribusi dalam keluarga, wanita juga memainkan peran penting dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian budaya, organisasi, dan pemerintahan.

Pentingnya peran perempuan ini diangkat dalam Seminar Nasional bertema Memuliakan Wanita: Membentuk Generasi Cerdas, Mulia, dan Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar BPR Kanti di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (31/1/2025) sore.

Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar yang merupakan kolaborasi antara BPR Kanti dan TP PKK Provinsi Bali ini, dengan membuat seminar.

“Tema yang diambil sangat tepat dan strategis, karena peran penting wanita, baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja,” ungkapnya.

Menurut Ida Mahendra Jaya, seminar ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan kaum perempuan mengenai ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Selain itu, melalui kegiatan seminar dapat tumbuh interaksi, komunikasi dan sosialisasi, membangun jejaring sosial serta sama antar pemerintah, swasta, dan antar sesama organisasi wanita yang ada di seluruh Bali,” jelasnya.

Ia juga mengajak kaum perempuan untuk terus meningkatkan kualitas diri. “Semoga kegiatan kolaboratif semacam ini bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Mari kita bangkitkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri kita. Patut disadari, kaum perempuan saat ini bukan sekadar mengurus rumah tangga dan urusan domestik semata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan bahwa perempuan adalah pilar penting dalam keberlangsungan adat, budaya, dan ekonomi di Bali.

“Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk perempuan di Bali mencapai 1.403.460 jiwa. Mereka tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pemerintahan dan legislatif,” ujarnya.

Ayu Aryani menambahkan bahwa kualitas peran perempuan di Bali terus meningkat. “Misalnya, keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif di Provinsi Bali mengalami kenaikan beberapa tahun terakhir. Ini menjadi bukti bahwa kesetaraan gender bukan lagi sekadar wacana, tetapi menjadi bagian dari realitas yang terus kita perjuangkan bersama,” jelasnya.

Namun demikian, Ayu Aryani menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan di Bali, seperti masalah kesehatan, kekerasan berbasis gender, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. “Berdasarkan data dari Simfoni PPA, pada tahun 2024 tercatat sekitar 383 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mencakup kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual,” ungkapnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov Bali telah melakukan berbagai upaya. “Kami melakukan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, terutama mereka yang berada di desa dan wilayah terpencil, mengawasi pelaksanaan program pemenuhan hak anak, termasuk pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi tentang hak-hak perempuan dan upaya mencegah kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Ia menegaskan, memuliakan perempuan adalah tanggung jawab bersama. “Semakin kuat perempuan, semakin kuat pula keluarga, masyarakat, dan bangsa kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bentuk edukasi dan literasi yang menyasar kaum perempuan.

“BPR Kanti berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan agar bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Bali. Kami memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, diharapkan perempuan Bali dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi perempuan Indonesia dalam mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. (ana)

30 Peserta Ikuti Workshop Penerbitan Surat Keterangan Layak K3 Melalui OSS dan Prestise

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali mengadakan workshop bertajuk Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Layak K3 atau Surat Keterangan Tidak Layak K3 melalui OSS dan Prestise.

Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali pada Jumat (31/1/2025) dan diikuti oleh 30 peserta.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keamanan kerja, mutu layanan, dan kualitas produksi. Pemeriksaan dan pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengusaha akan pentingnya menjaga kualitas produk dan keselamatan di tempat kerja.

K3 sendiri merupakan bentuk perlindungan bagi pekerja/buruh, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan menjelaskan, dalam era Revolusi Industri 4.0, alat-alat produksi semakin canggih dan berteknologi tinggi.

Oleh karena itu, syarat-syarat keselamatan kerja harus disesuaikan, mulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan, hingga penyimpanan bahan dan peralatan yang berpotensi menimbulkan bahaya,”

Workshop ini juga mengulas tentang Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Undang-undang ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja seluas-luasnya.

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko turut dibahas. Peraturan ini mengatur penyederhanaan perizinan usaha berdasarkan tingkat risiko suatu kegiatan usaha.

Setiawan menambahkan, Perizinan Berusaha dan Pengawasan merupakan instrumen penting bagi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengendalikan kegiatan usaha. “Dengan konsep ini, proses perizinan menjadi lebih efektif dan sederhana, sementara pengawasan menjadi lebih terstruktur,” ucapnya.

Berdasarkan Pasal 165 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021, salah satu perizinan usaha yang menunjang kegiatan di sektor ketenagakerjaan adalah Surat Keterangan Layak K3. Surat ini diperlukan untuk peralatan seperti pesawat angkat dan angkut, bejana tekanan, tangki timbun, elevator, dan instalasi proteksi kebakaran.

Proses penerbitannya dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS), kecuali untuk instalasi listrik dan APAR yang melalui mekanisme Prestise.

Workshop ini diisi dengan materi seputar pengawasan perizinan berbasis risiko, tata cara pengujian objek K3 di tempat kerja, serta implementasi perizinan berbasis risiko. Ida Bagus Indra Brahmana, selaku Ahli K3, berharap para peserta dapat memahami proses pengajuan permohonan Surat Keterangan Layak atau Tidak Layak K3.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus menjadi prioritas utama setiap perusahaan dalam melindungi tenaga kerjanya. Melalui workshop ini, kami berharap peserta dapat lebih memahami tata cara pengajuan dan pentingnya sertifikasi K3, baik melalui OSS maupun Prestise,” tegas Bagus Indra.

Hadir pula sebagai pemateri Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali I Wayan Gede Arthana, ST dan Analis Dokumen Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali Kadek Prima Parhesia, S.IP. (ana) 

Pohon Tumbang dan Baliho Roboh Timpa Pengendara di Tabanan

Evakuasi baliho roboh akibat angin kencang di Tabanan, Sabtu (1/2/2025).
Evakuasi baliho roboh akibat angin kencang di Tabanan, Sabtu (1/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan pada Sabtu (1/2/2025) mengakibatkan insiden pohon tumbang dan baliho roboh menimpa pengendara.

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 11:25 WITA, baliho besar di selatan Patung Adi Pura, Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan, roboh akibat angin kencang.

Nahas, baliho tersebut menimpa seorang pengendara motor yang tengah melintas bernama Ni Luh Angreni, yang saat itu membonceng anaknya, Komang Teguh Putra Kesyana.

Keduanya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RS Wisma Prasanti untuk mendapatkan perawatan.

Tidak berselang lama, kejadian pohon tumbang terjadi sekitar pukul 11:30 WITA di Jalan Jegu menuju Desa Riang, Desa Jegu, Kecamatan Penebel. Sebuah pohon kelapa tumbang akibat angin kencang dan menimpa mobil Suzuki Splash berwarna hitam.

Akibat kejadian ini Ni Luh Kadek Octa Viana Dewi (27), warga Banjar Subamia Ambal-Ambal, Desa Subamia. Ia mengalami cedera kepala ringan dan segera dilarikan ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan segera dikerahkan ke lokasi untuk untuk mengevakuasi korban serta membersihkan material pohon tumbang dan baliho yang roboh.

“Tim sudah melakukan evakuasi. Untuk para korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama saat melintas di area yang rawan pohon tumbang atau baliho besar. (ana)

Toko Kelontong Dilarang Jualan LPG 3 Kg Mulai Februari 2025

Toko kelontong dilarang jual LPG 3 KG mulai Februari 2025.
Toko kelontong dilarang jual LPG 3 KG mulai Februari 2025.

PANTAUBALI.COM – Peraturan baru mulai berlaku pada Sabtu (1/2/2025), yang melarang penjualan LPG 3 kilogram (kg) subsidi atau gas melon di warung tradisional dan toko kelontong. Mulai hari ini, hanya pangkalan atau agen resmi yang diperbolehkan untuk menjual gas LPG 3 kg bersubsidi.

Selain itu, agen dan sub-penyalur LPG diwajibkan memiliki izin usaha berbasis risiko yang dapat diperoleh melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kebijakan ini bertujuan agar distribusi LPG subsidi dapat lebih tepat sasaran, mengutamakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Peraturan ini menyasar penerima subsidi LPG 3 kg, yang mencakup rumah tangga dengan kondisi ekonomi kurang mampu, usaha mikro kecil, nelayan dengan kapal maksimal 5 GT, serta petani dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar (atau 2 hektar untuk transmigran).

Dengan adanya regulasi ini, pemerintah berharap LPG subsidi dapat lebih mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan, seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani juga menyoroti ketidaksesuaian harga jual LPG 3 kg di pasaran. Masyarakat hanya membayar Rp 12.750 per tabung, meskipun harga pasar LPG 3 kg seharusnya mencapai Rp 42.750. Pada 2024, total subsidi yang diberikan untuk LPG 3 kg tercatat mencapai Rp 80,2 triliun, dengan sekitar 40,3 juta pelanggan yang menerima manfaat. (*)

Ratusan Pesilat Antusias Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Danur Dara PSPS Bakti Negara Bali

Ujian kenaikan tingkat danur dara PSPS Badung pada Jumat (31/1/2025) di Lapangan Sading, Mengwi, Badung.
Ujian kenaikan tingkat danur dara PSPS Badung pada Jumat (31/1/2025) di Lapangan Sading, Mengwi, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangka menyambut HUT ke-70, Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Bali menggelar ujian kenaikan tingkat danur dara pada Jumat (31/1/2025) di Lapangan Sading, Mengwi, Badung.

Ujian ini diikuti lebih dari 400 pesilat dari seluruh Bali dan dibuka oleh Ketua Harian PSPS Bakti Negara Bali, I Bagus Jagra Wibawa.

Bagus menjelaskan, danur dara merupakan seleksi bagi pesilat yang akan naik ke tingkat berikutnya. Ia menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas, tetapi ajang untuk membuktikan hasil latihan dan kemampuan.

“Kenaikan tingkat dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari merah strip III ke biru hingga kuning strip III ke ungu. Bagus juga menegaskan komitmen PSPS Bakti Negara untuk menjaga keaslian pencak silat Bali sebagai warisan budaya leluhur,” terangnya.

Rangkaian ujian berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta menjalani pembinaan mental spiritual.

Kemudian, pada Sabtu (1/2/2025) pukul 04.00 WITA, mereka diberangkatkan ke objek wisata Sangeh dengan kendaraan panitia.

“Setelah itu, peserta berjalan kaki tanpa alas dari Sangeh kembali ke Lapangan Sading,” ujarnya

Ujian kenaikan tingkat dalam danur dara bukan sekadar tes fisik, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang mengasah mental, disiplin, dan dedikasi.

Dengan semangat dan ketekunan, para pesilat diharapkan dapat melangkah ke tingkat berikutnya dengan penuh kebanggaan. (jas)