- Advertisement -
Beranda blog Halaman 259

Anak Punk Kembali Berkeliaran di Tabanan, Satpol PP Kesulitan Lakukan Penertiban

Satpol PP Tabanan lakukan pembinaan terhadap anak punk yang sering berkeliaran di sepanjang jalur Denpasar Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Keberadaan anak punk kembali marak di wilayah Kabupaten Tabanan, terutama di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Sebelumnya, petugas Satpol PP Tabanan telah melakukan penertiban dan pembinaan, namun keberadaan mereka terus berulang.

Pada Selasa (25/2/2025), petugas kembali mengamankan sepuluh anak punk yang berkumpul di jalur tersebut karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Mereka diketahui berasal dari Situbondo, Jawa Timur, dan yang lebih memprihatinkan, beberapa di antaranya sudah pernah mendapatkan pembinaan dari petugas.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada mengungkapkan, fenomena anak punk di jalanan menjadi tantangan pihaknya sebab wilayah Tabanan berada di jalur perlintasan antar kabupaten maupun provinsi.

“Meski patroli dan pembinaan rutin sudah dilakukan, mereka kerap kembali dan beraktivitas seperti mengamen di tempat umum,” ujarnya.

Menurutnya, maraknya anak punk di Tabanan dipengaruhi oleh posisinya sebagai jalur transit dari Jawa ke Bali dan Lombok. Oleh karena itu, diperlukan pengetatan di pintu-pintu masuk untuk mencegah pergerakan mereka.

“Banyak dari mereka yang sering berpindah tempat. Bahkan, dalam lima bulan terakhir, setelah diamankan, mereka kembali ke jalan dengan orang yang sama,” ungkapnya.

Satpol PP terus melakukan patroli dan pembinaan, namun fenomena ini tetap menjadi tantangan karena menyangkut faktor ekonomi dan sosial. “Sebagian besar adalah wajah-wajah lama yang sudah pernah kita bina,” kata Sukanada.

Selanjutnya, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali untuk penanganan lebih lanjut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Tentunya mereka akan dibina, dan jika ditemukan kembali di jalan, kami akan mengupayakan pemulangan mereka ke daerah asal,” pungkasnya. (ana) 

Hari Pertama Kerja, Adi Arnawa Beri Pengarahan Pegawai Pemkab Badung

Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Alit Sucipta dan Sekda IB Surya Suamba saat memberikan pengarahan kepada seluruh Pejabat dan Pegawai di lingkungan Pemkab. Badung, Rabu (26/2) di Lapangan Puspem Badung.
Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Alit Sucipta dan Sekda IB Surya Suamba saat memberikan pengarahan kepada seluruh Pejabat dan Pegawai di lingkungan Pemkab. Badung, Rabu (26/2) di Lapangan Puspem Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Hari pertama kerja usai pelantikan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Sekda Badung IB Surya Suamba memberikan pengarahan kepada seluruh Pejabat dan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, di Lapangan Puspem Badung, Rabu (26/2/2025).

Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah dan pegawai fokus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Masyarakat telah memberikan kepercayaan. Mari kita semua bergerak mengimplementasikan visi-misi daerah dalam program kegiatan untuk meningkatkan pelayanan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat badung,” ujar Adi Arnawa.

Bupati Adi Arnawa juga mengharapkan pelayanan publik yang diberikan harus jelas dengan standar pelayanan minimal, terutama quick respon terhadap pengaduan masyarakat harus cepat dan tepat.

“Seluruh pegawai harus meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan. Tentu yang disiplin dan mampu melakukan respon cepat akan diberi reward. Begitu juga sebaliknya yang hanya santai, kami akan tindak tegas dan berikan punishment,” tegasnya.

Bupati juga menginginkan pelayanan pemkab badung sepenuhnya berbasis digital. Pada semester II tahun ini diharapkan semua pelayanan sudah berbasis digital. Dengan harapan mampu mempercepat akselerasi dan transparansi pelayanan bagi masyarakat.

Dibagian lain, melalui visi-misi mewujudkan pariwisata badung yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai nangun sat kertih loka bali dengan Sapta Kriya Adi Cipta, Bupati Adi Arnawa pada awal kepemimpinannya bersama Wabup.

Bagus Alit Sucipta akan lebih fokus pada penanganan infrastruktur. Namun masalah yang bersifat mandatori seperti kesehatan, pendidikan, sosial dan lainnya tidak diabaikan dan sudah menjadi kewajiban pemerintah.

Dikatakan, mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi tantangan kedepan, terlebih PAD Badung bertumpu pada sektor pariwisata. Dari visi tersebut Adi Arnawa telah mempunyai beberapa isu strategis yang akan diimplementasikan melalui program kegiatan yaitu penanganan masalah kemacetan, penanganan sampah, penyediaan air bersih dan penanganan banjir yang sudah terjadi di beberapa titik.

“Kami minta perangkat daerah terutama dinas teknis segera melakukan langkah-langkah, sehingga fokus awal kita untuk membenahi masalah kemacetan, sampah, air bersih dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ana) 

Aksi Pembobolan Rumah di Tabanan Terekam CCTV, Pelaku Berhasil Gasak Perhiasan

Pencurian di sebuah rumah di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (25/2/2025).
Pencurian di sebuah rumah di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (25/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (25/2/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.

Bahkan, aksi terduga pelaku pencurian terekam kamera CCTV dan beredar viral di media sosial. Dalam video, terlihat pelaku mengenakan helm dan baju putih masuk ke areal rumah dengan meloncati pagar belakang. Lalu, ia mencongkel jendela dan pintu.

Setelah pintu berhasil dibuka, ia masuk ke rumah. Tidak berselang lama, pelaku terlihat lari keluar dari rumah karena anjing pemilik rumah menggonggong dan mengejar pelaku. Pelaku pun langsung kabur meloncati pagar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana membenarkan kejadian pencurian tersebut. Ia menyebut pencurian terjadi di sebuah rumah di perumahan Jalan Gatot Subroto 3, No.1, Sanggulan. “Kami sudah menerima laporannya. Kemarin anggota sudah ke TKP kemarin,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (26/2/2026).

Kompol Sukadana menjelaskan, berdasarkan laporan pemilik rumah yakni I Made Suartana (58), asal Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, menemukan rumahnya dalam keadaan berantakan setelah seseorang tak dikenal memasuki rumahnya.

Saat tiba di rumahnya, korban membuka gembok gerbang depan dan menuju pintu masuk. Saat membuka pintu, korban melihat seseorang dengan helm dan masker berlari dari kamar tamu menuju pintu belakang. Korban sempat mengejar, namun pelaku berhasil melarikan diri dengan melompati tembok belakang rumah.

Setelah itu, korban menghubungi menantunya dan memeriksa keadaan rumah. Mereka menemukan barang-barang di kamar menantu korban dalam keadaan berserakan.

Beberapa barang berharga milik korban, seperti satu kalung perak seberat setengah gram dan satu tempat badong kalung, hilang “Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta,” terangnya.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk dengan cara melompati tembok belakang rumah korban dan membobol pintu belakang menggunakan linggis.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, menyisir rekaman CCTV di sekitar TKP, serta berkoordinasi dengan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” pungkasnya. (ana)

Sambut Ramadan dan Nyepi, Pemda Tabanan Akan Gelar Pasar Murah di Sepuluh Kecamatan

Pelaksanaan pasar murah di Pasar Transit Tabanan.
Pelaksanaan pasar murah di Pasar Transit Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan akan mengadakan pasar murah pada Maret mendatang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan bagi umat Islam dan perayaan Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan menjelang hari-hari besar keagamaan. Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat serta menekan laju inflasi akibat naiknya harga kebutuhan pokok di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Tabanan mengatakan, pelaksanaan pasar murah akan dimulai pada awal Maret nanti dengan rencananya akan menyasar sepuluh kecamatan.

“Secara keseluruhan akan kami persiapkan di bulan Maret. Ini atas arahan bapak bupati yang menyiasati serta menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan pasar murah nanti menjelang hari raya besar umat agama,” ujarnya Rabu (26/2/2025).

Ia menjelaskan, dalam pasar murah nanti akan ada sepuluh jenis bahan pokok yang dijual, diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai dan daging ayam.

Harga-harga semua barang-barang tersebut akan disubsidi oleh pemerintah daerah, sehingga jauh lebih murah dari harga di pasar. Masing-masing item barang akan disubsidi Rp5 ribu dengan sasaran masyarakat luas.

“Nanti ada batasan pembelian maksimal 2 per item sehingga mereka tidak bisa dijual kembali, hanya untuk kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Murjani menambahkan, semua barang kebutuhan pokok di pasar murah didapat dari hasil kolaborasi dengan petani lokal di wilayah Tabanan. “Kami akan berkolaborasi dengan petani lokal melalui Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan,” ucapnya.

Terkait titik-titik lokasi pelaksanaan pasar murah nanti, Murjani mengatakan, masih menunggu arahan dari Bupati. “Kami masih menunggu arahan pimpinan, yang jelas pasar murah akan segera dilaksanakan. Kami harapkan bisa di sepuluh kecamatan,” pungkasnya. (ana) 

Putri Koster: Bali Bebas Sampah Bukan Utopia Jika Pemerintah dan Masyarakat Bersinergi

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Upaya menjadikan Bali bebas sampah dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam menangani persoalan sampah.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi keynote speaker dalam diskusi publik bertajuk “Bali Bebas Masalah Sampah: Realitas atau Utopis?” yang diselenggarakan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (25/2/2025).

Ny. Putri Koster menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menangani sampah agar tidak sekadar menjadi wacana. “Kita ingin Bali bebas sampah, apa ini realistis atau utopis? Tergantung kita, kolaborasi masyarakat dan pemerintah untuk menemukan satu pola dan ketika kita wujudkan hal tersebut maka akan realistis. Jika hanya di angan-angan tanpa action maka utopis jawabannya,” ujarnya.

Menurutnya, para pemangku kepentingan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga LSM perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi dalam menangani sampah. “Dalam diskusi ini mestinya harus dalam satu frekuensi, dalam satu kesadaran dapat mewujudkan masalah sampah yang kecil tampaknya namun besar dampaknya bagi Bali,” katanya.

Ia juga menyoroti pola penanganan sampah yang selama ini hanya mengandalkan pemindahan sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, kebiasaan ini tidak lagi relevan karena justru menimbulkan ketergantungan terhadap truk pengangkut sampah dan memperburuk kondisi di TPA.

Ini menurut saya tidak baik karena ini bom waktu jika dibuang ke satu lokasi TPA Suwung. Asalnya sampah itu dari masyarakat yang ada di desa, rumah tangga, sekolah, pasar, tempat suci dan lainnya. Ruang lingkupnya di desa dan sudah seharusnya diselesaikan di desa,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai menangani sampah organik di rumah masing-masing. “Sampah dapur, lalu daun kering, sisa canang yang sudah tidak digunakan bisa dilakukan pengolahan sendiri di rumahmu. Baru jika ada residu plastik kita olah lebih lanjut ke TPA atau TPS3R,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Bali, kata Ny. Putri Koster, telah mengambil langkah nyata dalam menangani sampah melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, yang bertujuan mengurangi dampak negatif sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaannya.

“Sampah adalah hal yang urgen harus diatasi dengan baik. Malu dengan leluhur kita. Masa kita sekarang yang terdidik, lulusan dari perguruan tinggi tidak bisa menemukan solusi. Titiang tidak mau ada Desa Suwung berikutnya. Kita selesaikan masalah sampah di rumah, di desa kita sendiri. Bahkan titiang buat jargon ‘Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain’,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menerapkan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Mari satukan frekuensi pikiran (untuk melaksanakan, red) Pergub 97 Tahun 2018 dan peraturan turunannya. Semangat dan guyub, jangan cari kambing hitam, karena semuanya bisa punya peran.

Kepala Desa yang bisa menangani sampah kita berikan apresiasi agar jadi contoh bagi desa lain. Bersih Bhuana Alit, bersih Bhuana Agung,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina JMSI, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menyoroti posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tidak bisa lepas dari permasalahan sampah.

“Best destination island, island of love, island of paradise dan nama lainnya, namun tak bisa dipungkiri sampah masih jadi masalah urgen untuk diatasi,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 itu menekankan bahwa permasalahan sampah bukan hanya terkait kebersihan, tetapi juga berdampak pada sosial dan ekonomi.

“Lingkungan kotor juga menimbulkan masalah kesehatan. Saat pandemi COVID kita sangat konsen pada kesehatan namun sayang sekarang agak terlupakan,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali sebagian besar berasal dari sektor pariwisata, yang secara langsung maupun tidak langsung terpengaruh oleh kebersihan lingkungan.

“Menariknya kita promosikan wisata Bali namun di sisi lain volume sampah semakin meningkat dari hari ke hari. Solusi terus kita rumuskan, sampah kita upayakan untuk diatasi namun belum maksimal. Astungkara ada Pungutan Wisatawan Asing sehingga pemerintah provinsi untuk di masa depan bisa lebih bergerak dengan baik,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan implementasi regulasi terkait pengurangan sampah plastik sekali pakai.

“Pengalaman saya sebagai wakil gubernur, ada rumusan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Lalu juga telah dikeluarkan edaran pembatasan kemasan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Menurutnya, solusi utama dalam mengatasi sampah adalah implementasi aturan yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari. “Bagaimana mengatasi sampah dari hulu, semua aturan sudah ada tinggal bagaimana kita mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Diskusi publik ini digelar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-5 JMSI yang jatuh pada 8 Februari serta Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali I Made Rentin, Wakil Dekan I Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Gede Hendrawan, serta Ketua Yayasan Bumi Kita I Wayan Askara. (rls)

Pemkab Badung Sosialisasi Implementasi Katalog Elektronik Versi 6

Acara sosialisasi sekaligus uji coba transaksi Katalog Elektronik Versi 6 di Ruang Rapat Kerta Gosana, Selasa (24/2/2025).
Acara sosialisasi sekaligus uji coba transaksi Katalog Elektronik Versi 6 di Ruang Rapat Kerta Gosana, Selasa (24/2/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar sosialisasi implementasi Katalog Elektronik Versi 6.  Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat daerah memahami dan mampu mengoperasikan sistem baru tersebut guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta percepatan pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan APBD Tahun 2025, yang menjadi lanjutan dari dinonaktifkannya Katalog Elektronik Versi 5 pada 20 Maret 2025.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I.B. Gede Arjana, yang mewakili Sekda Surya Suamba menekankan pentingnya pemahaman sistem ini bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Badung.

“Mau tidak mau, siap tidak siap, ASN harus menguasai dan mencermati setiap sistem aplikasi elektronik yang diterapkan dalam pemerintahan,” ujarnya saat membuka acara sosialisasi sekaligus uji coba transaksi Katalog Elektronik Versi 6 di Ruang Rapat Kerta Gosana, Selasa (24/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, I.B. Gede Arjana menjelaskan, implementasi Katalog Elektronik Versi 6 membawa berbagai manfaat, seperti efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan, peningkatan transparansi dari tahap pencarian produk hingga pembayaran, serta kemudahan akses bagi pemerintah dan penyedia barang/jasa.

“Pemkab Badung terus mendorong percepatan pengadaan barang dan jasa, agar serapan anggaran bisa lebih optimal dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga mengajak para pelaku usaha untuk menayangkan produknya di Katalog Versi 6,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, I Dewa Gede Sudirawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala LKPP tentang Implementasi Katalog Elektronik Versi 6.

Ia mengungkapkan, Pemkab Badung telah menginstruksikan semua perangkat daerah untuk segera mendaftarkan akun bagi para pejabat terkait, termasuk PPK, bendahara pengeluaran, dan pejabat pengadaan.

“Hingga saat ini, sekitar 95 persen akun inaprop non-penyedia telah terdaftar dan siap untuk melakukan transaksi. Kami juga mengimbau penyedia barang/jasa untuk segera membuat akun agar implementasi sistem ini dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri pula oleh berbagai pihak, termasuk Kadis Kominfo I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa I Dewa Gede Sudirawan, serta para pejabat terkait seperti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Bendahara Pengeluaran, admin di lingkup Pemkab Badung, perwakilan BPD Cabang Badung dan Mangupura, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) di Badung. (jas)

Usai Dilantik, Wabup Ipat Tinjau Sektor Aset Milik Pemkab Jembrana 

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna saat mengunjungi aset-aset strategis milik Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna saat mengunjungi aset-aset strategis milik Pemerintah Kabupaten Jembrana.

PANTAUBALI.COM, JEMRBANA – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengunjungi aset-aset strategis milik Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Langkah itu sebagai upaya meningkatkan potensi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus bahan merumuskan Kebijakan Efisiensi dan Menggali Pendapatan Daerah sejalan Program Visi Misi pasangan Bang-Ipat.

Kunjungan kerja ini merupakan langkah awal yang dilaksanakan Wabup Ipat setelah resmi dilantik serentak oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025.

Adapun tempat-tempat yang dikunjungi adalah Puskesmas I Mendoyo, Lapangan Pergung, Pabrik Coklat Bersama di Peh, MPP, Sirkuit all in one dan Sentra Tenun. Kunjungan tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni 24 – 25 Februari 2025.

Dalam kunjungannya, Wabup Ipat bersama dengan OPD terkait yang bertanggung jawab, intens melakukan diskusi untuk mendengar langsung berbagai permasalahan yang terjadi dan menggali potensi yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan Pendapatan Daerah.

Dikatannya, kunjungan ini adalah langkah awal dalam pengambilan kebijakan efisiensi yang disarankan oleh Pemerintah Pusat.

“Kunjungan kerja ini saya lakukan sebagai gambaran kondisi aset-aset Pemkab Jembrana. Kita berharap dari kondisi aset2 tersebut, bisa dirumuskan kebijakan efisiensi yang akan diambil. Sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat,” ujar Ipat.

Selain langkah penerapan Efisiensi di sejumlah sektor, kunjungan tersebut juga dilaksanakan untuk memetakan potensi daerah yang dimiliki untuk meningkatkan Pendapatan Daerah di Kabupaten Jembrana.

“Kunjungan ini juga bertujuan untuk melihat potensi pendapatan yang bisa digali, sehingga program visi misi BangIpat bisa segera dilaksanakan,” pungkas Ipat. (ana)

Wapub Badung Sidak Banjar Serangan Mengwi

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat melaksanakan kegiatan Sidak Banjar di Banjar Serangan Desa Mengwi, Senin, (24/2).
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat melaksanakan kegiatan Sidak Banjar di Banjar Serangan Desa Mengwi, Senin, (24/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1947, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melaksanakan kegiatan Sidak Banjar di Banjar Serangan Desa Mengwi, Senin (24/2/2025).

Kegiatan Sidak Banjar bertujuan untuk memantau langsung proses pembuatan Ogoh-ogoh oleh STT Cura Dharma, Banjar Serangan, sekaligus memastikan agar penggunaan dana kreativitas Pemkab Badung sebesar Rp25 Juta digunakan secara efektif.

Disamping itu, Wabup Alit Sucipta meninjau langsung bangunan Pura Dalem Bekak yang telah rampung direnovasi menggunakan dana Hibah Anggaran Perubahan APBD Badung Tahun 2024 sebesar Rp3,6 miliar lebih, pasca musibah kebakaran pada bulan Agustus tahun lalu.

Wakil Bupati Badung mengungkapkan pentingnya pengawasan terhadap kegiatan ini dan juga memastikan bahwa dana yang telah diberikan digunakan dengan sebaik-baiknya, serta mendorong penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para pemuda untuk membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dengan baik, agar dapat belajar dan melaksanakan proses administrasi secara profesional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian adat, tradisi, dan budaya kita, serta sebagai daya tarik wisatawan lokal mancanegara,” tambahnya.

Sebagai bagian dari bentuk apresiasi, Alit Sucipta memberikan bantuan dana motivasi secara pribadi sebesar Rp 10 juta dengan diserahkan langsung kepada Ketua ST. Cura Dharma, Banjar Serangan  I Kadek Nesta Praditya untuk mendukung kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi.

Untuk diketahui, Program Sidak Banjar Tahun 2025 ini merupakan yang kedua, dimana yang pertama sukses dilaksanakan pada tahun 2024 lalu, acara ini terselenggara oleh kolaborasi antara Diskominfo dan Yowana Badung, Disbud serta Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung.

Sidak Banjar juga bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus mengapresiasi semangat sekaa teruna dalam melestarikan seni dan budaya lokal.

Melalui program ini, dokumentasi kegiatan akan dipublikasikan melalui kanal media sosial Pemerintah Kabupaten Badung, termasuk Instagram dan YouTube, dengan penayangan enam episode yang menyoroti berbagai aspek kreativitas pemuda di 6 kecamatan di Badung.

Diharapkan dengan adanya Sidak Banjar ini, dapat memotivasi sekaa teruna dan masyarakat Badung untuk terus berkarya dan berkreasi dalam rangka melestarikan budaya lokal, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (ana) 

DTW Tanah Lot Bersiap di Tengah Cuaca Ekstrem

Kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan.
Kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi. Kondisi cuaca ini mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke DTW yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan ini.

Manajer DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif selama cuaca ekstrem. Misalnya, peningkatan sistem peringatan dini, penyesuaian operasional sesuai kondisi cuaca, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan kawasan wisata.

“Petugas di lapangan juga telah diberikan pelatihan khusus dalam penanganan keadaan darurat guna meminimalkan risiko yang dapat timbul akibat cuaca buruk,” jelasnya, Selasa (25/2/2025).

Disamping kesiapan menghadapi cuaca buruk, pada Rabu (19/2/2025), DTW Tanah Lot menerima kunjungan dari rombongan peserta 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025. Rombongan terdiri dari delegasi India, Filipina, Thailand, dan Rusia.

“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan keunikan serta keindahan Tanah Lot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan di kawasan wisata, DTW Tanah Lot secara berkala melakukan pengecekan kualitas udara dan tingkat kebisingan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman wisata yang nyaman dan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa kualitas udara di kawasan ini berada dalam kategori baik, sementara tingkat kebisingan tetap dalam ambang batas yang aman bagi pengunjung.

Manajemen DTW Tanah Lot juga terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area wisata.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan serta peningkatan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlanjutan wisata di Tanah Lot.

Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan komunitas lokal, terus diperkuat demi memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Dengan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca buruk, serta upaya menjaga kualitas lingkungan, DTW Tanah Lot terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata terbaik bagi para pengunjung.

Kunjungan dari peserta MNEK 2025 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap daya tarik wisata ini dan diharapkan semakin memperkenalkan keindahan budaya serta alam Indonesia ke dunia internasional. (ana)

Ribuan Driver Pariwisata Bali Gelar Aksi, Desak Regulasi Transportasi yang Adil

Ribuan anggota Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali gelar aksi damai di kantor DPRD Bali, Selasa (25/2).
Ribuan anggota Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali gelar aksi damai di kantor DPRD Bali, Selasa (25/2).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ribuan driver pariwisata di Bali kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Bali pada Selasa (25/2/2025). Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya pada Januari lalu, di mana mereka menuntut perhatian lebih terhadap regulasi transportasi yang dianggap merugikan pekerja sektor pariwisata.

Sejak pukul 09.00 Wita, massa yang tergabung dalam Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali mulai berkumpul di lokasi. Mereka membawa spanduk dan poster berisi seruan untuk menegakkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di sektor transportasi pariwisata.

Enam Tuntutan Driver Pariwisata
Dalam aksi kali ini, para driver menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:

  1. Pembatasan kuota mobil taksi online di Bali.
  2. Penataan ulang regulasi angkutan sewa khusus, termasuk rental mobil dan motor.
  3. Penetapan standarisasi tarif untuk angkutan sewa khusus.
  4. Rekrutmen driver pariwisata hanya untuk pemilik KTP Bali.
  5. Kewajiban kendaraan pariwisata menggunakan plat nomor Bali (DK) dan identitas yang jelas.
  6. Standarisasi pengemudi dari luar Bali agar memiliki pemahaman budaya lokal.

Di wantilan kantor DPRD Bali, perwakilan driver diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, serta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, I Wayan Samsi Gunarta. Sebelum menyampaikan aspirasi mereka, forum ini sempat menampilkan hiburan bondres.

Para pengemudi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Mereka menegaskan bahwa kebijakan transportasi yang tidak adil dapat berdampak besar pada kesejahteraan pekerja pariwisata serta keberlangsungan sektor ini di Bali. (*)