- Advertisement -
Beranda blog Halaman 254

16 Pelaku Terorisme Tertangkap di Bali dalam 5 Tahun, Satgaswil Densus 88 Beri Pembinaan ke Instansi Daerah

Satgaswil Bali Densus 88 saat memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.
Satgaswil Bali Densus 88 saat memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ancamaan terorisme hingga kini masih mengancam Pulau Bali. Bahkan sejauh ini di wilayah Bali sejak lima tahun terakhir dari 2018 sampai 2022 tercatat sebanyak 16 orang pelaku tindak pidana terorisme yang diamankan Densus 88.

Dari 16 orang pelaku tindak pidana terorisme itu, sebagian besar mereka terpapar paham radikalisme dan terorisme akibat faktor lingkungan kerja, mulai dari perusahaan karyawan BUMN, Sekolah hingga rumah sakit.

Untuk mengantisipasi bertambahnya paham radikalisme, maka Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Bali Dentasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri tengah gencar-gencarnya turun memberikan pembinaan dan upaya pencegahan, baik itu terkait bahaya paham intoleran, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

Adapun sasaran utama dari edukasi pembinaan dan pencegahan paham radikalisme ini menyasar instansi daerah, lembaga dan perusahaan pemerintah.

Khusus di Kabupaten Tabanan, Satgaswil Bali Densus 88 sudah turun memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.

Dantim Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri Ipda Hadi Nata Kusuma mengatakan, dalam upaya pencegahan paham intoleran dan radikalisme yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri, ada tiga penanganan.

Pertama, memperbanyak kegiatan vaksin dengan mengedukasi masyarakat agar lebih mengetahui terkait dengan paham intoleransi, radikalisme ekstremisme dan terorisme. Sehingga masyarakat tidak mudah terpapar.

Kedua melakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok intoleran khusus di Bali dengan tujuan agar kelompok itu tidak semakin berkembang besar.

“Terakhir adalah pencegahan dengan melakukan kontra narasi dengan memperbanyak narasi-narasi positif terkait dengan toleransi beragama, pentingnya merawat kebinekaan dengan memanfaatkan media sosial dan digital,” ungkap Ipda Nata.

Ia menyebut, dari 16 orang pelaku tindak pidana terorisme yang sudah ditangkap di Bali. Sebagian besar dari mereka terpapar paham radikalisme dan terorisme karena faktor lingkungan kerja. Ada dari perusahaaan karyawan BUMN, Sekolah hingga rumah sakit.

“Itu artinya paparan dari paham radikalisme, intoleran, terorisme di Bali tidak memandang latar belakang pendidikan yang tinggi dan tingkat kemapanan ekonomi itu belum ada jaminan,” ucapnya.

Meskipun ke-16 pelaku sudah tertangkap, tetapi Provinsi Bali masih masuk kategori rendah indeks tindak pidana terorisme. Namun itu tidak menutup kemungkinan masih ada potensi radikalisme yang muncul.

“Kami saat ini sudah mulai melakukan pemetaan lokasi terhadap kelompok-kelompok yang sudah terpapar paham terorisme,” ungkapnya. (ana)

Gubernur Koster Siapkan Perda Perlindungan Akses Pantai

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Serangan, Bali kini sedikit bisa bernafas lega. Harapan mereka untuk mempertahankan hak atas Pantai Serangan mulai menemui titik  terang.

Hal itu dikarenakan, Gubernur Bali Wayan Koster sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang akan menjamin masyarakat tetap memiliki akses terhadap pantai untuk kepentingan adat dan ekonomi.

Dalam Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Bali pada Selasa (4/3/2025) lalu, Koster menyebut, perda ini akan menjadi bagian dari 15 perda strategis yang sedang digodok dengan tujuan menata pembangunan Bali secara terarah dan berkelanjutan.

“Salah satu yang kita prioritaskan adalah perlindungan pantai agar masyarakat tidak tersingkir dari ruang publik yang seharusnya bisa diakses untuk upacara adat dan mata pencaharian,” ujar Koster.

Langkah Gubernur Koster ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran warga Serangan yang selama ini menghadapi berbagai tekanan akibat privatisasi yang dilakukan oleh investor untuk kepentingan pariwisata. Akibatnya, masyarakat sekitar pantai tidak bisa mengakses pantai secara bebas seperti dahulu.

Misalnya saja saat wilayah pesisir yang merupakan ruang publik malahan dikuasai oleh BTID dan proyek Kura Kura Bali. Akibatnya, aktivitas warga seperti melaut hingga menggelar upacara adat harus dibatasi.

Kondisi itu tentunya membuat mereka merasa terpinggirkan dari tanah leluhur mereka sendiri, sementara proyek-proyek raksasa terus berkembang tanpa mempertimbangkan kepentingan warga lokal.

Tidak hanya peraturan soal perlindungan pantai, Gubernur Koster juga menyiapkan perda lain yang bertujuan melindungi lahan produktif dari alih fungsi, mengatur bisnis pariwisata agar tidak merugikan masyarakat lokal. Selain itu juga membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk sektor pangan, air, energi bersih, dan transportasi. (ana)

Tabanan Pertahankan Predikat Tata Kelola Pemerintahan Terbaik, Skor MCP Tertinggi Nasional

Skor MCP Kabupaten Tabanan Tertinggi Nasional.
Skor MCP Kabupaten Tabanan Tertinggi Nasional.

PANTAUABALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan, Bali, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) 2024 yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kabupaten lumbung beras Bali ini mencatat skor tertinggi untuk kategori Kabupaten yakni mencapai  97,97 persen.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati I Komang Gede Sanjaya terus mengukuhkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat atas sinergi yang telah dibangun dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Capaian ini bukan hanya angka, tetapi refleksi dari kerja keras kita bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Ini adalah hasil dari keseriusan kita dalam memastikan transparansi dan integritas dalam setiap aspek pelayanan publik,” tegasnya.

Pada 2021 lalu, Tabanan telah mencatat skor 90,82 persen dan masuk dalam tiga besar capaian MCP di Provinsi Bali. Peningkatan skor dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi dan perbaikan sistem pemerintahan terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Sanjaya menekankan pentingnya kesinambungan dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus mengajak seluruh ASN dan masyarakat Tabanan untuk terus mendukung upaya pencegahan korupsi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya integritas dalam setiap aspek pemerintahan untuk mewujudkan Tabanan yang maju, transparan dan terpercaya dalam tata kelola pemerintahan.

Meskipun telah mencapai hasil yang luar biasa, tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan capaian ini tetap ada. Pemerintah Kabupaten Tabanan diharapkan dapat terus berinovasi dalam menerapkan strategi pencegahan korupsi, termasuk optimalisasi digitalisasi layanan publik dan penguatan peran pengawasan masyarakat.

MCP merupakan sistem pemantauan yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah menerapkan kebijakan pencegahan korupsi.

Dengan raihan skor hampir sempurna ini, Tabanan menunjukkan bahwa sistem pemerintahan yang dikelolanya telah memenuhi standar tinggi dalam transparansi dan pencegahan praktik koruptif. (rls)

Polres Tabanan Bagi-Bagi Takjil di Mesjid Al-Huda Kediri

Kegiatan pembagian takjil kepada warga masyarakat muslim sekitar Masjid Al-Huda Kediri, pada Rabu (5/3/2025).
Kegiatan pembagian takjil kepada warga masyarakat muslim sekitar Masjid Al-Huda Kediri, pada Rabu (5/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Polres Tabanan melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada warga masyarakat muslim sekitar Masjid Al-Huda Kediri, pada Rabu (5/3/2025).

Bagi-bagi takjil ini merupakan bagian dari kegiatan Safari Ramadhan 1446 H / 2025 M. Tampak, warga yang hadir begitu antusias menerima takjil hari.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma mengatakan, dalam kegiatan kali ini dibagikan 200 paket takjil yang terdiri dari jajanan, minuman kacang ijo dan es campur.

“Momen bulan Ramadan kami manfaatkan untuk turut berbagi takjil dan makanan berbuka puasa kepada pengguna jalan,” ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan, antara Polri dengan masyarakat. Disamping itu, senantiasa menyampaikan atau memberikan pesan-pesan terkait keamanan dan ketertiban kepada masyarakat.

“Kami juga memberikan himbauan agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan 1446 H/2025 M,” tambah AKBP Chandra.

Turut terlibat dalam kegiatan ini yakni Bhayangkari Kabupaten Tabanan, PJU Polres Tabanan bersama-sama personil Polres Tabanan. (ana) 

Pemulung Asal Jember Terangkap Basah Curi Mesin Dinamo di Kebun, Kasus Berakhir Damai

Tangkapan Layar Video, seorang pemulung tertangkap basah mencuri mesin dinamo di sebuah kebun warga di Banjar Berteh, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Tangkapan Layar Video, seorang pemulung tertangkap basah mencuri mesin dinamo di sebuah kebun warga di Banjar Berteh, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sempat viral di media sosial, seorang pemulung tertangkap basah usai mencuri mesin dinamo pemecah rumput pakan ternak sapi di sebuah kebun warga di Banjar Berteh, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Pemulung berinisial M berusia 48 tahun itu diketahui berasal dari Jember, Jawa Timur.

Aksi pencuriannya gagal usai kepergok oleh Perbekel Desa Perean Tengah I Nyoman Mutera, yang saat itu melihat gelagat aneh pemulung di sebuah kebun saat pulang dari kantor desa, pada Senin (3/3/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kecurigaan semakin dikuatkan dengan ditemukannya barang bukti berupa alat kunci lengkap yang dibawa pemulung tersebut saat melancarkan aksinya. Selain itu, beberapa hari sebelumnya, salah seorang petani juga melaporkan kehilangan mesin traktor.

“Saya temukan pemulung sedang melakukan percobaan pencurian dengan membuka baut mesin giling pencacah rumput untuk pakan ternak sapi,” kata Perbekel Perean Tengah I Nyoman Mutera, Rabu (5/3/2025).

Aksi pencurian itu lantas dilaporkan ke Polsek Baturiti untuk penanganan lebihi lanjut.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata membenarkan aksi percobaan pencurian yang dilakukan pemulung di daerah Desa Perean Tengah, Baturiti.

Pelaku sempat diamankan di Polsek Baturiti. Namun, pelaku tidak ditahan karena telah menempuh jalur damai.

“Kasus berakhir damai. Pelaku telah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Selain itu barang curian mesin dinamo nilai kerugian dibawah satu juta,” ujarnya. (ana)

74 Pensiunan KORPRI Badung Terima Santunan dan Dana Duka

Penyerahan santunan kepada pensiunan KORPRI dan dana duka bagi anggota KORPRI, Rabu (5/3).
Penyerahan santunan kepada pensiunan KORPRI dan dana duka bagi anggota KORPRI, Rabu (5/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebanyak 74 anggota pensiunan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan ahli waris yang meninggal menerima santunan pensiun dan dana duka KORPRI, di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (5/3/2025).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekda Badung IB. Surya Suamba selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Badung bersama Pengurus KORPRI Badung kepada pensiunan KORPRI dan dana duka bagi anggota KORPRI yang meninggal.

Sekda Surya Suamba berharap, anggota KORPRI tetap memberikan masukan, pemikiran kepada pemerintah setelah pensiun dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Badung.

“Kami selalu terbuka menerima informasi, masukan, saran demi kemajuan Badung kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Badung, I Wayan Wijana menjelaskan, santunan pensiun dan sumbangan dana kematian ini diambil dari iuran anggota KORPRI.

Adapun penyerahan santunan sebagai wujud silaturahmi dan ucapan terima kasih kepada pensiunan KORPRI yang telah mengabdi di Pemkab Badung.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi dan media komunikasi, persahabatan antara KORPRI yang masih aktif dengan yang sudah pensiun agar tetap terjalin dengan baik,” tambahnya.

Untuk diketahui, sesuai kebijakan yang diambil KORPRI Badung, tahun ini sebanyak 69 orang pensiunan KORPRI yang menerima santunan dan 5 ahli waris anggota KORPRI yang meninggal.

Untuk pensiunan KORPRI golongan II diberikan santunan pensiun sebesar Rp 3 juta dan Rp 3,5 juta bagi golongan III. Ahli waris anggota KORPRI yang meninggal diberikan dana duka. (ana)

Bupati Jembrana Teken Permohonan Persetujuan Pelepasan HPL Gilimanuk

Penandatanganan surat permohonan Persetujuan Pelepasan HPL Gilimanuk.
Penandatanganan surat permohonan Persetujuan Pelepasan HPL Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Di awal masa pemerintahannya, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan – Patriana Krisna memperjuangkan pelepasan tanah Gilimanuk dari Hak Pengelolaan Lahan (HPL) ke Sertifikat Hak Milik (SHM).

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menandatangi surat permohonan Persetujuan Pelepasan HPL Gilimanuk yang ditujukan kepada Ketua DPRD Jembrana, pada Selasa (4/3/2024).

Bahkan penandatangan surat tersebut, disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Jayasabha Rumah Jabatan Gubernur Bali.

“Secara resmi pada hari ini, perihal permohonan persetujuan pelepasan HPL Gilimanuk didepan Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, titiang Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta Wabup Ipat, Sekda dan para tokoh Gilimanuk saya tanda tangan,” ujar Kembang.

Sementara itu, Ketua paguyuban AMPTAG, I Gede Bangun Nusantara mengatakan, Gilimanuk ber-SHM merupakan cita-cita yang sudah lama diperjuangkan masyarakat Gilimanuk untuk bisa mendapatkan SHM. Yang mana status sekarang adalah hak pengelolaan pemkab Jembrana.

“Kami sudah melakukan perjalanan ini selama 3,5 tahun. Dan astungkara hari ini sudah menemukan titik terang dengan penandatanganan oleh bapak bupati untuk proses menuju pelepasan hpl tanah gilimanuk yang disaksikan langsung Gubernur Bali serta jajaran dari pemkab Jembrana,” ungkapnya.

Menurut, Bangun Nusantara, ini adalah komitmen yang luar biasa dan langsung ditindak diawal pemerintahannya. “Untuk bapak bupati dan bapak wakil bupati yang sangat luar biasa mewujudkan janjinya secara nyata setelah beliau terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Jembrana,” pungkasnya.

Turut hadir, Wabup Patriana Krisna, Sekda I Made Budiasa, Kepala OPD terkait serta dari Aliansi Masyarakat Peduli Tanah Gilimanuk (AMTAG). (ana)

Masyarakat Jembrana Difasilitasi Rumah Singgah Saat ke Denpasar

Bupati Jembrana meninjau rumah singgah untuk warga yang sedang ke Denpasar.
Bupati Jembrana meninjau rumah singgah untuk warga yang sedang ke Denpasar.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Rumah singgah untuk warga Jembrana yang sedang berobat di Denpasar menjadi program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan – I Gede Ngurah Patriana Krisna. Program rumah singgah ini menjadi salah satu program prioritas pada 100 hari kerja Kembang-Ipat.

Untuk mempercepat realisasi program ini, Bupati Kembang Hartawan meninjau langsung proses renovasi bangunan yang akan dijadikan rumah singgah yang lokasinya tidak jauh dari RSUP Prof dr I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Denpasar, pada Rabu (5/3/2025).

Bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, Bupati Kembang mengecek setiap sudut bangunan untuk melihat kondisi bangunan serta program renovasi yang tengah dilakukan. Dalam kesempatan tersebut Bupati Kembang juga bertemu dengan dr. Bagus Arie Pradnyana Dwi Suta Negara yang merupakan pemilik bangunan.

“Saya secara khusus datang untuk melihat rencana tempat rumah singgah ini untuk melihat apa yang harus menjadi perhatian kita ke depan, dan kebetulan langsung bertemu dengan pemiliknya Bapak dokter,” ucapnya.

Bupati Kembang mengatakan, renovasi bangunan yang memiliki 18 kamar ini diharapkan bisa segera selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Jembrana.

“Tempat ini kita sewa ada 18 kamar yang sedang kita persiapkan, kita lakukan renovasi kecil dan sekaligus melengkapi furniturenya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tidak sampai 10 hari lagi, ini Astungkara bisa digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan rumah singgah ini menjadi komitmen dan janji kepada masyarakat yang menjadi salah satu program unggulan dalam visi dan misi Bupati Kembang dan Wabup Ipat.

Adanya program rumah singgah ini juga didasari atas keprihatinan Bupati Kembang mengetahui masyarakat Jembrana yang sedang menunggu keluarganya berobat harus tidur di gang-gang rumah sakit atau tempat lain yang kurang layak. Oleh karena itu, lokasi rumah singgah ini dipilih yang tidak jauh dari RSUP Ngoerah.

“Selama ini masyarakat Jembrana yang sakit di rumah sakit sanglah itu penunggu pasiennya ada yang tidur di gang rumah sakit, bahkan ada yang di emper toko, nanti tinggal jalan 5 sampai 10 menit bisa tidur di rumah singgah,” ucapnya.

Selain untuk mereka yang sedang menunggu pasien, rumah singgah juga bisa dimanfaatkan untuk menginap sementara bagi mereka yang sedang mencari pekerja atau tempat kuliah serta keperluan lainnya.

“Anak-anak kita yang mau ke Denpasar untuk mengurus administrasi seperti visa atau paspor, atau mencari pekerjaan maupun mengurus kuliah, silahkan mampir ke rumah singgah untuk menginap. Kita siapkan rumah singgah ini untuk masyarakat Jembrana,” pungkasnya. (rls)

Nenek 74 Tahun di Tabanan Diduga Disembunyikan Makhluk Halus, Ditemukan Selamat di Hari Ke-10 Pencarian 

Penemuan I Nyoman Jembor (74), nenek asal Banjar Dinas Yang Api, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, yang diduga disembunyikan makhluk halus.
Penemuan I Nyoman Jembor (74), nenek asal Banjar Dinas Yang Api, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, yang diduga disembunyikan makhluk halus.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang nenek bernama I Nyoman Jembor (74), warga Banjar Dinas Yang Api, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah kebun pandan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Ia ditemukan oleh warga pada Selasa (4/3/2025) pukul 10.00 WITA, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (23/2/2025) pagi.

Keluarga dan warga sekitar telah melakukan upaya pencarian sejak awal hilangnya nenek Jembor. Mereka bahkan sempat melapor ke Polsek Kediri, namun pencarian tidak membuahkan hasil.

Selain pencarian secara fisik, keluarga juga melakukan pencarian secara niskala (spiritual) dan menduga nenek Jembor disembunyikan oleh makhluk halus.

Kabar ini semakin diperkuat dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang menunjukkan momen penemuan nenek Jembor. Dalam video tersebut, terlihat dua orang—seorang pemangku dan seorang warga yang diduga kerasukan—berkomunikasi menggunakan bahasa yang tidak dimengerti.

Kepala Wilayah (Kawil) Banjar Yang Api, Made Martika Putra saat ditemui Rabu (5/3/2025), membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa sebelum hilang, pada Minggu pagi, salah satu anggota keluarga sempat membawakan makanan untuk nenek Jembor.

Namun, saat dicek ke dalam kamarnya, ia tidak ditemukan. Keluarga awalnya mengira nenek pergi keluar untuk mencari dedaunan, mengingat aktivitas sehari-harinya adalah membuat porosan, yakni sarana banten yang terbuat dari daun durian dan daun cepaka.

“Dua hari sebelum hilang, korban sempat mengeluhkan sakit pada kakinya. Keluarga bahkan sempat mengajaknya berobat,” ujarnya.

Karena tidak kembali hingga Senin pagi, keluarga mulai khawatir dan melakukan pencarian. Selain mencari secara langsung, keluarga juga meminta bantuan orang pintar untuk mendapatkan petunjuk secara niskala.

“Menurut petunjuk orang pintar, memang benar korban disembunyikan oleh makhluk halus. Bahkan, keluarga mendapatkan informasi bahwa korban telah melangsungkan pernikahan secara gaib. Hal aneh lainnya, sehari setelah mendapat petunjuk tersebut, di rumah korban tercium bau sate, seolah sedang ada upacara hajatan,” tambahnya.

Tak hanya dari pihak keluarga dan warga sekitar, beberapa konten kreator juga sempat ikut melakukan upaya pencarian. Tepat di hari ke-10 pencarian, keluarga kembali meminta petunjuk kepada orang pintar. Mereka diarahkan untuk mencari ke arah utara Pura Yang Api.

Sesuai petunjuk tersebut, Nyoman Bagiarta, salah satu kerabat korban, akhirnya menemukan nenek Jembor dalam kondisi lemas di kebun pandan milik warga.

“Saat ditemukan, korban dalam keadaan sangat lemah, dengan luka di beberapa bagian tubuhnya. Bahkan, di luka pada kakinya ditemukan belatung,” jelas Made Martika Putra.

Setelah penemuan tersebut, keluarga segera memberikan banten penukar, yakni persembahan dalam ritual Hindu yang berfungsi sebagai simbol penukar tubuh korban dengan makhluk yang diduga menyembunyikannya. Selain itu, upacara ini juga berfungsi sebagai sarana penyucian (ngelukat) dari energi negatif.

Kini, nenek Jembor masih menjalani perawatan di RSUD Tabanan untuk pemulihan kondisinya. “Informasi terakhir dari keluarga, kondisi korban sudah membaik. Tinggal tahap pemulihan saja,” imbuhnya. (ana)

Koster-Giri Pakai Mobil Listrik BYD Seal Sebagai Mobil Dinas

Gubenernur dan Wakil Gubernur Bali, I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta menggunakan mobil listrik sedan BYD Seal sebagai kendaraan dinas.
Gubenernur dan Wakil Gubernur Bali, I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta menggunakan mobil listrik sedan BYD Seal sebagai kendaraan dinas.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubenernur dan Wakil Gubernur Bali, I Wayan Koster – I Nyoman Giri Prasta menggunakan mobil listrik sedan BYD Seal sebagai kendaraan dinas selama menjabat lima tahun ke depan.

Penggunaan mobil listrik ini sebagai langkah untuk mendukung energi bersih dan mengurangi polusi udara di Bali serta implementasi Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang kendaraan bermotor berbasis baterai.

Koster mengatakan, kendaraan listrik bukan hanya solusi untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

“Jarak Denpasar-Jembrana kalau pakai bensin bisa habis Rp 300 ribu, sedangkan dengan mobil listrik hanya Rp 50 ribu. Bedanya sangat jauh! Selain hemat, mobil listrik juga nyaman dan tidak berisik,” ujar Koster Selasa (4/3/2025).

Disamping itu, Koster juga menegaskan pada periode kedua kepemimpinannya akan mendorong seluruh instansi pemerintah, hotel, mal, serta kepala daerah di Bali untuk beralih ke kendaraan listrik. Infrastruktur pendukung kendaraan listrik yakni pengisian daya juga akan diperkuat di Bali.

“Kita akan bekerja sama dengan PLN Bali membangun lebih banyak SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) agar masyarakat tidak kesulitan saat beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Giri Prasta mengatakan, penggunaaan mobil listrik ini menjadi langkah untuk membawa kemajuan bagi Bali. “Biasanya beli bensin sejuta lebih, sekarang cukup Rp 150 ribu. Kalau bisa, ke depan seluruh masyarakat juga ikut beralih ke kendaraan listrik,” ucapnya.

Tak hanya hemat, kendaraan listrik BYD Seal yang diqunakan Koster-Giri juga memiliki standar keselamatan tinggi. Mobil ini telah mendapat rating lima bintang dari New Car Assessment Program (NCAP) Eropa, menegaskan keamanannya sebagai kendaraan premium berbasis baterai.

Mobil ini juga memiliki daya jelajah yang baik, dengan baterai 82,5 kWh yang dapat menempuh jarak hingga 570 km (WLTP) untuk varian Extended Range. Sementara varian Standard Range dengan baterai 61,4 kWh mampu menempuh sekitar 460 km (WLTP). (ana)