- Advertisement -
Beranda blog Halaman 255

Ogoh-Ogoh ‘Sekar Layu’ Karya ST Pushada, Angkat Kisah Nyata Cinta Tanpa Restu di Desa Pandak Bandung

Ogoh-Ogoh Sekar Layu, karya Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Ogoh-Ogoh Sekar Layu, karya Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekaa Teruna (ST) Pushada, Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan, menciptakan sebuah karya ogoh-ogoh bertema ‘Sekar Layu’.

Karya ini terinspirasi dari kisah nyata yang ada di Desa Pandak Bandung, yakni mengisahkan tentang kisah cinta seorang anak perempuan bernama Diah Juwita tanpa restu orang tua.

Ogoh-ogoh ini tak hanya menjadi bagian dari tradisi perayaan Nyepi, tetapi juga memiliki makna mendalam yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Tokoh masyarakat sekaligus penggagas ogoh-ogoh Sekar Layu, Anak Agung Bagus Putra Ambara, menjelaskan, ada dua pelajaran penting yang terkadung dari kisah ogoh-ogoh Sekar Layu yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

“Di satu sisi, kami ingin menyampaikan bahwa saat ini bukan lagi zamannya perjodohan yang memaksakan kehendak anak. Namun, di sisi lain, sebagai anak, kita tetap harus meminta restu orang tua sebelum menikah,” ujar pria yang akrab disapa Gung Pram tersebut pada Kamis (27/3/2025).

Ia menceritakan, ogoh-ogoh ‘Sekar Layu’ mengangkat kisah nyata dari Desa Pandak Bandung, dengan tokoh utamanya adalah seorang perempuan cantik bernama Diah Juwita. Ia adalah putri seorang tabib terkenal bernama Jro Dukuh, yang memiliki keahlian tinggi dalam bidang pengobatan.

Diah Juwita tidak hanya dikenal karena kecantikannya, tetapi juga karena kepandaiannya dalam kesusastraan dan ilmu pengobatan. Sejak kecil, ia sudah membantu ayahnya dalam meracik obat dan mengobati orang-orang yang datang berobat. Selain Diah Juwita, Jro Dukuh juga memiliki dua murid sakti bernama Kaki Sapuh dan I Kuel.

Kaki Sapuh dikenal sakti, berwibawa, pendiam, dan galak. Ia memiliki kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi burung garuda emas.

I Kuel terkenal usil, namun kesaktiannya juga luar biasa. Ia mampu mengubah dirinya menjadi binatang apapun sesuai kehendaknya.

Suatu hari, datang seorang utusan dari seorang penguasa ke rumah Jro Dukuh untuk meminta pengobatan. Jro Dukuh pun mengutus Diah Juwita untuk pergi mengobati penguasa tersebut.

Setibanya di tempat sang penguasa, Diah Juwita dengan cekatan mengobati penyakitnya hingga sembuh. Namun, dalam proses itu, ia bertemu dengan anak penguasa tersebut. Tanpa disangka, pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka.

Karena perasaan yang begitu kuat, Diah Juwita akhirnya menikah dengan anak sang penguasa tanpa meminta restu ayahnya. Padahal sebelumnya ia telah berjanji untuk tetap tinggal di rumah dan membantu ayahnya mengobati orang-orang.

Saat kabar pernikahan ini sampai ke telinga Jro Dukuh, ia merasa sangat marah. Dalam amarahnya, Jro Dukuh mengutus dua muridnya, Kaki Sapuh dan I Kuel, untuk menjemput paksa Diah Juwita.

Adegan penjemputan inilah yang menjadi inti dari ogoh-ogoh Sekar Layu. Kaki Sapuh berubah menjadi burung garuda emas dan terbang menuju tempat tinggal Diah Juwita. I Kuel menjelma menjadi kumbang dan ikut serta dalam perjalanan tersebut.

Diah Juwita akhirnya kembali ke rumah ayahnya, namun ia memilih untuk tidak menikah lagi hingga akhir hayatnya.

“Nah penjemputan inilah yang kami gambarkan dalam ogoh-ogoh. Kaki Sapuh berubah menjadi garuda emas yang berada diatas Diah Juwita dan I Kuel menjadi Kumbang yang berada di bawah,” jelasnya.

Dengan filosofi tersebut, ST Pushada ingin mengedukasi masyarakat bahwa restu orang tua tetap memiliki nilai yang tidak bisa diabaikan dalam sebuah pernikahan, tanpa harus menghilangkan hak seseorang dalam menentukan pasangan hidupnya.

Selain sebagai bentuk edukasi budaya, pembuatan ogoh-ogoh ini juga semula bertujuan untuk mewakili Kecamatan Kediri dalam perlombaan tingkat Kabupaten Tabanan. Dua tahun lalu, dalam perlombaan tingkat provinsi, ST Pushada berhasil meraih posisi tiga besar. Oleh karena itu, di tahun ini mereka berambisi menampilkan karya dengan tema lokal yang kuat.

Namun, karena perwakilan lomba tidak melalui seleksi melainkan langsung ditunjuk oleh camat, ogoh-ogoh Sekar Layu tidak dapat mengikuti perlombaan tingkat kabupaten.

Meskipun demikian, ST Pushada tetap bangga dengan hasil karyanya. Mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa ogoh-ogoh ini tidak sekadar patung besar untuk parade, tetapi juga mengandung kisah nyata yang terjadi di Desa Pandak Bandung.

Pembuatan ogoh-ogoh Sekar Layu dimulai sejak November 2024 dan selesai pada H-5 sebelum Pengerupukan, yang jatuh pada 28 Maret 2025.

Menariknya, selama proses pengerjaan, beberapa kejadian aneh sempat terjadi. Salah satunya adalah kemunculan serangga kumbang yang menyerupai tokoh dalam ogoh-ogoh sebanyak tiga kali.

Selain itu, salah satu keluarga dari keturunan Diah Juwita juga mengaku bermimpi didatangi sosok yang dipercayai sebagai Diah Juwita, tokoh utama dalam cerita ini.

“Percaya atau tidak, saya merasa kejadian ini berkaitan dengan ogoh-ogoh yang sedang kami buat. Selain itu, imajinasi kami seakan mengalir begitu saja saat proses pembuatan,” kata Gung Pram.

Sementara itu, Ketua ST Pushada, Leo Pranata, menambahkan, ogoh-ogoh ini dibuat 100 persen menggunakan bahan ramah lingkungan. Rangka dasar dibuat dari besi dan bambu, sementara kertas koran digunakan untuk membentuk tubuh.

“Kami sama sekali tidak menggunakan sterofoam. Hiasannya pun menggunakan bahan alami seperti daun nangka dan daun pisang. Bahkan, untuk bagian sayap, kami memanfaatkan daun agar tetap ramah lingkungan,” jelasnya.

Dari segi biaya, pembuatan ogoh-ogoh ini menghabiskan dana sekitar Rp 25 juta. “Astungkara, dengan anggaran ini kami bisa menciptakan ogoh-ogoh yang membanggakan,” tambahnya. (ana) 

Bandara Ngurah Rai Tetap Layani Penerbangan Emergency Saat Nyepi

Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan sementara seluruh pelayanan penerbangan baik domestik dan mancanegara pada Hari Raya Suci Nyepi, Sabtu 29 Maret 2025.

Penghentian operasional bandara berlangsung selama 24 jam, terhitung pukul 06.00 WITA sampai dengan Minggu, 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.

Meskipun demikian, penerbangan yang bersifat medis atau medicaal evacuation dan penerbangan darurat tetap dibuka.

“Untuk mengantisipasi adanya permohonan medivac, emergency landing, atau technical landing, kami tetap menempatkan personel operasional, sekuriti dan teknik yang akan bersiaga di ruangan pusat kontrol operasi bandara,” ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, Kamis (27/3/2025).

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan, penutupan atau penghentian sementara pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai ini, dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang akan melaksanakan Nyepi.

Mengingat salah satu makna perayaan hari Nyepi yaitu amati lelungan atau tidak berpergian dan melakukan mawas diri.

Momen ini juga kami jadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi atas pelayanan yang kami berikan kepada pengguna jasa, dan sekaligus kami manfaatkan pula untuk mengistirahatkan sejenak fasilitas opersional yang selama setahun telah bekerja 24 jam penuh untuk memenuhi standard pelayanan bandara.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB TAHUN 2025 tentang Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1947 dan pemberitahuan kepada pelaku penerbangan melalui penerbitan NOTAMN atau notice to airmen Nomor A0131/25 NOTAMN.

“NOTAMN ini dipublikasikan oleh Airnav Indonesia cabang Denpasar sejak 14 Januari 2025 lalu, sehingga semua maskapai dipastikan sudah mengatur jadwal penerbangannya sejak jauh-jauh hari dan menyesuaikan dengan jam operasional bandara selama Nyepi,” ujar Syaugi.

Berdasarkan jadwal penerbangan reguler dari 54 maskapai yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat 425 penerbaangan berjadwal yang bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi, yaitu 207 penerbangan rute domestik dan 218 penerbangan internasional.

“Untuk mempelancar proses pemberangkatan pertama pasca penutupan nanti, kurang lebih akan ada 19 pesawat yang terparkir di sini, karena keesokan harinya setelah selesai Nyepi kami sudah harus melayani penerbangan seperti biasanya,” pungkasnya. (ana)

800 Ogoh-Ogoh Akan Diarak di Tabanan saat Pengerupukan 

Pengarakan ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan.
Pengarakan ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Umat Hindu akan merayakan Hari Suci Nyepi Saka 1947 pada 29 Maret 2025. Sehari sebelum itu, umat Hindu khususnya di Bali akan merayakan pengerupukan yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh di masing-masing desa. Khusus di Kabupaten Tabanan, ada sekitar 800 ogoh-ogoh yang akan diarak.

Untuk memastikan keamanan, personel gabungan yang dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait akan dikerahka saat proses pengarakan.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menyatakan, seluruh ogoh-ogoh di wilayah Tabanan yang akan diarak saat pengerupukan telah terdaftar di Polres Tabanan.

“Kami sudah menerima laporan jumlah ogoh-ogoh dari masing-masing desa adat. Dan yang terdaftar kurang lebih sekitar,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).

Ia menyebut, jumlah personel gabungan yang akan dikerahkan untuk pengamanan tersebut mencapai 350 orang. Selain pengamanan saat pengerupukan, ratusan personel itu sekaligus bertugas untuk pengamanan Nyepi serta arus mudik Lebaran 2025.

“Karena perayaannya berbarengan, maka personel melakukan pengawasan secara ketat,” ucapnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan desa adat dan masyarakat setempat agar arak-arakan ogoh-ogoh tidak mengganggu kelancaran arus mudik khusus di Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk.

“Kami ingin Pangerupukan dapat berjalan dengan lancar, begitu pula dengan perjalanan pemudik,” tegasnya.

Dengan strategi pengamanan yang matang, diharapkan perayaan Pangerupukan dan arus mudik dapat berlangsung aman dan tertib. (ana)

PDDS Tabanan Target Keuntungan Rp1,3 Miliar Pada 2025

Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha
Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan menargetkan jumlah keuntungan yang didapat pada 2025 mencapai Rp1,3 miliar. Jumlah target tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya yakni Rp 700 juta.

Direktur Utama PDDS Tabanan Kompyang Pasek Wedha mengatakan, penentuan target keuntungan di tahun 2025 ini telah melalui proses pertimbangan dari beberapa bisnis yang dikelola.

“Disamping itu, berkaca dari tahun 2024 lalu, jumlah keuntungan yang kami dapat melebihi target yakni bisa tembus Rp 1,6 miliar. Sehingga tahun ini kami pasang target Rp1,3 miliar,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).

Menurutnya, target tersebut bisa tercapai dari berbagai jenis bisnis yang dikelola saat ini, seperti penjualan produk beras ke beberapa hotel di Bali, penjualan telur ayam, daging babi serta berbagai jenis pangan lainnya.

“Dalam sebulan kami bisa jual beras sampai 200 ton. Sedangkan penjualan telur ayam bisa 5.000 hingga 6.000 butir setiap harinya,” ungkapnya.

Untuk penjualan penjualan beras dan telur ayam yang menjadi produk unggulan, PDDS Tabanan  telah menjalin kerja sama dengan 43 hotel yang ada di Bali.

Dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan beras tersebut, PDDS bekerja sama dengan 15  unit penggilingan beras di Tabanan.

“Beras itu diserap secara langsung dari petani di Tabanan. Sedangkan untuk telur sendiri terserap dari para peternak di daerah Penebel,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Pasek Wedha pun optimis target keuntungan Rp1,3 miliar bisa tercapai di tahun 2025. “Kami optimis bisa mencapai target keuntungan tahun ini. Apalagi beras dan telur dengan kualitas sangat bagus sehingga mampu bersaing di pasaran,” pungkasnya. (ana) 

91 Ogoh-Ogoh Siap Ramaikan Pengrupukan di Kecamatan Payangan

Puluhan ogoh-ogoh siap meramaikan malam pengrupukan di Payangan, Gianyar.
Puluhan ogoh-ogoh siap meramaikan malam pengrupukan di Payangan, Gianyar.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Sebanyak 91 Ogoh-Ogoh akan diarak dalam acara pengrupukan yang akan digelar pada Jumat (27/3/2025) di Kecamatan Payangan, Gianyar, sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi.

Kapolsek Payangan, AKP I Putu Mulyatra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan mengenai jumlah Ogoh-Ogoh yang akan ikut serta.

“Kami sudah mendata Ogoh-Ogoh di masing-masing desa, dan tercatat ada 91 Ogoh-Ogoh yang akan meramaikan pengrupukan tahun ini,” jelas Mulyatra pada Kamis (27/03).

Berikut adalah rincian jumlah Ogoh-Ogoh yang akan berpartisipasi di masing-masing desa di Kecamatan Payangan:

-Desa Bresela: 6 buah
-Desa Bukian: 21 buah
-Desa Buahan: 11 buah
-Desa Buahan Kaja: 8 buah
-Desa Kelusa: 8 buah
-Desa Kerta: 10 buah
-Desa Melinggih: 12 buah
-Desa Melinggih Kelod: 7 buah
-Desa Puhu: 8 buah

Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pengrupukan tidak akan dilaksanakan dalam bentuk pawai Ogoh-Ogoh terpusat. Setiap desa akan mengarak Ogoh-Ogoh di wilayah adat mereka masing-masing.

Baca Juga: Gudang Rongsokan Terbakar, Satu Korban Terjebak, Nyawanya Tak Tertolong

Meski tanpa pawai terpusat, Polsek Payangan tetap akan mengerahkan pengamanan maksimal. Selain patroli wilayah, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan Pecalang adat akan turut serta di setiap desa untuk memastikan acara berjalan dengan aman dan tertib.

“Dengan kolaborasi antara Polsek, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan Pecalang, kami berharap pengrupukan dan pengarakan Ogoh-Ogoh di Kecamatan Payangan dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib,” tambah AKP I Putu Mulyatra.

Kapolsek juga mengimbau agar warga, khususnya kalangan anak muda, untuk menghindari konsumsi minuman keras (miras) selama pengrupukan demi menjaga ketertiban dan keamanan perayaan Nyepi. (*)

Jalur Pendakian Gunung Agung Ditutup Selama Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh

Jalur pendakian gunung agung. (Foto: Guide gunung batur)
Jalur pendakian gunung agung. (Foto: Guide gunung batur)

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Jalur pendakian Gunung Agung akan ditutup mulai 6 April hingga 3 Mei 2025. Penutupan sementara ini terkait dengan pelaksanaan upacara keagamaan Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih.

Panitia upacara telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan pendaki untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian. Hal ini sesuai dengan surat imbauan resmi yang dikeluarkan oleh Panitia Tawur Tabuh Gentuh dan IBTK.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian selama pelaksanaan IBTK adalah kebijakan rutin setiap kali upacara besar dilaksanakan. “Penutupan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dan kesucian jalannya upacara,” ujarnya.

Jro Mangku Widiartha juga mengimbau agar para pendaki dan pengunjung mematuhi keputusan ini demi kelancaran upacara. “Setelah pelaksanaan karya selesai, jalur pendakian akan dibuka kembali seperti biasa,” tambahnya.

Upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih merupakan salah satu upacara besar dalam agama Hindu Bali yang bertujuan memohon keharmonisan, keselamatan, dan kesucian bagi umat manusia serta alam semesta. Selain itu, upacara ini juga memiliki makna mendalam dalam konteks spiritual, sosial, dan kosmik. (*)

Bikin Geger, Pria Ditemukan Tergeletak di Atap Rumah Warga di Denpasar

Pria inisial T ditemukan tergeletak di rumah warga Jalan Tukad Ayung, Denpasar Timur.
Pria inisial T ditemukan tergeletak di rumah warga Jalan Tukad Ayung, Denpasar Timur.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Jalan Tukad Ayung, Denpasar Timur, digegerkan dengan penemuan seorang pria tergeletak di atas genteng rumah pada Rabu (26/3) sekitar pukul 12.30 WITA. Kejadian ini langsung mengundang perhatian warga yang segera melapor ke pihak kepolisian.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa pria tersebut awalnya diketahui mencoba masuk ke dalam rumah warga. Namun, setelah diteriaki oleh pemilik rumah, pria tersebut langsung melarikan diri. Ia kemudian memanjat pipa AC dan pagar rumah untuk menuju atap rumah tetangga.

“Setelah ditemukan di atas genteng, pria tersebut tampak tidak sadarkan diri. Warga langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan terus memantau korban hingga petugas tiba,” ujar Sukadi.

Korban yang kemudian diketahui berinisial T (42), seorang wiraswasta asal Boyolali, yang tinggal di Jalan Tukad Bayuning, Denpasar, mengalami kondisi tak sadar. Tim SAR Polda Bali segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, di mana ia dinyatakan dalam kondisi stabil setelah menjalani pemeriksaan medis.

Menurut pengakuan korban, ia masuk ke rumah warga tersebut, namun ketahuan dan diteriaki sehingga melarikan diri ke atap rumah. Korban sempat tertidur di atas genteng sebelum akhirnya dibangunkan dengan semprotan air.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi. Korban kini tengah berada di Polsek Denpasar Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (*)

Kandang Ayam di Klungkung Terbakar, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Kandang ayam di di Dusun Kaler, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, hangus terbakar.
Kandang ayam di di Dusun Kaler, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, hangus terbakar.

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Sebuah kandang ayam yang terletak di Dusun Kaler, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, hangus terbakar pada Kamis (27/3/2025) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 Wita ini menyebabkan kerugian material mencapai Rp 2 miliar.

Pemilik kandang, I Wayan Subamia (55), menjelaskan bahwa kandang tersebut menampung sekitar 18.000 ekor bibit ayam, 90 sak pakan ayam, serta sejumlah tabung gas, termasuk 23 tabung gas ukuran 12 kg dan 10 tabung gas 3 kg. Subamia juga menyebutkan bahwa kandang baru saja menerima pasokan bibit ayam boiler pada Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 11.00 Wita. Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh kebocoran pada tabung gas yang digunakan untuk pemanas kandang.

Saksi mata, I Ketut Lasia (59), mengungkapkan bahwa salah seorang pekerja sempat memeriksa kondisi kandang dan memastikan bahwa pemanas dalam keadaan aman sebelum kembali beristirahat pada sekitar pukul 04.00 Wita. Namun, sekitar setengah jam kemudian, kebakaran terjadi.

Kapolsek Banjarangkan AKP Ketut Budiarsana menyatakan bahwa setelah menerima laporan kejadian, pihak Polsek Banjarangkan yang dipimpin oleh AIPTU I Nengah Mertayasa segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan. Tidak lama setelah itu, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Klungkung dikerahkan untuk memadamkan api.

“Setelah hampir dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 07.20 Wita,” kata Kapolsek.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. (*)

Serahkan LKPD 2024, Wagub Bali Dorong Capaian WTP Berkualitas

Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali, Rabu (26/3/2025).
Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali, Rabu (26/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendorong pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berkualitas.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan dalam acara Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali, Rabu (26/3/2025).

WTP berkualitas yang dimaksud Wagub Giri Prasta adalah capaian WTP yang selaras dengan manfaat bagi masyarakat. “Bukan sekadar WTP, tetapi harus berkualitas. Dalam arti, masyarakat semakin sejahtera, kemiskinan dapat dientaskan, angka pengangguran menurun, dan IPM meningkat. Itu yang harus kita capai,” ujarnya.

Terkait LKPD Tahun Anggaran 2024, ia menegaskan, jajaran pemerintah provinsi serta kabupaten/kota pada prinsipnya siap diaudit oleh BPK Perwakilan Provinsi Bali.

Wagub Giri Prasta juga sangat berharap adanya arahan dan pembinaan lebih lanjut dari jajaran BPK untuk penyempurnaan laporan keuangan. “Kami siap menuju kualitas yang lebih baik,” ucapnya.

Masih dalam sambutannya, mantan Bupati Badung dua periode ini memuji langkah maju Pemkot Denpasar yang menyerahkan LKPD Tahun Anggaran 2024 dalam bentuk digital.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov dan kabupaten lainnya mengikuti langkah Pemkot Denpasar sehingga mulai tahun depan, seluruh LKPD diserahkan kepada BPK dalam bentuk digital.

Penyerahan LKPD Tahun Anggaran 2024 ditandai dengan penandatanganan berita acara. Penyerahan LKPD kepada Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, diawali oleh Wagub Giri Prasta dan dilanjutkan secara bergiliran oleh bupati/wali kota se-Bali.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap LKPD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

“LKPD wajib diserahkan kepada BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. BPK kemudian melakukan audit dan hasilnya diserahkan kepada DPRD paling lambat dua bulan setelah LKPD diterima,” urainya.

Satria Perwira mengapresiasi capaian Pemprov serta kabupaten/kota se-Bali yang berhasil mempertahankan Opini WTP secara berturut-turut dan berkesinambungan. Pemprov Bali mencatat capaian WTP sebanyak 11 kali sejak tahun 2013 hingga 2023, sedangkan Kota Denpasar berhasil memperoleh WTP sebanyak 12 kali sejak tahun 2012 hingga 2023.

Sementara itu, Kabupaten Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, dan Tabanan mencatat 10 kali WTP sejak 2014 hingga 2023. Selanjutnya, Karangasem dan Klungkung mencapai 9 kali WTP, sementara Bangli mulai meraih WTP sejak tahun 2016.

Senada dengan Wagub Giri Prasta, Satria Perwira menegaskan WTP bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai pemerintah daerah.

“Capaian WTP jangan sampai membuat kinerja pengelolaan keuangan daerah menjadi kendor. Selain itu, WTP harus berbanding lurus dengan hasil pembangunan, seperti peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Satria Perwira mengapresiasi progres penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Pemprov Bali menempati peringkat pertama karena pada Semester II Tahun 2023 dan Semester II 2024, berhasil menyelesaikan tindak lanjut masing-masing 99,33 persen dan 99,86 persen. (rls)

Giri Prasta Dukung Semangat Anak Muda Kembangkan Olahraga Pelayaran di Bali

Audiensi pengurus PORLASI Provinsi Bali dengan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Audiensi pengurus PORLASI Provinsi Bali dengan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi semangat Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI) Provinsi Bali dalam mengembangkan olahraga layar di Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi pengurus PORLASI Provinsi Bali, yakni Ketua umum PORLASI BALI I Made Astika Oye Wahyudi, Wakil Ketua Letkol Laut P. Gede Padang Suryawan dan Pelatih Layar PORLASI BALI I Ketut Diarta, bersama dengan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali, Denpasar, pada Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, Bali terkenal dengan pantainya yang indah, sehingga sangat cocok untuk mengembangkan olahraga layar. Selain dapat mencetak prestasi, olahraga ini juga berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencoba wahana baru di lautan.

Ia juga meminta PORLASI untuk terus menjaring bibit-bibit unggul agar dapat dilatih dan dikembangkan menjadi atlet layar. “Mungkin bisa dimulai dengan sosialisasi di sekolah-sekolah pesisir agar anak-anak muda tertarik dengan olahraga ini. Setelah itu, bisa lebih fokus pada pengembangan prestasi. Jika Bali berprestasi dalam olahraga ini, maka akan semakin terkenal dan menarik lebih banyak wisatawan,” kata Giri Prasta.

Mantan Bupati Badung dua periode ini juga berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni olahraga ini. “Selain mencetak atlet, kita juga bisa membuka lapangan pekerjaan dengan menjadikan mereka sebagai pemandu bagi wisatawan yang ingin mencoba olahraga layar,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PORLASI Bali Letkol Laut P. Gede Padang Suryawan mengatakan bahwa Bali memiliki potensi alam yang sangat mendukung pengembangan olahraga layar. Saat ini, prestasi atlet layar Bali cukup membanggakan, terbukti dengan perolehan medali emas di PON XXI Aceh dan Sumatera Utara oleh atlet I Wayan Wiranatha.

“Kami yakin banyak anak muda berpotensi di Bali yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Olahraga layar, menurutnya, juga telah dipertandingkan di Olimpiade, sehingga dengan pembinaan yang baik sejak dini, atlet-atlet Bali memiliki peluang untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Ia pun sependapat dengan Wagub Giri Prasta bahwa olahraga layar dapat menjadi atraksi wisata baru di Bali. Oleh karena itu, persiapan yang matang sejak dini dapat mempercepat realisasi rencana tersebut. (rls)