- Advertisement -
Beranda blog Halaman 256

Kopi Pewarta Bedah Dilema Tenaga Honorer Menanti Kepastian di Tengah Reformasi Birokrasi

Kopi Pewarta bahas Dilema Honorer Menanti Kepastian di Tengah Reformasi Birokrasi" yang digelar di Gedung DPRD Tabanan, Jumat (15/2/2025).
Kopi Pewarta bahas Dilema Honorer Menanti Kepastian di Tengah Reformasi Birokrasi" yang digelar di Gedung DPRD Tabanan, Jumat (15/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komunitas Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) kembali menggelar Komunikasi Penuh Isnpirasi (Kopi) Pewarta bertempat dengan peringatan hari kasih sayang pada Jumat (14/2/2025).

Kali ini Kopi Pewarta menghadirkan beberapa narasumber yakni Ketua DPRD Tabanan, Ketua Komisi I DPRD Tabanan, Kepala Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (Bakuda) Kabupaten Tabanan.

Adapun tema yang diusung yakni “Dilema Honorer Menanti Kepastian di Tengah Reformasi Birokrasi” yang digelar di Gedung DPRD Tabanan.

Ketua Panitia Kopi Pewarta, Juliadi mengatakan, Kopi Pewarta merupakan kegiatan rutin yang digelar Pewarta Secara berkala tiga bulan sekali. Tema yang diangkat bervariasi disesuaikan dengan topik yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat, khususnya tenaga honorer.

“Tema yang diangkat kali ini tentang nasib tenaga honorir di Pemkab Tabanan seusai adanya penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mereka yang tidak lulus P3K bagiamana nasibnya?,” katanya bernada tanya.

Diharapkan adanya diskusi yang digelar dalam Kopi Pewarta ini, bisa dicarikan terkait nasib tenaga honorer yang belum lulus P3K tersebut.

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa selaku narasumber menyatakan pihaknya bersama pimpinan daerah telah melakukan koordinasi dan sepakat akan memperjuangkan nasib tenaga honorer yang belum lulus P3k.

Ia menegaskan, selaku Ketua DPRD Tabanan telah menugaskan Komisi I agar berkoordinasi dengan BKPSDM dan mengawal penuh agar tenaga honorer yang belum lulus P3k diperjuangkan menjadi tenaga P3k Paruh waktu.

“Kami berharap tahun 2026, tenaga honorer yang sudah terdata di BKN dan sudah mengabdi dua tahun, bisa diperjuangkan menjadi P3K penuh waktu,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani. Ia menyatakan siap melakukan pengawalan dan perjuangan terkait nasib tenaga honorer.

Disebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama BKPSDM Kabupaten Tabanan akan melakukaan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian PAN dan RB di Jakarta terkait dengan kejelasan P3k Paruh Waktu.

“Dengan melakukan koordinasi dan konsultasi ke kementerian PAN dan RB nanti, kita tahu kejelasan tentang tenaga P3K Paruh waktu sehingga bisa lebih jelas dalam melangkah dan menempuh kebijaksanaan terkait,” katanya

Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan I Made Kristiadi Putra menuturkan, pihaknya sangat terbantu atas adanya dukungan dari Ketua DPRD dan Komisi I DPRD Tabanan dalam pengelolaan kepegawaian ASN dan non ASN, tenaga honorer di Pemkab Tabanan.

Sesuai amanat UU 20 Tahun 2023 tentang ASN yang salah satunya mengatur tentang penataan tenaga non ASN yang esensinya adalah tidak ada PHK, tidak ada pembengkakan anggaran dan tidak ada pengurangan anggaran yang diterima masing-masing personal. Hal ini bisa menjadi pegangan kita.

“Untuk pengaturan non ASN ini, sesuai Surat Menpan RB tanggal 16 Januari 2025 tentang pelarangan pengangkatan tenaga honorer, Sekda Tabanan telah menindaklanjuti dangan mengeluarkan Surat Edaran ke masing-masing SKPD untuk tidak lagi menerima tenaga honorer,” paparnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti menyebut, pihaknya sebagai lembaga pengawas selalu mengadakan pengawasan dalam proses seleksi dan rekrutmen P3K. Tenaga honorer di sejumlah kabupaten di Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan jumlahnya masih tinggi dan masih menyisakan masalah.

Ke depan perlu diperjuangan adanya formasi yang bisa diisi oleh tenaga honorer yang bekerja di pelayanan publik terdepan.

“Formasi yang diperlukan dan diprioritaskan Kabupaten Tabanan itu apa saja. Ini yang nanti perlu dikonsultasikan juga di Kementerian PAN dan RB selain tentang tenaga P3k paruh waktu,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait ketersediaan anggaran di tahun 2026 untuk Non ASN (tenaga honorer) di tengah efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan I Wayan Kotio mengemukakan karena kebijakan mempertahankan tenaga Non ASN atau tenaga honorer merupakan kebijakan pimpinan daerah yang sudah disetujui oleh DPRD, maka pihaknya akan mengusulkan anggaran non ASN tersebut kepada Tim Anggaran.

“Kami hanya mengusulkan anggaran kepada Tim Anggaran untuk persetujuannya,” katanya singkat. (ana)

Ramai Beredar Foto Hingga Akun TikTok Diduga Pelaku Penusukan Kadek Parwata, Ini Kata Polisi

Tangkapan layar foto dan akun Tiktok milik terduga pelaku penusukan terhadap I Kadek Parwata (31).
Tangkapan layar foto dan akun Tiktok milik terduga pelaku penusukan terhadap I Kadek Parwata (31).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ramai di media sosial beredar foto-foto diduga pelaku penusukan terhadap I Kadek Parwata (31) yang terjadi di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA.

Beberapa foto terduga pelaku dengan bertubuh kekar dan tato di lengan dan bagian tubuh lainnya ramai dibagikan di media sosial. Tak hanya itu, tangkapan layar akun Tiktok bernama @maspras086 yang diduga milik pelaku juga ramai beredar dan berisi komentar warga net.

Sejumlah netizen mencocokkan jaket, pisau, helm, kalung, serta sarung tangan yang diunggah di akun TikTok itu dengan barang-barang yang digunakan oleh pelaku saat kejadian. Bahkan, banyak yang berkomentar bahwa terduga pelaku sudah berhasil diamankan pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan, sosok dalam foto tersebut memang diduga sebagai pelaku penusukan. “Ya, benar itu diduga pelaku,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (14/2/2025).

Sukadi menyebut, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Belum ada keterangan resmi mengenai motif penusukan yang menyebabkan Kadek Parwata tewas. “Masih dalam pengejaran, semoga cepat terungkap,” pungkasnya. (ana)

Kepala Pria Asal NTT Ditebas di Kuta Selatan, Pelaku Ngaku Emosi

MMK (33) asal Kabupaten Belu, NTT, pelaku penebasan di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.
MMK (33) asal Kabupaten Belu, NTT, pelaku penebasan di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pria asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Yohanis Ngongu Bongu (37) mengalami luka parah setelah ditebas dengan pedang di depan sebuah minimarket di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung. Pelaku penebasan berinisial MMK (33) asal Kabupaten Belu, NTT ditangkap beberapa jam setelah kejadian.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (13/2/2025) sekitar pukul 03.00 WITA. Korban mengalami luka robek di bagian kepala atas, belakang, dan hidung akibat ditebas senjata tajam jenis pedang.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan, pelaku MMK berhasil diamankan oleh tim Opsnal Polsek Kuta Selatan pada Kamis siang di rumah kos yang berlokasi di Glogor Carik, Denpasar. “Pelaku diamankan di kos pamannya,” ucapnya.

AKP Sukadi menjelaskan, kejadian ini diketahui saat istri korban bernama Noviana Kewu Deki (38), menerima telepon dari seseorang yang meminta Noviana segera datang ke Rumah Sakit Surya Husada Nusa Dua. Setibanya di rumah sakit, ia mendapati suaminya berlumuran darah dan mendapatkan perawatan medis.

Saat ditanya, korban mengaku dirinya ditebas seseorang dengan pedang di depan minimarket di depan sebuah minimarket di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua. Noviana lantas melaporkan kejadian yang dialami suaminya ke Polsek Kuta Selatan.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban, saksi-saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan mengarah pada MMK, yang diketahui tinggal tidak jauh dari TKP. Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.15 WITA, polisi menangkap pelaku di rumah pamannya di kawasan Glogor Carik, Denpasar.

Saat diperiksa, MMK mengakui perbuatannya dan menunjukkan barang bukti berupa sebilah pedang tanpa gagang yang digunakan untuk menyerang korban. “Pelaku mengaku emosi karena merasa saudaranya dipukul oleh korban dan teman-temannya,” ungkap Sukakdi.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Kuta Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ana) 

Kembangkan Wisata Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Bupati Tamba Teken MoU dengan PT Petroil

Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama PT Petroil menandatangani MoU pengembangan kawasan Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (14/1/2025).
Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama PT Petroil menandatangani MoU pengembangan kawasan Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (14/1/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama PT Petroil menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan kawasan Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (14/1/2025), bertempat di Executive Room Pemkab Jembrana.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba, mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dan PT Petroil yang telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir.

Meskipun masa jabatannya akan berakhir pada 19 Februari 2025, komitmen untuk terus mendorong pembangunan di Jembrana akan tetap berlanjut.

“Saya percaya PT Petroil bukan hanya memikirkan investasi finansial, tetapi juga memiliki rasa pengabdian terhadap negeri ini. Ini adalah hal yang membuat saya sangat bangga,” ujar Bupati Tamba.

Adapun MoU yang ditandatangani mencakup pembangunan sarana dan prasarana di Kawasan Wisata Gilimanuk, termasuk pengembangan fasilitas wisata dan transportasi.

Tujuan utama kesepakatan ini ialah untuk mengelola dan mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) dalam rangka mendukung pengembangan kawasan pariwisata di wilayah Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Tamba, penandatanganan MoU merupakan langkah konkret untuk meningkatkan PAD, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendukung sektor pariwisata di Jembrana. “Mari kita fokus pada masa depan Jembrana, terlepas dari situasi politik yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Utama PT Petroil, Asrun Tonga, menyampaikan, penandatanganan MoU ini adalah langkah awal dari rencana panjang yang telah disusun bersama sejak dua tahun lalu.

“Meskipun penandatanganan MoU ini terjadi di penghujung masa jabatan Bupati Tamba, kami ingin berkontribusi dalam pembangunan Jembrana, khususnya di Pelabuhan Gilimanuk, yang merupakan pintu gerbang utama antara Pulau Jawa dan Bali,” kata Asrun.

Asrun menambahkan, proyek ini tidak hanya akan meningkatkan infrastruktur, tetapi juga berpotensi menjadikan kawasan Gilimanuk sebagai destinasi wisata baru yang akan menarik wisatawan domestik dan internasional.

Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Jembrana dan mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.

“Kami berharap dengan adanya pembangunan ini, Jembrana tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga menjadi tujuan wisata yang lebih menarik dengan fasilitas yang lebih baik,” tandasnya. (ana) 

Mahendra Jaya Harap Pura Luhur Giri Salaka Jadi Wadah Pemersatu Umat Hindu di Jawa Timur

Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, Jawa Timur, Kamis (13/2/2025).
Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, Jawa Timur, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah (PD) di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka, yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (13/2/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian upacara pujawali yang puncaknya berlangsung pada Hari Raya Pagerwesi (12/2). Sementara itu, upacara penyineban dijadwalkan pada Sabtu (15/2/2025), sehingga umat Hindu yang ingin tangkil masih memiliki waktu sekitar dua hari.

Usai persembahyangan, Pj. Gubernur Bali menyampaikan apresiasi kepada para pemangku yang dengan penuh dedikasi melayani umat yang tangkil serta menjadi pengayom dan teladan bagi umat Hindu di Jawa Timur.

“Terima kasih kami ucapkan kepada para pemangku, prajuru, pengempon, hingga seluruh pengayah di Pura Luhur Giri Salaka. Mereka telah menjaga dan melestarikan situs spiritual umat Hindu sebagai wadah pemersatu umat sekaligus tempat untuk memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Mahendra Jaya.

Selain bersembahyang di Penataran Mandala Utama Pura Luhur Giri Salaka, Sang Made Mahendra Jaya juga mengunjungi Situs Awal Pura peninggalan Kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Situs Kawitan. Situs yang terletak sekitar 100 meter dari Penataran Utama ini merupakan bagian dari sejarah perkembangan Hindu di Jawa Timur.

Pj. Gubernur Bali juga menyerahkan dana punia, menandatangani prasasti pembangunan Kori Agung Mandala Tengah yang pembiayaannya berasal dari Pemerintah Provinsi Bali, serta menyerahkan buku Kitab Suci Weda kepada para pemangku setempat.

Ketua Panitia Pujawali, Dhimas Theo Paku Sadewo, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pj. Gubernur Bali beserta rombongan yang ikut melaksanakan bhakti pujawali. Ia mengungkapkan bahwa umat Hindu setempat sangat antusias dalam menyambut pujawali, yang terlihat dari banyaknya umat yang ngayah menyiapkan sarana dan prasarana sejak Sabtu (8/2/2025).

Puncaknya, pada Rahina Pagerwesi, juga digelar prosesi Melasti yang dihadiri ribuan umat. Meskipun hujan turun sejak sehari sebelumnya, hal ini tidak mengurangi semangat para pemedek untuk tetap tangkil.

Sejumlah pimpinan perangkat daerah turut serta dalam rombongan Pj. Gubernur Bali dalam kegiatan persembahyangan ini. (rls) 

Distribusi Gas LPG di Badung Stabil

Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar sidak ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).
Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar sidak ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Pengawas Terpadu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama instansi terkait menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Badung, pada Kamis (13/2/2025).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar setelah diberlakukannya Surat Edaran (SE) 1 Februari 2025 yang mengatur pembelian LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi Pertamina.

Tim Pengawas Terpadu Disperindag Bali tersebut terdiri dari PT Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, serta Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali. Mereka didampingi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Badung.

Koordinator Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Bali, I Wayan Pasek Putra menyebut, distribusi LPG 3 kg di lapangan tetap stabil meski ada kebijakan baru.

“Sidak ini merupakan bagian dari normalisasi setelah terbitnya Surat Edaran tertanggal 1 Februari 2025, terkait peraturan yang mewajibkan masyarakat hanya bisa membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, sementara penjualan LPG 3 kg secara eceran dilarang. Namun, berbeda dari ekspektasi awal, kondisi di lapangan tetap stabil dan terkendali. Setelah dilakukan penimbangan LPG 3 kg untuk memastikan isinya, hasilnya sudah sesuai dengan SOP yang berlaku dan memenuhi syarat distribusi,” ucapnya.

Ia menambahkan, sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg di lapangan guna mencegah kelangkaan. Dengan kebijakan PT Pertamina terkait perluasan pangkalan, diharapkan distribusi LPG 3 kg semakin merata dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Semnetara itu, Sales Branch Manager V Bali Pertamina, M. Affriyana Al Hilmy menjelaskan, langkah yang diambil mencakup penambahan jumlah pangkalan agar lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, jumlah pasokan LPG 3 kg yang diterima setiap pangkalan kini rata-rata menjadi 50–80 tabung per hari, dari sebelumnya 120 tabung per hari.

“Dari pangkalan, dapat disalurkan ke subpangkalan sebanyak 10% dari jumlah tabung yang dimiliki, sementara sisanya dijual langsung kepada konsumen di sekitarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah warga yang berhak mendapatkan LPG 3 kg serta menghindari kelangkaan dan penumpukan pembeli,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG 3 kg diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak serta mencegah penyalahgunaan distribusi. Pihaknya juga mengidentifikasi titik antrean tinggi, seperti di Pangkalan 08 Mengwi dan pangkalan di SPBU Dalung, yang mengalami peningkatan permintaan dan perlu tambahan pasokan.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Hilmy menekankan pentingnya edukasi bagi pekerja di agen agar lebih teliti dalam menyiapkan LPG 3 kg sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“LPG 3 kg yang didistribusikan harus memiliki berat sesuai standar dan dilengkapi karet segel (seal) untuk memastikan keamanan konsumen sebagai pengguna LPG 3 kg,” tegasnya.

Dengan pengawasan rutin dan kerja sama berbagai instansi, diharapkan distribusi LPG 3 kg di Badung tetap lancar, tepat sasaran, dan sesuai aturan yang berlaku. (rls)

Kadek Parwata, Korban Penusukan Hingga Tewas di Denpasar, Tinggalkan Dua Orang Anak

Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.
Suasana rumah duka Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kadek Parwata (31), korban penusukan hingga tewas oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA meninggalkan dua orang anak. Dua anaknya masih bersekolah di TK dan kelas 4 SD.

Kesedihan mendalam pun dirasakan oleh anak, keluarga dan kerabat Kadek Parwata di rumah kediamannya di Jalan Nangka Selatan, Nomor 26 C, Denpasar.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra mengungkapkan, semasa hidup, Kadek Parwata dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati. Ia bekerja sebagai house keeping dan menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum kejadian, keluarga tidak menduga tidak memiliki firasat buruk sebelumnya.

“Tidak ada firasat, dua hari sebelum kejadian Kadek sempat ingin melayat kerumah temannya, tapi tidak jadi karena hujan. Malam itu, barulah dia kesana melayat,” kata Gede Dana.

Dana Putra menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” harapnya. (ana)

Keluarga Ungkap Sebelum Ditusuk Kadek Parwata Melayat ke Rumah Teman

Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).
Tangakapan layar rekaman CCTV, kejadian penusukan terhadap pria bernama Kadek Parwata (31) di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kesedihan mendalam dialami oleh keluarga Kadek Parwata (31) yang tewas usai ditusuk dengan senjata tajam oleh pria tak dikenal di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WITA.

Kakak korban bernama Gede Dana Putra, menceritakan, keluarganya mendapat kabar insiden penusukan dari teman yang mengantar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahwa Kadek sudah meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Adapun malam saat kejadian Kadek Parwata baru saja pulang dari melayat ke rumah temannya.

Saat perjalanan pulang dengan berboncengan bersama temannya, Kadek mampir ke warung madura yang merupakan tempat kejadian penusukan, untuk membeli minuman.

Namun, saat turun dari motor, Kadek tiba-tiba diserang secara brutal oleh pelaku yang saat itu berada di depan warung. Saat itulah, pelaku dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan menusuk tubuhnya.

“Kadek tidak tau apa-apa dan tidak mengenal pelaku, tapi malah ditikam,” kata Gede Dana ditemui di rumah duka di Jalan Nangka Selatan, Denpasar Utara, pada Kamis (13/2/2025).

Gede Dana mengungkapkan, adiknya mengalami luka tusukan yang cukup parah dengan jarak tembus sekitar 7 cm di bagian perut kiri, sehingga menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

“Meninggalnya saat tiba dirumah sakit karena pendarahan. Ketika diperjalanan naik motor itu sudah tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Saat ini, jenazah Kadek Parwata dititipkan di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar. Rencana pemakaman akan dilakukan pada Minggu (16/2/2025) mendatang.

Terkait identitas pelaku, Gede Dana mengaku masih belum menerima informasi penangkapan dari pihak kepolisian. Bahkan, plat nomor kendaraan pelaku sempat ditelusuri, akan tetapi datanya tak ditemukan.

“Kami berharap agar pelaku segera ditangkap, sudah sempat di cek plat kendaraannya tetapi hasilnya data tak ditemukan,” pungkasnya. (ana)

Anggota Polres Tabanan Diberi Self Healing, Perkuat Mental dan Kurangi Pelanggaran

Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.
Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Polres Tabanan mengikuti sosialisasi program Dharma Self Healing yang digagas oleh Kapolda Bali. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/2/2025) di GOR Debes, Tabanan.

Adapun program ini bertujuan untuk mempekiat mental dan motivasi kerja personel Polri, khususnya di lingkungan Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menjelaskan, program Dharma Self Healing bertujuan untuk memberikan keseimbangan mental bagi anggota Polri.

Menurutnya, tingginya angka pelanggaran di kalangan anggota Polri menunjukkan perlunya keseimbangan antara tugas sebagai aparat negara, kepala keluarga, serta bagian dari masyarakat.

“Personel Polri perlu penyegaran mental dan spiritual guna menghadapi berbagai tantangan, terutama pasca pergantian tahun, pemilu, dan pilkada serentak,” ucapnya.

Pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan kesiapan mental dan fisik anggota dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Dharma Self Healing, Dr. Ketut Abid Halimi menyampaikan, anggota Polri sering kali melupakan kesejahteraan mental mereka sendiri karena tuntutan tugas yang berat. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah preventif untuk mengurangi pelanggaran di internal kepolisian.

“Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan penyegaran dan keseimbangan pikiran menguatkan hati, dan mental agar personel Polri bekerja lebih produktif, inovatif, ikhlas, dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran serta menjadikan pekerjaan sebagai ibadah,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan anggota Polres Tabanan dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai dengan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Waka Polres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja Putra para pejabat utama (PJU) Polres Tabanan, kapolsek jajaran, personel yang terlibat, serta Wakil Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Tabanan. (ana) 

Tungku Uap Pabrik Tahu di Denpasar Meledak, Satu Orang Luka-Luka

Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.
Kondisi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Bedahulu V, Banjar Mekar Sari, Peguyangan, Denpasar Utara, meledak pada Rabu (12/2/2025) siang.

Ledakan tersebut bersumber dari tungku tabung uap pabrik yang disusul kebakaran. Bahkan, akibat kerasnya ledakan mengakibatkan kerusakan pada bangunan pabrik serta rumah kos di sekitarnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pabrik tahu tersebut diketahui milik Hendri Budiono Suwanto (37) asal Situbondo, Jawa Timur. Selain kerusakan bangunan, insiden ini juga menyebabkan seorang penghuni kos Mega Anggela (26) asal Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka robek di kaki sebelah kiri serta nyeri di bagian punggung akibat tertimpa reruntuhan tembok.

“Saat kejadian, korban sedang duduk di teras kos. Ia terkejut saat mendengar suara ledakan dari arah pabrik tahu yang bersebelahan dengan kosnya,” ujarnya.

Sementara itu, seorang karyawan pabrik berinisial Darius (29) asal Sumba Barat mengungkapkan bahwa ledakan terjadi saat ia tengah mengecek air di tabung uap.

Pabrik tahu ini menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas, bukan gas. Sistem kerja tabung uap di pabrik tersebut mengharuskan pengisian air setiap 15 menit serta pemantauan rutin oleh karyawan.

“Saat itu saksi hendak memastikan kondisi air dalam tabung, tiba-tiba saja meledak dan menghantam bangunan di samping pabrik,” kata Sukadi.

Selain menghancurkan sebagian bangunan, ledakan juga memicu kebakaran. Namun, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran Kota Denpasar dalam waktu sekitar satu jam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 100 juta. (ana)