- Advertisement -
Beranda blog Halaman 253

Dua Pelaku Narkoba Diringkus di Badung, Polisi Sita Setengah Kilo Sabu

Dua pelaku penyalahgunaan narkoba berinisial MCP (42) dan IS (42) berhasil dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Badung.
Dua pelaku penyalahgunaan narkoba berinisial MCP (42) dan IS (42) berhasil dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dua pelaku penyalahgunaan narkoba berinisial MCP (42) dan IS (42) berhasil dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Badung pada Februari 2025.

IS, seorang residivis, berperan sebagai kurir sabu, sementara MCP merupakan pengguna ganja. Adapun jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari keduanya yakni 486,7 gram sabu dan 94,82 gram ganja.

Kapolres Badung AKBP Arif M Batubara mengungkap, pelaku MCP ditangkap lebih dahulu pada 7 Februari 2025 di Jalan Padang Tawang, Kuta Utara, saat mengambil paket ganja yang dipesannya via Instagram seharga Rp 1,2 juta.

“Pelaku mengaku menggunakannya karena insomnia (susah tidur),” ucapnya dalam pers rilis di Polsek  Mengwi, Selasa (18/2/2024).

Kemudian, pelaku IS ditangkap di mesnya di Padangsambian Kaja pada 10 Februari 2025. Ia ditugaskan oleh pemasok berinisial Mr G melalui WhatsApp untuk menyimpan dan membagi sabu seberat 500 gram. Kemudian menempelkannya di lokasi tertentu. IS mendapat upah Rp 4 juta.

“Pelaku tidak mengetahui pemasok berinisial Mr G karena hanya berkomunikasi melalui WhatsApp,” ungkapnya.

Selain  barang bukti berupa 486,7 gram sabu dan 94,82 gram ganja, petugas turut disita kotak plastik berisi enam plastik klip sabu, lakban hitam, tiga timbangan digital, dua bendel pipet, satu bungkus tabung micro, empat bendel plastik klip, serta sebuah handphone POCO warna kuning.

Atas perbuatannya, MCP dijerat Pasal 111 ayat (1) atau 114 UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 dan paling lama 20 tahun dan denda Rp 1 miliar sampai Rp 10 miliar.

Sedangkan, IS dikenai Pasal 112 ayat (2) atau 114 UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara selama 4 tahun hingga 20 tahun penjara dan denda Rp 800 juta-8 miliar. (ana) 

Pelanggan Perumda TAB Diimbau Bijak Gunakan Air

Perbaikan pipa sambungan air Perusahaan Umum Daerah Tirta Amertha Buana (Perumda TAB) Tabanan.
Perbaikan pipa sambungan air Perusahaan Umum Daerah Tirta Amertha Buana (Perumda TAB) Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perusahaan Umum Daerah Tirta Amertha Buana (Perumda TAB) Tabanan mengimbau seluruh pelanggan untuk bijak menggunakan air.

Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda TAB Tabanan, I Wayan Agus Suanjaya, didampingi Plt. Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, Selasa (18/2/2025).

Pihaknya menegaskan pentingnya penghematan air demi menjaga ketersediaan pasokan yang merata bagi seluruh pelanggan. “Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air. Dengan demikian, pasokan air dapat tetap terjaga dan merata,” ujar Agus Suanjaya.

Ia menyebut, dalam memastikan pelayanan optimal, Perumda TAB telah menyiapkan tim yang siap merespons apabila terjadi gangguan. Khusunya saat terjadi gangguan akibat cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi.

Adapun gangguan pelayanan yang sempat terjadi akibat cuaca ekstrem, lanjut Agus Suanjaya, saat terjadi pohon tumbang di Jembatan Sanggulan, Kediri, yang menimpa dua pipa air.

Akibatnya pasokan air di daerah tersebut terganggu selama hampir satu jam.Selain itu, hujan deras di beberapa daerah seperti Pupuan juga sempat menyebabkan gangguan layanan akibat pemadaman listrik.

“Jika ada gangguan, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan. Meskipun perbaikannya bisa cepat, normalisasi aliran air membutuhkan waktu,” jelas Agus Suanjaya.

Untuk melaporkan gangguan layanan, pelanggan dapat menghubungi layanan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 087816143624 atau melalui aplikasi resmi Perumda TAB, SIMPELTAB, yang tersedia di Google Playstore. Pelanggan juga dapat mengakses informasi melalui media sosial resmi di Facebook dan Instagram.

Selain itu, Perumda TAB juga terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan, khususnya di wilayah Kediri, Tabanan, dan Kerambitan, yang mengalami pertumbuhan pesat. Dalam upaya ini, Perumda TAB bekerja sama dengan para pengembang agar rumah-rumah baru dapat segera mengajukan sambungan air.

Perumda TAB mengajak masyarakat yang belum memiliki akses air bersih untuk segera mengajukan permohonan sambungan baru. Proses pendaftarannya sangat mudah, hanya dengan membawa Fotokopi KTP, denah lokasi pemasangan sambungan baru dan Materai Rp10.000.

Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Kantor Pusat Perumda TAB di Jalan Wagimin Nomor 27, Kediri, Tabanan, atau di Kantor Unit Pelayanan Perumda TAB yang tersebar di Unit Kerambitan, Unit Selemadeg, Unit Penebel, dan Unit Baturiti. Biaya sambungan baru saat ini sebesar Rp1.950.000.

Jam operasional pelayanan yakni Senin-Kamis 08.00 WITA – 14.00 WITA dan Jumat pada pukul 07.30 WITA – 12.00 WITA. (ana)

Indonesia Peringkat Keempat dalam Kasus Pornografi Anak

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Indonesia menempati peringkat keempat di dunia dalam kasus pornografi anak. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid.

Tentunya kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak.

“Untuk kasus pornografi anak, Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi, yakni peringkat keempat di dunia,” ujar Meutya dikutip Selasa (18/2/2025).

Meutya menekankan, digitalisasi membawa tantangan besar, termasuk dalam hal penyebaran misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, ia berharap agar perempuan dapat berperan aktif dalam menyaring informasi, sehingga masyarakat lebih mudah membedakan berita yang benar dan kredibel.

Dalam upaya menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak-anak, Menkomdigi menegaskan bahwa pemerintah terus menyusun kebijakan perlindungan.

Salah satu langkah yang diambil adalah penyusunan pedoman pemberitaan yang ramah anak dan perempuan. Kebijakan ini disusun melalui kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Dewan Pers.

“Kebijakan ini menjadi pedoman serta komitmen bagi semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri teknologi, masyarakat, hingga komunitas. Tujuannya adalah menciptakan ruang digital yang lebih aman,” jelas Meutya.

Selain itu, Menkomdigi juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang saat ini menjadi perdebatan global. Ia baru saja menghadiri AI Action Summit di Paris dan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, untuk membahas peran kecerdasan buatan dalam berbagai sektor.

Saat ini, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China tengah bersaing untuk menjadi pemimpin dalam teknologi AI.

“Indonesia juga memiliki peluang besar untuk mengadopsi teknologi ini secara bijak, terutama bagi negara-negara dengan ekonomi berkembang seperti kita,” tambahnya.

Menkomdigi menegaskan, Indonesia sedang merumuskan pedoman etika dalam penggunaan kecerdasan buatan, termasuk dalam bidang jurnalistik.

“Saat ini, Indonesia juga sedang merancang pedoman etika untuk penggunaan AI, terutama dalam sektor jurnalistik,” tegas Meutya. (ana)

Desa Adat Kota Tabanan Gelar Upacara Tawur Gempang untuk Keseimbangan Alam 

Upacara Tawur Nawa Gempang yang diadakan di Catus Pata Kota Tabanan.
Upacara Tawur Nawa Gempang yang diadakan di Catus Pata Kota Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upacara Tawur Nawa Gempang yang diadakan di Catus Pata Kota Tabanan oleh Desa Adat Kota Tabanan, Senin (17/2/2025) mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat.

Tawur Nawa Gempang sendiri merupakan bagian dari rangkaian upacara adat yang memiliki tujuan untuk menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan Tuhan.

“Melalui upacara ini, kita memohon agar keseimbangan alam tetap terjaga, sehingga kehidupan dapat berjalan harmonis dan berkelanjutan,” ujar Plt. Asisten III Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan.

Menurutnya, upacara ini juga merupakan wujud rasa syukur atas segala anugerah yang diberikan oleh alam. Dalam upacara tersebut, nampak pula kehadiran sejumlah Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, di mana kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ritual yang merupakan bagian dari tradisi adat Bali ini.

Selain itu, para perbekel dan bendesa adat setempat juga hadir memberikan penghormatan. “Keberadaan kita di sini adalah bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga tradisi yang sudah turun temurun,” imbuh Gunawan.

Upacara Tawur Nawa Gempang ini juga menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menyaksikan dan turut serta dalam mendoakan agar Tabanan senantiasa diberikan kedamaian serta kesejahteraan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual spiritual semata, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kearifan dan tradisi lokal.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menghimbau agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga hubungan baik, khususnya dengan alam. Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga alam dan warisan budaya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Harapan itu mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan budaya Bali, serta memastikan tradisi Tawur Nawa Gempang terus dilaksanakan dengan penuh rasa hormat dan makna. (ana)

Mobil Toyota Starlet Terbakar di Pinggir Jalan Tabanan Gegara Korsleting Listrik 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah mobil Toyota Starlet dengan nomor polisi DK 1670 HO terbakar di pinggir Jalan Pulau Seribu, Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, tepatnya di sebelah utara Pasar Dauh Pala, pada Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 08.00 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula ketika pemilik mobil, I Gusti Kd Sangko Putra, warga Desa Tunjuk, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, mengendarai mobilnya dari arah Dauh Pala menuju Tabanan.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil mengalami korsleting pada kabel di bagian bawah setir, yang kemudian memicu api dan menyebabkan mobil terbakar. Beruntung, pengemudi langsung keluar dari mobil sebelum api membesar dan menghanguskan seluruh badan mobil.

Kepala Bidang Damkar Tabanan I Wayan Suakta mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari masyarakat. Setelah menerima laporan tersebut, satu mobil pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk memadamkan api.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Dari dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada mesin,” ucapnya.

Ia menyebut, pengemudi tidak mengalami luka-luka dalam insiden ini, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. “Hanya kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta,” ungkapnya. (ana)

Strategi Bali Jaga Inflasi: Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga

Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.
Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang bertajuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Melalui Penguatan Lahan Pangan Berkelanjutan, Pengairan, dan Benih Unggul.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, pada Senin (17/2/2025).

Magendra Jaya menekankan pentingnya langkah strategis untuk menjaga inflasi sesuai target. “Target kita berada pada rentang 2,5 persen – 1 persen, jadi harus dijaga agar tidak melebihi batas tersebut. Inilah gunanya kita duduk bersama,” tegasnya.

Meskipun angka inflasi Bali lebih tinggi dibandingkan nasional, yakni 2,41 persen (yoy) berbanding 0,76 persen (yoy), namun secara umum masih tergolong moderat dalam rentang 2,5 persen.

Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang sehat serta daya beli masyarakat yang tetap baik. Selain itu, ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada 2024 mencapai 5,48 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,03 persen.

Ia juga menguraikan beberapa faktor penyebab inflasi, seperti gangguan cuaca ekstrem yang menghambat produksi dan distribusi pangan, kenaikan harga BBM, kebijakan distribusi gas elpiji 3 kg, meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO) dan emas global yang berdampak pada kenaikan harga minyak goreng dan perhiasan, serta perkiraan meningkatnya permintaan canang sari dan sembako pada Februari–Maret.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpengaruh pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi Bali,” tambahnya.

Pagi itu, Pj. Gubernur Mahendra Jaya juga menegaskan agar TPID terus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali agar tetap positif di atas 5 persen. “Hal ini akan mendukung daya beli masyarakat di tengah tantangan inflasi,” tandasnya, seraya mengapresiasi kerja keras TPID yang telah bekerja sama ngrombo menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi di Bali.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja menjelaskan bahwa acara ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali. Ia mengakui bahwa meskipun inflasi Bali lebih tinggi dari nasional, namun masih dalam batas koridor inflasi nasional sekitar 2,5 persen.

“Ini adalah hasil kerja keras kita bersama, tetapi kita tetap harus mewaspadai tekanan inflasi ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, inflasi terbesar di Bali disumbang oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 8,36 persen. “Beberapa komoditas hortikultura juga mengalami inflasi, tetapi fokus kita tetap pada stabilitas sektor makanan dan minuman,” imbuhnya.

Pada 2025, ia menekankan beberapa faktor yang perlu diwaspadai dalam menekan inflasi, baik global maupun nasional. Dari sisi global, perang dagang dan krisis energi dapat berdampak pada inflasi. Sementara di tingkat nasional, tantangan utama dalam waktu dekat adalah hari besar keagamaan dan libur panjang.

“Di sisi lain, Bali juga menghadapi tantangan internal, seperti berkurangnya luas lahan sawah yang menyebabkan penurunan produksi pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian dan perikanan harus diperkuat demi mewujudkan ketahanan pangan,” jelasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Dr. Ferry Irawan menambahkan bahwa HLM TPID telah menyepakati tiga langkah strategis untuk menjaga inflasi tetap stabil. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) menjaga inflasi 2025 pada kisaran 2,5 persen ± 1 persen guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, (2) menjaga inflasi komponen Volatile Food (VF) pada kisaran 3,5–5,0 persen, serta (3) memperkuat koordinasi pusat dan daerah dengan menetapkan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027.

“Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPP) di berbagai wilayah Indonesia akan terus dilanjutkan pada 2025 untuk mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Dr. Ferry Irawan, Koordinator Kelompok Kerja Harga Pangan Produsen dan Konsumen Badan Pangan Nasional Dr. I Gusti Ketut Astawa, serta seluruh Tim TPID Provinsi Bali. (ana)

Pemprov Bali Gelontorkan 51,96 Miliar untuk Bonus Atlet Berprestasi di PON dan Peparnas

Pj Gubernur Bali serahkan bonus atlet berprestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo tahun 2024.
Pj Gubernur Bali serahkan bonus atlet berprestasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo tahun 2024.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama daerah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo tahun 2024.

Total anggaran yang digelontorkan untuk penghargaan ini mencapai Rp 51,96 miliar, yang bersumber dari APBD Provinsi Bali 2025.

Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, secara simbolis di ruang rapat Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Senin (17/2/2025).

Mahendra Jaya mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraiholeh para atlet. Terlebih lagi di sisa masa jabatannya sebagai Pj Gubernur Bali yang tinggal menghitung hari, masih berkesempatan menyerahkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kerja keras, dan perjuangan para atlet dalam meraih prestasi di kancah nasional.

“Kami sangat menyadari prestasi ini bukanlah hasil dari perjalanan yang singkat, tetapi buah dari latihan disiplin, perjuangan tanpa lelah, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Mahendra Jaya.

Pemberian bonus ini baru dapat direalisasikan sekitar empat bulan setelah pelaksanaan PON dan Peparnas karena harus menyesuaikan dengan siklus serta prosedur penetapan anggaran daerah.

Mahendra Jaya menegaskan, Pemprov Bali berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga dan kesejahteraan atlet, agar semakin termotivasi untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin semangat juang para atlet tetap terjaga dan semakin berkembang. Dengan penghargaan ini, kami berharap lahir generasi atlet baru yang mampu membawa nama Bali semakin bersinar di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Pj. Gubernur Bali kembali menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam mendukung pembinaan olahraga di daerah, termasuk peningkatan fasilitas, kesejahteraan atlet, serta program pembinaan yang berkelanjutan.

Adapun bonus total Rp 51,96 miliar sebagai apresiasi atas prestasi luar biasa para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang di PON XXI Aceh-Sumut dan Peparnas XVII Solo 2024.

Insentif ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda untuk terus berjuang dan membawa kejayaan bagi Bali di masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa, menjelaskan bahwa total penerima penghargaan sebanyak 391 orang, terdiri atas 217 atlet dan 141 pelatih/ofisial PON XXI, serta 22 atlet dan 11 pelatih/ofisial Peparnas XVII.

Dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen Bali yang terdiri atas 217 atlet dan 141 pelatih/ofisial berhasil meraih total 134 medali, dengan rincian 36 emas, 38 perak, dan 60 perunggu. Prestasi ini menempatkan Bali di peringkat 7 dari 39 provinsi yang berpartisipasi.

“Sementara itu, dalam Peparnas XVII di Solo, kontingen Bali yang terdiri atas 22 atlet dan 11 pelatih/ofisial berhasil membawa pulang 33 medali, terdiri atas 11 emas, 7 perak, dan 15 perunggu, sehingga Bali menempati peringkat 12 dari 33 provinsi,” jelasnya.

Boy Jayawibawa mengungkapkan, Pemprov Bali memberikan penghargaan berupa piagam dan bonus uang yang bervariasi sesuai jenis medali yang diperoleh maupun jenis lomba yang diikuti, dengan total anggaran mencapai Rp 51,96 miliar.

Sebesar Rp 46 miliar dialokasikan untuk apresiasi bagi kontingen Bali di PON XXI Aceh-Sumut 2024, yang disalurkan melalui hibah kepada KONI Bali. Selain itu, Rp 5,96 miliar diberikan sebagai penghargaan kepada kontingen Bali di Peparnas XVII Solo 2024, melalui belanja penghargaan pada DPA Disdikpora Bali.

Adapun rincian bonus yang diterima atlet, pelatih, dan ofisial yakni di PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan Medali emasRp 85.000.000 – Rp 220.000.000, Medali perak Rp 45.000.000 – Rp 95.000.000, Medali perunggu Rp 20.000.000 – Rp 50.000.000.

Pelatih yang mengantarkan atlet meraih medali juga menerima bonus dengan rentang nilai antara Rp 16,6 juta hingga Rp 220 juta, tergantung pada tingkat prestasi yang dicapai atletnya. Peparnas XVII Solo 2024 dengan Medali emas: Rp108.000.000 – Rp 220.000.000, Medali perak: Rp 91.000.000,Medali perunggu: Rp 47.500.000.

Pelatih yang mendampingi atlet di Peparnas juga mendapatkan apresiasi dengan besaran bonus yang sama dengan atlet, mulai dari Rp 47,5 juta hingga Rp 220 juta. (ana)

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wakil Bupati Badung Terpilih Adi-Cipta Ikuti Tes Kesehatan

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Badung terpilih I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta mengikuti tes kesehatan di Gedung F, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), Jakarta, Senin, (17/2).
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Badung terpilih I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta mengikuti tes kesehatan di Gedung F, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), Jakarta, Senin, (17/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Badung terpilih I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta mengikuti tes kesehatan di Gedung F, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), Jakarta, pada Senin (17/2/2025).

Tes kesehatan ini juga diikuti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali serta Bupati/Walikota se-Provinsi Bali.

Bupati Badung terpilih Adi Arnawa menyampaikan, tes kesehatan ini merupakan rangkaian dari pelantikan dan pembekalan (Retreat) kepala daerah terpilih. Kepala Daerah terpilih akan dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025 mendatang.

Ada beberapa elemen yang diperiksa diantaranya kadar gula darah, asam urat, kolesterol dan ada juga cek tensi atau tekanan darah.

“Secara prinsip kami berdua dinyatakan sehat. Mudah-mudahan setelah mengikuti tes kesehatan ini kami akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu pelantikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” ujar Adi Arnawa yang didampingi Bagus Alit Sucipta.

Adi Arnawa menjelaskan, setelah pelantikan, rencananya seluruh Kepala Daerah akan mengikuti retret pada tanggal 21 hingga 28 Februari di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

“Astungkara tadi hasilnya sudah keluar dan normal semua hasil pemeriksaannya. Kami siap untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelantikan dan pembekalan ini,” pungkasnya. (ana)

Pelaku Penusukan Kadek Parwata Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Kedua Kaki Didor Timah Panas Akibat Melawan

Bastomi Prasetiawan, pelaku penusukan di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, yang menyebabkan tewasnya Kadek Parwata (31), akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian.
Bastomi Prasetiawan, pelaku penusukan di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, yang menyebabkan tewasnya Kadek Parwata (31), akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah sempat buron, Bastomi Prasetiawan, pelaku penusukan di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, yang menyebabkan tewasnya Kadek Parwata (31), akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian.

Pria asal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur itu diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.

Bahkan kedua kaki Bastomi ditembak dengan timah panah oleh petugas karena sempat melakukan perlawanan saat ditangkap.

Pada Senin (17/2/2025), Ia pun dibawa ke Polresta Denpasar untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Saat digiring oleh petugas gabungan, Bastomi duduk tak berdaya di kursi roda dan menunduk lesu tak berdaya dengan kedua tangan diborgol.

Kapolresta Denpasar, Kombespol Muhammad Iqbal Simatupang menjelaskan, penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali.

“Penyelidikan dimulai dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menganalisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. Setelah mengidentifikasi pelaku, kami segera mengamankan barang bukti, termasuk sepeda motor dan pisau yang digunakan,” ujar Kombespol Iqbal dalam konferensi pers, Senin (17/2/2025)

Dari informasi yang dihimpun, diketahui pelaku telah kabur ke daerah Jawa Timur. Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali lantas membentuk tim gabungan untuk melakukan pengejaran.

Setibanya petugas di Jawa Timur, Bastomi yang menyadari bahwa dirinya sedang diburu aparat pun segera berpindah tempat. Ia, lantas kabur ke Surabaya.

Akhirnya, Ia ditemukan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Saat akan ditangkap, Bastomi sempat melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga tim Gabungan melakukan tindakan tegas terukur dengan menembakkan timah panas di kedua kakinya.

“Saat itu yang bersangkutan mencoba kabur dengan berlayar ke daerah Tarakan, Kalimantan Utara,” tambah Iqbal Simatupang. (ana)

31 Pelamar PPPK Tabanan Tahap II Tak Lolos Seleksi Administrasi

Kepala BKPSDM Tabanan I Made Kristiadi Putra.
Kepala BKPSDM Tabanan I Made Kristiadi Putra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 31 orang pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.

Hasil tersebut secara resmi diumumkan melalui surat Nomor: 022/P-PANSEL-PPPK/2025 mengenai hasil seleksi administrasi Tahun Anggaran 2024.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, I Made Kristiadi Putra mengatakan, total jumlah pelamar yang mendaftar mencapai 995 orang. Sementara itu, jumlah formasi yang tersedia sebanyak 384, terdiri dari tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan.

“Berdasarkan data dari Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara, terdapat 31 pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS),” ujarnya Senin (17/2/2025).

Ia menjelaskan, dari total pelamar yang tidak lolos, 3 orang berasal dari tenaga kesehatan, sementara 29 orang berasal dari tenaga teknis. Sementara itu, seluruh pelamar dari tenaga guru dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Panitia seleksi mengacu pada Berita Acara Rapat Nomor 021/BA-PANSEL-PPPK/2025 tanggal 10 Februari 2025, yang menyatakan bahwa pelamar yang tidak lolos seleksi administrasi berhak mengajukan sanggahan melalui akun SSCASN pada 19 hingga 21 Februari 2025.

Terkait tahapan berikutnya, Kristiadi menyebut masa sanggah berlangsung selama tiga hari, sebelum dilanjutkan ke tahap seleksi kompetensi yang akan digelar pada 17 April hingga 16 Mei 2025.

Ia mengingatkan seluruh proses seleksi ini tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para peserta untuk tidak mempercayai pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau bentuk lainnya.

“Kelulusan peserta ditentukan oleh prestasi mereka sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif tertentu, itu merupakan bentuk penipuan,” tegasnya. (ana)