- Advertisement -
Beranda blog Halaman 252

Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Gelaran Parade dan Pentas Budaya Festival Imlek

Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025, Kabupaten Tabanan.
Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menghadiri perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025 yang dimeriahkan dengan Parade dan Pentas Seni Budaya Nusantara. Acara yang berlangsung pada Sabtu (8/3/2025).

Festival ini juga turut dihadiri oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, serta Tjokorda Anglurah Tabanan, sejumlah anggota DPRD, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, kepala perangkat daerah terkait, serta undangan lainnya.

Festival ini diawali dengan parade yang dimulai dari Vihara Dharma Cattra Tabanan menuju Taman Bung Karno. Setibanya di lokasi, acara berlanjut dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang semakin menyemarakkan perayaan.

Beragam atraksi seni ditampilkan, mulai dari pertunjukan wushu, Tari Lambaian Khatulistiwa dengan balutan berbagai pakaian adat Nusantara, Pasukan Kera Sakti dan Dewi-Dewi, parade busana Cheongsam, Barongsai dan Liong, Drumband, Parade Barong Bangkung, Baleganjur, Tektekan, pertunjukan Turonggo Gustar Budoyo, Tari Hedung (Tari Perang), Rodat, hingga Reog Ponorogo.

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, mengatakan, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

“Festival seperti ini bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol keharmonisan dan persatuan di Tabanan. Kami di DPRD sangat mendukung kegiatan yang memperkuat kebersamaan dan keberagaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap festival ini dapat terus diselenggarakan di tahun-tahun mendatang dengan lebih banyak partisipasi masyarakat dan elemen budaya lainnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Pernyataan ini mengandung pesan kuat, bahwa apapun suku, agama, maupun rasnya, kita harus membumi di mana kaki berpijak. Demikian juga dengan kita di Tabanan, dari manapun asal kita, seberapapun tinggi derajatnya, kita semua adalah orang Tabanan yang bangga dengan identitas sebagai orang Tabanan. Kita patut berbangga,” ujarnya.

Sebagai Kabupaten yang telah dianugerahi Harmony Award dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Bupati Sanjaya juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai festival budaya yang mencerminkan keharmonisan antarumat beragama.

“Ayo buat berbagai kegiatan di festival keberagaman, gandeng saudara-saudara kita dalam Forum Bhineka Tunggal Ika yang ada dari Sabang sampai Merauke, libatkan semua suku yang ada di Kabupaten Tabanan. Saya pastikan, sebagai Bupati, saya akan mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif terhadap penghargaan yang telah kita raih,” tambahnya. (ana)

Hot Sugar Cafe, Tempat Nongkrong Ditemani View Danau Beratan Bedugul

Hot Sugar Cafe, Tabanan, Bali. (foto:Instagram @hotsugarlate)
Hot Sugar Cafe, Tabanan, Bali. (foto:Instagram @hotsugarlate)

PANTAUBALI.COM – Kawasan Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, ternyata tidak hanya terkenal dengan wisata Kebun Raya Bedugul dan Ulun Danu Beratan. Namun, di kawasan wisata yang terletak di Tabanan Utara ini juga terdapat tempat nongkrong dengan view memukau.

Salah satunya adalah Hot Sugar Jungle Break Cafe & Eatery. Tempat nongkrong instagramebel yang lebih dikenal sebagai Hot Sugar Cafe ini merupakan destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman unik di tengah kesejukan Bedugul.

Terletak di Jalan Raya Denpasar-Singaraja Bedugul, Candikuning, Baturiti, kafe ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sambil mencicipi hidangan lezat.

Hot Sugar Cafe menawarkan pemandangan menawan ke arah Danau Beratan, menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Suasana sejuk dan asri khas Bedugul semakin menambah daya tarik kafe ini, membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong bersama keluarga, pacar atau teman.

Hot Sugar Cafe menyajikan berbagai pilihan menu, mulai dari kopi spesial hingga hidangan utama yang menggugah selera. Beberapa menu andalan yang patut dicoba antara lain berbagai varian kopi yang diracik dengan biji kopi pilihan, cocok bagi pecinta kopi sejati.

Hidangan makanan dengan menu beragam mulai dari masakan Indonesia autentik hingga hidangan barat yang populer. Serta berbagai pilihan kue dan pastry yang manis, sempurna untuk menemani waktu santai Anda.

Selain menawarkan pemandangan dan hidangan lezat, Hot Sugar Cafe juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk kenyamanan pengunjung, seperti area parkir yang luas, area duduk indoor maupun outdoor yang nyaman, Wi-Fi gratis, serta wahana flying fox.

Kafe ini buka setiap hari dengan jam operasional yakni pada Hari Kerja (Weekdays) dari pukul 09.00 – 17.00 WITA dan akhir pekan (Weekend) pukul 09.00 – 18.00 WITA.

Jam operasional ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati sarapan, makan siang, atau sekadar ngopi santai di sore hari.

Dengan kombinasi pemandangan alam yang menawan, suasana yang nyaman, dan hidangan yang lezat, Hot Sugar Jungle Break Cafe & Eatery layak menjadi salah satu destinasi kuliner yang Anda kunjungi saat berada di Bedugul, Bali. (ana)

Bayi Laki-laki Bertali Pusar Dalam Ransel Ditemukan di Selokan Pinggir Jalan Pupuan-Seririt

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang bayi laki-laki ditemukan kondisi hidup di selokan pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (8/3/2025) malam.

Bayi malang tersebut terbungkus di dalam tas ransel hitam merah merk Polo Henda, dengan tubuhnya dikerubungi semut.

Adapun bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama I Made Dwi Arsana, yanh melintas di lokasi sekitar pukul 23.07 WITA. Saat berhenti untuk menerima panggilan telepon, ia mendengar suara tangisan dari dalam selokan.

Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari hewan luwak, namun setelah diperiksa, ternyata suara tersebut berasal dari seorang bayi. Ia segera menghubungi dua warga lainnya, I Nyoman Suranata dan I Made Artana, yang kemudian datang ke lokasi. Mereka membuka tas ransel dan menemukan bayi laki-laki dalam kondisi masih bernyawa.

Temuan itu lantas dilaporkan ke Polsek Pupuan. Anggota kepolisian yang tiba di lokasi langsung membawa bayi ke Puskesmas Pupuan I untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Pupuan Iptu I Wayan Sudiarba mengatakan, saat ditemukan bayi tersebut masih memiliki tali pusar, dengan berat sekitar 2,8 kg. “Dari pemeriksaan diperkirakan baru lahir sekitar 3 jam sebelum ditemukan,” ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Pupuan melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kain kamben ungu, gulungan benang, dan beberapa lembar kertas bertuliskan pelajaran.

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut dan berencana untuk menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa data persalinan di wilayah Pupuan, serta mencari petunjuk terkait orang tua bayi tersebut. (ana)

Bayi Laki-laki Ditemukan Terbungkus Tas Ransel di Selokan Pinggir Jalan Pupuan-Seririt

Penemuan bayi dalam ransel di pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Pada Sabtu (9/3/2025).
Penemuan bayi dalam ransel di pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Pada Sabtu (9/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belum genap dua minggu kasus pembuangan bayi perempuan dalam kardus di kebun pinggir jalan Pemanis-Marga, Desa Biaung Kecamatan Penebel, kini penemuan bayi kembali terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali.

Pada Sabtu (8/3/2023), warga Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, dikejutkan oleh penemuan bayi laki-laki di dalam tas ransel di selokan pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup sekitar pukul 23.07 WITA.

Kini bayi malang tersebut masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Pupuan 1.

Kapolsek Pupuan Iptu I Wayan Sudiarba mengatakan, penemuan bayi ini pertama kali dilaporkan oleh saksi bernama I Made Dwi Arsana (32), seorang petani yang sedang dalam perjalanan ke Desa Subuk. Ketika berhenti di Dekat Pos Polisi Bantiran untuk menerima panggilan telepon, saksi mendengar suara tangisan.

“Awalnya saksi mengira suara tangisan itu adalah suara luwak. Namun, setelah diperiksa, suara tersebut ternyata berasal dari dalam sebuah tas ransel hitam merah merk Polo Henda yang ada di selokan,” kata AKP Sudiarba.

Karena takut membuka tas itu sendiri, saksi lantas menghubungi dua warga lainnya untuk bersama-sama membuka tas. Setelah dibuka ternyata tas tersebut berisi seorang bayi laki-laki dalam kondisi masih hidup. Mirisnya tubuh mungil bayi itu telah dikerubungi semut.

“Bayi tersebut masih memiliki tali pusar dan diperkirakan baru lahir sekitar tiga jam sebelum ditemukan,” kata Sudiarba.

Temuan tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Pupuan. Pihak kepolisian pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Pupuan 1 untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami mengamankan beberapa barang bukti di lokasi kejadian yakni tas ransel hitam merah, kain kamben ungu, tas belanja biru, beberapa lembar kertas bertuliskan pelajaran, serta gulungan benang dan perban,” tambah Sudiarba.

Sementara itu, kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku yang tega membuang bayi tersebut. “Kami telah mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa data persalinan di wilayah Pupuan untuk mencari petunjuk lebih lanjut. Semoga identitas pelaku segera terungkap,” pungkas Sudiarba. (ana)

Semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh di Tabanan

Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025, Kabupaten Tabanan.
Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Suasana meriah menyelimuti Kota Singasana Tabanan dalam perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh 2025 yang diisi dengan Parade dan Pentas Seni Budaya Nusantara.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (8/3/2025) ini turut dihadiri oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga dan Tjokorda Anglurah Tabanan.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa dan beberapa anggota, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah terkait serta undangan terkait lainnya.

Festival diawali dengan parade yang dimulai dari Vihara Dharma Cattra Tabanan menuju Taman Bung Karno. Setibanya di Taman Bung Karno, acara berlanjut dengan berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari pertunjukan wushu, Tari Lambaian Khatulistiwa dengan balutan berbagai pakaian adat Nusantara.

Kemudian, Pasukan Kera Sakti dan Dewi-Dewi, Parade busana Cheongsam, Barongsai dan Liong, Drumband, Parade Barong Bangkung, Baleganjur, Tektekan, pertunjukan Turonggo Gustar Budoyo, Tari Hedung (Tari Perang), Rodat, hingga pertunjukan Reog Ponorogo.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat tetap mendalami kepribadian sebagai bangsa Indonesia, tanpa memandang etnis, suku, maupun budaya.

“Pernyataan ini mengandung pesan kuat, bahwa apapun suku, agama, maupun ras nya, kita harus membumi dimana kaki berpijak. Demikian juga dengan kita di Tabanan, dari manapun asal kita, seberapapun tinggi derajatnya, kita semua adalah orang Tabanan yang bangga dengan identitas sebagai orang Tabanan. Kita patut berbangga,” ujar Sanjaya.

Begitupula sebagai Kabupaten yang telah dianugerahi Harmony Award dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Sanjaya menegaskan apresiasi dan dukungannya terhadap berbagai festival budaya yang merupakan bentuk aktualisasi keharmonisan antar umat beragama di Kabupaten Tabanan.

“Buat berbagai kegiatan di festival keberagaman, gandeng saudara-saudara kita dalam Forum Bhineka Tunggal Ika yang ada dari Sabang sampai Merauke, libatkan semua suku yang ada di Kabupaten Tabanan. Saya pastikan, sebagai Bupati, saya akan mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif terhadap penghargaan yang telah kita raih,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Lim Surya Adinata menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya festival ini.

Senada dengan Bupati, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai ajang untuk saling mengenal, menghargai, dan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama.

“Semoga semangat kebersamaan dan toleransi yang kita pupuk di Tabanan ini menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Mari kita jaga kerukunan agar Tabanan tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera berkat kepemimpinan Bapak Bupati Tabanan,” pungkasnya.

Kemeriahan festival sore itu ditutup Bupati Sanjaya secara simbolis dengan pesta kembang api yang sensasional sebagai bagian dari puncak acara.

Pesta petasan yang estetik tersebut mengakhiri perayaan dengan penuh kemeriahan, kebahagian dan kebersamaan. Festival Imlek dan Cap Go Meh di Tabanan tahun ini, juga kembali membuktikan bahwa budaya dan tradisi dapat menjadi perekat bagi masyarakat, menciptakan harmoni di tengah keberagaman yang ada yang diharapkan akan terus berkesinambungan. (rls) 

Truk Peti Kemas Terguling di Jalur Denpasar-Gilimanuk Akibat Rem Blong

Truk terguling  di Jalan Nasional jurusan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di atas jembatan Yeh Nu, wilayah Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali pada Sabtu (9/3/2025).
Truk terguling  di Jalan Nasional jurusan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di atas jembatan Yeh Nu, wilayah Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali pada Sabtu (9/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk Hino peti kemas terguling  di Jalan Nasional jurusan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di atas jembatan Yeh Nu, wilayah Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali pada Sabtu (9/3/2025).

Diduga dengan nomor polisi B 9809 KYZ tersebut terguling akibat mengalami out of control karena rem blong.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Gusti Made Berata mengatakan, truk terguling sekitar pukul 03.30 WITA. Laporan kejadian diterima oleh pihak kepolisian pada pukul 05.45 WITA dan langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Dari hasil olah TKP, Truk mengalami OC (out of control) sehingga terguling,” ujarnya.

Ia menyebut, truk tersebut dikemudikan oleh Andi Sagara (24), warga Surabaya, Jawa Timur. Sebelum terguling, truk melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Saat melintas di lokasi kejadian, yang merupakan jalan menurun tajam, tiba-tiba slang angin belakang kendaraan jebol. Akibatnya, sistem pengereman tidak berfungsi, membuat truk kehilangan kendali.

Ketika melewati tikungan, truk tersebut oleng dan akhirnya rebah ke sisi kiri jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Sopir selamat, hanya mengalami luka ringan saja,” tambah Berata.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi kecelakaan sempat melambat, namun masih bisa dilalui dari kedua arah. Petugas kepolisian yang sampai di lokasi pun segera mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. (ana)

Gubernur Koster Minta Bupati Klungkung Tindak Tegas Penjualan Endek ‘Printing’ di Pasar Galiran

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Pasar Galiran di Kabupaten Klungkung yang terkenal dengan sentra penjualan kain endek Bali menjadi perhatian Gubernur Bali Wayan Koster.

Koster menilai para pedagang kain di Pasar Galiran kerap menjual endek pabrikan atau printing. Kondisi tersebut ke depannya ditakutkan akan berdampak pada kelestarian endek Bali tenunan yang merupakan kain khas milik Pulau Dewata.

Untuk itu, Gubernur dua periode asal Sembiran ini, meminta Bupati Klungkung beserta elemen terkait segera turun ke lokasi untuk meninjaunya.

“Pasar Galiran itu, tolong di cek ya, karena banyak endek yang printing dari luar. Bukan endek yang dihasilkan penenun dari Bali. Tolong nanti Bupati (Made Satria) cek ke lokasi,” ujar Koster saat sertijab Bupati dan Wakil Bupati Klungkung di Balai Budaya setempat.

Menurut Koster, kain endek Bali tenunan harus tetap lestari selamanya. Upayanya pun telah menunjukan progres luar biasa sejak menerbitkan  Pergub Bali nomor 79 tahun 2018 dan SE Gubernur Bali nomor 4 tahun 2021 pada periode pertama memimpin Bali.

Saat ini endek Bali wajib digunakan setiap selasa oleh instansi pemerintah, swasta, lembaga vertikal, lembaga pendidikan dan semua elemen lainnya. Endek Bali juga kerap dipakai pada momen penting skala nasional dan internasional yang digelar di Bali.

Dengan kondisi yang terjadi di Pasar Galiran ini, Koster menyebut regulasi tersebut justru hanya menguntungkan pihak lain, bukan penenun endek Bali dan UMKM/IKM di Bali.

“Bukan penenun endek Bali yang sejahtera masa orang lain. Yang begini-begini harus ditindak dan ditangani tegas oleh Bupati. Harus kerja dengan serius urus rakyat, konsisten, lascarya, tegas dan fokus,” tegas Koster.

Koster menegaskan Bupati Klungkung harus bertindak tegas untuk menjaga kelestarian endek Bali. Regulasi yang telah terbitkan gubernur Bali harus ditegakkan. Penenun dan UMKM/IKM di Klungkung harus merasakan dampak dari regulasi yang diterbitkan bukan orang lain dari luar yang berdagang di sana dan menikmati keuntungan.  (ana)

Disenggol Bus, Pengendara Motor Lansia Tewas di Depan Kantor DPRD Tabanan

Evakuasi korban tewas kecelakaan di Depan Kantor DPRD Tabanan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Sabtu (8/3/2025).
Evakuasi korban tewas kecelakaan di Depan Kantor DPRD Tabanan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Sabtu (8/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nasib nahas dialami oleh seorang lansia bernama I Ketut Sudarma asal Banjar Dinas Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Lansia laki-laki berusia 72 tahun itu tewas akibat terlindas bus di Depan Kantor DPRD Tabanan tepatnya Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Sabtu (8/3/2025) sekitar pukul 11.00 Wita.

Ketut Sudarma yang mengendarai Honda Astrea Green DK-3631-DF tewas di tempat kejadian dengan luka parah di bagian kepala.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengungkapkan, kecelakaan maut ini berawal saat korban Ketut Sudarma dengan mengendarai motor Honda Astrea Green melaju beriringan dengan bus Marcedes Benz dengan nomor polisi DK-7889-AI.

“Kedua kendaraan bersama-sama melaju dari arah barat menuju Kediri dengan kecepatan sedang,” ungkap Iptu Berata.

Namun, saat bus yang dikemudikan I Gede Fajar Nusantara (29) melintas, bagian kiri kendaraan menyenggol stang serta bodi kanan sepeda motor korban yang berada di sisi kiri.

Akibatnya, korban Ketut Sudarma bersama sepeda motornya oleng dan terjatuh ke badan jalan. Nahas, tubuh korban terlindas ban belakang kiri bus hingga meninggal dunia di tempat.

“Korban meninggal dunia di TKP dengan luka robek pada tangan kanan, kepala pecah,” katanya.

Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Tabanan dengan ambulance untuk pemeriksaan lebih lanjut. (ana)

Rai Wahyuni Sanjaya Dilantik Sebagai Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, Dekranasda Tabanan

Rai Wahyuni Sanjaya resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan.
Rai Wahyuni Sanjaya resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan.Rai Wahyuni Sanjaya resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rai Wahyuni Sanjaya resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk masa bhakti 2025-2030.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mendampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dalam acara Pelantikan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk masa bhakti 2025-2030.

Pelantikan dilakukan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Jumat (7/3/2025). Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut mendampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, dalam acara pelantikan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster bersama Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Wakil Gubernur Bali beserta Ibu serta para Bupati/Walikota se-Bali beserta Ibu.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan pentingnya peran TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda dalam pembangunan daerah.

“Sebagai kepala daerah wajib hukumnya untuk mendukung, dan saya perlu menyampaikan, kalau program TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda berhasil, sebagian dari kinerja pembangunan daerah akan tercapai melalui kontribusi tiga organisasi ini. Kita harus paham dan jangan menganggap sepele ini,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para Bupati dan Walikota agar memberikan perhatian serius dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD demi keberhasilan program-program tersebut.

Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyampaikan harapannya kepada seluruh Ketua TP PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda yang baru dilantik.

“Saya percaya bahwa ibu-ibu selaku ketua tim penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, dan ketua Dekranasda kabupaten dan kota akan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, disertai penuh rasa tanggung jawab,” tuturnya.

Seraya menekankan pentingnya sinergi dalam mewujudkan pemberdayaan keluarga, peningkatan layanan dasar, serta pengembangan industri kerajinan di Bali.

Menanggapi amanah barunya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menyampaikan rasa syukur dan tekadnya dalam menjalankan tugas kedepan.

“Pada pagi hari ini saya dilantik selaku Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Ketua Pembina Posyandu. Selaku Ketua Pembina Posyandu, ini adalah jabatan baru saya. Mudah-mudahan saya bisa mengemban tugas ini dengan baik, karena semua yang saya emban ini, PKK dan Posyandu, sangat dekat,” ungkapnya.

Sekaligus berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan

Lebih lanjut, Bunda Rai menegaskan, program prioritas yang akan dijalankan masih sejalan dengan program sebelumnya, dengan fokus utama pada pengentasan stunting.

“Berhubung ada arahan dari pusat, bahwa kita harus mengentaskan stunting. Jadi program prioritas kami di PKK dan Posyandu terutama adalah untuk melanjutkan bagaimana kita mengentaskan stunting di Kabupaten Tabanan, karena Posyandu sangat berkaitan sekali dengan pengentasan stunting. Sudah barang tentu kita harus terus bersinergi,” tegasnya.

Turut hadir jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Bali, pengurus organisasi wanita, dan seluruh jajaran pengurus TP PKK, Tim Pembina Posyandu, serta Dekranasda se-Provinsi Bali. Prosesi ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan naskah pelantikan serta penyerahan piagam penghargaan. (rls)

Buruh Proyek Jatuh di Sungai Ayung Ditemukan Tak Bernyawa, Tubuh Tersangkut di Bebatuan

Tim SAR evakuasi buruh proyek tewas terjatuh di Sungai Ayung, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali pada Jumat (7/3/2025).
Tim SAR evakuasi buruh proyek tewas terjatuh di Sungai Ayung, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali pada Jumat (7/3/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang buruh proyek bernama Jowo (25) ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan di aliran Sungai Ayung, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali pada Jumat (7/3/2025).

Sebelumnya, korban yang merupakan tukang las konstruksi dilaporkan jatuh ke jurang Sungai Ayung pada Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 16.30 WITA saat mengecek proyek di sekitar lokasi.

Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Wayan Juni Antara mengatakan, saat ditemukan oleh tim SAR gabung, korban masih dengan keadaan berpakaian lengkap dan tersangkut di bebatuan aliran sungai. “Posisi tubuh terlentang dan tangannya tersangkut bebatuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting menemukan korban kurang lebih pada pukul 09.50 WITA, di lokasi 2,5KM arah selatan lokasinya terjatuh.

“Kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak owner rafting boat sehingga mereka membantu dengan memfasilitasi tiga unit beserta guide, itu kami manfaatkan oleh tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian,” ucapnya.

Selama berlangsungnya proses pencarian, tim SAR gabungan harus melintasi sungai dengan banyak bebatuan. Jarak dari titik penemuan hingga ke ambulance cukup jauh, dan harus melewati medan curam.

“Kendala medan terjal, turunan jurang, sungai banyak bebatuan, arusnya lumayan juga, cukup berbahaya,” tambahnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Joko lantas dibawa menuju RS Mangusada dengan menggunakan ambulance milik Bali Bhuana Rescue. (ana)