- Advertisement -
Beranda blog Halaman 246

Gerakan Kebersihan Tali Pasih Tabanan, Komitmen Pemerintah dan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Gerakan Kebersihan Tali Pasih Tabanan Peduli Pantai Bersih di Pantai Yeh Gangga.
Gerakan Kebersihan Tali Pasih Tabanan Peduli Pantai Bersih di Pantai Yeh Gangga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Gerakan Kebersihan Tali Pasih Tabanan Peduli Pantai Bersih di Pantai Yeh Gangga.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat setempat, perwakilan PLN Indonesia Power UBP Bali, jajaran Forkopimda Tabanan, serta OPD terkait, Jumat (28/2/2025). Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga juga turut hadir dalam kegiatan.

Dalam sambutannya, Dirga mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi daerah ini adalah penanganan sampah, khususnya sampah plastik.

“Saya ingin menegaskan bahwa sampah, terutama sampah plastik, sudah menjadi isu yang sangat penting untuk disikapi. Dampaknya terhadap lingkungan sangat nyata dan memiliki implikasi sosial politik yang tidak bisa dianggap remeh,” ujarnya.

Dirga juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah dan memilah sampah di rumah tangga. Selain itu, penting bagi seluruh pihak untuk saling mendukung dalam menjaga kebersihan, tidak hanya dalam acara seremonial, tetapi juga secara berkelanjutan.

“Tabanan setiap harinya menghasilkan sampah hingga ratusan ton. Kita harus mulai serius menghadapinya, karena penyelesaian masalah sampah di Tabanan masih tergolong kecil,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, PLN Indonesia Power UBP Bali turut berperan aktif dengan menyediakan 400 lembar karung untuk tempat sampah dan 200 buah sepit bambu untuk pemungutan sampah.

Ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam di Tabanan.

Sebagai bentuk kepedulian lebih lanjut, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan kursi roda kepada salah satu warga yang menderita sakit diabetes. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama dengan Baladika Bali. (ana)

Lansia di Denpasar Tewas Jatuh ke Sumur Sedalam 4 Meter

Evakuasi I Nyoman Suparta, lansia berusia 60 tahun yang meregang nyawa usai terjatuh ke sumur sedalam 4 meter di kos-kosan Jalan Pendidikan 2, Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Jumat (28/2/2025) siang.
Evakuasi I Nyoman Suparta, lansia berusia 60 tahun yang meregang nyawa usai terjatuh ke sumur sedalam 4 meter di kos-kosan Jalan Pendidikan 2, Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Jumat (28/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – I Nyoman Suparta, lansia berusia 60 tahun meregang nyawa usai terjatuh ke sumur sedalam 4 meter yang berada di kos-kosan Jalan Pendidikan 2, Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Jumat (28/2/2025) siang.

Jasad lansia laki-laki itu kemudian dievakuasi dari dalam sumur oleh Tim SAR Gabungan dengan manual.

Koordinator di Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Dudi Librana mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 13.20 Wita dari BPBD Provinsi Bali.

Sebanyak 10 orang personel bergerak ke lokasi dengan 2 unit kendaraan rescue car serta dilengkapi perlatan mountaineering.

Proses evakuasi dimulai pada pukul 14.30 Wita, dan tak lama berselang jasad korban bisa diangkat dari dalam sumur. Proses evakuasi dimudahkan karena posisi korban yang terikat pada tiang sumur.

Jarak permukaan air dengan bibir sumur hanya berkisar 1 meter. “Kurang lebih sepuluh menit kita melakukan evakuasi,” terang Dudi.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, korban diketahui memeriksa kos-kosan seorang diri. Korban sendiri memang rutin memeriksa kos-kosan bersama istrinya ataupun sendiri.

Namun, sejak Jumat pagi tadi korban tak kunjung kembali ke rumah dan keberadaannya juga tidak diketahui. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan di dalam sumur dalam keadaan meninggal dunia dan masih ada tali terikat di tiang sumur.

“Pada target memang ditemukan pemberat, akan tetapi kita serahkan kepada tim Inafis untuk melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.

Usai dilakukan olah TKP olah tim Inafis Polsek Denpasar Selatan, jenasah koban langsung dibawa menuju RSUP Prof Ngoerah Denpasar menggunakan ambulance BPBD Kota Denpasar. (ana) 

Distan Tabanan Siapkan Solusi agar Petani Tak Rugi akibat Padi Rebah

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cuaca ekstrem yang melanda Bali, termasuk Kabupaten Tabanan, pada awal 2025 berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banyak tanaman padi di sejumlah subak rebah karena tidak mampu menahan tekanan cuaca buruk.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia mengatakan, pihaknya sempat mendapat laporan padi rebah akibat cuaca buruk beberapa waktu lalu.

Seperti di Subak Bengkel, Kecamatan Kediri kurang lebih 3 hektare akibat air irigasi yang meluap. Selain itu di beberapa titik di Subak Anyar, Desa Surabrata, Kecamatan Selemadeg Barat.

Untuk itu, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi kerugian yang dialami petani akibat kondisi ini.

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak padi rebah yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Salah satunya adalah dengan mengintegrasikan Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta menjalin koordinasi lebih lanjut dengan Bulog,” jelasnya, Jumat (28/2/2025).

Ia menyebut, langkah ini bertujuan untuk mengurangi kerugian petani, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, ketika banyak petani gagal panen akibat kejadian serupa.

Dinas Pertanian juga sudah menurunkan tim untuk melakukan penilaian terhadap dampak cuaca buruk terhadap pertanian serta pendampingan terhadap petani untuk mengolah hasil panennya nanti.

“Kami melakukan evaluasi untuk memastikan apakah kondisi ini merupakan akibat dari faktor cuaca ekstrem, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui bantuan CPP,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan akan segera berkoordinasi dengan Bulog Bali serta Dinas Pertanian Provinsi Bali guna membahas mekanisme penyerapan gabah petani yang terdampak.

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak mengalami kerugian besar akibat kondisi ini. Maka dari itu, kami akan bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah provinsi untuk mencari solusi terbaik dalam penyerapan hasil panen,” ungkap Subagia.

Sementara itu, Pekaseh sekaligus petani di Subak Koto, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan I Gusti Nyoman Manuadi, mengungkapkan, cuaca buruk yang terjadi sejak awal tahun telah menyebabkan banyak tanaman padi roboh, sehingga menyulitkan proses panen.

“Kami menghadapi kendala dalam proses panen. Selain itu, kualitas gabah juga menurun karena sebagian besar mulai bertunas akibat terkena air dalam waktu lama,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya langkah antisipatif dari pemerintah, para petani dapat memperoleh solusi yang meringankan dampak cuaca ekstrem terhadap hasil pertanian mereka. (ana)

Ngaben Perdana di Gedung Krematorium Jayaning Singasana Adat Kota Tabanan

Upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan.
Upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, digelar pada Kamis (27/2/2025). Upacara Pitra Yadnya ini diikuti oleh 357 sawa yang terdiri dari Krama Desa Adat Kota Tabanan serta peserta dari luar desa adat.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir dalam upacara dengan didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.

Pembangunan krematorium yang diinisiasi oleh Bupati bersama Desa Adat Kota Tabanan ini sebagai wujud dukungan pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelestarian tradisi, seni, adat istiadat dan budaya, sekaligus membantu meringankan pelaksanaan upacara yadnya di masyarakat.

Melalui sambutannya, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi terhadap Bendesa beserta Krama Adat Kota Tabanan yang telah menggelar upacara yadnya yang luar biasa ini.

“Ini perdana sudah dirasakan betapa antusiasnya krama ketika melaksanakan yadnya,” ujar Sanjaya.

Adapun Upacara Pitra Yadnya ini diikuti oleh total 357 sawa, yakni Ngaben dan Ngerorasin 171 peserta, Ngelangkir/Ngelungah 62 peserta dan Warak Kruron 118 peserta yang terdiri dari Krama Desa Adat Kota Tabanan serta peserta dari luar desa adat tersebut.

Sanjaya mengapresiasi antusiasme dan semangat gotong-royong krama sangat tinggi dalam melaksanakan upacara yadnya ini. “Namanya ngaben bukan hanya ngaben saja tetapi ada upacara Ngelangkir, ngerorasin, warak kruron macem-macem, nike tiang yakin tokoh-tokoh agama kita sudah hebat-hebat, tiang yakin bisa mengkonsepkan, sehingga betul-betul Nangun Sat Kerti Loka Bali bisa kita jalankan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suardika, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan yadnya, khususnya dalam program pembangunan krematorium Desa Adat Kota Tabanan.

Ia menyebut, upacara Ngaben dan Ngerorasin diikuti oleh 186 sawa, dengan biaya sebesar Rp1,5 juta untuk Ngaben dan Rp 750 ribu untuk upacara Ngerorasin.

Sementara itu, upacara Ngelangkir diikuti oleh 43 sawa, 18 sawa ngelungah, 133 sawa warak kruron dengan biaya Rp500 ribu masing-masing peserta. Upacara ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Prateka Dukuh Prabu saking Griya Pangkung Prabu dan Ida Pedanda Gede Putu Oka Mas, Saking Griya Tengan Dangin Carik. (ana) 

Diduga Bunuh Diri, Anggota TNI Denpal IX/3 Singaraja Tewas Dengan Luka Tembak di Kepala

Ilustrasi penembakan.(foto:tribunnews)
Ilustrasi penembakan.(foto:tribunnews)

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Seorang anggota TNI berinisial Serka INS (48), ditemukan tak bernyawa di Detasemen Peralatan (Denpal) IX/3 Singaraja, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, pada Rabu (26/2/2025) sekitar pukul 11.55 WITA.

Serka INS yang juga bertugas di Denpal IX/3 Singaraja di bawah Kodam IX/Udayana ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Terdapat luka tembak di pelipis kanan serta satu buah pistol yang tergeletak di pangkuannya. Dugaan sementara, Serka INS mengakhiri hidupnya sendiri.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana. “Benar telah terjadi peristiwa diduga bunuh diri atas nama Serka INS (inisial), anggota Denpal IX/3 Singaraja Kodam IX/Udayana,” kata Kolonel Inf Agung Udayana dalam keterangan dikutip Jumat (28/2/2025).

Saat ini, kejadian ini masih dalam penanganan Kodam IX/Udayana. Tim investigasi gabungan juga telah dibentuk untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab insiden tragis tersebut.

“Sementara telah dibentuk tim investigasi gabungan internal Kodam untuk mendalami peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, sekitar pukul 08.30 WITA, Serka INS tengah bertugas mengecek senjata di bengkel senjata bersama seorang anggota TNI lainnya.

Kemudian, sekitar pukul 11.45 WITA, Serka INS dan rekannya beristirahat. Saat itu, Serka INS tetap berada di bengkel senjata untuk melakukan rekap ulang.

Namun, berselang sekitar 10 menit, rekan korban tiba-tiba mendengar suara letusan senjata. Ketika mengecek ke dalam bengkel, ia mendapati Serka INS sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan luka tembak di kepala. (*)

6 Pelajar Belasan Tahun Nekat Bobol Sejumlah Warung di Buleleng Demi Judol dan Miras

Enam orang anak-anak pelaku pembobolan warung di Buleleng diamankan Polsek Kubutambahan.
Enam orang anak-anak pelaku pembobolan warung di Buleleng diamankan Polsek Kubutambahan.

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Enam orang anak dibawah umur diamakankan unit Satreskrim Polsek Kubutambahan Polres Buleleng. Keenam pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar tersebut ditangkap usai melakukan aksi pencurian dengan membobol warung yang di enam lokasi berbeda di tiga kecamatan, yakni Kubutambahan, Sawan, dan Tejakula.

Adapun para pelaku yang diamankan berinisial GS (15), KS (16), KA (15), GA (15), GU (14), dan KD (15).

Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana mengungkapkan, dari hasil interogasi, modus para pelaku membobol warung dengan cara merusak gembok.

“Hasil curian mereka digunakan untuk bermain judi online, membeli minuman beralkohol, serta memenuhi kebutuhan lainnya,” ucapnya.

AKP Robin menjelaskan, penangkapan keenam pelaku ini bermula dari laporan pencurian yang terjadi pada Sabtu, 22 Februari 2025, sekitar pukul 22.30 WITA, di sebuah warung milik GP (58) di Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Kubutambahan.

Saat itu, GP yang baru kembali dari sembahyang mendengar suara langkah kaki di dalam rumahnya. Saat masuk, ia melihat gembok rumah sudah tergeletak di lantai, kamar dalam keadaan berantakan, dan sejumlah barang berharga hilang.

Setelah memeriksa almari, korban mendapati uang tunai sebesar Rp5 juta dan satu kalung emas hilang. Beberapa bungkus rokok di warungnya juga hilang. Atas kejadian itu, GP mengalami kerugian mencapai Rp10 juta.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polsek Kubu Tambahan. Dari hasil olah TKP, polisi mengidentifikasi bahwa para pelaku masih berusia remaja.

Melalui operasi pencarian, tak berselang lama sekitar pukul 02.00 WITA, tim unit reskrim berhasil mengamankan tiga terduga pelaku. Kemudian, tiga pelaku lainnya juga berhasil ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan, keenam pelaku diketahui telah melakukan aksi serupa di berbagai lokasi, di antaranya Desa Tamblang, Desa Bila, Desa Kubutambahan, Desa Air Sanih, dan Desa Bungkulan di Kecamatan Sawan, serta Desa Pacung di Kecamatan Tejakula.

“Kami juga menyita sejumlah barang bukti dari para pelaku, antara lain uang tunai Rp3.412.000, satu kalung emas, satu kunci leter T, satu palu, dua gembok, 66 kartu voucher XL, beberapa bungkus rokok, dan sepeda motor yang digunakan dalam aksi pencurian,” ungkapnya.

Kini, kasus ini dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng untuk penanganan lebih lanjut, mengingat keenam tersangka masih di bawah umur. (ana)

Kurangi Macet di Denpasar dan Badung, Gubernur Koster Akan Bangun Jalan Baru

Kemacetan di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. (foto:Antara)
Kemacetan di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. (foto:Antara)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berencana membangun sejumlah jalan baru untuk mengatasi kemacetan di Denpasar dan Badung. Menurutnya, proyek-proyek infrastruktur ini akan menjadi solusi terbaik untuk kelancaran lalu lintas di kawasan metropolitan Bali.

“Kami sudah merancang beberapa proyek strategis untuk mengurangi kemacetan di Denpasar dan Badung. Jalan baru ini akan menjadi jalur alternatif bagi masyarakat dan wisatawan, sehingga arus lalu lintas semakin lancar,” ujar Koster saat memberi sambutan di acara peringatan HUT Kota Denpasar ke-237, di lapangan Lumintang Denpasar Bali, Rabu (27/2/2025).

Salah satu proyek utama adalah pembangunan jalan penghubung sepanjang 6 km dari Gatot Subroto Barat, Denpasar, menuju Canggu. Jalan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga dan wisatawan.

“Kawasan Canggu semakin padat, dan kemacetan di sana sudah menjadi masalah serius. Dengan adanya jalan baru ini, mobilitas akan lebih mudah dan cepat,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga akan membangun underpass di Simpang Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan macet.

Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan jalur baru yang menghubungkan Sunset Road dengan Jalan Mahendradata.

“Jalur ini akan menjadi akses strategis, terutama bagi wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata tanpa terjebak kemacetan di jalan utama,” katanya.

Koster menegaskan bahwa proyek-proyek ini akan dikerjakan secara bertahap dengan perencanaan matang. “Kami tidak ingin hanya berjanji, tetapi memastikan proyek-proyek ini benar-benar terlaksana demi kepentingan masyarakat,” tutupnya. (ana)

Kaki Penumpang Ojol Nyaris Putus Tergilas Truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Ditinggal Tergeletak di Pinggir Jalan

Evakuasi korban kecelakaan di Jalan Nasional Jurusan Gilimanuk - Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (27/2/2025) siang.
Evakuasi korban kecelakaan di Jalan Nasional Jurusan Gilimanuk - Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (27/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Seorang perempuan mengalami luka parah di kaki kirinya setelah mengalami kecelakaan di Jalan Nasional Jurusan Gilimanuk – Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (27/2/2025) siang.

Korban diketahui bernama Indah Lestari (30). Pergelangan kaki kirinya hampir putus setelah tergilas truk akibat terjatuh dari motor ojek online yang identitasnya belum diketahui. Mirisanya lagi, pengemudi ojek online yang ia tumpangi meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan setelah kecelakaan terjadi.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana mengatakan, pihaknya menerima laporan kecelakaan tersebut sekitar pukul 10.25 WITA. Lalu, anggota Polsek Seltim langsung menuju lokasi kejadian.

“Sampainya anggota di TKP, menemukan korban dalam kondisi tergeletak dengan luka di kaki kiri,” ujarnya.

Dari keterangan, korban mengaku bahwa ia awalnya naik bus dari Mess PT. Indotak Jaya Abadi, Sebual, Jembrana, menuju Tempat Pelatihan Kerja Liberty Tabanan. Karena macet di wilayah Selemadeg Barat, korban turun dari bus dan memilih menggunakan ojek online agar tidak terlambat.

Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang ditumpanginya tiba-tiba terjatuh. Naas, pada saat bersamaan, sebuah truk melintas dan menggilas pergelangan kakinya hingga nyaris putus.

Bukannya membantu, pengemudi ojek online tersebut justru kabur, meninggalkan korban tergeletak dalam keadaan kesakitan.

“Korban tidak mengenali pengemudi maupun kendaraan yang digunakannya, hanya mengingat bahwa motor tersebut Honda Scoopy warna hitam,” kata AKP Artadana.

Melihat kondisi korban yang kritis, polisi segera menghubungi ambulans untuk membawanya ke BRSU Tabanan. Namun, karena lukanya yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. (ana)

Kota Denpasar Didorong Jadi Pionir PLTS Atap

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Realisasi penggunaan energi terbarukan di wilayah Bali secara masif menjadi komitmen dari Gubernur Bali Wayan Koster. Salah satu langkah nyata yang akan segera direalisasikan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di berbagai bangunan, khususnya di Kota Denpasar yang dijadikan contoh dan pionir dalam program ini.

Koster menegaskan, Denpasar harus menjadi kota yang paling progresif dalam penggunaan PLTS atap. Tidak hanya di kantor pemerintahan, tetapi juga di swasta, hotel, pasar swalayan, gedung pendidikan, rumah sakit, perumahan, dan fasilitas umum lainnya.

“Khusus untuk Denpasar harus paling progresif dalam penggunaan PLTS atap di kantor pemerintahan, swasta, hotel, pasar swalayan, gedung pendidikan, rumah sakit, perumahan, dan fasilitas umum lainnya,” tegas Koster saat menjadi inspektur upacara dalam Apel Peringatan HUT ke-237 Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Kamis (27/2/2025).

Koster mengaku telah bertemu dengan direksi PLN, yang telah berkomitmen untuk mengembangkan energi surya di Bali. Tahun ini, PLN akan memulai program pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 megawatt, yang akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 megawatt dalam tiga tahun ke depan.

“Tahun ini akan diprogramkan 100 megawatt untuk Bali, berlanjut sampai tiga tahun ke depan mencapai 500 megawatt. Ini akan dijalankan secara cepat dan progresif mulai tahun ini,” ungkapnya.

Program ini sejalan dengan target Bali untuk mencapai net zero emission pada tahun 2045, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil yang selama ini didatangkan dari luar Bali.

Selain berfokus pada energi bersih, Koster juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan Bali yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret yang terus didorong adalah penghapusan sampah plastik sekali pakai, seperti tas kresek, pipet, stereofoam, botol minuman, dan berbagai produk kemasan plastik lainnya.

Pengelolaan sampah berbasis sumber di desa, kelurahan, dan komunitas akan terus diperkuat, dengan sinergi antara Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Bali untuk menyelesaikan permasalahan sampah secara menyeluruh.

“Sudah menjadi tekad kuat bersama Gubernur dan Bupati Walikota se-Bali untuk menyelesaikan masalah sampah, termasuk sampah plastik, di seluruh wilayah Bali,” tegasnya. (ana) 

Atasi Kemacetan di Denpasar dan Badung, Koster Akan Hidupkan Kembali Trans Metro Dewata

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut akan menghidupkan kembali layanan bus Trans Metro Dewata untuk mengatasi kemacetan di kawasan metropolitan Denpasar dan Badung.

Hal itu disampaikan Koster saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Kota Denpasar ke-237 di Lapangan Lumintang, Kamis (27/2/2025).

Sebelumnya, layanan Trans Metro Dewata sempat direncanakan untuk dibekukan karena berbagai kendala operasional, termasuk rendahnya tingkat okupansi dan keberlanjutan pendanaan.

Namun, Koster melihat potensi besar dalam transportasi publik ini jika dikelola dengan lebih baik. Maka itu, pihaknya memastikan sistem yang lebih efisien segera diterapkan agar bus ini benar-benar menjadi solusi bagi mobilitas warga.

“Masyarakat Bali menginginkan transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan dapat diandalkan. Oleh karena itu, kami akan memastikan Trans Metro Dewata kembali berjalan optimal sebagai bagian dari solusi jangka panjang,” tegas Koster.

Rencana Koster pun langsung mendapat dukungan dari berbagai pihak. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara beserta jajaran DPRD dan Forkopimda Denpasar menyambut baik kebijakan strategis ini.

Menurut mereka, rencana tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa pembangunan Bali tidak hanya terfokus pada pariwisata, tetapi juga pada peningkatan infrastruktur dan mobilitas masyarakat.

Dengan kombinasi pembangunan jalan baru dan penguatan transportasi publik, Bali bergerak menuju masa depan yang lebih modern, bebas macet, dan ramah lingkungan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menjadikan transportasi publik sebagai solusi utama dalam mengurai kepadatan lalu lintas. (ana)