- Advertisement -
Beranda blog Halaman 19

Bupati Badung Buka Seqyunk Fun Kalcer Bike Perdana di Abiansemal

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka kegiatan perdana Seqyunk Fun Kalcer Bike yang digelar Komunitas Seqyunk Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Kegiatan yang memadukan olahraga bersepeda dengan unsur kreativitas tersebut dipusatkan di Lapangan Pura Dalem Desa Adat Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/1/2026).

 

Ajang ini diikuti lebih dari 100 peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Bali. Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, perwakilan Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, serta tokoh adat setempat.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif positif masyarakat, Bupati Adi Arnawa menyerahkan dana motivasi sebesar Rp10 juta kepada panitia penyelenggara. Bantuan tersebut diharapkan dapat memacu semangat komunitas dalam mengembangkan kegiatan serupa ke depan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Menurutnya, kesehatan jasmani menjadi fondasi utama dalam menciptakan produktivitas dan kualitas hidup yang baik. Ia juga mengapresiasi Komunitas Seqyunk yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Bupati menambahkan, kegiatan Fun Kalcer Bike tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana rekreasi dan relaksasi di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Seqyunk Fun Kalcer Bike, IB. Gede Suparsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus menyalurkan kreativitas para pecinta sepeda. Tiga kategori utama yang dilombakan meliputi Fun Kalcer Bike, Bicycle Race, dan Bicycle Contest.

 

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebersamaan komunitas pesepeda di Bali. (rls)

TP PKK Badung Bersinergi dengan KADIN Salurkan Bantuan Toilet di Tumbak Bayuh

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Upaya mewujudkan akses sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Badung menyalurkan bantuan sarana toilet kepada warga kurang mampu di Banjar Kelepekan, Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Sabtu (24/1/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Ketua KADIN Badung Putu Gede Putra Adnyana. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Desa Tumbak Bayuh, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Ny. Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa pemenuhan akses sanitasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan. Ia mengapresiasi keterlibatan KADIN Badung yang dinilai konsisten mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. TP PKK Badung, kata dia, akan terus membuka ruang kolaborasi guna menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan fasilitas sanitasi standar.

Sementara itu, Ketua KADIN Badung Putu Gede Putra Adnyana menyampaikan bahwa penyaluran bantuan toilet ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial KADIN Badung. Program tersebut berada dalam payung kegiatan “Gerakan Badung Peduli” yang secara rutin dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Ia menambahkan, ke depan KADIN Badung berencana memperluas bentuk kepedulian sosial tidak hanya di bidang sanitasi, tetapi juga pada sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak pihak swasta yang tergerak untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Badung. (rls)

PHRI Bali Catat Okupansi Hotel Turun Meski Kunjungan Wisatawan Tinggi

Paengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).
Paengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan sektor pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Dewa Made Indra saat menghadiri pengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2025).

“Era saat ini adalah era kolaborasi. Tantangan yang dihadapi pariwisata Bali hanya bisa diselesaikan jika pemerintah dan pelaku industri bekerja bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan dan komunikasi yang berkelanjutan agar pengelolaan pariwisata Bali tetap berkelanjutan serta mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mengungkapkan, PHRI Bali mencatat penurunan tingkat okupansi hotel sepanjang tahun 2025, meskipun jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan.

“Jika dibandingkan antara tahun 2024 dan 2025, tingkat okupansi hotel memang mengalami penurunan sekitar 8 persen,” ungkap Cok Ace.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi anomali dalam struktur pariwisata Bali karena peningkatan kunjungan wisatawan tidak berbanding lurus dengan kinerja hotel maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.

“Kunjungan wisatawan meningkat, tetapi okupansi menurun dan PAD juga tidak naik signifikan. Jika PAD tidak meningkat, maka kesejahteraan masyarakat tentu ikut terpengaruh,” jelasnya.

Cok Ace menambahkan, penurunan okupansi pada bulan Januari merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun dan tidak berkaitan langsung dengan cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca buruk terjadi secara global, tidak hanya di Bali.

Selain faktor musiman, PHRI Bali juga menyoroti maraknya akomodasi yang tidak terdaftar secara resmi. Keberadaan usaha akomodasi ilegal tersebut dinilai memecah distribusi wisatawan dan menggerus pangsa pasar hotel yang tercatat secara resmi.

“Banyak akomodasi yang tidak terdaftar ikut mengambil wisatawan, dan hal ini berdampak pada okupansi hotel resmi,” katanya.

Oleh karena itu, PHRI Bali menekankan pentingnya penguatan basis data pariwisata yang valid dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan proyeksi kebutuhan akomodasi di Bali ke depan.

“Tanpa data yang akurat, sulit menentukan apakah Bali masih memerlukan tambahan kamar atau justru sudah mengalami kelebihan pasokan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, PHRI Bali berharap adanya sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri agar pertumbuhan pariwisata Bali benar-benar berdampak positif bagi industri dan kesejahteraan masyarakat. (rls)

Nilai ITKP 95,24, Tata Kelola Pengadaan Pemkab Tabanan Berpredikat Sangat Baik

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan penilaian final Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Tabanan meraih nilai 95,24 dan masuk dalam kategori sangat baik.

Capaian tersebut diraih melalui kinerja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, yang dinilai berhasil menerapkan prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas secara konsisten dalam proses pengadaan pemerintah.

Indeks Tata Kelola Pengadaan merupakan salah satu instrumen penting dalam reformasi birokrasi nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan standar yang telah ditetapkan LKPP.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik capaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Tabanan. Ia menilai, prestasi ini merupakan buah dari komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pelayanan publik.

“Capaian ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan setiap proses pengadaan berjalan efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ITKP melalui penguatan sistem pengadaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Dengan langkah tersebut, tata kelola pengadaan diharapkan semakin modern dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan. (rls)

Badung Tegaskan Kesiapan Dukung Program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali 2026

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan seluruh program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (23/1/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dan diikuti oleh para ketua serta pengurus Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota se-Bali. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai agenda kerja tahun 2026, di antaranya program aksi sosial Membina dan Berbagi, pembinaan Posyandu, Lomba Posyandu PSP PSBS, Lomba Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota, lomba pemanfaatan telajakan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi Program PSBS.

Usai rapat, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa Kabupaten Badung siap mengimplementasikan seluruh program yang telah dirancang di tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan Posyandu menjadi prioritas utama, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan keluarga.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh program dapat berjalan optimal dan berdampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam memperkuat peran Posyandu. Menurutnya, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang harus terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan, terutama perlindungan bagi kelompok rentan.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Bali dapat menyelaraskan langkah dan program kerja, sehingga peran Posyandu semakin optimal dalam mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan sejahtera. (rls)

Pansel Resmi Tetapkan Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung secara resmi menetapkan jajaran direksi baru. Dalam penetapan tersebut, Kompiang Gede Pasek Wedha dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama, sementara posisi Direktur Umum diemban oleh I Made Anjol Wiguna.

Penetapan direksi dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan diumumkan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menerima Panitia Seleksi sekaligus melaksanakan wawancara akhir calon direksi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (22/1/2026).

Bupati Adi Arnawa menegaskan, proses seleksi direksi telah dilaksanakan secara profesional, objektif, dan transparan guna menjaring figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta visi yang kuat dalam mengelola badan usaha milik daerah.

Ia berharap jajaran direksi terpilih mampu bekerja secara akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, Perumda Pasar dan Pangan MGS memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal di Kabupaten Badung.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan pentingnya keberpihakan Perumda terhadap petani. Ia mengingatkan agar pengelolaan Perumda tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan petani dan keluarganya. Salah satu bentuk perhatian pemerintah, kata dia, adalah dukungan terhadap petani melalui berbagai program insentif dan pendidikan.

“Kita ingin petani di Badung benar-benar bangga menjadi petani. Pemerintah akan hadir untuk meringankan beban mereka, termasuk melalui pemberian beasiswa bagi anak-anak petani yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara berkala. Evaluasi tersebut dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kinerja direksi harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.

Dengan ditetapkannya direksi baru, Pemerintah Kabupaten Badung berharap Perumda Pasar dan Pangan MGS dapat bertransformasi menjadi BUMD yang adaptif dan inovatif. Ke depan, Perumda diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi, serta memperkuat pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan. (rls)

Angin Kencang Hantam Desa Senganan, Bale Gong Pura Puseh Ambruk

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bangunan Bale Gong di Pura Puseh Dasar, Banjar Dinas Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, roboh akibat diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp600 juta.

Bendesa Adat Senganan, I Nyoman Nasta (65), mengatakan peristiwa robohnya Bale Gong pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi pura. Saat kejadian, saksi mendengar suara gemuruh dari arah pura, kemudian mengecek ke dalam area pura dan mendapati bangunan Bale Gong telah roboh.

“Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Senganan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Saksi mata dalam kejadian tersebut, I Putu Wina Adi Saputra (20), mengaku saat itu sedang duduk di warung di depan Pura Puseh Dasar. Ia mendengar suara keras menyerupai gemuruh sebelum akhirnya mengetahui bangunan Bale Gong roboh. Saksi lainnya, I Gusti Putu Agung Sukayasa (32), juga membenarkan kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Penebel bersama Bhabinkamtibmas Desa Senganan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan. Petugas melakukan pendataan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mendokumentasikan kondisi bangunan yang roboh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, robohnya Bale Gong diduga kuat disebabkan oleh angin kencang yang melanda wilayah tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa.

Saat ini, pihak desa adat bersama aparat terkait masih melakukan koordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya, termasuk pengamanan area pura dan rencana perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan. Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (pmc)

Nuanu Creative City Rilis Laporan Dampak 2025, Tandai Setahun Operasi Terbuka untuk Publik

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City merilis Laporan Dampak 2025 sebagai penanda satu tahun penuh kawasan tersebut beroperasi secara terbuka untuk publik di Bali. Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Nuanu setelah sebelumnya melalui tahap pengembangan dan pengujian, sekaligus menjadi periode pertama penerapan aktivitas publik berkelanjutan dengan tanggung jawab operasional yang nyata.

Laporan tersebut memuat capaian awal Nuanu dalam pengelolaan lingkungan, investasi sosial, serta pengembangan aktivitas budaya sepanjang tahun fondasi operasionalnya. CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan laporan dampak disusun sebagai alat evaluasi yang transparan, bukan sekadar dokumentasi keberhasilan.

Menurutnya, Nuanu berupaya menerapkan pendekatan berbasis sistem dan kerangka kerja teknologi pada inisiatif yang lebih tradisional. Laporan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai praktik yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan agar memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas internal maupun masyarakat sekitar.

Sepanjang 2025, Nuanu menerapkan pengelolaan kinerja lingkungan secara terintegrasi, mencakup mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan. Kawasan ini menerapkan mobilitas rendah emisi dengan penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal, yang menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 39.500 liter per tahun serta menekan emisi karbon lebih dari 43 ton CO₂e.

Di sektor energi, pemanfaatan sistem tenaga surya berhasil mengurangi konsumsi listrik jaringan sekitar 213.362 kWh dan mencegah emisi sekitar 192 ton CO₂e. Sementara itu, sistem pengelolaan sampah mencatat tingkat daur ulang hingga 94,84 persen melalui pemilahan, pengomposan, dan redistribusi sampah organik. Sepanjang tahun, lebih dari 84 ton sampah didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik diolah untuk mendukung praktik pertanian lokal.

Upaya restorasi ekologis juga dilakukan melalui penanaman 1.015 pohon dengan metode Miyawaki guna memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem jangka panjang. Head of Environment Nuanu, Agastya Yatra, menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penguatan fondasi data operasional, dengan target mencapai kematangan sistem penuh pada 2026.

Selain aspek lingkungan, Nuanu juga mencatat dampak sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program pembelajaran menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar serta 120 perempuan dan remaja perempuan. Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, lebih dari 2.200 peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk aksi donor darah.

Program mata pencaharian berbasis alam mendukung 863 rumah tangga melalui kegiatan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sementara itu, program peningkatan kesejahteraan masyarakat menjangkau lebih dari 900 penerima manfaat dan mencakup peningkatan infrastruktur komunitas serta penyaluran bantuan darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Bali.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi fokus utama agar pertumbuhan kawasan dapat memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Laporan Dampak 2025 ini menjadi pijakan bagi Nuanu Creative City dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas pada tahun-tahun mendatang. (rls)

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali, Ditangkap Usai Pelacakan Berbulan-bulan

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.
Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Upaya aparat penegak hukum Indonesia dalam memburu buronan internasional kembali membuahkan hasil. Seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania berinisial CCZ, yang masuk daftar Interpol Red Notice, resmi dideportasi dari Bali oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

CCZ merupakan buronan paling dicari di negaranya karena diduga terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan yang terjadi pada November 2023. Yang bersangkutan dideportasi pada Selasa malam (20/1/26) setelah sebelumnya berhasil diamankan aparat gabungan di wilayah Bali.

Penangkapan CCZ dilakukan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada 15 Januari 2026. Proses pelacakan terhadap buronan tersebut telah berlangsung sejak November 2025, menyusul informasi keberadaannya yang sempat terdeteksi di Jakarta dan Bali.

Berdasarkan catatan keimigrasian, CCZ masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan dari Chengdu, China. Meski sempat terdata melakukan pemesanan tiket penerbangan Denpasar–Kuala Lumpur, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada catatan resmi keberangkatan keluar wilayah Indonesia atas nama yang bersangkutan.

Keberadaan CCZ di Bali semakin terkonfirmasi setelah NCB Bucharest mengunggah informasi melalui media sosial Facebook yang menyebutkan buronan tersebut masih berada di Pulau Dewata. Selama bersembunyi, CCZ diketahui menjalin hubungan dengan seorang perempuan warga lokal dan kerap tinggal di rumah pasangannya.

Setelah dilakukan operasi gabungan selama tiga hari, aparat akhirnya berhasil mengamankan CCZ tanpa perlawanan. Proses deportasi dilaksanakan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai bersama Divhubinter Polri dan Polda Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

CCZ dipulangkan ke negaranya menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute Denpasar–Doha–Bucharest pada Rabu (21/1/26) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Pihak Imigrasi Ngurah Rai menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menindak tegas WNA bermasalah, sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Bali serta wilayah Indonesia secara keseluruhan. RAN

Dorong Kreativitas Pemuda, Pemkab Tabanan Gelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026

Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menggelar Festival Ogoh - Ogoh Singasana tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Tabanan Era Baru. Festival ini bertujuan memberikan apresiasi terhadap kreativitas pemuda dalam melestarikan adat dan tradisi Hindu di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan, festival ini menargetkan karya-karya baru hasil kreasi Sekaa Teruna, yang wajib menggunakan bahan ramah lingkungan tanpa plastik atau styrofoam. Setiap ogoh-ogoh yang ikut lomba harus memiliki tinggi 3–4 meter dan lebar maksimal 4 x 4,5 meter. Tema karya harus sesuai dengan Sastra Agama Hindu, menampilkan wujud Kala (Rudra Rupa), serta bebas dari unsur SARA, pornografi, dan politik.

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 27 Februari 2026. Proses penilaian dilakukan tim juri melalui kunjungan lapangan dan pantauan media sosial mulai 28 Februari hingga 5 Maret 2026. Sepuluh pemenang dari masing-masing kecamatan akan maju ke tingkat kabupaten dan menerima dukungan dana untuk kepesertaan. “Juara I dari setiap kecamatan wajib mengikuti Festival Singasana III Tingkat Kabupaten,” kata Subagia, Jumat (23/1/2026).

Puncak festival akan digelar di seputar GWS Tabanan pada 13–15 Maret 2026. Pawai ogoh-ogoh dewasa dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret, pukul 16.00 WITA menuju panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Sedangkan pawai ogoh-ogoh mini untuk tingkat Taman Kanak-Kanak digelar pada pagi harinya pukul 09.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang. Juara I berhak menerima Rp50 juta, Juara II Rp40 juta, dan Juara III Rp30 juta. Selain itu, tersedia penghargaan juara harapan dan kategori penyemangat sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap seni budaya lokal. (pmc)