- Advertisement -
Beranda blog Halaman 20

Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Langsung Banjir di Jalan Dewi Sri

Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau banjir di Jalan Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Selasa (24/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Atas perintah Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melakukan pengecekan banjir di sejumlah titik wilayah Kabupaten Badung, Selasa (24/2/2026). Salah satu diantaranya, yakni banjir yang terjadi di Jalan Dewi Sri, Kecamatan Kuta.

 

Dalam pengecekan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta juga sempat berkeliling menggunakan perahu karet. Pemantauan didampingi pula Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa dan Lurah Legian Putu Eka Martini.

 

Jalan Dewi Sri dan sekitarnya, kata Wabup, merupakan daerah rendah. Di samping itu, Tukad Mati yang seharusnya menjadi alur pembuangan, debit airnya sudah tinggi.

 

“Sesuai dengan yang saya lihat tadi, memang satu hal kendalanya adalah daerah di sini rendah. Terus pada saat kita akan buang ke Tukad Mati, di Tukad Mati ketinggian airnya sama. Jadi satu-satunya cara, dengan situasi sekarang, kita menunggu surutnya Tukad Mati sehingga bisa kita tarik,” sebutnya didampingi pula Sekretaris Camat Kuta I Made Agus Suantara dan Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta I Wayan Somer.

 

Wabup mengungkapkan, sesungguhnya Badung tidak tinggal diam menyikapi peristiwa banjir yang terjadi hampir di setiap tahun ini. Langkah-langkah telah dilakukan, seperti normalisasi alur Tukad Mati dan lainnya.

 

“Sudah kita lihat bersama tadi, ada beberapa box culvert yang sudah siap pemasangannya. Itu terkait di Dewi Sri IV, Pandawa, dan Campuhan akan dibangun drainase untuk pembuangan ke Tukad Mati. Saya rasa itu di beberapa bulan ini sudah bisa terpasang,” sebutnya.

 

Hal itu, ditegaskan dia, guna meminimalisir potensi terjadinya banjir serupa di tahun mendatang. “Jadi langkah yang kami lakukan sebagai Pemerintah Kabupaten Badung, untuk menyegerakan drainase ini. Sehingga ketika ada debit air yang tinggi, cepat bisa surut,” tegasnya.

 

Di sisi lain, mengutip laporan dari Lurah Legian, kata Wabup Bagus Alit Sucipta, evakuasi masyarakat ataupun wisatawan yang terjebak banjir, sudah dilakukan secara bergotong-royong melibatkan berbagai pihak. Termasuk diantaranya Basarnas, Tagana, Badung Lifeguard, pihak Kecamatan dan Kelurahan, serta relawan. “Terimakasih semuanya,” ucapnya ditujukan kepada berbagai pihak yang terlibat.

 

Sebagai evaluasi berkenaan dengan evakuasi, ke depan direncanakan pengadaan mesin-mesin perahu karet. Karena pada saat ini, pergerakan perahu karet, masih mengandalkan tenaga manual. “Menurut saya, karena ini adalah terkait situasi emergency, jadi harus kita dorong. Kita berikan semaksimal mungkin,” ucapnya.

 

Diakui dia, secara ketinggian genangan, sementara ini Jalan Dewi Sri dan sekitarnya masih menjadi area terparah di Kabupaten Badung. Karena pada pagi hari, ada titik yang ketinggiannya bahkan mencapai dada orang dewasa.

 

Lebih lanjut untuk diketahui pula, bertolak dari Jalan Dewi Sri, Wabup Bagus Alit Sucipta langsung melakukan pemantauan ke wilayah Seminyak. Tepatnya yakni di Jalan Kunti dan sekitarnya. (rls)

 

Bupati Adi Arnawa Jadi Pembicara di BRIN, Pemkab Badung Terima Sertifikat Apresiasi IDSD Tahun 2025

Bupati Adi Arnawa saat menjadi pembicara di acara Rilis IDSD tahun 2025 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo di Lantai 3 Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jalan MH Thamrin No. 8, Jakarta Pusat, Selasa, (24/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, Selasa, (24/2/2026) yang dilaksanakan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo di Lantai 3 Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jalan MH Thamrin No. 8, Jakarta Pusat. Acara ini juga mengangkat tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Penggerak Produktivitas dan Daya Saing Daerah.

 

Acara ini dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Kepala BRIN RI, Arif Satria.

 

Kepala BRIN RI, Arif Satria dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya untuk terus memperkuat daya saing nasional, karena daya saing nasional sangat bergantung pada daya saing daerah. Salah satu tugas pokok BRIN yaitu mengukur berbagai indeks pembangunan, salah satunya adalah daya saing daerah ini.

 

“Tentunya ini bukan hanya sekedar indeks, bukan sekedar ajang untuk prestasi juara dan sebagainya, tetapi yang paling penting adalah bagaimana indikator-indikator ini bisa kita pahami dan kita gunakan untuk memperkuat daya saing daerah. Pengukuran-pengukuran yang telah berhasil, itulah titik prioritas kebijakan dan prioritas pembangunan kita arahkan,” ungkapnya.

 

Bupati I Wayan Adi Arnawa yang menjadi pembicara perwakilan dari pemangku IDSD tingkat Kabupaten dengan membawakan materi “Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Penggerak Produktivitas dan Daya Saing Daerah” juga memperoleh sertifikat apresiasi dari BRIN RI atas capaian IDSD dengan skor 4,21 untuk Pemkab Badung.

 

Adi Arnawa menyampaikan bahwa industri pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Badung. Untuk itu, diperlukan SDM, infrastruktur, dan lingkungan hidup berkualitas untuk mendorong produktivitas dan daya saing daerah Kabupaten ditengah kompetitifnya industri pariwisata. Ia menegaskan penguatan SDM dengan berbasis pada penguatan sektor Kesehatan dan Pendidikan.

 

“Dengan visi Mewujudkan Pariwisata Badung Yang Berkualitas Berlandaskan Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemkab Badung telah merancang dan melaksanakan program-program strategis untuk untuk memperkuat dan menjaga produktivitas dan daya saing daerah. Program-program strategis daerah ini tercakup dalam Sapta Kriya Adi Cipta. Seluruh program diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” jelasnya. (rls)

Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Rapat Forkopimda Badung, Jaga Keamanan dan Toleransi Perayaan Nyepi dan Idul Fitri

Wabup Bagus Alit Sucipta saat memimpin Rakor Forkopimda Badung di ruang pertemuan Nayaka Gosana I, Selasa (24/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung dalam upaya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban sekaligus menjaga toleransi antar umat beragama dalam perayaan hari suci Nyepi dan Idul Fitri yang pelaksanaannya berdekatan. Rapat koordinasi yang diikuti unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda Badung, Kementerian Agama, FKUB, Majelis Desa Adat, Majelis-Majelis Agama Kabupaten Badung serta Kebangpol sebagai leading sektor, dilaksanakan di ruang pertemuan Nayaka Gosana I, Selasa (24/2/2026). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan seruan bersama untuk menjaga keamanan perayaan Nyepi dan Idul Fitri.

 

Dalam arahannya Wabup. Bagus Alit Sucipta menekankan penting koordinasi dan komunikasi untuk mewujudkan keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kelancaran jalannya perayaan hari raya Nyepi yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri tahun 2026. Diharapkan semua unsur baik pemerintah, pihak keamanan maupun FKUB meningkatkan sinergi, bersama-sama mengantisipasi terjadinya konflik dan mewujudkan kamtibmas yang kondusif di setiap tahapan hari suci Nyepi dan Idul Fitri. “Kami harapkan pihak keamanan membuat skema pengamanan, karena tahapan perayaan Nyepi akan dimulai dari melasti, pengerupukan, nyepi dan ngembak geni. Sementara perayaan Idul Fitri akan ada shalat tarawih, malam takbiran, sholat Idul Fitri termasuk arus mudik dan balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bagus Alit Sucipta.

 

Sementara seruan yang telah ditetapkan, sambung Wabup. Bagus Alit Sucipta agar dijalankan dengan baik, tentunya dengan dikomunikasikan kepada umat beragama sehingga toleransi tetap terjaga dan terjalinnya harmoni. Kepada Majelis-Majelis Agama di Kabupaten Badung agar mensosialisasikan dan mengkomunikasikan kepada seluruh umat beragama terkait hasil seruan yang telah disepakati bersama. Karena ada beberapa poin penting yang wajib ditaati dan dilaksanakan. “Badung telah menjadi contoh toleransi antar umat beragama, mari kita jaga dengan baik, harmoni, kerukunan dan toleransi,” harapnya. (rls)

Wabup Dirga Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kediri

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Selasa (24/2/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga sebagai tindak lanjut arahan Bupati Tabanan untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah mendapat perhatian dan penanganan langsung dari pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tabanan, Camat Kediri, Perbekel Desa Kediri, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah menjadi wujud respons cepat atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data sementara, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Sebanyak 26 kepala keluarga terdampak, dengan tiga keluarga mengalami dampak paling parah sehingga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Wakil Bupati Dirga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warga serta memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta mengikuti arahan petugas guna meminimalkan risiko.

Selain menyerahkan bantuan, Wakil Bupati meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan proses penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen tidak hanya hadir dalam masa tanggap darurat, tetapi juga mengupayakan langkah pemulihan pascabencana agar aktivitas warga dapat kembali normal secepatnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tabanan bersama PMI Kabupaten Tabanan telah melakukan penanganan awal, evakuasi warga terdampak, serta pendistribusian bantuan. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal. (rls) 

Ruang Perpustakaan SD di Peguyangan Kangin Diterjang Longsor, Polisi Pasang Garis Pengaman

Kondisi ruang perpustakaan SD Sathya Sai Peguyangan Kangin yang rusak akibat tertimpa longsor, Selasa (24/2/2026).
Kondisi ruang perpustakaan SD Sathya Sai Peguyangan Kangin yang rusak akibat tertimpa longsor, Selasa (24/2/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Denpasar memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Kemuda, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (24/2/2026) pagi. Longsoran tanah tersebut menimpa ruang perpustakaan SD Sathya Sai hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 Wita, saat aktivitas belajar mengajar belum dimulai. Material tanah yang longsor mengakibatkan tembok ruang perpustakaan roboh dan menimpa rak buku serta sejumlah fasilitas penunjang di dalam ruangan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Mendapat laporan dari pihak sekolah dan warga sekitar, personel Polsek Denpasar Utara segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar bangunan yang terdampak guna mengantisipasi risiko longsor susulan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif mengingat intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi. “Kami mengutamakan keselamatan dengan membatasi akses ke area rawan serta melakukan pemantauan lanjutan,” ujarnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah dengan kondisi tanah labil dan tebing curam. Warga juga diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan yang berpotensi membahayakan.

Cuaca Ekstrem Sebabkan Bale Banten Roboh dan Pohon Tumbang di Kelurahan Benoa

: Bangunan bale banten di Pura Segara Sawangan, Kelurahan Benoa, roboh akibat hujan deras dan angin kencang.
: Bangunan bale banten di Pura Segara Sawangan, Kelurahan Benoa, roboh akibat hujan deras dan angin kencang.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kuta Selatan pada Selasa (24/2/2026) pagi mengakibatkan sejumlah kerusakan fasilitas keagamaan dan lingkungan di Kelurahan Benoa. Kerusakan tersebut meliputi robohnya bangunan bale banten, pohon tumbang, serta genangan air di beberapa titik jalan.

Berdasarkan hasil pemantauan jajaran Polsek Kuta Selatan, bale banten di Pura Segara Sawangan roboh akibat terpaan angin kencang. Pura yang berada di kawasan pantai belakang Hilton Bali Resort, Lingkungan Sawangan itu diketahui mengalami kerusakan sekitar pukul 06.30 Wita. Kejadian pertama kali diketahui oleh mangku pura, I Nyoman Sudarwa, yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Lingkungan setempat.

Selain kerusakan di kawasan pura, cuaca ekstrem juga menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Gedong Sari, Lingkungan Mumbul. Pohon tumbang tersebut sempat mengganggu akses jalan warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat bersama warga setempat segera melakukan penanganan awal guna menghindari risiko lanjutan.

Kerusakan lainnya berupa genangan air hujan terpantau di depan The St. Regis Bali Resort, tepatnya di Jalan Trompong, Lingkungan Peminge. Sementara itu, hasil pemantauan di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, kawasan Nusa Dua, dilaporkan tidak ditemukan genangan air.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan wilayah, khususnya di titik-titik rawan bencana. Ia memastikan koordinasi dengan unsur kelurahan, linmas, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.

“Personel kami tetap siaga di lapangan untuk memastikan situasi aman serta membantu penanganan apabila terjadi kerusakan atau gangguan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Hingga siang hari, kondisi cuaca di wilayah Kuta Selatan masih terpantau mendung dengan hujan gerimis. Aktivitas masyarakat dilaporkan berjalan normal dan arus lalu lintas relatif lancar. Polsek Kuta Selatan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintas di bawah pepohonan besar, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan umum. RAN

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Warga di Kawasan Sunset Road

Pohon suar tumbang di Jalan Sunset Road, Seminyak, menimpa mobil warga akibat hujan deras dan angin kencang.
Pohon suar tumbang di Jalan Sunset Road, Seminyak, menimpa mobil warga akibat hujan deras dan angin kencang.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Cuaca ekstrem kembali memicu insiden di kawasan wisata. Sebuah pohon perindang jenis suar tumbang dan melintang di badan jalan depan KFC Sunset Road, Selasa (24/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.50 WITA. Peristiwa ini sempat menutup akses lalu lintas di Jalan Sunset Road.

Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi kurang lebih 15 meter tersebut roboh saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Seminyak. Ujung ranting pohon menimpa satu unit mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi DK 1391 ADA yang sedang melintas, menyebabkan kerusakan pada bagian kap dan kaca spion kendaraan.

Pengemudi mobil, Iqbal Muhamad Septian (28), mengaku tidak sempat menghindar karena pohon tumbang secara tiba-tiba tepat saat dirinya melintas di depan lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saat kejadian berlangsung, personel Linmas Seminyak yang tengah berpatroli segera memberikan pertolongan. Untuk mengantisipasi potensi tumbangnya pohon lain, korban kemudian diantar ke Kantor Lurah Seminyak guna beristirahat dan mengamankan diri.

Laporan kejadian segera ditindaklanjuti oleh aparat Polsek Kuta yang mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung guna melakukan pemotongan serta pembersihan batang dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tumbangnya pohon diduga akibat kombinasi intensitas hujan tinggi, angin kencang, kondisi tanah yang basah dan labil, serta usia pohon yang sudah tua dengan akar mulai rapuh.

Melalui kerja sama petugas DLHK, personel kepolisian, dan warga sekitar, proses evakuasi berjalan lancar. Arus lalu lintas di Jalan Sunset Road kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, khususnya ketika melintas di kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan perindang. RAN

Viral Aksi Pengeroyokan Pelajar di Mengwi, 11 Orang Diamankan Polisi

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membeberkan kasus pengeroyokan pelajar di wilayah Mengwi, Badung.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membeberkan kasus pengeroyokan pelajar di wilayah Mengwi, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kepolisian dari Polres Badung berhasil mengungkap kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar yang terjadi di Jalan Raya Kapal, Kecamatan Mengwi. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (dini hari) itu sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Sebanyak 11 orang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut. Para pelaku mengaku bertindak spontan dengan alasan hendak membubarkan aksi balap liar, namun berujung pada tindak kekerasan secara beramai-ramai.

Kapolres Badung Joseph Edward Purba menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Korban berinisial IGSPP (17), seorang pelajar SMK, saat itu tengah melintas bersama rekannya menuju wilayah Darmasaba untuk membeli makanan.

“Korban melihat sekelompok pemotor dan mengira sedang ada razia, sehingga memutar balik dan berhenti di depan sebuah toko. Namun korban justru dikejar hingga akhirnya terjadi pengeroyokan,” ungkap Kapolres dalam keterangan pers.

Dalam kejadian tersebut, sepeda motor korban ditabrak hingga terjatuh. Korban kemudian dipukul secara beramai-ramai menggunakan tangan kosong serta sejumlah benda tumpul. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu double stick, satu kunci inggris, dan pecahan paving blok yang diduga digunakan saat aksi pengeroyokan.

Akibat kejadian itu, korban yang berasal dari Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, mengalami luka robek di bagian kepala hingga harus mendapatkan empat jahitan, serta memar di punggung. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Mangusada.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku berniat membubarkan balap liar, namun tindakan tersebut justru berujung pada pengeroyokan,” tambah Kapolres.

Dari total 11 orang yang diamankan, delapan di antaranya masih berstatus pelajar dan berusia di bawah 18 tahun. Terkait pelaku anak, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Penanganan perkara akan ditempuh melalui mekanisme diversi sesuai rekomendasi Balai Pemasyarakatan (Bapas), mengingat ancaman pidana di bawah lima tahun serta para pelaku baru pertama kali terlibat tindak pidana. RAN

Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Sulinggih sebagai Penjaga Spiritualitas Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat di Denpasar, Minggu (22/2).
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat di Denpasar, Minggu (22/2).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk memenuhi dan memfasilitasi kebutuhan para sulinggih. Menurutnya, sulinggih memegang peran strategis sebagai penjaga tatanan spiritual Bali yang berpengaruh besar terhadap kedamaian dan keselamatan pulau ini secara niskala.

Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat yang digelar di Denpasar, Minggu (22/2).

Koster menyampaikan, Bali memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain, yakni kebudayaan yang hidup dan menyatu dalam aktivitas keseharian masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa dan wilayah yang relatif kecil, Bali bertumpu pada adat, budaya, dan spiritualitas sebagai fondasi utama kehidupan.

“Budaya di Bali bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan telah menjadi cara hidup masyarakat. Dari ritual sederhana seperti saiban dan canang, hingga upacara besar seperti Eka Dasa Rudra, semuanya dijalankan secara turun-temurun,” ujar Koster.

Ia menilai, kuatnya budaya dan tradisi inilah yang menjadi daya tarik utama pariwisata Bali. Karena itu, Koster mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati diri dengan meniru budaya asing secara berlebihan yang justru dapat melemahkan nilai-nilai lokal.

“Kekuatan Bali ada pada kebudayaan, adat, dan istiadat. Jika itu terkikis, Bali akan kehilangan magnetnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali juga bersumber dari kebudayaan. Oleh sebab itu, adat dan budaya harus dijaga secara terarah untuk menghadapi berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ia mengajak seluruh krama Bali untuk menjaga keseimbangan kehidupan sekala dan niskala, serta menumbuhkan nilai etika, sopan santun, moral, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bali tidak dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Yang kita miliki adalah budaya. Maka Bali harus tumbuh dan berkembang dengan kekuatan budayanya sendiri,” ujarnya.

Koster juga mengingatkan agar tatanan niskala tetap dijaga dan tidak diganggu. Menurutnya, para sulinggih yang menjalankan swadarma sesuai dresta Bali memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan, kelestarian pura, serta keteraturan ritual di tengah perkembangan zaman.

“Para sulinggih adalah penjaga Bali secara ritual. Karena itu, pemerintah sebagai guru wisesa wajib memberikan perlindungan dan perhatian agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi keberlanjutan Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Manggala Uttama SKHDN Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyatakan komitmen para sulinggih se-Bali untuk terus menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Ia meyakini, keharmonisan tersebut akan melahirkan pola pikir, tutur kata, dan perilaku yang baik, sejalan dengan arah pembangunan Bali yang berlandaskan nilai budaya dan spiritual. (*)

Konsisten Kelola Sampah dari Sumber, Desa Gulingan Berhasil Tekan Sampah Berserakan hingga 90 Persen

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pengelolaan sampah berbasis sumber yang dijalankan secara konsisten di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, membuahkan hasil nyata. Sampah berserakan di desa tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 90 persen, sehingga kondisi lingkungan kini nyaris bebas sampah.

Keberhasilan ini disampaikan Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, saat aksi bersih sampah plastik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional di wilayah Banjar Angkeb Canging dan sekitarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurut Winarya, penurunan signifikan jumlah sampah berserakan ini tidak terlepas dari konsistensi penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber, yang dimulai dari rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak awal, sehingga memudahkan proses pengolahan lanjutan.

“ini berkat dukungan penuh dari masyarakat, Tim TPS3R Desa Gulingan, hingga tim kebersihan desa yang terus bekerja menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujar Winarya.

Ia menjelaskan, setiap hari Tim TPS3R Desa Gulingan secara aktif menelusuri sumber-sumber sampah yang telah dipilah oleh warga untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Di saat yang sama, tim kebersihan desa rutin melakukan pemantauan dan pembersihan lingkungan guna mencegah penumpukan sampah.

Selain itu, masing-masing banjar juga menjalankan kegiatan kebersihan lingkungan (kesling) sebagai bagian dari aktivitas harian masyarakat. Sinergi antara warga, banjar, dan pemerintah desa tersebut yang membuat pengelolaan sampah di Desa Gulingan berjalan berkesinambungan dan tidak terputus.

“Seluruh elemen bergerak setiap hari. Inilah yang menjaga kebersihan lingkungan kami tetap terpelihara secara konsisten,” tegasnya.

Kedepannya, Winarya berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga terus meningkat, disertai penguatan kerja sama antardesa agar pengelolaan kebersihan lingkungan dapat berjalan lebih optimal.

“Kami ingin menjaga agar Desa Gulingan tidak mengotori desa lain, begitu pula sebaliknya. Komitmen ini akan terus kami jalankan dengan dukungan pemerintah melalui penganggaran rutin setiap tahunnya,” pungkasnya. (rls)