- Advertisement -
Beranda blog Halaman 21

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Kontrakan di Bongan Ludes Terbakar

Polisi saat melakukan olah TKP.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah kontrakan di Perumahan BCA Land, Banjar Bongan Puseh, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Minggu (22/2/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Laporan diterima Polsek Tabanan sekitar pukul 04.00 Wita, sementara kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 02.30 Wita.

“Benar telah terjadi kebakaran sebuah rumah kontrakan di Perumahan BCA Land, Desa Bongan. Tidak ada korban jiwa, namun bangunan rumah beserta isinya terbakar,” ujar AKP Gusti Made Berata.

Rumah tersebut diketahui dikontrak oleh Suhailik (70), seorang pedagang asal Banyuwangi. Saat kejadian, Suhailik sedang berada di luar daerah sehingga belum dapat dimintai keterangan. Sementara pemilik rumah, yang diketahui bernama Yeyen, juga belum berhasil dihubungi.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 00.30 Wita ketika Fuji Abduloh, karyawan dari pengontrak rumah, sedang memasak gula menggunakan kompor gas di dapur untuk keperluan berjualan es kelapa muda. Saat proses memasak berlangsung, saksi meninggalkan dapur dan menuju ruang tamu sambil bermain telepon genggam.

Diduga karena mengantuk, saksi tertidur dan lupa mematikan kompor. Sekitar pukul 02.30 Wita, saksi terbangun karena merasakan hawa panas di dalam rumah. Ketika mengecek ke dapur, ia mendapati api sudah berkobar dan membesar.

Saksi kemudian berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Upaya pemadaman secara manual sempat dilakukan bersama warga, namun api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian bangunan.

Sekitar pukul 03.30 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan kurang lebih 45 menit kemudian.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bangunan yang terbakar merupakan rumah permanen yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Sejumlah barang elektronik seperti kulkas dan televisi ikut hangus terbakar. Selain itu, empat unit sepeda motor yang berada di lokasi juga tidak dapat diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta, sementara pihak pengontrak mengalami kerugian kurang lebih Rp20 juta.

“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kelalaian penghuni yang lupa mematikan kompor gas saat memasak. Namun kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas AKP Gusti Made Berata.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan berbahan bakar gas serta memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan dapur, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (pmc)

Tabrakan Dua Motor di Selemadeg, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Polisi saat melakukan olah TKP.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional jurusan Denpasar–Gilimanuk KM 38.200, tepatnya di Banjar Dinas Berembeng, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 20.45 Wita. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan.

Peristiwa nahas itu melibatkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi DK 2821 GBB dengan sepeda motor Yamaha N Max nomor polisi DK 2250 WS. Benturan terjadi pada bagian depan kedua kendaraan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara Honda Beat atas nama I Made Kartikayasa (33), warga Banjar Dinas Cepaka, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan datar dan lurus, kendaraan yang dikendarainya diduga bergerak terlalu ke kanan hingga melewati as jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Yamaha N Max yang dikendarai I Putu Aditya Eka Saputra (22), warga Dangin Tukadaya, Kabupaten Jembrana. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari dan terjadi di jalur utara atau jalur kendaraan dari arah Gilimanuk.

Akibat kecelakaan tersebut, I Made Kartikayasa mengalami luka berat berupa patah pada leher, serta mengeluarkan darah dari mulut, hidung, dan telinga. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selemadeg, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.

Sementara itu, pengendara Yamaha N Max mengalami luka robek pada dagu, patah jari tangan kanan, luka lecet pada tangan kiri, serta nyeri pada pundak kanan. Korban dalam keadaan sadar dan menjalani perawatan di Puskesmas Selemadeg.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan karena salah satu pengendara melaju terlalu ke kanan hingga melewati marka tengah jalan.

“Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, membantu evakuasi korban ke Puskesmas Selemadeg, menghubungi ambulans, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka ringan, dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi demi keselamatan bersama. (pmc)

Jaga Keberadaan Destinasi Wisata Pesisir, TP. PKK Badung Bersihkan Sampah Sempadan Pantai Desa Cemagi

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin kegiatan "Badung Peduli Bersih Sampah Sempadan Pantai" di sekitar Pura Gede Luhur Batu Ngaus, Desa Cemagi, Minggu (22/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangka memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian kawasan pesisir, Tim Penggerak PKK (TP. PKK) Kabupaten Badung menggelar kegiatan “Badung Peduli Bersih Sampah Sempadan Pantai” di kawasan sekitar Pura Gede Luhur Batu Ngaus, Desa Cemagi, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Kabupaten Badung.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya dan I Made Rai Wirata, DLHK Kabupaten Badung, Perbekel Desa Cemagi, dan berbagai organisasi wanita se-Badung.

 

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa Desa Cemagi merupakan salah satu daerah destinasi wisata pesisir yang semakin dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kebersihan kawasan pantai tidak hanya berdampak pada keindahan visual, tetapi juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kelangsungan usaha ekonomi masyarakat sekitar yang banyak bergantung pada sektor pariwisata,” ujarnya.

 

Sebagai Duta PSBS Kabupaten Badung, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah dari sumber, dan mendukung program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kita harus mulai mengubah paradigma dari ‘buang sampah’ menjadi ‘kelola sampah’, karena setiap sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar,” tambahnya. (rls)

K3S Badung Kunjungi Anak Penderita Tumor di Desa Gulingan

Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan ke rumah Kadek Devita Maharani di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (21/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan rumah kepada Kadek Devita Maharani, seorang anak perempuan yang menderita tumor ganas, di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Sabtu (21/2/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat rentan yang telah menjadi prioritas K3S Kabupaten Badung. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan nyata bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit. Melalui kolaborasi erat dengan yayasan mitra yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi keluarga serta memudahkan aktivitas sehari-hari Kadek Devita.

 

Kedatangan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa adalah untuk memberikan motivasi dan memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, serta dukungan finansial yang akan digunakan untuk keperluan perawatan lanjutan Kadek Devita. Selain itu, melalui kunjungan ini, K3S Kabupaten Badung juga ingin mendengar langsung kebutuhan keluarga serta memastikan bahwa program bantuan yang ada dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

 

“Kita berkomitmen untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat yang rentan, terutama anak-anak yang sedang menghadapi tantangan kesehatan berat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting agar bantuan yang diberikan dapat lebih komprehensif dan rencana akan diberikannya tangan palsu pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa program pembinaan masyarakat rentan akan terus berlanjut ke berbagai wilayah di Kabupaten Badung, dengan fokus pada kelompok anak-anak, Lansia, dan keluarga kurang mampu yang menghadapi masalah kesehatan atau kesulitan ekonomi.

 

Turut hadir dalam kunjungan tersebut anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, pengurus TP. PKK Kecamatan Mengwi, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Badung, serta perwakilan Forum Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kecamatan Mengwi dan Gerakan Badung Peduli. (rls)

Bentuk Karakter Pemimpin, Ketua GOW Badung Bekali Finalis Jegeg Bagus 2026

Ketua GOW Badung, Yunita Oktariani Alit Sucipta menjadi narasumber dalam kegiatan Pra Karantina Pemilihan Duta Pariwisata (Jegeg Bagus) di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Sabtu (21/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Yunita Oktariani Alit Sucipta menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pra Karantina Pemilihan Duta Pariwisata (Jegeg Bagus) Kabupaten Badung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Sabtu (21/2/2026).

 

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Kabupaten Badung yang bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan sebelum memasuki tahap karantina.

 

Dalam kesempatan tersebut, Yunita Alit Sucipta menyampaikan materi tentang kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya karakter, integritas, kemampuan komunikasi, serta tanggung jawab sosial yang harus dimiliki oleh seorang Duta Pariwisata. Menurutnya, seorang Jegeg dan Bagus tidak hanya dituntut memiliki penampilan menarik, tetapi juga harus mampu menjadi role model generasi muda serta berperan aktif dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah. “Melalui literasi dan materi yang diberikan hari ini, saya berharap adik-adik finalis mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak, mampu memimpin diri sendiri dengan arah, visi, dan tanggung jawab yang jelas,” ujarnya.

 

Pada sesi evaluasi dan pendalaman materi, ia juga mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para finalis. Dua peserta dengan nilai tertinggi, masing-masing satu pria dan satu wanita, mendapatkan apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp 500.000.

Ketua GOW Badung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung serta seluruh panitia Pemilihan Jegeg Bagus Badung yang telah mengundangnya sebagai narasumber dalam pembekalan finalis Tahun 2026.

 

Ia pun berharap para finalis mampu menjadi pemimpin di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kelak menjadi pemimpin di daerah yang dicintai. “Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai juara adalah putra-putri terbaik Jegeg Bagus Badung yang memiliki kompetensi luar biasa—bukan hanya cantik dan tampan secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan (brain) serta sikap dan perilaku yang baik (behavior) sebagai generasi muda yang membanggakan,” tambahnya.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, l Nyoman Rudiarta beserta jajaran dan para peserta Duta Pariwisata Jegeg Bagus Kabupaten Badung Tahun 2026. (rls)

Ketua TP. PKK Badung Hadiri Cek Kesehatan Gratis dan Serahkan Bantuan Sosial

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Klinik Permana bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kuta Utara di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Sabtu (21/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP.) PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Klinik Permana bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kuta Utara di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Sabtu (21/2/2026).

Selain kegiatan Cek Kesehatan, ada juga kegiatan Posyandu dan kegiatan ini merupakan rangkaian Ulang Tahun Klinik Permana Ke-8.

 

Pada kesempatan ini, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga mengunjungi rumah penyandang disabilitas seraya menyerahkan paket sembako kepada Alit Widi Astuti (50), Ni Putu Ayu Sapta Gayatri (11), Kadek Yudik Adi Artawan (20) dan menyerahkan Cane atau tongkat alat bantu jalan kepada Ni Putu Purwati (79). Selain itu juga, Rasniathi juga melaksanakan kuis tanya jawab yang diikuti oleh seluruh peserta cek kesehatan gratis, sebagai upaya untuk mensosialisasikan program-program PKK, Posyandu, K3S dan lainnya.

 

Rasniathi dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP. PKK Badung juga rutin mengadakan kegiatan cek kesehatan dan kegiatan sosial lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Kegiatan Cek kesehatan ini merupakan hal yang sangat penting terutama bagi para Lansia.

 

“Cek kesehatan ini merupakan hal yang penting, untuk dapat mendeteksi atau mengetahui penyakit apa yang ada di dalam tubuh kita. Karena ada beberapa penyakit yang tidak ada gejalanya. Jika kita bisa mengetahui secara dini penyakit di tubuh kita, kita bisa secara cepat untuk mengobatinya. Terutama kepada para bapak/ibu lansia yang saya cintai ini. Jaga selalu kesehatan karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” jelasnya.

 

Kepala Lingkungan Banjar Kesambi I Nyoman Widana dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Badung beserta jajaran. Selain itu juga dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Klinik Permana yang telah melaksanakan kegiatan ini.

 

“Kegiatan posyandu dan senam lansia ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Banjar kami. Sekali lagi terima kasih atas kehadiran dan perhatiannya Ibu Rasniathi Adi Arnawa dan terima kasih juga kepada seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

 

Turut hadir pada kesempatan ini, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara Ni Made novianti Parmana, Kelian adat Banjar Kesambi Putu Badra, Ketua Pelaksana Kegiatan Putu Taradipa Permana, Kader PKK, Lansia, dan Tokoh Masyarakat Banjar Kesambi. (rls)

 

Peringati HPSN 2026, Bupati Badung Pimpin Korve Bersih Sampah di Pantai Kuta

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti saat apel peringatan HPSN dan Korve Bersih Sampah, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Minggu (22/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi korve bersih sampah laut kembali dilaksanakan pada Minggu (22/2/2026). Kegiatan serangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 tersebut diawali gelaran apel yang secara langsung dipimpin oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta.

 

Untuk diketahui, peringatan ini merupakan refleksi atas tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005, yang menjadi titik balik reformasi kebijakan persampahan nasional. Sejak peristiwa tersebut, paradigma pengelolaan sampah bergeser dari pola linear kumpul – angkut – buang menuju pendekatan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular, diperkuat melalui kerangka regulasi nasional.

 

Dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI”, kegiatan di tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi tata kelola sampah. Khususnya yang berbasis pendekatan hulu-hilir, yang terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Bukan hanya di Pantai Kuta, korve bersih sampah laut tersebut secara serentak dilaksanakan pada sejumlah kawasan pantai lain, di wilayah Kabupaten Badung. Di antaranya yakni Pantai Kudeta Seminyak, Pantai Legian, Pantai Jerman, Pantai Kelan, dan Pantai Kedonganan. Selain itu juga di Lingkungan Pura Batu Ngaus Cemagi dan Lingkungan GOR Putra Persada Banjar Angkeb Canging.

 

Membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Adi Arnawa menyebutkan bahwa pemerintah bergerak di bawah satu visi besar yakni Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Karenanya ditegaskan bahwa HPSN bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan momentum krusial untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

 

Gerakan nasional itu, dicanangkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Gerakan dimaksudkan sebagai strategi akseleratif, dalam menghadapi krisis persampahan yang dinilai telah memasuki tahap darurat sistemik. Presiden menekankan bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan langkah luar biasa, masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

 

Gerakan ini menempatkan perubahan perilaku sebagai fondasi utama, dengan pengelolaan sampah dimulai dari sumber. Baik itu dari rumah tangga, satuan pendidikan, kawasan usaha, hingga institusi pemerintahan, melalui langkah pemilahan, pengurangan timbulan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan antara seperti MRF, TPS 3R, dan TPST.

 

Apabila kolaborasi ini berhasil, beban penanganan sampah diyakini akan menjadi lebih ringan. Beban pembiayaan negara serta biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran, akan dapat dikurangi. “Mari kita jadikan semangat HPSN 2026 sebagai titik balik transformasi lingkungan kita. Dengan kerja bersama, kita yakin persoalan sampah dapat tuntas secara cepat dan berkelanjutan. Mari kita buktikan bahwa Indonesia yang ASRI bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat Anda berdiri, perangi sampah untuk Indonesia yang ASRI,” tegas Adi Arnawa saat membaca sambutan Menteri.

 

Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa kembali menekankan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani dengan pendekatan konvensional. Dan HPSN, ditegaskan harus dimaknai sebagai titik akselerasi perubahan. “Kita tidak bisa lagi bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu melalui pemilahan yang disiplin dan konsisten,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sempat menuturkan bahwa kegiatan bersih pantai di Kabupaten Badung, adalah sebuah agenda rutin yang dilaksanakan pada setiap hari Jumat. Yaitu dengan melibatkan pula satuan pendidikan, pelaku pariwisata, masyarakat, serta ASN sebagai bentuk partisipasi kolektif. “Pantai pada dasarnya sudah dibersihkan. Kendala lebih pada distribusi dan antrean di TPA. Kami telah menginstruksikan koordinasi intensif agar pengangkutan dilakukan bertahap sehingga tidak menimbulkan persepsi bahwa pantai tidak terkelola,” sambungnya.

 

Pemerintah Kabupaten Badung, lanjut dia, juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sementara, termasuk TPST Mengwi dan TPST Padang Seni, guna menekan residu sampah yang masuk ke TPA hingga maksimal 20 persen sesuai ketentuan regulasi. “Sebagai penguatan tata kelola, Kami akan menyelenggarakan lomba penanganan sampah mulai 1 Maret 2026 yang mencakup 62 lokasi dari 46 desa dan 16 kelurahan sebagai instrumen evaluasi berbasis kinerja sekaligus edukasi public,” bebernya dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara, unsur Forkopimda Badung, para pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal di Kabupaten Badung, unsur lembaga dan organisasi kemasyarakatan, unsur desa/kelurahan, pelaku usaha, serta LSM dan masyarakat. (rls)

 

Baru Bebas, 3 Residivis yang Jambret Wanita Hingga Tewas di Badung Ternyata Saling Mengenal

Petugas dari Polres Badung menunjukkan sejumlah barang bukti kasus penjambretan maut saat konferensi pers di Mapolres Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus penjambretan maut yang menewaskan Juhaeryah Velina alias Tante Jenna (46) di wilayah Kuta Utara, Badung. Tiga pelaku yang berhasil diringkus polisi ternyata merupakan residivis yang baru bebas dari penjara pada awal 2026 dan saling mengenal saat menjalani hukuman.

Pengungkapan kasus ini dilakukan aparat gabungan dari Polres Badung bersama Polda Bali dan Polsek Kuta Utara setelah para pelaku sempat berupaya melarikan diri ke luar Bali.

Kapolres Badung Joseph Edward Purba menjelaskan, ketiga tersangka berinisial A (24), S.Y. (21), dan A.S. (40) ditangkap di lokasi berbeda. A dan S.Y. diamankan di wilayah Tabanan saat hendak kabur ke Jawa Barat, sedangkan A.S. ditangkap di kawasan Sanur.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiganya baru bebas dari Lapas Gianyar pada awal tahun ini dan saling mengenal saat menjalani hukuman. Setelah bebas mereka kembali berkomunikasi dan merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan,” ungkap Kapolres.

Peristiwa penjambretan terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 Wita di Jalan Raya Pengubengan, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Korban saat itu dalam perjalanan pulang dari sebuah kafe ketika dipepet sepeda motor berboncengan tiga orang.

Salah satu pelaku kemudian menarik tas korban secara paksa hingga korban kehilangan keseimbangan, motornya oleng dan menabrak tiang listrik. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun meninggal dunia akibat luka dan pendarahan di bagian pelipis kanan.

Polisi mengungkap motor yang digunakan pelaku merupakan hasil curian yang telah dipersiapkan setelah mereka keluar dari penjara. Dalam aksi tersebut, S.Y. berperan sebagai eksekutor yang menarik tas korban, sementara dua pelaku lainnya membantu pelarian.

Ironisnya, tas selempang merek Louis Vuitton milik korban tidak sempat dibawa kabur karena para pelaku terjatuh usai kejadian dan langsung melarikan diri dari lokasi.

Ketiga pelaku diketahui memiliki rekam jejak kriminal berulang. A pernah divonis 1 tahun 10 bulan penjara kasus pencurian dengan pemberatan, S.Y. divonis 1 tahun 6 bulan kasus pencurian, sedangkan A.S. tercatat sudah lima kali keluar masuk penjara dengan kasus serupa.

Saat penangkapan, dua pelaku yakni A dan S.Y. terpaksa ditembak pada bagian kaki karena mencoba melarikan diri.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain sepeda motor Honda Vario dengan pelat palsu, pakaian yang digunakan saat beraksi, sepeda motor milik korban, serta tas korban.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres menegaskan pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan kejahatan jalanan melalui koordinasi dengan aparat desa serta sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada saat berkendara. RAN

Pendaki Remaja Alami Hipotermia di Gunung Abang, Tim SAR Lakukan Evakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki remaja yang mengalami hipotermia saat perjalanan turun di jalur pendakian Gunung Abang, Bangli, Sabtu (21/2/2026).
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki remaja yang mengalami hipotermia saat perjalanan turun di jalur pendakian Gunung Abang, Bangli, Sabtu (21/2/2026).

BANGLI, PANTAUBALI.COM – Seorang pelajar berusia 16 tahun asal Ubud mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kabupaten Bangli, Sabtu (21/2/2026) siang. Korban diketahui mendaki bersama lima rekannya sejak pukul 05.00 Wita.

Insiden terjadi saat rombongan dalam perjalanan turun dan sempat berhenti di Pos 2 Pura Andong pada ketinggian sekitar 1.700 mdpl. Kondisi fisik korban, Ni Putu Kuinandita, tiba-tiba menurun akibat kedinginan hingga lemas.

Laporan kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.56 Wita dari seorang pendaki lain. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem langsung diberangkatkan menuju lokasi. Koordinasi juga dilakukan dengan Polsek Kintamani, BPBD Bangli, pemandu lokal, serta keluarga korban.

Upaya pencarian dimulai sekitar pukul 14.40 Wita dengan kondisi cuaca gerimis dan jarak pandang terbatas sekitar 10 meter. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada pukul 15.40 Wita di ketinggian sekitar 1.450 mdpl.

“Korban ditemukan dalam kondisi lemas akibat hipotermia, namun masih stabil,” ujar Koordinator Lapangan, Putu Handika Bhayangkara.

Selanjutnya korban dievakuasi turun menuju basecamp pendakian dan tiba di Pos Pendakian Gunung Abang pada pukul 16.15 Wita. Tim medis dari Puskesmas Kintamani kemudian melakukan pemeriksaan sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan menggunakan ambulans.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari tim SAR, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, pemandu lokal, serta relawan masyarakat di wilayah Kintamani. Korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dalam kondisi selamat. RAN

Pemkab Tabanan Tata Ulang Struktur OPD, Sejumlah Dinas Digabung dan Dimekarkan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan penataan ulang struktur organisasi perangkat daerah (OPD) bertepatan dengan pelaksanaan rotasi, mutasi dan promosi jabatan pada Rabu (18/2/2026). Kebijakan tersebut menjadi langkah awal reformasi birokrasi di tahun 2026, sekaligus menandai perubahan komposisi sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Tabanan.

Penataan organisasi ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Peraturan Bupati Tabanan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Nomor 68 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah.

Salah satu perubahan utama adalah pemecahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) menjadi dua OPD terpisah. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan kini dipimpin Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, S.P., M.Si, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dipimpin oleh pelaksana tugas.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan resmi digabung menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan I Made Yudiana, S.T., M.T.

Dalam momen yang sama, sejumlah pejabat eselon II turut mengalami pergeseran jabatan strategis. Ir. I Gusti Putu Ekayana, M.Si yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup kini dipercaya memimpin Dinas Pertanian. Dra. Ni Wayan Mariati, M.M berpindah tugas dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjadi Kepala Badan Keuangan Daerah.

Posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB kini diemban Ni Made Murjani, S.Sos yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sementara itu, I Gede Sukadana, AP., S.H., M.Si yang sebelumnya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja dipercaya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Jabatan Kepala Satpol PP untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, menegaskan bahwa restrukturisasi OPD ini telah melalui kajian mendalam dan sepenuhnya berpedoman pada regulasi yang berlaku.

“Penataan perangkat daerah ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi bagian dari strategi memperkuat fokus kinerja, memperjelas tugas dan fungsi, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang wajar dalam tata kelola pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan penyegaran birokrasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Dengan struktur yang lebih proporsional, Pemkab Tabanan optimistis kinerja pemerintahan semakin optimal dan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. (pmc)