- Advertisement -
Beranda blog Halaman 189

Miris! Ratusan Petugas Kebersihan di Tabanan Tak Digaji Tiga Bulan, DLH: Masih Proses

Petugas kebersihan DLHK Tabanan saat membersihkan sampah di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk.
Petugas kebersihan DLHK Tabanan saat membersihkan sampah di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selama tiga bulan terakhir, sekitar 304 orang petugas kebersihan di Kabupaten Tabanan harus bertahan hidup tanpa kepastian upah. Para petugas kebersihan yang ada bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan ini belum menerima honor kerja mereka terhitung sejak Maret lalu.

Selain terlambat dibayar, mirisnya lagi, upah yang mereka terima jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tabanan yang ditetapkan sebesar Rp 3,1 juta per bulan. Sebagian besar hanya menerima Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per bulan, dengan sistem kerja paruh waktu selama rata-rata tiga jam per hari dengan tarif Rp11 ribu per jam.

Ratusan petugas kebersihan ini biasanya melaksanakan tugas seperti penyapu jalan, petugas taman, pasar, TPS3R hingga petugas di TPA.

Kondisi ini menjadi sorotan Komisi I DPRD Tabanan. Ketua Komisi, I Gusti Nyoman Omardani, menyayangkan keterlambatan pembayaran tersebut.

Ia menilai persoalan ini muncul akibat kendala administratif dan regulasi kepegawaian. Banyak dari tenaga kebersihan ini tidak tercatat dalam basis data non-ASN milik BKN, yang menyebabkan mereka tidak bisa dianggarkan dalam skema APBD sebagai pegawai non-ASN.

“Karena tidak terdata di sistem BKN, Pemkab tidak memiliki dasar hukum untuk menggaji mereka secara langsung. Solusi yang ditawarkan adalah mengalihkan mereka menjadi tenaga outsourcing,” ungkap Omardani, Senin (19/5).

Omardani menyebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan DLH Tabanan atas petugas kebersihan Tabanan belum menerima upah mereka.

“Soal upah pekerja kebersihan ini kami coba akan sampaikan ke DLH Tabanan agar mereka segera menerima upah,” kata Omardani.

Sementara itu, Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayana tak menampik adanya keterlambatan pembayaran honor petugas kebersihan. Ia mengungkapkan, persoalan ini muncul akibat perubahan sistem dan regulasi yang sedang dalam masa transisi.

Ia menyebutkan, proses peralihan ke skema outsourcing sedang berjalan, namun memerlukan waktu karena harus melalui revisi APBD serta penunjukan pihak ketiga sebagai penyedia jasa.

“Proses penyesuaian ini memang cukup kompleks, mulai dari pergeseran anggaran hingga kontrak outsourcing. Itulah sebabnya honor mereka belum cair,” ujarnya.

DLH Tabanan menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat proses agar para petugas kebersihan segera menerima hak mereka. Sementara itu, para pekerja kebersihan harus terus menjalankan tugas di tengah ketidakpastian soal penghasilan yang seharusnya menjadi hak dasar mereka. (ana)

UMKM di Kabupaten Badung Dilatih Mixologi

Pelatihan Mixologi UMKM Badung 2025 di ruang rapat Cempaka, Puspem Badung, Senin (19/5/2025).
Pelatihan Mixologi UMKM Badung 2025 di ruang rapat Cempaka, Puspem Badung, Senin (19/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung meluncurkan kegiatan Pelatihan Mixologi UMKM Badung 2025 di ruang rapat Cempaka, Puspem Badung.

Program ini diresmikan oleh Plt. Kepala Diskop UKMP Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, pada Senin (19/5/2025).

Dalam sambutannya, Raka Sukadana menyampaikan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM dan calon wirausaha di bidang seni meracik minuman atau mixologi.

“Kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik meracik minuman, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan serta memahami dasar-dasar pengembangan usaha,” ungkapnya.

Berlangsung selama lima hari, mulai 19 – 23 Mei 2025, kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi, yaitu Ruang Rapat Cempaka Diskop UKMP Badung dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Sekolah Perhotelan Bali. Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan calon wirausaha ikut serta dalam kegiatan ini.

Materi pelatihan mencakup pengenalan rasa, sejarah minuman, hingga teknik dasar mixologi seperti stiring, shaking, layering, straining, dan infusion. Selain teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung bersama instruktur profesional dari Sekolah Perhotelan Bali, seperti Ida Bagus Nyoman Weda, I Gusti Ngurah Ketut Wardika, dan I Made Hadi Purnantara.

Raka Sukadana menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Badung dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Badung dikenal sebagai pusat pariwisata dengan banyaknya kafe dan restoran. Melalui pelatihan ini, kami ingin menciptakan mixologist andal yang dapat bersaing di industri pariwisata atau bahkan membangun usaha mandiri,” jelasnya.

Selain pelatihan, pemerintah Kabupaten Badung juga mendukung pengembangan UMKM melalui program Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera (Sidi Kumbara). Program ini memberikan fasilitas pinjaman dengan bunga nol persen yang dikelola oleh Diskop UKMP Badung, sehingga pelaku usaha mikro dapat memperluas bisnis mereka tanpa beban bunga kredit.

“Kami ingin UMKM di Badung semakin maju dan berdaya saing, sekaligus memperkuat sektor pariwisata lokal,” tutup Raka Sukadana. (ana)

Disdikpora Badung Pastikan Penerimaan Siswa Lebih Tertib dan Transparan dalam SPMB 2025

Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, dalam podcast Diskominfo Badung
Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, dalam podcast Diskominfo Badung, Senin (19/5/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung telah melakukan persiapan penuh menyambut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan petugas di setiap jenjang, baik di sekolah, dinas, maupun kantor koordinator wilayah untuk membantu proses pendaftaran siswa.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, dalam podcast Diskominfo Badung, Senin (19/5/2025). Perubahan dari sistem lama PPDB ke SPMB disebut sebagai langkah penyempurnaan untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul di tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu poin penting dalam sistem ini adalah penghapusan jalur zonasi, yang kini diganti dengan jalur domisili. SPMB menawarkan empat jalur penerimaan, seperti Jalur Domisili, Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi.

“SPMB adalah sistem yang lebih adil. Tidak lagi soal favoritisme, tapi soal pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Semua sekolah di Badung memiliki standar yang sama,” tegasnya.

Ia juga menanggapi anggapan sebagian masyarakat mengenai sekolah favorit. Menurutnya, Disdikpora Badung telah melakukan pemerataan fasilitas dan sumber daya manusia di seluruh SMP, baik negeri maupun swasta. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi terpaku pada satu atau dua sekolah tertentu.

“Semua sekolah di Badung itu favorit. Guru-gurunya kita upayakan seimbang secara kualitas, fasilitasnya juga kami samakan. Jangan hanya melihat label sekolah, tapi lihat kenyamanan dan jarak dari domisili,” jelasnya.

Untuk sekolah swasta, Dwipayana menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian. Selain menerima dana BOS nasional, sekolah swasta juga mendapat tambahan BOS dari APBD, serta bantuan seragam gratis dan subsidi untuk tenaga pendidik. “Kami ingin sekolah swasta tetap diminati. Mutu terus kami dorong agar masyarakat punya banyak pilihan,” jelasnya.

SPMB 2025 juga memberlakukan batasan ketat terkait jumlah siswa per rombongan belajar (rombel). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kelas gemuk dan menjaga kualitas pembelajaran.

Dwipayana juga mengimbau para orang tua untuk tidak menunda pembuatan akun pendaftaran yang sudah dibuka sejak bulan Mei. “Jangan menunggu mendekati deadline. Segera buat akun agar proses pendaftaran bisa berjalan lancar,” ujarnya seraya menyebutkan jika mengalami kendala dapat menghubungi petugas yang telah ditunjuk.

“Silakan datang ke tempat yang telah kami siapkan jika mengalami kesulitan dalam pendaftaran. Kami ingin pastikan tidak ada masyarakat yang bingung atau tertinggal,” ujarnya. (jas)

Perubahan Perilaku Masyarakat Kunci Atasi Masalah Sampah di Tabanan

Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025
Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Senin (19/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Isu permasalahan sampah di Kabupaten Tabanan menjadi penekanan dalam pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2025-2029 yang telah disepakati oleh Bupati dan DPRD Tabanan dalam rapat paripurna, Senin (19/5/2025).

Permasalahan sampah menjadi isu strategis yang perlu dicarikan solusi karena menyangkut masalah kesehatan dan lingkungan hidup.

Dalam pemaparan Ketua Pansus I I Gusti Nyoman Omardani menyampaikan pemerintah daerah diharapkan hadir untuk mendorong dan menyentuh aspek perubahan perilaku masyarakat dan stakeholder terkait dalam menyelesaikan permasalahan sampah dengan melakukan penguatan peran komunitas, pemerintah desa dan desa adat.

“Penyelesaian masalah sampah tidak hanya soal administratif saja, namun lebih ke prilaku dari seluruh komponen yang ada baik itu individu, pemerintah maupun organisasinya,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Omardani, dalam hal penyelesaian masalah sampah maka ditekankan adanya perubahan perilaku masyrakat dalam mengolah sampah itu. Salah satu caranya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi itu bisa dilaksanakan dengan mengandeng komunitas peduli lingkungan, pemerintah desa, dan desa adat dengan pembentukan awig-awig atau pararem yang disepakati masyarakat.

“Perilaku masyarakat tidak serta merta bisa berubah jika tidak ada tekanan dari instansi tertentu. Jika semua berjasama maka saya yakin permasalahan sampah yang saat ini sudah menjadi isu global bisa terselesaikan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, kebersihan bukan hanya mengangkut masalah sampah serta teknologi untuk menanganinya. Namun yang lebih ditekankan adalah perilaku masyarakat untuk sadar memilah sampah dari hulu.

“Misalnya mengolah sampah rumah tangga, setiap keluarga harus menyediakan tiga tas keresek untuk menampung sampah sesuai jenisnya,” jelasnya.

Dengan pemilahan yang tepat, menurut Sanjaya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang. Namun Ia menegaskan, proses penanganan sampah ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. (ana)

Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Bahas RPJMD 2025-2029

Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Senin (19/5/2025).
Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Senin (19/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang membahas Penandatanganan Bersama Nota Kesepakatan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029. Sidang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Senin (19/5/2025).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Forkopimda, para Anggota Dewan, Sekretaris Daerah beserta para asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah, kepala instansi vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan, RPJMD Semesta Berencana 2025–2029 merupakan tahap pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tabanan 2025–2045.

Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola, disertai dengan penguatan keamanan daerah, demokrasi substansial, dan stabilitas ekonomi makro daerah.

Selain itu, juga ditekankan pentingnya ketahanan sosial, budaya, dan ekologi demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dimana semua ini pada dasarnya didukung sarana prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta mewujudkan kesinambungan pembangunan.

“Rapat paripurna kali ini bertujuan untuk menyepakati rancangan awal RPJMD Semesta Berencana 2025–2029 yang telah melalui tahapan pembahasan internal tim penyusun, forum konsultasi publik, rapat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, serta rapat kerja dengan Pansus I DPRD Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Pansus I DPRD Kabupaten Tabanan, atas saran, masukan, tanggapan, dan rekomendasi yang telah diberikan terhadap rancangan awal RPJMD tersebut hingga tercapai kesepakatan bersama.

“Melalui forum yang terhormat ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, menyatukan langkah, dan memastikan pembangunan ke depan benar-benar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat,” imbuh Sanjaya.

Dalam wawancara singkat seusai rapat, Sanjaya juga menekankan Pola Pembangunan Semesta Berencana mencakup lima bidang utama, salah satunya adalah ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Mengingat Tabanan berbasis pertanian, Bupati menegaskan pentingnya hilirisasi produk pertanian melalui kerja sama dengan Bulog dan para petani. Selain itu, ia juga menyoroti upaya menghadapi isu-isu strategis lingkungan dan ekologi, termasuk tekad menjadikan Bali sebagai pulau yang bersih dan berdaulat dalam pengelolaan lingkungannya. (rls)

Bupati-DPRD Tabanan Teken Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD 2025-2029

Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Senin (19/5/2025).
Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Senin (19/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan dan DPRD Tabanan menandatangani nota kesepakatan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2025-2029, pada Senin (19/5/2025). Penandatanganan dilakukan dalam acara Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025.

Sebelum nota kesepakatan ditandatangani oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa beserta kedua wakilnya, terlebih dahulu Ketua Pansus 1 I Gusti Nyoman Omardani menyampaikan isi dari RPJMD Kabupaten Tabanan tahun 2025-2029.

Dijelaskannya, RPJMD merupakan Rancangan Awal dokumen perencanaan yang memuat visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yang penjabarannya dituangkan dalam tujuan, sasaran, dan prioritas pembangunan termasuk indikasi program dan kerangka pendanaan dalam kurun waktu lima tahun.

“RPJMD Semesta Berencana ini sebagai dokumen strategis daerah, yang dalam penyusunannya berpedoman pada dokumen RPJMN Tahun 2025-2029, Rancangan Awal RPJMD Provinsi Bali, RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2023-2043 dan RPJPD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025-2045,” jelas Omardani dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan RPJMD merupakan periode pertama pelaksanaan Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Semesta Berencana (RPJPD-SB) Tabanan 2025-2045.

Periode ini diarahkan untuk penguatan transformasi dengan arah kebijakan pada pemenuhan standar pelayanan minimal, membangun kemandirian ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan daerah melalui ketahanan adat dan budaya, serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan Tabanan.

Hal itu sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan lima tahun kedepan dengan mengedepankan kearifan lokal sebagai pondasi pembangunan.

“Pembangunan dilakukan secara terpola dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah dengan prinsip satu pulau satu tata kelola,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Pansus I DPRD Kabupaten Tabanan, atas saran, masukan, tanggapan, dan rekomendasi yang telah diberikan terhadap rancangan awal RPJMD tersebut hingga tercapai kesepakatan bersama.

“Melalui forum yang terhormat ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, menyatukan langkah, dan memastikan pembangunan ke depan benar-benar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat,” kata Sanjaya.

Anggota DPRD berharap RPJMD Semesta Berencana dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara, sehingga nantinya RPJMD ini akan menjadi pedoman penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setiap tahunnya. (ana)

Tanggul Pantai Sental Diperbaiki, Hindari Ancaman Abrasi

tanggul pengaman pantai di Dusun Sental, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, diperbaiki.
tanggul pengaman pantai di Dusun Sental, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, diperbaiki.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Upaya menjaga kawasan pesisir Nusa Penida dari ancaman abrasi kini memasuki babak baru. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida mulai mengerjakan rehabilitasi tanggul pengaman pantai di Dusun Sental, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Langkah ini merupakan respons cepat atas permintaan Bupati Klungkung I Made Satria, yang sebelumnya menyampaikan langsung usulan tersebut saat berkunjung ke Kantor BWS Bali Penida di Denpasar. Dalam kunjungan itu, Bupati Satria turut didampingi Sekda Klungkung dan Kepala Dinas PUPRPKP setempat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan pengguna jalan dan masa depan pariwisata Nusa Penida. Karena itu kami dorong agar pengerjaan dilakukan secepat dan seefektif mungkin,” tegas Bupati Satria.

Kawasan Pantai Sental memang menjadi perhatian serius karena abrasi kian mendekati badan jalan kabupaten yang ramai dilalui kendaraan. Lokasinya juga sangat dekat dengan kawasan wisata unggulan yang menjadi wajah Nusa Penida di mata wisatawan.

Proyek rehabilitasi ini dibiayai melalui APBN 2025 dan dikerjakan oleh Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) BWS Bali Penida.

Pemerintah daerah berharap, selain melindungi jalan dan fasilitas umum, keberadaan tanggul baru ini juga bisa memperkuat daya tarik wisata di pesisir Nusa Penida.

Sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara, keberlangsungan kawasan ini dinilai sangat vital bagi citra pariwisata Bali secara keseluruhan. (MAH)

Minimarket di Karangasem Dibobol Maling, Begini Modusnya

Minimarket di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem dibobol pada Sabtu (17/5).
Minimarket di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem dibobol pada Sabtu (17/5).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Aksi pencurian kembali menyasar toko di wilayah Karangasem. Kali ini, sebuah minimarket milik I Ketut Sudiarta (41) yang berlokasi di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, menjadi sasaran pembobolan pada Sabtu (17/5) dini hari.

Insiden tersebut pertama kali terungkap saat seorang karyawan hendak membuka toko seperti biasa di pagi hari. Namun, alangkah terkejutnya ia saat mendapati kondisi toko sudah dalam keadaan acak-acakan, dengan sejumlah barang yang tampak hilang dari tempat semula.

Merasa ada yang tidak beres, karyawan itu segera menghubungi pemilik toko. Laporan pun langsung diteruskan ke pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, anggota Polsek Karangasem turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Mesin kasir ditemukan dalam kondisi rusak dan uang tunai di dalamnya sudah tidak ada,” ungkap Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, saat dikonfirmasi.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku masuk dengan cara tidak biasa. Ia memanjat ke lantai dua bangunan dan membobol tembok pagar yang menutupi akses tangga, sebelum akhirnya merusak pintu untuk bisa masuk ke dalam minimarket.

Tak hanya uang tunai, pelaku juga menggondol berbagai barang dagangan mulai dari rokok, kebaya, ikat pinggang, hingga sebuah buku tabungan. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 99 juta.

“Saat ini kami masih mendalami kasus ini. Proses penyelidikan terus berlangsung,” tambah Iptu Sukadana. (MAH)

Momen Libur Panjang Bulan April, Bandara Ngurah Rai Layani 2 Juta Penumpang

Kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 
Kedatangan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Momen libur panjang nasional pada bulan April 2025 menjadi pendorong utama lonjakan jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Selama periode tersebut, bandara mencatatkan rekor tertinggi pelayanan penumpang tahun ini, yakni sebanyak 2.028.344 penumpang dengan 12.119 pergerakan pesawat, baik untuk rute domestik maupun internasional.

Pejabat Sementara (PGS) General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Wahyudi mengatakan lonjakan ini dipengaruhi oleh dua momen libur panjang, yaitu libur Idulfitri pada awal April dan libur Jumat Agung serta Paskah pada pertengahan bulan.

“Pada minggu pertama bulan April, masyarakat masih menikmati libur panjang Idulfitri, lalu pada minggu ketiga juga terdapat long weekend saat peringatan Jumat Agung dan Paskah,” jelasnya dalam keterangan resminya Minggu (18/5/2025).

Tercatat, selama libur Idulfitri tanggal 1 hingga 7 April, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 495.879 orang. Sementara itu, pada periode libur Jumat Agung dan Paskah tanggal 17 hingga 20 April, terdapat 280.692 penumpang.

Kedua periode tersebut mencatat rata-rata harian penumpang sebanyak 70 ribu orang, atau meningkat 16 persen dibandingkan rata-rata harian normal tahun ini, yakni 60 ribu penumpang per hari.

Secara kumulatif sejak Januari hingga April 2025, Bandara Ngurah Rai telah melayani 7.236.686 penumpang dan 44.788 pergerakan pesawat. Jumlah ini meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 7.123.666 penumpang.

Dalam komposisi penumpang, 63 persen merupakan penumpang internasional atau sebanyak 4.561.206 orang, sementara 37 persen adalah penumpang domestik sebanyak 2.675.480 orang.

Untuk rute domestik, Jakarta (CGK) menjadi rute tersibuk dengan 336.743 penumpang, diikuti Surabaya (119.119 penumpang) dan Labuan Bajo (51.474 penumpang). Di sisi rute internasional, Singapura mencatat angka tertinggi dengan 241.213 penumpang, disusul Kuala Lumpur (145.044 penumpang) dan Melbourne (43.910 penumpang).

Warga negara asing yang paling banyak datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada bulan April adalah Australia dengan 141.634 orang, diikuti oleh India (50.879 orang) dan Cina (47.166 orang).

“Secara umum, kinerja operasional bandara di bulan April menunjukkan bahwa Bali masih diminati sebagai tujuan wisata berkelas dunia. Maka dari itu, kami selaku pengelola bandara berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Wahyudi.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan peningkatan fasilitas dan memperluas konektivitas penerbangan ke berbagai rute baru demi mendukung kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan ke Pulau Bali. (ana)

Aksi Jambret Kalung Terjadi di Desa Pacung Tabanan, Warga Minta Polisi Perketat Pengawasan

Ilustrasi penjambretan kalung emas.
Ilustrasi penjambretan kalung emas. (foto:fajar.com)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang ibu-ibu mengaku menjadi korban percobaan penjambretan di pinggir jalan Desa Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (17/5/2025). Kejadian ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @lumpia.weda.

Dalam video tersebut, tampak ibu tersebut gemetar dan ketakutan setelah kalung emas yang dikenakannya berusaha dijambret oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Aksi tersebut terjadi saat korban berjalan pulang dari lapak pemotongan babi.

Korban sempat merasa curiga karena merasa diperhatikan dari kejauhan oleh pelaku saat berjalan di pinggir jalan desa. Beruntung, upaya pelaku gagal dan kalung emas milik korban hanya putus namun tidak berhasil dibawa kabur.

“Dijambret pas jalan pulang dari lapak pemotongan babi. Cuma putus saja kalungnya. Gak sampai diambil,” tulis akun @lumpia.weda saat dikonfirmasi.

Meski mengalami kejadian yang mengejutkan, korban tidak melaporkannya ke pihak kepolisian karena tidak ada barang yang berhasil diambil. Namun, pemilik akun meminta aparat untuk meningkatkan pengamanan di wilayah Desa Pacung, mengingat kasus pencurian sering terjadi.

“Penjambretan baru pertama kali terjadi, kalau kehilangan motor sering, terutama dialami para petani yang sering memarkir motor di pinggir jalan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menyayangkan kejadian yang sempat viral tersebut. Meski belum ada laporan resmi, pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Ia juga menyatakan bahwa Polres Tabanan bersama jajaran Polsek akan menggencarkan patroli dan meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

“Upaya kami di antaranya adalah melakukan patroli subuh, patroli sistem barcode, patroli bhabinkamtibmas, pengamanan jalur lintas, pengamanan DTW, patroli yustisi,” ujarnya.

AKBP Chandra juga mengimbau masyarakat untuk turut aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama dari pendatang yang tidak dikenal.

“Kami juga menghimbau bagi masyarakat yang mencurigai ada aktivitas pendatang yang mencurigakan agar segera memberitahu untuk kami cek,” tandasnya. (ana)