- Advertisement -
Beranda blog Halaman 188

Peringati Hari Tumpek Klurut, Gubernur Koster Traktir Kopi Ribuan Pengunjung Kopi Jenar

Gubernur Bali Wayan Koster secara pribadi mentraktir ribuan cup kopi gratis kepada para pengunjung Jenar Kopi Kaliasem.
Gubernur Bali Wayan Koster secara pribadi mentraktir ribuan cup kopi gratis kepada para pengunjung Jenar Kopi Kaliasem.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dalam momen peringatan Tumpek Klurut atau Hari Kasih Sayang versi Bali, Sabtu (7/6/2025), Gubernur Bali Wayan Koster secara pribadi mentraktir ribuan cup kopi gratis kepada para pengunjung Jenar Kopi Kaliasem.

Aksi spontan Gubernur Koster ini disambut antusias oleh para pengunjung. Salah satunya, Gede Pasek yang merupakan staf Kopi Jenar, turut menyampaikan rasa terima kasih dan doa bagi kesehatan Gubernur.

“Yang ingin disampaikan, terima kasih Pak Koster sudah menjalankan promo hari ini, semoga sehat selalu untuk Pak Koster. Ini pertama kali berlangsung di Kopi Jenar,” kata Gede Pasek.

Ia menambahkan, promo traktiran kopi dari Gubernur memberikan dampak yang sangat positif terhadap kunjungan. Sejak pagi hingga sore, pengunjung terus berdatangan dan memesan menu kopi serta kudapan.

“Pengunjung ramai pesan kopi susu. Per orang pesan kopi dan snack. Kurang lebih sudah habis 500 cup,” ujarnya pada Sabtu sore. Disebutkan, promo ini berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Gubernur Koster dalam pernyataannya menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang secara pribadi kepada masyarakat. Sebanyak 1.000 cup kopi telah disediakan khusus untuk pengunjung Kopi Jenar.

Alasan pemilihan tempat tersebut menurutnya karena memiliki kedekatan dengan anak-anak muda, serta nuansa kopi yang identik dengan budaya lokal seperti kopi arak.

“Ini tempat (Jenar Kopi) kumpulnya anak muda. Yang doyan sama kopi kan jodoh sama kopi Arak,” katanya.

Meskipun memiliki agenda yang padat, Koster terlihat santai dan membaur dengan para pengunjung. Ia duduk bersama generasi muda—mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja—untuk berbincang, bertukar cerita dan menyerap aspirasi.

Ia juga memberi motivasi kepada mereka agar terus giat belajar dan bekerja guna mencetak SDM Bali yang berkualitas.

“Saat obrol, tyang tanya suka ke sini jam berapa dan pesan apa saja. Saya juga ceritakan hari ini adalah hari kasih sayang Bali Tumpek Krulut, untuk itu saya traktir kopi,” tutur Gubernur dua periode ini.

“Pesan untuk anak-anak muda, supaya dia tekun, rajin belajar, kalau kerja rajin bekerja akan menjadi sumber daya manusia unggul,” tambahnya. (rls)

Pernyataan Perbekel Baturiti Dinilai Langgar Netralitas, Gerindra Tabanan Akan Tempuh Jalur Hukum

Ketua DPD Gerindra Bali De Gadjah (kiri) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan (kanan)
Ketua DPD Gerindra Bali De Gadjah (kiri) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan (kanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan, sangat menyayangkan pernyataan Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, I Made Suryana, yang dinilai tidak mencerminkan sikap netral sebagai seorang kepala desa.

Pernyataan Made Suryana yang dipersoalkan adalah penolakannya untuk menandatangani proposal pengajuan bantuan apabila terdapat label Partai Gerindra. Ucapan tersebut menjadi sorotan publik setelah Calon Gubernur Bali Pilkada 2024, Made Mulyawan Arya alias De Gadjah, mengunggah video melalui akun media sosialnya, @de_gadjah, pada Jumat (6/6/2025) lalu.

“Saya sangat menyayangkan karena Pak Perbekel (Baturiti) tidak paham demokrasi. Pilkada sudah selesai. Siapa pun boleh memberikan bantuan sosial, apalagi ini berasal dari pemerintah pusat jadi tidak ada embel-embel partai manapun,” ujarnya, Minggu (8/6/2025).

Pria yang akrab disapa Wawan itu menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum atas sikap Perbekel Baturiti yang dianggap telah melanggar netralitas dan melakukan intimidasi terhadap kader Gerindra. Ia juga berharap tindakan tersebut mendapat sanksi tegas dari pihak berwenang agar memberikan efek jera dan tidak terulang kembali.

“Saya berharap pihak kepolisian bertindak karena ada unsur pelanggaran hukum. Kami juga akan melaporkan kejadian ini karena termasuk bentuk intimidasi terhadap kader kami,” tegas Juliastrawan.

Selain itu, ia meminta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memberikan pembinaan kepada Made Suryana serta para perbekel lainnya di Kabupaten Tabanan, agar memahami tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus menjaga prinsip netralitas sebagai pejabat desa. “Agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi perbekel,” sambungnya.

Lebih lanjut, Wawan menyebut pernyataan Made Suryana tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin, terlebih dalam situasi pascapemilu yang kini telah kondusif.

“Menurut saya, baik secara pribadi maupun sebagai ketua partai, pernyataan itu sangat tidak pantas. Proses politik sudah selesai dan kami sudah legowo menerima hasilnya,” katanya.

Ia menilai tindakan Made Suryana sebagai bentuk intimidasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa telah beberapa kali terjadi di wilayah Tabanan.

“Sekarang ini semua pihak, termasuk partai yang kalah dalam kontestasi politik, bekerja sama membangun Kabupaten Tabanan tanpa mengkotak-kotakkan masyarakat,” imbuhnya. (ana)

Tahanan Kasus Pencabulan Anak Tewas Dikeroyok di Sel, Polisi Tetapkan Enam Tersangka

Ilustrasi tahanan.
Ilustrasi tahanan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kasus kematian seorang tahanan dengan inisial AI (35), yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan anak di bawah umur, mengalami perkembangan signifikan. Enam tahanan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berujung pada kematian AI di Rumah Tahanan Polresta Denpasar.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy menerangkan bahwa penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar telah menahan enam dari tujuh tahanan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Mereka dijerat dengan  Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama. Para tersangka, DMWK, GARP, IKS, KAJ/B, PPM/TL, yang semuanya memiliki latar belakang kasus narkoba, serta ADS yang terlibat dalam kasus pengeroyokan sebelumnya, masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik tindakan kekerasan tersebut.

“Pemeriksaan mendalam sedang dilakukan untuk memastikan semua informasi terverifikasi dengan baik,” ujar Ariasandy.

Selain tahanan, tiga anggota polisi yang bertugas saat kejadian juga sedang diselidiki karena diduga tidak menjaga situasi dengan baik di dalam sel tahanan. Bripka ADP dari Satuan Tahti, serta Bripda IPDAP dan Bripda IDPS dari Anggota Samapta, saat ini dalam penempatan khusus (Patsus) selama 30 hari atas kelalaian dalam pengawasan yang diberikan.

Kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian AI terjadi pada Rabu (4/6) sekitar pukul 20.30 Wita. AI ditemukan tak sadarkan diri di dalam sel setelah seorang tahanan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Meskipun segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Trijata Polda Bali, nyawa AI tidak dapat diselamatkan. (MAH)

Sidak Duktang di Kecamatan Marga, Sasar Rumah Kos hingga Bedeng Proyek

Sidak Penduduk Pendatang di Kecamatan Marga
Sidak Penduduk Pendatang di Kecamatan Marga pada Sabtu (7/6/2025) malam. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kecamatan Marga bersama Pemerintah Desa Marga, Polsek Marga, serta Prajuru Desa Adat Marga melaksanakan kegiatan Sidak Penduduk Pendatang pada Sabtu (7/6/2025) malam.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keteraturan administrasi kependudukan di wilayah Desa Marga.

Sidak ini juga melibatkan Pecalang Desa Adat Marga serta Linmas Desa Marga, yang mendampingi jalannya pemeriksaan di lapangan.

Adapun sasaran kegiatan sidak kali ini meliputi toko-toko yang beroperasi selama 24 jam, rumah sewa atau tempat kos yang tersebar di tiga banjar yakni Banjar Tembau, Banjar Lebah, dan Banjar Beng, serta bedeng lokasi proyek bangunan yang memperkerjakan buruh harian atau pekerja non penduduk tetap dari luar wilayah Desa Marga.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap penduduk pendatang yang tinggal atau bekerja telah tercatat secara resmi dan memiliki dokumen identitas yang sah.

Camat Marga I Gede Nengah Sugiarta menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah. “Kegiatan ini adalah upaya konkret untuk menjaga Desa Marga tetap aman dan tertib. Tertib administrasi kependudukan merupakan fondasi bagi keamanan sosial. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat bekerja secara efektif dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung Visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani,” ujarnya.

Hasil dari sidak menunjukkan bahwa seluruh penduduk pendatang yang diperiksa memiliki identitas kependudukan yang lengkap dan sah. Tidak ditemukan adanya pelanggaran administratif dalam kegiatan tersebut.

Meskipun demikian, Pemerintah Kecamatan Marga tetap mengimbau kepada seluruh penduduk pendatang, baik yang baru datang maupun yang telah lama tinggal di wilayah Kecamatan Marga, untuk segera melaporkan diri kepada aparat desa setempat dan memastikan seluruh dokumen kependudukan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (ana)

Sudah Hilang 3 Hari, I Made Rerod Tak Kunjung Ditemukan

Tim SAR bersama warga melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Desa Seraya, Karangasem, untuk mencari kakek yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.
Tim SAR bersama warga melakukan penyisiran di kawasan perbukitan Desa Seraya, Karangasem, untuk mencari kakek yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.

KARANGASEM, BALINEWS.ID — Seorang kakek bernama I Made Rerod (75), warga Banjar Ganggang, Desa Seraya, Karangasem, dilaporkan hilang sejak Kamis pagi, 5 Juni 2025. Hingga Sabtu (7/6), upaya pencarian yang melibatkan tim SAR, aparat desa, dan warga belum membuahkan hasil.

Menurut keterangan keluarga, Made Rerod meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WITA. Ia sempat terlihat terakhir kali sekitar pukul 15.00 WITA di kawasan Banjar Kayu Wit, wilayah perbukitan yang terpencil dan jarang dilalui warga.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera menurunkan lima personel dari Pos SAR Karangasem. Mereka bergabung dengan warga dan aparat desa untuk melakukan penyisiran, dimulai dari lokasi terakhir korban terpantau.

“Kami langsung menurunkan tim setelah menerima laporan resmi dari keluarga. Sebelumnya, warga dan kerabat sudah berupaya mencari, namun belum membuahkan hasil,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Dari keterangan warga, Made Rerod dikenal sering berjalan kaki berkeliling desa. Namun kali ini, diduga ia berjalan lebih jauh hingga melintasi batas desa dan memasuki wilayah perbukitan yang cukup terjal.

Tim SAR menyisir jalur-jalur kecil, semak belukar, hingga lereng-lereng bukit. Namun hingga hari ketiga pencarian, belum ada tanda-tanda keberadaan sang kakek. Minimnya petunjuk dan beratnya medan menjadi tantangan besar dalam pencarian ini.

“Pencarian akan dilanjutkan besok dengan memperluas area pencarian,” kata Sidakarya.

Pihak keluarga sangat berharap bantuan masyarakat. Siapa pun yang mungkin melihat atau mengetahui keberadaan Made Rerod diminta segera melapor ke pihak berwenang. Semangat gotong royong terus dikobarkan, dengan harapan sang kakek bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sopir Ngantuk, Truk Muatan Kayu Hantam Truk Tangki Pertalite Jalur Denpasar Gilimanuk

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025).
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan truk terjadi di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, termasuk wilayah Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (6/6/2025) sore sekitar pukul 15.40 Wita.

Dua truk yang terlibat dalam kecelakaan yakni truk Isuzu AD 9639 HG bermuatan kayu dengan truk tronton tangki DK 8348 HD yang mengangkut bahan bakar jenis pertalite sebanyak 8.000 liter.

Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana mengatakan, kecelakaan diduga terjadi akibat sopir truk Isuzu yang mengantuk sehingga kendaraannya oleng ke kanan dan menabrak bagian depan samping kanan truk tangki yang datang dari arah berlawanan.

Saat itu, truk Isuzu datang dari arah barat menuju timur. Saat melintasi jalan lurus dan datar, diduga sopir mengantuk dan kendaraan oleng ke kanan.

“Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk tangki pengangkut BBM hingga terjadi benturan di sisi selatan badan jalan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua truk mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan pengemudi truk Isuzu, Aris Setyoko (35), asal Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami retak pada lutut kiri dan sempat mendapat perawatan di RSUD Tabanan.

Sedangkan pengemudi truk tangki, I Kadek Ngurah Jawantara (30), warga Karangasem, dalam keadaan selamat.

“Kedua sopir selamat, hanya sopir truk Isuzu mengalami luka retak pada bagian kaki dan sudah mendapatkan perawatan,” tegas Artadana.

Selain itu, kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.  Petugas dari Polsek dan Satlantas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan pada pukul 15.50 Wita.

“Arus lalu lintas saat kejadian cukup padat dan evakuasi kendaraan menggunakan mobil derek yang tuntas dilakukan pada Sabtu pagi ini,” imbuh Artanda. (ana)

Makna Tumpek Krulut, Hari Valentine Versi Umat Hindu Bali

Ilustrasi peringatan Hari Tumpek Krulut bagi Umat Hindu di Bali.
Ilustrasi peringatan Hari Tumpek Krulut bagi Umat Hindu di Bali.

PANTAUBALI.COM – Setiap Sabtu Kliwon wuku Krulut, umat Hindu di Bali memperingati hari suci Tumpek Krulut. Selain hari suci yang biasanya diperingati dengan menghaturkan banten, hari ini juga sering disebut sebagai bentuk perayaan kasih sayang khas masyarakat Bali.

Berbeda dengan Hari Valentine yang identik dengan kegiatan romantis bersama pasangan, Tumpek Krulut mengajarkan cinta yang lebih universal, yaitu mencintai seluruh alam beserta isinya.

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA, dosen dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, menjelaskan bahwa istilah “krulut” berasal dari kata “lulut” yang berarti kasih atau cinta (tresna). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika upacara ini sering disebut sebagai versi lokal dari Hari Valentine.

Dalam pelaksanaannya, unsur suara memegang peranan penting. Suara, sebagai alat komunikasi utama antarmanusia, mengingatkan kita akan pentingnya saling memahami dan menghormati satu sama lain. Oleh sebab itu, perayaan Tumpek Krulut sering dijadikan momen refleksi untuk lebih menghargai sesama.

Secara spiritual, umat Hindu Bali mempersembahkan upacara ini kepada Dewa Iswara, yang dalam kepercayaan mereka dimanifestasikan melalui gamelan. Rangkaian prosesi biasanya diawali dengan penyucian alat gamelan menggunakan air suci guna membersihkan energi negatif yang mungkin melekat. Setelah itu, masyarakat mempersembahkan sesajen sebagai simbol penghormatan kepada Dewa Iswara.

Jenis-jenis sesajen yang dipersembahkan cukup beragam, antara lain ketupat, ajuman, tigasan, pengambean, dan peras.  Persembahan ini biasanya diletakkan di sekitar alat musik gamelan, dengan harapan agar bunyi yang dihasilkan tetap indah dan harmonis.

Yang tak kalah penting dari seluruh rangkaian upacara ini adalah ketulusan dalam menjalankannya. Sebab, ketulusan hati saat melaksanakan ritual dan memberikan persembahan merupakan wujud nyata dari rasa kasih sayang yang dimiliki oleh umat manusia. (ana)

Tahanan di Rutan Bangli Bundir di Kamar Mandi, Begini Kronologinya

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi Rutan Bangli, lokasi ditemukannya warga binaan yang tewas gantung diri.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi Rutan Bangli, lokasi ditemukannya warga binaan yang tewas gantung diri.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Suasana perayaan Iduladha di Rumah Tahanan (Rutan) Bangli yang semula khidmat dan penuh semangat kebersamaan mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang warga binaan bernama I Kadek Setiawan (22), asal Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di kamar mandi, Jumat (6/6/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat para tahanan sedang sibuk mengikuti kegiatan memasak sate sebagai bagian dari perayaan Iduladha. Namun, Kadek tak terlihat dalam kegiatan tersebut. Ia memilih tetap di dalam kamar dengan alasan sakit.

Menurut keterangan teman sekamarnya, sejak pagi korban memang terlihat berbeda dari biasanya. Saat diajak sarapan, ia menolak dengan nada lemah. “Maaf, saya sakit perut,” ujar rekannya menirukan ucapan korban.

Temannya kemudian meninggalkan kamar untuk bergabung dengan kegiatan di lapangan. Namun beberapa waktu kemudian, ia kembali untuk mengambil kursi dan sempat memanggil Kadek dari luar kamar mandi. Tak ada jawaban. Kecurigaan muncul. Ia pun membuka tirai kamar mandi dan seketika terpaku, Kadek sudah dalam keadaan tak bernyawa dan tergantung.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke petugas Rutan, yang segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tim dari Polres Bangli pun turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), melibatkan Unit Identifikasi dan sejumlah petugas gabungan.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Gusti Ngurah Jaya Winangun, didampingi Kasi Humas AKP Wayan Sarta, membenarkan peristiwa tersebut. “Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya karena tekanan persoalan keluarga yang cukup berat,” ujarnya.

Jenazah Kadek kemudian dibawa ke RSU Bangli untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, tim gabungan dari Resmob Polres Bangli, Unit Reskrim Polsek Bangli, dan Tim Inafis masih melakukan penyelidikan lanjutan. Sejumlah saksi, termasuk petugas jaga dan rekan korban, telah dimintai keterangan guna mengungkap lebih jauh latar belakang tragedi ini (MAH)

Malam Ini, Lolot-Bagus Wirata Tampil di Ardha Candra Rayakan Tumpek Krulut

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Panggung Terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali bersiap menyambut ribuan penonton malam ini, Sabtu (7/6/2025), dalam perayaan Tumpek Krulut. Deretan musisi ternama Pulau Dewata seperti Lolot, Bagus Wirata, Jun Bintang & Lebry Partami, hingga Gus Yudi dijadwalkan tampil dalam konser spesial bertema cinta dan harmoni khas Bali.

Gelaran ini bukan sekadar pertunjukan musik. Tumpek Krulut, yang jatuh setiap Saniscara Kliwon wuku Pujut, diperingati sebagai hari untuk menyebarkan kasih sayang—baik kepada sesama manusia, lingkungan, maupun warisan seni budaya. Pemerintah Provinsi Bali mengemas momentum ini menjadi festival musik yang terbuka untuk umum dan gratis.

“Malam ini bukan sekadar hiburan. Ini tentang merayakan vibrasi cinta kasih yang menjadi napas budaya Bali,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha. Menurutnya, musik menjadi media yang ampuh untuk menyampaikan pesan-pesan luhur peninggalan leluhur.

Penampilan para musisi akan dibalut dalam suasana sakral dan hangat. Nama-nama besar seperti Yong Sagita, Adi Wisnu, Agus Veron, Bayu KW, D’go Vaspa, dan Kapiyot juga siap menghidupkan malam penuh makna tersebut.

Lebih dari sekadar tontonan, perayaan ini diharapkan bisa menjadi ruang temu lintas generasi, mempererat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Mari datang bersama keluarga, sahabat, atau pasangan, dan nikmati malam cinta kasih dalam nuansa Bali yang otentik,” ajak Arya Sugiartha.

Konser ini diprediksi menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar akhir pekan ini di Bali. Jadi, siapkan diri untuk larut dalam irama dan getaran kasih dari jantung budaya Pulau Dewata. (*)

Lomba Gerak Jalan Antar Gugus Pramuka Meriahkan Bulan Bung Karno 2025

Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.
Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memperingati Bulan Bung Karno Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Lomba Gerak Jalan antar Gugus Pramuka se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertempat di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan pada Sabtu (7/6/2025).

Sebanyak 38 kelompok dari berbagai gugus Pramuka di Kabupaten Tabanan beradu keahlian gerak jalan dalam kegiatan ini.

Masing-masing kelompok terdiri dari 22 orang, sehingga total 836 peserta terlibat dalam lomba gerak jalan yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusias.

Made Dirga mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Nilai-nilai Tri Sakti tetap relevan hingga saat ini. Gunakan kegiatan ini untuk mengasah kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia, I Putu Dian Setiawan menyampaikan, lomba ini mengangkat tema: “Prana Jagat Kerthi: Mahakarya Bung Karno, Simbol Keharmonisan Alam Semesta”.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali dan Peraturan Bupati Tabanan Nomor 25 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Kabupaten Tabanan.

Tujuannya ialah untuk meningkatkan semangat kedisiplinan generasi muda dengan menjadikan ajaran Bung Karno sebagai landasan.

Adapun rute lomba dimulai dari Kantor Bupati Tabanan, dilanjutkan dengan atraksi baris-berbaris dari masing-masing peserta, sebelum akhirnya menuju garis finis di Taman Bung Karno. Selama menuju Garis Finish, para peserta juga diwajibkan untuk menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan.

Salah satu peserta, Gusti Agung Ayu Adara Beryl Widyatna dari Gugus Depan 06.106 SMP Negeri 1 Tabanan, mengungkapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.

“Kegiatan ini sangat melatih kerja sama tim, kekompakan, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini saya yakini akan menjadi bagian penting dalam kehidupan saya ke depan, termasuk dalam menjaga budaya lokal,” tuturnya.

Sebagai peserta yang telah mengikuti lomba ini dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025), Adara berharap lomba seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun. “Ini adalah wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter kami sebagai generasi muda,” pungkasnya. (ana)