- Advertisement -
Beranda blog Halaman 187

Bupati Badung Teken SK Digital Pengangkatan 582 CPNS dan 4.915 PPPK

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan penandatanganan SK. pengangkatan CPNS dan PPPK secara elektronik di Ruangan Kerja Bupati, Puspem Badung, Rabu (21/5).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan penandatanganan SK. pengangkatan CPNS dan PPPK secara elektronik di Ruangan Kerja Bupati, Puspem Badung, Rabu (21/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara elektronik, Rabu (21/5/2025).

Penandatanganan dilakukan di Ruang Kerja Bupati, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, dan dihadiri oleh Kepala BKPSDM Badung I Gede Wijaya beserta jajaran.

Sebanyak 582 CPNS dan 4.915 PPPK gelombang I secara resmi telah menerima SK pengangkatan secara digital. Penandatanganan secara elektronik ini menjadi langkah efisien dan simbol komitmen Pemkab Badung dalam memberikan kepastian status kepada para aparatur yang telah lulus seleksi.

“Saya selaku Bupati Badung menunjukkan komitmen untuk segera memberikan SK kepada para pegawai yang akan diangkat menjadi PPPK gelombang I. Dengan menandatangani secara digital, saya cukup menandatangani satu SK, dan secara otomatis seluruh SK lainnya juga turut terverifikasi secara sah,” jelas Adi Arnawa.

Ia juga mengonfirmasi bahwa SK untuk CPNS telah ditandatangani bersamaan. Terkait pengangkatan PPPK gelombang II yang berjumlah lebih dari 1.700 orang, Adi Arnawa menyebutkan bahwa prosesnya sedang berjalan.

“Saat ini gelombang II sudah melalui tahapan tes. Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya bisa segera diketahui dan seluruh calon PPPK di Kabupaten Badung bisa menerima SK sebagaimana yang diharapkan,” ujarnya.

Bupati berharap penyerahan SK PPPK gelombang I dapat dilakukan secepatnya. “Mudah-mudahan hari Senin nanti SK-nya sudah bisa kami serahkan,” pungkasnya. (ana)

Skema KPBU Revitalisasi Pasar Umum Tabanan Tak Pasti, Pemkab Siapkan Rencana Lain

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hingga pertengahan tahun 2025, rencana revitalisasi Pasar Umum Tabanan yang dilakukan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) belum ada kepastian. Padahal, tahapan konsultasi publik dengan para pedagang dan masyarakat sekitar sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, proyek strategis ini tidak akan dihentikan. Namun, ia menyebut, proses realisasi mengalami perlambatan karena terganjal kewenangan di pemerintah pusat.

“Proyek ini tetap jalan. Namun, sepertinya baru bisa terealisasi tahun depan,” ujar Bupati Sanjaya saat menghadiri rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan RPJMD di DPRD Tabanan, Senin (19/5/2025).

Ia menjelaskan, skema KPBU merupakan ranah pemerintah pusat, maka daerah hanya bisa menunggu proses yang berjalan di tingkat nasional. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif apabila KPBU batal terlaksana.

“Kalau nanti KPBU tidak bisa karena efisiensi anggaran atau kendala lain, kami akan carikan solusi lain. Revitalisasi tetap harus berjalan, karena kondisi pasar saat ini sudah tidak layak. Kebocoran saat hujan, potensi kebakaran, dan ketidaknyamanan pedagang menjadi alasan utama,” tegasnya.

Ia memastikan Pemkab Tabanan telah menyiapkan rencana cadangan atau Plan B untuk merealisasikan proyek tersebut dengan skema pembiayaan alternatif. “Kita siapkan planing B jika hal terburuk nantinya proyek dengan KBPU tidak jadi,” tegas Sanjaya.

Untuk diketahui, revitalisasi Pasar Tabanan yang akan dinamai Pasar Gadarata Singasana ini sebelumnya telah melewati tahap konsultasi publik pada akhir tahun 2023 lalu. Sekitar 200 peserta yang terdiri dari pedagang dan masyarakat turut memberikan masukan terhadap rencana desain pasar baru.

Konsultasi publik ini bertujuan untuk menyempurnakan rancangan pembangunan agar selaras dengan kebutuhan warga. Hasil konsultasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan desain akhir dan kemudian ditindaklanjuti ke tahap market sounding atau penjajakan minat investor.

Menurut rencana, pasar akan dibagi menjadi dua bangunan utama: pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional akan memiliki lima lantai dengan akses utama dari timur laut, sementara pasar modern terdiri dari empat lantai yang menghadap ke Jalan Gajah Mada, dilengkapi dengan rooftop multifungsi yang mencakup panggung seni budaya, restoran, toko oleh-oleh, hingga area bermain anak.

Salah satu fasilitas menarik dari proyek ini adalah rencana pembangunan bioskop di dalam kawasan pasar.  Dengan berbagai konsep inovatif tersebut, revitalisasi Pasar Gudarata Singasana diyakini akan menjadi ikon baru pusat ekonomi rakyat di Tabanan. Namun untuk mewujudkannya, pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu sambil menyiapkan langkah alternatif jika KPBU gagal terlaksana. (ana)

DPRD Tabanan Minta Pelaksanaan SPMB 2025/2026 Adil dan Tak Ada Pungli

Rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, pada Selasa (20/5/2025).
Rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, pada Selasa (20/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan menegaskan pentingnya pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 yang adil, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) maupun manipulasi data. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, Selasa (20/5/2025).

Ketua Komisi IV I Gusti Komang Wastana menekankan, prinsip keadilan dan pemerataan akses pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan SPMB. “Jangan sampai ada manipulasi data atau monopoli dalam proses penerimaan murid baru. Jalur domisili harus disosialisasikan di setiap aspek dan panitia harus tegas,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sistem pendataan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Dapodik harus dirancang secara sistematis dan matang agar tidak terulang kesalahan pendataan dan kelebihan kuota seperti tahun lalu,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar tidak ada satu pun siswa yang tertinggal dari proses penerimaan. “Harapan kami, semua siswa yang lulus bisa diterima di sekolah sesuai domisili dan ketentuan yang berlaku. Pendidikan adalah hak semua anak bangsa, dan harus dijamin pelaksanaannya,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama memastikan, mekanisme SPMB telah disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2025 dan ditindaklanjuti melalui peraturan bupati serta petunjuk teknis. Ia juga menyampaikan bahwa data penerimaan sudah dikunci satu bulan sebelum pelaksanaan untuk menghindari manipulasi.

“Data peserta didik kami pastikan valid melalui kerja sama dengan Disdukcapil dan instansi terkait. Termasuk verifikasi KK luar daerah dan e-ijazah yang berpotensi tidak sinkron dengan data asli keluarga. Semua sudah kami siapkan agar pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan tertib dan tepat sasaran,” terang Kadisdik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwira, juga menegaskan komitmennya dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB agar tidak terjadi praktik pungli. “Yang paling penting adalah tidak adanya pungli selama proses pendaftaran. Ini untuk menjaga marwah dunia pendidikan dan nama baik pemerintah daerah,” katanya. (ana)

Komisi IV dan Disdik Tabanan Raker Pelaksanaan SPMB 2025/2026

Rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, pada Selasa (20/5/2025).
Rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, pada Selasa (20/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan menggelar rapat kerja (raker) bersama Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan, pada Selasa (20/5/2025). Raker ini membahas persiapan dan mekanisme pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana. Ia menjelaskan, rapat kerja ini penting dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab DPRD dalam memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.

Untuk itu pihaknya ingin mendapatkan penjelasan dari Dinas Pendidikan terkait persiapan pelaksanaan SPMB tahun ini di Kabupaten Tabanan.

“Sesuai amanat Kemendikbud Nomor 3 Tahun 2025 terkait SPMB untuk tahun 2025 ini, kita bisa memberikan pelayanan terbaik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa oleh murid di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyampaikan, pelaksanaan SPMB 2025 mengacu pada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2025, yang menggantikan aturan sebelumnya. “Kami sudah menyusun dan menyosialisasikan juknis penerimaan murid untuk jenjang TK, SD, dan SMP, termasuk pemetaan domisili dan daya tampung,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, terkait jalur penerimaan murid baru pada tingkat SMP, ditetapkan kuota 50 persen jalur domisili, 20 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan sisanya melalui prestasi akademik dan non-akademik.

“Data peserta didik kami pastikan tervalidasi melalui kerja sama dengan Disdukcapil dan pihak terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan, I Wayan Suwira, menambahkan bahwa pihaknya turut melakukan pengawasan dan pemantauan agar pelaksanaan SPMB tahun 2025/2026 berjalan baik.

“Kami mendukung mekanisme yang sudah disusun dan berharap tidak terjadi praktik pungli, agar marwah pendidikan dan nama baik pemerintah tetap terjaga,” tegasnya. (ana)

Curi Motor di Renon, Dua ABK Ditangkap di Pelabuhan Benoa saat akan Melaut

Dua pelaku pencurian motor di kawasan Renon, Denpasar Timur diringkus polisi.
Dua pelaku pencurian motor di kawasan Renon, Denpasar Timur diringkus polisi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dua pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diringkus polisi saat hendak berangkat melaut dari Pelabuhan Benoa, Denpasar. Mereka ditangkap lantaran mencuri sepeda motor di kawasan Renon, Denpasar Timur.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur bersama tim dari Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, Senin (19/5/2025). Kedua pelaku bernama Ferdianus Holo (22) dan Agustinus Lota Bomo (22). Mereka sempat mengganti plat nomor sepeda motor curian dan membuat kunci duplikat untuk mengelabui petugas.

“Pelaku diamankan saat sedang duduk bersama rekan-rekannya yang hendak berangkat melaut. Setelah dicek, mereka tidak bisa menunjukkan surat kendaraan yang sah. Akhirnya diamankan bersama barang bukti,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Rabu (21/5/2025).

Adapun penangkapan kedua pelaku berawal dari kasus pencurian motor yang terjadi pada Senin (12/5/2025) sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, sepeda motor Honda Beat milik seorang perempuan bernama Ni Kadek Ayu Sri Rina Andayani diparkir oleh anaknya di trotoar timur Lapangan Bajra Sandhi, Renon, untuk berolahraga.

“Anak korban memarkir motor dalam keadaan terkunci stang dan membawa kuncinya. Namun setelah selesai olahraga, motor tersebut sudah hilang,” jelas AKP Sukadi.

Korban lalu melapor ke Polsek Denpasar Timur. Tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim AKP I Made Sena, bersama Panit Opsnal IPTU I Nyoman Padu, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil melacak keberadaan pelaku.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit Honda Beat warna putih hitam tahun 2024, dan dua kunci palsu yang digunakan untuk menjalankan kendaraan. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Adapun dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku mencuri motor tersebut dengan mencabut kabel dan mendorong kendaraan keluar dari lokasi. Setelah berhasil, mereka membuat kunci duplikat di wilayah Kuta.

“Pelaku juga mengganti nomor polisi dari DK 2559 AET menjadi DK 3971 AEN dan membuang plat asli di daerah Sesetan. Motor itu rencananya digunakan sendiri oleh pelaku,” tambah Sukadi.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (ana)

Biodata Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Karena Stroke

Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa (20/5/2025).
Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa (20/5/2025). (foto:Narasi)

PANTAUBALI.COM – Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa (20/5/2025) kemarin.

Ibrahim tutup usia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur, pada pukul 14.29 WIB. Ia wafat setelah menderita stroke yang disertai dengan pendarahan otak. Kabar kepergian Ibrahim pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi Narasi.

Riwayat Pendidikan dan Karier Ibrahim Assegaf

Ibrahim dikenal sebagai pengacara senior sekaligus figur penting di balik media Narasi merupakan pria kelahiran Solo pada 1971. Ibrahim menempuh pendidikan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1997.

Ia kemudian menjadi peneliti tamu di Program Studi Hukum Asia Timur, Harvard Law School, pada periode 2002–2003. Pada 2009, ia melanjutkan studi S2 (LLM) di University of Melbourne melalui program beasiswa Australian Development Scholarship.

Kariernya di bidang hukum begitu cemerlang. Sejak 2009, Ibrahim menjabat sebagai managing partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP).

Ia juga merupakan salah satu pendiri media hukum hukumonline.com, dan menjabat sebagai Direktur di PT Justika Siar Publik. Tak hanya itu, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama di Narasi, perusahaan media yang didirikan istrinya, Najwa Shihab.

Di dunia hukum, Ibrahim dikenal atas keahliannya dalam sektor perbankan, pembiayaan, restrukturisasi bisnis dan utang, serta proyek infrastruktur.

Reputasinya diakui secara internasional, dengan berbagai penghargaan dari lembaga bergengsi seperti Chambers and Partners Asia Pacific yang menobatkannya sebagai “Band 3 in Banking and Finance” pada 2017–2018.

Ia juga dinobatkan sebagai “Highly Regarded” dan “Leading Lawyer” oleh Legal500 Asia Pacific dan IFLR 1000 antara tahun 2016 hingga 2018.

Ibrahim menikah di usia muda dengan Najwa Shihab. Dari pernikahanya, mereka dikaruniai dua anak yakni Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf. Sayangnya, Namiyah meninggal dunia beberapa jam setelah lahir pada 15 Desember 2011. (ana)

Dinas LH Segera Selesaikan Pembayaran Tenaga Kebersihan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan sudah melakukan pembayaran pada sebagian 304 tenaga kebersihan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan pada minggu ini proses pembayarannya. “Minggu ini akan kami selesaikan,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Ia menyebutkan, tenaga harian lepas ini sudah dibayar sejak mulai terhitung bekerja pada April 2025. Sehingga pembayaran dilakukan pada 16 Mei 2025. “Saya pastikan lagi, tenaga ini bukan ASN maupun kontrak. Ini tenaga harian lepas,” ujarnya.

Ekayana mengatakan, permasalah itu muncul karena masalah perubahan sistem. “Sebelumnya tenaga non-ASN, non-kontrak yang tidak bisa masuk akan bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga menjadi tenaga outsourcing,” terangnya.

Dijelaskannya, dalan proses berpindah ke model outsourcing ini perlu proses sebab ada sejumlah persyaratan yang harus dilalui. Harus daftar dulu ke dokumen pengguna anggaran, penyesuaian di E-katalog dengan pihak ketiga hingga adanya rekrutmen tenaga oleh pihak ketiga.

“Ini yang memerlukan waktu dan proses. Namun pada intinya sebagain hak sudah dibayarkan. Yang lainnya menyusul karena ada kendala di proses administrasi,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan I Gede Susila menyatakan pihaknya tidak tinggal diam. Ia menegaskan, Pemkab Tabanan akan mendorong percepatan proses pengalihan sistem tenaga kerja ke outsourcing termasuk pembayaran gaji sehingga tidak tersendat.

“Kami memahami betul pentingnya peran mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, kami akan percepat proses administratif dan koordinasi dengan pihak ketiga agar mereka segera mendapatkan kepastian dan hak-haknya terpenuhi secara tuntas,” tegas Sekda.

Pemkab Tabanan pun berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan, agar semangat menuju Bali Bersih Sampah 2025 dapat dijalankan secara optimal, dengan dukungan penuh dari para petugas kebersihan sebagai garda terdepan. “Akan segera kami koordinasikan dengan Kadis LH, jangan sampai hal ini berlarut-larut,” ujarnya. (ana) 

Program Bimbel Bahasa Inggris Gratis di 62 Desa/Kelurahan Badung Resmi Diluncurkan

Bupati Wayan Adi Arnawa secara resmi meluncurkan Program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Untuk Masyarakat di Balai Banjar Karang Dalem II, Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Selasa (20/5).
Bupati Wayan Adi Arnawa secara resmi meluncurkan Program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Untuk Masyarakat di Balai Banjar Karang Dalem II, Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Selasa (20/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung resmi meluncurkan Program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Inggris gratis untuk masyarakat.

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, pada Selasa (20/5/2025) di Balai Banjar Karang Dalem II, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal.

Program ini melibatkan seluruh 62 desa dan kelurahan se-Kabupaten Badung. Menargetkan anak-anak dan generasi muda, program ini diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Badung agar lebih siap bersaing di tingkat global.

“Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Program ini bukan untuk menggeser bahasa daerah, tetapi untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing secara internasional,” ujar Bupati Adi Arnawa dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dalam menghadapi tantangan global, terutama bagi daerah pariwisata seperti Badung yang memiliki banyak interaksi dengan wisatawan asing. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa pelestarian bahasa dan budaya Bali tetap menjadi prioritas.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada OPD, DPRD Badung, serta para lurah dan perbekel yang telah mendukung kelancaran program ini.

Ia juga menyampaikan optimismenya jika program ini dijalankan secara konsisten, akan lahir generasi muda Badung yang berwawasan internasional dan memiliki daya saing tinggi.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Badung dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal. (rls)

Sempat Nunggak Tiga Bulan, DLH Klaim Sebagian Honor Tenaga Kebersihan Sudah Dibayar

Petugas kebersihan DLHK Tabanan saat membersihkan sampah di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk.
Petugas kebersihan DLHK Tabanan saat membersihkan sampah di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pencairan honor ratusan petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan akhirnya mendapat titik terang. Sebelumnya, pembayaran honor mereka yang sempat tertunda selama tiga bulan terakhir.

Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayana, menyatakan, proses pencairan honor untuk para petugas kebersihan masih berlangsung. Beberapa di antaranya, menurutnya, sudah mulai menerima pembayaran.

“Sebagian sudah dibayar. Sudah ada yang cair (uangnya). Sekarang masih proses. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/5/2025).

Meski demikian, Ekayana tidak dapat merinci berapa jumlah tenaga kebersihan yang sudah menerima gaji dan berapa yang masih menunggu pencairan. “Saya sedang ada tugas di luar daerah, jadi tidak bawa data,” ucapnya.

Sebelumnya, diketahui sebanyak 304 petugas kebersihan yang terdiri dari penyapu jalan, petugas taman, petugas kebersihan pasar, pengelola TPS3R, hingga pekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), belum menerima upah kerja mereka sejak bulan Maret 2025.

Penundaan pembayaran gaji tersebut sempat menuai sorotan publik, mengingat para petugas ini menjalankan pekerjaan vital dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kabupaten Tabanan.

Ekayana menegaskan, persoalan pembayaran upah para petugas kebersihan ini timbul karena mereka tidak terdata di data base BKN. Artinya mereka tidak terdata di BKN. Karena hal itu pihaknya mencarikan solusi dengan petugas kebersihan menjadi tenaga outsourcing.

Namun, proses tenaga outsoursing ini membutuhkan proses. Bahkan proses dalam penggajian mereka melalui APBD yang harus digeser. Setelah pergeseran APBD butuh proses selanjutnya menentukan pihak ketiga.

“Perubahan sistem inilah yang membutuhkan waktu sehingga membuat terhambat proses penerimaan upah petugas kebersihan Tabanan,” imbuhnya. (ana)

Profil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Lengkap dari Pendidikan, Karier hingga Pernyataan Kontroversinya

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.

PANTAUBALI.COM – Budi Gunadi Sadikin merupakan sosok yang tidak asing lagi di dunia kesehatan. Saat ini, ia merupakan Menteri Kesehatan di Kabinet Merah Putih yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabumingraka selama periode 2024-2029.

Namun, penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 23 Desember 2020 menjadi perhatian publik. Pasalnya, Budi bukan berasal dari latar belakang kedokteran, melainkan seorang profesional di bidang teknologi, keuangan, dan manajemen.

Ia menjadi menteri kesehatan pertama pada era Reformasi yang bukan dokter, dan hanya menteri kesehatan kedua sepanjang sejarah Indonesia yang bukan berlatar belakang kesehatan setelah Mananti Sitompul pada era awal kemerdekaan.

Lantas siapa sebenarnya sosok Budi Gunadi Sadikin ini? Budi Gunadi Sadikin lahir di Bogor, Jawa Barat pada 6 Mei 1964. Ia meraih gelar Sarjana Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1988. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan ekonomi di Washington University, Amerika Serikat, serta mendapatkan sertifikasi profesional di bidang keuangan, seperti Chartered Financial Consultant (ChFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU).

Perjalanan Karir

Budi Gunadi Sadikin memulai karier profesionalnya sebagai Information Technology Officer di IBM Asia Pasifik di Tokyo (1988–1994). Ia kemudian masuk ke sektor perbankan, dengan rekam jejak sebagai berikut:

  • PT Bank Bali Tbk (1994–1999): Menjabat berbagai posisi strategis, termasuk General Manager Electronic Banking dan Chief GM HR
  • ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia (1999–2004): Senior Vice President Consumer and Commercial Banking
  • Bank Danamon (2004–2006): Executive Vice President Consumer Banking
  • Bank Mandiri (2006–2016):
  • Direktur Micro and Retail Banking (2006–2013)
  • Direktur Utama (2013–2016)

Setelah dari perbankan, Budi mulai berkiprah di pemerintahan:

  • Staf Khusus Menteri BUMN (2016–2017)
  • Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (2017–2019)
  • Wakil Menteri BUMN I (2019–2020), mengoordinasikan klaster BUMN kesehatan, termasuk rumah sakit, Bio Farma, dan Kimia Farma
  • Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2020–sekarang)

Sebagai Wamen BUMN dan kemudian Menteri Kesehatan, Budi berperan besar dalam pengadaan alat PCR test dan vaksin COVID-19, distribusi vaksin nasional hingga digitalisasi sistem kesehatan nasional.

Pernyataan Kontroversial

Beberapa pernyataan Budi Gunadi Sadikin selama menjabat Menteri Kesehatan sempat menimbulkan kontroversi di masyarakat:

1. Ukuran Celana Jeans

Budi menyatakan bahwa ukuran celana pria sebaiknya di bawah 32 untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan jantung. Meski dimaksudkan sebagai indikator sederhana obesitas, pernyataan ini dianggap terlalu simplistik oleh sebagian kalangan.

2. Target Gaji Rp15 Juta

Ia menyebut bahwa masyarakat indonesia yang gajinya Rp15 juta per bulan lebih sehat dan pintar jika dibandingkan dengan mereka yang hanya mendapatkan gaji Rp5 juta per bulan. Dengan kata lain, Indonesia bisa menjadi negara maju jika pendapatan masyarakat rata-rata mencapai Rp15 juta per bulan. Pernyataan ini mengundang kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap realita ekonomi mayoritas rakyat.

3. Dokter Asing dan Reformasi Pendidikan Kedokteran

Budi mendorong masuknya dokter asing dan percepatan pendirian fakultas kedokteran baru untuk mengatasi kekurangan tenaga medis. Kebijakan ini ditentang oleh organisasi profesi yang menilai hal tersebut mengancam kualitas dan keberlanjutan tenaga kesehatan dalam negeri.

4. Stetoskop Tidak Ilmiah

Pernyataan bahwa diagnosis medis harus lebih berbasis alat modern daripada stetoskop menuai kritik tajam dari kalangan dokter, yang merasa diremehkan dan khawatir terhadap pendekatan yang terlalu teknokratis dalam pelayanan kesehatan.

Meskipun banyak pernyataan yang menuai kontroversi, Budi Gunadi Sadikin adalah sosok Menteri Kesehatan yang membawa pendekatan sistemik dan efisien ke sektor kesehatan. Meski bukan berasal dari latar belakang medis, ia telah memimpin Kementerian Kesehatan dengan visi reformasi besar, digitalisasi layanan, dan pembangunan sistem ketahanan kesehatan nasional. (ana)