- Advertisement -
Beranda blog Halaman 186

Dugaan Eksploitasi Anak, Komisi IV DPRD Tabanan Cek Panti Asuhan, Ini Hasilnya

Komisi IV DPRD Tabanan saat sidak ke salah satu yayasan yang ada di Kecamatan TAbanan, Rabu (25/6/2025).
Komisi IV DPRD Tabanan saat sidak ke salah satu yayasan yang ada di Kecamatan TAbanan, Rabu (25/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Anggota Komisi IV DPRD Tabanan mengunjungi salah satu yayasan panti asuhan terbesar ang ada di Kecamatan Tabanan, pada Rabu (25/6/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya aduan terkait dugaan eksploitasi anak asuh di salah satu panti asuhan di Kabupaten Tabanan.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana mengatakan, dalam pengecekan ini pihaknya masih minim mendaptkan informasi karena pemilik yayasan tidak berada di lokasi.

Namun, dalam menjalankan fungsi pengawasan, pihaknya akan menindak tegas panti-panti yang tidak memenuhi standar pelayanan.

“Kami turun untuk mengecek langsung apa yang menjadi berita viral di media sosial. Kami ingin memastikan seperti apa kondisi panti asuhan yang ada di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan standar pelayanan yang dijalankan oleh pihak yayasan.
Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan beberapa hal yang menjadi sorotan. Salah satunya adalah jumlah pengasuh yang tidak sebanding dengan jumlah anak asuh.

Jumlah anak asuh yang ada tercatat sebanyak 25 orang. Sedangkan bayi ada 11  dengan rincian delapan merupakan bayi asuh dan tiga lainnya titipan. Namun, pengasuh anak hanya tiga orang dan pengasuh bayi empat orang.

Selain itu, beberapa makanan di gudang yang sudah kedaluwarsa, hingga ijazah anak yang ditahan pihak panti.

Namun, temuan tersebut belum dapat langsung dikonfirmasi kepada pemilik yayasan karena yang bersangkutan sedang mengantar anak asuh berobat ke rumah sakit di wilayah Kota Denpasar.

“Karena pengurus yayasan tidak ada, kami belum bisa mendapatkan informasi pasti mengenai temuan-temuan kami tadi. Karyawan, baik pengasuh maupun bagian administrasi, juga masih baru, sehingga informasi yang kami peroleh belum lengkap,” jelas Wastana.

Ia menegaskan, hasil pengecekan ini akan dijadikan bahan pembahasan dalam rapat bersama Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, Dinas Sosial Provinsi Bali, serta KPAI dan lembaga terkait lainnya.

Hal ini dilakukan agar 19 panti asuhan yang ada di Kabupaten Tabanan benar-benar memiliki izin yang jelas dan standar pelayanan yang sesuai aturan.

“Segera akan kami lakukan rapat koordinasi. Tujuannya agar tidak terjadi studi kasus ataupun dugaan-dugaan kembali yang bisa mencoreng nama baik Kabupaten Tabanan, padahal pemerintah saat ini sedang semangat-semangatnya membangun,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk terkait perpanjangan izin operasional yayasan.

“Kalau memang nanti ditemukan pelanggaran berat, maka tentu perpanjangan izin akan kami tunda. Semua panti asuhan harus tegas, disiplin, dan tertib. Jangan sampai ada pelanggaran,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik yayasan ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon tekait temuan ini, tidak merespon hingga berita ini diterbitkan.  (ana)

Presiden Prabowo Tiba di Bali, Resmikan Proyek Strategis Kesehatan dan Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Hari pertama kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Pulau Dewata dimulai dengan agenda padat. Tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu siang (25/6), Prabowo langsung bergerak cepat meresmikan tiga proyek strategis nasional yang berfokus pada sektor kesehatan dan ekonomi.

Kedatangannya disambut langsung jajaran pimpinan daerah, mulai dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, hingga Ketua DPD Gerindra Bali. Protokol pengamanan tingkat tinggi pun diberlakukan, dikawal ketat oleh Komando Tugas Gabungan Terpadu Pengamanan (Kogasgabpad Pam) VVIP.

Tanpa banyak seremoni, Prabowo langsung menuju lokasi peresmian pertama di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah Sanglah, Denpasar. Setelah itu, ia melanjutkan agenda ke dua titik penting lainnya yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital, dua proyek yang dirancang untuk mendorong transformasi sektor ekonomi dan layanan publik di Bali.

“Ini bukan sekadar seremoni, ini awal dari langkah besar menuju pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujar salah satu pejabat daerah yang mendampingi Presiden.

Ketiga proyek tersebut digadang-gadang akan memperkuat infrastruktur layanan kesehatan Bali dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan, sejalan dengan visi besar pemerintahan baru yang mengusung pemerataan dan kemajuan.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra, memastikan seluruh agenda berjalan lancar. “Sinergi antarsatuan TNI-Polri menjadi kunci. Kami siaga penuh demi memastikan seluruh kegiatan Presiden berlangsung aman dan tertib,” tegasnya.

Kunjungan ini juga menjadi momen pertama pengamanan skala besar sejak pelantikan Prabowo sebagai Presiden pada Oktober lalu, sekaligus pembuktian kesiapan aparat dalam mendukung stabilitas pemerintahan ke depan. (ra)

Warga Resah, Kera Alas Kedaton Masuk ke Pemukiman

Kera di DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.
Kera di DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga di sekitar kawasan Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, mengeluhkan banyaknya kera liar yang masuk ke permukiman dan mengganggu.

Kera-kera tersebut bahkan dilaporkan merusak sejumlah atap rumah warga. Sayangnya, warga tidak berani mengusir kera-kera tersebut karena berprilaku galak dan menyerang ketika diusir.

Bendesa Adat Kukuh, I Gusti Ngurah Alit Wijaya, tak menampik jika kera dari kawasan Alas Kedaton sering masuk ke permukiman warga dan merusak barang-barang.

Ia menyebut, perilaku kera tersebut terjadi karena populasi kera di Alas Kedaton meningkat sedangkan pasokan makanan tidak mampu memenuhi seluruh kera yang kini populasinya diperkirakan mencapai 2.500 ekor.

“Hal ini terjadi karena populasi kera di Alas Kedaton terus meningkat. Mereka keluar dari habitat aslinya untuk mencari makan,” ujarnya, Selasa (25/6/2025).

Menurutnya, pihaknya di Desa Adat sebagai pengelola sudah berupaya menyediakan pakan bagi kera-kera tersebut, bahkan dengan anggaran mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Namun, lonjakan populasi menyebabkan sebagian kawanan tidak lagi tinggal di hutan, melainkan menetap di area parkir kawasan DTW Alas Kedaton, setra (kuburan) setempat, hingga pura di sekitar kawasan.

“Kami sudah mencoba berbagai upaya pengendalian. Salah satunya bekerja sama dengan tim dari Universitas Udayana untuk melakukan kastrasi pada kera jantan. Tapi biayanya sangat tinggi, mencapai Rp500 ribu per ekor,” ungkapnya.

Selain itu, pengelola juga telah melaporkan kondisi ini ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut. Upaya pengendalian kera secara upacara niskala, juga telah dilakukan agar kera tidak keluar dari kawasan Alas Kedaton.

“Warga memang mengeluh, tapi kami sebagai pengelola terbatas dalam bertindak, karena kami juga terbatas dengan kebutuhan kami di desa,” jelasnya.

Untuk saat ini sebagai upaya pengendalian, pihaknya pun telah mengimbau warga untuk tidak memberi makan kera agar mereka kembali ke habitat aslinya. “Kalau terus diberi makan, kera-kera itu akan menetap di area permukiman warga,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa turun tangan membantu mencarikan solusi, khususnya untuk mengendalikan populasi yang terus meningkat.

“Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah, terutama dalam penanganan populasi kera yang semakin tidak terkendali,” pungkasnya. (ana)

Pensiunan Polisi Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar, Motif Masih Misteri

Petugas mengolah TKP pensiunan polisi yang diduga bunuh diri pada Senin (23/6).
Petugas mengolah TKP pensiunan polisi yang diduga bunuh diri pada Senin (23/6).

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di kawasan Semarapura, Klungkung, Senin (23/6) malam. Seorang pria berinisial IBMDP (66), yang diketahui sebagai pensiunan anggota Polri, ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggunakan selendang.

Kasi Humas Polres Klungkung AKP Agus Widiono menerangkan, peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh anak korban. Saat itu, sang anak datang untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. Setelah memastikan kondisi sang ibu, ia bertanya soal ayahnya.

“Ibunya menjawab bahwa suaminya tengah beristirahat di kamar,” terang AKP Agus.

Namun, ada yang tak biasa. Saat hendak membuka pintu kamar sang ayah, ia mendapati pintu sulit dibuka, seperti ada benda berat yang menghalangi dari dalam. Rasa penasaran bercampur cemas mendorongnya untuk memaksa pintu terbuka.

“Ketika pintu terbuka, sang anak terkejut menemukan ayahnya sudah tak bernyawa,” tambahnya.

Polisi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi. Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sudah meminta keterangan dari istri dan anak korban. Dugaan awal memang mengarah pada tindakan bunuh diri. Tapi kami masih telusuri lebih dalam untuk mengetahui motifnya,” tutur Kasi Humas.

Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RS Klungkung. (ra)

Imbas Ketegangan Iran dan Israel, Penerbangan Qatar Airways dari Bali – Doha Dibatalkan

Kondisi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan QR963 rute Denpasar–Doha di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/6) malam.
Kondisi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan QR963 rute Denpasar–Doha di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/6) malam.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Konflik antara Iran dan Israel mulai berdampak ke jalur penerbangan internasional. Salah satu penerbangan yang langsung terdampak adalah Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR963, yang seharusnya bertolak dari Denpasar menuju Doha, Selasa (24/6) malam.

Pesawat tersebut dijadwalkan mengudara pukul 19.20 WITA dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, membawa sekitar 300 penumpang. Namun, secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, penerbangan itu dibatalkan. Imbasnya, antrean panjang dan kebingungan pun tak terhindarkan di terminal keberangkatan internasional.

Sejumlah petugas Qatar Airways terlihat sibuk membantu penumpang yang mempertanyakan kejelasan keberangkatan mereka. Sampai larut malam, belum ada kepastian mengenai jadwal pengganti ataupun informasi resmi dari pihak maskapai.

Situasi ini langsung direspons cepat oleh aparat keamanan bandara. Kepala Seksi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, membenarkan pembatalan penerbangan tersebut dan memastikan bahwa pengamanan telah ditingkatkan.

“Begitu informasi kami terima, personel langsung kami kerahkan untuk melakukan pengawasan ketat di area terminal. Kami juga segera berkoordinasi dengan pihak maskapai agar situasi tetap kondusif,” ujarnya pada Selasa malam.

Selain peningkatan patroli dan pengawasan fisik, pendekatan humanis juga dilakukan oleh aparat untuk menenangkan para penumpang. “Kami utamakan komunikasi dialogis, supaya suasana tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

Hingga Rabu pagi (25/6), belum ada laporan pembatalan penerbangan lainnya dari Bandara Ngurah Rai. Namun, dengan situasi global yang masih bergejolak, pihak maskapai dan otoritas penerbangan tetap dalam posisi siaga penuh. (*)

Jual Gas LPG 3 Kg di Atas HET, Izin Dua Pangkalan di Panjer Dicabut Pertamina

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga, kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) gas LPG 3 kg di wilayah Panjer, Denpasar Selatan, pada Selasa (24/6/2025).

Sidak ini dilaksanakan menindaklanjuti aduan masyarakat Desa Panjer yang mengeluhkan kesulitan memperoleh gas LPG 3 kg, yang merupakan barang bersubsidi.

Dari 30 pangkalan LPG yang terdaftar di Desa Panjer, tim menyasar enam pangkalan, yakni Pangkalan TK Cahaya Mas milik Bu Yoga di Jl. Tukad Banyu Poh; Pangkalan I Wayan Werdhiana di Jl. Tukad Banyu Poh; Pangkalan Yuliana Falconieri Bota di Jl. Tukad Banyu Poh; Pangkalan Suhartono di Jl. Raya Sesetan Gang Bintang Laut No. 4; serta dua pangkalan fiktif (satu tidak ditemukan keberadaannya dan satu tidak memiliki palang resmi).

Koordinator Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra, menyampaikan bahwa sidak rutin ini bertujuan untuk mengawasi sekaligus menjaga keamanan distribusi gas LPG 3 kg agar tepat sasaran dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Namun demikian, masih banyak laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kg di lapangan.

Ia menambahkan, dari enam pangkalan yang dikunjungi, dua di antaranya tergolong fiktif dan tidak memenuhi ketentuan karena tidak memiliki palang resmi. Atas temuan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas dengan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).

Sementara itu, bagi pemilik pangkalan yang terbukti menjual gas LPG 3 kg di atas harga eceran tertinggi Rp18.000 dan melakukan canvassing atau penjualan tidak sesuai ketentuan atau melalui pemesanan pribadi, diwajibkan menandatangani Surat Pernyataan Bermeterai.

Surat tersebut menyatakan kesanggupan untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-5522/MG.05/DJM/2024 tentang Kewajiban Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg oleh Penyalur dan Subpenyalur, serta Keputusan Gubernur Bali Nomor 866/01-C/HK/2022 tanggal 1 Desember 2022.

Sales Branch Manager IV Bali PT Pertamina Patra Niaga, Zico Aldillah Syahtian, menegaskan, sidak ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ketersediaan LPG 3 kg, yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM.

Ia juga mengimbau seluruh pemilik pangkalan untuk menyalurkan LPG 3 kg secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku. (rls)

PKB 2025 Jadi Panggung Promosi UMKM Bali

Stand UMKM di PKB 2025.
Stand UMKM di PKB 2025.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun ini kembali menjadi panggung budaya dan ekonomi kerakyatan. Salah satu buktinya adalah peningkatan kualitas penataan stand UMKM yang mendapat apresiasi luas dari para pelaku usaha, termasuk Ketut Kresna Dharma Wijaya, Pelaku UMKM dari Mambal, Kabupaten Badung.

Pelaku usaha kerajinan perhiasan ini telah mengikuti PKB beberapa kali, dan menyebut bahwa tahun 2025 adalah penyelenggaraan terbaik, khususnya dalam hal penataan stand.

“Tahun ini stand-nya paling bagus. Lebih luas, representatif, dan nyaman, baik untuk penjual maupun pembeli,” ujar Kresna dalam Podcast Creative Talk PKB 2025 , Senin (23/6/2025).

Tak hanya lebih baik dari sisi desain dan kenyamanan, PKB tahun ini juga menghadirkan stand UMKM secara gratis, yang disebut Kresna sebagai langkah sangat membantu dalam promosi dan efisiensi biaya produksi. Selain itu, dari beberapa hari penyelenggaraan, Krisna melihat pengunjung terus meningkat apalagi jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Ini terobosan luar biasa. UMKM sangat terbantu dengan stand gratis. Penjualan meningkat, promosi berjalan, dan kualitas produk tetap terjaga,” tambahnya.

Perhatian serius Pemerintah Provinsi Bali, khususnya melalui Dekranasda yang diketuai oleh Ibu Putri Suastini Koster, juga menjadi faktor utama keberhasilan pelibatan UMKM dalam PKB. Konsep yang diusung Dekranasda, yaitu “barang berkualitas, harga pantas”, dinilai sangat tepat sasaran dan memperkuat daya saing UMKM Bali.

“Arahan Ibu Ketua Dekranasda jelas: UMKM harus hadir dengan kualitas terbaik namun tetap terjangkau. PKB menjadi ajang promosi efektif, karena produk kami dijual lebih murah dari harga toko tapi tetap unggul,” jelas Kresna.

Produk yang dibawanya tahun ini antara lain adalah perhiasan permata Pulaki, berbahan emas, perak, dan berbagai batu mulia seperti mirah, rambut sedana, kecubung, dan safir. Tak hanya bernilai estetika, perhiasan ini juga sarat makna budaya, karena di Bali batu permata digunakan dalam upacara adat dan dipercaya mengandung energi spiritual.

Kresna juga menyampaikan harapan agar Pemprov Bali terus memberi dukungan nyata seperti ini, termasuk wacana pribadinya untuk pendirian museum batu permata dan batu mulia sebagai pusat pelestarian budaya dan edukasi publik.

“Dengan kualitas stand seperti sekarang dan dukungan dari pemerintah, UMKM merasa benar-benar dihargai. Semoga ke depan perhatian seperti ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas,” pungkasnya.

PKB 2025 kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai perayaan seni, namun juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, di mana UMKM mendapat ruang tampil yang layak, didukung penuh, dan dihargai secara nyata. (rls)

Kunjungan DTW Tanah Lot dalam Bayang-Bayang Dinamika Global

Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.
Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, kembali menjadi perhatian dunia. Konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk sektor pariwisata internasional yang masih dalam tahap pemulihan.

Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menyampaikan  situasi global tersebut perlu dicermati dengan seksama.

“Situasi perang mungkin akan berpengaruh terhadap ekonomi secara umum dan kemungkinan juga berdampak pada kunjungan wisata. Namun masih diperlukan observasi lebih lanjut untuk memastikannya,” ujarnya, Selasa (24/6/2025).

Selain isu geopolitik dan pelestarian budaya, pihak manajemen DTW Tanah Lot juga mencermati perkembangan lain yang dapat memengaruhi kunjungan wisatawan. Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur dan Gunung Semeru di Jawa Timur, misalnya, menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan asing.

Pemerintah Australia bahkan telah mengeluarkan travel advisory bagi warganya yang hendak bepergian ke wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Di sisi lain, persoalan klasik seperti kemacetan menuju kawasan Tanah Lot juga masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dicarikan solusinya. “Kemacetan masih menjadi tantangan yang bisa mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung,” imbuh Sudiana.

Di tengah persoalan itu, upaya konservasi budaya tetap berjalan di kawasan Pura Luhur Tanah Lot. Pengempon pura bersama pihak terkait telah memulai proses pemugaran pelinggih utama sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Bali. Tahap awal pemugaran meliputi pembongkaran struktur utama yang kemudian akan diperkuat secara bertahap.

Proses pemugaran ini menghadapi tantangan tersendiri, terutama faktor alam seperti pasang surut air laut yang memengaruhi jadwal serta teknik pelaksanaan di lokasi pura yang berada di atas batu karang di tengah laut.

Selain itu, sebagai bagian dari penguatan daya tarik budaya lokal, DTW Tanah Lot kini merancang kegiatan latihan kesenian tradisional seperti rindik, okokan, dan tektekan di panggung terbuka yang baru selesai dibangun. Okokan dan tektekan merupakan seni khas Kabupaten Tabanan. Nantinya, wisatawan juga dapat ikut serta dalam latihan ini sebagai pengalaman budaya yang imersif.

Meski masih dalam tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan tersebut akan mempertimbangkan kesiapan panggung serta faktor cuaca agar berjalan dengan baik dan aman bagi pengunjung.

Menghadapi beragam dinamika, DTW Tanah Lot tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan dan daya tarik destinasi. Pemantauan terhadap isu-isu global dilakukan secara berkala guna memastikan strategi pengelolaan yang responsif dan adaptif terhadap perubahan situasi.

“Kami akan terus melaporkan perkembangan dari waktu ke waktu dan siap melakukan penyesuaian strategi agar pengelolaan destinasi tetap adaptif dan berkelanjutan,” tegas Sudiana. (ana)

Kandang Ayam di Pupuan Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Rp3,3 Miliar

Kondisi kandang ayam pedaging milik warga di Banjar Dinas Mekarsari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, usai terbakar pada Selasa (24/6/2025) dini hari.
Kondisi kandang ayam pedaging milik warga di Banjar Dinas Mekarsari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, usai terbakar pada Selasa (24/6/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam pedaging milik warga di Banjar Dinas Mekarsari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (24/6/2025) dini hari.

Akibat insiden tersebut, seluruh isi berserta bangunan kandang tersebut ludes terbakar, hanya menyisakan tiang bangunan saja.

Pemilik kandang yakni Dewa Putu Sunggi Yadnya, warga Banjar Dinas Tamansari, Desa Pujungan, diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp3,3 miliar. Bahkan, satu orang buruhnya mengalami luka bakar akibat insiden kebakaran hebat itu.

Kapolsek Pupuan AKP I Wayan Sudiarba mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 04.00 Wita oleh salah satu buruh kandang yang sedang tidur di dalam bangunan tersebut. Api diduga berasal dari mesin pemanas untuk anak ayam yang mengalami korsleting listrik.

“Dari hasil olah TKP, sumber api diduga berasal dari alat pemanas kandang yang mengalami korsleting,” ujar Sudiarba.

Menurut keterangan saksi, I Wayan Wirtana, ia sempat mengecek kandang sekitar pukul 02.30 Wita dan tidak menemukan hal mencurigakan. Ia kemudian kembali tidur, sebelum akhirnya terbangun pukul 04.00 Wita dan mendapati api telah membesar dan menyebar cepat.

“Setelah mengetahui api membesar, saksi segera keluar kandang dan meminta pertolongan warga sekitar,” kata Kapolsek.

Api membakar habis dua bangunan kandang beserta seluruh isi di dalamnya. Adapun barang-barang yang terbakar antara lain 300 karung pakan ayam, 40 unit hexos, 420 alat pakan, 100 tempat minum ayam, delapan panel listrik, dua mesin pemanas anak ayam, dan satu unit truk engkel. Tidak hanya itu, seluruh struktur atap dan peralatan kandang juga hangus terbakar.

Satu orang buruh bernama Budi Dwi Santoso mengalami luka bakar, sementara tidak ada korban jiwa lainnya.

“Korban mengalami luka bakar bagian tangan saja dan sudah mendapat pengobatan di Puskesmas terdekat. Saat ini korban sudah di tempat tinggal pemilik kandang,” tambah Sudiarba.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 Wita dengan bantuan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan.

Sudiarba menambahkan, kandang ayam yang terbakar terletak sekitar 800 meter dari jalan utama dan pemukiman warga. Sementara rumah tinggal pemilik kandang yang berada tidak jauh dari lokasi beruntungnya tidak ikut dilalap api. “Korban menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan musibah,” pungkasnya. (ana)

Gong Kebyar Anak Duta Badung Tampilkan Harmoni Masa Lalu dan Kini di PKB 2025

Penampilan Sanggar Seni Sudha Wirad, Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kuta Utara dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak PKB ke-47, Senin malam (23/6/2025)
Penampilan Sanggar Seni Sudha Wirad, Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kuta Utara dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak PKB ke-47, Senin malam (23/6/2025)

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Kabupaten Badung mengirimkan puluhan seniman cilik dari Sanggar Seni Sudha Wirad, Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kuta Utara dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak PKB ke-47, Senin malam (23/6/2025) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali.

Penampilan dibuka secara unik dengan atraksi penabuh dan pelepasan 50 ekor burung perkutut sebagai simbol pelestarian alam.

“Kami ingin menanamkan pentingnya menjaga harmonisasi alam sejak dini,” ujar Sekretaris Sanggar, I Putu Wahyudi Cahaya Putra.

Sajian pertama adalah tabuh kreasi “Tala Bhanga”, menggambarkan harmoni dari perbedaan, ditata oleh I Nyoman Wiradarma Yoga. Disusul tarian Tedung Sari, yang mengangkat filosofi tedung (payung) sebagai simbol perlindungan dalam budaya Bali.

Sebagai pamungkas, tampil dolanan “Kidal Kidul” yang memadukan permainan tradisional (melayangan, medagang-dagangan) dan modern (game, vlog), menggambarkan kehidupan anak di era modern yang tetap terhubung dengan budaya lokal. Tingkah polos para seniman cilik mengundang tawa dan antusiasme penonton.

Wahyudi menjelaskan, tema ini diangkat dari fenomena Canggu yang berkembang pesat oleh pariwisata, namun masih harus memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dengan akar budaya.

Sebanyak 75 seniman anak terlibat dalam garapan ini, terdiri dari 38 penabuh, 9 penari, dan 28 pemain dolanan, hasil seleksi ketat dari ratusan pendaftar. Latihan dilakukan sejak Februari 2025 dan intensif menjelang PKB. Tantangan terbesar adalah ketergantungan anak terhadap gadget, yang diatasi dengan aturan disiplin selama sesi latihan. (jas)