- Advertisement -
Beranda blog Halaman 190

Tips Hilangkan Kutu di Rambut Sebelum Menular!

Ilustrasi kuru rambut.
Ilustrasi kuru rambut.

PANTAUBALI.COM – Kutu rambut adalah parasit kecil yang hidup di kulit kepala manusia dan menghisap darah sebagai sumber makanannya. Serangga ini berukuran sangat kecil, sekitar 2–3 mm, berwarna abu-abu atau cokelat, dan berkembang biak dengan cara bertelur (telurnya disebut telur kutu atau nits), yang biasanya menempel di batang rambut dekat kulit kepala.

Kutu rambut umumnya menyebar melalui kontak langsung atau berbagi barang pribadi seperti sisir dan handuk. Gejalanya meliputi gatal intens dan luka pada kulit kepala.

Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda terapkan untuk menghilangkan kutu rambut:

Cara Menghilangkan Kutu Rambut dan Telurnya

  1. Menyisir Basah: Gunakan sisir bergigi rapat setelah menyisir basah dengan kondisioner untuk menghilangkan kutu secara manual.
  2. Minyak Esensial: Minyak kayu putih dapat digunakan untuk mengusir kutu secara alami.
  3. Pengobatan Medis: Obat-obatan seperti permethrin dan ivermectin tersedia untuk pengobatan kutu rambut, baik yang bebas maupun dengan resep dokter.
    Cara Mencegah Kutu Rambut Kembali

Untuk mencegah kutu rambut kembali, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk dan sisir. Selain itu, rutinlah membersihkan barang-barang yang berpotensi terinfeksi kutu seperti topi dan selimut. Lakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengatasi masalah kutu rambut dengan efektif dan mencegahnya kembali. Jaga kebersihan dan hindari berbagi barang pribadi untuk menjaga kesehatan kulit kepala Anda. (MAH)

 

Pesta Pernikahan Tak Berizin di Renon Dilempari Batu oleh Sekelompok OTK

Acara pernikahan di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar Selatan dilempari batu sekelompok OTK.
Acara pernikahan di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar Selatan dilempari batu sekelompok OTK.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah perayaan pernikahan yang digelar tanpa izin di sebuah warung di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar Selatan, tiba-tiba terganggu ketika sekelompok individu tak dikenal melemparkan batu ke lokasi acara pada Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 00.15 Wita.

Insiden ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, yang menyatakan bahwa meskipun tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka, tindakan tersebut telah menyebabkan keresahan di antara warga dan tamu yang hadir.

“Petugas segera merespons ke lokasi untuk menyelidiki dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian,” jelas Kapolsek.

Menurut saksi mata, sekitar lima orang pria tiba-tiba muncul dan melakukan pelemparan batu ke warung tempat acara pernikahan berlangsung sebelum melarikan diri.

Damianus Magus, seorang pegawai warung yang sedang bertugas, menyaksikan kejadian tersebut. “Sekitar lima orang tak dikenal datang tiba-tiba dan melemparkan batu ke arah warung tempat acara pernikahan diadakan. Mereka lalu kabur,” ungkapnya.

Terlebih lagi, acara pernikahan ini diungkapkan tidak memiliki izin resmi dari pihak kepolisian maupun Kelurahan Renon. Kapolsek juga mengakui hal ini, menyatakan bahwa tanpa pemberitahuan sebelumnya, tidak ada pengawasan atau keamanan yang dilakukan.

“Kegiatan ini tidak memiliki izin resmi dari kami atau kelurahan. Karena tidak ada koordinasi, tidak ada langkah antisipatif yang bisa dilakukan oleh petugas,” tambahnya.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku. (MAH)

Lestarikan Tradisi Adat dan Budaya Bali, Yowana Puri Agung Susut Adakan Lomba Ngelawar dan Gebogan

Yowana Puri Agung Susut menggelar Lomba Ngelawar dan Gebogan yang melibatkan Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh wilayah Desa Susut, Bangli pada Minggu, 18 Mei 2025, dan dipusatkan di Balai Banjar Susut Kaja.
Yowana Puri Agung Susut menggelar Lomba Ngelawar dan Gebogan yang melibatkan Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh wilayah Desa Susut, Bangli pada Minggu, 18 Mei 2025, dan dipusatkan di Balai Banjar Susut Kaja.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Yowana Puri Agung Susut menggelar Lomba Ngelawar dan Gebogan yang diikuti oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh wilayah Desa Susut, Bangli.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Amertha Sanjiwani yang untuk pertama kalinya diselenggarakan pada Minggu (18/5/2025) dan dipusatkan di Balai Banjar Susut Kaja.

Lomba ini melibatkan STT dari delapan desa adat di Desa Susut. Peserta lomba ngelawar terdiri dari kelompok laki-laki yang masing-masing beranggotakan lima orang, sementara lomba gebogan diikuti oleh kelompok perempuan yang terdiri dari tiga orang setiap tim.

Ketua Panitia sekaligus Manggalaning Pasemetonan Puri Agung Susut, Dewa Agung Eka Darma menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda agar aktif dalam pelestarian adat dan budaya Bali.

“Selain itu, kegiatan ini juga sebagai peringatan dari hari ulang tahun (HUT) Kota Bangli ke-821. Kita sebagai masyarakat Bangli turut merayakannya, bukan dari pemerintah saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam lomba ngelawar, peserta diminta mengolah tiga jenis menu khas Bali, yakni lawar merah, lawar don blimbing (daun belimbing), dan sate lembat, yaitu sate dari campuran daging, kelapa parut, dan bumbu Bali. Sementara untuk gebogan, peserta harus menyusun buah-buahan lokal dengan tinggi maksimal 80 cm.

“Semua bahan yang digunakan dalam lomba ini disiapkan oleh panitia dan para peserta tinggal mengolah saja,” tegasnya.

Karena bahan disediakan seragam oleh panitia, penilaian lomba difokuskan pada kemampuan mengolah bahan, keterampilan menata, kebersihan, dan keindahan sajian.

“Misalnya untuk lawar, yang dinilai adalah kelengkapan bumbu, cara mengolah, kebersihan dan rasanya,” jelas Agung Eka.

Setiap peserta diberi waktu selama empat jam, dari pukul 08.00 WITA hingga 12.00 WITA, untuk menyelesaikan lomba. Mereka memperebutkan juara 1, 2, dan 3 dengan hadiah berupa piala, piagam penghargaan, dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi.

“Penilaian dilakukan oleh tiga orang juri, terdiri dari satu perwakilan Majelis Madya Desa Adat Bangli dan dua tenaga pendidik dari SMK Negeri 4 Bangli,” tambahnya.

Dewa Agung Eka Darma juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, dengan rencana penambahan jenis lomba seperti pembuatan masakan khas Bali lainnya serta pembuatan banten.

“Harapan saya dengan lomba ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua agar generasi muda Bali terus menjaga adat dan tradisi Bali. Generasi muda saya harapkan semakin trampil mengolah masakan Bali dalam merangkai upakara dan upacara di Bali,” harapnya. (ana)

Polda Bali Sita 2,7 Kg Narkoba Dari 34 Tersangka

Polda Bali Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Sita 2,7 Kg bernilai miliaran.
Polda Bali Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Sita 2,7 Kg bernilai miliaran.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali kembali menunjukkan taringnya dalam perang melawan narkotika. Dalam rentang waktu mulai April hingga 14 Mei 2025, aparat berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba lintas wilayah dan menyita total 2,7 kilogram narkoba berbagai jenis. Nilai barang bukti tersebut ditaksir mencapai Rp 2,047 miliar.

“Ini bukan sekadar angka, tapi sebuah peringatan keras bahwa Bali masih menjadi sasaran empuk jaringan narkoba, baik lokal maupun internasional,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol  Ariasandy dalam siaran persnya pada Jumat (16/5/2025).

Barang bukti yang disita terdiri dari:

Sabu-sabu: 964,61 gram
Ganja: 1.343,31 gram
MDMA (ekstasi): 337 gram
Kokain: 48,62 gram
KTC (Klorin Triklorida): 7,56 gram

Total narkotika ini, menurut perhitungan Polda Bali, berpotensi merusak masa depan setidaknya 4.589 anak bangsa jika berhasil beredar bebas di masyarakat.

“Bayangkan, lebih dari empat ribu nyawa bisa terselamatkan hanya dari pengungkapan ini. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami,” tegas Ariasandy.

Sebanyak 34 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengungkapan ini. Mereka ditangkap di sejumlah titik, termasuk di kawasan pariwisata, permukiman warga, dan bahkan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Tak tanggung-tanggung, delapan dari tersangka diketahui merupakan warga negara asing (WNA), yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan internasional.

Seluruh tersangka saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polda Bali juga tengah mendalami keterkaitan para tersangka dengan jaringan yang lebih luas.

Kombes Ariasandy menegaskan bahwa peredaran narkoba di Bali bukan hanya persoalan penegakan hukum semata, tetapi juga soal keselamatan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, Polda Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjadi mata dan telinga dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Ini adalah musuh bersama. Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua. Kita harus saling mengingatkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dengan tren peredaran yang terus bergeser dan berkembang, Polda Bali terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat patroli intelijen untuk mengantisipasi modus-modus baru yang digunakan para pelaku. (MAH)

Menkes: Orang Dengan Gaji 15 Juta Lebih Sehat dan Pintar Dibandingkan dari yang Bergaji 5 Juta

Ilustrasi gaji para pekerja
Ilustrasi gaji para pekerja. (foto:Shutterstock.com)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut seseorang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan umumnya memiliki tingkat kesehatan dan kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berpenghasilan Rp5 juta.

Hal itu disampaikannya dalam acara bertajuk “Double Check” yang digelar di Jakarta Pusat pada Sabtu (17/5/2025) kemarin. Menkes Budi menyampaikan, salah satu indikator Indonesia sebagai negara maju pada 2045 adalah meningkatnya rata-rata pendapatan masyarakat.

“Apa bedanya orang bergaji Rp15 juta dan Rp5 juta? Bedanya dua: lebih sehat dan lebih pintar. Kalau tidak sehat dan pintar, mustahil bisa bergaji Rp15 juta,” ujar Budi dikutip Minggu (18/5/2025).

Ia menegaskan, Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai negara maju apabila mayoritas masyarakatnya belum mencapai pendapatan minimal Rp15 juta per bulan.

Tantangan ke depan, menurutnya, adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dari Rp5 juta menjadi Rp15 juta dalam dua dekade mendatang.

Sebagai Menteri Kesehatan, Budi menekankan, peran utamanya bukan hanya mengobati orang sakit, melainkan mencegah masyarakat agar tetap sehat. “Itulah mengapa jabatan ini disebut Menteri Kesehatan, bukan Menteri Kesakitan,” tegasnya.

Upaya menjaga kesehatan masyarakat, lanjut Budi, harus dimulai dari edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk menjaga lingkar perut dan menghindari konsumsi gula berlebih.

Menurutnya, lemak visceral dan gula yang berlebihan dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes, yang menjadi penyebab kematian terbanyak.

“Pola hidup sehat itu penting. Tugas saya adalah memberi edukasi agar masyarakat sadar dan mampu menjaga kesehatannya sejak dini,” pungkasnya. (ana)

Koster Dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pemulihan Ekonomi

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Gubernur Bali, Wayan Koster, dianugerahi penghargaan The Best Region Head in Economic Recovery dalam forum The Asianpost Best Regional Champion 2025 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (16/5/2025). Forum ini mengangkat tema “Masa Depan BUMD di Tangan Kepala Daerah Baru”.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil survei dari The Asianpost Research yang menilai keberhasilan Koster dalam mengangkat perekonomian Bali pascapandemi Covid-19. Bali sempat mengalami kontraksi ekonomi hingga -9,31 persen pada tahun 2020, namun berhasil pulih dengan pertumbuhan positif sebesar 8,09 persen (year-on-year) pada triwulan III tahun 2022. Capaian tersebut menjadi bukti nyata dari efektivitas strategi pemulihan ekonomi yang diterapkan oleh Wayan Koster.

Melalui forum tersebut, The Asianpost Research turut merangkum pencapaian sejumlah daerah terbaik sepanjang 2024 dalam berbagai aspek seperti kinerja fiskal, ekonomi, daya saing, hingga tingkat kebahagiaan masyarakat. Selain menyoroti daerah, survei ini juga memberi perhatian khusus pada kepala daerah yang dinilai berperan aktif dalam memimpin dan membangun wilayahnya.

Provinsi Bali juga berhasil menyabet dua penghargaan lainnya: Best Province in Fiscal Index dan Best Province in Competitive Index. Ketiga penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Bali, Gede Pramana, yang mewakili Gubernur Bali.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horaz Mauritz Panjaitan, mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membina dan mendorong kemajuan BUMD agar semakin profesional dan berdaya saing. “Peran kepala daerah sangat penting dalam menjadikan BUMD sebagai pilar ekonomi daerah,” katanya.

Tak hanya itu, Bank BPD Bali juga turut membanggakan daerah dengan meraih dua penghargaan: Golden Champion – Excellent Financial Performance in 6 Consecutive Years (2018–2024) dan Excellent Financial Performance during 2023–2024. Kedua penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA), Achmad Syamsudin, menekankan pentingnya sinergi antara BPD dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan ekonomi lokal. Ia mengatakan bahwa BPD memiliki kontribusi besar dalam menjaga kestabilan sistem keuangan nasional yang kuat dan terpercaya.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota VI BPK RI, Drs. H. Fathan Subchi, yang menyoroti pentingnya memperkuat industri perbankan nasional, termasuk BPD. Ia menyampaikan bahwa hingga tahun 2024, terdapat 27 BPD di Indonesia dengan total aset mencapai Rp1.031 triliun, jaringan kantor lebih dari 6.200 unit, serta dividen senilai Rp8,34 triliun dan CSR sebesar Rp364,53 miliar. Menurutnya, BPD adalah komponen vital dalam menopang ekonomi nasional.

“Kita harus mengukur sejauh mana dampak langsung dan tidak langsung dari BPD terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Fathan. (ana)

13 Ribu Pecalang Seluruh Bali Deklarasi Tolak Preman Berkedok Ormas 

13 Ribu pelacalang di seluruh Bali mengikuti Gelar Agung Pecalangdi Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Sabtu (17/5/2025).
13 Ribu pelacalang di seluruh Bali mengikuti Gelar Agung Pecalangdi Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Sabtu (17/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 13.000 pecalang dari 1.500 desa adat di seluruh Bali secara serentak menyatakan penolakan terhadap praktik premanisme yang disamarkan dalam bentuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sikap tegas ini disampaikan dalam agenda Gelar Agung Pecalang yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Sabtu (17/5/2025).

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menyampaikan, pecalang merupakan penjaga tradisional Bali yang sejak dahulu berperan menjaga adat, budaya, dan ketertiban wilayah adat.

Ia menegaskan, pecalang tidak akan mentolerir tindakan anarkis maupun kriminal yang dilakukan oleh oknum yang berlindung di balik nama ormas.

“Sejak dahulu, pecalang telah menjadi penjaga Bali, menjaga kedamaian dan kearifan lokal. Kami menolak segala bentuk premanisme, kekerasan, dan tindakan melawan hukum yang mengganggu masyarakat, apalagi jika mengatasnamakan ormas,” ujarnya.

Adapun isi deklrasi tersebut disampaikan tiga poin utama. Pertama menolak keberadaan ormas yang melakukan kekerasan, intimidasi, dan tindakan premanisme atas nama menjaga ketertiban sosial.

Kedua, mendukung aparat TNI dan Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bali. Ketiga, mendesak agar ormas yang terlibat dalam aktivitas meresahkan masyarakat diproses hukum secara tegas.

Selain itu, para pecalang juga menyatakan dukungan terhadap penguatan sistem keamanan lokal melalui program Sipandu Beradat dan Bankamda, yang berbasis pada desa adat sebagai bentuk perlindungan terhadap wilayah adat Bali.

Ida Penglingsir Agung Putra menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk respon atas munculnya sejumlah ormas yang dinilai menyimpang dari fungsi sosialnya. Ia menilai bahwa sistem keamanan adat yang telah ada secara turun-temurun, yakni pecalang, masih sangat relevan dan cukup kuat dalam menjaga stabilitas desa adat.

“Pecalang telah lama bekerja sama dengan aparat keamanan negara. Keberadaan mereka selama ini sudah cukup menjamin keamanan berbagai kegiatan adat di Bali,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan harapan agar pemerintah provinsi lebih memperhatikan kesejahteraan pecalang, termasuk pemberian insentif yang layak, mengingat peran penting mereka sebagai penjaga adat dan budaya Bali. (rls)

Aturan Baru Komdigi, Promo Gratis Ongkir di e-Commerce Dibatasi 3 Kali Sebulan

Ilustrasi belanja online.
Ilustrasi belanja online. (Foto:freepik)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kabar kurang menyenangkan datang bagi masyarakat yang sering menikmati promo gratis ongkos kirim (ongkir) saat berbelanja di platform e-commerce.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerapkan kebijakan baru yang membatasi promo Gratis Ongkir pada layanan pos komersial, yang hanya boleh diberlakukan maksimal tiga hari dalam satu bulan

Pembatasan terhadap promo tersebut, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial.

Kebijakan ini diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, pada Jumat (16/5/2025) lalu. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari strategi nasional untuk membangun sistem logistik yang lebih efisien, adil, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Komdigi, Meutya Hafid menyampaikan, regulasi baru ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, industri pos dan logistik tidak sekadar menjadi jalur pengiriman barang, melainkan bagian penting dari infrastruktur ekonomi dan sosial nasional.

“Industri pos, kurir, dan logistik bukan hanya soal kirim-mengirim barang. Tapi tentang menjaga konektivitas, membuka akses ekonomi, dan menggerakkan harapan masyarakat hingga ke pelosok,” kata Meutya dikutip Sabtu (17/5/2025).

Sementara itu, Direktur Pos dan Penyiaran Komdigi, Gunawan Hutagalung, menjelaskan bahwa aturan ini menyasar produk-produk yang dijual di bawah harga pokok penjualan (HPP). Ia menegaskan bahwa jika diskon menyebabkan tarif layanan pos komersial berada di bawah biaya pokok, maka promo gratis ongkir tidak dapat diterapkan.

“Apabila ada potongan harga yang menjadikan ongkir lebih murah dari biaya pokok, maka gratis ongkir tidak diperbolehkan. Ini untuk mendorong harga yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Gunawan.

Meski demikian, promo gratis ongkir masih dimungkinkan dalam jangka waktu terbatas. Sesuai Pasal 45 ayat 4 Peraturan Menteri Komdigi 8/2025, diskon yang membuat tarif pos di bawah biaya pokok hanya boleh diberlakukan maksimal tiga hari dalam satu bulan. Penyelenggara pos juga dapat mengajukan perpanjangan promo, asalkan mendapat evaluasi dan persetujuan dari pihak berwenang.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap pelaku e-commerce lebih bijak dalam menawarkan promo dan menjaga keseimbangan harga jual serta tarif logistik, demi ekosistem perdagangan digital yang lebih sehat dan berkelanjutan. (ana)

Mini Badung Promo Tani 2025: Wadah Pemasaran Produk Lokal untuk Ketahanan Pangan

Kegiatan Mini Badung Promo Tani 2025 pada Jumat (16/5/2025) di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.
Kegiatan Mini Badung Promo Tani 2025 pada Jumat (16/5/2025) di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.Kegiatan Mini Badung Promo Tani 2025 pada Jumat (16/5/2025) di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung menggelar kegiatan “Mini Badung Promo Tani 2025” pada Jumat (16/5/2025). Acara ini berlangsung di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, bertepatan dengan agenda rutin “Jumat Krida.”

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang tengah berolahraga di sekitar lokasi. Sebanyak 33 pelaku usaha dari sektor pangan dan sandang turut ambil bagian, meliputi kelompok tani, UMKM kuliner, hingga pengrajin lokal.

Mereka memamerkan produk unggulan seperti sayuran segar, beras organik, buah-buahan lokal, makanan dan minuman olahan, serta pakaian adat Bali. Setelah kegiatan olahraga selesai, para pengunjung terlihat antusias mengunjungi tiap-tiap stan yang tersedia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong petani meningkatkan produksi sekaligus memperluas akses pemasaran produk lokal.

“Mini Badung Promo Tani kami selenggarakan untuk memotivasi petani agar meningkatkan hasil produksinya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi produk pertanian lokal Badung,” jelasnya.

Wijana menyoroti bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah keterbatasan dalam memasarkan produk mereka.

“Masih banyak petani yang kesulitan memasarkan hasil pertaniannya secara langsung. Karena itu, kami hadirkan wadah ini agar produk mereka bisa langsung bertemu dengan konsumen,” tambahnya.

Selain memperluas akses pasar, kegiatan ini juga diharapkan menjadi solusi penyediaan pangan segar dan sehat bagi masyarakat, termasuk para ASN di lingkungan Pemkab Badung.

“Dengan membeli langsung dari petani, masyarakat bisa mendapatkan produk yang lebih segar, berkualitas, dan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga bagian dari upaya kami menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah,” ungkapnya.

Wijana menegaskan bahwa Mini Badung Promo Tani akan menjadi agenda tahunan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong lahirnya kelompok tani baru yang inovatif dan kompetitif. (jas)

HOCA Inisiasi Digitalisasi Aset Budaya dan Kampanyekan Penanganan Sampah di Bali

HOCA melakukan audiensi dengan Gubernur Koster pada Kamis (15/5) di Jaya Sabha.
HOCA melakukan audiensi dengan Gubernur Koster pada Kamis (15/5) di Jaya Sabha.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Komunitas House of Cartoon Mania (HOCA), organisasi pegiat dan pecinta kartun yang berbasis di Denpasar, menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster, khususnya dalam bidang pelestarian kebudayaan dan lingkungan.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan HOCA adalah digitalisasi aset-aset kebudayaan Bali serta kampanye penanggulangan sampah.

Founder HOCA, Yere Agusto, menyampaikan bahwa komunitasnya sangat sejalan dengan visi dan misi Gubernur Koster dalam melestarikan kebudayaan dan menjaga alam Bali.

“Kami secara tidak langsung turut mendukung bahkan menjalankan kebijakan Bapak Gubernur melalui cara kami di komunitas HOCA. Karena kami merasa sejalan dengan program pelestarian budaya serta penanganan sampah dan isu lingkungan yang selama ini sering disuarakan oleh beliau,” ujar Yere saat beraudiensi dengan Gubernur Koster pada Kamis (15/5) di Jaya Sabha.

Yere menambahkan bahwa HOCA terus mendorong digitalisasi berbagai karya dan aset budaya Bali, agar lebih mudah diakses dan dinikmati oleh generasi muda.

“Kami berupaya mendigitalisasi karya seni, cerita rakyat, isi prasasti, dan peninggalan sejarah lainnya di Bali, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR),” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik inisiatif HOCA dan mengapresiasi langkah komunitas tersebut dalam mendokumentasikan kekayaan budaya Bali.

“Saya kira ini sangat bagus untuk mendokumentasikan aset kebudayaan kita yang jumlahnya ribuan,” ujar Gubernur.

Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Arya Soegiartha, Gubernur Koster menekankan bahwa setiap desa adat di Bali memiliki warisan budaya yang telah dijaga secara turun-temurun selama ratusan tahun.

“Ada lebih dari 1.700 desa adat di Bali, dan masing-masing memiliki aset budayanya sendiri. Belum lagi peninggalan sejarah Bali yang tersimpan di museum-museum di luar negeri, seperti di Belanda,” ungkapnya.

“Jika semua itu dapat didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi muda melalui platform digital, tentu akan sangat baik,” tandas Gubernur Koster. (rls)