- Advertisement -
Beranda blog Halaman 180

Desa Wisata di Tabanan Mandek, Dispar Beberkan Penyebabnya

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Meski memiliki 31 desa wisata hingga tahun 2024, pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan masih jauh dari harapan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan mencatat, dari total tersebut, hanya satu desa wisata yang sudah berstatus maju, yakni Desa Pinge di Kecamatan Marga. Sisanya, 15 desa berstatus berkembang dan 15 lainnya masih dalam tahap rintisan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya, mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan desa wisata di Tabanan belum menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya adalah lemahnya pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Beberapa pokdarwis belum optimal dalam mengelola potensi desanya. Tidak ada inovasi dalam pengembangan wisata, belum ada kerjasama dengan BUMDes, dan akibatnya mereka tidak bisa menarik retribusi secara resmi,” ujar Agung Satria, Rabu (18/6/2025).

Menurunnya, jika pokdarwis mampu menjalin kemitraan dengan BUMDes, maka bisa dibuat sistem tiket masuk atau kontribusi wisatawan yang hasilnya dapat digunakan untuk penataan dan peningkatan fasilitas.

“Saat ini yang menarik retribusi baru donatur saja. Padahal potensi sangat besar jika dikelola serius,” tegasnya.

Selain itu, desa wisata berstatus rintisan dinilai belum mampu menggali potensi secara maksimal. Sarana prasarana wisata masih terbatas, kunjungan wisatawan rendah, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pariwisata belum tumbuh.

Dispar Tabanan menemukan adanya hambatan dari sisi akses ke lokasi, belum adanya inovasi destinasi, hingga menurunnya kunjungan akibat efisiensi anggaran rombongan wisata domestik.

Meski demikian, ada beberapa titik yang mulai menunjukkan geliat positif. Salah satunya adalah Desa Tajen di Kecamatan Penebel. “Sudah mulai tampak ada upaya dari masyarakat untuk mengembangkan potensi desa wisatanya,” ujarnya.

Sebagai upaya percepatan, Dispar Tabanan kini gencar melakukan promosi melalui media sosial, website resmi, serta menjalin kerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan evaluasi langsung ke desa wisata.

“Kami turun langsung ke desa-desa untuk mengevaluasi dan melihat kondisinya. Pendampingan sangat diperlukan agar pengelolaan desa wisata bisa berkelanjutan,” pungkas Agung Satria. (ana)

Pabrik Penyosohan Padi di Tabanan Dibangun 2026, Pemkab Siapkan Dua Opsi Lokasi

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan tengah mematangkan rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penyosohan padi sebagai langkah strategis menuju industrialisasi pertanian. Proyek yang telah lama diusulkan ke Pemerintah Provinsi Bali ini ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan, saat ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan verifikasi lahan.

“Pak Gubernur (Wayan Koster) sudah berkomitmen, tahun 2026 akan mulai terealisasi. Kami sedang cek-cek lahan,” ujar Sanjaya saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Tabanan, Senin (16/6/2025).

Sanjaya menjelaskan, pembangunan RMU membutuhkan lahan minimal 2 hingga 5 hektare. Untuk itu, Pemkab Tabanan telah menyiapkan dua opsi lokasi, salah satunya yakni di aset di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Sedangkan lokasi alternatif lainnya masih dalam proses penjajakan.

“Pabrik penyosohan ini harus dibangun di tempat yang bagus dan strategis,” tegasnya.

Bupati dua periode itu menambahkan, pembangunan RMU merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab Tabanan dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ia berharap RMU ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Bali, tetapi juga kawasan Indonesia bagian timur.

“Pembangunan pabrik ini sebagai langkah menuju industrialisasi pertanian. Supaya relevansinya panjang dan memberi dampak luas,” katanya.

Konsep RMU yang akan dibangun ini mengadopsi sistem modern seperti yang telah diterapkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan bersama tim ahli telah melakukan studi banding ke daerah tersebut untuk memastikan desain dan sistem pengelolaan yang tepat.

Selain pabrik penyosohan padi, Pemkab Tabanan juga merencanakan pembangunan pabrik pengolahan pakan ternak. Kedua proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Tabanan sebagai lumbung pangan Bali. (ana)

3 Tersangka Penembakan WNA Australia di Badung Ditangkap, Kabur Pakai Mobil Hasil Penggelapan

Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polda Bali menangkap tiga tersangka kasus penembakan brutal yang menewaskan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Zivan Radmanovic (32), di sebuah vila kawasan Jalan Pantai Munggu Seseh, Mengwi, Badung. Selain korban tewas, seorang rekannya bernama Sanar Ghanim (35) juga mengalami luka parah dalam insiden yang terjadi di Villa Casa Cantisya.

Ketiga tersangka yang juga warga negara Australia yakni Darcy Francesco Jenson (37), Coskunmevlut (23), dan Tupou Pasa I Midolmore (37), kini resmi ditahan oleh pihak kepolisian. Penangkapan terhadap mereka dilakukan di sejumlah lokasi berbeda. Darcy diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, saat hendak kabur ke luar negeri, sementara dua lainnya ditangkap di Singapura.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam konferensi pers di Mapolres Badung pada Rabu (18/6) menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi, melibatkan Bareskrim Polri, Ditpidum, Divhubinter, Imigrasi, hingga NCB Interpol.

“Ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan barang bukti yang dikumpulkan. Mereka berperan aktif dalam perencanaan hingga eksekusi penembakan,” ungkap Irjen Daniel yang turut didampingi Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Setelah melakukan aksi penembakan, ketiganya sempat melarikan diri. Mereka kabur menggunakan sepeda motor, lalu berpindah ke mobil Toyota Fortuner putih DK 1537 ABB yang belakangan diketahui merupakan hasil penggelapan dari rental mobil. Setelah mobil itu ditemukan di Tabanan, pelarian mereka berlanjut menggunakan Suzuki XL7 putih DK 1339 FBL untuk menyebrang ke Pulau Jawa melalui Surabaya.

Mereka lalu menuju Bandara Soekarno-Hatta dan berupaya kabur secara terpisah ke luar negeri. Berkat koordinasi lintas lembaga, Darcy berhasil ditangkap lebih dulu di bandara. Sementara itu, dua lainnya yang lebih dahulu terbang ke luar negeri berhasil dilacak dan ditangkap di Singapura.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan, antara lain kendaraan yang digunakan pelaku, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, dan senjata tumpul jenis hammer. Namun, senjata api yang digunakan dalam penembakan masih dalam pencarian.

“Dari hasil scientific crime investigation serta keterangan saksi-saksi, kami yakin menetapkan mereka sebagai tersangka. Selain kasus pembunuhan, para pelaku juga terlibat dalam tindak pidana penggelapan kendaraan,” terang Kombes Jansen.

Meski telah menetapkan tersangka, polisi masih mendalami motif dari penembakan ini serta keterkaitan para pelaku dengan korban. Pemeriksaan intensif terhadap para tersangka baru dilakukan pada Selasa (17/6) malam. Penyidik kini tengah mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kejahatan ini.

“Kami terus dalami motif, keterlibatan pelaku lain, dan aspek-aspek lain dari kasus ini. Semua fakta akan kami ungkap berdasarkan hasil penyelidikan,” tutup Kapolda. (mah)

PKB 2025 Tabanan Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Taman Bung Karno

Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025
Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025, Selasa (17/6/2025)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, area Taman Bung Karno, Tabanan, Selasa (17/6/2025), saat Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

Ribuan masyarakat terlihat antusias memadati area pertunjukan, menyambut ajang tahunan ini. Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

PKB Tahun 2025 mengusung tema, “Jagat Kerthi Lokahita Samudaya Harmoni Semesta Raya” yang bermakna, semangat pelestarian dan pemuliaan alam semesta melalui seni dan budaya dengan menekankan nilai kebersamaan yang berakar pada filosofi kehidupan masyarakat Bali yang sarat dengan nilai-nilai spiritual kearifan lokal untuk kesejahteraan dunia demi terciptanya harmoni semesta

Berbagai penampilan seni dari seniman-seniman lokal memeriahkan pembukaan, mulai dari Gong Kebyar Anak-anak oleh Sanggar Seni Kembang Bali Banjar Tunjuk Kelod, Gong Kebyar Dewasa dari Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna Yowana Desa Adat Bedha, hingga Gong Kebyar Wanita dari Sekaa Gong Dahayu Singasana, Desa Dajan Peken. Ketiganya mencerminkan semangat regenerasi dan pelestarian seni budaya yang terus hidup di Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan pelaksanaan PKB di Tabanan menjadi bagian penting untuk memberi ruang kepada seniman lokal tampil dan mengasah mental sebelum mewakili daerah di tingkat provinsi.

“Tiap tahun kita ikut PKB di Provinsi Bali. Tahun ini saya dan jajaran sepakat agar PKB kita semarakkan lebih dahulu di Tabanan. Ini bukan hanya hiburan bagi masyarakat, tetapi juga momen mengapresiasi karya seniman kita sendiri. Ini juga menjadi ajang uji mental bagi para seniman sebelum tampil di Provinsi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan, pagelaran ini tak hanya penting secara budaya, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi masyarakat. Dengan tampilnya seniman lokal, maka mendongkrak sektor UMKM.

“Ekonomi kerakyatan kita akan berputar, ini kekuatan Tabanan. Kita juga memberi penghormatan kepada leluhur dan maestro seni kita, termasuk seniman yang mendunia kala itu yaitu bapak I Ketut Marya, yang mewakili Tabanan di kancah dunia bahkan sebelum Indonesia merdeka. Kita berikan apresiasi bagi leluhur dan seniman kita di Tabanan yang semakin menggeliat setiap tahunnya,” tambah Sanjaya.

Pesta Kesenian Bali tingkat Kabupaten ini menunjukkan Tabanan tidak hanya kaya akan seniman berbakat, tetapi juga memiliki infrastruktur dan dukungan pemerintah yang kuat terhadap dunia seni.

Masyarakat yang hadir pun memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan PKB kali ini. Selain menjadi wadah pelestarian budaya, ajang ini juga menjadi hiburan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama karena mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.

Dengan penyelenggaraan yang meriah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, PKB XLVII Tingkat Kabupaten Tabanan 2025 menjadi simbol kuat kebangkitan seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan di Bumi Lumbung Beras Bali ini. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, turut menyampaikan rasa syukur dan harapan besarnya terhadap PKB tahun ini.

“Kami berharap pelaksanaan PKB Tabanan mampu membangkitkan kreativitas para seniman lokal. Ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudiana menjelaskan, duta Kabupaten Tabanan akan mengikuti 14 materi dalam PKB Provinsi, yang terdiri dari 8 parade dan 6 kategori lomba.

“Pelaksanaan PKB Provinsi akan digelar mulai 21 Juni hingga 19 Juli 2025 di Taman Budaya Art Center Denpasar,” ungkapnya.  (ana)

Setuju 4 Ranperda, Fraksi Gerindra Tabanan Berikan Catatan

Fraksi Gerindra DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).
Fraksi Gerindra DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Tabanan menyetujui empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Bupati Tabanan.

Namun, sejumlah catatan kritis turut disampaikan sebagai masukan dalam proses pembahasan selanjutnya.

Pandangan umum Fraksi Gerindra ini dibacakan langsung oleh Ketua Fraksi, Ni Nengah Sri Labantari, dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan, Selasa (17/6/2026), yang membahas empat Ranperda usulan eksekutif, yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044, dan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Tahun 2025–2029.

Dalam penyampaiannya, Labantari menegaskan, Fraksi Gerindra mendukung pembahasan keempat Ranperda tersebut sesuai mekanisme yang berlaku, namun dengan beberapa catatan penting.

Fraksi Gerindra memandang penataan Banjar Dinas sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa serta mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penataan ini juga diyakini dapat meningkatkan daya saing desa dan mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat desa.

Namun demikian, Labantari mengingatkan agar pelaksanaan kebijakan ini tidak menimbulkan diskriminasi pelayanan.

“Kami berharap desa dinas sebagai ujung tombak pelayanan publik tidak menghambat atau membeda-bedakan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan warna atau kelompok manapun. Kita semua sama dalam hal pelayanan,” ujarnya.

Terkait Ranperda Rencana Pembangunan Industri Tahun 2024–2044, Fraksi Gerindra menyambut baik arah pembangunan industri sebagai penggerak ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan. Kendati demikian, Labantari mengingatkan agar pembangunan industri tetap menjaga keseimbangan alam dan budaya.

“Pembangunan industri harus tetap berpijak pada konsep Tri Hita Karana, agar berjalan harmonis dan tidak mengganggu tatanan lingkungan,” tegasnya.

Untuk Ranperda RPJMD Semesta Berencana 2025–2029, Fraksi Gerindra menekankan pentingnya penyusunan yang efektif, bertanggung jawab, serta berlandaskan visi, misi, strategi, dan arah kebijakan yang jelas.

“Dokumen ini harus menjadi instrumen pembangunan yang menjawab tantangan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan,” pungkas Labantari. (ana)

Taman Budaya Bali Dibangun di Polandia, Diresmikan Langsung Gubernur Koster

Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan Taman Budaya Bali Indah di kawasan Dolina Charlotty, Slupsk, Polandia, Eropa Timur, pada Senin (16/6/2025).
Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan Taman Budaya Bali Indah di kawasan Dolina Charlotty, Slupsk, Polandia, Eropa Timur, pada Senin (16/6/2025).

PANTAUBALI.COM, INTERNASIONAL – Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan langsung Taman Budaya Bali Indah di kawasan Dolina Charlotty, Slupsk, Polandia, Eropa Timur, pada Senin (16/6/2025).

Di taman seluas 3 hektare ini berdiri kokoh pura terbesar di Eropa. Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita bersama Menteri Kebudayaan RI, Bapak Fadli Zon; Menteri Kebudayaan Polandia; Menteri Pariwisata dan Olahraga Polandia; Menteri Dalam Negeri dan Administrasi Polandia; Konsul Kehormatan Indonesia untuk Polandia; pejabat Kementerian Luar Negeri RI; Duta Besar Indonesia untuk Polandia; serta sejumlah pejabat dari Polandia dan Indonesia.

Acara ini turut dihadiri oleh ratusan undangan terhormat, termasuk anggota parlemen Polandia. Gubernur Koster berhasil meletakkan karya monumental dan bersejarah, yang membawa Bali semakin dikenal di kancah internasional, khususnya di Eropa.

Yang membanggakan, pembangunan taman budaya ini melibatkan 100 pekerja asal Bali yang didatangkan langsung sejak tahun 2022. Arsitektur khas Bali dirancang oleh para dosen dari ISI Bali.

Peresmian yang digelar pada 16 Juni 2025 pukul 16.00 waktu setempat itu berlangsung meriah. Pementasan seni dari ISI Bali dan Tim Kesenian DKI Jakarta memukau para undangan dan pengunjung lewat tarian-tarian khas Nusantara dan Bali.

“Berdirinya taman megah ini di atas lahan seluas 3 hektar merupakan suatu kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Bali. Kekayaan serta keunikan budaya Bali yang adiluhung mengundang simpati dan dimuliakan di Polandia. Taman Budaya Bali Indah ini sungguh-sungguh merupakan karya monumental dan bersejarah,” ujar Koster.

Koster menyampaikan, mewakili Pemerintah Indonesia, Provinsi Bali, dan masyarakat Bali, pihaknya mengapresiasi Bapak Mirosław Wawrowski yang telah menginisiasi pembangunan Taman Budaya Bali Indah.

Disebutkannya Taman ini merupakan realisasi dari rencana yang telah disampaikan oleh Bapak Wawrowski kepada saya saat berkunjung ke Bali 2022.

“Keberadaan taman ini menandakan semakin eratnya hubungan dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat Polandia dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi Bali. Ini menunjukkan betapa cintanya Bapak Wawrowski terhadap Indonesia, khususnya Bali,” jelas Gubernur Bali dua periode ini.

Koster menambahkan, Bapak Mirosław Wawrowski merupakan seorang pengusaha yang juga dipercaya menjadi Konsul Kehormatan Indonesia di Polandia.

Di kawasan Taman Budaya Bali Indah ini berdiri kokoh bangunan lengkap berupa pura dengan padmasana setinggi 16 meter, rumah adat Bali, wantilan, ruang pameran, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Taman Budaya Bali Indah merupakan pura terbesar di Eropa,” ujar Koster.

Lebih lanjut, Koster menyampaikan, kedepannya juga akan dibangun rumah adat dari NTB, NTT, Sumatra, dan beberapa daerah lain di Indonesia, menjadikan kawasan ini sebagai Taman Budaya Indonesia di Polandia. (ana)

Fraksi Golkar Tabanan Setujui 4 Ranperda Usulan Bupati

Fraksi Golkar DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).
Fraksi Golkar DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tabanan menyatakan persetujuan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Bupati Tabanan. Pandangan umum fraksi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Selasa (17/6/2026).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, I Ketut Budi Adnyana menyampaikan, keempat Ranperda tersebut sangat penting sebagai pijakan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun empat Ranperda yang disetujui yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Tahun 2025–2029

Budi Adnyana menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabanan atas keberhasilannya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali, atas laporan keuangan APBD tahun 2024.

“Ini adalah prestasi luar biasa. Namun, kami juga mengingatkan agar catatan dan temuan BPK menjadi tolak ukur dalam penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah ke depan,” ujarnya.

Terkait Ranperda Penataan Banjar Dinas, Fraksi Golkar menyatakan dukungan penuh karena dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan publik. “Namun pelaksanaannya harus mempertimbangkan berbagai aspek pendukung agar bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Untuk Ranperda Rencana Pembangunan Industri Tahun 2024–2044, Fraksi Golkar menilai penting sebagai langkah strategis mendorong sektor industri sebagai pilar pembangunan ekonomi. “Kami mendukung penuh pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait, sesuai aturan yang berlaku,” tambah Budi.

Sedangkan untuk Ranperda RPJMD Semesta Berencana 2025–2029, Fraksi Golkar berharap penyusunannya dilakukan secara efektif dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan visi, misi, tujuan, arah kebijakan, serta strategi pembangunan dalam jangka menengah.

“Dengan dokumen perencanaan yang komprehensif, pembangunan di Tabanan diharapkan mampu menjawab tantangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tegasnya.

Mengakhiri pandangan umum fraksi, Budi menegaskan, Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tabanan sepakat untuk melanjutkan pembahasan keempat Ranperda sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku. (ana)

Fraksi PDIP Tabanan Minta Ranperda Pembangunan Industri Tidak Bertentangan dengan RTRW

Fraksi PDIP DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).
Fraksi PDIP DPRD Tabanan sampaikan tanggapan terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN– Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan menyatakan persetujuan terhadap empat rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan oleh Bupati Tabanan.

Namun, mereka memberi catatan khusus pada Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044 agar tidak bertentangan dengan aturan tata ruang yang telah ditetapkan.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Selasa (17/6/2026), dalam agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Ranperda usulan pemerintah daerah.

Keempat Ranperda yang dimaksud meliputi ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas,
Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044, dan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029.

Ketua Fraksi PDIP, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, menegaskan pentingnya keselarasan antara Ranperda Rencana Pembangunan Industri dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tabanan Tahun 2023–2043.

“Dalam pelaksanaannya, perlu dipastikan agar substansi Ranperda ini tidak bertentangan atau bersinggungan dengan RTRW yang sudah disahkan. RTRW Tabanan bertujuan untuk mewujudkan pemerataan ruang yang hijau, lestari, aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Eka, pembentukan Ranperda Pembangunan Industri dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan sektor industri sebagai pilar utama penggerak perekonomian daerah yang merata dan berkeadilan.

“Pembangunan di Tabanan tidak hanya berbasis pada budaya agraris, tetapi juga harus berdaya saing dan terintegrasi dengan sektor pariwisata. Semua itu harus tetap berlandaskan filosofi Tri Hita Karana dan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi,” kata Eka.

Fraksi PDIP juga mendorong agar pembahasan seluruh Ranperda dilanjutkan sesuai dengan tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ana)

BREAKING NEWS! 2 Pelaku Penembakan WN Australia di Badung Diamankan

Villa TKP penembakan WNA Australia pada Sabtu (14/6) dini hari.
Villa TKP penembakan WNA Australia pada Sabtu (14/6) dini hari.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polisi bergerak cepat menindaklanjuti kasus penembakan brutal yang menewaskan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Zivan Radmanovic (32), dan melukai parah rekannya, Sanar Ghanim (35). Peristiwa mengerikan itu terjadi di sebuah vila di kawasan Jalan Pantai Munggu Seseh, Badung, Bali, pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan kerjanya di Jembrana, Selasa (17/6), mengonfirmasi bahwa dua orang yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut telah berhasil diamankan.

“Saya sudah menerima laporan dari Kapolda. Dua pelaku sudah ditangkap, satu di Jakarta dan satu lainnya dalam perjalanan dari luar negeri,” ujar Kapolri kepada awak media.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi lintas lembaga, melibatkan jajaran Polres Badung, Polda Bali, Bareskrim Polri, Ditjen Imigrasi, hingga Kepolisian Federal Australia (AFP). Meski begitu, Kapolri belum mengungkap identitas maupun motif kedua pelaku, dan menyerahkan kepada Polda Bali untuk menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

“Seluruh informasi lengkap akan dirilis oleh Kapolda Bali. Kami berharap dalam waktu dekat masyarakat bisa mengetahui secara jelas duduk perkaranya,” tambahnya.

Sementara itu, kronologi kejadian di vila tersebut masih menyisakan trauma mendalam bagi para saksi. Insiden bermula sekitar pukul 00.15 WITA, saat G, istri Zivan,  mendengar suara teriakan dari suaminya. Ia kemudian mengintip ke arah kamar mandi vila dan melihat seorang pria mengenakan jaket oranye dan helm melepaskan tembakan ke arah suaminya.

Dalam waktu hampir bersamaan, tembakan juga terdengar dari kamar tempat Sanar Ghanim berada. GJ yang panik segera mengecek kondisi Zivan yang sudah tak bernyawa, lalu bergegas menolong Sanar yang terluka parah.

Kasus ini menyita perhatian luas, bukan hanya karena korban adalah warga asing, tetapi juga karena peristiwanya terjadi di kawasan wisata yang cukup ramai. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi berdarah ini, yang diduga telah direncanakan secara matang. (MAH)

Tanggapi Keluhan Warga Jalan Kaswari Soal Pohon Perindang, Kadis LH: Itu Kewenangan Provinsi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Gusti Putu Ekayana

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, menanggapi keluhan warga terkait akar pohon perindang yang merusak pekarangan rumah di sepanjang Jalan Kaswari, Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken.

Ekayana mengatakan, kewenangan untuk menebang pohon sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Sedangkan pihaknya di tingkat Kabupaten hanya sebatas melakukan pemangkasan dahan jika mengganggu lalu lintas.

“Kalau sampai mematikan atau menebang pohon, kami harus koordinasi dan lakukan kajian dulu dengan pemerintah provinsi karena itu ranahnya provinsi. Kami di kabupaten hanya bisa melakukan pemangkasan saja,” jelas Ekayana, Selasa (17/6/2025).

Ia menegaskan, penanganan awal terhadap keluhan warga telah direspon dengan melakukan pemangkasan pohon. Bahkan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung untuk memantau. “Itu sudah ditangani Pak Wakil (Bupati), kan sudah beliau yang turun langsung menangani,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang warga di Jalan Kaswari bernama Made Surya Wirawan (42), mengeluhkan akar pohon perindang telah merusak sejumlah bagian rumahnya, termasuk tembok pekarangan, sanggah (tempat sembahyang), dan warung tempatnya berjualan.

Ia mengaku telah melaporkan kondisi ini ke DLH Tabanan sejak tahun 2019, namun belum mendapat penanganan pasti hingga kini sudah berselang enam tahun.

Selama ini DLH hanya memangkas ranting pohon, sementara bagian akar yang terus menjalar ke pekarangan rumah tidak disentuh. “Yang dipangkas hanya rantingnya saja. Padahal akarnya terus tumbuh dan semakin merusak,” keluhnya.

Karena tidak kunjung mendapat solusi memuaskan, Surya kemudian mengunggah keluhannya melalui akun media sosial Instagram pada Minggu (15/6/2025). DLH Tabanan langsung merespons unggahan tersebut dengan kembali memangkas ranting pohon keesokan harinya. Namun, akar pohon tetap tidak ditangani.

Ia pun berharap, Pemerintah Kabupaten Tabanan dapat bertindak lebih tegas menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk opsi untuk menebang pohon dan membersihkan akarnya.

“Harapan saya, pohon ini ditebang dan akarnya dibersihkan sampai tuntas. Jangan sampai merusak lebih parah, karena warga lain di sepanjang Jalan Kaswari juga mengalami hal serupa,” harap Surya. (ana)