- Advertisement -
Beranda blog Halaman 157

Empat Seniman Cilik Badung Tampilkan Harmoni Gender Wayang di PKB 2025

Seniman cilik dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung dalam ajang Wimbakara Gender Wayang Anak-Anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Minggu (29/6/2025).
Seniman cilik dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung dalam ajang Wimbakara Gender Wayang Anak-Anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Minggu (29/6/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR – Penampilan memikat ditunjukkan oleh seniman cilik dari Sanggar Seni Selendro Agung, Banjar Saren, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung dalam ajang Wimbakara Gender Wayang Anak-Anak, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Minggu (29/6/2025) di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar.

Empat wakil Badung, yakni I Putu Raditya Sedana, I Putu Marbin Andrika Putra Pratama, Si Ngurah Arya Widana, dan Ida Ayu Putu Aishwarya Ganiswari tampil membawakan tiga gending andalan: Cangak Merengang, Pamungkah, serta Rebong dan Angkat-Angkatan. Mereka bersaing dengan dua duta lainnya dari Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.

Koordinator Gender Wayang Dinas Kebudayaan Badung, I Wayan Muliadi, menjelaskan bahwa setiap peserta wajib menampilkan tiga gending sesuai ketentuan provinsi. Meski demikian, masing-masing kabupaten hingga desa memiliki karakter musikal yang unik.

“Setiap wilayah pasti membawa kekhasannya. Bahkan antar desa pun ada perbedaan nuansa,” katanya.

Proses pemilihan wakil Gender Wayang ini telah dilakukan setahun sebelum PKB dimulai, dengan latihan intensif sejak Desember 2024. Menurut Muliadi, regenerasi seniman gender wayang di Badung berjalan baik, sehingga proses seleksi lebih mudah.

“Sanggar-sanggar yang konsisten di bidang gender wayang sudah banyak, tinggal memilih,” ujarnya.

Usai tampil, para peserta mengaku lega bisa menyelesaikan penampilan mereka dengan baik. Ida Ayu Ganiswari menceritakan perasaannya. “Awalnya gugup, tapi begitu mulai tampil jadi bisa menikmati, sekarang rasanya lega,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Putu Raditya. Ia mengaku sangat senang bisa ikut tampil, tanpa terlalu memikirkan soal juara. “Yang penting tampil maksimal dulu, hasilnya belakangan,” katanya.

Tiga tabuh yang mereka bawakan masing-masing memiliki makna filosofis. Cangak Merengang menggambarkan karakter burung liar yang penuh kewaspadaan, menjadi simbol keharmonisan manusia dengan alam semesta.

Pamungkah merupakan gending pembuka dalam pertunjukan wayang kulit Bali, dikenal dengan pola musikalnya yang dinamis dan teknik permainan yang rumit.

Sementara Rebong dan Angkat-Angkatan memvisualisasikan getaran asmara yang lembut, melalui perpaduan nada yang bersahut-sahutan, melukiskan pertemuan dua rasa dalam ruang batin.

Penampilan ini dibina langsung oleh I Made Adi Suyoga Adnyana dan I Kadek Andika Cahya Putra, dua sosok yang selama ini konsisten membimbing generasi muda di dunia gender wayang di Badung. (jas)

 

 

 

 

 

 

Arisan Welcome Home Geng Trail Tua, Dukung Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Pembukaa kegiatan arisan "Welcome Home Geng" komunitas Trail Tua di BOF Baturiti, Sabtu (28/6/2025).
Pembukaa kegiatan arisan "Welcome Home Geng" komunitas Trail Tua di BOF Baturiti, Sabtu (28/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kegiatan arisan komunitas “Welcome Home Geng” yang digelar oleh Geng Trail Tua, Sabtu (28/6/205), di Bali Outbound Farm Stay (BOF), Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga dan berlangsung meriah dengan kehadiran anggota DPRD Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta puluhan peserta pecinta motor trail tua yang antusias mengikuti acara.

Dalam sambutannya yang mewakili Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Dirga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Geng Trail Tua atas penyelenggaraan acara yang juga dirangkaikan dengan peringatan Bulan Bung Karno.

Ia menilai kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan olahraga, tetapi juga wadah positif untuk mempererat tali persaudaraan di antara para pecinta motor trail klasik.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap geliat perekonomian masyarakat setempat, termasuk dalam mendukung promosi UMKM serta pariwisata alam yang dimiliki Kabupaten Tabanan.

“Melalui event seperti ini, selain menyalurkan hobi, kita juga bersama-sama mendorong kemajuan sektor ekonomi kerakyatan dan pariwisata. Ini sangat sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Wabup Dirga.

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan, diselingi berbagai kegiatan komunitas dan hiburan yang menambah semarak pertemuan lintas generasi penggemar motor trail tua tersebut. (ana)

Rangkaian Skincare Anti Ribet dan Low Budget untuk Remaja yang Ingin Glowing

Tips memiliki kulit wajah glowing.
Tips memiliki kulit wajah glowing. (foto:freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Mendambakan kulit wajah yang cerah dan sehat bukan berarti kamu harus merogoh kocek dalam. Terutama bagi remaja yang masih mengandalkan uang jajan, perawatan kulit tetap bisa dilakukan secara hemat namun efektif.

Kini, ada banyak pilihan skincare yang terjangkau, praktis, dan cocok untuk kebutuhan kulit remaja.

Kulit remaja cenderung aktif dan mudah bermasalah, seperti produksi minyak berlebih, jerawat, atau tampak kusam karena malas membersihkan wajah.

Jadi daripada bingung harus pakai banyak produk, kamu bisa memulai dengan rangkaian skincare sederhana dan fungsional.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah panduan perawatan kulit dasar untuk remaja, dengan urutan penggunaan yang simpel dan hasil yang tetap maksimal.

1. Cuci Muka dengan Facial Wash yang Lembut

Langkah pertama dan paling penting adalah mencuci wajah. Gunakan pembersih yang tidak mengandung alkohol atau pewangi berlebihan, khususnya untuk kulit sensitif. Tujuannya adalah mengangkat kotoran dan minyak tanpa membuat kulit terasa kering atau ketarik.

2. Gunakan Toner

Jika punya dana lebih, toner bisa ditambahkan untuk memberikan hidrasi tambahan dan menyeimbangkan pH kulit setelah dibersihkan. Pilih toner yang ringan, bebas alkohol dan pewangi buatan.

3. Moisturizer

Pelembap adalah produk yang tidak boleh dilewatkan, bahkan untuk kulit berminyak. Pelembap membantu menjaga keseimbangan minyak alami dan mencegah jerawat. Pilih pelembap dengan tekstur ringan yang cepat menyerap.

4. Sunscreen

Paparan sinar matahari bisa menyebabkan kulit kusam, munculnya flek, dan mempercepat penuaan dini. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30, ringan, dan tidak meninggalkan whitecast.

5. Masker dan Spot Treatment

Untuk masalah jerawat, kamu bisa menambahkan spot treatment yang mengandung salicylic acid atau tea tree oil. Sedangkan masker bisa digunakan seminggu sekali untuk menyegarkan kulit. Pilih yang sesuai jenis kulitmu, seperti clay mask untuk kulit berminyak atau sheet mask untuk hidrasi.

Dengan modal minim dan langkah yang praktis, Anda tetap bisa tampil percaya diri dengan kulit sehat dan glowing alami. Ingat, yang terpenting bukan seberapa mahal produknya, tapi seberapa rutin dan tepat kamu merawat kulit. (ana)

Gudang TPS3R Kesiman Petilan Terbakar, Diduga Akibat Abu Dupa

petugas memeriksa sisa kebakaran di gudang TPS3R Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur.
petugas memeriksa sisa kebakaran di gudang TPS3R Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gudang Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) milik BUMDes Sima Sari Dana di Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 28 Juni 2025 sekitar pukul 19.15 Wita. Api diduga berasal dari abu dupa yang jatuh ke tumpukan barang rongsokan seperti kardus, kertas, dan botol bekas.

Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang segera menghubungi pengelola TPS3R, I Nyoman Suryawan. Setibanya di lokasi, api sudah mulai dijinakkan oleh warga. Berkat respons cepat masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke seluruh area gudang. Api akhirnya padam total sekitar pukul 20.30 Wita.

Bhabinkamtibmas Desa Kesiman Petilan, Aipda I Made Eka Wiarta, langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap sumber api, terutama saat melakukan aktivitas keagamaan yang melibatkan dupa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tumpukan rongsokan yang terbakar menyebabkan kerugian diperkirakan mencapai Rp500 ribu. (ra)

Masalah Sampah-Kasus Perbekel Baturiti Jadi Pesan Prabowo ke De Gadjah Saat ke Bali

Presiden Prabowo Subianto bertemu De Gadjah saat kunjungan kerja di Bali, Rabu (25/6/2025).
Presiden Prabowo Subianto bertemu De Gadjah saat kunjungan kerja di Bali, Rabu (25/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Bali pada Rabu (25/6/2025) lalu. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo sempat bermalam di Hotel The Meru, Sanur.

Orang nomor satu di Indonesia itu baru bertolak ke luar Pulau Dewata keesokan harinya untuk melanjutkan agenda kepresidenan berikutnya.

Selama berada di Bali, Presiden Prabowo memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dan menggali informasi terkait kondisi Bali saat ini. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, yang mendampingi Prabowo selama kunjungan tersebut.

De Gadjah menyebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah pesan penting terkait isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat Bali. Di antaranya soal penanganan kemacetan dan masalah sampah yang perlu ditangani secara serius oleh semua pihak.

“Beliau berharap sampah dan kemacetan harus ditangani serius,” ujarnya, Sabtu (28/6/2025).

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti kasus Perbekel Baturiti, Kerambitan, Tabanan, I Made Suryana yang diduga menyampaikan ujaran kebencian terhadap partai Gerindra. Ia meminta agar proses hukum berjalan sesuai aturan dan transparan.

“Pak Prabowo tahu tentang masalah Perbekel Desa Baturiti, Penebel. Beliau sampaikan ke kami untuk pastikan hukum berjalan dengan baik,” ucap De Gadjah.

Presiden Prabowo juga menitip pesan khusus agar program-program prioritas pemerintah pusat di Bali berjalan lancar, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan.

“Jika ada yang menghalangi, tolong dicatat dan disampaikan ke tim yang ditugaskan,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyambut baik keberadaan rumah sakit bertaraf internasional di Bali. Ia mengaku senang bisa menginap di kawasan Sanur yang dinilainya nyaman.

“Beliau senang ada rumah sakit internasional di Bali dan beliau senang nginap di daerah Sanur,” tambah De Gadjah. (ana)

Lewat Garapan Amrih Sukaning Rat, Sanggar Werdhi Budaya Ajak Penonton Renungi Harmoni Semesta

Penampilan Sanggar Seni Werdhi Budaya, Desa Adat Kelan, Kuta, Badung, dalam ajang lomba Taman Penasar PKB ke-47 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Jumat (27/6/2025).
Penampilan Sanggar Seni Werdhi Budaya, Desa Adat Kelan, Kuta, Badung, dalam ajang lomba Taman Penasar PKB ke-47 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Jumat (27/6/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR – Sanggar Seni Werdhi Budaya dari Desa Adat Kelan, Kuta, Badung berhasil memukau ratusan penonton dalam ajang lomba Taman Penasar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang berlangsung di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Jumat (27/6/2025).

Dengan mengusung karya berjudul Amrih Sukaning Rat, pertunjukan ini tak hanya menawarkan keindahan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga harmoni di jagat raya.

Pembina tembang, I Nyoman Wija Widastra, menjelaskan, tema Amrih Sukaning Rat bermakna upaya untuk menciptakan ketentraman dunia. Tema ini dipilih sejalan dengan spirit besar PKB tahun ini, Jagat Kerthi, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam semesta.

“Amrih artinya mengusahakan, sukaning rat itu ketentraman jagat. Melalui garapan ini, kami ingin menyuarakan bahwa harmoni itu harus diupayakan bersama, bukan hanya menjadi wacana,” ungkapnya.

Wija juga menceritakan proses persiapan panjang yang melibatkan anak-anak muda berusia 17 hingga 25 tahun. Diakui, membina generasi remaja di tengah kesibukan sekolah dan pekerjaan bukan perkara mudah.

Namun, semangat luar biasa para peserta yang berkumpul dari berbagai sanggar membuat latihan selama tiga bulan terakhir berjalan penuh antusias.

“Biasanya kalau remaja itu agak sulit diajak belajar sastra dan seni Bali. Tapi karena ada PKB, kami kumpulkan yang terbaik dari beberapa tempat. Walau belum saling kenal, mereka cepat bersatu karena satu tujuan,” katanya.

Pertunjukan Amrih Sukaning Rat membingkai kisah keseharian warga desa yang mulai terimbas geliat pariwisata. Di tengah hiruk pikuk mencari nafkah, mereka tetap menyempatkan diri ngayah dan berkesenian. Ketegangan muncul saat seorang warga, I Wayan, merasa terganggu dengan suara gamelan dan pesantian.

Ia pun meluapkan emosinya dengan nada keras. Situasi kemudian diredakan oleh Jro Kelian dan para anggota seka santhi melalui tembang-tembang Bali yang sarat pesan moral.

Alunan Kekawin, Palawakia, Sloka, hingga Sekar Alit menjadi medium untuk menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan dan spiritualitas. Dialog yang awalnya penuh emosi itu perlahan berubah menjadi ruang perenungan. I Wayan akhirnya menyadari kekeliruannya, tersentuh oleh makna sastra Bali yang luhur, dan mulai mengagumi warisan budaya tersebut.

“Akhirnya dia menyadari, bahwa ajaran sastra Bali itu tidak hanya indah didengar, tapi juga menuntun ke arah kehidupan yang lebih baik. Itulah harmoni semesta yang ingin kami sampaikan,” jelas Wija.

Lebih dari sekadar lomba, garapan ini menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. Selain mempertahankan tradisi, anak-anak muda diajak memahami filosofi luhur yang terkandung dalam sastra Bali.

“Kami tidak semata mengejar juara. Yang terpenting, anak-anak muda ini bisa belajar, mengenal, dan mencintai budaya sendiri, supaya kelak mereka bisa meneruskannya,” pungkas Wija. (jas)

10 Ribu Peserta Ikut Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-79, Koster: Ini Momen Soliditas TNI-Polri dan Masyarakat

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana melepas peserta jalan sehat Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Sabtu (28/6/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana melepas peserta jalan sehat Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Sabtu (28/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekitar 10 ribu peserta tumpah ruah memadati Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Kegiatan bertajuk “Polri Bersama TNI dan Masyarakat” ini berlangsung meriah dan sarat semangat kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang melepas rombongan peserta di garis start.

Didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kajati Ketut Sumedana serta jajaran Forkopimda lainnya, Gubernur Koster berada di garis depan untuk melepas rombongan jalan sehat yang menempuh rute dari depan Kantor Gubernur Bali dan kembali finish di titik yang sama.

“Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan dalam kegiatan ini. Momentum ini menunjukkan soliditas TNI, Polri, dan masyarakat Bali dalam menjaga persatuan,” ujar Gubernur Koster.

Acara jalan sehat ini tidak hanya diramaikan oleh ribuan peserta dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat umum, tetapi juga dimeriahkan oleh penampilan band lokal seperti Bagus Wirata.

Polda Bali turut menyediakan berbagai layanan publik di lokasi acara, termasuk pelayanan SKCK, SIM, Samsat, layanan kesehatan gratis, serta stand UMKM binaan Yayasan Bhayangkari Bali. (ana)

Rekomendasi Olahraga Indoor yang Bisa Dicoba di Rumah Saat Hujan

Olahraga Yoga di ruangan
Olahraga Yoga di ruangan. (foto: freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Musim hujan sering kali membawa hawa dingin yang membuat tubuh enggan beranjak dari selimut. Namun, terlalu lama bermalas-malasan justru bisa membuat tubuh kaku dan kurang bertenaga.

Agar tetap sehat dan bugar meski cuaca tak mendukung untuk beraktivitas di luar, kamu bisa mencoba berbagai olahraga ringan yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Berikut lima olahraga indoor yang praktis, hemat, dan cocok untuk menjaga kebugaran selama musim hujan:

1. Yoga

Selain meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, yoga juga mampu menenangkan pikiran dan meredakan stres. Praktik yoga bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan matras.

Cobalah gerakan dasar seperti child’s pose, downward dog, dan cobra stretch untuk memulai hari dengan lebih bugar. Yoga juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu tubuh lebih relaks.

2. Workout

Tak punya alat olahraga di rumah bukan menjadi masalah. Cukup manfaatkan berat tubuhmu sendiri. Lakukan gerakan seperti jumping jack, squat, plank, atau mountain climbers dalam durasi 10–15 menit. Meski sederhana, gerakan ini cukup efektif membakar kalori dan memperlancar peredaran darah.

3. Zumba Online

Buat kamu yang suka musik dan gerakan energik, zumba bisa jadi pilihan seru. Saat ini banyak kelas zumba daring yang bisa diakses gratis melalui YouTube atau aplikasi fitness. Selain menyenangkan, zumba juga terbukti efektif meningkatkan stamina dan membentuk tubuh ideal.

4. Latihan Peregangan (Stretching)

Jika waktumu terbatas, minimal luangkan 5–10 menit untuk melakukan stretching. Peregangan membantu mengurangi ketegangan otot dan menjaga kelenturan tubuh, terutama setelah duduk terlalu lama. Fokus pada leher, bahu, punggung, dan paha agar tubuh tetap nyaman saat beraktivitas.

5. Naik-Turun Tangga

Terdengar sepele, tapi naik-turun tangga bisa jadi latihan kardio yang ampuh. Aktivitas ini membantu memperkuat otot kaki dan jantung, sekaligus melatih keseimbangan. Lakukan secara bertahap, mulai dari 5–10 menit dan tambah durasi secara perlahan.

Tak perlu keluar rumah untuk tetap sehat di musim hujan. Cukup dengan menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari dan memilih olahraga sesuai kebutuhan, kamu bisa tetap aktif meski cuaca mendung. (ana)

Empat Duta Tabanan akan Tampil di Minggu Kedua PKB 2025

Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.
Sekaa Gong Abinaya tampil memukau membawakan garapan “Pangurip Bumi” di ajang Utsawa Balaganjur Remaja PKB XLVII 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat duta kesenian dari Kabupaten Tabanan siap unjuk kemampuan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025. Mereka akan tampil dalam empat kategori lomba atau Wimbakara yang digelar selama minggu kedua pelaksanaan PKB, yakni mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2025.

Adapun keempat lomba tersebut meliputi Wimbakara Gender Wayang Anak-anak, Wimbakara Tari Barong Ket, Jantra Tradisi Bali (Pacentokan Olahraga Tradisional), dan Wimbakara Mesatwa Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana menyampaikan, keikutsertaan para duta dalam lomba-lomba tersebut merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal dan keterlibatan aktif generasi muda dalam memaknai warisan leluhur.

“Empat duta kesenian yang akan tampil di minggu kedua PKB ini membawa kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Tabanan. Mereka bukan hanya mewakili kemampuan individu atau sanggar, tetapi juga membawa misi besar pelestarian seni dan tradisi leluhur kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta telah siap tampil secara maksimal sebab keempat duta telah dipersiapkan secara matang dan telah melalui proses pembinaan yang intensif.

“Semua sudah dipersiapkan dengan matang, dari segi materi, penampilan, hingga teknik. Kami harapkan mereka tidak hanya tampil apik, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Tabanan di ajang PKB tahun ini,” pungkas Yudiana.

Pada Minggu, 29 Juni 2025 pukul 10.00 WITA, Sanggar Leklok dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan akan tampil dalam ajang Wimbakara Gender Wayang Anak-anak yang bertempat di Kalangan Angsoka.

Selanjutnya, Kamis, 3 Juli 2025 pukul 20.00 WITA, Sanggar Seni Hari Dwipa Gamelan Group asal Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan akan berkompetisi dalam Wimbakara Tari Barong Ket yang diselenggarakan di Panggung Terbuka Ardha Candra.

Kemudian pada Jumat, 4 Juli 2025 pukul 08.00 WITA, Tabanan juga akan berpartisipasi dalam Jantra Tradisi Bali, khususnya lomba olahraga tradisional seperti Metajogan, Terompah, dan Deduplak yang akan berlangsung di Lapangan Timur UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Sementara itu, pada Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 17.00 WITA, duta Tabanan juga akan mengikuti Wimbakara Mesatwa Bali yang berlokasi di depan Gedung Kriya. (ana)

Kesal Tak Dihiraukan, Residivis asal Lumajang Tusuk Mantan Pacar di Kuta Selatan

G dibekuk aparat bersama barang bukti pisau dan pakaian. (Istimewa)
G dibekuk aparat bersama barang bukti pisau dan pakaian. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BADUNG  – Rupanya jeruji besi tak membuat pria inisial G (26) kapok. Kali ini, residivis asal Lumajang, Jawa Timur itu kembali ditangkap lantaran menikam mantan pacarnya di kawasan Benoa, Kuta Selatan, pada Rabu, 25 Juni 2025. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah proyek pembangunan villa di Canggu, Kuta Utara.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membeberkan bahwa pelaku melakukan aksi tersebut karena merasa sakit hati dan tidak dihiraukan lagi oleh korban.

Korban, AIS (22), seorang wiraswasta asal Lumajang, mengalami serangan sekitar pukul 00.15 WITA di Jalan Dukuh Sari II, Kampial, Benoa. Serangan terjadi ketika korban baru pulang dari wilayah Canggu dan dirinya dibuntuti oleh pelaku.

“Pelaku menyerang korban dari belakang dan menusukkan pisau ke punggungnya sebanyak tiga kali. Meskipun berhasil melarikan diri, pelaku kembali menyerang korban dari depan sebelum akhirnya diselamatkan oleh seorang warga,” jelas AKP Sukadi.

Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di RS Bali Mandara Sanur setelah mengalami tiga luka tusukan di punggungnya. Polisi berhasil mengamankan sebilah pisau, jaket hitam, dan pakaian korban yang terkena darah sebagai barang bukti.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di Mapolsek Kuta Selatan,” tambah AKP Sukadi. (RA)