- Advertisement -
Beranda blog Halaman 158

Komisi III DPRD Tabanan Dorong Pembentukan Cyber Pendapatan untuk Optimalkan PAD

Komisi III DPRD Tabanan saat kunjungan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan, Senin (14/7/2025).
Komisi III DPRD Tabanan saat kunjungan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan, Senin (14/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi III DPRD Kabupaten Tabanan mendorong pembentukan sistem Cyber Pendapatan sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan, Senin (14/7/2025), dalam rangka koordinasi, monitoring, dan evaluasi realisasi pendapatan tahun 2025.

Ketua Komisi III DPRD Tabanan, Anak Agung Nyoman Dharma Putra menyampaikan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas adanya sejumlah persoalan yang menghambat maksimalnya pendapatan daerah, khususnya di sektor pajak, retribusi, dan pengelolaan aset.

“Dari hasil koordinasi, kami temukan masih banyak kendala, mulai dari kurangnya sosialisasi ke masyarakat hingga belum adanya sistem digital terintegrasi untuk mendukung pengelolaan pendapatan daerah. Karena itu, kami mendorong pembentukan Cyber Pendapatan sebagai sistem digital yang terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sistem ini mendesak karena masyarakat masih banyak yang belum memahami mekanisme pembayaran pajak terbaru. Salah satunya adalah masih bergantung pada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) atau kitir sebagai acuan pembayaran, padahal kini sudah bisa dilakukan hanya dengan Nomor Objek Pajak (NOP) secara daring.

“Masih banyak warga yang tidak bayar pajak hanya karena kehilangan kitir. Padahal sekarang sudah bisa pakai NOP secara online. Ini harus segera disosialisasikan secara masif,” jelas Dharma Putra.

Ia menambahkan, Cyber Pendapatan nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencatatan dan pembayaran pajak, tetapi juga akan menjadi pusat koordinasi antara perangkat daerah, kecamatan, desa, bahkan dengan pihak eksternal seperti notaris.

Misalnya, dalam pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), peran notaris dinilai penting untuk mendorong akurasi data dan kontribusi pendapatan.

Di sisi lain, Komisi III juga menyoroti sektor retribusi dan aset daerah yang dinilai masih belum tergarap maksimal. Ia mencontohkan nilai retribusi pada beberapa lahan di Kecamatan Pupuan yang dinilai terlalu rendah dan tidak sesuai dengan potensi ekonomi di lapangan.

“Ada lahan 113 hektare di Pupuan yang hanya dikenakan retribusi Rp300 ribu per hektare. Padahal nilai ekonominya, seperti untuk komoditas kopi, jauh lebih tinggi. Ini harus dievaluasi dan disesuaikan dengan harga pasar. Kita dorong adanya MOU baru dan peninjauan ulang oleh tim taksasi,” ungkapnya.

Komisi III juga menilai perlunya pendalaman terhadap penggunaan aset oleh masing-masing OPD agar tercipta tata kelola yang efisien dan produktif. Saat ini, Bakeuda hanya berperan sebagai pencatat, sehingga pengawasan langsung terhadap penggunaan aset belum maksimal.

“Kami akan turun langsung ke OPD pengguna aset untuk memastikan aset tidak terbengkalai dan benar-benar memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” kata Dharma Putra. (ana)

Komisi IV DPRD Tabanan Rapat dengan Pengelola Panti Asuhan Gayatri, Bahas Temuan Sidak

Komisi IV DPRD Tabanan saat rapat bersama pengelola Yayasan Gayatri Widya Mandala di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Senin (14/7/2025).
Komisi IV DPRD Tabanan saat rapat bersama pengelola Yayasan Gayatri Widya Mandala di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Senin (14/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat bersama pengelola Yayasan Gayatri Widya Mandala di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Senin (14/7/2025).

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan Komisi IV ke panti asuhan yang berlokasi di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada 26 Juni 2025 lalu, yang menemukan sejumlah catatan penting terkait pengelolaan panti.

Beberapa temuan Komisi IV saat sidak mencakup ketidakseimbangan jumlah pengasuh dengan anak asuh, makanan kedaluwarsa di gudang, serta dugaan penahanan ijazah anak-anak asuh. Rapat ini juga menjadi wadah klarifikasi bagi pengelola, yang saat sidak tidak berada di lokasi.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, menegaskan, rapat digelar bukan untuk mengadili pihak yayasan, melainkan untuk memperkuat sistem pelayanan panti sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

“Tujuan kami adalah pembinaan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh panti asuhan di Tabanan menjalankan standar pelayanan yang baik dalam hal perlindungan, kesehatan, dan pendidikan anak,” ujar Wastana.

Ia menambahkan, keberadaan panti sangat penting, namun pengelolaan yang tidak sesuai standar harus ditindak. Komisi IV juga menyoroti pentingnya rasio pengasuh dan anak asuh yang ideal, serta kesehatan dan kapasitas psikologis para pengasuh.

“Pengasuh harus sehat secara fisik dan mental. Jika ada penyakit menular atau gangguan psikologis, tentu berbahaya bagi anak-anak asuh,” jelasnya.

Wastana menyebut pemeriksaan kesehatan dan psikologis bagi pengasuh harus dilakukan secara menyeluruh di semua panti yang ada di Tabanan. “Total ada 19 panti di Tabanan, semuanya pengasuh di panti-panti tersebut kedepannya harus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutun,” tegasnya.

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti laporan adanya kekerasan terhadap anak, baik secara verbal maupun fisik, serta kaburnya beberapa anak dari panti. Hal ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses evaluasi perpanjangan izin operasional yayasan oleh Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Gayatri Widya Mandala, Wiwin Sri Pujiastuti menjelaskan, saat ini panti mengasuh 23 anak serta menampung 40 anak titipan (day care). Mereka diasuh oleh enam pengasuh, termasuk dirinya dan suami.

Wiwin membantah tuduhan penahanan ijazah dan dugaan eksploitasi anak. Menurutnya, ijazah yang belum diambil adalah milik anak-anak yang keluar tanpa izin, dan pihak yayasan telah berupaya menghubungi orang tua untuk pengambilannya.

Terkait temuan makanan kedaluwarsa, Wiwin menjelaskan bahwa kegiatan memilah makanan di gudang dilakukan secara berkala untuk memastikan hanya makanan layak konsumsi yang diberikan kepada anak-anak. Ia juga menegaskan bahwa yayasan menerapkan aturan tegas demi membentuk karakter anak, seperti larangan berbohong, pacaran, dan mencuri.

“Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar agar tidak berdampak negatif pada anak-anak yang masih kami asuh,” ujar Wiwin.

Hasil rapat tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait, khususnya Dinas Sosial dalam mempertimbangkan kelanjutan izin operasional Yayasan Gayatri Widya Mandala.

Komisi IV berharap seluruh panti di Tabanan mendapat perhatian dan pengawasan menyeluruh demi menjamin hak-hak anak terpenuhi secara layak. (ana)

Lagi Jalan Jebol di Tabanan, Kini di Desa Tista Kerambitan

Jalan jebol di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Jalan jebol di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belum selesai perbaikan jalan jebol di Jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan yang sudah berlangsung sepekan. Kini jalan rusak juga terjadi di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan.

Jalan yang merupakan juga Penghubung Desa Kerambitan  dengan Desa Tibubiu tersebut berlubang dengan kedalaman hingga 3 meter akibat material gorong-gorong yang ada di bawah jalan tergerus air.

Kendaraan besar seperti mobil, truk atau kendaraan besar lainnya tidak bisa melintas karena ditakutkan jalan akan ambles dan disarankan melalui jalur alternatif. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.

Perbekel Desa Tista I Made Suardana Putra mengatakan, sebelum berlubang, jalan tersebut terlihat retak pada Sabtu (12/7/2025). Keesokan harinya, lubang tersebut semakin membesar dan dalam. Karena ditakutkan lubang semakin membesar dan ambles, pihaknya te;ah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian guna meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan.

Untuk sementara, arus lalu lintas menuju kawasan Tibu Biu dan Pasut dialihkan melalui jalur alternatif, yakni jalan desa setempat maupun melalui ruas jalan Kelating–Tibubiu via Desa Penarukan.

“Untuk mobil dan kendaraan besar lainnya sudah dialihkan ke Jalan Desa Kelating – Desa Tibubiu. Sepeda motor masih bisa lewat,” jelasnya dikonfirmasi Senin (14/7/2026).

Suardana Putra menyebut, pihaknya sudah melaporkan jalan berlubang ini kepada pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan.

Sementara itu, Tim Teknis dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Tabanan sudah melakukan pengecekan ke lokasi.

Kepala Bina Marga DPUPRPKP  Kabupaten Tabanan I Made Partana menyampaikan, hasil pantauan awal menunjukkan bahwa kerusakan cukup signifikan sehingga untuk sementara waktu jalan tersebut ditutup total dan hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua. Kini pihaknya sedang menyiapkan proses perencanaan konstruksi untuk penanganan.

“Proses penanganan secara teknis di lapangan (onsite) akan kami laksanakan lebih lanjut setelah perencanaan konstruksi selesai. Kami mohon kesabaran seluruh masyarakat dan memohon maaf atas terganggunya kenyamanan dalam berlalu lintas di ruas jalan ini,” ujar Made Partana.

Pihaknya pun memastikan akan mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang terdampak guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut. (ana)

Semburan Belerang Kembali Hantui Danau Batur, Keramba Ikan Terancam

Danau Batur Kintamani Bangli Bali. (Foto: Ist)
Danau Batur Kintamani Bangli Bali. (Foto: Ist)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Semburan belerang kembali muncul di Danau Batur, Kintamani, Bangli. Awalnya terpantau di kawasan perairan Seked pada 8 Juli 2025, kini fenomena alam itu meluas hingga mencakup wilayah Toyobungkah, Songan, Terunyan, dan Abang. Dampaknya mulai terasa, terutama bagi keramba ikan milik para pembudidaya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa semburan belerang merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di bulan Juli atau September.

“Ini bagian dari gejala alam yang rutin terjadi. Karakteristik geologi Danau Batur memang memungkinkan semburan belerang muncul secara berkala,” jelasnya.

Akibat semburan itu, air danau berubah warna menjadi keputihan. Perubahan ini bisa berdampak serius pada kelangsungan hidup ikan, terutama di keramba jaring apung (KJA). Untuk mencegah kerugian, Dinas segera mengeluarkan imbauan.

“Kami sarankan petani ikan untuk tidak memberi pakan terlebih dahulu selama kondisi air belum stabil. Ikan perlu naik ke permukaan agar tetap mendapat cukup oksigen. Masyarakat juga kami minta menjauh dulu dari KJA,” ujar Sarma tegas.

Selain itu, ikan yang sudah siap panen diminta segera dipanen. Jika fenomena ini bertahan hingga 10 hari, risiko kematian massal ikan bisa sangat besar.

Meski situasi mengkhawatirkan, hingga kini belum ada laporan ikan mati, baik di KJA maupun di perairan umum. “Kami terus pantau kondisi lapangan. Sejauh ini belum ada indikasi kematian ikan,” tambah Sarma, yang berasal dari Desa Tembuku.

Pemerintah Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat tetap tenang, namun siaga. Warga diminta mengikuti arahan petugas untuk meminimalkan dampak dari fenomena alam ini. ra

Operasi Patuh Agung 2025 Digelar 14-27 Juli, Polres Tabanan Sasar 7 Jenis Pelanggaran

Pengecekan kendaraan untuk Operasi Patuh Agung 2025 di Polres Tabanan, Senin (14/7/2025).
Pengecekan kendaraan untuk Operasi Patuh Agung 2025 di Polres Tabanan, Senin (14/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Kepolisian Resor (Polres) Tabanan menggelar Apel Pasukan Operasi Patuh Agung 2025 pada Senin (14/7/2025) pagi di halaman Mapolres Tabanan.

Apel ini menandai dimulainya pelaksanaan operasi selama dua pekan ke depan, dari 14 hingga 27 Juli 2025, untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Operasi Patuh Agung digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Bali, termasuk Polres Tabanan, dengan harapan terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, yang memimpin langsung apel tersebut menyampaikan, Operasi Patuh Agung merupakan bagian dari rangkaian pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas tidak hanya menyangkut keamanan pengguna jalan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi,” kata AKBP Bayu Pati.

Lebih lanjut, dijelaskan Operasi Patuh Agung 2025 menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal.

Tujuh pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan meliputi menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi di bawah umur, membonceng lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, melebihi batas kecepatan.

Selain penindakan, operasi juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Operasi ini tentunya menjadi tindak yang lanjut konkret dari momentum hari keselamatan lalu lintas dan angkutan mengingatkan kita akan jalan, pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya,” ujar Bayu Pati.

Apel pasukan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, antara lain Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati, Waka Polres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja, Koordinator Jasa Raharja Tabanan Dwi Deodatus, dan Kadis Perhubungan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan kendaraan dinas yang akan digunakan selama operasi berlangsung. (ana)

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Terbalik di Dasar Laut Selat Bali

Ilustrasi Kapal Tenggelam.
Ilustrasi Kapal Tenggelam.

PANTAUBALI.COM – Setelah lebih dari sepekan pencarian intensif, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya ditemukan di dasar laut Selat Bali, Sabtu (12/7/2025). Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL dan Basarnas berhasil menemukan kapal dalam kondisi terbalik di kedalaman 47-50 meter.

Menteri Perhubungan Dudy Sumadi mengapresiasi kerja keras tim SAR selama proses pencarian yang berlangsung selama 10 hari.

“Saya telah menerima laporan bahwa kapal ditemukan dalam posisi terbalik. Terima kasih atas dedikasi tim SAR gabungan yang tanpa henti mencari kapal dan para korban yang belum ditemukan,” ujar Menhub dari Jakarta, Minggu (13/7).

Bangkai kapal pertama kali terdeteksi pada jarak sekitar 3,9 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal. Upaya awal untuk mengambil gambar visual menggunakan drone bawah air (ROV) pada 11 Juli sempat gagal karena arus laut yang kuat. Namun, tim penyelam akhirnya berhasil merekam video yang memperlihatkan kondisi kapal, termasuk lambung, ramp, dan tulisan “Tunu Pratama Jaya” yang masih terlihat jelas meskipun dalam posisi terbalik.

Penemuan posisi kapal ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi lebih lanjut. Tim SAR kini tengah merancang proses pengangkatan bangkai kapal dengan memperhitungkan faktor keselamatan, mengingat derasnya arus di perairan Selat Bali. “Pengangkatan kapal akan dilakukan sesuai prosedur ketat demi keamanan seluruh tim,” tegas Menhub Dudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu dini hari (2/7/2025), saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Musibah ini diduga akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan.

Hingga Sabtu malam (12/7), data dari Posko Operasi SAR menyebutkan 30 penumpang berhasil diselamatkan, 18 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 17 lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi dan investigasi terus dilanjutkan. RA

Siap-Siap! ini Sederet Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Agung 2025 di Gianyar

Ops Patuh Agung di kawasan Gianyar pada tahun 2022 lalu.
Ops Patuh Agung di kawasan Gianyar pada tahun 2022 lalu.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Polres Gianyar resmi menggelar Operasi Patuh Agung 2025 mulai Senin (14/7/2025) hingga 27 Juli 2025. Operasi ini akan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di jalan raya, termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma menegaskan bahwa operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, serta menekan angka kecelakaan fatal.

Berikut sejumlah pelanggaran yang menjadi fokus utama penindakan, yakni menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi dalam keadaan mabuk atau pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur dan tidak mengenakan helm SNI atau sabuk pengaman.

Selain itu, berboncengan lebih dari dua orang, melawan arus, dan kebut-kebutan juga menjadi sasaran, termasuk pelanggaran oleh turis asing dan domestik.

“Pelanggaran seperti boncengan lebih dari dua orang, yang sering dilakukan pelajar dan remaja, akan jadi perhatian khusus. Ini bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan diri dan pengguna jalan lain,” tegas AKBP Chandra.

Operasi ini akan melibatkan 116 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Penindakan dilakukan secara edukatif, persuasif, dan humanis, namun tetap mengedepankan penegakan hukum dengan bantuan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik secara statis maupun mobile.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga profesionalisme dan integritas selama bertugas. Penindakan dilakukan sesuai prosedur, tanpa praktik pungli ataupun damai di tempat.

“Tidak boleh ada kompromi soal keselamatan berlalu lintas. Tegakkan hukum secara simpatik dan humanis, tapi tetap tegas,” tegasnya.

Dengan pendekatan terpadu dan sinergi antarinstansi, Operasi Patuh Agung 2025 diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib lalu lintas di wilayah Gianyar secara berkelanjutan. RA

Ini Identitas Jasad Pemuda Asal Karangasem yang Ditemukan di Pantai Balangan

Petugas mengevakuasi jasad pemuda di Pantai Balangan, Badung.
Petugas mengevakuasi jasad pemuda di Pantai Balangan, Badung.

PANTUABALI.COM, BADUNG – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengambang di perairan Pantai Balangan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban diketahui bernama I Made Pendi Maryata (21), pemuda asal Lingkungan Jasri Kaler, Desa Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang kemudian langsung menghubungi pihak berwajib.

“Mayat korban ditemukan di tengah laut kawasan Pantai Balangan. Setelah dievakuasi ke pantai Kelan, jenazah dibawa ke ruang jenazah RS Prof Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi,” ujar AKP Sukadi saat dikonfirmasi, Senin (14/7/2025).

Menurut Sukadi, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas apapun. Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Denpasar segera melakukan proses identifikasi untuk mencari tahu identitas korban.

Setelah berkoordinasi dengan aparat di wilayah asal korban, akhirnya berhasil ditemukan keluarga korban yang tinggal di Karangasem.

“Setelah perwakilan keluarga datang dan mengecek langsung jenazah di rumah sakit, pihak keluarga memastikan bahwa mayat tersebut adalah benar Made Pendi Maryata,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan warga yang berdomisili sementara di Jalan Pulau Yoni No. 69 Denpasar dan bekerja sebagai karyawan swasta.

Sukadi menambahkan, saat ini pihak kepolisian telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk dua orang yang berada di sekitar lokasi saat kejadian, yaitu I Kadek Dita Wirawan (22) dan I Made Riana (45), yang bekerja sebagai sekuriti.

“Langkah-langkah telah kami lakukan seperti interogasi saksi, pengumpulan data identitas korban, dan pelaporan kepada pimpinan. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban terkait penanganan jenazah,” tambahnya.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab meninggalnya korban. Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau dugaan lain.

“Kami akan terus melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkas AKP Sukadi. (RA)

Jelang Penutupan PKB 2025, Tabanan Akan Tampilkan Dua Sajian Seni 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang berakhirnya perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Kabupaten Tabanan kembali unjuk gigi dengan menampilkan dua sajian seni budaya unggulan.

Dua penampilan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian partisipasi Tabanan di ajang seni budaya tahunan paling bergengsi di Pulau Dewata tersebut.

Pada Minggu (13/7/2025) pukul 17.00 WITA, Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali akan menjadi saksi penampilan Utsawa (Parade) Palegongan Klasik yang dibawakan oleh Sanggar Seni Sriti Santi Putra dari Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan.

Pertunjukan ini mengangkat keindahan tari palegongan klasik yang merupakan warisan budaya luhur Bali dengan karakteristik gerak lembut, anggun, dan penuh filosofi.

Selanjutnya, Kamis (17/7/2025), pukul 17.00 WITA, giliran Komunitas Seni Bangkal Ganas dari Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan yang akan tampil membawakan Utsawa (Parade) Ngelawang di seputaran area Taman Budaya Bali.

Ngelawang yang merupakan tradisi sakral pengusir bala dan penolak roh jahat, akan disuguhkan dalam bentuk parade atraktif yang menggambarkan semangat kolektif masyarakat dalam menjaga keharmonisan alam dan spiritual.

Kedua sajian tersebut menutup seluruh keikutsertaan Duta Kabupaten Tabanan dalam gelaran PKB XLVII/2025, yang selama hampir satu bulan telah menampilkan berbagai potensi seni budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana., seijin Bupati Tabanan, menyampaikan bahwa kedua duta telah menjalani proses pembinaan intensif dan siap tampil maksimal di hadapan publik.

“Kami memastikan bahwa kedua duta telah siap menampilkan yang terbaik. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, partisipasi Kabupaten Tabanan di PKB bukan semata sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga wujud nyata pelestarian identitas budaya daerah dalam semangat Tabanan Era Baru Aman, Unggul, dan Madani. (ana)

Desa Cemagi Disiapkan Jadi Destinasi Unggulan, Bupati Badung Tinjau Infrastruktur

Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi Infrastruktur di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).
Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi Infrastruktur di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Plt. Kadis PUPR Nyoman R Karyasa melaksanakan inspeksi di beberapa titik kegiatan Infrastruktur yang berada di wilayah Desa Cemagi, Sabtu (12/7/2025).

Bupati Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat komitmen untuk mewujudkan infrastruktur yang layak dan representatif dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Badung.

Ini dibuktikan dengan melakukan Inspeksi di beberapa Infrastruktur yang ada di Desa Cemagi. Tidak dipungkiri Cemagi merupakan salah satu Destinasi Wisata Unggulan yang ada di Kabupaten Badung, dengan melihat perkembangan Tibubeneng, Berawa dan Canggu maka Pererenan dan Canggu akan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“Saya ingin memastikan Infrastruktur yang ada di Cemagi adalah Infrastruktur yang layak, representatif sehingga harapan kami wisatawan akan semakin betah tinggal di Cemagi, karena kita di Badung pendapatan kita adalah dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Untuk bagian luar Pura Batu Ngaus kedepan akan ditata dan didorong untuk penataan revitalisasi mengembalikan kondisi pantai pasca abrasi, ditata ulang dengan membuatkan pedestrian merubah tata letak bangunan sehingga akan menjadi kawasan luar destinasi wisata Pura Batu Ngaus.

“Mudah-mudahan kedepan bisa dibuat stage pementasan Tari Kecak dan ini akan jadi peluang bagi masyarakat setempat mendapatkan hiburan dan pertumbuhan ekonomi juga akan semakin membaik,” tutup Bupati Adi Arnawa. (ana)